Anda di halaman 1dari 2

TRAGEDI KAMPUNG JONGOL

Kampung Jongol merupakan kampung dengan pemandangan yang sangat indah dan udara pepohonan
yang sangat sejuk , suatu hari ada warga kampung lain yang menebang pepohonan semaunya dan terus-
terus an sehingga hutan itu terasa gersang.

Suatu ketika, hujan turun ke kampung jongol dari pagi hingga malam selama dua hari berturut-turut
.Keesokan harinya hujan pun reda , pagi harinya warga kembalimelakukan aktivitas seperti
biasanya,tiba-tiba tanah dari arah bukit mulai berjatuhan secara perlahan dan mulai mengeluarkan
suara bergemuruh yang cukup keras ,sehingga membuat warga panik dan berlarian kesana kemari untuk
menyelamatkan diri ,namun hal itupercuma karna tanah dari bukit itu lebihcepat turun dan menimpa
rumah rumah warga serta banyak warga yang maki dan sedikit yang selamat, sambil berlari warga
minta tolong.

Warga:"Tolong-tolong-tolong kami (Sambil berlari)

Salah satu warga yang selamat menghubung pihak PMI untuk meminta bantuan warga tersebut
bernama Andi.

Andi:"Pak , kami warga Kampung Jongol mengalami tanah lonsor secara tiba-tiba mohon bantuannya
ya Pak , cepat ya Pak"

PMI:"Baiklah , kami akan menuju ke Kampung Jongol

Pihak PMI pun menghubungi pihak PMI lain , BPBD , dan pihak lainnya yang bersangkutan untuk
membantu meng-Evakuasi korban lonsor di Kamping Jongol.Beberapa saat kemudian Tim PMI dan pihak
lainnya tiba di Kampung Jongol.Setelah sampai di tempat tujuan mereka melakukan "driping" , untuk
menentukan mana dulu yang mau di selamatkan , "driping" dipimpin oleh Komandan PMI yang bernama
Rian

Rian:"Feby , kamu pimpin sebagian Tim PMI untuk melakukan Evakuasi , Tama , kamu pimpin anggota
pertolonagan pertama untuk melakukan pertoongan kepada korban , dan selebihnya membuat posko
pengungsi , dapur umum . Kerajakan sekarang !"

Feby,Tama,anggota lain:"Siap !! Komandan , akan kami laksanakan sekarang"

Seluruh Tim berpencar dan melaksanakan tugasnya masing-masing , namun Feby dan Timnya mengajak
warga lelaki yang selamat untuk meng-evakuasi korban lonsor.

Feby:"Warga lelaki yang selamat tolong bantu saya dan Tim PMI lain untuk meng-evakuasi korban
lonsor!"

Warga pun ikut dengan Feby dan Tim PMI lain untuk meng-evakuasi korban dan membawa korban ke
Posko pengungsi , mereka mengutamakan menolong Ibu Hamil , anak-anak , dan orang-orang lanjut usia
Feby:"Ayo buk , mari saya bantu Ibu ke Posko pengungsi , teman-teman PMI lain tolong bantu warga
lain,dan bawa mereka ke posko pengungsi

Tim PMI lain:"Baik ! Akan kami Laksanakan

Sesampai di posko pengungsi mereka memberikan pertolongan pertama kepada korban


longsor.Misalnya , luka-luka,patah tulang,dan sebagainya,sebelum memberikan pertolongan mereka
memakai alat perlindungan diri agar penolong tidak terkena virus.Mereka juga melakukan pemeriksaan
dini terhadap korban seperti kesan umum yaitu korban menderita kasus trauma atau medis,lalu
memeriksa kesadaran yaitu dengan ASNT=Awas,Suara,Nyeri,Tidak Respon,lalu memastikan jalan napas
terbuka dengan baik dengan cara melakukan ADTD=Angkat Dagu Tekan Dahi , lalu menilai pernapasan
dengan cara LDR=Lihat Dengar Rasakan,lalu menilai denyut nadi di bagian leher (Carotis) dan (Radial)
pergelangan tangan.Lalu di lanjutkan dengan pemeriksaan fisik korban dengan cara PLNB=Perubahan
Bentuk,Luka,Nyeri,Bengkak pemeriksaan fisik dilakukan dari kepala sampai ujung kaki dan juga
melakukan GSS (Gerakan Sensai dan Sirkulasi),dan pemeriksaan selanjutnya hingga selesai,setelah
pemeriksaan dilakukan barulah kita mengetahui bahwa korban korban mengalami patah tulang di
bagian tungkai bawah dan lengan atas baru bagian tulang yang patah akan di bidai.

Tim PMI dan pihak lain merawat korban lonsor hingga kondisi fisik,dan logis(jiwa) korban kembali
seperti semula

Tim PMI:"Mau jadi orang yang berguna buat orang lain,ayo gabung di PMR,dan jadi relawan yang
pemberani serta ikhlas dalam menolong!"