Anda di halaman 1dari 12

Contoh Laporan Akhir Masa Jabatan Kepala Desa / LAMJ bag.

4 dari 4

3. Satuan pelaksana kegiatan Desa


Dalam pelaksanaan setiap program desa dari jajaran Pemerintah Desa Bakungan Besar
melaksanakan ketentuan yang ada. Dari masing- masing perangkat hingga ke tingkat RT
melaksanakanya, namun dalam kegiatan masih terdapat hambatan – hambatan. Bagi
Pemerintah Desa Bakungan Besar apabila ada seorang ataupun sekelompok orang yang
masih belum menerima program desa merupakan pekerjaan yang harus dicari
penyelesainya.Untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di desa, maka dari
Pemerintah Desa mengadakan musyawarah diantara kelompok masyarakat tersebut serta
melakukan pendekatan-pendekatan guna memberikan pemahaman. Pekerjaanya dibagi
menurut tugas, wewenang serta jabatanya dalam setiap penyelesaian masalah di desa,
dan apabila di tingkat desa tidak ada kesepakatan maka dilanjutkan ke tingkat atas.

4. Alokasi dan Realisasi Anggaran


Semua pelaksanaan proyek-proyek fisik maupun non fisik dana yang dianggarkan dari
Kabupaten didata. Proyek- proyek tersebut yang pendanaanya skala besar diserahkan
kepada Kabupaten sementara yang relatif kecil di anggarkan di APBDes. Untuk kegiatan
pembangunan desa tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, namun pelaksanaan
kegiatan non fisik pun dianggarkan dalam APBDes dan tertuang dalam RPJMDes.
Segala permasalahan yang menyangkut Pemerintahan Desa berkoordinasi dengan
instansi terkait. Realisasi pelaksanaan program Pemerintah Desa tidak lepas dari
tanggung jawab Pemerintah Kabupaten selaku Pembina dan pembimbing dalam
pelayanan pada masyarakat.

5. Permasalahan dan penyelesaian


Mengingat letak desa Bakungan Besar berbatasan dengan desa-desa sekitar tidak terlepas
dari masalah khususnya masalah kependudukan dan batas Desa yang belum ditetapkan
secara legalitas formal secara hukum oleh Pihak Kabupaten, sehingga masih ada batas-
batas Desa yang rancu dan status Penduduk yang tak jelas. Namun demikian tidak pernah
menimbulkan permasalahan yang serius dan masih dapat di atasi secara kekeluargaan
melalui pengurus RT setempat. Dari pihak Pemerintah Desa Bakungan Besar sering
mengadakan kerjasama untuk program- program masyarakat desa Bakungan Besar
dengan Desa tetangga dalam pelaksanaan kegiatan desa sesuai dengan perencanaan
Program Desa. Bagi Pemerintah Desa Bakungan Besar terhadap semua masalah yang
timbul itu adalah suatu tantangan untuk sesuatu kemajuan dan semua dapat diselesaikan
sesuai dengan aturan yang ada.

BAB IV
PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DESA

1. URUSAN HAK ASAL USUL DESA


Menurut imFormasi dari kalangan tokoh masyarakat yang dapat dijadikan sebagai nara
sumber tentang sejarah berdirinya Desa Bakungan telah dapat ditarik kesimpulan bahwa,
Desa Bakungan dulunya suatu wilayah yang banyak ditumbuhi bunga bakung diberi
nama Desa Bakungan. diambil dari kata Bakung tadi.
Nama nama tokoh masyarakat yang pernah memimpin desa Bakungan.
sampai saat ini sbb :

NO. NAMA ALAMAT PERIODE KET


1 B.SUTONO Dk.Tempel,Ds.Bakungan -16641983
2 PAIMAN Dk.Bakungan,Ds.Bakungan 1991-1998
3 B.SUTONO Dk.Tempel,Ds.Bakungan 1999-2006
4 AGUS KRISNANTO WD

2. URUSAN PEMERINTAHAN YANG DISERAHKAN KABUPATEN/KOTA


Mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Dari Tahun 2007 sampai Tahun
2013 pasal 8 huruf b urusan pemerintah yang diserahkan kabupaten merupakan tugas
desentralisai yang dilaksanakan pemerintah desa meliputi berbagai bidang yang telah
ditentukan dan diwujudkan dalam bentuk program dan kegiatan desa yang disesuaikan
dengan kondisi serta kemendesakan kebutuhan masyarakat .
a. Bidang Pertanian Ketahanan Pangan
Pertanian ketahanan pangan merupakan sektor unggulan bagi percepatan pertumbuhan dan
perkembangan perekonomian masyarakat desaBakungan hal ini didukung dengan wilayah
pertanian berupa sawah, kebun dan tegalan yang sangat luas
Usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka peningkatan produksi dan produktipitas untuk
mewujudkan ketahanan pangan yang terkait dengan sistim usaha tani antara lain :
1. penyediaan sarana dan prasarana hasil produksi untuk nilai tambah bagi peningkatan
pendapatan petani dan terpenuhinya kebutuhan masyarakat.
2. Pemasyarakatan penggunaan alat mesin pertanian,kampanye dan penyediaan benih
unggul.
3. Melakukan pembinaan pada beberapa kelompok tani bekerjasama dengan dinas pertanian
ppl.
4. Pembinaan petani pemakai air ( P3 A ) .

b. Bidang Pendidikan dan Kebudayaan


Pendidikan adalah merupakan hak setiap warga negara. kualitas sumber daya manusia suatu
daerah dapat ditentukan dengan parameter tingkat pendidikannya dan merupakan salah satu
indikator bagi keberhasilan pembangunan Oleh karena itu pembangunan bidang pendidikan
merupakan perioritas pembangunan dalam rangka terwujudnya sumber daya manusia yang
berkualitas sebagai insan pembangunan pedesaan .sebagai wujud tanggung jawab pemerintah
bersama masyarakat telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan dan aksesibilitas
pendidikan dalam bentuk program dan kegiatan-kegiatan antara lain :
1. Turut serta mensukseskan program wajib belajar 9 tahun dan peningkatan mutu
pendidikan.
2. Mengupayakan pembentukan Perpustakaan Desa , kemudian mengusahakannya sebagai
pusat kegiatan belajar masyarakat .
c. Bidang Kesehatan
Pelayanan kesehatan merupakan hak dasar bagi masyarakat, dan dalam pelayanan kesehatan
serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat pemerintah pusat maupun pemerintah
kabupaten untuk mewujudkan dilincurkan program sehat dan cerdas dan lain lain.walaupun
demikian gangguan kesehatan masyarakat tidak dapat dihindari banyak penyakit yang
menimpa masyarakat antara lain penyakit cikungunya, demam berdarah, malaria, muntaber
dll.yang sangat perlu mendapat penanganan yang lebih serius dari pemerintah dan pemerintah
desa.
Kegiatan kegiatan yang dilakukan antara lain :
1. Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan seperti kelengkapan pelayanan
Puskesmas Desa Bakungan harus didukung dengan fasilitas yang cukup dan dengan tenaga
yang cukup pula seperti tenaga bidan desa.
2. Peningkatan pelayanan masyarakat meliputi :
Pelayanan kesehatan balita , ibu pada posyandu di masing masing dusun , pelayanan
kesehatan masyarakat miskin , pemberian makanan pendamping bagi bayi kurang gizi ,
pengelolaan jamkesmas .
4. Merencanakan pembangunan posyandu di 6 dusun
5. Mengupayakan dan memperjuangkan insentip kader posyandu.
d. Bidang Sosial
Banyaknya warga masyarakat desa yang tergolong miskin , pengangguran, anak terlantar, hal
ini merupakan dampak dari kresis yang telah menimpa bangsa Indonesia tahun 1997 yang
masih dirasakan sampai dengan saat ini. kita tidak boleh tinggal diam, melainkan harus
bekerja keras agar segera keluar dari permasalahan tersebut. program dan kegiatan yang
dilakukan mengusulkan bantuan rumah sehat ke dinas sosial dan tenaga kerja, menyalurkan
program beras miskin kepada rumah tangga sasaran penerima manfaat .
e. Bidang Pekerjaan Umum
Dalam penyelenggaraan dan pengelolaan pembangunan desa urusan pekerjaan umum adalah
satu urusan yang sangat penting ( Vital) dan strategis dalam mendukung dan menunjang
peningkatan pendayagunaan dan pengelolaan potensi desa yang dimiliki guna sepenuhnya
meningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa .
Dalam upaya meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana fasilitas umum tersebut
pemerintah desa telah melaksanakan program-program sebagai berikut .
1. Perbaikan jalan usaha tani lor wanteyan-lor Bakungan 1.500 M sumber dana dari
PNPM-MP
2. perbaikan jalan lingkungan di Dk.Bakungan 500 M sumber dana dari APBD
3. Perbaiakan jalan usaha tani lor Bakungan sepanjang 450 M dana dari APBD
4. Pembuatan Talud Usaha Tani Lor Bakungan sepanjang 1500 m dana dari PNPM
f. Bidang Perhubungan
Dalam bidang perhubungan kerap kali terjadi permasalahan-permasalahn dalam urusan
lalulintas, sosial kemasyarakatan dan lain-lain, sehingga bidang perhubungan merupakan
salah satu bidang yang sangat strategis dan prospektif dalam urat nadi kehidupan ekonomi,
sosial, budaya, politik dan pertahanan keamanan, sehingga arahan pembangunan perlu
dipokuskan pada terwujudnya sistim transportasi yang maju dan mampu mewarnai dinamika
gerak pembangunan secara keseluruhan. Langkah-langkah strategis dilakuakn dan yang
direncanakan untuk terciptanya sistem transportasi yang tertib, teratur, lancar, aman dan
nyaman
n. Bidang Lingkungan Hidup
Pelaksanaan urusan lingkungan hidup tidak terlepas dari suatu upaya untuk pemulihan
lingkungan dan pelestarian sumber daya alam. Pembangunan lingkungan hidup juga dapat
dijadikan sebagai fungsi kontrol pelaksanaan pembangunan pada bidang lainnya agar
terwujud pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Lingkungan hidup juga berperan dalam mengembangkan sumber daya alam dan juga dalam
menata desa agar tetap indah dan menarik, maka keseimbangan lingkungan hidup sudah
sepatutnya dipertahankan dan dilestarikan. Urusan lingkungan hidup difokuskan pada
pengawasan dan pengendalian perusakan lingkungan agar tetap lestari.
o. Bidang Politik Dalam Negeri dan Administrasi Publik
Dalam rangka ketertiban dan ketentraman masyarakat serta menumbuhkan partisipasi
masyarakat dalam menjaga ketertiban umum pemerintah desa telah berupaya untuk
mensosialisasikan peraturan peratuan pemerintah pada Partai Politik Parpol, Organisasi
Masyarakat ( Ormas )dan atau pada masyarakat desa pada umumnya untuk diikuti dan
dilaksanakan dengan sebaik-baiknya ( low inforcement ) .
p.Bidang Otonomi Desa
Otonomi desa adalah hak, wewenang dan kewajiban desa untuk mengatur dan mengurus
sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat . dalam hal ini pemerintah desa
telah mengadakan proses regulasi atau penyederhanaan peraturan peraturan yang ada,
melakukan penelitian dan pendataan potensi desa, melakukan kerjasama antar desa ,
melakukan penetapan anggaran pendapatan dan belanja desa .
r.Bidang Tugas Pembantuan
Dijelaskan dalam Bab IV
s. Bidang Pertanahan
Kegiatan dalam bidang pertanahan antara lain : Memberikan pelayanan pada masyarakat
yang melakukan transaksi jual beli, pembuatan surat keterangan warisan , hibah dll.
1. Memberikan surat keterangan hak atas tanah
2. Memfasilitasi penyelesaian sengketa tanah .
t. Bidang kependudukan dan catatan sipil
Kegiatan yang dilaksanakan dalam bidang kependudukan dan catatan sipil antara lain :
1. Melakukan registrasi jumlah penduduk sesuai jenis kelamin dan mata pencaharian
dilaksanakan oleh kepala dusun dan sampai saat ini belum selesai.
2. Melakukan registrasi jumlah penduduk menurut hak pilih dalam pilkada dan oleh PPS .
3. Menerbitkan surat keterangan kartu keluarga untuk penerbitan KTP
4. Melakukan pendataan dan pembinaan dalam kegiatan mutasi penduduk .
5. Membuat surat keterangan untuk penerbitan akte kelahiran .
6. Membuat Data Base Kependudukan.
u. Bidang Kesatuan Bangsa, perlindungan masyarakat dan pemerintahan umum.
Kondisi sosial masyarakat desa Meger pada tahun 2009 secara umum masih relatip aman dan
terkendali langkah langkah yang dilakukan antara lain :
• Melakukan kegiatan sambang desa dan mengikuti kegiatan patroli aparat keamanan (
polisi ) .
• Bersama BKD tetap memelihara dan menjaga ketertiban dan keamanan desa.
v. Bidang perencanaan
Perencanaan pembangunan desa memiliki peran strategis dalam menentukan arah dan
kebijakan serta prioritas pembangunan desa. Perencanaan pembangunan desa diarahkan pada
terwujudnya perencanaan pembangunan yang partisipatif, aspiratif dan akuntabel. hal ini
akan dapat terlaksana apabila perencanaan pembangunan dilandasi prinsip-prinsip dan
mekanisme perencanaan pembangunan yang telah diatur dalam peraturan daerah maupun
peraturan desa. Penyusun perencanaan pembangunan desa baik rencana pembangunan
jangka menengah maupun rencana pembangunan desa satu tahun disusun dan direncanakan
secara bersama sama dengan melibatkan semua tokoh masyarakat ( stike holdire ) melalui
musyawarah rencana pembangunan desa ( musrenbangdes).setiap tahun.
w. Bidang Penerangan , impormasi dan komunikasi
Menyampaikan/mensosialisasikan peratuan perundang-undangan, peraturan pemerintah ,
peraturan menteri , peraturan daerah dan kebijakan-kebijakan pemerintah untuk dilaksanakan
dengan sebaik-baiknya serta penegakan hukum . selain dari pada itu juga menyampaikan
impormasi jenis-jenis pembangunan yang masuk desa .
x. Bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak
Peran perempuan tidak dapat dipisahkan dalam kesuksesan pembangunan, pemerintah desa
menyadari hal tersebut dengan mengikut sertakan perempuan dalam proses pembangunan
seperti pada pelaksanaan musrenbangdes , musrenbang kecamatan dan juga keikut sertaannya
sebagai pelaku dalam pembangunan desa minimal 30 persen . Melakukan gerakan sayang
ibu dan balita , mensosialisasikan pentingnya kesehatan ibu dan balita sehingga mereka akan
tetap memelihara kesehatannya dan dapat mencegah kematian yang sering menimpa ibu
hamil dan bayinya.
y. Bidang Keluarga berencana dan keluarga sejahtera
Bekerjasama dengan puskesmas menyampaikan inpormasi pada masyarakat tentang standar
keluarga sejahtera ,makanan sehat bagi balita ,imunisasi dan gizi keluarga, mensosialisasikan
gerakan sayang ibu , mensosialisasikan tindakan pencegahan kematian ibu hamil dan
melahirkan serta kematian bayi
z. Bidang Pemuda dan olah raga
Pemuda dan olah raga satu kesatuan yang melekat dan tidak dapat dipisahkan sebagai
generasi penerus bangsa.pemuda merupakan harapan bangsa, segala potensi dan
kreatifitasnya perlu dipacu terus menerus agar terbina generasi yang tangguh dan mandiri
serta siap berprestasi baik di tingkat daerah , nasional maupun internasional. Dalam upaya
memacu prestasi pemuda dan keolahragaan , maka pemerintah desa Meger telah
melaksanakan program sbb:
• Peningkatan peran serta kepemudaan dengan pembentukan karang taruna kemudian
mengusahakan keterlibatannya dalam pembangunan desa.
• Pengadaan sarana dan prasarana olah raga .
• Pembinaan dan pemasyarakatan olah raga .
• Menyelenggarakan berbagai kegiatan pertandingan olah raga , seni dll.
b.Bidang Pemberdayaan masyarakat desa
• Melakukan identifikasi sumber daya manusia
• Peningkatan peranserta masyarakat desa dalam pembangunan
• Penataan dan pemberdayaan organisasi masyarakat desa
c.Bidang statistik
Bidang statistik sangat penting dan berperan dalam memotret kegiatan kegiatan
pembangunan melalui kumpulan angka angka terhadap pembangunan desa.secara umum
urusan dan kegiatan statistik dilakukan kerjasama dengan badan pusat statistik kecamatan
dan kabupaten klaten. program yang dilaksanakan antara lain sensus pendataan penduduk,
sensus pendataan ekonomi dan lain2.
d.Bidang arsip dan perpustakaan
Dokumen-dokumen penting desa adalah aset yang perlu diamankan, dilestarikan dan
dipelihara secara utuh keberadaannya karena memuat sejarah perkembangan desa.urusan
kearsipan berperan penting dalam mengadministrasikan perkembangan desa setiap
tahunnya.guna menunjang tata kearsipan tersebut program program yang dilaksanakan
pemerintah desa adalah: program pelayanan administrasi perkantoran, program peningkatan
sarana dan prasarana aparatur, peningkatan kapasitas sumber daya aparatur , peningkatan
pengembangan system pelaporan keuangan desa, dan program penyelamatan dan pelestarian
dokumen/ arsip desa. Sementara dibidang perpustakaan seiring dengan semakin
berkembangnya ilmu pengetahuan dan tehnologi dewasa ini keberadaan sarana perpustakaan
amat dibutuhkan, terlebih pula dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam
budaya baca baik dikalangan pelajar maupun masyarakat umum.sebagai upaya mendukung
urusan perpustakaan tersebut, program yang dilaksanakan adalah pengembangan budaya baca
dan pembentukan perpustakaan desa serta pengembangannya bekerjasama dengan
perpustakaan kabupaten klaten .
BAB V
PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN

A. TUGAS PEMBANTUAN YANG DITERIMA


1. Dasar Hukum
Pelaksanaan program Pemerintah baik Pusat maupun daerah senantiasa dikoordinasikan
dengan Pemerintah Desa. Karena salah satu fungsi Pemerintah desa adalah pelayanan dan
perlindungan masyarakat.
Dasar hukum tugas pembantuan ;
a. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Derah (Lembaran Negara
Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara No. 4437),
sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang penetapan
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan
atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang–
Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);
b. Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 126,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
c. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4587);
f. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan
Pengawasan Penyelenggaraan dan Pemerintahan Daerah (Lembaran negara republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran negara Republik Indonesia Nomor
4593 );
g. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Klaten di
Provinsi Kalimantan Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor
101,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4751);

2. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan


Penyelenggaraan pemerintahan Desa tidak lepas dari Pembinaan dari Pihak Kecamatan dan
Pemerintah Kabupaten. Sesuai dengan kedudukanya Pemerintah Desa merupakan pelaksana
penyelenggaraan Pemerintahan. Dalam pelaksanaan kegiatannya tugas-tugas pembantuan
dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
dilaksanakan sesuai kewenanganya, karena desa sesuai peraturan yang ada merupakan bagian
dari Pemerintah Kabupaten yang melaksanakan penyelenggaraan tugas umum diantaranya
pelaksanaan pembangunan, pemberdayaan masyarakat, penyelenggaraan ketentraman dan
ketertiban umum, pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum dan pelaksanaan
tugas pembantuan yang diberikan oleh instansi terkait.

3. Pelaksanaan Kegiatan
Dengan memperhatikan dampak yang timbul sebagai akibat dari pelaksanaan
penyelenggaraan pemerintahan, apabila dampak yang ditimbulkan bersifat lokal maka urusan
pemerintahan tersebut menjadi kewenangan pemerintahan daerah Kabupaten. Pelaksanaan
kegiatan tersebut, di desa Bakungan Besar berpedoman pada kebijakan Pemerintah
Kabupaten. Karena pemerintahan desa melaksanakan kegiatannya mengacu pada Peraturan
perundangan Kabupaten Klaten. Sedangkan dalam desa pelaksanaanya mengacu pada
Peraturan Desa. Dalam melaksanakan kegiatan Peraturan Desa kegiatanya tertuang dalam
Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.

4. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan


Dalam melaksanakan suatu Peraturan, permasalahan pasti timbul karena dalam
pelaksanaannya terkadang ada sebagian masyarakat yang belum mengerti dan memahami
peraturan tersebut. Pelaksanaan Kegiatan desa saat ini masih difokuskan ke Infrastruktur /
sarana dan prasarana masyarakat karena kegiatan ini merupakan Skala prioritas desa. Namun
kegiatan sektor Pertanian, ekonomi masyarakat dan Lingkungan penduduk, juga menjadi
perhatian dan tetap diupayakan dapat berjalan.
Dampak yang timbul dalam pelaksanaan Peraturan desa biasanya selama ini tidak pernah
menjadi suatu permasalah dalam Masyarakat. Dalam pelaksanaan Program dan kegiatan desa,
kontribusi masyarakat sangat dibutuhkan dalam melaksanakan semua kegiatanya.

5. Sumber dan Jumlah Anggaran yang digunakan


Dalam rangka pemerataan pembangunan desa menuju kemandirian desa serta meningkatkan
kesejahteraan masyarakat desa, perlu adanya partisipasi dari seluruh warga masyarakat.
Untuk mendukung pelaksanaan pembangunan desa dan kegiatan lainya perlu didukung
dengan dana yang diharapkan menjadi penyangga utama pelaksanaan pembangunan dan
pemberdayaan masyarakat desa. Sehingga dalam hasilnya dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Semua pelaksanaan kegiatan pemerintahan desa sumber pendanaanya ditopang oleh
Pemerintah Kabupaten serta sumber pendapatan desa lainya.
Pelaksanaan semua kegiatan pada dasarnya menggunakan data yang ada serta pembagian
tugas yang diberikan oleh instansi yang berkepentingan. Dalam kegiatannya pelaksanaan
pekerjaan dilakukan oleh semua aparat desa sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya,
serta melibatkan semua lembaga- lembaga difungsikan untuk mendukung pelaksanaan
kegiatan tersebut.

7. Sarana dan Prasarana


Pembangunan-pembangunan yang telah dilaksanakan ditahun yang lalu masih banyak yang
harus dilanjutkan di tahun berikutnya, hal ini banyaknya sarana dan Prasarana yang belum
mampu didanai dari ADD maupun PAD Desa di tahun yang lalu, sehingga setiap tahun tetap
dilanjutkan agar dapat di selesaikan. Hal ini terjadi karena Sumber dana yang didapat desa
untuk saat ini yang rutin hanyalah dana ADD dan PAD belum mampu di kelola secara
Maksimal.
Pembangunan yang telah direncanakan dalam APBDes di tahun 2011 semuanya telah dapat
diselesaikan dengan target pencapaian 100%.
Permasalahan dan Penyelesaian
Pada pekerjaan Pembangunan yang direncanakan di desa terkadang dalam pelaksanaanya
kekurangan dan ketidak cocokan dengan keinginan Masyarakat, sehingga mengalami
permasalahan. Namun hal tersebut tidak berarti suatu pekerjaan tersebut terkendala.
Permasalahan yang timbul biasanya adalah pada teknis pelaksanaannya. Dalam pelaksanaan
semua anggaran yang telah tertuang dalam APBDes sering kali mengalami hambatan.
Banyak rencana yang dilaksanakan masih mengalami kekurangan pembiayaan- pembiayaan.
Namun hal tersebut di selesaikan dengan baik walaupun dana yang dipergunakan kurang.
Maka untuk mengatasinya menggunakan langkah-langkah pendekatan dengan berbagai pihak
dalam masyarakat agar ditutupi dengan Swadaya dan sharing dana dengan Masyarakat dan
pihak Ketiga ataupun dari PAD Desa di tahun berikutnya.

A. TUGAS PEMBANTUAN YANG DIBERIKAN


Dalam kontek penyelenggaraan pemerintahan desa semua pekerjaan yang telah tertuang
dalam APBDesa maupun RPJMDes dalam pelaksanaanya banyak membutuhkan bantuan
informasi dari Instansi terkait. Karena dalam teknis pelaksanaanya sering sekali informasi
tersebut dibutuhkan karena menyangkut bidang pelayanan pada masyarakat, bahkan juga
dana dana yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan Anggaran dan yang lainya.

1. Dasar hukum kegiatan tersebut diantaranya ;


a) Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Derah (Lembaran
Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara No. 4437),
sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang penetapan
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan
atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang –
Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);
b) Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 126,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
c) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Klaten di
Provinsi Kalimantan Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor
101,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4751);
d) Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4587);
e) Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan
Pengawasan Penyelenggaraan dan Pemerintahan Daerah (Lembaran negara republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran negara Republik Indonesia Nomor
4593);

2. Urusan Pemerintahan yang ditugas pembantuankan


Pelaksanaan Anggaran desa menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada
tahun yang bersangkutan, dalam perencanaan mengandung arti bahwa anggaran desa menjadi
pedoman bagi manajemen dalam merencanakan kegiatan pada tahun yang bersangkutan.
Dalam pelaksanaanya pengawasan diartikan bahwa anggaran desa menjadi pedoman untuk
menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa sesuai dengan ketentuan yang
telah ditetapkan.
Fungsi alokasi mengandung arti bahwa anggaran desa harus diarahkan untuk menciptakan
lapangan kerja / mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta
meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan. Anggaran desa harus memperhatikan
rasa keadilan dan kepatutan.
Fungsi stabilisasi mengandung arti bahwa anggaran pemerintah desa menjadi alat untuk
memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian desa.
Di Desa Bakungan Besar pelaksanaan semua perencanaan dilaksanakan oleh perangkat dan
Lembaga desa yang berkepentingan dalam pelaksanaan perencanaan tersebut. Untuk
mengantisipasi semua pelaksanaan perencanaan yang tidak berhasil, maka pihak Pemerintah
Desa mengadakan Koordinasi dengan Instansi Pemerintah Daerah yang berkepentingan untuk
mendukung kegiatan desa tersebut.
3. Sumber dan Jumlah Anggaran
Keuangan desa dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien,
ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan,
kepatutan, dan manfaat untuk masyarakat. Serta dilaksanakan dalam suatu sistem yang
terintegrasi yang diwujudkan dalam APBDes yang setiap tahun ditetapkan dengan peraturan
desa. Kepala Desa selaku kepala pemerintah di Desa Bakungan Besar adalah pemegang
kekuasaan pengelolaan keuangan desa dan mewakili pemerintah desa dalam kepemilikan
kekayaan desa.
Kewenangan kekuasaan pengelolaan keuangan desa adalah:
a. menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan APBDes;
b. menetapkan kebijakan tentang pengelolaan barang desa;
c. menetapkan kuasa pengguna anggaran/barang milik desa;
d. menetapkan bendahara penerimaan dan/atau bendahara pengeluaran;
e. menetapkan petugas yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan desa;
g. menetapkan petugas yang bertugas melakukan pengelolaan barang milik desa; serta
Koordinator pengelolaan keuangan desa bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas kepada
Kepala Desa.
Pada akhir tahun Anggaran 2011, sumber dan pendapatan desa dalam Anggaran Perhitungan
tercatat terealisasi sebesar Rp 145.923.250,- (Seratus empat puluh lima juta sembilan ratus
dua puluh tiga ribu dua ratus lima puluh rupiah) yang bersumber dari ADD,APBD Propinsi
PNPM MP dan PAD Desa.

4. Sarana dan Prasarana


Dalam Pelaksanaan Anggaran diatas kegiatan sarana dan prasarana (Jembatan) yang dalam
pelaksanaaanya tidak mencapai target, Hal ini terjadi karena pada saat pelaksanaan kegiatan
harga matrial tidak stabil sehingga pencapaian Target didorong dengan swadaya dan gotong-
royong. Sedangkan Pelaksanaan sarana Prasarana Pemerintahan Desa berupa Pembangunan
Pagar dan Pintu Pagar besi Kantor Desa tidak terjadi masalah dikarenakan mencukupi dari
anggaran yang rencanakan. Untuk melanjutkan kegiatan sarana Prasarana lainnya yang belum
dilaksanakan rencana pelaksanaannya dilanjutkan pada tahun berikutnya.

BAB VI
PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN LAINNYA

A. KERJASAMA ANTAR DESA


Untuk kepentingan desa dapat mengadakan kerjasama antar desa sesuai dengan kewenangan
kepala desa atas persetujuan BPD .
Kerjasama yang dilakukan Dari Tahun 2007 sampai Tahun 2013 ini antara lain :
1. Bidang pemberberdayaan masyarakat desa ( PNPM-MP) terbentuk BKAD
2. Bidang keamanan dan ketertiban masyarakat ( Forum Kepala Desa ).

B. BATAS DESA
Menurut Permendagri no:27 tahun 2006 pasal 1 ayat 6 batas adalah pemisah antara desa yang
bersebelahan baik berupa batas alam maupun berupa batas buatan .batas alam adalah unsur-
unsur alami seperti gunung , pantau ,danau dan lain-lain yang menjadi batas desa sedangkan
batas buatan adalah unsur-unsur buatan manusia seperti pilar batas,jalan, rel kreta api,saluran
irigasi dan lain sebagainya. Berdasarkan kondisi serta perkembangan penyelenggaraan
pemerintahan desa Meger, bahwa batas desa masih berdasarkan batas alam ,belum memiliki
batas-batas yang memang dibuat pemerintah desa .

C .PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA


Kondisi geografis desa Meger yang sebagian adalah merupakan pegunungan yang rata-rata
telah gundul sehingga dimusim hujan berpotensiterhadap bencana longsor dan banjir.
.langkah langkah yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan dan pembinaan pada
masyarakat agar sadar bahwa hutan memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan
kita sehari-hari dan dapat mencegah terjadinya bencana alam tersebut.

E. PENYELENGGARAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM


Dalam rangka meningkatkan stabilitas ketentraman dan ketertiban masyarakat telah
diupayakan melalui upaya preventif dan represif, penegakan aturan .sebagai upaya penciptaan
kehidupan yang kondusif dilakukan melalui patroli sambang desa, pemberdayaan sistim
keamanan lingkungan dan penyuluhan serta himbauan untuk selalu hidup dalam kerukunan
beragama dan saling menghargai sesama masyarakat dalam suasana yang berbeda tapi satu
tujuan yaitu ketentraman dan ketertiban dalam bermasyarakat .sebuah ilustrasi kegiatan yang
dilakukan pemerintah desa adalah terciptanya keseimbangan hubungan yang harmonis antara
Ulama dan Umaro dan telah dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti sapari jumat , sapari
tarawih pada bulan ramadhan, Ijtimak tanggal 15 setiap bulan dll.perlindungan masyarakat
dari gangguan keamanan dengan membuat poskamling, mengadakan ronda malam dan
pengamanan husus ditempat tempat yang dianggap rawan .
Demikianlah kami sampaikan Laporan Akhir Masa Jabatan penyelenggaran pemerintahan
dan pelaksanaan pembangunan desa Meger tahun 2012 ini, selanjutnya kami menyadari
bahwa apa yang kami laksanakan belum dapat sepenuhnya memenuhi harapan dan aspirasi
semua pihak, karena tuntutan kebutuhan dan perkembangan yang terus bergerak maju.tetapi
berkat kesepahaman dan kerjasama yang baikl serta dukungan yang besar dari seluruh lapisan
masyarakat penyelenggaran pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan dapat berjalan
dengan baik.
Akhirnya kami menyampaikan ucapan terimakasih serta penghargaan yang setinggi tingginya
kepada seluruh lapisan masyarakat desa masngkung atas kerjasama dan dukungannya dalam
pelaksanaan berbagai kegiatan pembangunan desa Meger yang kita cintai . semoga Allah
menjadikannya sebagai amal ibadah .Amin.

V. PENUTUP

Sejak dibentuknya BPD di Desa Bakungan pada Tahun 2005, merupakan titik awal dari
pelaksanaan Otonomi Desa di Desa Bakungan Kecamatan Karangdowo. Wujud dari Otonomi
Desa sebagaimana tercermin dari upaya Pemerintahan Desa yang terdiri dari Kepala Desa
dan Aparat Desa dengan BPD membuat Peraturan Desa tentang Pungutan Desa dalam rangka
membiayai kegiatan di bidang Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan di Desa.
Tindak lanjut kegiatan Desa dalam mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri
dituangkan dalam Peraturan Desa tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, di mana
seluruh penerimaan dan pengeluaran Desa direncanakan selama 1 ( satu ) tahun antara
Pemerintah Desa dan BPD setelah mendengar aspirasi masyarakat.
Laporan Akhir Masa Jabatan Kepala Desa yang Kami sampaikan ini, merupakan tindak
lanjut dari Otonomi Desa yakni pelaksanaan Peraturan Desa yang telah ditetapkan bersama
tersebut. Di samping itu LAMJ ini merupakan upaya Kami dalam rangka keterbukaan Desa
dalam pengelolaan keuangan yang diperoleh dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten
Karangdowo.
Keberhasilan dalam pelaksanaan Pembangunan di Desa bukan semata-mata hasil kerja
Kepala Desa beserta perangkatnya, namun merupakan keberhasilan semua pihak yang ada di
Desa, dan sebaliknya jika ditemui adanya kekurangan dalam pelaksanaannya tentunya
merupakan tanggung jawab Saya selaku Penjabat Kepala Desa.
Untuk selanjutnya, saya mengajak semua pihak untuk dapat membangun Desa Bakungan
menuju kearah yang lebih baik dalam rangka mendukung Visi dan Misi Kabupaten
Karangdowo Terpikat Terigas.
Demikian LAMJ ini disampaikan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan di masa yang akan
datang, atas perhatian dan kerjasama semua pihak diucapkan terima kasih.

Bakungan, 09 Maret 2013


Kepala Desa Bakungan
Kecamatan Karangdowo

AGUS KRISNANTO WD
0 0 0 251
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Entri Populer
 Contoh Atur Pambagyo Nawung dhukito bahasa jawa untuk acara kematian

Dalam Masyarakat jawa atur pambagyo harjo ini biasanya yang menyampaikan
adalah kepala desa, langsung saja silahkan di copy, dan maaf sebe...

 Proposal Permohonan Bantuan Alat Pertanian berupa Tleser kepada Pemerintah


Propinsi

KELOMPOK TANI “MUGI UTOMO” DESA BAKUNGAN


KECAMATAN KARANGDOWO KABUPATEN KLATEN Nomor :
02/KT_SS/V/2013 Lamp ...

 Proposal Permohonan Bantuan Rehab Kantor Desa Bakungan Kepada Pertamina

PEMERINTAH KABUPATEN KLATEN KECAMATAN KARANGDOWO


DESA BAKUNGAN Nomor : 410/06/IV/2013 Lamp : 1 (satu) buku Hal :
Permohonan Bant...

 Contoh Pidato Pangayu Bagyo Temanten dalam bahasa Jawa

BISMILLAHIROHMANIROHIM,ASS WR WB... MUGI KASARASAN


KABAGYAN,KATENTREMAN TANSAH KAJIWO KASARIRO WONTEN
NGARSO PANJENENGAN SAMI,MUGI ROHMAD,BA...

 contoh memorial serah terima jabatan Kepala Desa bag.1

DAFTAR ISI Halaman I.


PENDAHULUAN................................................................. 4 II. II.
MONOGRAFI DESA ...
 Contoh Laporan Akhir Masa Jabatan Kepala Desa / LAMJ bag.2 dari 4

BAB II. RENCANA PEMBANUNAN JANGKA MENENGAH DESA A. VISI


DAN MISI VISI : “Terwujudnya Pemerintah dan Masyarakat desa yang Maju,
Damai, A...

 Contoh Laporan Akhir Masa Jabatan Kepala Desa / LAMJ bag.4 dari 4

3. Satuan pelaksana kegiatan Desa Dalam pelaksanaan setiap program desa dari
jajaran Pemerintah Desa Bakungan Besar melaksanakan ketentua...

 Contoh Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Kepala Desa Kepada BPD dan
Bupati

Jika sebelumnya saya posting tentang contoh LAMJ/ Laporan Akhir Masa Jabatan,
kini saya posting juga pelengkapnya yaitu LKPJ. Sebenarnya ked...

 Contoh Surat Keterangan dari Kepala Desa

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KLATEN KECAMATAN


KARANGDOWO DESA BAKUNGAN Jl Raya Karangdowo Solo Km.5 No.Kode
Desa ;33 10 13 2003 ...

 Contoh Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Desa / LPPD Kepala Desa bag.2 dari 5

K. Jumlah Aparatur Pemerintahan Desa • Perangkat Desa :7 Orang • BPD:


5 Orang • RT: 10 Orang • RW: 5 ...