Anda di halaman 1dari 8

PEMERINTAH KABUPATEN SIDOARJO

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS TANGGULANGIN
Jl. Raya Putat No. 36, Putat – Tanggulangin – Sidoarjo, Telp. ( 031) 8967232
Email : pkmtanggulangin@gmail.com

KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS TANGGULANGIN


NOMOR : 188 / / 404.5.2.1.8/2017
TENTANG
PENGELOLAAN PUSKESMAS

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA UPT PUSKESMAS TANGGULANGIN,


: : a. bahwa agar penyelenggaraan pelayanan Puskesmas sesuai
bahwa untuk dengan kebutuhan masyarakat, maka perlu disusun perencanaan
kelancaran Puskesmas berdasarkan analisis kesehatan masyarakat;
tugas b. bahwa agar masyarakat mudah mendapatkan akses terhadap
Puskesmas pelayanan, informasi, dan memberikan umpan balik, maka perlu
Tanggulangin disusun kebijakan akses masyarakat terhadap Puskesmas;
, maka perlu c. bahwa agar penyelenggaraan pelayanan Puskesmas dikelola
untuk secara efektif dan efisien, maka perlu disusun kebijakan
memberi pengelolaan puskesmas;
tugas
tambahan
kepada
pegawai di
Lingkungan
Puskesmas
Tanggulangin
sesuai
dengan
Struktur
Organisasi
dan Tata
Kerja.

Mengingat : 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009


tentang Kesehatan;
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75
Tahun 2014 tentang Puskesmas;
3. Peraturan menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46
Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama,
Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter
Gigi;
4. Peraturan menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43
Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang
Kesehatan;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44
Tahun 2016 tentang Pedoman Manajemen Puskesmas;

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS TANGGULANGIN


TENTANG PENGELOLAAN PUSKESMAS
Kesatu : Kebijakan Pengelolaan Puskesmas sebagaimana tercantum dalam
Lampiran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surat
keputusan ini;
Kedua : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan
ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam
penetapan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya;

Ditetapkan di : Tanggulangin
pada tanggal : Januari 2017

KEPALA UPT PUSKESMAS TANGGULANGIN,

drg. ERNI WAHYUNI


PEMBINA
NIP. 19690510 200212 2 002
Lampiran : Keputusan Kepala Puskesmas
Tanggulangin
Nomor : 188/ /404.5.2.1.8/2017
Tanggal : Januari 2017

Tata Kelola Sarana Puskesmas:


1. Pendirian puskesmas memperhatikan tata ruang daerah, rasio jumlah penduduk, dan
ketersediaan pelayanan kesehatan yang ada di wilayah Kecamatan
2. Puskesmas harus memiliki ijin operasional yang berlaku
3. Bangunan puskesmas adalah bangunan permanen, tidak bergabung dengan tempat
tinggal atau instansi lain
4. Bangunan puskesmas harus memenuhi persyaratan lingkungan sehat
5. Tata ruang puskesmas diatur untuk memenuhi kebutuhan pelayanan dengan
memperhatikan akses, keamanan, dan kenyamanan
6. Pengaturan tata ruang harus mengakomodasi kepentingan penyandang cacat, anak-
naka, dan orang usia lanjut
7. Peralatan puskesmas harus disediakan sesuai dengan kebutuhan pelayanan dan sesuai
standar pelayanan
8. Sarana, prasarana, dan peralatan puskesmas harus dipelihara dengan baik dan
diupayakan berfungsi dengan baik untuk menunjang akses, keamanan, dan kelancaran
pelayanan
9. Peralatan medis dan non medis yang memerlukan ijin harus memiliki ijin yang berlaku

Tata kelola ketenagaan puskesmas


1. Kepala puskesmas adalah tenaga kesehatan
2. Ketentuan persyaratan kepala puskesmas adalah:
a. memiliki ijazah tenaga kesehatan
b. pernah mengikuti pelatihan administrasi dan manajemen puskesmas
c. Masa kerja di puskesmas minimal 2 (dua) tahun
3. Harus disusun pola ketenagaan berdasarkan analisis kebutuhan tenaga
4. Analisis kebutuhan tenaga puskesmas dilakukan dengan memperhatikan peraturan
perundangan yang berlaku dan kebutuhan masyarakat
5. Kompetensi tiap-tiap tenaga kesehatan harus ditetapkan
6. Uraian tugas tiap-tiap tenaga kesehatan harus disusun dan disosialisasikan
7. Tenaga kesehatan yang bekerja di puskesmas harus memenuhi persyaratan perijinan
yang ditentukan

Pengelolaan puskesmas:
1. Struktur organisasi puskesmas ditetapkan oleh Dinas Kesehatan
2. Penanggung jawab baik UKM dan UKP ditetapkan oleh Kepala Puskesmas dengan
kejelasan alur komunikasi dan koordinasi
3. Uraian tugas masing-masing penanggung jawab dan pelaksana harus disusun
4. Struktur organisasi harus dikaji paling lambat dua tahun sekali
5. Pelaksanaan uraian tugas harus dievaluasi paling lambat setiap tahun sekali
6. Karyawan baru wajib mengikuti orientasi yang meliputi orentasi umum dan orientasi
khusus
7. Karyawan mendapat kesempatan untuk mengikuti seminar, workshop dan pelatihan
untuk meningkatkan kompetensi
8. Kepala Puskesmas wajib menyampaikan informasi tentang peluang bagi karyawan
untuk mengikuti seminar, workshop dan pelatihan
9. Visi, misi, dan tata nilai disusun bersama dengan memperhatikan visi, misi Dinas
Kesehatan Kabupaten
10. Tata nilai puskesmas disusun berdasar kesepakatan bersama
11. Tata nilai yang berlaku di Puskesmas adalah:
a. Cakap
b. Inovatif
c. Nyaman
d. Tanggap
e. Aman
12. Kinerja puskesmas harus dinilai apakah sejalan dengan visi, misi, dan tata nilai yang
berlaku di puskesmas
13. Kepala Puskesmas dan Penanggung jawab UKM dan UKP wajib memberikan
pengarahan pada karyawan untuk kelancaran tugas
14. Pengarahan dilakukan melalui forum pra minilokakarya, lokakarya mini dan apel pagi,
dan mekanisme lain jika diperlukan
15. Kepala Puskesmas, penanggung jawab upaya puskesmas dan pelaksana bertanggung
jawab untuk memfasilitasi pembangunan yang berwawasan kesehatan dan
pemberdayaan masyarakat.
16. Fasilitasi pembangunan berwawasan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat
dilakukan melalui SMD dan MMD, fasilitasi pembentukan UKBM, dan memberikan
konsultasi ketika diminta oleh masyarakat atau lintas sektor terkait dengan
pembangunan fisik dan non fisik yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas
17. Kepala Puskesmas wajib menilai kinerja penanggung jawab UKM dan UKP sebagai
wujud akuntabilitas
18. Pendelegasian wewenangan diatur sebagai berikut:
a. Jika Kepala Puskesmas berhalangan, maka tugas dapat didelegasikan kepada
Kasubbag TU
b. Jika Kasubbag TU berhalangan maka tugas dapat didelegasikan kepada staff
administrasi
c. Jika Penanggung jawab upaya berhalangan maka tugas dapat didelegasikan kepada
pelaksana
d. Jika Dokter/Dokter gigi berhalangan maka tugas dapat didelegasikan kepada
bidan/perawat/perawat gigi
19. Pengaturan penyampaian umpan balik dari pelaksana ke penanggung jawab, dari
penanggung jawab ke kepala puskesmas, diatur sebagai berikut:
a. pelaporan tertulis dalam bentuk laporan bulanan
b. Pelaksana melaporkan data kepada penaggung jawab dalam pra minilokakarya
bulanan
c. Penanggung jawab melaporkan hasil kinerja kepada kepala puskesmas
d. Kepala puskesmas dan penanggung jawab beserta pelaksana menganalisis
pencapaian kinerja dalam minilokakarya bulanan
20. Monitoring kegiatan puskesmas dilakukan melalui;
a. laporan kegiatan oleh masing-masing penanggung jawab kepada kepala puskesmas
b. laporan pelaksanaan kegiatan oleh pelaksana kepada penanggung jawab
c. pra minilokakarya bulanan merupakan forum untuk monitoring kinerja puskesmas
21. Dalam penyelenggaraan UKM dan UKP harus diidentifikasi peran lintas program dan
lintas sektor
22. Peran lintas program dan lintas sektor dievaluasi paling lambat setahun sekali
23. Penyusunan dan pengendalian dokumen diatur dalam pedoman penyusunan dan
pengendalian dokumen
24. Pedoman (manual) mutu harus disusun sebagai dasar dalam upaya peningkatan mutu
pelayanan puskesmas
25. Pedoman atau panduan kerja harus disusun untuk tiap upaya puskesmas baik UKM
maupun UKP
26. Komunikasi internal dilakukan melalui pra minilokakarya, minilokakarya, apel,
pertemuan-pertemuan pada tiap penanggung jawab baik UKM maupun UKP, konsultasi
dengan kepala puskesmas, konsultasi dengan penanggung jawab
27. Risiko akibat kegiatan puskesmas baik UKM maupun UKP baik terhadap pengguna,
pelaksana, maupun terhadap lingkungan, harus diidentifikasi, dianalisis dan ditindak
lanjuti.
28. Jika terjadi insiden keselamatan pasien dalam pelayanan klinis wajib dianalisis dan
ditindak lanjuti. Insiden keselamatan klinis yang termasuk kategori risiko sangat tinggi
dan tinggi harus ditindak lanjuti dengan Root Cause Analysis (RCA), sedang yang
termasuk kateori sedang dan rendah harus dilakukan investigasi sederhana.
29. Puskesmas wajib melakukan pembinaan pada jaringan dan jejaring puskesmas
30. Keuangan puskesmas wajib dikelola sesuai peraturan perundangan yang berlaku
31. Data dan informasi wajib dikelola dan dievaluasi sebagai dasar untuk pengambilan
keputusan

Hak dan kewajiban Pengguna dan sasaran program


1. Hak-hak pengguna adalah
a. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan pelayanan yang berlaku
di puskesmas termasuk penyampaian hak dan kewajiban pasien/ pelanggan.
b. Mendapatkan informasi atas:
 Penyakit yang diderita
 Tindakan medis yang akan dilakukan dan kemungkinan penyulit sebagai akibat
tindakan tersebut, cara mengatasinya dan alternatif lainnya
 Upaya pencegahan agar penyakit tidak kambuh lagi atau pencegahan agar
anggota keluarga/ orang lain tidak menderita penyakit yang sama
c. Meminta konsultasi medis.
d. Menyampaikan pengaduan, saran, kritik dan keluhan berkaitan dengan pelayanan.
e. Mengetahui hasil pemeriksaan yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan,
tujuan tindakan, alternatif tindakan, resiko, biaya dan komplikasi yang mungkin
terjadi dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan.
f. Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh
tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya dengan dilengkapi informed
consent, kecuali untuk kasus KLB dan kasus yang membahayakan masyarakat.
g. Keluarga dapat mendampingi saat menerima pelayanan kesehatan.
h. Memperoleh layanan yang bermutu, aman, nyaman, adil, jujur, manusiawi.
i. Pasien boleh memilih tenaga profesi kesehatan yang melayaninya jika
memungkinkan
2. Kewajiban pengguna puskesmas adalah
a. Membawa kartu identitas (KTP/SIM) dan Kartu Keluarga (KK) untuk kunjungan
pertama kali.
b. Membawa kartu berobat.
 Pengguna layanan BPJS mandiri/ASKES/JAMKESMAS membawa kartu
BPJS/ASKES/JAMKESMAS
 Pengguna layanan umum yang sudah pernah berkunjung membawa kartu
kunjungan/ berobat
c. Mengikuti alur pelayanan Puskesmas.
d. Mentaati aturan pelayanan dan mematuhi nasehat serta petunjuk pengobatan.
e. Memberikan informasi yang benar dan lengkap tentang masalah kesehatannnya
kepada tenaga kesehatan di Puskesmas.
f. Untuk meminta surat rujukan pertama kali, pasien yang akan dirujuk harus dibawa
3. Hak-hak sasaran program adalah
a. Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban sasaran program.
b. Memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi.
c. Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu, efektif dan efisien.
d. Memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga sasaran program
terhindar dari kerugian fisik dan materi.
4. Kewajiban sasaran program adalah
a. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah
kerja Puskesmas Tanggulangin.
b. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan
pemerataan kesehatan yang diselenggarakan;
c. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat
beserta lingkungannya;
d. Meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Tanggulangin agar
terwujud derajat kesehatan yang setinggi- tingginya;
e. Melakukan koordinasi dengan sektor terkait dalam pemberian pelayanan
kesehatan seperti Rumah Sakit Umum, Posyandu, Polindes dan jaringan
pelayanan kesehatan lain dan dalam fungsi pembinaan (Dinkes Kabupaten dan
Kantor Kecamatan);
5. Dalam penyelenggaraan pelayanan baik UKM maupun UKP harus memperhatikan hak
dan kewajiban pengguna dan sasaran program
6. Setiap petugas puskesmas wajib memahami hak dan kewajiban pengguna dan
memberikan pelayanan dengan memperhatikan hak dan kewajiban pengguna dan
sasaran program
7. Peraturan internal disusun berdasar kesepakatan bersama dan wajib dipatuhi dalam
berperilaku dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat
8. Peraturan internal disusun berdasar visi, misi, tata nilai, dan tujuan puskesmas

Kontrak Pihak Ketiga:


1. Sebagian kegiatan puskesmas yang dikontrakkan kepada pihak ketiga harus dituangkan
dalam perjanjian kerjasama
2. Pihak ketiga harus dievaluasi paling lambat setahun sekali dan ditindak lanjuti

Pemeliharaan sarana dan peralatan:


1. Penanggung jawab pemeliharaan sarana dan penanggungjawab peralatan wajib
menyusun dan melaksanakan program kerja pemeliharaan.
2. Pemeliharaan kendaraan bermotor roda dua menjadi kewajiban dari pemegang
kendaraan.

Tanggulangin, Januari 2017


KEPALA UPT PUSKESMAS TANGGULANGIN,

drg. ERNI WAHYUNI


PEMBINA
NIP. 19690510 200212 2 002