Anda di halaman 1dari 15

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TAMIANG

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


KABUPATEN ACEH TAMIANG
Jl.Kesehatan Kec.Karang Baru - 24476 Telp/Fax : 0641-332983
IGD : 0641-32115, e-mail : rs_tamiang@yahoo.co.id

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


KABUPATEN ACEH TAMIANG
NOMOR :

TENTANG
KEBIJAKAN PENILAIAN DAN EVALUASI KINERJA PEGAWAI
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN ACEH TAMIANG

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN ACEH TAMIANG,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka menilai dan mengevaluasi kinerja pegawai


sesuai tugas pokok dan fungsinya secara obyektif, transparan dan
terukur maka diperlukan adanya tata cara penilaian dan evaluasi
kinerja.;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a, perlu menetapkan Keputusan Direktur Rumah Sakit
Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang tentang Penilaian dan
Evaluasi Kinerja Pegawai Di Lingkungan Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Aceh Tamiang.

: 1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2002 tentang Pembentukan


Mengingat
Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten
Aceh Jaya, Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Tamiang
di Provinsi Naggroe Aceh Darussalam;
2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan
Aceh;
3. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5072);
4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor
224,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5587)sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Undang-undang No.9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas
Undang-undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58,
Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 5679);
5. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor
298,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5607);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4502) sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012 tentang Perubahan
Atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 171, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5340);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah sebagai mana telah diubah dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian
Prestasi Kerja Pegawai (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2011 Nomor 121)
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 Tentang
Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
Daerah;
10. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2014 tentang
Perijinan dan Klasifikasi Rumah Sakit.

11. Qanun Kabupaten Aceh Tamiang Nomor 5 Tahun 2008 tentang


Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah
Kabupaten Aceh Tamiang;
12. Keputusan Bupati Aceh Tamiang Nomor 1181 Tahun 2015 tentang
Penetapan Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
Umum Daerah pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh
Tamiang Tahun Anggaran 2015.
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :

KESATU : Menetapkan kebijakan Penilaian dan Evaluasi Kinerja Pegawai


Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang
sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.

: Penilaian dan Evaluasi Kinerja Pegawai Rumah Sakit Umum


KEDUA
Daerah Kabupaten Aceh Tamiang dilaksanakan dimasing –
masing Bagian / Bidang / Unit /Intalasi /ruang oleh Atasan
langsung Pegawai masing – masing secara berjenjang.

Pembinaan dan pengawasan penilaian kinerja pegawai


KETIGA : Rumah dilaksanakan oleh Tim Pertimbangan dan Pengelolaan

Kepegawaian

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan


KEEMPAT : ketentuan apabila terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini
akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Karang Baru


Pada tanggal 4 Januari 2016 M
23 Jumadil Awwal 1437 H

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


KABUPATEN ACEH TAMIANG,

LIA IMELDA SIREGAR


Lampiran I : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
KABUPATEN ACEH TAMIANG
NOMOR : TAHUN 2016
TANGGAL : 4 JANUARI 2016 M
23 JUMADIL AWWAL 1437 H

KEBIJAKAN PENILAIAN KINERJA PEGAWAI


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KAJEN

1. Kebijakan Umum
a. Penilaian prestasi kinerja adalah suatu proses penilaian secara sistematis
yang dilakukan oleh pejabat penilaian terhadap sasaran kinerja pegawai
dan perilaku kinerja pegawai.
b. Prestasi kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh setiap pegawai pada
bagian/ bidang /ruang / unit/instalasi sesuai dengan sasaran kinerja
pegawai.
c. Sasaran kinerja pegawai yang selanjutnya disingkat SKP adalah rencana
kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang pegawai.
d. Pejabat penilai adalah atasan langsung Pegawai yang dinilai, dengan
ketentuan paling rendah pejabat struktural (pejabat yang ditunjuk).
e. Atasan pejabat penilai adalah atasan langsung dari pejabat penilai.
f. Penilaian prestasi pegawai dilakukan berdasarkan prinsip :
1) Objektif
2) Terukur
3) Akuntabel
4) Transparan
2. Kebijakan Khusus
a. Setiap Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang
baik Pegawai Negeri Sipil / Non Pegawai Negeri Sipil wajib menyusun
Sasaran Kerja Pegawai (SKP) berdasarkan rencana kerja tahunan Rumah
Sakit.
b. SKP memuat kegiatan tugas jabatan dan target yang harus dicapai dalam
kurun waktu penilaian yang bersifat nyata dan dapat diukur.
c. SKP yang disusun harus disetujui dan ditetapkan oleh pejabat penilai.
d. Dalam hal SKP tidak disetujui oleh pejabat penilai maka keputusannya
diserahkan kepada atasan pejabat penilai dan bersifat final.
e. Penilaian SKP sesuai dengan karakteristik, sifat dan jenis kegiatan pada
masing-masing unit kerja/ruangan meliputi aspek :
1) Kuantitas
2) Kualitas
3) Waktu
4) Biaya
f. Penilaian SKP dilakukan dengan cara membandingkan antara realisasi
kerja dengan target.
g. Dalam hal SKP tidak tercapai yang diakibatkan oleh faktor di luar
kemampuan individu pegawai maka penilaian didasarkan pada
pertimbangan kondisi penyebabnya.
h. Pegawai yang tidak menyusun SKP dijatuhi hukuman disiplin sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
i. Pejabat Penilai dalam melakukan penilaian pegawai dapat
mempertimbangkan masukan dari pejabat penilai lain yang setingkat di
lingkungan kerja masing-masing.
j. Format SKP sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
k. Dalam hal pegawai yang dinilai keberatan atas hasil penilain, dapat
mengajukan keberatan disertai dengan alasan-alasannya kepada pejabat
penilai secara hirarki paling lama 14 hari sejak diterima hasil penilaian.
l. Terhadap keberatan sebagaimana dimaksud, atasan pejabat penilai
meminta penjelasan kepada pejabat penilai dan pegawai yang dinilai.
m. Berdasarkan penjelasan sebagaimana dimaksud, atasan pejabat penilai
wajib menetapkan hasil penilaian dan bersifat final.
n. Dalam hal terdapat alasan-alasan yang cukup, atasan pejabat penilai
dapat melakukan perubahan nilai pegawai.
o. Evaluasi dilaksanakan setiap 1 (satu) tahun sekali.
3. PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS / NON PNS
Penilaian prestasi kerja PNS / Non PNS dilaksanakan oleh pejabat penilai
sekali dalam 1 (satu) tahun yang dilakukan setiap akhir Desember pada
tahun yang bersangkutan atau paling lama akhir Januari tahun berikutnya.
Penilaian prestasi kerja Pegawai terdiri atas unsur:
a. SKP dengan bobot nilai 60 % (enam puluh persen); dan
b. Perilaku kerja dengan bobot nilai 40% (empat puluh persen)
4. TATA CARA PENILAIAN SKP
Nilai kinerja pegawai dinyatakan dengan angka dan sebutan sebagai berikut
a. 91 - ke atas : sangat baik
b. 76 - 90 : baik
c. 61 - 75 : cukup
d. 51 - 60 : kurang
e. 50 - kebawah : buruk

5. PENILAIAN PERILAKU KERJA


a. Nilai perilaku kerja PEGAWAI dinyatakan dengan angka dan sebutan
sebagai berikut:
1. 91 - ke atas : sangat baik
2. 76 - 90 : baik
3. 61 - 75 : cukup
4. 51 - 60 : kurang
5. 50 - kebawah : buruk
b. Penilaian perilaku kerja meliputi aspek:
1. Orientasi pelayanan;
2. Integritas;
3. Komitmen;
4. Disiplin;
5. Kerjasama; dan
6. Kepemimpinan.

6. KRITERIA PENILAIAN UNSUR PERILAKU KERJA PEGAWAI


a. Orientasi pelayanan
Orientasi pelayanan adalah sikap dan perilaku kerja pegawai dalam
memberikan pelayanan terbaik kepada yang dilayani antara lain meliputi
masyarakat, atasan, rekan sekerja, unit kerja terkait, dan/ atau instansi
lain.

1) Sangat baik (91 - 100). Selalu dapat menyelesaikan tugas pelayanan


sebaik-baiknya dengan sikap sopan dan sangat memuaskan baik
untuk pelayanan internal maupun eksternal organisasi.
2) Baik (76 - 90). Pada umumnya dapat menyelesaikan tugas pelayanan
dengan baik dan sikap sopan serta memuaskan baik untuk pelayanan
internal maupun eksternal organisasi.
3) Cukup (61 - 75). Adakalanya dapat menyelesaikan tugas pelayanan
dengan cukup baik dan sikap cukup sopan serta cukup memuaskan
baik untuk pelayanan internal maupun eksternal organisasi.
4) Kurang (51 - 60). Kurang dapat menyelesaikan tugas pelayanan
dengan baik dan sikap kurang sopan serta kurang memuaskan baik
untuk pelayanan internal maupun eksternal organisasi.
5) Buruk (50 ke bawah). Tidak pernah dapat menyelesaikan tugas
pelayanan dengan baik dan sikap tidak sopan serta tidak memuaskan
baik untuk pelayanan internal maupun eksternal organisasi.
b. Integritas
Integritas adalah kemampuan untuk bertindak sesuai dengan nilai, norma
dan etika dalam organisasi.

1) Baik (76 - 90). Pada umumnya dalam melaksanakan tugas bersikap


jujur, ikhlas, dan tidak pernah menyalahgunakan wewenangnya tetapi
berani menanggung resiko dari tindakan yang dilakukannya.
2) Cukup (61 - 75). Adakalanya/kadang-kadang dalam melaksanakan
tugas bersikap cukup jujur, cukup ikhlas, dan kadang-kadang
menyalahgunakan wewenang-nya serta cukup berani menanggung
resiko dari tindakan yang dilakukannya.
3) Kurang (51 - 60). Kurang jujur, kurang ikhlas, dalam melaksanakan
tugas dan sering menyalahgunakan wewenangnya tetapi kurang
berani menanggung resiko dari tindakan yang dilakukannya.
4) Buruk (50 ke bawah). Tidak pernah jujur, tidak ikhlas, dalam
melaksanakan tugas, dan selalu menyalahgunakan wewenangnya
serta tidak berani menanggung resiko dari tindakan yang
dilakukannya.
c. Komitmen
Komitmen adalah kemauan dan kemampuan untuk menyelaraskan sikap
dan tindakan PEGAWAI untuk mewujudkan tujuan organisasi dengan
mengutamakan kepentingan dinas daripada kepentingan diri sendiri,
seseorang, dan/ atau golongan.

1) Sangat baik (91 - 100). Selalu berusaha dengan sungguh-sungguh


menegakkan ideologi negara pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI), dan rencana-rencana pemerintah dengan
tujuan untuk dapat melaksanakan tugasnya secara berdaya guna dan
berhasil guna serta mengutamakan kepentingan kedinasan daripada
kepentingan pribadi dan/atau golongan sesuai dengan tugas, fungsi,
dan tanggungjawabnya sebagai unsur aparatur negara terhadap
organisasi tempat dimana ia bekerja.
2) Baik (76 - 90). Pada umumnya berusaha dengan sungguh-sungguh
menegakkan ideologi negara pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI), dan rencana-rencana pemerintah dengan
tujuan untuk dapat melaksanakan tugasnya secara berdaya guna dan
berhasil guna serta mengutamakan kepentingan kedinasan daripada
kepentingan pribadi dan/atau golongan sesuai dengan tugas, fungsi,
dan tanggungjawabnya sebagai unsur aparatur negara terhadap
organisasi tempat dimana ia bekerja.
3) Cukup (61 - 75). Adakalanya berusaha dengan sungguh-sungguh
menegakkan ideologi negara pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI), dan rencana-rencana pemerintah dengan
tujuan untuk dapat melaksanakan tugasnya secara berdaya guna dan
berhasil guna serta mengutamakan kepen-tingan kedinasan daripada
kepentingan pribadidan/atau golongan sesuai dengan tugas, fungsi,
dan tanggung jawabnya sebagai unsur aparatur negara terhadap
organisasi tempat dimana ia bekerja.
4) Kurang (51 - 60). Kurang berusaha dengan sungguh-sungguh
menegakkan ideologi negara pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI), dan rencana-rencana pemerintah dengan
tujuan untuk dapat melaksanakan tugasnya secara berdaya guna dan
berhasil guna serta mengutamakan kepentingan kedinasan dari-pada
kepentingan pribadidan/atau golongan sesuai dengan tugas, fungsi,
dan tanggungjawabnya sebagai unsur aparatur negara terhadap
organisasi tempat dimana ia bekerja.
5) Buruk (50 ke bawah). Tidak pernah berusaha dengan sungguh-
sungguh menegakkan ideologi negara pancasila, UUD 1945, Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan rencana-rencana
pemerintah dengan tujuan untuk dapat melaksanakan tugasnya
secara berdaya guna dan berhasil guna serta mengutamakan
kepentingan kedinasan daripada kepentingan pribadi dan/atau
golongan sesuai dengan tugas, fungsi, dan tanggungjawabnya sebagai
unsur aparatur negara terhadap organisasi tempat dimana ia bekerja.
d. Disiplin
Disiplin adalah kesanggupan Pegawai untuk menaati kewajiban dan
menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-
undangan dan/atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau
dilanggar dijatuhi hukuman disiplin.
1) Sangat baik (91 - 100). Selalu mentaati peraturan perundang-
undangan dan/atau peraturan kedinasan yang berlaku dengan rasa
tanggung jawab dan selalu mentaati ketentuan jam kerja serta
mampu menyimpan dan/atau memelihara barang-barang milik
negara yang dipercayakan kepadanya dengan sebaik-baiknya.
2) Baik (76 - 90). Pada umumnya mentaati peraturan perundang-
undangan dan/atau peraturan kedinasan yang berlaku dengan rasa
tanggung jawab, mentaati ketentuan jam kerja serta mampu
menyimpan dan/atau memelihara barang-barang milik negara yang
dipercayakan kepadanya dengan baik.
3) Cukup (61 - 75). Adakalanya mentaati peraturan perundang-
undangan dan/atau peraturan kedinasan yang berlaku dengan rasa
cukup tanggung jawab, mentaati ketentuan jam kerja serta cukup
mampu menyimpan dan/atau memelihara barang-barang milik
negara yang dipercayakan kepadanya dengan cukup baik, serta tidak
masuk atau terlambat masuk kerja dan lebih cepat pulang dari
ketentuan jam kerja tanpa alasan yang sah selama 5 (lima) sampai
dengan 15 (lima belas) hari kerja.

4) Kurang (51 - 60). Kurang mentaati peraturan perundang-undangan


dan/atau peraturan kedinasan yang berlaku dengan rasa kurang
tanggung jawab, mentaati ketentuan jam kerja serta kurang mampu
menyimpan dan/atau memelihara barang-barang milik negara yang
dipercayakan kepadanya dengan kurang baik, serta tidak masuk atau
terlambat masuk kerja dan lebih cepat pulang dari ketentuan jam
kerja tanpa alasan yang sah selama 16 (enam belas) sampai dengan
30 (tiga puluh) hari kerja.
5) Buruk (50 ke bawah). Tidak pernah mentaati peraturan perundang-
undangan dan/atau peraturan kedinasan yang berlaku dengan rasa
tidak tanggung jawab, mentaati ketentuan jam kerja serta tidak
mampu menyimpan dan/atau memelihara barang-barang milik
negara yang dipercayakan kepadanya dengan kurang baik, serta tidak
masuk atau terlambat masuk kerja dan lebih cepat pulang dari
ketentuan jam kerja tanpa alasan yang sah lebih dari 31 (tiga puluh
satu) hari kerja.

e. Kerjasama
Kerjasama adalah kemauan dan kemampuan PEGAWAI untuk bekerja
sama dengan rekan sekerja, atasan, bawahan dalam unit kerjanya serta
instansi lain dalam menyelesaikan suatu tugas dan tanggung jawab yang
ditentukan, sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-
besarnya.
1) Sangat baik (91 - 100). Selalu mampu bekerjasama dengan rekan
kerja, atasan, bawahan baik di dalam maupun di luar organisasi serta
menghargai dan menerima pendapat orang lain, bersedia menerima
keputusan yang diambil secara sah yang telah menjadi keputusan
bersama.
2) Baik (76 - 90). Pada umumnya mampu bekerjasama dengan rekan
kerja, atasan, bawahan baik di dalam maupun di luar organisasi serta
menghargai dan menerima pendapat orang lain, bersedia menerima
keputusan yang diambil secara sah yang telah menjadi keputusan
bersama.
3) Cukup (61 - 75). Adakalanya mampu bekerja-sama dengan rekan
kerja, atasan, bawahan baik didalam maupun diluar organisasi serta
adakalanya menghargai dan menerima pendapat orang lain, kadang-
kadang bersedia menerima keputusan yang diambil secara sah yang
telah menjadi keputusan bersama.
4) Kurang (51 - 60). Kurang mampu bekerjasama dengan rekan kerja,
atasan, bawahan baik didalam maupun diluar organisasi serta
kurang menghargai dan menerima pendapat orang lain, kurang
bersedia menerima keputusan yang diambil secara sah yang telah
menjadi keputusan bersama.
5) Buruk (50 ke bawah). Tidak pernah mampu bekerjasama dengan
rekan kerja, atasan, bawahan baik didalam maupun di luar organisasi
serta tidak menghargai dan menerima pendapat orang lain, tidak
bersedia menerima keputusan yang diambil secara sah yang telah
menjadi keputusan bersama.
f. Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah kemampuan dan kemauan PEGAWAI untuk
memotivasi dan mempengaruhi bawahan atau orang lain yang berkaitan
dengan bidang tugasnya demi tercapainya tujuan organisasi.

1) Sangat baik (91 - 100). Selalu bertindak tegas dan tidak memihak,
memberikan teladan yang baik, kemampuan menggerakkan tim kerja
untuk mencapai kinerja yang tinggi, mampu menggugah semangat
dan meng-gerakkan bawahan dalam melaksanakan tugas serta
mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.
2) Baik (76 - 90). Pada umumnya bertindak tegas dan tidak memihak,
memberikan teladan yang baik, kemampuan mengerakkan tim kerja
untuk men-capai kinerja yang tinggi, mampu menggugah semangat
dan menggerakkan bawahan dalam melaksanakan tugas serta
mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.
3) Cukup (61 - 75). Adakalanya bertindak tegas dan tidak memihak,
memberikan teladan, cukup mampu mengerakkan tim kerja untuk
mencapai kinerja yang tinggi, serta cukup mampu menggugah
semangat dan menggerakkan bawahan dalam melaksanakan tugas
serta cukup mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.
4) Kurang (51 - 60). Kurang bertindak tegas dan terkadang memihak,
kurang mampu memberikan teladan yang baik, kurang mampu
mengerakkan tim kerja untuk mencapai kinerja yang tinggi, serta
kurang mampu menggugah semangat dan menggerakkan bawahan
dalam melaksanakan tugas serta kurang mampu mengambil
keputusan dengan cepat dan tepat.
5) Buruk (50 ke bawah). Tidak pernah mampu bertindak tegas dan
memihak, tidak memberikan teladan yang baik, tidak mampu
mengerakkan tim kerja untuk mencapai kinerja yang tinggi, tidak
mampu menggugah semangat dan menggerakkan bawahan dalam
melaksanakan tugas serta tidak mampu mengambil keputusan
dengan cepat dan tepat.
7. BLANGKO PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI
Blangko Penilaian Prestasi Kerja Pegawai sebagaimana tercantum dalam
lampiran II Kebijakan Penilaian Dan Evaluasi Kinerja Pegawai.

8. PENUTUP
Demikian Kebijakan Penilaian Dan Evaluasi Kinerja Pegawai ini dibuat
untuk menjadi acuan dalam Pelaksanaan Penilaian dan akan dilakukan
evaluasi.

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


KABUPATEN ACEH TAMIANG,

LIA IMELDA SIREGAR


Lampiran II : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
KABUPATEN ACEH TAMIANG
NOMOR : TAHUN 2016
TANGGAL : 4 JANUARI 2016 M
23 JUMADIL AWWAL 1437 H

FORMAT

D. Aspek Kepemimpinan

1 Komunikasi
2 Kontrol anggota
3 Memberi dorongan dan semangat
4 Kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan
Total Nilai

Klasifikasi Nilai Bobot Kualitas


Nilai 91 - ke atas Sangat Baik
Mutu A+B+C+D : 15
A 76 - 90 Baik
B 61 - 75 Cukup
C 51 - 60 Kurang
D 50 - ke bawah Buruk
E 50 - ke bawah Buruk

Catatan
Prestasi lain yang perlu dicatat
Indisipliner tertentu yang perlu dicatat
Saran dan perbaikan

Mengetahui Penilai
Direktur RSUD Atasan Pejabat Penilai Atasan langsung
Kabupaten Aceh Tamiang

dr. Lia Imelda Siregar, M. Kes. .............................. ...............................


Pembina Tk.I .................. ...................
NIP. 19740425 200212 2 002 NIP........................... NIP..........................

FORMAT EVALUASI KINERJA PEGAWAI


Lampiran II : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
KABUPATEN ACEH TAMIANG
NOMOR : TAHUN 2016
TANGGAL : 4 JANUARI 2016 M
23 JUMADIL AWWAL 1437 H

FORMAT EVALUASI KINERJA PEGAWAI


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN ACEH TAMIANG

Sifat : Rahasia
Unit Kerja : Unsur Staf Pelaksana/ Jabatan :
Fungsional Dibuat Tanggal

Nama Jabatan
Pkt/Gol Masa kerja
NRP/NIP Periode Tahun 2016
Penilaian

Skor Penilaian
NO Aspek/Elemen A B C D E

91 > 76- 61- 51- <50


90 75 60

A. Aspek Teknis Pekerjaan

1 Efektifitas dan Efisiensi


2 Ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas
3 Kemampuan mencapai target pekerjaan/tugas
B. Aspek Non Teknis
1 Tertib administrasi
2 Inisiatif/prakarsa
3 Kerjasama dan koordinasi antar bagian
C. Aspek Kepribadian
1 Perilaku
2 Kedisiplinan
3 Tanggungjawab dan loyalitas
4 Ketaatan terhadap instruksi kerja atasan
5 Kelengkapan Atribut Pakaian Dinas
Total Nilai

Klasifikasi Nilai Nilai Akhir


Nilai Bobot Kualitas
Mutu A+B+C : 11
A 91 - ke atas Sangat Baik
B 76 - 90 Baik
C 61 - 75 Cukup
D 51 - 60 Kurang
E 50 - ke bawah Buruk
Catatan

Prestasi lain yang perlu dicatat


Indisipliner tertentu yang perlu
dicatat
Saran dan perbaikan

Mengetahui Penilai
Direktur RSUD Atasan Pejabat Penilai Atasan langsung
Kabupaten Aceh Tamiang

dr. Lia Imelda Siregar, M. Kes. .............................. ...............................


Pembina Tk.I .................. ...................
NIP. 19740425 200212 2 002 NIP........................... NIP..........................