Anda di halaman 1dari 63

Laporan Responsi Pelabuhan Laut

BAB III

PELAKSANAAN TUGAS

3.1 Soal dan Penjelasan Tugas

Dosen : Diyanti, ST.,MT.

Telah ditugaskan kepada kelompok :

1. Ahmad Khusaeri 5. Raynaldo


2. Asmawati Sugiarti 6. Redi Hutomo
3. Firdaus Arifianto
4. Irfan Nofialsyah
untuk Merencanakan dan Merancang PELABUHAN LAUT dengan ketentuan dan
pertimbangan sebagai berikut :

1. Berdasarkan suatu hasil survey telah diketahui bahwa suatu daerah


memerlukan sarana dan prasarana pelabuhan laut sebagai penunjang kegiatan
penduduknya. Pelabuhan direncanakan untuk jangka waktu sampai 30 tahun
mendatang. Fungsi pelabuhan ini merupakan :
Pelabuhan Minyak Pelabuhan Campuran

Pelabuhan Barang Pelabuhan ………………

Pelabuhan Penumpang

2. Dari hasil penelitian diperkirakan akan terjadi arus muatan dengan volume
jenis muatan sebagai berikut :

Jangka Waktu Jenis Muatan Jumlah Keterangan


Muatan/Tahun
Penumpang 2,5 juta ..................
2 tahun yang akan
Bulk cargo 4 juta ..................
datang
Transhipment .................. 25 %

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
69
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Penumpang 3 juta ..................


10 tahun yang akan
Bulk cargo 4,5 juta ..................
datang
transhipment .................. 30 %

3. Keadaan topografi dan kondisi fisik lokasi calon pelabuhan ditentukan berikut
:
a. Lokasi calon pelabuhan :
 tidak terlindung dari ombak besar (laut bebas).
 daratan luas, kemungkinan perluasan pelabuhan di masa depan.
 arah masuk kapal dapat diatur dengan mudah karena pelabuhan
berlawanan/frontal dengan arah angin.
 ......
b. Ditinjau dari segi klimatologi, lokasi daerah ini mempunyai suhu rata-rata
30ºC.
c. Kedalaman perairan diketahui 10 m
d. Diketahui luas perairan 1500 ha, dan luas daratan 700 ha
e. Frekwensi dan intensitas angin maksimum sebagai berikut :
Arah Angin* Kecepatan Keterangan
Utara 20 knot
Timur Laut
Timur
Tenggara
Selatan
Barat Daya
Barat
Barat Laut
(*Pilih salah satu)

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
70
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

f. Data pasang surut sebagai berikut :

Muka Air Elevasi Keterangan


HHWL + 3,00 m
HWS + 1,50 m
MSL 0,00 m
SWL - 100 m
LLWL - 2,50 m

g. Data gelombang tahunan diperoleh sebagai berikut :


H =3m

L = 70 m

V = 7 m/dtk

... = ............

h. Data-data lain yang perlu diasumsikan :


 ..................................................................................................................
 ..................................................................................................................
 ..................................................................................................................
Catatan Penting :

 Harus diuraikan/dijelaskan dasar perencanaan pada setiap item tugas!


 Sertakan detail layout/gambar rancangan skalatis di kertas A3!
 Pada jam kuliah responsi dilakukan Penilaian Penguasaan Materi (Rangkuman) dan Tugas.

TUGAS :

1. Mencari/membuat/mengasumsi data hasil penyelidikan tanah (boring log dan


data lab) yang sesuai dengan ketentuan kondisi pelabuhan diatas atau sesuai
kebutuhan.
Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
71
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

2. Merencanakan kebutuhan dan lokasi fasilitas darat dan fasilitas perairan untuk
pelabuhan.
3. Menghitung perkiraan jumlah arus muatan barang dan penumpang untuk
kebutuhan :
a. 2 tahun yang akan datang (y.a.d)
b. 10 tahun y.a.d
c. 30 tahun y.a.d
4. Merencanakan kebutuhan kapal dan menghitung lalu-lintas (keluar masuknya)
kapal untuk kebutuhan :
a. 2 tahun yang akan datang (y.a.d)
b. 10 tahun y.a.d
c. 30 tahun y.a.d
5. Merencanakan dan merancang Dermaga :
a. Menentukan bentuk dan ukuran dermaga
b. Merancang konstruksi dermaga
6. Merancang Kolam Pelabuhan, dan menghitung volume pengerukan yang
dibutuhkan.
7. Merancang Alur Pelayaran :
a. Jalur pelayaran 1 arah
b. Jalur pelayaran 2 arah
8. Merancang Bangunan Pemecah Ombak (Breakwater).

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
72
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

3.2 Data – Data

Data boring log

Gambar Penampang Tanah

3.3 Perencanaan dan Perancangan Pelabuhan Laut


3.3.1 Penjelasan Kondisi Perencanaan
Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
73
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Zona 1 Pelabuhan Barang

Sarana & Prasarana terdiri dari :

 Terminal barang
 Kantin
 Gudang barang
 Mushola
 Toilet
 Kantor Pelayanan dan Pengawasan
 Jalan pelabuhan
 Areal parker
 Instalasi air bersih
 Instalasi BBM
 Instalasi listrik
 Sarana telekomunikasi
 Instalasi pemadam kebaran
 Mercusuar
 Crane
Zona II Pelabuhan Penumpang

Sarana & Prasarana terdiri dari :

 Teminal Penumpang
 Loket
 Ruang tunggu penumpang
 Fasilitas CIQ
 Ruang bagasi
 Toilet
 Telepon
 Fasilitas pelayanan penumpang lain

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
74
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

 Alarm
 Alat komunikasi
 Fasilitas penunjang untuk orang tua dan orang cacat
 Jalan pelabuhan
 Areal parkir
 Instalasi air bersih, listrik, pemadam kebakaran
BBM
 Bangunan gedung dan kantor
 Kantor pengawasan dan pelayanan
 Mercusuar
Fasilitas Perairan Pelabuhan Campuran (Penumpang dan barang)

Sarana & Prasarana :

I. Dermaga
 Terdiri dari ; a) zona I  Dermaga barang
b) zona II  Dermaga penumpang

 Dermaga menggunakan sistem fender Rubble tipe V


 Dermaga menggunakan sistem tambat tipe bollard
 Kontruksi dasar menggunakan tiang pancang : a) tiang vertikal
b) tiang diagonal

( karena tipe tanah  pasir c = 0,172 t / m 2 )

II. Alur
 Alur pelayaran  2 arah

III. Kolam Pelabuhan


 Kolam putar dengan diameter 1,5 x panjang kapal terbesar
 Area bongkar muat
 Area tambat

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
75
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

 Kedalaman kolam = 10 m
IV. Fasilitas Pelindung pelabuhan
 Sehubungan dengan labilnya gelombang, maka dirancanglah
breakwater jenis Tetrapod
V. Fasilitas Navigasi
 Untuk mengawasi keamanan area pelabuhan & sekitarnya
maka dibangun mercusuar.
 Agar lalu lintas perairan teratur, dibangunlah rambu pelayaran

3.3.2 Menghitung Perkiraan Jumlah Arus Muatan Barang Dan


Penumpang
a. 2, 10, 30 tahun yang akan datang (penumpang)
Y = 2 tahun ; X = 2,5 x 106 orang / tahun

Y = 10 tahun ; X = 3 x 106 orang / tahun

Y = Px2+c ; maka

2 = 6,25 x1012 P + C ……..(1)

10 = 9,00 x 1012 P + C ……..(2)

8 = 2,75 x 1012 P

P = 2,9090 x 10-12

Substitusi ke (1), maka didapat :

2 = (6,25 x1012) (2,9090 x 10-12) + C

C = - 16,1818

Maka persamaan lengkungnya : Y = 2,9090 x 10-12 X2 – 16.1818

Untuk : Y = 10 tahun: 10 = 2,9090 x 10-12 X2 – 16,1818 : X = 3 x 106

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
76
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Y = 30 tahun: 30 = 2,9090 x 10-12 X2 – 16,1818 ; X = 3,984 x 106

b. Bulk Cargo

Y = 2 tahun ; X = 4 x 106 ton/tahun

Y = 10 tahun ; X = 4,5 x 106 ton/tahun

Y = PX2 + c : maka 2 = 16 x 1012 P + C…..(3)

10 = 20,25 x1012 P + C…..(4)

8 = 4.25 x 1012 P

P = 1,88 x 10-12

Substitusi ke (3), didapat

2 = (16x1012)(1,88x1012) + C

C = - 28.08

Maka persamaan lengkungnya ; Y = ((1,88x10-12)(X2)) – 28,08

Untuk : Y = 10 tahun; 10 = 1,88x10-12 X2 – 28,08 ; X = 4,5 x 106

Y = 30 tahun; 30 = 1,88x10-12 X2 – 28,08 ; X = 5,56 x106

3.3.3 Merencanakan Kebutuhan Kapal dan Menghitung Lalu Lintas Kapal


Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
77
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

a. Untuk jangka waktu 2 tahun yang akan datang

1. Penumpang

Penumpang tiap tahun = 2,5 juta penumpang

Kapal yang masuk diperkirakan antara 500 GRT s/d 10.000 GRT

Prosentase kapal
GRT Penumpang 60 % WPK
masuk
500 300 5% 4 hari
1.000 600 5% 5 hari
2.000 1.200 10% 4 hari
3.000 1.800 20% 4 hari
5.000 3.000 30% 3 hari
10.000 6.000 30% 4 hari

WPK rata-rata :

(0,05x4)+(0,05x5)+(0,1x4)+(0,2x4)+(0,3x3)+(0,3x4) = 3,75 hari

3,75 hari ~ 4 hari

GRT kapal rata-rata:

(0,05x500)+(0,05x1.000)+(0,1x2.000)+(0,2x3.000)+(0,3x5.000)+

(0,3x10.000) = 5.375 GRT

Kapasitas Penumpang : = 60% x GRT kapal

= 0,6 x 5.375

= 3.225 orang

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
78
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

jumlahbarangxWPK.rata  rata
Jumlah kapal =
kapasitasbongkarmuat

(2,5 x10 6 ) x 4
=  8,6132 kapal / WPK
3.225 x360

1 kali WPK (waktu putar kapal) = 4 hari

360
Jadi,dalam 1 tahun terdapat = xWPK
4

= 90x WPK

Luas Diagram = 2 x ½ x 45 (a + 2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 8,6132 x 90 = 775,188 kapal

Persamaan 135a = 775,188 kapal

a= 5,742 kapal

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
79
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Bulan ke Jumlah kapal / 1xWPK


I 6,3
II 7,2
III 8,2
IV 8,9
V 9,9
VI 10,9

Bulan Pem Panjang


GRT % Jumlah kapal Panjang Kapal Jumlah
ke bulatan Total

500 5 0,315 1 51 51
1.000 5 0,315 1 68 68
2.000 10 0,63 1 88 88
I 953
3.000 20 1,26 2 99 198
5.000 30 1,89 2 120 240
10.000 30 1,89 2 154 308

500 5 0,36 1 51 51
1.000 5 0,36 1 68 68
2.000 10 0,72 1 88 88
II 1.277
3.000 20 1,44 2 99 198
5.000 30 2,16 3 120 360
10.000 30 2,16 3 154 462

500 5 0,41 1 51 51
1.000 5 0,41 1 68 68
2.000 10 0,82 1 88 88
III 1.277
3.000 20 1,64 2 99 198
5.000 30 2,46 3 120 360
10.000 30 2,46 3 154 462

500 5 0,445 1 51 51
1.000 5 0,445 1 68 68
2.000 10 0,89 1 88 88
IV 1.227
3.000 20 1,78 2 99 198
5.000 30 2,67 3 120 360
10.000 30 2,67 3 154 462

500 5 0,495 1 51 51
V 1.000 5 0,495 1 68 68 1.227
2.000 10 0,99 1 88 88

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
80
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

3.000 20 1,98 2 99 198


5.000 30 2,97 3 120 360
10.000 30 2,97 3 154 462
500 5 0,545 1 51 51
1.000 5 0,545 1 68 68
2.000 10 1,09 2 88 88
VI 1.688
3.000 20 2,18 3 99 198
5.000 30 3,27 4 120 360
10.000 30 3,27 4 154 462

2. Bulk Cargo

Jumlah barang tiap tahun = 4 juta ton x 0,75 = 3 juta ton

Kapal yang masuk diperkirakan antara 700 s/d 1000 DWT

DWT Bongkar 60 % % kapal masuk WPK


700 420 50% 3 hari
1.000 600 50 % 4 hari

WPK rata-rata

0,5.3 + 0,5. 4 = 3,5 hari ~ 4 hari

DWT kapal rata-rata

0,5. 700 + 0,5. 1.000 = 850 DWT

Kapasitas bongkar muat = 60 % . DWT kapal rata-rata

= 0,6 . 850

= 510 ton

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
81
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

jumlahbarangxWPK.rata  rata
Jumlah kapal =
kapasitasbongkarmuat

3.10 6  4
=  65,359 kapal / WPK
510.360

= 1 X WPK = 4 hari

360
Jadi 1 tahun terdapat =  WPK
4

= 90 WPK

Luas diagram 2 X ½ X 45 (a+2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 65,359 X 90 = 5.882,31 kapal

Persamaan : 135 a = 5.882,31 kapal

a = 43,572 kapal

Bulan ke Jumlah Kapal


I 48
II 55
III 61,5
IV 69
V 75
VI 83

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
82
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Jumlah Panjang Panjang


Bulan ke DWT % Pembulatan Jumlah
Kapal Kapal Total
700 50 24 24 58 1.392
I 2.928
1.000 50 24 24 64 1.536
700 50 27,5 28 58 1.392
II 2.416
1.000 50 27,5 28 64 1.536
700 50 30,75 31 58 1.392
III 3.782
1.000 50 30,75 31 64 1.536
700 50 34,5 35 58 1.392
IV 4.270
1.000 50 34,5 35 64 1.536
700 50 37,5 38 58 1.392
V 4.636
1.000 50 37,5 38 64 1.536
700 50 41,5 42 58 1.392
VI 5.124
1.000 50 41,5 42 64 1.536

3. Transhipment

Jumlah barang tiap tahun = 4 juta ton x 0,25 = 1 juta ton

Kapal yang masuk diperkirakan antara 700 s/d 1.000 DWT

DWT Bongkar 60 % % kapal masuk WPK


700 420 50% 3 hari
1.000 600 50 % 4 hari

WPK rata-rata

0,5. 3 + 0,5. 4 = 3,5 hari ~ 4 hari

DWT kapal rata-rata

0,5. 700 + 0,5. 1.000 = 850 DWT

Kapasitas bongkar muat = 60 % . DWT kapal rata-rata

= 0,6 . 850

= 510 ton

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
83
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

jumlahbarang.x.WPK .rata  rata


Jumlah kapal =
kapasitas.bongkar.muat

1.10 6  4
=  21,786 kapal / WPK
510.360

1 X WPK = 4 hari

360
Jadi 1 tahun terdapat =  WPK
4

= 90 WPK

Luas diagram 2 X ½ X 45 (a+2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 21,786 X 90 = 1.960,785 kapal

Persamaan : 135 a = 1.960,785 kapal

a = 14,525 kapal

Bulan ke Jumlah Kapal


I 16,85
II 19,25
III 21,5
IV 24
V 26,5
VI 28,75

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
84
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Jumlah Panjang Panjang


Bulan ke DWT % Pembulatan Jumlah
Kapal Kapal Total
700 50 8,425 9 58 522
I 1.098
1.000 50 8,425 9 64 576
700 50 9,625 10 58 580
II 1.220
1.000 50 9,625 10 64 640
700 50 10,75 11 58 638
III 1.342
1.000 50 10,75 11 64 704
700 50 12 12 58 696
IV 1.464
1.000 50 12 12 64 768
700 50 13,25 14 58 812
V 1.708
1.000 50 13,25 14 64 896
700 50 14,375 15 58 870
VI 1.830
1.000 50 14,375 15 64 960

b. Untuk jangka waktu 10 tahun yang akan datang

1. Penumpang

Penumpang tiap tahun = 3 juta penumpang

Kapal yang masuk diperkirakan antara 500 GRT s/d 10.000 GRT

Prosentase kapal
GRT Penumpang 60 % WPK
masuk

500 300 7% 5 hari

1.000 600 8% 5 hari

2.000 1.200 15% 4 hari

3.000 1.800 20% 5 hari

5.000 3.000 25% 4 hari

10.000 6.000 25% 3 hari

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
85
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

WPK rata-rata :

(0,07x5)+(0,08x5)+(0,15x4)+(0,2x5)+(0,25x4)+(0,25x3) = 4,1 hari

4,1 hari ~ 5 hari

GRT kapal rata-rata:

(0,07x500)+(0,08x1.000)+(0,15x2.000)+(0,2x3.000)+(0,25x5.000)
+ (0,25x10.000) = 4.765 GRT

Kapasitas Penumpang = 60% x GRT kapal

= 0,6 x 4.675

= 2.859 orang

jumlahbarang.x.WPK .rata  rata


Jumlah Kapal : =
kapasitas.bongkar.muat

(3x10 6 ) x5
=  14,574 kapal / WPK
2.859 x360

1 kali WPK (waktu putar kapal) = 5 hari

360
Jadi,dalam 1 tahun terdapat = xWPK
5

= 72 x WPK

Luas Diagram = 2 x ½ x 36 (a + 2a) = 108 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 14,574 x 72 = 1.049,328 kapal

Persamaan 108 a = 1.049,328 kapal

a = 9,716 kapal

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
86
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Bulan ke Jumlah kapal / 1xWPK

I 10,8

II 12,4

III 14

IV 15,6

V 17,2

VI 18,8

Bulan Pem Panjang


GRT % Jumlah kapal Panjang Kapal Jumlah
ke bulatan Total

500 7 0,756 1 51 51

1.000 8 0,864 1 68 68

2.000 15 1,62 2 88 176


I 1.414
3.000 20 2,16 3 99 297

5.000 25 2,7 3 120 360

10.000 25 2,7 3 154 462

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
87
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

500 7 0,868 1 51 51

1.000 8 0,992 1 68 68

2.000 15 1,86 2 88 176


II 1.688
3.000 20 2,48 3 99 297

5.000 25 3,1 4 120 480

10.000 25 3,1 4 154 616

500 7 0,98 1 51 51

1.000 8 1,12 2 68 136

2.000 15 2,1 3 88 264


III 1.844
3.000 20 2,8 3 99 297

5.000 25 3,5 4 120 480

10.000 25 3,5 4 154 616

500 7 1,092 2 51 102

1.000 8 1,248 2 68 136

2.000 15 2,34 3 88 264


IV 1.895
3.000 20 3,12 3 99 297

5.000 25 3,9 4 120 480

10.000 25 3,9 4 154 616

500 7 1,204 2 51 102

1.000 8 1,376 2 68 136

2.000 15 2,58 3 88 264


V 2.266
3.000 20 3,44 4 99 394

5.000 25 4,3 5 120 600

10.000 25 4,3 5 154 770

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
88
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

500 7 1,316 2 51 102

1.000 8 1,504 2 68 136

2.000 15 2,82 3 88 264


VI 2.266
3.000 20 3,76 4 99 394

5.000 25 4,7 5 120 600

10.000 25 4,7 5 154 770

2. Bulk Cargo

Jumlah barang tiap tahun = 4,5 juta ton x 0,7 = 3,15 juta ton

Kapal yang masuk diperkirakan antara 700 s/d 1000 DWT

DWT Bongkar 60 % % kapal masuk WPK

700 420 30% 4 hari

1000 600 70 % 4 hari

WPK rata-rata

0,3. 4 + 0,7. 4 = 4 hari

DWT kapal rata-rata

0,3. 700 + 0,7. 1.000 = 910 DWT

Kapasitas bongkar muat = 60 % . DWT kapal rata-rata

= 0,6 . 910

= 546 ton

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
89
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

jumlahbarang.x.WPK .rata  rata


Jumlah kapal =
kapasitas.bongkar.muat

3,45.10 6  4
=  70,208kapal / WPK
546.360

1 X WPK = 4 hari

360
Jadi 1 tahun terdapat =  WPK
4

= 90 WPK

Luas diagram 2 X ½ X 45 (a+2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 70,208 X 90 = 6.318,72 kapal

Persamaan : 135 a = 6.318,72 kapal

a = 46,805 kapal

Bulan ke Jumlah Kapal

I 52

II 59

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
90
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

III 66

IV 75

V 83

VI 91

Jumlah Panjang Panjang


Bulan ke DWT % Pembulatan Jumlah
Kapal Kapal Total

700 30 15,6 16 58 928


I 3296
1000 70 36,4 37 64 2368

700 30 17,7 18 58 1044


II 3732
1000 70 41,3 42 64 2688

700 30 19,8 20 58 1160


III 4168
1000 70 46,2 47 64 3008

700 30 22,5 23 58 1334


IV 4726
1000 70 52,5 53 64 3392

700 30 24,9 25 58 1450


V 5226
1000 70 58,1 59 64 3776

700 30 27,3 28 58 1624


VI 5720
1000 70 63,7 64 64 4096

3. Transhipment

Jumlah barang tiap tahun = 4,5 juta ton x 0,3 = 1,35 juta ton

Kapal yang masuk diperkirakan antara 700 s/d 1.000 DWT

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
91
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

DWT Bongkar 60 % % kapal masuk WPK

700 420 30% 4 hari

1.000 600 70 % 4 hari

WPK rata-rata

0,3. 4 + 0,7. 4 = 4 hari

DWT kapal rata-rata

0,3. 700 + 0,7. 1000 = 910 DWT

Kapasitas bongkar muat = 60 % . DWT kapal rata-rata

= 0,6 . 910

= 546 ton

jumlahbarang.x.WPK .rata  rata


Jumlah kapal =
kapasitas.bongkar.muat

1,35.10 6  4
=  27,676 kapal/ WPK
546.360

1 X WPK = 4 hari

360
Jadi 1 tahun terdapat =  WPK
4

= 90 WPK

Luas diagram 2 X ½ X 45 (a+2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 27,676 X 45 = 2.490,84 kapal

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
92
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Persamaan : 135 a = 2.490,84 kapal

a = 18,451 kapal

Bulan ke Jumlah Kapal

I 19,5

II 23

III 25,5

IV 29

V 32

VI 35,5

Jumlah Panjang Panjang


Bulan ke DWT % Pembulatan Jumlah
Kapal Kapal Total

700 30 5,76 6 58 348


I 1.244
1.000 70 13,44 14 64 896

700 30 6,9 7 58 406


II 1.494
1.000 70 16,1 17 64 1.088

III 700 30 7,65 8 58 464 1.616

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
93
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

1.000 70 17,85 18 64 1.152

700 30 8,7 9 58 522


IV 1.866
1.000 70 20,3 21 64 1.344

700 30 9,6 10 58 580


V 2.052
1.000 70 22,4 23 64 1.472

700 30 10,65 11 58 638


VI 2.238
1.000 70 24,85 25 64 1.600

c. Untuk jangka waktu 30 tahun yang akan datang

1. Penumpang

Penumpang tiap tahun = 3,98 juta penumpang

Kapal yang masuk diperkirakan antara 500 GRT s/d 10.000 GRT

Prosentase kapal
GRT Penumpang 60 % WPK
masuk

500 300 5% 3 hari

1.000 600 10% 5 hari

2.000 1.200 10% 4 hari

3.000 1.800 20% 4 hari

5.000 3.000 25% 3 hari

10.000 6.000 30% 4 hari

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
94
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

WPK rata-rata

(0,05x3)+(0,1x5)+(0,1x4)+(0,2x4)+(0,25x4)+(0,3x4) = 3,8 hari

3,8 hari ~ 4 hari

GRT kapal rata-rata:

(0,05x500)+(0,1x1.000)+(0,1x2.000)+(0,2x3.000)+(0,25x5.000)+
(0,3x10.000) = 5.175 GRT

Kapasitas Penumpang = 60% x GRT kapal

= 0,6 x 5.175

= 3.105 orang

jumlahbarang.x.WPK .rata  rata


Jumlah Kapal : =
kapasitas.bongkar.muat

(3,98 x10 6 ) x 4
=  14,424 kapal/ WPK
3.105 x360

1 kali WPK (waktu putar kapal) = 4 hari

360
Jadi,dalam 1 tahun terdapat = xWPK
4

= 90x WPK

Luas Diagram = 2 x ½ x 45 (a + 2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 14,242 x 90 = 1.281,78 kapal

Persamaan 135a = 1.281,78 kapal

a = 9,494 kapal

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
95
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Bulan ke Jumlah kapal / 1xWPK

I 10,4

II 12

III 13,6

IV 15,2

V 16,8

VI 18,4

Bulan Panjang Panjang


GRT % Jumlah kapal Pembulatan Jumlah
ke Kapal Total

500 7 0,728 1 51 51

1.000 8 0,832 1 68 68

2.000 15 1,56 2 88 176


I 1.414
3.000 20 2,08 3 99 297

5.000 25 2,6 3 120 360

10.000 25 2,6 3 154 462

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
96
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

500 7 0,84 1 51 51

1.000 8 0,96 1 68 68

2.000 15 1,8 2 88 176


II 1. 414
3.000 20 2,4 3 99 297

5.000 25 3 3 120 360

10.000 25 3 3 154 462

500 7 0,952 1 51 51

1.000 8 1,088 2 68 136

2.000 15 2,04 3 88 264


III 1.844
3.000 20 2,72 3 99 297

5.000 25 3,4 4 120 480

10.000 25 3,4 4 154 616

500 7 1,064 2 51 102

1.000 8 1,216 2 68 136

2.000 15 2,28 3 88 264


IV 1.994
3.000 20 3,04 4 99 396

5.000 25 3,8 4 120 480

10.000 25 3,8 4 154 616

500 7 1,176 2 51 102

1.000 8 1,344 2 68 136

2.000 15 2,52 3 88 264


V 2268
3.000 20 3,36 4 99 396

5.000 25 4,2 5 120 600

10.000 25 4,2 5 154 770

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
97
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

500 7 1,288 2 51 102

1.000 8 1,472 2 68 136

2.000 15 2,76 3 88 264


VI 2268
3.000 20 3,68 4 99 396

5.000 25 4,6 5 120 600

10.000 25 4,6 5 154 770

2. Bulk Cargo

Jumlah barang tiap tahun = 5,56 juta ton x 0,7 = 3,892 juta ton

Kapal yang masuk diperkirakan antara 700 s/d 1000 DWT

DWT Bongkar 60 % % kapal masuk WPK

700 420 40% 3 hari

1.000 600 60 % 4 hari

WPK rata-rata

0,4. 3 + 0,6. 4 = 3,6 hari ~ 4 hari

DWT kapal rata-rata

0,4. 700 + 0,6. 1000 = 880 DWT

Kapasitas bongkar muat = 60 % . DWT kapal rata-rata

= 0,6 . 880

= 528 ton

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
98
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

jumlahbarang.x.WPK .rata  rata


Jumlah kapal =
kapasitas.bongkar.muat

5,56.10 6  4
=  117 kapal / WPK
528.360

1 X WPK = 4 hari

360
Jadi 1 tahun terdapat =  WPK
4

= 90 WPK

Luas diagram 2 X ½ X 45 (a+2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 117 X 90 = 10530 kapal

Persamaan : 135 a = 10530 kapal

a = 78 kapal

Bulan ke Jumlah Kapal

I 84

II 96

III 110

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
99
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

IV 124

V 136

VI 148

Jumlah Panjang Panjang


Bulan ke DWT % Pembulatan Jumlah
Kapal Kapal Total

700 40 33,6 34 58 1.972


I 5.236
1000 60 50,4 51 64 3.264

700 40 38,4 39 58 2.262


II 5.974
1000 60 57,6 58 64 3.712

700 40 44 44 58 2.552
III 6.776
1000 60 66 66 64 4.224

700 40 49,6 50 58 2.900


IV 7.700
1000 60 74,4 75 64 4800

700 40 54,4 55 58 3.190


V 8438
1000 60 81,6 82 64 5.248

700 40 59,2 60 58 3.480


VI 9.176
1000 60 88,8 89 64 5.696

3. Transhipment

Jumlah barang tiap tahun = 5,56 juta ton x 0,3 = 1,668 juta ton

Kapal yang masuk diperkirakan antara 700 s/d 1000 DWT

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
100
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

DWT Bongkar 60 % % kapal masuk WPK

700 420 40% 3 hari

1000 600 60 % 4 hari

WPK rata-rata

0,4. 3 + 0,6. 4 = 4 hari

DWT kapal rata-rata

40%. 700 + 60%. 1000 = 880 DWT

Kapasitas bongkar muat = 60 % . DWT kapal rata-rata

= 0,6 . 880

= 528 ton

jumlahbarang.x.WPK .rata  rata


Jumlah kapal =
kapasitas.bongkar.muat

1,668.10 6  4
=  35kapal / WPK
528.360

1 X WPK = 4 hari

360
Jadi 1 tahun terdapat =  WPK
4

= 90 WPK

Luas diagram 2 X ½ X 45 (a+2a) = 135 a

Jumlah kapal dalam 1 tahun = 35 X 90 = 3.150 kapal

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
101
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Persamaan : 135 a = 3150 kapal

a = 23,33 kapal

Bulan ke Jumlah Kapal

I 25,5

II 29

III 33

IV 37

V 41,5

VI 45

Jumlah Panjang Panjang


Bulan ke DWT % Pembulatan Jumlah
Kapal Kapal Total

700 40 10,4 11 58 638


I 1.662
1000 60 15,3 16 64 1.624

700 40 11,6 12 58 696


II 1.848
1000 60 17,4 18 64 1.152

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
102
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

700 40 13,2 14 58 812


III 2.092
1000 60 19,8 20 64 1.280

700 40 14,8 15 58 870


IV 2.342
1000 60 22,2 23 64 1.472

700 40 16,6 17 58 986


V 2.586
1000 60 24,9 25 64 1.600

700 40 18 18 58 1.044
VI 2.772
1000 60 27 27 64 1.724

3.3.4 Perancangan Dermaga


3.3.4.1 Perencanaan Pondasi
Tegangan Vertikal

v1   1 .h

= 1.61. 3

= 4,83 t/m 2

v2  v1  ( 2 .h2 )

= 4,83 + (1,57 . 4,5)

= 11,895 t/m 2

v3  v2  (( 3   w )h3 )

= 11,895 + ((1,72 – 1) 2,5)

= 13,695 t/m 2

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
103
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

v4  v3  (( 3   w )h4 )

= 13,695 + ((1,72 – 1) 3,5)

= 16,245 t/m 2

v5  v4  (( 4   w )h5 )

= 16,215 + ((1,62 – 1)10)

= 22,415 t/m 2

v6  v5  (( 5   w )h6 )

= 22,415 + ((1,65 – 1) 6,5)

= 26,64 t/m 2

Gambar Tegangan Vertikal

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
104
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Daya dukung ujung tiang pancang (meyerhof)


Qp = Ap.q.Nq  Tanah pasir

D = 0,5 m  50 cm  ( asumsi)  Tiang pancang pabrikan

Ap 1 / 4 . .D 2

= 1 / 4 .3,14.0,5 2

= 0,19625 m 2

q = 26,64 t/m 2

Nq = 58    30 0

Qp = Ap.q.Nq

= 0,19625 x 26,64 x 58

= 303,2298 t

Daya dukung selimut tiang


Qs   As. f

f = K  . tan .  dengan K = (1-sin  )

f = (1-sin  ) .26,64 . tan 22,5

f = (1-sin 30 0 ).26,64 . tan 22,5

f = 5,52

P =  .P L= 25 m

= 3,14. 0,5

= 1,57 m

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
105
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Qs   As. f

= P.L.f

= 1,57 . 25 . 5,52

= 216,66 t

Daya dukung tanah


Qu = Qp + Qs

= 303,2298 + 216,66

= 519,8898 t

Penurunan tunggal pondasi tiang


D Q.L
Metode Empiris  S  
100 Ap.Ep

Ep = E beton ( Modulus elastisitas beton )


= 250.000 Kg/cm 2

50 519,89.10 3.25.10 2
S 
100 0,19625 .10 4.25.10 4

129997 ,25.10 5
= 0,5 
4,90625 .10 8

= 3,149 cm  3,15 cm

3.3.4.2 Muatan-muatan yang bekerja pada dermaga.

 Akibat angin
P = 0,00256 . V2 . 1,3

V = 12 Knot = 12 mil/ jam

P = 0,00256 . 122 . 1,3 = 0,479 Ibs/ft2

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
106
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

 Akibat arus
P = ( / 2.g )V 2 = ( Kecepatan arus pada perairan
dangkal )

V= g.d = d laut = 9,6 m

V = 9,8  9,6

= 9,669 m/dt

P = ( / 2.g )V 2

= ( 1,026/2.9,8 ) 9,6692

= 4,924 kg/m2

 Ukuran kapal terbesar


Kapal penumpang 10.000 DWT

Dengan : L = 154 m

B = 10,4 m

d = 6,2 m

Luas kapal diatas permukaan air = 1,3 . 154 ( 16 - 6,2 )

= 1.961,96 m2

= 2.1118,02 ft2

Jadi P angin = 0,479 . 21.118,02

= 10.115,5316 Ibs = 4.587,54 kg

Jadi P arus = 4,924 . 154 . 6,2 = 4.701,4352 +kg

P Total = 9.288,9752 kg

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
107
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Kapal barang 1.000 DWT

Dengan : L = 64 m

B = 10,4 m

d = 4,2 m

Luas kapal diatas permukaan air = 1,3 . 6,4 ( 16 – 4,2 )

= 981,76 m2

= 10.567,406 ft2

Jadi P angin ( kapal barang ) = 0,479 . 10.567,406

= 5.061,788 Ibs

= 2.295,594 kg

Jadi P arus ( kapal barang ) = 4,924 . 154 . 6,2

= 1.323,57 kg

P angin + P arus = 2.294,594 + 1.323,57

P total = 3619,164 kg

 Akibat benturan kapal

E = ½ ( w/g ) (V. Sin α )2

Untuk ukuran kapal besar bisanya kecepatannya ( V ) = 7,5


– 15 cm/dtk

Dalam hal ini diambil V = 15 cm/dtk

Kecepatan kapal pada saat bertambat dengan sudut α = 10◦

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
108
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

(V. Sin α )2 = ( 15 . Sin 10◦ )2 = 6,8 . 10-4 m2/dt2

Untuk kapal penumpang

W = L . B draft ( b . j ) β → dengan β = 0,8 (koef. Koreksi)

→ bj = 1,026 t/m3

W = 154 . 20,9 . 6,2 1,026 . 0,8

= 16379.33 ton

Jadi kapal penumpang = (½)(16379,33/9,8). 0,00068

= 0,5683 tm

Untuk kapal barang

W = L . B draft ( b . j ) β → dengan β = 0,8 (koef. Koreksi)

→ bj = 1,026 t/m3

W = 64 . 10,4 . 4,2 (1,026) . 0,8

= 2.294,563 ton

Jadi kapal penumpang = (½)( 2.294,563 /9,8 ). 0,00068


= 0,08 tm

 Akibat gempa
F = K . W = f . Ki . L . B . W

1. H < 10 m
K0 = 0,1

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
109
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

2. 10 m ≤ H ≤ 30 m
K0 = 1/(10+0,1H)
KN = (1+0,05H) K0

KN = koef. pada puncak

K0 = koef. pada alas

Untuk perhitungan gempa, jarak-jarak tiang diperkirakan


sebagai berikut :

Diperhitungkan gaya gempa pada jalur selebar 2,75 m

 Perhitungan muatan vertikal


1) Muatan hidup
Beban merata (2-4 t/m2) = 3,3 = 9 t/m2

Beban terpusat akibat crane = 20 ton

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
110
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

2) Muatan mati
Besar balok 35/60 = 0,35 . 0,6 . 2,4 = 0,504 t/m

Plat bawah = 0,25 . 3,00 . 2,4 = 1,800 t/m

Plat bawah = 0,2 . 3,00 . 2,4 = 1,440 t/m

Pasir = 0,95 . 3,00 . 1,75 = 4,987 t/m

= 8,731 t/m

Total beban merata = 9 + 8,731

= 17,731 t/m

 Panjang dermaga
Kapal penumpang

d = n . L (n-1) . 15,00 + 2 . 25,00

= 5 . 154 + (5-1) .15 + 50

= 880 m

b = 2B + 35

= 2 (20,9) + 35

= 76,8 m

W Kapal penumpang :

W = d . beban merata total

= 880 . 17,731

= 15.603,28 t

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
111
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Kapal barang

d = n . L (n-1) . 15,00 + 2 . 25,00

= 5 . 64 + (5-1) .15 + 50

= 430 m

b = 2B + 35

= 2 (10,4) + 35

= 55,8 m

W Kapal barang :

W = d . beban merata total

= 430 . 17,731

= 7.623,9 t

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
112
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Kedalaman kolam (30 tahun) = - 10 m dihitung dari MSL 0,00

H = 0,25 + 0,35 + 1,00 + 10 = 11,6 m

Ko = 1/(10 + 0,1 + H) = 1/(10 + 0,1 + 11,6) = 0,0085

Kn = (1+ 0,05 H) Ko = (1 + 0,05 . 11,6) 0,0085 = 0,10353

Ki = Ko + 4,04/4,64 (Kn – Ko)

= 0,0085 + (4,04/4,64) (0,10353 – 0,0085)

= 0,0912

Gaya gempa F = f . Ki . L . B . W (penumpang)

Akibat beban merata

F1 = 2 . 0,0912 . 0,5 . 0,8 . 15.603,28 = 1.138,415 ton

Akibat crane

F2 = 2 . 0,0912 . 0,8 . 0,25 . 20 = 0,7296 ton

Jadi F1 + F2 = 1.138,415 + 0,7296 = 1.139,145 ton

Gaya gempa = F = f . Ki . L . B . W (barang)

Akibat beban merata

F1 = 2 . 0,0912 . 0,5 . 0,8 . 7.623,9 = 556,24 ton

Akibat crane

F2 = 2 . 0,0912 . 0,8 . 0,25 . 20 = 0,7296 ton

Jadi F1 + F2 = 556,24 + 0,7296 = 556,9696 ton

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
113
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Akibat muatan hidup horizontal

Besar muatan hidup horizontal diambil secara prosentase, sekitar 5


– 10 % dari muatan vertikal yang bekerja pada dermaga (muatan
hidup vertikal). Dalam soal ini diambil 7,5 % dari muatan vertikal.

Akibat beban merata

H1 = 0,075 . 6,2 . 16 = 7,44 ton (penumpang)

Akibat muatan crane

H2 = 0,075 . 20 = 1,5 ton

Akibat muatan merata

H3 = 0,075 . 4,2 . 16 = 5,04 ton

Akibat muatan vertikal

Untuk memudahkan perhitungan, muatan vertikal diambil sama


dengan perhitungan muatan vertikal gempa.

Wpenumpang = 15.603,28 ton diterima 176 tiang, jadi tiap–tiap tiang


menerima 15.603,28/176 = 88,655 ton

Wbarang = 7.623,9 ton diterima 86 tiang, jadi tiap–tiap tiang


menerima 7.623,9/86 = 88,65 ton

Beban crane diterima khusus oleh tiang no. 44 = 20 ton


(penumpang) dan no. 22 = 20 ton (barang), jadi khusus tiang no. 44
menerima beban tetap sebesar :

Penumpang = 88,655 + 20 = 108,655 ton

Barang = 88,65 + 20 = 108,65 ton

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
114
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Type dermaga yang dipakai

Dalam hal ini yang dipakai adalah type WHARF.

FENDER

Penumpang

Energi yang timbul akibat benturan kapal pada dermaga adalah


10.000.000
E (0,15) 2 x 0,14  4.706,63 kgm  4,706 tm
2 x9,8

Jadi, energi yang diserap fender = ½ E = ½ . 4,706 tm = 2,353 tm, dipakai


fender type V

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
115
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Σ lubang = 6 buah

E = 10 tm

Dimensi : A = 150 cm

B = 175 cm

C = 71,5 cm

Kapasitas R = 65 ton

Luas kontak = 0,49 m2

R/E = 6,5 ton/ton m

P = ½ E . R/E = ½ . 2,353 . 6,5 = 15,294 ton

Barang

Energi yang timbul akibat benturan kapal pada dermaga adalah


1.000.000
E (0,15) 2 x 0,41  470,663 kgm  0,4706 tm
2 x9,8

Jadi, energi yang diserap fender = ½ E = ½ . 0,4706 tm = 0,2353 tm,


dipakai fender type V

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
116
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Σ lubang = 6 buah

E = 10 tm

Dimensi : A = 150 cm

B = 175 cm

C = 71,5 cm

Kapasitas R = 65 ton

Luas kontak = 0,49 m2

R/E = 6,5 ton/ton m

P = ½ E . R/E = ½ . 0,2353 . 6,5 = 1,5294 ton

BOLLARD

Dermaga penumpang dan barang

Kapal 1000 DWT : L =154 m

B = 20,9 m

d = 6,2 m

Telah dihitung, bahwa gaya akibat angin dan arus = 9288,975 kg = 9,289
ton

Gaya ini diterima oleh 2 buah tali yang masing-masing membentuk sudut
α dengan :

tg α = 17,5130 = 0,583

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
117
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

sin α = 0,5038

Sehingga gaya tarik pada tali :

K1 = K2 = K = P/(2 sin α) = 9,289/(2 . 0,5833) = 7,9625 t

Tambatan dipilih tipe bollard dengan ukuran

h = 60 cm

e = 40 cm

ø 50 cm

W = (1/6 b h3)

= (1/6 . 0,8 . 0,63)

= 0,048

Kontrol tegangan beton

M = K . 0,4 = 7.962,5 . 0,4 = 3.185 kgm

σ = M/W = 3.185/0,048 = 66.354,167 kg/m2

= 6,6354 kg/cm2 < σijin = 125 kg/cm2

Jadi beton cukup kuat

Menentukan diameter baut

Gaya pada baut : T = M/d , dimana d = jarak baut kiri dan kanan

T = 3.185/0,60 = 5.308,33 kg

Gaya tiap baut : T1 = T/3 = 5.308,33/3 = 1.769,44 kg

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
118
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Tegangan pada baut = σ = T1/F < σijin

T1 < F . σijin = ¼ π d2 . 1.400

d2 > 3,97 cm

diambil baut dengan diameter 4 cm

Perhitungan Konstruksi Dermaga

Gaya-gaya pada tiang pancang

a. Akibat beban merata dan gempa kiri


Gaya-gaya yang bekerja pada dermaga

1. Gaya horizontal
H = gaya gempa + muatan hidup horizontal I
= 556,9696 + 6,54
= 563,5096 ton (arah kanan)

2. Gaya vertikal
Muatan vertikal akibat muatan mati dan muatan hidup merata W = 7.623,9
ton
Gaya horizontal H yang bekerja pada dermaga diimbangi oleh tiang-tiang
vertikal (=v) dan tiang-tiang miring (= R) yang membentuk sudut α = arc
tg2 dengan horizontal.
α = arc tg2 = 63,435
V = tg α H = 1.127,16 t
H
R  1.260,042 t
cos 

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
119
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

W 7.623,9
Bila : PI    693,08 t
11 11
V 1.127,016
PII     102,456 t
11 11
R 1.260,042
PIII    114,549 t
2 2

MA = H . h = 563,5096 . 17,4 = 9.805,004 tm

Maka yang diterima :

Tiang vertikal = (50 x 50) cm2

Pvertikal = PI + PII + M . c/I

Tiang miring = (30 x 30) cm2

Pmiring = PIII + M . c/I

Tiang c c2
c/I M . c/I PI PII PIII Ptotal
no: (m) (m2)
1 -10 100 -0,024 -333,37 693,08 -102,456 - 203,254
2 -7,5 56,25 -0,026 -254,930 693,08 -102,456 - 335,694
3 -5 25 -0,017 -166,685 693,08 -102,456 - 423,939
4 -2,5 6,25 -0,00087 -85,304 693,08 -102,456 - 505,32
5 0 0 0 0 693,08 -102,456 - 590,624
6 2,5 6,25 0,00087 85,304 693,08 -102,456 - 675,928
7 5 25 0,017 166,685 693,08 -102,456 - 757,309
8 7,5 56,25 0,026 254,930 693,08 -102,456 - 845,554
9 10 100 0,024 333,37 693,08 -102,456 - 923,994
-
10 0,79 -0,0031 -30,396 - - 114,549 84,153
0,89
11 0,89 0,79 0,0031 30,396 - - 114,549 144,945
I=
286,58

b. Akibat Beban Merata dan Gempa Kanan


Gaya-gaya yang bekerja pada dermaga :
Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
120
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

1. Gaya horizontal
H = gaya gempa + muatan hidup horizontal
= 556,9696 + 6,54
= 563,5096 ton (arah kiri)
2. Gaya vertikal
W = 7.623,9 ton
W 7.623,9
PI    693,08 t
11 11
V 1.127,016
PII    102,456 t
11 11
R 1.260,042
PIII    114,549 t
2 2
MA = H . h = 563,5096 . 17,4 = 9.805,004 tm
Maka yang diterima :
Tiang vertikal = (50 x 50) cm2
Pvertikal = PI + PII + M . c/I
Tiang miring = (30 x 30) cm2
Pmiring = PIII + M . c/I

Tiang c c2
c/I M . c/I PI PII PIII Ptotal
no: (m) (m2)
1 -10 100 0,024 333,37 693,08 102,456 - 1074,906
2 -7,5 56,25 0,026 254,930 693,08 102,456 - 1050,466
3 -5 25 0,017 166,685 693,08 102,456 - 962,221
4 -2,5 6,25 0,00087 85,304 693,08 102,456 - 880,84
5 0 0 0 0 693,08 102,456 - 795,536
6 2,5 6,25 -0,00087 -85,304 693,08 102,456 - 710,232
7 5 25 -0,017 -166,685 693,08 102,456 - 628,851
8 7,5 56,25 -0,026 -254,930 693,08 102,456 - 540,606
9 10 100 -0,024 -333,37 693,08 102,456 - 462,160
-
10 0,79 0,0031 30,396 - - -114,549 -84,153
0,89
11 0,89 0,79 -0,0031 -30,396 - - -114,549 -144,945
I=
286,58

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
121
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

3.3.5 Perencanaan Alur pelayaran

H=d+G+R+P+S+K

d = draft kapal

G = gerak vertikal karena gelombang dan squat

R = Ruang kebebasan bersih (clearance)

P = Ketelitian pengukuran

S = Pengendapan sedimen antara 2 pengerukan

K = Toleransi pengerukan

H=d+G+P+S+K

= 6,2 + 6 + 1 + 1 + 0,2 + 1 = 15,4 m

Pendekatan untuk penentuan kedalaman alur

H = LLWL – draft kapal – C

= - 2,5 – 6,2 – 1 = 9,7 m

Alur pelayaran untuk dua kapal (penumpang)

L = 1,5 B + 1,8 B + 1,8 B + 1,5 B

= 1,5 (20,9) + 1,8 (20,9) + 1,8 (20,9) + 1,5 (20,9) = 138,94 m

Alur pelayaran untuk dua kapal (barang)

L = 1,5 B + 1,8 B + 1,8 B + 1,5 B

= 1,5 (10,4) + 1,8 (10,4) + 1,8 (10,4) + 1,5 (10,4) = 69,64 m

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
122
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

3.3.6 Perencanaan Kolam Pelabuhan

Dermaga penumpang

Area bongkar muat penumpang

ABM = 3 (n . L . b)

n = 1 bh

L = L kapal max = 154 m

B = 20,9 m

ABM = 3 (n . L . b)

= 3 (10 . 154 . 20,9)

= 96.558 m2

Kolam putar

ATM = (2 L)2 π

= (2 . 154)2 3,14

= 297.872,96 m2

Diameter kolam putar = 1,5 x L kapal terbesar = 1,5 x 154 = 231 m

Area tambat

AT = n (1,5 L) x (4/3 B)

= 10 (1,5 154) x (4/3 20,9)

= 2.310 x 27,87

= 64.379,7 m2

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
123
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Kedalaman kolam

D=d+S+C

d = draft kapal terbesar = 6,2 m

S = squat kapal = 3 m

C = clereance = 1 m

D = 6,2 + 3 + 1 = 10,2 m

Kebutuhan luas kolam pelabuhan

A = ATR + AB + AT

= 297.872,96 + 96.558 + 64.379,7

= 458.810,66 m2

3.3.7 Perencanaan Breakwater

Analisa gelombang

Hs = 3 m

HWS = 1,50 m

Ho = 3 m

Lo = 70 m

T  2 L
g

 2 70 = 6,69 dtk
9,8

Breakwater terdiri dari kedalaman

h1 = 15 m (kepala), dan h2 = 10 m (badan)


Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
124
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Untuk kepala h1 = 15 m

Lo = 70 m

T = 6,69 dtk

Co = Lo/T = 70/6,69 = 10,46 m/dtk

H1/Lo = 15/70 = 0,2142 = tabel h/Lo dan h/L = 0,23725

h/L > 0,05 dan < 0,5 (termasuk perairan transisi)

L1 = 15/0,23725 = 63,224 m

K1 = 2π/L1 = 2π/63,224 = 0,0993

C1 = L1/T = 63,224/6,69 = 9,45 m/dtk

  2 K1h1 
n1  0,5 1   
  sinh 2 K 1 1 
h

  1 
n1  0,5 1     0,7377
  2,10302 

2
 Co 
H 1  Ho  
 2n1C1 

2
 10,46 
H1  3    1,688 m
 2.0,7377 .9,45 

H1/h1 = 1,688/15 = 0,11 < 0,78 (non breaking)

H1/L1 = 1,688/63,224 = 0,0267 < 0,124 (non breaking)

Untuk badan h2 = 10 m

Lo = 70 m

T = 6,69 dtk

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
125
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Co = Lo/T = 70/6,69 = 10,46 m/dtk

H1/Lo = 10/70 = 0,1428 = tabel h/Lo dan h/L = 0,17715

h/L > 0,05 dan < 0,5 (termasuk perairan transisi)

L2 = 10/0,17715 = 56,449 m

K2 = 2π/L2 = 2π/56,449 = 0,1113

C2 = L2/T = 56,449/6,69 = 8,43 m/dtk

  2 K 2 h2 
n2  0,5 1   
  sinh 2 K 2 2 
h

  1 
n2  0,5 1     0,867
  1,3559 

2
 Co 
H 2  Ho  
 2 n2 C 2 

2
 10,46 
H2  3    1,536 m
 2.0,867.8,43 

H2/h2 = 1,536/10 = 0,1536 < 0,78 (non breaking)

H2/L2 = 1,536/56,449 = 0,0272 < 0,124 (non breaking)

Tinggi breakwater optimum

Dimana :

ξ = tan ø / (Ho/Lo)1/2

Ho = Ho’ = 3 m

Cot ø = 2

Ho’/(gT2) = 3/(9,8 . 6,692) = 0,00684

HWS = 1,5 m

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
126
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

A. Breakwater tetrapod
SPM grafik {ξ} vs {ru/H} gambar 4.46
ξ = tan ø / (H/Lo)1/2
= tan 25,565 / (1,688/70)1/2
= 0,5/0,1544
= 3,238
Ru/H = 0,82 (tetrapod)
Ru = 0,82 . 1,688 = 1,384
E = 1,5 + (0,5) freeboard + 1,384 = 3,384 m ~ 3,5 m
B. Breakwater riprap (Ahrens)
SPM grafik {ξ} vs {ru/H} gambar 4.46
ξ = tan ø / (H/Lo)1/2
= tan 25,565 / (1,688/70)1/2
= 0,5/0,1544
= 3,238
Ru/H = 1,32
Ru = 1,32 . 1,688 = 2,228
E = 1,5 + (0,5) freeboard + 2,228 = 4,228 m ~ 4,3 m
C. Breakwater semi miring impermeabel
SPM grafik {ξ} vs {ru/H} gambar 4.46
ξ = tan ø / (H/Lo)1/2
= tan 25,565 / (1,688/70)1/2
= 0,5/0,1544
= 3,238
Ru/H = 2,25
Ru = 2,25 . 1,688 = 3,798
E = 1,5 + (0,5) freeboard + 3,798 = 5,798 m ~ 5,6 m
D. Breakwater water dolas
SPM grafik {ξ} vs {ru/H} gambar 4.46
ξ = tan ø / (H/Lo)1/2
= tan 25,565 / (1,688/70)1/2
= 0,5/0,1544
= 3,238
Ru/H = 1,09
Ru = 1,09 . 1,688 = 1,83992
E = 1,5 + (0,5) freeboard + 1,83992= 3,8992m ~ 3,9 m

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
127
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

E. Breakwater batu pecah


SPM grafik {ξ} vs {ru/H} gambar 4.46
ξ = tan ø / (H/Lo)1/2
= tan 25,565 / (1,688/70)1/2
= 0,5/0,1544
= 3,238
Ru/H = 1,21
Ru = 1,21 . 1,688 = 2,04248
E = 1,5 + (0,5) freeboard + 2,04248= 4,04248 m ~ 4,1 m

Dari beberapa keterangan diatas dapat disimpulkan :

1. Breakwater tetrapod
E = 3,384 m ~ 3,5 m
2. Breakwater riprap
E = 4,228 m ~ 4,3 m
3. Breakwater semi miring dan impermeable
E = 5,798 m ~ 5,8 m
4. Breakwater water dolas
E = 3,8992 m ~ 3,9 m
5. Breakwater batu pecah
E = 4,01248 m ~ 4,1 m

Berdasarkan hasil perhitungan dari beberapa tipe tersebut ternyata yang


memeliki tinggi optimum terkecil adalah breakwater tetrapod dengan
tinggi elevasi E = 3,5 m

Desain berat batu B/W

Slope b/w = 2

γs = 2,6 ton

Sr = 2,6/1,025 = 2,536

Dengan metode Hudson dicari berat batu

Tetrapod

Kd = 8 (badan)

Kd = 5,5 (kepala)

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
128
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Kepala

h = 15 m, H = 1,688 m

s . H 3
W
Kd ( Sr  1) 3 cot 

2,6 . 1,536 3
  0,1625 t
8(2,536  1) 3 2

W/10 (kepala) = 0,313/10 = 0,0313 t = 31,3 kg

W/10 (badan) = 0,1625/10 = 0,01625 t = 16,25 kg

Desain tebal batu B/W

r=nK {W/γs}1/3

K = 1,04 (tetrapod)

n = 2 lapisan

Untuk lapisan terluar dengan berat W

Kepala

r1 = 2 . 1,04 {0,313/2,6}1/3 = 1,027 m

Badan

r2 = 2 . 1,04 {0,1625/2,6}1/3 = 0,825 m

Untuk lapisan terluar dengan berat W/10

Kepala

r1 = 2 . 1,04 {0,0313/2,6}1/3 = 0,476 m

Badan

r2 = 2 . 1,04 {0,01625/2,6}1/3 = 0,383 m

Desain lebar puncak breakwater

n = 3 lapis

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
129
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Kepala

B=nK {W/γs}1/3

= 3 . 1,04 . {0,313/2,6}1/3 = 1,540 m

Badan

B=nK {W/γs}1/3

= 3 . 1,04 . {0,1625/2,6}1/3 = 1,238 m

Desain lapisan stabil filter

KRR = koefisien = 2,5

Kepala

W50 = {γs (H)3}/{KRR(Sr – 1)3 cot ø}

= {2,6 (1,688)3} / {2,5(2,536 – 1)3 2} = 0,690 t

Badan

W50 = {γs (H)3}/{KRR(Sr – 1)3 cot ø}

= {2,6 (1,536)3} / {2,5(2,536 – 1)3 2} = 0,52 t

Kaki

Ukuran diameter batu

Dt = {(6 W) / (γs H)1/3}

Kepala

Dt = {(6 W) / (γs H)1/3}

= {(6 0,313) / (2,6 . 1,688)1/3} = 0,753 m

Badan

Dt = {(6 W) / (γs H)1/3}

= {(6 0,1625) / (2,6 . 1,536)1/3} = 0,625 m

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
130
Laporan Responsi Pelabuhan Laut

Berat kaki

Wt = (γs H3) / {(Ns) (Sr – 1)3}

d1/ds = 0,7 , maka Ns =250

Kepala

Wt = (γs H3) / {(Ns) (Sr – 1)3}

= (2,6 . 1,6683) / {(250) (2,536 – 1)3} = 0,0133 ton = 13,3 kg

Badan

Wt = (γs H3) / {(Ns) (Sr – 1)3}

= (2,6 . 1,5363) / {(250) (2,536 – 1)3} = 0,0104 ton = 10,4 kg

Tinggi kaki

Et = 0,2 h

Kepala

Et = 0,2 h = 0,2 . 15 = 3 m

Badan

Et = 0,2 h = 0,2 . 10 = 2 m

Lebar kaki

Bt = 2 H = 2 . 1,668 = 3,336 m

Dimensi breakwater
Dimensi Kepala Badan
h 15 m 10 m
ht 12 m 8m
hi 3m 2m
Bt 3,336 m 3,336 m
Dt 0,753 m 0,625 m
r1 1,1 m 0,9 m
r2 0,5 m 0,4 m
E 3,5 m 3,5 m
W 0,313 t 0,1625 t
W/10 31,3 kg 16,25 kg
W/200 4 kg s/d pasir 3 kg s/d pasir
W/50 0,690 t 0,52 t
Wt 13,3 kg 10,4 kg

Jurusan Teknik Sipil


Universitas Gunadarma
131