Anda di halaman 1dari 1

Parasit ( ~ tinggal berdekatan) adalah organisme yang eksistensinya tergantung adanya

organisme lain yang dikenal sebagai induk semang atau hospes. Organisme yang hidup
sebagai parasit seperti cacing telah dikenal beratus-ratus tahun yang lalu oleh nenek moyang
kita. Hewan-hewan parasit telah dikenal dan dibicarakan semenjak zamannya Aristoteles
(384-322 SM) dan Hipocrates ( 460-377 SM ) di Yunani tetapi ilmu parasitnya sendiri baru
berkembang setelah manusia menyadari pentingnya ilmu parasit dalam bidang biologi. Redi,
(16264698 ) seorang Itali menemukan larva di dalam daging yang kemudian berkembang
menjadi lalat. Dan penemuan ini maka Redi diduga orang yang pertama mengembangkan
ilmu parasit. Kemudian setelah ditemukan alat pembesar oleh Leeuwenhoek (1632- 1723)
dan Belanda, hewan-hewan parasit bersel satu banyak ditemukan. Parasitologi adalah ilmu
yang mempelajari fenomena hidup parasitis atau fenomena keparasitan.
Parasitologi adalah suatu ilmu cabang Biologi yang mempelajari tentang semua organisme
parasit. Tetapi dengan adanya kemajuan ilmu, parasitologi kini terbatas mempelajari
organisme parasit yang tergolong hewan parasit, meliputi: protozoa, helminthes, arthropoda
dan insekta parasit, baik yang zoonosis ataupun anthroponosis.
Parasit berasal dari kata “Parasitus” (Latin) = “Parasitos” (Grik), yang artinya seseorang yang
ikut makan semeja. Mengandung maksud seseorang yang ikut makan makanan orang lain
tanpa seijin orang yang memiliki makanan tersebut. Jadi Parasit adalah organisme yang
selama atau sebagian hayatnya hidup pada atau didalam tubuh organisme lain, dimana parasit
tersebut mendapat makanan tanpa ada konpensasi apapun untuk hidupnya. Dari pengertian
tersebut, pada awalnya : Cacing, Protozoa, Artopoda, Virus, Bakteri dan Jamur termasuk
kedalam Parasit, tetapi karena telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, maka
Virologi, Bakteriologi, Mikologi dan di beberapa Negara Entomologi (Artropoda) telah
tumbuh menjadi disiplin ilmu tersendiri.