Anda di halaman 1dari 3

a

ANASTESI LOKAL (INFILTRASI)


No. Dokumen : 01 /SOP/UKP/PBR/I/2016
SOP No. Revisi : 00
TanggalTerbit : 04/01/2016
Halaman :1/2
Kepala Puskesmas
Puskesmas
Baturusa
Tafwid, SKM, MPH
NIP. 197312291994021001

1. Pengertian Salah satu teknik anastesi yang digunakan dalam proses bedah pencabutan
gigi dengan bahan anastetikum yang dideponir di sekitar saraf yang
menginervasi gigi yang akan dilakukan pencabutan untuk menghilangkan
rasa sakit selama pencabutan dan bersifat terlokalisir dan reversible.
2.Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah anastesi lokal (infiltrasi)

3.Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas Baturusa Nomor: 188.4/22/SK /PBR/I/2016


Tentang Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas Baturusa

4.Referensi - Buku Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Gigi. Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/62/2015
- Handbook of Local Anesthesia Fifth edition 2004 (Stanley F.Malamed)
5. Alat dan Alat : Bahan :

Bahan a.Nierbeaken a.Tampon


b.Kaca Mulut b.Alcohol
c. Pinset c. Antiseptik
d. Jarum Suntik 2,5 Ml 23Gx1 1/4” d.Lidocaine
3(0,60x32mm)
6. Langkah - 1. Pelaksanaan :

Langkah a. Petugas memeriksa identitas pasien


b. Petugas memberikan penjelasan pada pasien tentang tindakan yang
akan dilakukan
c. Petugas meminta persetujuan pasien.
d. Petugas mempersiapkan alat dan bahan

2. Petugas melakukan tindakan

a. Persiapan alat dan bahan yang digunakan.


b. Petugas mencuci tangan
c. Petugas memakai masker dan hand scoon
d. Menyiapkan posisi pasien sesuai dengan region gigi yang akan di
injeksi
e. Intruksikan pasien untuk membuka mulut selebar mungkin agar
mendapatkan akses yang jelas ke mulut pasien
ANASTESI LOKAL (INFILTRASI)
No. Dokumen : 01 /SOP/UKP/PBR/I/2016
Puskesmas No. Revisi : 00 Kepala Puskesmas
Baturusa TanggalTerbit : 04/01/2016
SOP
Halaman : 2/2
Tafwid, SKM, MPH
NIP. 197312291994021001

f. Mengambil kapas steril menggunakan pinset dan menetesinya dengan


antiseptik.
Mengolesi gusi yang akan dilakukan injeksi dengan gerakan searah 1
kali.
g. Untuk menganastesi gusi bagian bukal, lidokain di suntikkan ke gusi
dengan teknik infiltrasi di sekitar apeks pada gigi yang akan dicabut.
h. Melakukan aspirasi, apabila terlihat darah menggeser posisi jarum ke
titik lain dan memasukkan jarum sampai menyentuh tulang.
Menyuntikkan lidokain 0,5-1 cc. Mencabut kembali jarum.
i. Untuk menganastesi gusi bagian lingual/palatal, lidokain disuntikkan
ke gusi sekitar apeks pada gigi yang akan dicabut atau pada
percabangan saraf dan melakukan aspirasi apabila keluar darah
menggeser posisi jarum ke titik lain dan memasukkan jarum sampai
menyentuh tulang. Menyuntikan lidokain 0,5-1 cc. Mencabut kembali
jarum.
j. Membuang spuit pada safety box dengan cara ujung jarum masuk
lebih dulu
7.Unit BP GIGI
Terkait
Disahkan oleh
ANASTESI LOKAL
Kepala Puskesmas
(INFILTRASI)
No Kode :

Terbitan :
Puskesmas
Baturusa No.
DAFTAR Revisi :
TILIK Tgl.
Mulai :

Berlaku : Tafwid, SKM, MPH


Halaman : 1 halaman NIP: 197312291994021001

Unit : ………………………………………………..

Nama Petugas : ………………………………………...........

Tanggal Pelaksanaan : …………………………………….........…..

No Langkah Kegiatan Ya Tidak TB


1. Apakah petugas memeriksa identitas pasien

2. Apakah petugas memberikan penjelasan pada


pasien tentang tindakan yang akan dilakukan

3. Apakah petugas meminta persetujuan pasien,

4. Apakah petugas mempersiapkan alat dan bahan

5. Apakah petugas mencuci tangan

6. Apakah petugas memakai masker dan hand scoon

7. Apakah petugas menyiapkan posisi pasien sesuai


dengan region gigi yang akan di injeksi
8. Apakah petugas mengaplikasikan antiseptik di
daerah trigonom retromolar

9. Apakah petugas melakukan injeksi sesuai


prosedur anastesi lokal (infiltrasi)

10. Apakah petugas membuang spuit pada safety box


dengan cara ujung jarum masuk lebih dulu.
Jumlah

Compliance rate (CR) : ..............%

………………………………..

Pelaksana / Auditor

……………………………...............

NIP: …………………..................