Anda di halaman 1dari 1

STUDI REKLAMASI LAHAN BEKAS PENAMBANGAN

BATUGAMPING PT. SUGIH ALAMANUGROHO


GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA

Ringkasan
Penambangan batugamping yang dilakukan P.T.Sugih AlamAnugroho(PT. SAA)
terletak di Desa Bedoyo Kec.Ponjong.Kab.Gunung Kidul .D.I. Yogjakarta.
Kegiatan penambangan yang telah dilakukan meliputi : pekerjaan pemberaian
(pembongkaran), serta pemuatan dan pengangkutan. Semua Kegiatan ini akan
menimbulkan dampak positif maupun negatif yang merugikan terhadap kondisi daerah
setempat. Untuk mencegah dampak negatif lebih lanjut, setelah penambangan maka
dilakukan upaya penataan dan reklamasi secara terencana sedini mungkin.
Berdasarkan kondisi lahan bekas penambangan yang ada dan disesuaikan dengan
tata ruang daerah dan kebutuhan perusahaan, maka penataan lahan bekas penambangan
diperuntukan sebagai lahan pertanian (persawahan) dan perkebunan. Untuk menunjang
penataan lahan tersebut, maka kondisi lahan harus harus diperbaiki terlebih dahulu yaitu
dengan penataan lereng, meratakan kembali timbunan lapisan tanah penutup, melakukan
penanaman kembali (revegetasi) dengan tumbuhan kemiri, kemudian dilanjutkan dengan
penanaman tumbuhan pendamping lainnya.
Permasalahan yang timbul pada lahan bekas penambangan Gunung Kidul adalah
lahan bekas penambangan batugamping tersebut akan dijadikan perkebunan kemiri guna
menganti tanaman sengon dan jati hal ini karena daunnya Sengon dan Jati menganggu
daerah penimbunan batugamping dan bagian pengolahan. Disamping itu juga lapisan
tanah pucuk dan tanh penutup tipis dan penyebaran tidak merata. Serta banyak lahan
bekas penambangan belum tertata baik.
Untuk memperlancar kegiatan reklamasi maka segala kendala yang mungkin
timbul pihak perusahaan harus menyiapkan, cara pengupasan dan penimbunan lapisan
tanah penutup, tenaga ahli dibidang reklamasi serta sarana penunjang dibidang pertanian
seperti persemaian bibit, tenaga ahli dibidang pertanian dan alat-alat pertanian.
Penataan lahan bekas penambangan meliputi penataan jenjang dengan
memperkecil lereng yang curam dari 35m menjadi 8m , penimbunan lahan bekas
penambanagan. Serta usaha pencegahan kelongsoran pada timbunan. Pencegahan dan
penanggulangan erosi dapat dilakukan dengan pembuatan saluran pembuangan air dan
menutup tanah dengan tanaman (vegetasi) untuk melindungi penghancuran dari butir-
butir air hujan serta meningkatkan kekasaran permukaan tanah untuk mengurangi
kecepatan air limpasan. Kurangnya unsur bahan organik tanah dapat ditingkatkan dengan
memberi pupuk kandang dan mulsa. Kekurangan unsur hara P dapat diberi pupuk TSP
dan KCL buat kekurangan unsur K pada tanah.