Anda di halaman 1dari 4

A

Trim : Untuk memotong garis dgn garis Bantu


Array : Untuk memperbanyak jumlah objek
Divide : untuk membagi jarak sebuah objek dengan jarak yang sama,dengan
perintah ini kita akan diberikan titik-titik point dengan jumlah yang kita inginkan namun
dengan jarak yang sama
Ellipse : Untuk membuat bulat telur/lingkaran lonjing/oval
Fillet : Untuk membuat lengkungan dengan di ketahui radiusnya
Contruction Line : perintah garis panjang tak terbatas, ini sangat berguna untuk membuat
konstruksi atau kerangka grid(garis bantu) ke dalam desain
Polyline : Untuk membuat garis ( line ) yang menyatu
Polygon : Untuk membuat polygon
Multiline : Untuk menciptakan garis ganda atau lebih
Rectangle : Untuk membuat objek persegi/ persegi panjang
B

C
Daya aktif (P) adalah daya yang sesungguhnya dibutuhkan oleh beban.
Daya reaktif (Q) adalah daya yang dibutuhkan untuk pembentukan medan magnet atau daya
yang ditimbulkan oleh beban yang bersifat induktif.
Daya semu (S) adalah daya yang dihasilkan dari perkalian tegangan dan arus listrik.
D
1. Mampu menyalurkan arus maksimum sistem secara terus-menerus.
2. Mampu memutuskan dan menutup jaringan dalam keadaan berbeban maupun
terhubung singkat tanpa menimbulkan kerusakan pada pemutus tenaga itu sendiri.
3. Dapat memutuskan arus hubung singkat dengan kecepatan tinggi agar arus hubung
singkat tidak sampai merusak peralatan sistem, membuat sistem kehilangan
kestabilan, dan merusak pemutus tenaga itu sendiri.
E
1. MCB (Miniatur Circuit Breaker)
MCB adalah suatu rangkaian pengaman yang dilengkapi dengan komponen thermis
(bimetal) untuk pengaman beban lebih dan juga dilengkapi relay elektromagnetik untuk
pengaman hubung singkat.
2. MCCB (Mold Case Circuit Breaker)
MCCB merupakan salah satu alat pengaman yang dalam proses operasinya mem- punyai
dua fungsi yaitu sebagai pengaman dan sebagai alat untuk penghubung.
3.ACB (Air Circuit Breaker)
ACB (Air Circuit Breaker) merupakan jenis circuit breaker dengan sarana pemadam busur
api berupa udara. ACB dapat digunakan pada tegangan rendah dan tegangan menengah.
Udara pada tekanan ruang atmosfer digunakan sebagai peredam busur api yang timbul akibat
proses switching maupun gangguan.
4. OCB (Oil Circuit Breaker)
Oil Circuit Breaker adalah jenis CB yang menggunakan minyak sebagai sarana pemadam
busur api yang timbul saat terjadi gangguan. Bila terjadi busur api dalam minyak, maka
minyak yang dekat busur api akan berubah menjadi uap minyak dan busur api akan
dikelilingi oleh gelembung-gelem- bung uap minyak dan gas.
5. VCB (Vacuum Circuit Breaker)
Vacuum circuit breaker memiliki ruang hampa udara untuk memadamkan busur api, pada
saat circuit breaker terbuka (open), sehingga dapat mengisolir hubungan setelah bunga api
terjadi, akibat gangguan atau sengaja dilepas.
F.
Penghantar ialah suatu benda yang berbentuk logam ataupun non logam yang bersifat
konduktor atau dapat mengalirkan arus listrik dari satu titik ke titik yang lain.
( Emas, Tembaga, Alumunium, Besi, Baja )
G
Kable NYA umumnya dipakai pada instalasi perumahan dengan daya menengah ke bawah
karena harganya reltif murah. Kabel ini disebut juga kabel tunggal karena intinya hanya satu
yang dilapisi isolator PVC. Warna standar pada kabel ini adalah merah, hitam, biru, kuning,
dan kuning-hijau.
Kabel NYFGbY adalah jenis kabel listrik yang sangat kuat karena dilapisi beberapa
pelindung sekaligus yakni isolator PVC warna hitam dan logam di bagian dalam. Kabel ini
cukup keras dan tidak lentur dan biasa dipakai untuk instalasi bawah tanah, di dalam ruangan,
di dalam saluran-saluran, dan di tempat-tempat terbuka yang membutuhkan perlindungan
ekstra.
Kabel NYM memiliki lapisan isolator PVC dua lapis berwarna putih dan abu-abu yang terdiri
dari 2 sampai 4 kabel di dalamnya. Dari segi keamanan kabel ini relatif lebih tahan luka/cacat
dibanding kabel NYA dan harganya pun lebih mahal dari kabel NYA. Kabel ini dapat
dipergunakan di lingkungan kering dan basa tetapi tidak dianjurkan untuk ditanam di dalam
tanah.
II
A. Diketahui : P = 675 Watt, V = 220 V, Cos µ = 0.8
Ditanya : I………….?
Jawab : I = P / V Cos µ
I = 675 / 220 x 0.8
I = 675 / 176
I = 3.84 A

B. Diketahui : P = 34 MW = 34.000.000 Watt , V = 380 V, Cos µ = 0.8


Ditanya : I………….?
Jawab : I = P / V Cos µ √ 3
: I = 34.000.000 / 380 x 0.8 x 1.732
I = 34.000.000 / 526.528
I = 64.573,96 A
III
A. Diketahui : L = 15 m, W = 7 m, TL = 35 Watt = 75x35 = 2625 lumen, LLF = 0.7,
Cu = 54% = 0.54, n = 1, E = 120 lux
Ditanya : W/m2 standart SNI ?
E x L xW
Jawab : N=
Ø x LLF x Cu x n
120 x 15 x 7
N=
2625 x 0.7 x 0.54 x 1
12600
N=
992.25
N=12.69 Titik ( 13 Titik )
W/m2 menurut standart SNI
N x Watt
x=
L xW
13 x 35
x=
15 x 7
x=4.33 W /m2

B. Diketahui : L = 26 m, W = 35 m, PL = 75 Watt = 93x75 = 6975 lumen, LLF =


0.8, Cu = 0.61, n = 1, E = 180 lux
Ditanya : W/m2 standart SNI ?
E x L xW
Jawab : N=
Ø x LLF x Cu x n
180 x 26 x 35
N=
6975 x 0. 8 x 0. 61 x 1
16380 0
N=
3403.8
N=48.12Titik ( 48 Titik )
W/m2 menurut standart SNI
N x Watt
x=
L xW
48 x 7 5
x=
26 x 35
x=3.96 W /m 2