Anda di halaman 1dari 2

Banjir di Ibukota Indonesia

 Banjir merupakan masalah yang sudah ada di ibukota sejak jaman dahulu.
 Belanda berusaha menanggulangi masalah banjir menggunakan sistem kanal
 Namun, karena kesalahan penghitungan dan perbedaan faktor geografis, sistem kanal yang
diterapkan di Batavia tidak efektif dalam menanggulangi banjir.
 Definisi kanal :
o Menurut Cambridge Dictionary, kanal berarti sebuah jalan air yang panjang, tipis, yang dibuat
untuk jalan kapal / perahu atau untuk mengambil air dari satu daerah ke daerah lain
o Menurut Oxford Dictionary, kanal adalah jalan air buatan yang dibangun untuk lalu lalang kapal
/ perahu di darat atau untuk irigasi.
o Menurut KBBI, kanal berarti saluran, terusan.
 Dikarenakan masalah banjir yang tak kunjung usai di ibukota Batavia, muncullah wacana mengenai
pemindahan ibukota ke daerah lain. Ada beberapa kandidat daerah ibukota, antara lain :
 Palangkaraya
 Bali
 Makasar
 Lombok
 Papua
 Lampung
 Palembang
 Purwokerto
 Baturaden

Keterkaitan materi dengan hipotesis :

Pemindahan ibukota ke daerah baru yang memiliki relief dan kondisi geografis yang berbeda akan
memunculkan tata letak kota yang berbeda dari sebelumnya. Hal ini memungkinkan terjadi pengurangan
probabilitas bagi daerah ibukota baru untuk terkena bencana banjir. Akan tetapi, proses pemindahan
ibukota memiliki resiko yang tinggi, membutuhkan koordinasi, biaya dan waktu yang tidak sedikit serta
jika benar-benar dilakukan, akan menyebabkan kota lama menjadi terbengkalai sehingga memunculkan
masalah baru. Dengan kata lain, pemindahan ibukota bukanlah merupakan solusi yang efektif untuk
mengatasi masalah banjir di ibukota.