Anda di halaman 1dari 12

LBM 4 KELAINAN LEUKOSIT

SGD 6

STEP 1
1. Hiatus leukemikus: saat melakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit terjadi
kekosongan ditengah dalam fase leukosit. Pada apusan darah, sel yang tua dan muda
jumlahnya banyak. Ciri dari leukemia mieloid akut
2. Hepatosplenomegali: perbesaran pada hepar dan lien.

STEP 2

1. Apa hubungan sering lemah, perut terasa penuh dengan hepatosplenomegali?


2. Mengapa bisa terjadi hepatosplenomegali ?
3. Mengapa Hb turun dan leukosit naik, trombosit naik ?
4. Apa saja macam leukosit dan ciri-cirinya ? nilai normalnya ?
5. Apa saja kelainan morfologi dari leukosit yang menyebabkan penyakit dan sebutkan
penyakitnya ? (etiologi)
6. Patofisiology dan patogenesis leukemia ?
7. Gambaran klinis dari masing-masing kelainan leukosit ?
8. Pemeriksaan apa yang perlu dilakukan pada kelainan leukosit ?
9. Apa terapi atau pengobatan yang diberikan pada pasien di skenario ?
10. Apa diagnosis dari skenario dan dasar dari diagnosisnya ?

STEP 3

1. Apa hubungan sering lemas, perut terasa penuh dengan hepatosplenomegali?


 Pembesaran dari hepar dan splen akan mengakibatkan pendesakan disekitar cavum
abdomen sehingga pada perut akan terasa penuh, terkadang pasien merasa cepat
kenyang (disebabkan perbesaran splen mendesak gaster).
 Sering lemas karena sel-sel leukemi masuk ke dalam sumsum tulang, sehingga
menyebabkan kegagalan pembentukan darah maka terjadi hematopoesis ekstramedular
(pembentukan dihepar dan splen). Keganasan hematologi, zat-zat dari tubuh (asam
amino) diserap oleh sel. Hb menurun sehingga oksigen kurang terjadilah lemas.
 Sering lemas karena adanya peningkatan produksi sel-sel darah putih terjadi penyerapan
energi yang besar di dalam tubuh.

2. Mengapa bisa terjadi hepatosplenomegali ?


 sel-sel leukemi masuk ke dalam sumsum tulang, sehingga menyebabkan kegagalan
pembentukan darah maka terjadi hematopoesis ekstramedular (pembentukan dihepar
dan splen). Sehingga hepar dan lien kerjanya semakin berat.
3. Mengapa Hb turun dan leukosit naik, trombosit naik ?
 Keganasan hematologi, zat-zat dari tubuh (asam amino) diserap oleh sel. Hb menurun
sehingga oksigen kurang. Hematopoiesis terganggu sehingga hb turun.
Trombosit naik dan turun pada kasus apa ?

4. Apa saja macam leukosit dan ciri-cirinya ? nilai normalnya ?


a. granulosit
halus:
 netrofil (stab 2-5% dan segmen 50-70%)
Ciri: granula halus, sitoplasma merah muda.
Stab: 3x diameter kecil lebih besar dari diameter besar
kasar:
 basofil 0-1%
Ciri: sitoplasma biru, granula kasar.
 eusinofil 1-4%
Ciri: sitoplasma merah, punya inti, granula kasar dan banyak.
b. agranulosit
 limfosit 20-40%
 monosit 2-8%
Berdasarkan sifat:
a. fagosit
granulosit dan monosit
b. imunologis
limfosit
5. Apa saja kelainan morfologi dari leukosit yang menyebabkan penyakit dan sebutkan
penyakitnya ? (etiologi)
a. Hipersegmentasi polimorfonukler
b. Limfosit plasma biru pada DBD.
c. Pelger huet: neutrofil dengan hiposegementasi pada akut meioloid leukemia, mielo
dispasial sindrom herediter.
d. May hegglin karena kelainan degenerasi
e. Chediak-higashi
f. Alder-reily
g. Maroteaux-lamy
h. Hipogranulosi
i. Sel L. E (Lupus erithematosus)
6. Apa saja kelainan dari leukosit (keganasan) yang menyebabkan penyakit dan sebutkan
penyakitnya ? (etiologi)

Kelainan leukosit

Non neoplastik neoplastik

kuantatif kualitatif Kelainan leukosit Kelainan leukosit

Leukositosis, Granulomatosis Leukemik Non Leuke Non


netrophil, basofilia, : leukemi
kronik, kelainan mik: leuke
monositosis, fungsi limfosit k:
limfositosis,
Aml, cml mik:
p. vera,
All, cll
leukopenia,
neutropenia, TE,
limfopenia mielosk
elrosis
7. Patofisiology dan patogenesis leukemia ?
Diakibatkan karena keganasan. Keganasan pluripotent, progenitor mieloid (aml)
 Patofisiologi:
Normalnya leukosit granulosit disumsum tulang, manosit di darah, makrofag dijaringan,
dibentuk sesuai kebutuhan tubuh, pada neoroplastik, poliferasi berlebihan karena dna
dimasuki oleh virus.
Pada limfoma, terjadi dijaringan limfoid.
8. Gambaran klinis dari masing-masing kelainan leukosit ?
9. Pemeriksaan apa yang perlu dilakukan pada kelainan leukosit ?
Pemeriksaan penunjang:
Hematologi rutin: kadar hb, leukosit dan trombosit.
Apus darah tepi: mengetahui morfologi sel darah.
Biopsi dan aspirasi sumsum tulang: kelainan leukosit, kondisi sumtul
Karyotipik: kelainan kromosom yang dapat menyebabkan kelainan leukosit.

10. Apa diagnosis dari skenario dan dasar dari diagnosisnya ?


CML: terjadi pada orang dewasa, jenis leukemia yang paling banyak ditemui di indonesia,
dalam pemeriksaan laborat hb 8 (terjadi anemi, tanda keganasan), ada hepatosplenomegali,
tidak ditemukan hiatus leukemikus (menandakan tidak akut), terdapat kenaikan trombosit.

11. Apa terapi atau pengobatan yang diberikan pada pasien di skenario ?
12. Epidemiologi kelainan leukosit?

STEP 4

Pasien
Hb, jumlah trombosit

Gejala P. Lab morfologi


Leukosit
jumlah
- Sering lemas
- Perut terasa Keadaan sumsum
penuh Diagnosa tulang

Pemeriksaan fisik:
Hepatosplenomegali

Terapi/pengobatan
STEP 6

1. Apa hubungan sering lemas, perut terasa penuh dengan hepatosplenomegali?


PDSPDI. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi V.2009.Internapublishing
 Desakan Limpa pada lambung
 Kegagalan sumsum tulang

2. Mengapa bisa terjadi hepatosplenomegali ?

Penyebab

Penyebab-penyebabinfeksihatitermasuk virus seperti hepatitis C kronis,


sirosishatikarenakonsumsialkohol yang berlebihan, tifoiddisebabkankarena air yang
terkontaminasi, infeksiginjaldanhati, dan leukemia dllBahkan, dalamkasuslimfoma
non-Hodgkin dankankersepertilainnya, pembesaranterusberlangsungbersamakanker,
yang dapatmemicusakit yang luarbiasapadapasien. Kelainangenetik, seperti anemia
selsabitjugadikenalsebagaipenyebabpembesaranlimpadanhati.BentukremajapenyakitG
aucher, yang dikenalsebagaiTipe 3, adalahpenyebab yang paling
menonjoldarikondisiinipadaanak-anak. http://smakita.com/2013/08/penyebab-
pembesaran-limpa-dan-hati.html

3. Mengapa Hb turun dan leukosit naik, trombosit naik ? Trombosit naik dan turun pada kasus
apa ?

Demam Berdarah Dengue ( DBD ) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh 4 (
empat ) serotipe virus Dengue ( DEN-1, DEN-2, DEN-3. DEN-4 ) dan ditandai
dengan adanya manifestasi klinis demam, nyeri kepala, nyeri otot dan atau sendi yang
disertai leukopenia, limfadenopati, trombositopenia, perdarahan dan perembesan
plasma yang ditandai dengan hemokonsentrasi ( peningkatan hematokrit ) atau
penumpukan cairan di rongga tubuh
Artikel Karya Tulis Ilmiah PENURUNAN JUMLAH TROMBOSIT SEBAGAI FAKTOR RISIKO
TERJADINYA PERDARAHAN PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DEWASA DI
RSUP Dr. KARIADI SEMARANG.

leukosit naik
i. Fisiologi :
Olahraga (latihan fisik)
Stress emosi
Menstruasi
Masa persalinan (Obstetric Labor)
ii. Patologi :
leukositosis
leukositturun
i. Fisiologi :
Radiasi sinar X
Radiasi sinar gamma
obat obatan
ii. Patologi :
leukopenia
Tahono, dkk.,Buku Pengantar Analisa Laboratorium Patologi Klinik.
Price, Sylvia A, Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, Ed4.
Jakarta.EGC.1995

PDSPDI. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi V.2009.Internapublishing


Leukosit naik  ABL-BCR menaikan proliferasi dan umur sel
Trombosit naik  mikroBCR

Trombosit naik dan turun pada kasus apa ?


AV Hoff brand, J E Pettit, PAH Moss. Kapita Selekta Hematologi. Edisi 4.
2005. Jakarta : EGC
Naik : CML, trombosis
Turun : AML, ALL
4. Apa saja macam leukosit dan ciri-cirinya ? nilai normalnya ?

EOSINOFIL

Eosinofil merupakan salah satu jenis leukosit yang terlibatdalam alergi dan infeksi (terutama
parasit) dalam tubuh, dan jumlahnya 1 – 2% dari seluruh jumlah leukosit. Nilai normal
dalam tubuh: 1 – 4%

Peningkatan eosinofil terdapat pada kejadian alergi, infeksi parasit, kankertulang, otak, testis,
dan ovarium. Penurunan eosinofil terdapat pada kejadian shock, stres, dan luka bakar.

BASOFIL

Basofil adalah salah satu jenis leukosit yang jumlahnya 0,5 -1% dari seluruh jumlah leukosit,
dan terlibat dalam reaksi alergi jangka panjang seperti asma, alergi kulit, dan lain-lain.Nilai
normal dalam tubuh: o -1%

Peningkatan basofil terdapat pada proses inflamasi(radang), leukemia, dan fase penyembuhan
infeksi.

Penurunan basofil terjadi pada penderita stres, reaksi hipersensitivitas (alergi), dan kehamilan

LIMPOSIT

Salah satu leukosit yang berperan dalam proses kekebalan dan pembentukan antibodi. Nilai
normal: 20 – 35% dari seluruh leukosit.

Peningkatan limposit terdapat pada leukemia limpositik, infeksi virus, infeksi kronik, dan
Iain-Iain.
Penurunan limposit terjadi pada penderita kanker, anemia aplastik, gagal ginjal, dan Iain-Iain.

MONOSIT

Monosit merupakan salah satu leukosit yang berinti besar dengan ukuran 2x lebih besar dari
eritrosit sel darah merah), terbesar dalam sirkulasi darah dan diproduksi di jaringan limpatik.
Nilai normal dalam tubuh: 2 – 8% dari jumlah seluruh leukosit.

Peningkatan monosit terdapat pada infeksi virus,parasit (misalnya cacing), kanker, dan Iain-
Iain.

Penurunan monosit terdapat pada leukemia limposit dan anemia aplastik.

Neutrofil
Neutrofilberkembangdalam sum-sum tulangdikeluarkandalamsirkulasi, selsel
inimerupakan 60 -70 % darileukosit yang beredar. Garistengahsekitar 12 um,
satuintidan 2-5 lobus.
EOSINOFIL
Jumlaheosinofilhanya 1-4 % leukositdarah, mempunyaigaristengah 9um
(sedikitlebihkecildarineutrofil). Intibiasanyaberlobusdua, Retikulumendoplasma
mitokondriadan apparatus Golgi kurangberkembang.
BASOFIL
Basofiljumlahnya 0-1 % darileukositdarah, ukurangaristengah 12um, inti
satu, besarbentukpilihanireguler, umumnyabentukhuruf S, sitoplasmabasofil
terisigranul yang lebihbesar, danseringkaligranulmenutupiinti, granulbentuknya
iregulerberwarnametakromatik,
LIMFOSIT
Garistengahlimfosit6-8um, 20-30% leukositdarah.Normal, intirelatifbesar, bulat,
kromatinintipadat, anakintibaruterlihatdengan electron mikroskop, sitoplasmasedikitsekali
MONOSIT
Merupakanselleukosit yang besar 3-8% darijumlahleukosit normal,diameter 9-10 um
tapipadasediaandarahkering diameter mencapai 20um, ataulebih. Intibiasanyaeksentris,
adanyalekukan yang dalamberbentuktapalkuda.
Sumber : (repository.usu.ac.id/)
http://histology.med.umich.edu/medical/blood-and-bone-marrow
5. Apa saja kelainan morfologi dari leukosit yang menyebabkan penyakit dan sebutkan
penyakitnya ? (etiologi)

Penyakit Sel Darah Putih. Rendahnya jumlah darah putih sel dapat
disebabkan oleh berbagai penyakit. Penurunan sel darah putih, yang
disebut leukosit, berarti penurunan kemampuan Anda untuk melawan
infeksi. Ada berbagai jenis sel darah putih dan Anda mungkin memiliki
penurunan hanya satu jenis. Jumlah rendah sel darah putih disebut
leukopenia dan dapat disebabkan oleh infeksi virus, kelainan bawaan,
kanker, obat-obatan tertentu dan penyakit autoimun.

Penyakit Sel Darah Putih


 Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang
menyerang jenis leukosit (limfosit) yang bekerja untuk melawan
infeksi. Infeksi virus dapat menyebabkan AIDS (acquired
immunodeficiency syndrome), mengakibatkan tubuh rentan
terhadap infeksi dan penyakit tertentu lainnya. Bayi yang baru
lahir dapat terinfeksi dengan virus dari ibu yang terinfeksi ketika di
dalam rahim, saat persalinan, atau dari menyusui, walaupun
infeksi HIV pada janin dan bayi baru lahir biasanya dicegah dengan
pengobatan medis yang tepat ibu selama kehamilan dan
persalinan. Remaja dan orang dewasa bisa mendapatkan HIV dari
hubungan seks dengan orang yang terinfeksi atau dari berbagi
jarum terkontaminasi yang digunakan untuk menyuntikkan obat-
obatan atau tinta tato.
 Leukemia adalah kanker dari sel-sel yang memproduksi leukosit.
Kanker ini termasuk leukemia myeloid akut (AML), leukemia
myeloid kronis (CML), leukemia limfositik akut (ALL), dan
leukemia limfositik kronis (CLL). Jenis yang paling umum dari
leukemia mempengaruhi anak-anak adalah ALL dan AML. Dalam
25 tahun terakhir, para ilmuwan telah membuat kemajuan besar
dalam mengobati beberapa jenis leukimia.
 Anemia aplastik. Anemia aplastik adalah penyakit di mana
kerusakan pada sumsum tulang menghambat produksi sel darah
baru. Gejala anemia aplastik termasuk kelelahan, kulit pucat,
murmur jantung, nadi cepat, pusing, sakit kepala, ruam kulit,
infeksi persisten, memar dan pendarahan dari luka
berkepanjangan. Hal ini dapat disebabkan oleh radiasi dan
kemoterapi, beberapa obat, gangguan autoimun, bahan kimia
beracun atau infeksi virus. Pengobatan dapat meliputi transfusi
darah secara keseluruhan, sel darah merah atau platelet,
transplantasi sumsum tulang, imunosupresan, antibiotik dan
antivirus atau perangsang sumsum tulang.
 Neutropenia terjadi ketika tidak cukup dari jenis tertentu sel
darah putih untuk melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri.
Orang yang mengkonsumsi obat kemoterapi tertentu untuk
mengobati kanker dapat berkembang menjadi neutropenia.
 Hipertiroidisme. Hipertiroidisme adalah suatu penyakit dimana
terlalu banyak tiroksin, suatu hormon yang mempercepat
metabolisme, diproduksi oleh kelenjar tiroid Anda. Termasuk
gejala penurunan berat badan mendadak, nafsu makan
meningkat, berkeringat, denyut jantung yang cepat, gelisah,
kelelahan, masalah tidur, perubahan usus dan sensitivitas
terhadap panas. Hipertiroidisme bisa disebabkan oleh penyakit
Graves, gangguan autoimun, tiroiditis, peradangan pada kelenjar
tiroid atau hyperfunctioning nodul tiroid. Perawatan termasuk
obat anti-tiroid seperti propylthiouracil dan methimazole, yodium
radioaktif, beta blocker atau operasi.
 Gangguan autoimun. Rendahnya jumlah darah putih dapat
menjadi hasil dari penyakit autoimun lainnya, seperti lupus dan
rheumatoid arthritis. Lupus adalah kondisi peradangan kronis
yang dapat mempengaruhi sendi, ginjal, sel darah, kulit, jantung
dan paru-paru. Rheumatoid arthritis adalah kondisi peradangan
yang mempengaruhi sendi, menyebabkan pembengkakan, rasa
sakit dan dari waktu ke waktu, cacat.
 Gangguan kongenital. Kelainan bawaan termasuk sindrom dan
myelokathexis Kostmann itu. Kedua penyakit mempengaruhi
neutrofil, yang menurut Merck, menebus antara 45 persen dan 75
persen dari sel-sel darah putih Anda. Dengan sindrom Kostmann
itu, produksi sel-sel rendah, dan myelokathexis, neutrofil gagal
untuk memasuki aliran darah. Keduanya mengakibatkan
neutropenia, yang merupakan penurunan sel darah putih dan
meningkatkan risiko infeksi dan kemungkinan terkena leukemia.
http://www.sridianti.com/penyakit-sel-darah-putih.html

6. Apa saja kelainan dari leukosit (keganasan) yang menyebabkan penyakit dan sebutkan
penyakitnya ? (etiologi)

berdasarkan maturasi sel dan tipe sel asal yaitu :

 Leukemia Akut
o Leukemia Limfositik Akut (LLA) : LLA merupakan jenis leukemia
dengan karakteristik adanya proliferasi dan akumulasi sel-sel patologis
dari sistem limfopoetik yang mengakibatkan organomegali (pembesaran
alat-alat dalam) dan kegagalan organ.
o Leukemia Mielositik Akut (LMA) : LMA merupakan leukemia yang
mengenai sel stem hematopoetik yang akan berdiferensiasi ke semua sel
mieloid.
 Leukemia Kronik
o Leukemia Limfositik Kronis (LLK) : LLK adalah suatu keganasan
klonal limfosit B (jarang pada limfosit T). Perjalanan penyakit ini
biasanya perlahan, dengan akumulasi progresif yang berjalan lambat dari
limfosit kecil yang berumur panjang.
o Leukemia Granulositik/Mielositik Kronik (LGK/LMK) : LGK/LMK
adalah gangguan mieloproliferatif yang ditandai dengan produksi
berlebihan sel mieloid (seri granulosit) yang relatif matang.

www.repository.usu.ac.id
Acute Lymphoid Leukemia (ALL) : L1,L2,L3

 Anemia : mudah lelah, pucat, sesak nafas, nyeri dada


 Anoreksia
 Nyeri tulang dan sendi ( karena infiltrasi sumsum tulang oleh sel leukemia)
 Demam, banyak berkeringat ( gejala hipermetabolisme )
 Infeksi mulut, saluran nafas atas dan bawah, selulitis atau sepsis
 Perdarahan kulit (ptekie, ekhimosis), perdarahan gusi, hematuria,
perdarahan saluran cerna, perdarahan otak
 Hepatosplenomegali
 Limfadenopati
 Leukemia sistem saraf pusat : nyeri kepala, muntah ( gejala tekanan tinggi
intrakranial ), perubahan dalam status mental, kelumpuhan saraf otak
terutama saraf VI dan VII, kelainan neurologik fokal
 Keterlibatan organ lain : testis, retina, kulit, pleura, perikardium, tonsil
( Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, Edisi IV )

Acute Myeloid Leukemia (AML)

Adalah suatu penyakit yang ditandai dengan transformasi neoplastik dan


gangguan diferensiasi sel-sel progenitor dari sel mieloid.

(Buku Ajar IPD, Jilid II edisi ke IV)

- Menggigil
- Demam
- Takikardia
- Nyeri kepala
- Kebingungan
- Dispenia
- Epistaksis
- Hematoma pada membran mukosa
- Perdarahan saluran cerna dan sistem saluran kemih
( Patofisologi Price & Wilson : Konsep Klinis proses-proses Penyakit )

Chronic Myeloid Leukemia (CML)

i. Gejala hipermetanolisme : penurunan berat badan, kelelahan, anoreksia, atau


keringat malam
ii. Splenomegali disertai dengan rasa tidak nyaman, nyeri atau gangguan
pencernaan
iii. Gambaran anemia : pucat, dispnea, dan takikardia
iv. Memar, epistaksis, menorhagia, atau perdarahan di tempat lain karena
keabnormalitasan trombosit
v. Gout atau gangguan ginjal
vi. (jarang) gangguan penglihatan atau priapismus
( Kapita Selekta Hematologi, A.V Hoffbrand, J.E Pettit, P.A.H Moss, EGC)

7. Patofisiology dan patogenesis leukemia ?


PDSPDI. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi V.2009.Internapublishing
 Patofis Leukositosis
Biasanya neutrofilia  mekanisme pertahanan tubuh
 Patofis CML
t(9,22) ABL-BCR  proliferasi dan antiapoptosis  CML
Leukosit naik  ABL-BCR menaikan proliferasi dan umur sel
Trombosit naik  mikroBCR
Patogenesis : fase kronis, akselerasi, krisis blas

8. Gambaran klinis dari masing-masing kelainan leukosit ?


9. Pemeriksaan apa yang perlu dilakukan pada kelainan leukosit ?

 Hematologirutin dan Hitungdarahlengkap digunakanuntukmengetahuikadarHb-


eritrosit, leukosit, dantrombosit.
 Apus darahtepi digunakanuntukmengetahuimorfologiseldarah, berupabentuk, ukuran,
maupunwarnasel-seldarah, yang dapatmenunjukkankelainanhematologi.
 Aspirasi dan biopsisumsumtulang digunakanuntukmengetahuikondisisumsumtulang,
apakahterdapatkelainanatautidak.
 Karyotipik digunakanuntukmengetahuikeadaankromosomdenganmetode FISH
(FlurosescentIn Situ Hybridization).
 Immunophenotyping mengidentifikasijenisseldantingkatmaturitasnyadenganantibodi
yang spesifikterhadap antigen yang terdapatpadapermukaanmembran sel.
 Sitokimia merupakanmetodepewarnaantertentusehinggahasilnyalebihspesifikdaripada
hanyamenggunakanmorfologiselblaspadaapusdarahtepiatausumsumtulang.
 Analisissitogenetik digunakanuntukmengetahuikelainansitogenetiktertentu, yang pada
leukemia dibagimenjadi 2: kelainan yang
menyebabkanhilangataubertambahnyamaterikromosomdankelainan yang
menyebabkanperubahan yang
seimbangtanpamenyebabkanhilangataubertambahnyamaterikromosom.
 Biologimolekuler mengetahuikelainangenetik,
dandigunakanuntukmenggantikananalisissitogenetikrutinapabilagagal.
(Sudoyo et.al, 2007).
10. Apa diagnosis dari skenario dan dasar dari diagnosisnya ?
11. Apa terapi atau pengobatan yang diberikan pada pasien di skenario ?
PDSPDI. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi V.2009.Internapublishing
 Hydroxyurea (hydrea)
Dosis : 30mg/kgBB/hari
 Bisulfan (Myleran)
Dosis : 4-8mg/hari per oral
 Imatinib mesylate
Dosis : 400mg/hari (fase kronis)
 Interferon alfa-2a atau interferon alfa-2b
 Cangkok sumsum tulang

12. Epidemiologi kelainan leukosit?