Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM BIOMEDIK III

PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI

Dosen Pembimbing:

Nur Antriana, M.Si

Nama Kelompok II :

Isma Ambarwati

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

2016/2017
BAB 1

PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI

A. PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI

B. TUJUAN PRAKTIKUM
Adapun tujuan di lakukan praktikum ini adalah:

1. Untuk mengetahui penggolongan, struktur morfologi dari cendawan


2. Mengetahui klasifikasi jamur
3. Mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur
4. Mengetahui iri-ciri jamur
BAB II

LANDASAN TEORI

A. LANDASAN TEORI
Cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jamur( fungi )
yang laim di sebut cendawan adalah mikrobiologi, Penampilan fungi atau
cendawan tidak asing lagi bagi kita semua kita telah melihat pertumbuhan
berwarna biru, dan hijau pada buah jeruk dan keju pertumbuhan berwarna
putih seperti bulu pada roti dan selai basi, jamur di lapangan dan di hutan.
Kesemua ini merupakan tumbuh berbagai cendawan, jadi cendawan
mempunyai berbagai macam penampilan, bergantung pada spesiesnya. Telah
mengenai cendawan disebut mikologi. Cendawan terdiri dari kapang dan
khamir, kapang bersifat flamentous sedangkan khamir biasanya uniseluler(
pelczar,2008 ).
Fungi atau cendawan adalah organisme heterotrofik, mereka
memerlukan senyawa organic untuk nutrisinya. Bila mereka hidup dari benda
organic mati dan terlarut mereka di sebut saprofit. Saprofit menghancurkan
sisa sisa tumbuhan dan hewan yang kompleks menguraikan menjadi zat zat
kimia yang lebih sederhana yang kemudian dikembalikan lagi kedalam tanah
dan selanjutnya meningkatkan kesuburannya. Jadi mereka dapat sangat
menguntungkan bagi manusia, sebaliknya mereka juga dapat merugikan kita
bilamana mereka membusukkan kayu, makanan, dan bahan bahan lain.
Cendawan saprofit juga penting dalam fermentasi industry.
Jamur adalah sekelompok organisme eukariota, dan di masukkan
kelompok ini karena sel selnya sudah memiliki membrane inti, adapun ciri-
ciri jamur yaitu selnya eukariotik,bentuk tubuhnya ada uniseluler dan
multiseluler. Tidak memiliki klorofil cara hidupnya adalah sebagai tumbuhan
heterotrof, memiliki dinding sel yang disebut kitin dan dapat bereproduksi
secara seksual dan aseksual.
Klasifikasi jamur umumnya bersel banyak( multiseluler ) bersifat
eukariotik( memiliki membrane inti sel ) tidak memiliki klorofil sehingga
betrsifat heterotrof( tidak mampu membuat makanan sendiri ) ada yang
bersifat parasit ada yang bersifat saprofit dan ada yang bersimbosis(
mutualisme ) membentuk lichens.
Dinding sel dari bahan selulose dan ada yang dari bahan kitin, tubuh
terdiri dari benang-benang halus yang disebut hifa. Struktur hifa yang
bercabang membentuk suatu anyaman yang disebut dengan miselium, yang
berfungsi menyerap zat organic pada substrat/medium. Bagian yang terletak
antar kumpulan hifa dinamakan stolon, jamur yang bersifat parasit memiliki
houstorium, yaitu hifa khusus yang langsung menyerap makanan pada sel
inangnya.
Reproduksi ada secara vegetative atau aseksual yang ada secara
generative atau seksual. Secara vegetative dan spora tunas, konidia, maupun
fragmentasi. Secara generative dengan konjugasi membentuk
zygospora,askospora,dan basidiospora. Memiliki keturunan diploid yang
tingkat ( berumur pendek ). Habitat ditempat lembab, mengandung zat
organic, sedikit asam, dan kurang cahaya matahari.
Jamur merupakan organisme eukariotik jamur ada yang tergolong
mikrobia contohnya adalah khamir dan jamur banang atau molds, khamir
adalah jamur yang tumbuh dalam bentuk uniseluler dan biasanya
memperbanyak diri dengan cara tunas. Jamur ini tersebar di alam. Janur
benang atau molds adalah jamur yang berfilamen yang bersifat parasit dan
berkembang biak dengan cara spora seksual dan aseksual. Merupakn suatu
kelompok heterogenis yang besar dari suatu tumbuhan seperti organism yang
membentuk subsidi thallopyta contoh molds adalah rizopus sp, penicilium sp,
aspergilus sp, dan monilia sp.
Salah satu mahluk hidup yang memiliki daya reproduksi tinggi adalah
fungi, fungi merupakan kelompok mikroba eukariotik heterotrofik yang
tersebar luas di alam dan bersifat saprofit. Jamur dibagi menjadi empat divisi
yaitu:

1. Zygomycota
Di kenal sebagai jamur zigospora( bentuk spora berdinding tebal )
a) Ciri-ciri zygomycota
 Hifa tidak bersekat koenositik atau mempunyai beberapa inti
 Dinding sel tersusun dari kitin
 Reproduksi seksual dan aseksual
 Hifa berfungsi untuk menyerapa makanan yang di sebut ryzoid

Contoh:
 Rhizophus stolonifer, tumbuh pada roti
 Rhizopus oligosporus, tumbuh pada tempe

b) Reproduksi zygomycota
a) Aseksual
Ujung hifa membentuk gelembung sporangium yang
menghasilkan spora. Bila spora jatuh di tempat yang cocok
akan tumbuh menjadi hifa baru. Tubuh jamur terdiri dari
rhizoid, sporangiofor dengan sporangiumnya, dan stolon.
Sporangium menghasilkan spora baru.
b) Seksual
Dua ujung hifa berbeda yaitu hifa – dan hifa +
bersentuhan. Kedua ujung hifa mengelembung membentuk
gametangium yang terdapat banyak inti haploid. Inti haploid
gametangium melebur membentuk zygospora diploid.
Zygospora berkecambah tumbuh menjadi sporangium, di
dalam sporangium terjadi meiosis dan menghasilkan spora
haploid, spora haploid keluar,jika jatuh di tempat cocok akan
tumbuh mejadi hifa.

2. Ascomycota
a) Cirri-ciri ascomycota
 Hifa bersekat dan tiap sel biasanya berinti Satu
 Bersel satu atau bersel banyak
 Ada yang bersifat parasit saprofit dan ada yang bersimbosis
dengan ganggang hijau dan ganggang hijau membentuk
lumut kerak
 Mempunyai alat pembentuk spora yang disebuat askus yaitu
satu sel yang berupa gelembung atau tabung tempat
terbentuknya askospora , askospora merupakan hasil dari
reproduksi generative
 Dinding sel dari zat kitin
 Reproduksi seksual dan aseksual
b) Contoh
 Sacharamycess cereviceae atau ragi untuk pembuatan roti
sehingga roti dapat mengembang
 Penisilium
 Aspergilus
 Candida albicans bersifat parasit menyebabkan penyakit pada
vagina
3. Basidiomycota
Sering kali di kenal dengan jamur gada karena memiliki organ
penghasil spora berbentuk gada
a) Ciri-ciri basydiomycota
 Hifanya bersekat mengandung inti haploid
 Mempunyai tubuh bulat yang berbentuk seperti payung yang
terdiri dari bagian batang dan tudung
 Ada yang bersifat parasit saprofit dan ada yang bersimbiosis
dengan ganggang hijau dan ganggang biru membentuk kerak
lumut
 Reproduksi secara seksual dan aseksual

b) Contoh
 Auricularia polytricha ( jamur kuping )
 Pleurotus sp atau jamur tiram
 Ustylago maydis atau parasit pada tanaman jagung
 Ganoderma aplanatum atau jamur kayu
4. Deuteromycota
Sering dikenal sebagai fungi imperfecti atau jamur yang tak
sebenarnya karena belum di ketahui perkembang biakannya secara
seksual.
a) Cirri-ciri deuteromycota
 Hifa bersekat tubuh berukuran mikroskopis
 Bersifat parasit pada ternak
 Reproduksi aseksual dengan konidiun, seksual belum diketahui
 Banyak yang bersifat merusak atau menyebabkan penyakit
pada hewan ternak, manusia dan tanaman budidaya

b) Contoh
 Epidermophyton floocomus menyebabkan kutu air
 Epidermophyton microsporum menyebabkan penyakit kurap
 Melazasia fur fur penyebab panu
 Altenaria sp hidup pada tanaman kentang
 Fusarium hidup pada tanaman tomat
 Trychopyton tonsurans menyebabkan ketombe di kepala
BAB III
METODE PRAKTIKUM

A. WAKTU DAN TEMPAT

Adapun waktu pelaksanaan praktek yaitu:

Hari/ tanggal : senin, 22 Mei 2017

Waktu : 14:00 selesai

Tempat : laboratorium Mikrobiologi STIKES Harapan Ibu Jambi

B. ALAT DAN BAHAN


a. Alat
 Gelas objek
 Cover glass
 Mikroskop
 Tusuk gisi
 Cawan petri
 Bunsen
 Pinset
 Pisau steril
 Korek api
 Oce
 Plastic wrap
 Spidol
b. Bahan
 Media agar
 Roti berjamur
 Vaseline

C. CARA KERJA
1. Siapkan alat dan bahan
2. Bersihkan box inokulasi dengan menyemprotkan alcohol
3. Ambil media agar lalu potong berbentuk segi empat dengan hati hati
4. Setelah di potong media agar, letakkan media ke cawan petri di kaca
preparat
5. Panaskan oce lalu ambil jamur pada roti secukupnya dengan
menggunakan oce letakkan pada agar
6. Ambil kaca preparat oleskan dengan Vaseline di sisi kanan kiri dan
atas
7. Lalu letakkan di atas kaca preparat tetapi posisinya agak di tegakkan
8. Tutup cawan petri, kemudian wraiping
9. Masukkan ke dalam incubator selama 24 jam
10. Amati jamur di bawah mikroskop
BAB IV
HASIL PRAKTIKUM

1. HASIL DAN PEMBAHASAN

a) Hasil

b) Pembahasan
Berdasarkan pengamatan pemeriksaan mikrobiologi pada roti di
bawah mokroskop tidak di temukan adanya sporangium,sporangiospora,
kowmella, sporongiophor, rhizoid, yang hanya di temukan hanya stolen.
Dan ketika diamati ternyata warna yang terdapat dalam jamur roti yaitu
ke abu abuan. Jamur roti masuk kedalam kelas eurotymices, ordo
eurotiales, filum trichocomaceae, dan masuk kedalam spesies
penicilium requeforti
Ada beberapa klasifikasi jamur yaitu:
1. Acrasiomycetes
Jamur ini merupakan kelompok jamur lendir selular, yang hidup
bebas di dalam tanah. Biasanya di isolasi dari tanah humus bentuk
vegetatifnya berupa sel berinti satu yang amoeboid. Seperti protozoa
uniselular atau merupakan amoeba haploid, dan disebut juga
pseudoplasmodium. Cirri-ciri sel jamur ini adalah dapat bergerak di
atas media padat , makan dengan cara fagositosis misalnya dengan
memakan bakteri

2. Mycomycetes
Jamur ini merupakan jamur lendir sejati, dapat di temukan pada
kayu terombak, guguran daun, kulit kayu dan kayu. Bentuk
vegetatifnya disebut plasmodium. Cara makan dengan cara fagositosis
perkembangan jamur ini dimulai dari sel vegetative haploid hasil
perkecambahan spora. Sel tersebut setelah menggandakan diri akan
mengadakan plsmogami dan kariogami yang menghasilkan sel
haploid.
Sel haploid yang berkembang menjadi plasmodium yang selnya
multinukleat tetapi uniselular, selanjutnya membentuk badan buah
yang berbentuk sporangium. Sporangium tersebut menghasilkan spora
haploid. Contoh jamur ini adalah lycogala fulgo septica.

3. Phychomycetes
Merupakan jamur benang yang mempunyai hifa tidak bersepta,
sel vegetative, multinukleat atau thalus soenositik. Secara vegetative
dapat memperbanyak diri dengan potongan hifa dan menghasilkan
spora aseksual dan sporangium. Perkembangbiakan secara generative
dengan membentuk spora seksual, berdasarkan cara pembentukanya
spora dibagi dua macam:
a. Oospora, hasil peleburan antara gamet gamet yang tidak sama
besarnya.
b. Zygospora, hasil peleburan gamet yang sama besarnya.

4. Ascomycetes
Cirri jamur ini mempunyai hifa bersepta dan dapat membentuk
konodiofor secara vegetative dapat berkembangbiak dengan potongan
hifa pada beberapa jenis dapat menghasilkan konidia secara aseksual.
Fase konidi jamur ini disebut juga fase imperfect.

Dan berdasarkan bentuknya dapat di bedakan dua macam askus


 Cleistothecium, bentunya bulat, kasar dan tidak mempunyai
lobang untuk jalan keluar masuknya spora
 Apothecium, bentuk seperti cawan dan mangkuk bagian
permukaan terdiri atas himenium yang mengandung askus
dalam laisan palisade
BAB V

KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum yang telah di lakukan maka dapat di tarik kesimpulan sebagai
berikut :

1. Cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jamur( fungi )


yang laim di sebut cendawan adalah mikrobiologi
2. Factor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur yaitu kelembapan,ph,
suhu,senyawa kimia,substrat, dan intensitas cahaya
3. Ciri-ciri jamur ialah selnya eukariotik, bentuk tubuhnya ada yang
uniseluler dan multiseluler tidak memiliki seluler bersifat heterotrof
dan bereproduksi secara seksual dan aseksual
4. Jamur dibagi menjadi empat divisi yaitu zygomycota, ascomycota,
basidiomycota dan deuteromycota
DAFTAR PUSTAKA

 DWIDJOSEPUTRO,D 2005 dasar dasar mikrobiologi Jakarta Djambatan


 Gandjar, Indrawati 1999 pengenalan kapang topic umum Jakarta
 Waluyo, Lud 2005 Mikrobiologi Umum Malang : UMM Press Anonim
 Penuntun praktikum biomedik II