Anda di halaman 1dari 4

Dasar Teori Bakteri

Media adalah suatu substami yang komposisinya terdiri dari nutrisi tertentu yang
diperlukan untuk menumbuhkan dan mempelajari sifat-sifat bakteri. Komposisi nutrisi media
yang komplit mengandung sumber karbon, nitrogen, belerang, fosfat, logam mikro, vitamin,
penyubur, NaCl den air. Kristal violet, brilian green, bile salt, natrium selenit, antibiotik den anti
jamur (fungizon) adalah bahan penghambat/pembunuh bakteri/jamur yang tak dimginkan pada
waktu isolasi yang sering ditambahkan kedalam media Fenol reed, neutral reed, bromthimol blue
adalah zat penunjuk (indikatar) yang sering dipakai diantaranya untuk mempelajari fermentasi
karbohidrat- Lebih dari 90 macam media yang sudah dibuat dapat digolongkan menjadi 6
klasifikasi berdasmkan asal sumber nutrisi, bentuk fisik, komponen kimiawi, perbedaan
pertumbuban bakteri, dapat tidaknya menyeleksi bakteri dan dapat tidaknya menumbuhkan
bakteri (Re, 2000).

Dalam bidang mikrobiologi untuk menumbuhkan dan mempelajari sifat-sifat


mikroorganisme diperlukan suatu media sebagai tempat pertumbuhan mikroorganisme. Media
pertumbuhan harus memenuhi persyaratan nutrisi yang dibutuhkan oleh suatu mikroorganisme
(Atlas, 2004). Nutrisi yang dibutuhkan mikroorganisme untuk pertumbuhannya meliputi karbon,
nitrogen, unsur non logam seperti sulfur dan fosfor, unsur logam seperti Ca, Zn, Na, K, Cu, Mn,
Mg, dan Fe, vitamin, air, dan energi (Cappucino, 2014).

Dalam kondisi nutrisi yang baik waktu yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bakteri
relatif cepat, sebaliknya jika nutrisi yang dibutuhkan tidak melimpah,sel-sel harus menyesuaikan
dengan lingkungan dan pembentukan enzim-enzim untuk mengurai substrat membutuhkan
waktu yang lebih lama (Madigan et al, 2011).

Untuk menemukan mikroba dalam bahan pemeriksaan secara mikrobiologi dilakukan


dengan cara mengisolasi dan mengidentifikasi mikroorganisme dari bahan pemeriksaan. Isolasi
mikroba tersebut dilakukan dengan menggunakan medium biakan. Penggunaan medium untuk
isolasi dan identifikasi ini berkaitan erat dengan salah satu postulat Koch, yaitu mikroorganisme
penyebab infeksi harus dapat diisolasi di laboratorium (Murray dkk, 2007). Untuk mengisolasi
bakteri tertentu memerlukam media yang kompleks atau media yang diperkaya. Hal ini sangat
penting karena menumbuhkan bakteri secara optimal dan dapat pula menunjukkan karakteristik
koloni yang spesifik pada medium biakan tersebut. Menurut American Public Health Association
(APHA) bahwa penambahan darah atau serum ke dalam medium menyebabkan medium kaya
akan nutrisi yang dibutuhkan mikroba, salah satunya adalah menumbuhkan kuman-kuman
pathogen ‘fastidious’ (Neema dkk, 2008).
Media adalah suatu substansi yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang
diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembang biakan jasad renik (mikroorganisme). Media
dapat berbentuk padat, cair dan semi padat (semi solid) . Didalam laboratorium mikrobiologi,
kultur media sangat penting untuk isolasi, pengujian sifat-sifat phisis dan biokhemis bakteria
serta untuk diagnosa suatu penyakit . Zat makanan yang dibutuhkan bakteri pada umumnya
sangat bervariasi, dapat berbentuk senyawa-senyawa organik sederhana atau senyawa-senyawa
organik komplek (majemuk). Pepton adalah sebagai sumber/persediaan nitrogen bagi
pertumbuhan bakteri, mudah larut dalam air, tidak rusak/menggumpal pada suhu tinggi dan juga
berfungsi sebagai buffer (penyangga) . Pepton dapat dibuat dengan pengasaman atau hidrolisa
dengan enzym dari protein hewani atau protein nabati, seperti : otot, hati, darah, susu, kasein,
laktalbumin, gelatin dan kacang kedelai (Cowan, 1975) . Selain mengandung zat makanan,
media harus mengandung NaCL untuk menaikan tekanan osmose media . Tekanan ini sangat
penting bagi keseimbangan fisikokhemis suatu sel bakteri yang tumbuh dalam media tersebut .
Media Selektif memungkinkan beberapa jenis organisme untuk tumbuh, dan menghambat
pertumbuhan organisme lain. Selektivitas dicapai dengan beberapa cara. Sebagai contoh,
organisme yang memanfaatkan gula sebagai satu-satunya sumber karbon dapat dipisahkan
dengan menambahkan gula dalam medium.
Media Diferensial digunakan untuk membedakan organisme atau kelompok organisme
yang terkait erat. Karena adanya zat pewarna atau bahan kimia tertentu di media, organisme akan
menghasilkan perubahan karakteristik atau pola pertumbuhan yang digunakan untuk identifikasi
atau diferensiasi.
Media yang sering digunakan dalam pertumbuhan bakteri antara lain : Blood Agar, Mac
Conkey Agar, Briliant Methilene Blue Agar, Brilliant Green Agar, Trypte Say Agar, Nutrien
Agar, Salmonella Shigella Agar, Cooked Meat Medium, Triptose Agar dan Bismuth Sulfite Agar
(Re, 2000).

Kondisi Fisik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri


Kondisi Fisik Tipe Bakteri Kondisi Biakan/Inkubasi
Suhu - Psikrofil 0o-30o c
- Mesofil 25-47oc
- Termofil-obligat dan 45-75oc
Fakultatif 25-55oc

Oksigen - Aerob O2 bebas mutlak perlu


- Anaerob Mati bila ada O2
- Fakultatif anaerob Tumbuh baik ada O2/tidak
- mikroaerofilik Tumbuh baik dengan sedikit
O2 bebas
Veteriner, B. P. (1999). TEKNIK PEMBUATAN KULTUR MEDIA BAKTERI.

Rahayu, T. (2015). Media Alternatif untuk Pertumbuhan Bakteri Menggunakan Sumber


Karbohidrat yang Berbeda Alternative Media FOR Bacterial Growth Using a different
Source of Carbohidrats.

Re, J. L. (2000). KULTUR MEDIA BAKTERI.