Anda di halaman 1dari 4

TERMOMETER

Termometer adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur),
dan perubahan suhu. Istilah termometer berasal dari bahasa Latin thermo yang berarti suhu
dan meter yang berarti mengukur. Pada kehidupan sehari-hari termometer sangat dibutuhkan
misalnya untuk mengetahui nilai suhu pada ruangan. Tidak hanya itu, di ilmu kesehatan
termometer juga sangat dibutuhkan seperti sebagai alat pegukur suhu badan manusia.

Pembuatan termometer pertama kali dipelopori oleh Galileo Galilei (1564 sampai
1642) pada tahun 1595. Alat tersebut disebut dengan termoskop yang berupa labu kosong
yang dilengkapi pipa panjang dengan ujung pipa terbuka.

Macam – macam termometer :

 Berdasarkan Penggunaannya
1. Termometer Laboratorium

Termometer laboratorium digunakan untuk perlengkapan praktikum di


laboratorium. Termometer ini menggunakan cairan raksa atau alkohol. jika cairan bertambah
panas maka raksa atau alkohol akan memuai sehingga skala nya bertambah. Agar termometer
sensitif terhadap suhu maka ukuran pipa harus dibuat kecil (pipa kapiler) dan agar peka
terhadap perubahan suhu maka dinding termometer (reservoir) dibuat setipis mungkin dan
bila memungkinkan dibuat dari bahan yang konduktor.

Cara Menggunakannya : Ukur suhu objek benda yang akan diukur (misalnya: cairan),
Jika cairan bertambah panas maka raksa atau alkhohol akan memuai sehingga skala nya
bertambah. Agar termometer sensitif terhadap suhu maka ukuran pipa harus dibuat kecil
(pipa kapiler) dan agar peka terhadap perubahan suhu maka dinding termometer (reservoir)
dibuat setipis mungkin dan bila memungkinkan dibuat dari bahan yang konduktor. Kelebihan
termometer ini adalah skala ukurnya luas hingga di bawah nol.
2. Termometer Klinis

Termometer Klinis biasanya digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia.


Cara menggunakannya: Mula-mula, periksa terlebih dahulu apakah termometer sudah
menunjukkan suhu dibawah 35°C. Jika belum, termometer kita kibas-kibaskan
sehingga menunjukkan suhu kurang dari 35°C. Selanjutnya, pasang termometer itu di bawah
ketiak atau lipatan tubuh selama kira-kira 5 menit. Setelah itu, ambil termometer dari tubuh
dan baca pada skala termometer. Skala yang ditunjukkan termometer menunjukkan suhu
tubuh pasien pada keadaan itu. Skala suhu termometer ini berkisar antara 35°C sampai
dengan 42°C. Kelebihan termometer ini mempunyai lekukan sempit diatas wadahnya yang
berfungsi untuk menjaga supaya suhu yang ditunjukkan setelah pengukuran tidak berubah
setelah termometer diangkat dari badan pasien. Kekurangan termometer ini ialah harus
dikibas-kibaskan terlebih dahulu sebelum digunakan agar kembali ke posisi normal.

3. Termometer Ruangan

Termometer ini berfungsi untuk mengukur suhu pada sebuah ruangan, biasanya
termometer ini di gabungkan dengan berbagai alat lain misalnya: alat penunjuk waktu,
hiasan dinding, dan lain sebagainya Pada dasarnya termometer ini sama dengan
termometer yang lain hanya saja skalanya yang berbeda. Skala termometer ini antara -
50°C sampai 50°C.
4. Termometer Digital

Karena perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer digital yang prinsip


kerjanya sama dengan termometer yang lainnya yaitu pemuaian. Pada termometer digital
menggunakan logam sebagai sensor suhunya yang kemudian memuai dan pemuaiannya ini
diterjemahkan oleh rangkaian elektronik dan ditampilkan dalam bentuk angka yang
langsung bisa dibaca.
Cara penggunaan Termometer

 Pada dubur. Aktifkan termometer digital biasa dan lumasi ujungnya dengan
petroleum jelly. Baringkan terlentang bayi dan angkat pahanya, lalu masukkan
termometer digital ke dalam dubur sedalam 1,3 cm sampai 2,5 cm. Tahan termometer
hingga termometer sudah memberikan kode (biasanya nada) yang menandakan
pengukuran sudah selesai. Cabut termometer dan lihat angkanya.
 Pada mulut. Aktifkan termometer digital biasa. Tempatkan ujungnya di bawah lidah
anak dan suruh dia menutup mulutnya. Jika termometer sudah memberi kode, cabut
dan baca hasilnya. Jika anak baru saja selesai makan atau minum, tunggu setidaknya
30 menit sebelum melakukan pengukuran suhu di mulut. Jika terlihat anak Anda
kesulitan menggunakan termometer di mulutnya (pernapasan terganggu), sebaiknya
ganti dengan metode lain, misalnya pada ketiak.
 Pada ketiak. Aktifkan termometer digital biasa. Pastikan Anda meletakkannya di
bawah ketiak dan menyentuh kulit, bukan pakaian. Apit dengan erat hingga
termometer memberikan kode. Lalu cabut dengan lembut dan baca hasilnya.
 Pada telinga. Aktifkan termometer telinga digital. Perlahan tempatkan pada liang
telinga anak Anda. Ikuti petunjuk yang disertakan pada kemasan termometer untuk
memastikan Anda sudah tepat memasukkan termometer ke dalam liang telinga. Tahan
sampai termometer memberikan kode bahwa pengukuran telah selesai. Cabut
termometer dan baca hasilnya.
 Pada arteri temporalis. Aktifkan termometer arteri temporalis. Sapukan termometer
dengan lembut pada dahinya sampai termometer memberikan kode. Lalu angkat dan
baca hasilnya.