Anda di halaman 1dari 3

Nama : Jalu Galih Timur R.F.

S
Kelas : VII A

Macam-Macam Keberagaman Daerah Jawa Barat


1. AGAMA

Majoriti penduduk di Jawa Barat memeluk agama Islam (97%). Selain itu provinsi Jawa Barat
memiliki bandar-bandar yang menerapkan syariat Islam, seperti Cianjur, Kabupaten Tasik
Malaya , serta Kota Tasikmalaya diperlakukan kepada sebahagian besar warganya yang
menganut agama Islam. Agama Kristian banyak pula terdapat di Jawa Barat, terutama dianut
oleh Orang Tionghoa dan sebahagian Orang Batak. Agama minoriti lainnya yang terdapat di
Provinsi Jawa Barat adalah Buddha, Hindu dan Konfusianisme

2. SUKU
Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Kerana
letaknya yang berdekatan dengan ibu kota negara maka hampir seluruh suku bangsa yang ada di
Indonesia terdapat di provinsi ini. 75% penduduk Jawa Barat adalah Suku Sunda yang
merupakan penduduk asli provinsi ini. Suku lainnya adalah Suku Jawa yang banyak dijumpai di
daerah bagian utara Jawa Barat, Suku Betawi banyak mendiami daerah bagian barat yang
bersempadan dengan Jakarta. Suku Minang dan Suku Batak banyak mendiami Kota-kota besar di
Jawa Barat, seperti Bandung, Cimahi, Bogor, Bekasi, dan Depok. Sementara itu Orang Tionghoa
banyak dijumpai hampir di seluruh daerah Jawa Barat.

3. PAKAIAN ADAT

Jawa Barat memiliki keunikan dari pakaian yang berdasarkan umur dan strata sosial nya. Dilihat
dari segi strata sosial terdiri dari pakaian adat untuk rakyat jelata, kaum menengah, dan kaum
bangsawan.Pakaian Adat Sunda Untuk Rakyat Jelata.Pakaian adat Jawa Barat khususnya sunda
bisa dikatakan tidak terlalu istimewa. Kaum lelaki memakai celana panjang sampai betis dan di
ikat menggunakan kain ataupun kulit. Untuk bagian atas mengenakan baju salontren dan sarung
poleng ditata menyilang digunakan selama kegiatan keseharian.Pakaian adat sunda
menggunakan ikat logen untuk menutup kepala yang berbentuk barangbang semplak serta
untuk alas kaki cukup menggunakan sandal tarumpah.
Bagi pakaian adat sunda bagi kaum wanita mengenakan kain batik untuk bawahan, beubeur
untuk ikat pinggang, dan kamisol untuk bra. Untuk memperindah tampilan untuk wanita biasa
menggunakan rambut hiasan dalam jucung bun, gelang akar bahar, dan cincin polos tapi untuk
alas kaki cukup menggunakan sandal jepit atau sandal keteplek.
4. RUMAH ADAT
Jawa Barat memilki kebudayaan keunikan tersendiri yang dijadikan ciri khas penduduk
setempat. Rumah adat Jawa Barat sendiri memiliki dua jenis rumah adat yang sangat populer di
negeri ini khususnya Jawa Barat. Disetiap rumah adat Jawa Barat mempunyai nilai filosofi yang
sangat tinggi terutama dalam design dan perpaduan warna.Rumah adat Jawa Barat memiliki
berbagai nama tergantung dengan daerahnya asalnya. Selain itu design pun berbeda-beda
anatara satu daerah dengan daerah lainnya. Hal ini dipengaruhi dengan keadaan lingkungan
sekitar.Selain dipengaruhi masyarakat setempat, ada maksud fungsi dari pebedaan itu yaitu agar
terjaga dari musibah alam seperti hujan, angin, longsor, dan cuaca yang extrim.

5. KESENIAN (ANGKLUNG)
Budaya di Provinsi Jawa Barat banyak dipengaruhi oleh Budaya Sunda. Angklung adalah sebuah
alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambu khusus yang ditemukan oleh Bapak Daeng
Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan
kesenian local atau tradisional.

6. SENJATA (KUJANG)

Senjata khas dan unik dari provinsi Jawa Barat adalah kujang. Kujang mulai dibuat
sekitar abad ke-8 atau ke-9. Kujang biasanya terbuat dari besi atau baja. Panjang kujang
sekitar 20 cm hingga 25 cm, dan berat kujang bisa mencapai 300 gram.Selain sebagai
senjata, masyarakat Jawa Barat menggunakan kujang juga sebagaialat pertanian, hiasan,
maupun cenderamata. Kujang merupakan alat yang melambangkan kekuatan dan
keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran. Pada zaman dahulu, kujang digunakan
oleh orang-orang tertentu saja, misalnya, raja, prabu anom, golongan pangiwa,
penengen, agamawan, serta para putri raja.
Menurut beberapa penelita, kujang berasal dari kata kudihyang, atau Kudi dan Hyang.
Kudi, dalam Bahasa Sunda Kuno berarti senjata yang memiliki kekuatan sakti. Sedangkan
Hyang berarti Dewa. Jadi, secara umum kujang dapat berarti senjata yang memiliki
kekuatan sakti dari para dewa.Bagian dari senjata kujang adalah papatuk/congo, yaitu
ujung kujang yang menyerupai panah. Ada pula eluk/silih, yaitu lekukan pada bagian
punggung.

Ada pula tadah, yaitu lengkungan menonjol pada bagian perut, dan mata, yaitu lubang
kecil yang ditutupi logam emas dan perak.Berdasarkan fungsinya, kujang terbagi empat,
antara lain: Kujang Pusaka (lambang keagungan dan pelindungan keselamatan), Kujang
Pakarang (untuk berperang), Kujang Pangarak (sebagai alat upacara) dan Kujang
Pamangkas (sebagai alat berladang).
Berdasarkan bentuk bilah, kujang terbagi menjadi Kujang Jago (menyerupai bentuk
ayam jantan), Kujang Ciung (menyerupai burung ciung), Kujang Kuntul (menyerupai
burung kuntul/bango), Kujang Badak (menyerupai badak), Kujang Naga (menyerupai
naga) dan Kujang Bangkong (menyerupai katak). Di samping itu terdapat pula bilah kujang
berbentuk wayang kulit dengan tokoh wanita sebagai simbol kesuburan.

7. MAKANAN KHAS (SURABI ATAU SERABI)

Serabi berasal dari bahasa sunda yaitu “sura” yang berarti besar. Serabi atau surabi adalah
salah satu makanan ringan atau jajanan pasar yang berasal dari Indonesia dan menjadi
idola sejak diciptakan tahun 1923 silam. Surabi dinyatakan sebagai makanan tradisional
khas jawa karena lebih populer di pulau ini. Surabi memiliki bentuk yang mirip dengan
pancake namun lebih kecil dan tebal. Surabi umumnya terbuat dari tepung beras atau
terigu yang dibakar dengan menggunakan alat tradisional yaitu tungku dan cetakan dari
tanah liat. Jika pancake punya saus dengan berbagai pilihan rasa, kue serabi juga
memiliki kuah atau saus yang terbuat dari gula jawa sesuai dengan cita rasa nusantara,
bahkan serabi kini banyak disajikan dengan mayonaise, dark chocolate atau dengan
toping ayam, sosis dll. Kuah yang terbuat dari campuran gula jawa dan santan kelapa itu,
biasa disebut dengan kinca.