Anda di halaman 1dari 52

PERANAN APOTEKER PADA TERAPI

CAIRAN DAN ELEKTROLIT

Pada Acara Pertemuan Ilmiah Tahuanan


Ikatan Apoteker Indonesia 2017

Indonesia Convention Exhibition (ICE)


Tangerang, Banten 6-8 September2017

apt. Muhammad Yahya, Sp FRS


Learning Outcome
 Mengetahui komposisi cairan tubuh
 Memahami kesetimbangan cairan tubgetahuai
 Memahami gangguan kesetimbangan cairan tubh
 Memahami terapi cairan dan elktrolit
 Memahami jenis cairan disesuaikan dengan kondisi
pasien yang dirawat di RS
 Mampu menyiapkan cairan
 Mampu melakukan monitoring terapi cairan
Kompartemen Cairan Tubuh
Cairan intra sel (ICF)

Dinding Kapiler

Plasma

Sel Membran

Cairan intersesial (IF)


Membran semipermeabel
 Membran sel :
Memisahkan CIS dan CIT
Terdiri atas : lipid dan protein
 Membran kapiler : memisahkan CIV dari CIT

 Membran epitelial :

Memisahkan CIT dan CIV dari CTS.


Contoh : epitelium, mukosa dari, lambung dan usus,
membran sinovial dan tubulus ginjal.
Volume Cairan Tubuh
Cairan Tubuh 60 %

Cairan Ekstraseluler (ECF) Cairan Intraseluler (ICF)

Membran Sel
20 % 40 %

Cairan
Plasma Darah
Interstitial (IF)
5%
15 %

Guyton,A.C. Buku Ajar Fisiologi,ed.9. EGC,1997.Hal.376 -377 Partner in Health and Hope
Proses Pergerakan /Transpor Cairan

 Difusi
 Solut bergerak dari konsentrasi tinggi ke rendah

 Transpor aktif
 Solut bergerak dari konsentrasi rendah ke tinggi yang butuh
energi
 Filtrasi
 Perembesan cairan dari tekanan yang tinggi ke rendah

 Osmosis
 Pergrakan air melalui suatu membran dari konsentrasi
rendah ke tinggi
Osmolaritas Plasma
Osmolaritas = terlarut/(terlarut+pelarut)
Osmolalitas plasma
= 285 ± 5 mOsm/L
Osmolaritas
= 2 x (Na+) + (Glucose mg/dl/18) + (BUN mg/dl/2.8)
Tonicity = osmolaritas efektif (Tek Osmotik)
= 2 x (Na) + (Glucose/18)
KEBUTUHAN
CAIRAN , ELEKTROLIT

DEWASA ANAK
Air 30 - 50 ml/kgBB/Hari  sampai 10 Kg = 100 ml/kgBB
 11 - 20 kg = 1000 ml + 50 ml/kgBB
( untuk tiap kg diatas 10 kg)
 > 20 kg = 1500 ml + 20 ml/kgBB
( untuk tiap kg diatas 20 kg)

Natrium 2 - 3 mEq/kGBB/Hari 2 - 4 mEq/kg/24 jam

Kalium 1 - 2 mEq/kgBB/hari 2,5 mEq/kg/24 jam


Fungsi Cairan Tubuh
 Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel
 Mengeluarkan buangan-buangan sel
 Mmbentu dalam metabolisme sel
 Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit
 Membantu memelihara suhu tubuh
 Membantu pencernaan
 Mempemudah eliminasi
 Mengangkut zat-zat seperti (hormon, enzim, SDP,
SDM)
Kesetimbangan Cairan Tubuh
10

Balance Cairan
Out put
Intake +
IWL
Insensible Water Loss (IWL)
 Kehilangan air yang tidak terasa/ tidak disadari,
melalui :
 Paru : Udara ekspirasi
 Kulit : tanpa keringat

 Perhitungan IWL
 Dewasa = 15 ml/kg BB/hari
 Anak = (30-tahun) ml/kg BB/hari

 Jika ada kenaikan suhu (KS) :


o IWLKS = IWL + 200 (suhu tubuh saat ini – 36.8oC)
Contoh Kasus
Tn Y (35 tahun) , BB 60 Kg; dirawat dengan post op Laparatomi
hari kedua..akibat appendix perforasi, Keadaan umum masih
lemah, kesadaran composmentis..Vital sign TD: 110/70 mmHg; HR
88 x/menit; RR 20 x/menit, T 37°C: masih dipuasakan, saat ini
terpasang NGT terbuka cairan berwarna kuning kehijauan
sebanyak 200 cc; pada daerah luka incici operasi terpasang
drainage berwarna merah sebanyak 100 cc, Infus terpasang
Dextrose 5% drip Antrain 1 ampul /kolf : 2000 cc/24 jam.,
terpasang catheter urine dengan jumlah urine 1700 cc, dan
mendapat tranfusi WB 300 cc; mendapat antibiotik Cefat 2 x 1
gram yg didripkan dalam NaCl 50 cc setiap kali pemberian,
Hitung balance cairan Tn Y!
Jawab
Cairan Masuk Cairan Keluar
 Infus = 2.000 cc  Drainage = 100 cc
 Tranfusi WB = 300 cc  NGT = 200 cc
 Obat Injeksi = 100 cc  Urine = 1.700 cc
 AM = 300 cc  IWL = 900 cc
2.700 cc 2.900 cc
Balance Cairan = - 200 cc

Bagaimana jika ada kenaikan suhu, misal suhu Ny Y 38,5 oC


IWLKS = IWL + 200 (38,5 – 36,8)
= 900 + 340 Balance Cairan = - 540 cc
= 1.240 cc
Kadar Elektrolit Dalam Cairan Tubuh
Cairan Ekstraselular Cairan intraselular
Intravaskular Interstisial (mEq/L)
(mEq/L) (mEq/L)
Natrium 140 148 13
Kalium 4,5 5,0 140
Kalsium 5,0 4,0 1x10-7
Magnesium 1,7 1,5 7,0
Klorida 104 115 3,0
Bikarbonat 24 27 10
Fosfat 2,0 2,3 107
Protein 15 8 40

 Sumber : Utama H, Gangguan Keseimbangan Air-Elektrolit dan Asasm Basa; Fisiologi, Patofisiologi, Diagnosis dan
Tatalaksana, Edisi ke : 2, Jakarta, Balai Penerbit FKUI, 2008
Gangguan Kesetimbangan Cairan
 Dehidrasi
 Gastroenteritis, demam tinggi ( DHF, difteri, tifoid )
 Kasus pembedahan ( appendektomi, splenektomi,
section cesarea, histerektomi )
 Penyakit lain yang menyebabkan pemasukan dan
pengeluaran tidak seimbang ( kehilangan cairan
melalui muntah )
Dehidrasi
Menurut jenisnya
 Dehidrasi hipotonik
 (Na serum <135 mEq/L
 Osmolalitas serum < 175 mOsm/L
 Dehidrasi hipertonik
 Na serum >150 mEq/L.
 Osmolalitas serum > 295 mOsm/L
 Dehidrasi isotonik / isonatremik  paling sering
 Na Serum 135-145 mEq/L
 Osmolalitas serum 275-295 mOsm/L
Kategori Dehidrasi

Dewasa Bayi dan Anak


(%BB) (% BB)
Ringan 4% BB 5% BB

Sedang 6 % BB 10 BB

Berat 8 5 BB 15 % BB
Gejala Klinis Dehidrasi
Syok
 Syok adalah sindrom klinis akibat kegagalan
sirkulasi dalam mencukupi kebutuhan oksigen
jaringan tubuh.
 Syok terjadi akibat penurunan perfusi jaringan vital
atau menurunnya volume darah secara bermakna.
 Syok juga dapat terjadi akibat
 Dehidrasijika kehilangan cairan tubuh lebih 20% BB
 kehilangan darah ≥ 20% EBV (estimated blood volume)
Kategori Syok
 Syok Hipovolemik (volume intravaskuler berkurang)
 Syok Kardiogenik (pompa jantung terganggu)
 Syok Obstruktif (hambatan sirkulasi menuju
 Syok Distributif (vasomotor terganggu)
Syok Hipovolemik
 Terjadi karena volume intravaskuler berkurang
akibat
 perdarahan,

 kehilangan cairan akibat diare,


 luka bakar,
 muntah, dan

 third space loss,


Perubahan Hemodinamik pada
Syok hipovolumek
 CRT (cardiac output) ↓,
 BP (blood pressure) ↓,

 SVR (systemic vascular resistance) ↑, dan

 CVP (central venous pressure)↓


Distribusi Cairan Intravena

Larutan Pengganti Larutan Maintenance


Plasma Expanders Kombinasi
- Dextran Cairan Ekstraseluler
-WIDA RL Larutan Karbohidrat
- WIDAHES 130 -WIDA D5
-WIDA NS
-Ringer Asetat -WIDA D5 ¼ NS
Interstitial

Interstitial

Interstitial
Cairan Cairan Cairan
Plasma

Plasma

Plasma
Cairan

Cairan

Cairan
Intraseluler Intraseluler Intraseluler

Cairan Cairan Cairan


Ekstraseluler Ekstraseluler Ekstraseluler

Terjadi Peningkatan volume Terjadi Peningkatan volume


Terjadi peningkatan volume pada kompartemen pada seluruh kompartemen
hanya pada Intavaskuler ekstraselular
Erry Leksana. Terapi Cairan dan Darah. Cermin Dunia Kedokteran edisi 177, hal 304-309
Penanganan syok hipovolemik
 Tentukan defi sit cairan
 Atasi syok: cairan kristaloid 20 mL/kgBB dalam . -
1 jam, dapat diulang,
 Sisa defisit : 50% dalam 8 jam pertama, 50%
dalam 16 jam berikutnya
 Cairan RL atau NaCl 0,9%
 Kondisi hipovolemia telah teratasi jika
 Produksi urin: 0,5 – 1 mL/kgBB/jam
Dehidrasi vs Hipovolumik

Dehidrasi Hipovolumik

 Deplesi ICF dan ISF  Deplesi Intravasjuler


 Haus, oliguria, selaput  Respon hemodinamik
lendir kering (syok kompensasi)
 Osmolaritas plasma  Hipotensi, MAP <60
(≥ 296 mOsm/L) mmHg

Keduanya sering terjadi bersama


Penangan dehidrasi berat – Syok hipovomik
Peran Apoteker dalam Terapi Cairan

 Mengetahui indikasi / tujuan terapi cairan


 Menyiapkan jenis cairan sesuai dengan tujuan
terapi
 Melakukan pengkajian dosis atau jumlah cairan
yang di injeksikan / diInfuskan
 Melakukan monitoring kecepatan pemberian cairan
 Melakukan monitoring efek pemberian cairan
TERAPI CAIRAN

RESUSITASI RUMATAN

Kristaloid Koloid Elektrolit Nutrisi

Mengganti 1. Kebutuhan normal


Koreksi
Kehilangan Akut 2. Dukungan nutrisi

Reff. :
Said. A.Latief,et al. Petunjuk Praktis Anestesiologi Edisi ke2. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI.2009.hal 139
Tujuan Resusitasi
 Capilary refil time < 2 detik
 MAP : [(1S + 2D)]/3 = 65 – 70 mmHg
 Saturasi O2  95 %
 Urin output  0,5 ml/kg jam (dewasa)
1 ml/kg/jam (anak)
 Shock index = HR/SBP (normal 0,5-0,7)
Tujuan Terapi Cairan
1. Untuk mengatasi syok.
2. Untuk mengganti kehilangan cairan dan elektrolit yang
sudah hilang.
3. Untuk memenuhi kebutuhan harian cairan dan elektrolit.
4. Mengganti kehilangan cairan tubuh yang masih
berlangsung.
Jenis penggantian Cairan,
 Cairan pemeliharaan ( Maintenance)
jumlah cairan yang dibutuhkan selama 24 jam
 Cairan Defisit
Jumlah kekurangan cairan yang terjadi
 Cairan pengganti ( replacement )
 Sekuestrasi( cairan third space )
 Pengganti darah yang hilang

 Pengganti cairan yang hilang melalui fistel, maag slang


dan drainase
Type Cairan Intravena
Kristaloid Koloid (Plasma expanders)

 Isotonik
 Albumin
 0,9 % NS
 RL 5 % ; 25 %
 D5%  Fraksi protein plasma
 Hypotonik
 Dextran, Dextran 70
 0,45 % NS
 Hypertonik  Haes steril 10 %
 5% D in NS
 5% D in RL
 5% D in 0,45% in NS
 D 10%
DAFTAR PRODUK E CATALOGUE
Kecepatan Pemberian infus
Jml cairan (ml)
 ml/jam =
Lama pemberian (jam)

Jml cairan (jam) X FT


 Tetes / mnt =
Lama Pemberian (mnt)

 FT : Faktor tetes
 Dewasa) = 20 tetes (Trm)
 = 15 tettes (Otsu)
 Anak (drip mikro)= 60 tetes
COMPLICATIONS
 Infection
 Phlebitis
 Infiltration and Extravasation
 Embolism
 Fluid over load
 Elektrolyte imbalance
Contoh Perhitungan Cairan
Resusitasi
 Dehydrasi 
 defisit cairan  hypoxia sel +  ATP  Rehydrasi
 Rehidrasi  Evaluasi – Nadi, Tensi, Urine (warna/jumlah)

Jika Tn M 25 th BB 50 kg mengalami dehidrasi Dehydrasi berat


Bagaimana penatalaksanaannya :
Jawab
Hitung defisit cairan
Dasar Pemikiran : dianggap dehydrasi berat (≥ 10 %)
 Bila ≤ 10 %  pd rehydrasi jam I/II sdh baik

 Bila > 10 %  stl rehydrasi jam III dapat dilanjutkan spt

jam I dan seterusnya.


 Dehydrasi berat ≥10%
10/100 X 50 kg = 5 kg  5000 cc
 Cara - j jam I  20 cc /kgBB/jam  1.000 cc
 E v a l u a s i

- 1 jam II  20 cc/kgBB/jam  1.000 cc


 E v a l u a s i

- 1 jam III  10 cc/kgBB/jam  500 cc


 3 jam jumlah 2.500 cc

 Evaluasi
 Jelek  kembali ke I jam I

 Baik  Pemberian cairan rumatan


TERAPI
CAIRAN RUMATAN
Perhitungan Terapi Cairan
Maintenance / Rumatan
Tn M , 25 th, BB 50 Kg
Hitung kebutuhan Air dan Na+ untuk Maintenance ?
Hitung kecepatan pemberiannya
Jawab
 Air : 50 ml/Kg BB/24 jam = 2500 ml/24 jam.
 Na +: 2-3 mEqBB/24 jam = 100-150 mMeq/24 jam

Jenis Cairan yg tersedia


 NaCl 0,9 %  Na+ ~ 154 mEq/L 1 fls ~ 77 mEq
 RL  Na+ ~ 131 meq/L  1 fls ~ 65 meq
Cairan yg disiapkan
 Rl 3 fls  Na+ ~ 3x65 mEq
 Air ~ 1500 ml kurang 1000 ml
 D 5% 2 fls  Air ~ 1000 ml

Kecepatan infus
 Tetes/mnt = 2500 ml x 15 tts/mnt = 26 tts/mnt
24 x60 mnt
Terapi Cairan Maintenance (Rumatan)

Tujuan
 Pemberian diberikan bila kebutuhan optimal

penderita melalui oral tidak tercapai


 Untuk memenuhi kebutuhan normal harian

air/elektrolit
 Memenuhi kebutuhan harian dari Potassium dan
Sodium
 Glukosa untuk mempertahankan kadar gula normal
(euglycemia)
Hypokalemi
 Kadar K serum < 3,5 mEq/L
Ringan : K serum = 3 – 3,5 mEq/l
Moderat : K serum = 2,5 – 3 mEq/L
Berat : K serum = < 2,5 mEq/L

 Terjadi akibat
- Perpindahan K+ dlm sel :
Alkalosis, Kelebihan insulin, Stres, hipotermia
- Kehilagan K+ melalui urin :
Sekresi as lambung, diuretik, asidosis metabolik
Mg+2 rendah Mineralokorkoid
- Kehilagan K+ yg berlebih melalui feses
Obat Yang Mengiduksi Hipokalemia
42
Pemberian KCl
43

 Konsentrasi > 60 mEq (vena perifer)  Sklerosis vena


 Konsentrasi : < 40 mEq/L pada Vena perifer
< 80 mEq/L pada Vena sentral
 Kecepatan pemberian :
Kserum > 2,5 mEq : 10 mEq/h pada vena perifer
Dosis Totol dlm 24 jam < 200 mEq
Kserum < 2 mEq : 40 mEq/h pada vena sentral
Dosis total dlm 24 jam < 400 mEq
 EKG Monitor, periksa K serum
 Jangan digunakan secara langsung (harus diencerkan) jika
tidak, akan menyebabkan heart block
 Jangan mengencerkan dg dextrosa  hipokalemi
Penyipan Premixed KCl
44

 Perlu Ruang Steril / Clean room


 Perlu LAF , Alkes
 Pelu waktu dan tenaga dalam preparing
 Perlu tindakan tehnik aseptis
 Stabiltas tidak lama :
 1 hari : jika dikerjakan di ruangan
 2 Minggu jika di kerjakan di LAF
 Perlu kocok kuat agar homogen dalam pembuatannya

Kurang
efektif
Premix KCL
Tidak Boleh
KCL Konsentrat Langsung
disuntikkan

Premix KCL

Preparing Sediaan Jadi

WIDA KN 1

WIDA KN 2

LAF No LAF
Komposisi WIDA KN
WIDA KN
Perhitungan Kebutuhan K
48

 K defisit = (Knormal bts bwh– KPx ) xKgBBx0,4


 K maintenance = 1 mEql/kgBB/hari

Contoh :
 Kserum : 3,1 ; BB : 40 kg , hitung kebutuhan K/hari dan bagaimana penyiapan
 K maintenance : 1 x 40 = 40 mEq
 Kdefisit = [0,4xBB (K normal – K px)]
= [0,4x40 (3,5 - 3,1)]
= 16 (0,4) = 6,4 mEq
 Kebutuhan total K = K defisir + K maintenance
= 6,4 + 40
= 46,4 mEq
Penyiapan Lar KCL 46,5 mEq/hari
Kebutuhan air = 50x40 = 2.000 ml/hari
Kebuthan Na+ = 2 - 3 (40) = 80-120 mEq/hari
Kebutuhan K+ = 1 (40) = 40 mEq/hari

Penyiapan Lar KCl untuk kebutuhan 46,5 mEq/hari


 WIDA KN-2 : K+ 40 mEq/L  20 mEq/500 ml
Na+ 154 mEq/L  77 mEq/500 ml
1 fls (500 ml) ~ 20 mEq K+ dan 75 Na+

 WIDA KDN-2 : K+ 40 mEq/L  20 mEq/500 ml


Na+ 77 mEq/L  39 mEq/500 ml
1 fls (500 ml) ~ 20 mEq K+ dan 39 Na+
Daftar Pustaka
 Aitkenhead, Alan R, et al. Textbook of Anaethesia. Fifth Edition.
United Kingdom : Churchill Livingstone. 2007.
 Biswas M, Davies JS. Review Hyponatraemia in clinical practice :
Postgrad Med J 2007;83:373–378. doi:
10.1136/pgmj.2006.056515
 Evers, AS, and Mervyn Maze. Anesthetic Pharmacology:
Physiologic Principles and Clinical Practice. United Kingdom :
Churchill Livingstone. 2004.
 Ery Leksana. Dehidrasi dan Syok : CDK-228/ vol. 42 no. 5, th.
2015
 Guyton,A.C. Buku Ajar Fisiologi,ed.9. EGC,1997.Hal.376 -377.
 Latief, AS, dkk. Petunjuk Praktis Anestesiologi : Terapi Cairan
Pada Pembedahan. Edisi Kedua. Bagian Anestesiologi dan
Terapi Intensif, FKUI. 2002.
 Robert J. Unwin, Frieddrich C. Luft and David G.
Pathophysiology and management of hypokalemia : a clinical
perspective (Shirley, 2011 Macmillan Publishers Limited)
 Syamsul HS. Dasar dasar Terapi cairan dan elektrolit.
TERIMA KASIH