Anda di halaman 1dari 92

Nursing managemen

Congestive Heart Failure


(CHF)
Ns. Turiman, S.Kep
Divisi Diklat PP. HIPERCCI
Disampaikan pada Simposium Nasional PP.HIPERCCI ke 19
29 April 2017 di Hotel Ciputra Jakarta
Objektif
1. Prevalensi pasien CHF
2. Anatomy Fisiologi
3. Patofisiology
4. Pemeriksaan Fisik
5. Diagnosa Keperawatan
6. Intervensi
7. Evaluasi
8. Rehabilitasi pasien CHF
Definisi
Congestif Heart Failure (CHF) adalah keadaan
abnormal dimana terdapat gangguan fungsi
jantung yang mengakibatkan ketidakmampuan
jantung dalam memompa darah keluar untuk
memenuhi kebutuhan metabolik tubuh,waktu
istirahat maupun aktivitas normal(Arita Murwani,
2008).
Gagal jantung sering disebut gagal jantung
kongestif, adalah ketidakmampuan jantung untuk
memompa darah yang adekuat untuk memenuhi
kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi.
(Brunner & Suddarth, 2002).
• Gagal jantung adalah keadaan
patologik dimana jantung sebagai
pompa tidak mampu memenuhi
kebutuhan darah untuk
metabolisme jaringan. (Sylvia. A.
Price, 1994).
• Gagal jantung adalah keadaan
fisiologik klinik dimana jantung
tidak mampu mencukupi
kebutuhan darah untuk
metabolisme secara bertahap dan
progresif.(Joyce. M. Black,1997).
Demographics
• 5 million people in US
• Most rapidly increasing form of CV disease
• AHA estimates 450,000 new cases/year
• Increases with age 1 in every 100 adults
• Most common DX in hospitalized adults > 65
• Incidence equal in men and women
• American HeartAssociation (AHA)
tahun 2004 melaporkan 5,2 juta
penduduk Amerika Serikat
menderita gagal jantung.
Asuransi kesehatan Medicare USA paling
banyak mengeluarkan biaya untuk
diagnosis dan pengobatan gagal
jantung. .
Penelitian Framingham menunjukkan
mortalitas 5 tahun sebesar 62% pada
pria dan 42% wanita.
(http://ceriwis.us/showthread.php)
• Di Indonesia, data dari Departemen
Kesehatan tahun 2008 menunjukan
pasien yang diopname dengan
diagnosis gagal jantung mencapai
14.449 orang.
(http://ervinariaulyimaligy.wordpress.com/)

• Data yang diperoleh dari rekam medik


Rumah Sakit Haji Jakarta diperoleh
data prevalensi penderita CHF pada
tahun 2016 sebanyak 162 orang.
Congestive Heart Failure
Risk Factors

• Diabetes Mellitus, cigarette smoking,


obesity, high serum cholesterol
• Major contributing factor
• HYPERTENSION
PRECIPITATING CAUSES OF
HEART FAILURE:
 Infection
 Anemia
 Thyrotoxicosis & pregnancy
 Arrythmias
 Rheumatic, viral & other forms of myocarditis
 Infective endocarditis
 Systemic hypertension
 Myocardial infarction
 Physical, dietary, fluid, environmental & emotional
excesses
 Pulmonary embolism
(Joyce. M. Black,1997).
PENYEBAB GAGAL JANTUNG

Terjadinya gagal jantung dapat disebabkan oleh


berbagai hal. Secara umum dapat
dikelompokan sebagai berikut
• Kegagalan miokard ( disfungsi miokard)
• Gangguan mekanis
• Peningkatan kebutuhan metabolik
( demand overload )
• Gangguan irama jantung
1. Kegagalan Miokard

Kegagalan miokard ialah ketidak


mapuan miokard untuk berkontraksi
dengan sempurna sehingga
menyebabkan isi sekuncup ( stroke
volume ) dan curah jantung ( cardiac
output ) menurun.
Penyebab kegagalan miokard
antara lain :

• Primer
• Kardiomiopati
• Gangguan neuromuskuler
• Miokarditis
• Metabolik ( DM )
• Keracunan
• Sekunder
• Infark miokard
• Inflamasi
• Penyakit infiltratif
( restrictive cardiomiophaty )
• Penyakit Sistemik
• PPOK
• Obat-obatan yang mendepresi moikard
2. Gangguan Mekanis

• Beban tekanan berlebihan yang berlebihan


yang dihadapi ventrikel diluar
kemampuan ventrikel menyebabkan
hambatan pengosongan ventrikel
sehingga menurunkan isi sekuncup.
Beberapa keadaan yang
menyebabkan adalah :

• Peningkatan beban tekanan


• Aorta stenosis
• Hipertensi
• Koartasio aorta
• Peningkatan beban volume
• Regurgitasi katup ( MI,AI )
• Pirau ( ASD VSD )
• Hambatan pengisian ventrikel
Stenosis mitral atau trikuspid

• Kontriksi pericard,tamponade
• Retriksi endokardial atau miokardial
• Aneurisma ventrikuler
3.Kebutuhan metabolik yang
meningkat
• Kebutuhan metabolik tubuh yang meningkat
akan merangsang jantung bekerja lebih keras
untuk menambah sirkulasi . Bila beban
kebutuhan metabolik tersebut tetap
meningkat melebihi daya kerja jantung ,maka
akan terjadi keadaan gagal jantung
walaupun curah jantung sudah cukup tinggi
tetapi tidak mampu untuk memenuhi
kebutuhan sirkulasi tubuh. Kegagalan ini
disebut high uotput failure.
• Contoh yang menyebabkan
meningkatnya kebutuhan metabolisme
tubuh ialah:
Anemia
Tirotoksikosis
Demam
Gangguan irama jantung

• Ventrikel standstill
• Ventrikel fibrilasi
• Takhikardia atau baradikardia yang ekstrim
• Gangguan konduksi
Patofisiology
Curah jantung

Stroke volume X HR
CURAH JANTUNG

Stroke volume X Denyut nadi

Pre load
After load
Kontraktilitas
HUKUM STRALING

Pada suatu keadaan dimana fungsi


ventrikel normal,maka bila terjadi
peningkatan beban awal,akan terjadi
peningkatan isi sekuncup
Akan tetapi pada keadaan dimana fungsi
ventrikel memburuk,maka ventrikel tidak
mampu untuk memompakan darah
seperti pada keadaan normal.
MEKANISME
KOMPENSASI
 Sistem saraf simpatis
Peningkatan frekuensi denyut jantung
Peningkatan kontraktilitas
 Dilatasi
 Hipertropi
 Neurohomoral
Renin-Angiotensin-Aldosteron
Curah jantung

SSP RAA ADH

Kontraktilitas HR Vasokonstriksi
Sirk Darah

TD

CURAH JANTUNG
Manifestasi Klinis

• Dispnoe. Sesak nafas merupakan


gejala awal dan umum terjadi pada
gagal jantung. Sesak timbul sebagai
akibat dari terjadinya bendungan di
jaringan vena-vena di paru yang
menurunkan elastisitas dan ruang-
ruang udara paru-paru.Gejala sesak ini
akan semakin hebat apabila terdapat
perkembangan edema paru.
• Orthopnoe. Sesak napas yang timbul
pada saat berbaring dan akan
berkurang bila duduk. Posisi duduk
dapat mengurangi sesak karena terjadi
pengurangan kongesti kongesti paru
dan meningkatkan kapaitas ventilasi
paru.
• Paroxysmal Nocturnal Dispnoe ( PND ).
Sesak yang timbul tiba – tiba pada malam
hari saat penderita tertidur disertai
dengan batuk,respiratori distress dan rasa
cemas yang hebat.Episode timbulnya
PND ini menggambarkan adanya
dekompensasi ventrikel kiri sebagai akibat
dari timbulnya kongesti paru yang akut.
Tanda-tanda Fisik.
• Rales
• Bunyi jantung tambahan
• Impuls Apikal
• Takikardia
• Keringat dingin
• Cepat cape
Diagnosis Gagal Jantung.
Kriteria Utama
• Ortpnoe
• PND
• Kardiomegali
• Gallop
• Peningkatan JVP
• Refleks hepatojugular
Kriteria tambahan

• Edema pergelangan kaki


• Batuk pada malam hari
• Dispnoe on effort ( DOE )
• Hepatomegali
• Efusi pleura
• Takhikardia
• Diagnosis ditegakan atas dasar adanya
dua kriteria utama , atau satu kriteria utama
disertai dengan dua kriteria tambahan .
Klasifikasi gagal jantung.

• Gagal jantung menurut New York Heart Association


terbagi atas empat kelas, yaitu :

• Fungsional Kelas I : Timbul gejala sesak pada aktivitas


fisik berat
• Fungsional Kelas II : Timbul gejala sesak pada aktivitas
sedang
• Fungsional Kelas III : Timbul gejala sesak pada aktivitas
ringan
• Fungsional Kelas IV : Timbul gejala sesak pada
aktivitas sangat ringan atau istirahat.
Congestive Heart Failure
Hipotesis Backward Failure
Ventrikel gagal untuk memompa darah
maka darah akan terbendung dan tekanan
diatrium sisa vena-vena dibelakangnya
akan naik.
Hipotesis Forward Failure

Akibat berkurangnya aliran darah


(Cardiac Output) di sistem arterial,
sehingga terjadi pengurangan perfusi
pada organ-organ vital dengan segala
akibatnya.
Patofisiologi
SIGNS AND SYMPTOMS OF HF

Right heart failure Left heart failure

Pulmonary
Congestion of peripheral Cardiac output
congestion
tissues

Liver congestion  Activity Impaired gas Pulmonary


Edema and
impaired liver
ascites intolerance exchange edema
function

GI tract Impaired Dyspnea 


congestion digestion cyanosis

Cough (w/
Anorexia, Weight loss, frothy sputum)
cachexia orthopnea
Manifestasi Klinik Gagal Jantung
Kanan
a. Curah jantung rendah
• Kelemahan
• Letarghi
• Sulit konsentrasi
• Kaki terasa berat
• Peningkatan berat
badan
b. Distensi Vena Jugularis
c. Edema
d. Hepatomegali
e. Hiperresonan pada perkusi
f. Penurunan bunyi nafas
g. Nokturia
h. Anoreksia dan mual
Congestive Heart Failure
HemodynamicAssessment
Manifestasi Klinik Gagal Jantung Kiri
a. Kongesti Vaskuler Pulmonal
• Dispnoe
• Orthopnoe
• Dispnoe Nokturnal Paroksimal
• Batuk
• Edema Pulmonal Akut
b. Penurunan Curah Jantung
• Mengeluh lemah
• Mudah lelah
• Apatis
• Letargi
• Sulit Konsentrasi
• Defisit memori
• Penurunan toleransi latihan
c. Bunyi Jantung dan Creckles
S3 (gallop ventrikel) & S4 (gallop atrium)
Creckles paru (ronchi basah halus)
d. Disritmia
e. Suara nafas mengi
f. Peningkatan berat badan
g. Pernafasan Cheyne stokes
PERBANDINGAN GEJALA
• GAGAL JANTUNG • GAGAL JANTUNG
KIRI KANAN
Dispnoe on effort Edema
OrthopnoePND Hepatomegali
Lekas cape Ascites
Batuk Distensi vena Jugularis
Akral dingin
Oliguria
ACUTE VS CHRONIC HF
Tiga faktor utama

1. Kecepatan timbulnya ( onset )


2. Ada tidaknya mekanisme kompensasi
3. Ada tidaknya akumulasi cairan di
ruang interstitial.
Gagal Jantung Akut :

• Onset cepat dari gejala dan tanda, sekunder


akibat abnormalitas fungsi jantung
• Dapat dengan atau tanpa penyakit jantung
sebelumnya
• Disfungsi jantung dapat berupa disfungsi
sistolik ataupun diastolik, abnormalitas irama
jantung atau akibat ketidakseimbangan
preload – afterload
Congestive Heart Failure
Complications

• Pleural effusion
• Dysrhythmias
• Left ventricular thrombus
• Hepatomegaly – impaired liver
function
• Acute Pulmonary Edema
PULMONARY EDEMA
Rapid fluid accumulation in lung
spaces that has leaked from engorged
pulmonary capillaries

Etiology – most common cause is


sudden deterioration of LV function

57
CHF/ Pulmonary Edema
Congestive Heart Failure
Pulmonary Edema
Cardiogenic Shock
Significant reduction in SV & CO causes drop
in pressure & poor tissue perfusion a/r/o LV MI
• Clinical signs:
•  BP,  pulse,  peripheral pulses
• confusion/ agitation (cerebral hypoxia)
• cold/ clammy skin
•  urine output
• Resp distress
• Chest pain

62
Congestive Heart Failure
Nursing Process

• Assess: Hemodynamic status – VS, PO, CVP,


PAP, PAWP, response to medication
cardiac rhythm, LOC, energy level; labs

• Nsg Action: Administer medications, oxygen,


supportive treatment, community referral &
home preparation

• Pt/Family Education: Lifestyle modification,


Medication
Nursing Assessments
• O2 Saturation • Daily weights
• Vital Signs • Changes in LOC
• Heart Rhythm • I&O
• Lung Sounds • Coping ability of pt
• Level of dyspnea and family
• Serum Electrolytes • Signs of drug
toxicity

64
Pemeriksaan fisik
• Mata : konjungtiva dan sklera
• Leher : JVP dan bising arteri karotis
• Paru : Bentuk dada, pergerakan
dada,asimetris dada
• Pernafasan :frekuensi,irama dan jenis
suara nafas,suara tambahan ; ronkhi.
weezing atau krepitasi
• Jantung :
Tekanan darah,nadi ; frekuensi,irama
dan isi, apeksjantung, suara tambahan :
S 3 dan S 4 ( gallop ),bising jantung
(thrill )
• Abdomen : Ascites,hepatomegali,bising
usus
• Ekstremitas : Temperatur,kelembaban
edema,sianosis
Pemeriksaan penunjang

• Laboratorium
• EKG
• Echocardiografi
• Rontgen
• Kateterisasi
Types of Rhythms Associated with
CHF
Congestive Heart Failure
Congestive Heart Failure
Arterial Monitoring
Congestive Heart Failure
Central Venous Pressure
Congestive Heart Failure
Hemodynamic Monitoring
Swan Ganz Catheter
MASALAH
KEPERAWATAN
• Penurunan cardiac out put
• Intoleransi aktivitas
• Gangguan keseimbangan cairan
• Gangguan pertukaran gas
• Integrasi kulit
Congestive Heart Failure
Nursing Diagnoses
• Activity intolerance r/t fatigue secondary
to cardiac insufficiency
• Excess fluid volume r/t cardiac failure
• Disturbed sleep pattern r/t nocturnal
dyspnea
• Impaired gas exchange r/t increased
preload and afterload
• Anxiety r/t dyspnea / fear of death
• Knowledge deficit r/t disease process
INTERVENSI
KEPERAWATAN
• Tingkatkan istirahat
• Tingkatkan perfusi jaringan
• Atasi kecemasan
• Cegah timbulnya komplikasi
• Awasi tanda-tanda vital dengan ketat
• Tempatkan pasien di ruangan intensive
• Siapkan klien untuk CABG
NURSING
INTERVENTIONS
DIURETIC THERAPY- give early in day
• Monitor WT.
• Assess for edema
• Strict I&O
• Monitor electrolytes
• Nutrition = Low Na+ diet,
K + supplements

78
Nursing Interventions
• Administer O2 to relieve hypoxia &
dyspnea
• CPAP,PEEP
• Assess breath sounds and monitor
respirations
• Pulmonary Artery Catheter
• Hi fowler’s position
• Urinary catheterization
79
GOALS
Enhance O2 supply
 Work of heart by promoting contractility
Interventions:
1. Adequate ventilation
2. Maintain cardiac function
3. Promote rest
4. Other
5. Medication
Nursing Interventions
1. ADEQUATE VENTILATION
• Monitor respirations, breath sounds
• Administer O2
• Position- high-Fowlers

81
Interventions
2. MAINTAIN CARDIAC FUNCTION
• Monitor heart sounds
• Pulmonary Artery Catheter
Measurements
CVP
Pulmonary Artery Pressure
Pulmonary Capillary Wedge Pressure
Cardiac Output

82
Interventions
3. Promote rest until patient is stable

 strain on heart
BR promotes cardiac efficiency
Elevate legs to enhance venous
return

83
Interventions
4. MISC.
• Monitor LOC
• Assess edema
• Provide adequate nutrition
• Provide emotional support
• Maintain diet restrictions as
prescribed (Na and fluid)
84
MEDICATION
5. Medication
• Improve myocardial muscle function
• Restore C.O. & SV
• Reduce cardiac demands
Natrecor (h BNP)- causes
natriuresis in acute HF
loss of Na and vasodilation
B-type natriuretic
85
peptide
MEDICATIONS
•  Fluid load,  Preload,  Afterload
ACE inhibitors & Diuretics
• Improve contractility
Digoxin
Dobutamine
•  Workload of the heart
“Blockers”

86
Penatalaksanaan Medis
Tujuan utama pengobatan gagal jantung
adalah
• Mengurangi gejala akibat bendungan
sirkulasi ,
• Memperbaiki kapasitas kerja dan
kualitas hidup serta
• Memperpanjang harapan hidup
Untuk itu pendekatan awal adalah :

Menghilangkan beban kardiovaskular


yang berlebih
Mengatasi hipertensi,memperbaiki sirkulasi dan
perfusi koroner,mengobati infeksi,mengatasi
aritmia
Mengatasi gangguan metabolisme yang
mempengaruhi besarnya kebutuhan sirkulasi
darah.
89
Congestive Heart Failure
Medical Treatment Goals
• Improving Gas Exchange & Oxygenation
• Supplemental oxygen
• Morphine
• Severe cases – intubation / ventilation
• Improving Cardiac Function
• Increase cardiac contractility without increasing cardiac oxygen
consumption
• Hemodynamic Monitoring:
• pulmonary artery pressure; pulmonary artery wedge pressure (14-
18mmg HG)
• Inotropic Meds: Digoxin
• Inotropic meds used with hemodynamic monitoring:
• Dobutamine
• Inodilators: (inotropic & vasodilator): Milrinone
Congestive Heart Failure
Medical Treatment Goals
• Decreasing Intravascular Volume
• Decreasing Venous Return
• Decreases preload – decreases the volume to the left
ventricle during diastole
• Med: Diuretics – Lasix (furosemide)

• Decreasing Afterload
• Decrease systemic vascular resistance
• CO increases
• Pulmonary congestion decreases
• Meds: Nitroglycerine (NTG); Morphine; Calcium
Channel Blockers
Terima Kasih