Anda di halaman 1dari 3

BAB II

PEMBAHASAN
Filum Sarcomastigophora

Sarcomastigophora berasal dari Bahasa yunani yaitu Sarco = daging, Mastigo = cambuk,
Phoros = membawa. Karakteristik anggota dari filum sarcomastigophora yaitu:
1. Bersel satu (uniseluler)
2. Membentuk koloni bergerak menggunakan flagel, pseudopodia (kaki semu) atau
keduanya.
3. Bersifat autotrofik (membuat makanannya sendiri), saprozoid (hidup pada bahan
organic yang membusuk), atau heterotrofik(memperoleh energi dari senyawa organik)
4. Memiliki satu macam inti sel
5. Biasanya berlangsung reproduksi secara seksual

Filum Sarcomastigophora terdiri dari 3 subfilum yaitu :


1. Subfilum Mastigophora
Terdiri dari 2 kelas yaitu :
1) Kelas Phytomastigophorea
Phytomasgophorea berasal dari Bahasa yunani (Phyto = tumbuhan).
Karakteristiknya memiliki klorofil dan memiliki satu atau dua flagella. Contoh
dari phytomastigophorea yaitu:
 Euglena
Euglena hidup di air tawar, memiliki kloroplas yang membuat air kolam
menjadi hijau, dapat bergeras secara euglenoid, mendapatkan makanan
dari hasil fotosintesis atau menyerap makanan berupa partikel-partikel
hancuran makhluk yang telah mati melalui seluruh permukaan tubuhnya,
dan berkembang biak dengan cara pembelahan biner.
 Volvox
Volvox merupakan flagella berkoloni, teridiri atas 50.000 sel yang
bergabung membentuk bentukan bulat dalam materi gelatin setiap
individu memiliki dua flagel yang menyebabkan koloni akan bergerak
menggelinding di dalam air. Reproduksi Volvos secara seksual dan
aksesual. Aseksual berlangsung ketika musim semi dan panas, koloni
induk mati dan hancur kemudian terlepaslah koloni anak yang terbentuk
sebelumnya. Seksual……..
2) Kelas Zoomastigophorea
Karakteristik dari zoomastigophorea tidak memiliki klorofil dan bersifat
heterotrofik. Contohnya yaitu Trypanosoma, Trypanosoma dibedakan menjadi
tiga subspecies yaitu T.b brucei (parasit pada mamalia di Afrika), T.b gambiense
dan T.b rhodosiense (penyebab penyakit tidur pada manusia oleh lalat Glossina
sp.).
2. Subfilum Sarcodina
Anggotanya adalah Amoeba, Foraminifera, Heliozoa, dan Radiolaria.
1. Amoeba
Bentuk amoeba ada yang terbungkus cangkang dan ada juga yang tidak
terbungkus dari genus amoeba dan pelomyxa bentuknya asimetris dan selalu
berubah sedangkan yang bercangkang memperlihatkan simetris bagian
luarnya.Cangkangnya berasal dari sekresi sitoplasma berupa silica atau kitin
atau dari materi luar yang melekat. Amoeba hidup di lumpur-lumpur bagian
dasar kolam, sungai, sawah, danau atau di tempat-tempat lain yang berair dan
banyak mengandung sisa-sisa organisme. Susunan tubuh amoeba bersifat
monoseluler dengan bentuk tubuh yang berubah-ubah menurut keadaan.
Amoeba bernapas dengan cara difusi, bergerak dengan menjulurkan
pseudopodia dengan gerakan yang disebut amoeboid. Amoeboid berkembang
biak dengan cara membelah diri.
Pseudopodia memiliki berbagai bentuk yaitu:
 Lobopodia
 Filopodia
 Reticulopodia
 Axopodia
3. Subfilum Actinopoda
4. Foraminifera
memiliki pseudopodia berbentuk seperti benang, bercabang dan saling
bersambungan yang disebut reticulopodia. Foraminifera mensekresikan bahan
cangkang yang komposisinya terutama kalsium carbonat ditambah sedikit
bahan anorganik. Bentuk cangkangnya berbeda dengan pada amoeba.
Bentuknya bisa unicollar atau multicollar. Sebagian besar foraminifera adalah
benthos (melekat pada dasar lautan), tetapi ada juga yang sebagai plankton.
Heliozoa : hidup di air tawar bebas atau melekat memiliki pseudopodia
yang lurus seperti jarum disebut axopodia yang muncul dari permukaan
tubuh. Setiap axopodia mengandung benang axial sentral yang tertutup oleh
ektoplasma yang bergranular. Tubuh heliozoan terdiri atas dua bagian yaitu
bagian luar (korteks berupa vakuola besar dan bagian dalam atau medulla
berisi protoplasma).
Radiolaria : hidup di lau sebagai plankton. Tubuh radiolaria berbentuk bulat
dan terbagi menjadi bagian luar dan dalam, bagian dalam mengandung satu
sampai beberapa inti terbungkus oleh kapsul sentral yang berlubang.
Pseudopodianya bertipe filopodia, retikulopodia atau axopodia yang tumbuh
dari sentral kapsul.

Filum Labirinthomorpha

Subkelas Actinopoda
Pseudopodia khas tipe
axopodia
; tubuh biasanya bundar (
spherical
); ada batas jelasantara sitoplasma lapisan luar dan dalam; sering punya endoskelet.

Ordo HellozoidaSitoplasma bagian luar ber-vakuola, bagian dalam padat; tubuh telanjang
atau bertesta; nucleus satu hingga banyak; jika berkerangka, maka terbuat dari silica;umumny
a bereproduksi secara seksual; hidup terutama di air tawar. Contoh ;
Actinosphaerinum.

Ordo RadiolaridaZona luar dan dalam sitoplasma dipisahkan oleh kapsul inti (
Central capsule
);kerangka dari silica atau stronsium sulfat; jarang melakukan reproduksi seksual;semua
hidup dilautan. Contoh :
Acanthametra
(Soliter),
Collosphera
(Koloni).