Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Didalam kehidupan banyak terdapat makhluk hidup yang diciptakan oleh

allah swt, salah satunya adalah hewan. Secara garis besar, dunia hewan (kingdom

animalia) dibagi menjadi 2, yaitu vertebrata dan invertebrata. Vertebrata adalah

istilah untuk hewan bertulang belakang. Sedangkan invertebrata adalah hewan

yang tidak bertulang belakang. Hewan invertebrate terdiri dari dua golongan,

yaitu protozoa dan metazoa. Kebanyakan ahli biologi menggolongkan protozoa

bersama-sama dengan alga dalam kingdom protista. Sedangkan metazoa

dikelompokkan lagi berdasarkan simetri tubuh dan lapisan tubuhnnya.

Berdasarkan simetri tubuhnya metazoa dibedakan menjadi metazoa yang

memiliki simetri tubuh bilateral dan radial. Sedangkan yang bedasarkan jumah

lapisan tubuh hewan dibagi menjadi diploblastik dan triploblastik. Hewan

diploblastik memiliki dua lapis sel pembentuk tubuh, yaitu lapisan ektoderma dan

lapisan endoderma. Hewan triploblastik memiliki tiga lapisan sel pembentuk

tubuh, yaitu lapisan ektoderma, lapisan mesoderma, dan lapisan endoderma.

Hewan triploblastik dapat dibedakan lagi bedasarkan ada atau tidaknya rongga

tubuh, yaitu aselomata, pseudoselomata, dan selomata.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah yang dapat kita ambil

adalah:

1
1. apa pengertian hewan?

2. Apa saja filum-filum hewan?

3. Apa saja jaringan-jaringan hewan?

C. Tujuan

1. Dapat mengetahui dan memahami apa itu hewan.

2. Dapat mengetahui dan memahami filum-filum hewan.

3. Dapat mengetahui dan memahami jaringan-jaringan hewan.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Hewan

Hewan (animalia) adalah bentuk kehidupan paling beragam di muka bumi.


Sampai saat ini telah diidentifikasi sebanya dua juta spesies hewan.
Ukuran hewan berksar dari hanya 0,05 mm hingga 30 m. tempat hidup
hewan beragam, mulai dari gurun, padang es, hingga dibawah lautan
terdalam. Bahkan ada hewan yang tidak telihat seperti makhluk hidup
sama sekali, seperti karang dan koral yang lebih mirip batu-batuan (D.A.
Pratiwi, Sri Maryati, Srikini, Suharno, Bambang S, 2006:169).

Secara garis besar, dunia hewan (kingdom animalia) dibagi menjadi 2, yaitu

vertebrata dan invertebrata. Vertebrata adalah istilah untuk hewan bertulang

belakang, Sedangkan invertebrata adalah hewan yang tidak bertulang belakang.

Hewan invertebrata terdiri dari dua golongan, yaitu protozoa dan metazoan.

B. Filum-filum Hewan

1. Porifera

Porifera berasal dari kata porus yang berarti lubang kecil dan ferre yang

berarti membawa atau mengandung. Jadi porifera dapat diartikan hewan yang

tubuhnya mengandung lubang-lubang kecil atau hewan berpori-pori. Cirri-ciri

porifera, yaitu tubuh yang berpori-pori mikrokopis, mengalami 2 bentuk

kehidupan (berenang bebas dan hidup menetas).

Klasifikasi porifera :

a. Calcarea, golongan spikula dari zat kapur dan hidup dilaut yang

dangkal. Contoh: sycom sp. Dan clathrina sp.

3
b. Hexactinellida, golongan spikula yang tersusun atas zat kersik dan

hidup dilaut yang dalam. Contoh: pheronema sp. Dan euplectella.

c. Demospongiae, golongan bertulang lunak karna tidak memilki rangka.

Contoh: euspongia sp. Dan spongila sp.

2. Ctenophora

Filum ctenophora dikelompokkan sebagai coelenterata dan sering juga

disebut dengan hewan berongga. Hewan ini memiliki organisasi jaringan

sederhana dengan hanya dua lapis sel, yaitu sel eksternal dan internal. Semua

hewan yang tergolong ctenophora hidup dilaut.tubuh hewan ini lunak, tak

berwarna, mampu menghasilkan cahaya, bagian permukaan luar memiliki delapan

baris silia yang membantunya bergerak dalam air.

3. Cnidaria

nama cnidaria diberikan karena hewan ini memiliki sel-sel knidosit yang

berisi organel-organel sengat. Filum cnidaria mencakup + 10.000 spesies yang

sebagian besar hidup di laut. Cnidaria memiliki dua bentuk tubuh, yaitu polip dan

medusa. Cnidaria dibagi menjadi 3 kelas utama, yaitu hydrozoa, scyphozoa,

anthozoa.

4. Platyhelminthes

Platyhelminthes berasal dari bahasa yunani, yaitu platy yang berarti pipih,

dan helminth yang berarti cacing. Sesuai dengan namanya anggota kelompok

cacing ini memiliki tubuh pipih dorsoventral. Ciri-ciri umum Platyhelminthes

adalah bersifat parasit dan ada jugayang hidup bebas, tidak memiliki system

peredaran darah, dan bernapas dengan seluruh tubuh.

4
Klasifikasi Platyhelminthes

1. Turbellaria (cacing berambut getar)

2. Trematoda (cacing isap)

3. Cestoda (cacing pita)

4. Monogenea

5. Nematoda

Nematoda berasal dari kata nematos yang berarti benang dan oidos yang

artinya bentuk. Cacing ini sering juga disebut cacing gilik. Cirri-ciri nematoda:

Terdapat di darat, di air tawar, dan di laut, dari daerah kutup hingga tropis.

Hidupnya bersifat bebas, dan ada juga yang parasit pada tumbuhan dan hewan.

Tidak memiliki sisten peredaran darah dan jangtung, tetapi ada cairan semacam

darah.bentuk tubuh gilik.

Anggota filum nematoda:

1. Cacing gelang

2. Cacing tambang

3. Cacing kremi

4. Cacing filaria

5. Cacing otot

6. Heterodera radicicola

6. Annelida

Annelida berasal dari kata annullus yang berarti cincin dan oidos yang

artinya bentuk. Bentuk tubuh cacing ini bersegmen-bersegmen seperti gelang

sehingga disebut juga cacing gelang. Ciri-ciri umum annelida: hdup di berbagai

5
tempat, mempunyai rongga tubuh sejati, umumnya bersifat bebas dan ada juga

yang parasit. Annelida dibagi menjadi 3kelas, yaitu: polychaeta, oligochaeta,

hirudinae.

7. mollusca

mollusca berasal dari kata mollis yang berarti lunak. Cirri-ciri mollusca

adalah bertubuh lunak, tidak beruas-ruas, dan tubuhnya ditutupi oleh cangkang.

Cangkang tersebut digunakan untuk melindungi organ-organ dalam perut tetapi

ada pula mollusca yang tidak bercangkang.

Klasisifikasi mollusca:

1. Polyplacophora

2. Scapopoda

3. Gastropoda

4. Cephalopoda

5. pelecypoda

8. Arthropoda

Arthropoda berasal dari kata arthron yang berate ruas dan podas yang

artinya kaki. Hewan ini adalah jenis cacing beludru yang dianggap

setengah cacing dan setengah athropoda. Ciri-ciri umum arthropoda adalah

tubuhnya simetri bilateral, berua-ruas dan mempunyai kerangka luar dari

bahan kitin.

Klasifikasi arthropoda:

1. Crustaceae

6
2. Chelicerata

3. Myriapoda

4. Hexapoda

9. Echinodermata

Echinodermata berasal dari kata echinos yang artinya duri dan derma yang

artinya kulit. Jadi Echinodermata berarti hewan yang kulitnya berduri. Cirri-

ciri umumnya berhabitat di air laut, biasanya menetap, makanannya organism-

organisme yang lebih kecil atau orgnisme yang mati.

Klasifikasi Echinodermata:

1. Asteroideae

2. Ophiuroideae

3. Echinoideae

4. Holothuroideae

5. Crinoideae

10. Chordata

Chordata berasal dari bahasa yunani, yaitu chorde yang artinya

dawai/senar atau tali. Anggota kelompok ini memiliki notokord memanjang

sebagai kerangka sumbu tubuh. Cirri-cirinya adalah tubuhnya simetris

bilateral, memiliki susunan saraf pusat yang berberbentuk pembuluh, beberapa

celah faring, ada yang hidup parasit.

Klasifikasi Chordata:

1. Subfilum urochordata

2. Subfilum vertebrata

7
C. Macam jaringan hewan

Jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang
sama. Cabang biologi yang mengkaji tentang jaringan disebut histologi.
Jaringan yang menyusun tubuh hewan dan manusia, terdiri atas jaringan
embrional dan jaringan dewasa. Jaringan dewasa meliputi jaringan epitel,
jaringan otot, jaringan saraf jaringan penyokong dan jaringan lemak
(Slamet Prawirohartono, Sri Hidayati, 2007:65).
Menurut Theodore Schwann (1810-1882), menyatakan bahwa “ setiap tubuh

hewan tersusun atas sel, sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama akan

menyusun jaringan.”

1. Jaringan embrional

Pada awalnya, hewan multiseluler termasuk manusia berasal dari satu sel,

yaitu sel zigot. Zigot terbentuk dari pembuahanel telur oleh spermatozoa. Zigot

mengalami perkembangan melalui tiga tahap yaitu pembelahan, gastrulasi, dan

organogeni.

Slamet Prawiro dan Sri Hidayati (2007:66) Secara mitosis berulang-ulang

pembelahan zigot menghasilkan jaringan embrional, jadi jaringan embrional

adalah sebuah jaringan yang dihasilkan oleh pembelahan zigot pada fase embrio.

Pada pembelahan zigot ini terbentuk bangun yang seperti buah arbei yan disebut

morulla. Selanjutnya morulla akan membelah membentuk seperti bola,yang

disebut blastula. Blastula tersusun atas ribuan sel dan terdapat rongga di dalamnya

yang disebut blasosol. Ia terus berkembang sehingga terbentuk rongga baru.

Selanjutnya blastosol akan berkembang menjadi gastrula dan pada fase ini dinding

tubuh embrio terbagi menjadi 3 lapisan, yaitu: lapisan dalam, lapisan tengah, dan

lapisan luar.

8
2. Jaringan epitel

Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi atau menutup permukaan tubuh,

organ tubuh, rongga tubuh, atau permukaan saluran tubuh hewan. Fungsi jaringan

epitel :

a) Sebagai pelindung atau proteksi.

b) Sebagai kelenjar, yaitu jaringan yang bertugas menghasilkan getah.

c) Sebagai penerima rangsang atau reseptor.

d) Sebagai pintu gerbang lalu lintas zat.

3. Jaringan otot

Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot. Kemampuan otot untuk menggerakkan

berbagai organ tubuh disebabkan kemampuannya untuk berkontraksi. Jaringan

otot dapat dibedakan menjadi 3:

a) Jaringan otot polos.

Slamet Prawiro dan Sri Hidayati (2007:66) menyatakan bahwa

jaringnan otot yang berstruktur sel seperti kumparan halus, didalam masing-

masing selnya mengandung inti yang berbentuk oval. Pada jaringan ini

terdapat serabut-serabut yang homogen dan jika diamati dibawah mikroskop

akan tampak polos.

Gerakan otot polos tidak sesuai dengan kehendak kita. Fungsi otot

polos adalah memberikan gerakan yang diluar kemauan kita, misalnya

gerakan makanan pada saluran pencernaan, mengatur diameter pembuluh

darah.

b) Jaringan otot lurik.

9
Otot lurik sering disebut otot rangka karena jaringan ini sebagian

besar melekat pada rangka.jaringan ini tersusun atas sel-sel otot yang disebut

fibril.

c) Jaringan otot jantung.

Jaringan otot jantung hanya terdapat pada lapisan tengah dinding

jantung. Sel-selnya berinti satu, jika dilihat dengan mikroskop jaringan ini

seperti otot lurik, yaitu menunjukkan adanya bagian gelap dan terang yang

berselang seling.

4. Jaringan saraf

Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Sel saraf terdiri atas

badan sel yang memiliki banyak cabang. Cabang- cabang inilah yang

menghubungkan sel saraf yang satu dengan yang lainnya, sehingga terbentuk

jaringan saraf. Ada 3 macam sel saraf, yaitu sel saraf motorik, sensorik, dan saraf

penghubung.

Ahli anatomi dan fisiologi swiss Albrecht von Haller (1708-1777) menemukan

perbedaan antara iritabilitas dan sensitivitas. Haller menunjukkan bahwa

iritabilitas merupakan kemampuan untuk berkontraksi ketika di sentuh dan

dimiliki oleh sebagian besar jaringan hidup, sedangkan pada sensitivitas

kontraksinya lebih dikarenakan pengaruh sel saraf.

5. Jaringan penguat

Jaringan penguat sering disebut jaringan penyokong atau jaringan penunjang.

Yang termasuk jaringan penguat adalah jaringan pengikat, jaringan tulang rawan,

10
Jaringan tulang, jaringan darah, dan jaringan limfa. Jaringan ini terdiri dari

jaringan pengikat, jaringan tulang rawan, jaringan tulang, jaringan darah dan

jaringan limfa.

6. Jaringan lemak

Jaringan lemak terdiri atas sel-sel lemak, berbentuk bulat atau polygonal, dan

dinding selnya tipis. Sel-selnya kaya rongga sel yang terisi tetes minyak. Fungsi

jaringan lemak adalah untuk menyimpan lemak, menyimpan cadangan makanan,

serta mencegah dan melindungi hilangnya panas secara berlebihan.

11
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Hewan adalah salah satu makhluk ciptaan allah yang bentuk kehidupan

paling beragam di muka bumi. Sampai saat ini telah diidentifikasi sebanya dua

juta spesies hewan yang ada. Secara garis besar, dunia hewan (kingdom animalia)

dibagi menjadi 2, yaitu vertebrata dan invertebrata. Vertebrata adalah istilah untuk

hewan bertulang belakang. Sedangkan invertebrata adalah hewan yang tidak

bertulang belakang. Karena jenis hewan itu banyak, maka dikelompokkan dalam

beberapa filum, yaitu porifera, cnidaria, ctenophora, platyhelminthes, nematode,

annelida, mollusca, arthropoda, echinodermata, chordata. Serta tediri dari

beberapa jaringan, seperti jaringan embrional, jaringan epitel, jaringan otot,

jaringan saraf, jaringan penguat.

B. Saran

Hingga saat ini banyak tejadi perburuan liar oleh kebanyakan orang yang

tidak berfikir, karena adanya keterkaitan factor ekonomi. Perburuan liar ini

mengakibatkan berkurangnya jenis hewan dan bahkan ada hewan yang terancam

punah, serta ada yang sudah punah. Oleh sebab itu, seharusnya pemerintah dan

masyarakat lebih peduli dan melindungi keanekaragaman hewan untuk kelanjutan

anak cucu kita besok. Serta memberikan sangsi yang besar terhadap orang-orang

yang melakukan perburuan liar.

12
DAFTAR PUSTAKA

Pratiwi D.A., Sri Maryati suharno, dan Bambang S.. 2006. Biologi untuk SMA

kelas X. Erlangga.

Prawirohartono, Slamet. dan Sri Hidayati. 2007. Sains biologi SMA/SMP kelas XI.

jakarta 13220. Bumi Aksara jl. Sawo Raya no. 18.

13