Anda di halaman 1dari 1

2.

3 Butir-butir Pengamalan Sila Ketiga Pancasila


Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa
menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 36 butir pengamalan sebagai
pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila. Sila persatuan Indonesia sendiri
memiliki 5 butir pengamalan antara lain:
1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa
dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah Air Indonesia.
5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-
Bhinneka Tunggal Ika.
2.4 Contoh Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Sila Ketiga Dalam
Kehidupan Sehari-Hari
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sila ketiga Pancasila memiliki 5
butir pengamalan yang dinataranya adalah cinta tanah air dan bangsa serta bangga
sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia. Salah satu cara untuk
menunjukan rasa cinta terhadap tanah air dan rasa bangga sebagai bangsa
Indonesia adalah dengan menjaga kehormatan bangsa. Perhatian masyarakat guna
memepertahankan kehormatan Indonesia seharusnya tidak berpusat pada satu
bidang saja. Ancaman terhadap aset negara berupa budaya dan produk lokal pun
tidak boleh luput dari perhatian, dan salah satu cara mempertahankan aset
berharga milik bangsa Indonesia adalah dengan mencintai produk-produk dalam
negeri.

Mencintai produk-produk dalam negeri dapat mencerminkan betapa


besarnya rasa cinta masyarakat akan tanah airnya. Karena apabila banyak
masyarakat yang bangga menggunakan produk dalam negeri di tengah gempuran
barang impor, secara tidak langsung hal tersebut akan meningkatkan pendapatan
pengusaha lokal. Dengan peningkatan tersebut, tentunya para pengusaha akan
meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya karena kepercayaan publik yang
begitu tinggi terhadap produk mereka. Selain itu, peningkatan jumlah produksi
akan membuka lebar lapangan pekerjaan di bidang industri yang berarti
berkurangnya masyarakat pengangguran.