Anda di halaman 1dari 3

Memahami Dasar Sistem Bahan Bakar Kapal

(Fuel Oil System)


By Dunia MaritimPosted on
Sistem bahan bakar merupakan salah satu sistem terpenting yang menunjang kerja mesin utama
kapal. Perpipaan yang ada didalam sistem bahan bakar dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian
yaitu sistem suplai bahan bakar dari proses pengisian (filling process) hingga menuju tanki-tanki
seperti bunker (fuel storage tank), tanki pengendapan (fuel service tank) dan tanki harian (fuel daily
tank) serta sistem injeksi (fuel injection system) bahan bakar yang terjadi didalam mesin.
Sistem bahan harus mampu menyedikan bahan bakar yang bersih pada sebelum dimasukkan
kedalam mesin, sehingga diperlukan peralatan yang mampu memurnikan bahan bakar tersebut.
Selain itu, jumlah dan waktu pemasukan bahan bakar kedalam mesin juga harus dilakukan dengan
tepat dan sesuai dengan kebutuhan mesin (engine requirement).
Komponen-komponen sistem bahan bakar secara umum diantanya:

1. Tanki bahan bakar, yang terdiri dari tanki penyimpanan, tanki service
untuk pengendapan dan tanki harian
2. Pompa-pompa seperti transfer pump, pompa suplai dan ciculating pumo
3. Injection pump, yang digunakan untuk menginjeksi bahan bakar kedalam mesin
4. Jalur pipa low pressure
5. Jalur pipa high pressure
Jenis bahan bakar yang biasanya digunakan pada mesin utama kapal sebagai berikut:
1. Heavy fuel oil (HFO)
2. Marine diesel oil (MDO)
3. Intermediate fuel oil (IFO)
4. Medium fuel oil (MFO)
5. Marine gas oil (MGO)
6. High speed diesel (HSD) umumnya dikenal sebagai minyak solar
Kapal yang menggunakan mesin diesel 2 langkah dengan horsepower yang besar dan putaran redah
(sekitar 300-1000 RPM) biasanya menggunakan bahan bakar HFO. Jenis bahan bakar ini memiliki
karakteristik sebagai
berikut:
1. HFO (Heavy fuel oil) merupakan hasil sisa proses penyulingan minyak mentah (residu)
2. Memiliki nilai viskositas (kekentalan) yang lebih tingi dibandingkan jenis bahan bakar yang
lain sehingga diperlukan heat exchanger atau heater (pemanas) agar dapat digunakan untuk
proses pembakaran pada mesin
3. Kandungan air dan kotoran yang cukup tinggi sehingga diperlukan sebuah sistem separator
dan clarifire untuk memurnikan bahan bakar sebelum digunakan
4. Flash point (titik nyala) yang cukup tinggi sehingga cocok digunakaan pada mesin diesel
5. residu pembakaran menghasilkan kandungan karbon yang tinggi, logam berat, sulfur dan
nitrogen
Pada kapal yang menggunakan mesin dengan putaran menengah ( medium speed) dan tinggi (high
speed diesel) diatas 1000 RPM biasanya menggunakan tipe bahan bahan bakar MDO dan HSD.
Water Separator/purifire
Pada beberapa kapal, sistem bahan bakar dilengkapi denga nwater separator yang berfungsi
mengeluarkan air yang terkandung didalam bahan bakar untuk menghindari kerusakan mesin akibat
bahan bakar yang mengandung air
Filter awal bahan bakar (primary fuel filter)
Bahan bakar yang berada didalam tanki, sebelum dihisap oleh pompa tranfer dilakukan penyaringan
melalui primary fuel filter yang berfungsi menyaring kotoran besar atau kasar yang terkandung
didalam bahan bakar
Fuel Transfer Pump
Pompa ini berfungsi untuk menjaga jumlah bahan bakar yang disuplai ke injection pump. Bahan
bakar yang dihisap oleh transfer pump diambil dari bagian suction sistem bahan bakar yang
bertekanan rendah.
Filter akhir/final fuel oil filter
Setelah melewati transfer pump, bahan bakar akan disaring kembali sebelum masuk kedalam mesin.
Proses penyaringan dilakukan untuk membuang kotoran kecil yang ada didalam bahan bakar. Hal
ini dilakukan untuk menghindari kerusakan bagian nozzle pada injector.
Filter ini berada diantara transfer pump dan injection pump. Pada bagian ini terdapat katup bypass
yang berfungsi mematikan mesin apabila terjadi penyumbatan aliran bahan bakar. Hal ini bertujuan
untuk melindungi kerusakan mesin akibat bahan bakar yang mengandung partikel.
Noozle/injector
Noozle terdapat pada bagian cylinder head (kepala silinder), bagian ini memiliki sebuah katup yang
akan terbuka secara otomatis apabila tekanan bahan bakar cukup tinggi sehingga bahan bakar dapat
masuk kedalam ruang bakar. Pada akhir proses penyemprotan bahan bakar diruang bakar, katup ini
akan otomatis tertutup apabila tekanan bahan bakar berkurang.