Anda di halaman 1dari 7

OLEH :

MUHASIFA

ANJAS

IKRAM

SMP SATAP LUMARING


TAHUN AJARAN 2017/2018
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada hakekatnya pendidikan kewarganegaraan adalah upaya sadar dari suatu
masyarakat dan pemerintah suatu negara untuk menjamin kelangsungan hidup dan
kehidupan generasi penerusnya. Selaku warga masyarakat, warga bangsa dan
negara,secara berguna dan bermakna serta mampu mengantisipasi hari depan mereka
yang selalu berunah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya,bangsa,negara
dan hubungan international,maka pendidikan tinggi tidak dapat mengabaikan realita
kehidupan yang mengglobal yang digambarka sebagai perubahan kehidupan yang penuh
dengan paradoksal dan ketidak keterdugaan. Dengan adanya peraturan perundang -
undangan dalam kehidupan kita menjadi lingkungan ilmiah yang aman tertib dan
sejahtera. Peraturan perundang-undangan merupakan suatu bentuk kebijakan tertulis yang
bersifat pengaturan Negara Indonesia adalah negara hukum. Oleh karena itu, dalam
segala aspek kegiatan selalu didasarkan pada hukum yang berlaku. Aturan hukum
merupakan peraturan perundang - undangan untuk mengatur kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara dengan baik.
Untuk menjalankan PP sebagaimana mestinya, acapkali ada perintah untuk
mengatur lebih lanjut dalam bentuk Peraturan Presiden (“Perpres”) atau Peraturan
Menteri (“Permen”). Tetapi sebagian besar pasal dalam PP pada dasarnya tanpa perintah
untuk pengaturan lebih lanjut dalam Perpres atau Permen. Perintah penerbitan Perpres
dalam suatu rumusan PP adalah kewajiban bagi Pemerintah untuk menerbitkannya.
Peraturan pelaksanaan itu kadang diatur ‘karena diperlukan dalam pelaksanaan
penyelenggaraan pemerintahan negara’,1[1] atau ‘dalam rangka penyelenggaraan urusan
tertentu dalam pemerintahan’.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud Peraturan Pemerintah ?
2. Bagaimana Proses Pembuatan Peraturan Pemerintah ?
3. Apa saja dasar hukum ?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui arti Peraturan Pemerintah.
2. Untuk mengetahui Proses Pembuatan Peraturan Pemerintah.
3. Untuk mengetahui dasar hokum.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Peraturan Pemerintah


Peraturan pemerintah adalah suatu peraturan yang dibuat oleh pemerintah yang tujuan
dibuatnya adalah untuk melaksanakan peraturan yang berada diatasnya (yaitu undang-
undang). Peraturan pemerintah ini memiliki ciri-ciri atau kriteria dalam proses
pembuatannya yaitu sebagai berikut :

Untuk selanjutnya Peraturan Pemerintah kita singkat dengan PP.


 PP tidak bisa dibentuk apabila tidak ada undang-undang yang merupakan induknya
 PP tidak bisa mencantumkan sanksi pidana jika UU yang merupakan induknya tidak
mencantumkan sanksi pidana.
 PP tidak bisa memperluas atau mengurangi dari ketentuan undang-undang induknya
 PP dapat dibentuk meskipun undang-undang yang bersangkutan tidak menyebutkan
secara tegas, tetapi dengan syarat PP tersebut isinya adalah untuk melaksanakan UU
 PP tidak ditujukan untuk melaksanakan UUD 1945 ataupun ketetapan MPR
melainkan UU.
Materi muatan PP berisi materi untuk menjalankan UU yang telah diatur dalam Pasal 10
UU RI No 10 Tahun 2004).

B. Proses Pembuatan Peraturan Pemerintah


Semua peraturan perundang-undangan nasional memiliki proses dalam pembuatannya,
termasuk peraturan pemerintah. Berikut adalah proses pembuatan peraturan pemerintah.
1. Proses penyiapan rancangan peraturan pemerintah
Setiap departemen ataupun lembaga pemerintahan mempunyai kesempatan untuk
mengambil prakarsa sendiri untuk mempersiapkan rancangan PP sesuai dengan bidang
tugasnya.

2. Proses pengajuan rancangan peraturan pemerintah


Peraturan Pemerintah yang masih berupa rancangan ini kemudian akan diajukan kepada
presiden untuk mendapatkan persetujuan dari presiden. Kemudian sekretaris negara akan
memeriksa dan meneliti rancangan PP tersebut dan akan mempertimbangkan aspek
hukumnya. Setelah disetujui oleh presiden, sekretaris negara akan menyampaikan surat
persetujuan dan meminta departemen yang berkaitan untuk membentuk sebuah panitia
yang bertugas untuk membahas peraturan pemerintah yang masih berupa rancangan yang
sudah disetujui oleh presiden.

3. Proses pembahasan rancangan peraturan pemerintah


Panitia yang bertugas untuk membahas prakarsa rancangan PP tersebut disebut dengan
panitia antardepartemen atau disebut juga dengan panitia internal departemen. Panitia
antardepartmen akan membahasnya, apabila sudah selesai dan mendapatkan keputusan
(kesimpulan), ketua panitia akan segera menyerahkan prakarsa RPP kepada menteri yang
bersangkutan.
Rancangan yang telah diberikan kepada para menteri, akan kembali diedarkan ke menteri
yang bersangkutan seperti kepada.
a. Para menteri atau pimpinan lembaga pemerintahan yang ada hubungannya dengan
materi rancangan PP untuk mendapatkan tanggapan dan pertimbangan
b. Menter Kehakiman untuk mendapatkan tanggapan dari segi hukum
c. Sekretaris kabinet untuk persiapan penyelesaian rancangan PP selanjutnya

4. Proses pengesahan peraturan pemerintah


Hasil pembahasan rancangan PP yang telah disetujui bersama, selanjutnya akan dikirim
kembali sekretaris negara untuk disampaikan kepada presiden guna ditetapkan dan
ditanda-tangani. Rancangan PP yang telah disetujui presiden, selanjutnya disahkan oleh
presiden menjadi peraturan pemerintah.

5. Proses pengundangan dan penyebarluasan peraturan pemerintah


Agar setiap orang mengetahui peraturan pemerintah yang telah disahkan maka peraturan
pemerintah tersebut diundangkan dengan menempatkannya dalam :
a. Lembaran negara RI
b. berita negara RI
Pemerintah memiliki kewajiban untuk menyebarluaskan peraturan tersebut yang telah
diundangkan dalam lembaran negara dan berita negara RI. Pengundangan tersebut
dilaksanakan oleh menteri ang tugas dan tanggung jawabnya di bidang peraturan
perundang-undangan.
C. Dasar Hukum
1. UUD 1945;
2. UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan;
3. Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2005tata Cara Mempersiapkan Rancangan
Undang-Undang, Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang,
Rancangan Peraturan Pemerintah, dan Rancangan Peraturan Presiden.
BAB III
PENUTUP

Peraturan Pemerintah(disingkat PP) adalah Peraturan Perundang-undangan di


Indonesia yang ditetapkan oleh Presiden untuk menjalankan Undang-Undang sebagaimana
mestinya. Materi muatan Peraturan Pemerintah adalah materi untuk menjalankanUndang-
Undang. Di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan dinyatakan bahwa Peraturan Pemerintah
sebagai aturan "organik" daripada Undang-Undang menurut hierarkinya tidak boleh tumpang
tindih atau bertolak belakang. Peraturan Pemerintah ditandatangani oleh Presiden.
Materi muatan Peraturan Pemerintah adalah materi untuk menjalankan Undang-
Undang sebagaimana mestinya.didalam UU No.10 Tahun 2004 tentang teknik pembuatan
undang-undang, bahwa Peraturan Pemerintah sebagai aturan organik daripada Undang-
Undang menurut hierarkinya tidak boleh tumpangtindih atau bertolak belakang Peraturan
Presiden (disingkat Perpres adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibuat oleh Presiden.
Materi muatan Peraturan Presiden adalah materi yang diperintahkan oleh Undang-Undang
atau materi untuk melaksanakan Peraturan Pemerintah. Undang-undang (atau disingkat UU)
adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan
persetujuan bersama Presiden.
Jadi untuk melaksanakan undang-undang yang dibentuk oleh Presiden dengan DPR,
UUD 1945 memberikan wewenang kepada presiden untuk menetapkan Peraturan Pemerintah
guna melaksanakan undang-undang tersebut sebagaimana mestinya. Keberadaan Pemerintah
hanya untuk menjalankan Undang-Undang. Hal ini berarti tidak mungkin bagi presiden
menetapkan Peraturan Pemerintah sebelum terbentuk undang-undangnya, sebaliknya suatu
undang-undang tidak dapat berlaku efektif tanpa adanya Peraturan Pemerintah.
DAFTAR PUSTAKA

http://artonang.blogspot.co.id/2015/01/peraturan-pemerintah-pp.html

https://2404alif.wordpress.com/2013/01/04/makalah-hukum-perundang-undangan/

http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt5943825cc413c/keberlakuan-peraturan-
pemerintah-yang-belum-ada-peraturan-pelaksanaannya

http://muhammadcandras.blogspot.co.id/2012/11/makalah-peraturan-tingkat-pusat-dan.html