Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Kesehatan Remaja


Sub Topik : Kebersihan Diri
Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Kulit pada Remaja
Sasaran : Seluruh remaja di Panti Asuhan
Benih Harapan,Dalung,Bali
Tempat : Panti Asuhan Benih Harapan,Dalung,Bali
Hari/Tanggal : Minggu, 5 Juli 2015
Waktu : 45 Menit
Penyaji : Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan UNUD

A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang
sangatlah penting untuk di perhatikan dan dilakukan, karena dapat
mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang (Putih,Galih,2012).
Kebersihan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai individu dan kebiasaan.
Jika seseorang sakit, biasanya disebabkan oleh kebersihan yang kurang
diperhatikan. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan
diri adalah masalah yang kurang penting, padahal jika hal tersebut
dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum
(WH,Nasution,2014). Pengetahuan masyarakat yang kurang tentang
kebersihan diri, membuat perilaku hidup sehat ini sulit diterapkan di
masyarakat. Faktor lain yang membuat kebersihan diri tidak diterapkan
adalah praktek sosial, status sosial ekonomi, budaya, kebiasaan seseorang
dan kondisi fisik. Penerapan kebersihan diri yang kurang akan
memudahkan timbulnya penyakit-penyakit menular.
Kebersihan diri pada seseorang adalah suatu tindakan untuk
memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik
dan psikis. Lazimnya kebersihan diri ini dilakukan pada anak usia sekolah
6-12 tahun meliputi kebersihan tangan, kebersihan kuku dan kebersihan
baju, namun remaja juga perlu untuk menjaga kebersihan dirinya
dikarenakan pada masa remaja merupakan masa yang paling rentan
terhadap perubahan. Dan dapat dilihat dari jumlah kasus remaja yang yang
terkena penyakit kulit di Indonesia cukup tinggi, maka dari itu pentingnya
memberikan informasi mengenai kebersihan diri pada remaja
(Efendi,Sukesti,2003).
Kebersihan diri menjadi sangat penting karena kebersihan diri yang
baik akan meminimalkan mikroorganisme yang ada dimana-mana dan
pada akhirnya mencegah seseorang terkena penyakit. Kebersihan diri
merupakan perawatan diri, dimana seseorang merawat fungsi-fungsi
tertentu seperti mandi, toileting, kebersihan tubuh secara umum dan
berhias. Kebersihan diri diperlukan untuk kenyamanan, keamanan, dan
kesehatan seseorang. Kebersihan diri merupakan langkah awal
mewujudkan kesehatan diri.
Munculnya sebagian penyakit yang sering menyerang anak usia
sekolah ataupun remaja ternyata berkaitan dengan perilaku hidup bersih.
Perilaku hidup bersih dan sehat upaya untuk memberikan pengalaman
belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga,
kelompok dan masyarakat dengan membuka jalur komunikasi,
memberikan informasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan,
sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat. indikator perilaku hidup bersih
dan sehat adalah kebersihan diri, dalam hal ini meliputi kebiasaan mandi,
mengganti baju setiap kali diperlukan (WH,Nasution,2014)
Dari uraian di atas maka kami sebagai mahasiswa keperawatan
ingin memberikan penyuluhan mengenai kebersihan diri pada remaja di
Panti Asuhan Benih Harapan,Dalung, Bali.
B. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan, peserta dapat memahami mengenai
pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai upaya pencegahan penyakit
kulit pada remaja
C. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan selama 45 menit, kelompok remaja yang
diberikan penyuluhan diharapkan mampu: (sesuaikan dengan sub materi)
1. Menjelaskan pengertian kebersihan diri
2. Menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri
3. Menyebutkan cara yang dilakukan dalam menjaga kebersihan diri
4. Menyebutkan 3 dari 4 penyakit yang ditimbulkan akibat kurang
menjaga kesehatan diri

D. Sasaran
Sasaran pada promosi kesehatan ini yaitu Seluruh Siswa SMP dan SMA di
Panti Asuhan Benih Harapan (jumlahnya)

E. Materi
(Terlampir)

F. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi / Tanya jawab

B. Media
1. Laptop dan LCD : Menayangkan materi dan video
yang dijelaskan tentang hipertensi
dan hipotensi
2. Leaflet

C. Pengorganisasian Kelompok
Pembawa acara : Mengawali/membuka acara,
mengatur jalannya acara
Moderator : Mengatur jalannya diskusi
Penyaji : Menyajikan materi

Fasilitator : (jumlah orang disesuaikan dengan


sisa anggota kelompok)
mendampingi peserta penyuluhan
Observer : Mengobservi jalannya penyuluhan
tentang ketepatan waktu dan
ketepatan masing-masing peran
Notulen : Mencatat seluruh proses kegiatan
penyuluhan kesehatan

Pengorganisasian
Penanggung jawab : ????
Pembawa Acara : Mahasiswa PSIK UNUD
Moderator : Mahasiswa PSIK UNUD
Penyaji : Dosen PSIK UNUD
Fasilitator : Mahasiswa PSIK UNUD
Observer : Mahasiswa PSIK UNUD
Notulen : Mahasiswa PSIK UNUD

D. Setting tempat

Keterangan Gambar:
: Pembawa Acara : Notulen

: Penyaji : Observer

: Managemen alat peraga/media : Peserta SMP

: Alat Peraga/Media : Peserta SMA

: Penyaji
NB: tolong benar2 disesuaikan dengan setting nanti saat penyuluhan.
Termasuk jumlah pesertanya disesuaikan. 1 fasil maksimal menghandle 5
peserta. Tempatkan fasit di tempat strategis dan menjangkau peserta

Pembawa acara : Mengawali atau membuka acara,


mengatur jalannya acara
Managemen Alat Peraga/ Media : Mengatur pemutaran video dan slide
Penyaji : Menyajikan materi gosok gigi yang
baik dan benar
Fasilisator : Terdiri dari 4 orang dan 2 orang
bertugas untuk mendampingi peserta
SMP dan 2 orang bertugas untuk
mendapingi peserta SMA (sekaligus
memberikan leaflet).
Leaflet diberikan di akhir
penyuluhan. Jumlah fasit tolong
ditambah
Observer : Mengobservasi jalannya penyuluhan
tentang ketepatan waktu dan
ketapatan masing-masing peran
Notulen : Mencatat seluruh proses kegiatan
penyuluhan kesehatan

E. Pendanaan
No Material Justifikasi Harga/ Total
pemakaian satuan (Rp.)
(Rp.)

1. Konsumsi undangan 10 orang Rp. 15000 Rp. 150.000


2. Konsumsi peserta 74 buah Rp. 3000 Rp. 222.000
3. Kontribusi peserta 74 buah Rp. 2000 Rp. 148.000
4. Perlengkapan hiburan 10 buah Rp. 1000 Rp. 10.000
Total Pengeluaran Rp. 530.000

F. Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan Peserta


1 5 menit Pembukaan :
a. Membuka kegiatan dengan a.Menjawab salam
mengucapkan salam
b. Apersepsi
b. Mendengarkan
c. Memperkenalkan diri
d. Menjelaskan tujuan penyuluhan
e. Kontrak
c.Memperhatikan
f. Menyebutkan materi yang akan
diberikan
d.Memperhatikan

2 20 menit Pelaksanaan sesuaikan dengan sub materi)


a) Menjelaskan pengertian dan a.Memperhatikan
pentingnya menjaga kebersihan diri b.Memperhatikan
b) Menjelaskan cara menjaga kebersihan c.Memperhatikan
diri
c) Menjelaskan penyakit-penyakit yang
ditimbulkan akibat kurangnya
menjaga kebersihan diri.
3 15 menit Evaluasi a. mengajukan
a. Memberi kesempatan peserta untuk pertanyaan
b. menjawab
bertanya
b. Memberi pertanyaan untuk peserta pertanyaan
d

4 5 menit Terminasi :
a. memberikan reinforcement positif  a. Mendengarkan
b. mengucapkan terimakasih
c. penutup b.Menjawab
salam

G. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
Rencana kegiatan dipersiapkan 1 bulan sebelum kegiatan dan
informasi kepengurusan tiga hari sebelum kegiatan.

2. Evaluasi Proses
- Kegiatan berlangsung tepat waktu.
- Peserta yang hadir 80% dari jumlah total peserta.
- Tempat penyuluhan : Panti Asuhan Benih Harapan, Dalung, Bali
(maksudnya?)
- 90% peserta yang hadir mengikuti kegiatan sampai akhir

3. Evaluasi Hasil (sesuaikan poinnya dengan sub materi dan buat lebih
operasional)
1. Peserta penyuluhan mampu menjelaskan mengenai kebersihan diri
2. Peserta penyuluhan mampu menjelaskan pentingnya menjaga
kebersihan diri
3. Peserta penyuluhan mampu menyebutkan cara menjaga kebersihan
diri
4. Peserta penyuluhan mampu menyebutkan penyakit yang
ditimbulkan akibat kurangnya menjaga kebersihan diri
LAMPIRAN MATERI

Kebersihan diri adalah perawatan diri yang secara positif


mempengaruhi kesehatan manusia yang dilakukan sebagai aktivitas
kehidupan sehari-hari (WH,Nasution,2014).
Kebersihan diri pada seseorang adalah suatu tindakan untuk
memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan
fisik dan psikis. Kebersihan diri menjadi sangat penting karena
kebersihan diri yang baik akan meminimalkan mikroorganisme yang
ada dimana-mana dan pada akhirnya mencegah seseorang terkena
penyakit. Kebersihan diri merupakan perawatan diri, dimana seseorang
merawat fungsi-fungsi tertentu seperti mandi, toileting, kebersihan
tubuh secara umum dan berhias. Kebersihan diri diperlukan untuk
kenyamanan, keamanan, dan kesehatan seseorang. Kebersihan diri
merupakan langkah awal mewujudkan kesehatan diri
(WH,Nasution,2014). Banyak manfaat yang dapat dipetik dengan
merawat kebersihan diri, memperbaiki kebersihan diri, mencegah
penyakit, meningkatkan kepercayaan dan menciptakan keindahan
(E,Naria,2012)
Adapun cara yang dapat digunakan dalam kebersihan diri diantaranya
yaitu menjaga kesehatan kulit, dan kebersihan pakaian.
a. Menjaga kesehatan kulit
Kulit merupakan pelindung bagi tubuh dan jaringan dibawahnya.
Sebagai pelindung kulitpun sebagai pelindung cairan-cairan tubuh
sehingga tubuh tidak kekeringan dari cairan. Melalui kulitlah rasa
panas, dingin dan nyeri dapat dirasakan. Guna kulit yang lain
sebagai alat pengeluaran ampas-ampas berupa zat yang tidak
terpakai melalui keringat yang keluar lewat pori-pori. Kulit yang
baik akan dapat menjalankan fungsinya dengan baik sehingga perlu
dirawat. Adapun cara yang paling utama bagi kulit, yaitu
pembersihan badan dengan cara mandi. Para ahli berpendapat
bahwa frekuensi mandi tidak sama pada setiap orang melainkan
tergantung aktivitas dan kebutuhan. Mandi sendiri dibutuhkan
karena dengan cara ini kita bisa membuang kelebihan minyak dan
membersihkan penyumbat pori-pori.
Salah satu kerugian jika kelebihan minyak yang menyumbat pori-
pori adalah kemungkinan tumbuhnya jerawat di kulit. Namun,
tentu saja dibutuhkan mandi yang berkualitas agar mampu
melindungi kulit dengan optimal. Bahkan, kualitas mandi ini lebih
penting daripada frekuensinya. Salah satu ciri mandi yang
berkualitas adalah menghindari mengusapkan sabun terlalu keras
karena dapat mengikis minyak alami dari kulit.
Pastikan untuk memberikan perhatian pada bagian tubuh yang
tersembunyi seperti lipatan dada untuk wanita, ketiak, dan sekitar
selangkangan. Daerah tersebut perlu mendapat perhatian khusus
karena merupakan area produsen terbesar sebrum, yang
berpengaruh pada bau badan dan bakteri, jamur, dan pertumbuhan
ragi.
Meski secara umum kita minimal perlu mandi dua kali sehari, ada
beberapa hal yang wajib diperhatikan. Salah satu yang penting
adalah menghitung jarak waktu mandi saat ini dan selanjutnya. Hal
ini penting karena terlalu sering mandi juga tidak baik bagi
kesehatan kulit. Terlalu sempit jarak mandi Anda bukannya akan
membuat kulit terjaga optimal namun justru akan merusaknya.

b. Kebersihan pakaian
Setiap habis mandi, usahakan selalu berganti pakaian dengan yang
bersih. Pilihlah pakaian, celana, kaos dalam dan celana dalam yang
kering dan bersih, jangan yang lembab. Demikian pula dengan
seragam sekolah. Sebaiknya diganti setiap hari, jangan sampai
dikenakan berulang kali. Kalau kita menggunakan pakaian yang
rapi dan bersih tentunya akan enak dlihat. Banyak keuntungan
yang kita peroleh dar pakaian yang bersih. Ada beberapa
keuntungan bila kita berpakian bersih diantaranya adalah :
 Bebas dari kuman dan penyakit
 Wangi dan nyaman
 Menambah percaya diri
 Rapi
 Tidak menimbulkan bau yang tdak sedap.
Beberapa penyakit kulit yang ditimbulkan apabila tidak menjaga
kebersihan diri yaitu :
1. Panu (Pitiriasis versikolor)
Panu disebabkan oleh kuman tinea versikolor dan umumnya tidak
menimbulkan gatal. Penyakit ini akan menyebabkan bercak
bersisik berwarna-warni mulai dari putih, merah, sampai
kecokelatan. Biasanya mengenai bagian muka, leher, badan, ketiak,
tungkai, lengan, dan masih banyak lagi.
2. Tinea (Kurap)
Disebabkan oleh jamur dermatofita. Berbeda dengan panu,
penyakit kurap akan menimbulkan rasa gatal yang hebat ketika
kulit berkeringat. Bentuknya agak bulat dengan bagian tepi
berwarna lebih merah akibat peradangan.
3. Scabies,gudik atau budukan
Ini adalah penyakit kulit akibat kutu (sarcoptes scabiei). Penyakit
ini paling mudah menular melalui kontak langsung atau
menggunakan benda yang sama, seperti pakaian, handuk, atau
sprei. Umumnya menyerang manusia secara berkelompok,
misalnya penghuni panti asuhan atau pesantren.
Gejala klinis skabies adalah adanya tanda seperti terowongan
berwarna putih keabu-abuan berbentuk garis lurus atau berkelok.
Menurut dr.Vinia, itu merupakan pertanda adanya kutu yang masuk
ke kulit dan membuat alur terowongan. Biasanya terjadi di lipatan
ketiak, bokong, dan sela jari-jari tangan karena kulitnya lebih tipis.

4. Infeksi bakteri pioderma


Disebabkan oleh bakteri Staphylococcus dan Steptococcus. Gejala
klinis yang tampak adalah timbulnya bisul (Candra,Asep,2012)
DAFTAR PUSTAKA

Candra,Asep,2012.4 Penyakit Akibat Abaikan Kebersihan Diri.


http://health.kompas.com/read/2012/11/22/14585851/4.Penyakit.karena.Abaikan.
Kebersihan.Diri. Diakses tanggal 28 Juni 2015

Efendi,Sukesti,2003.Peranan Kulit Dalam Mengatasi Terjadinya Akne Vulgaris.


http://library.usu.ac.id/download/fk/histologi-zukesti3.pdf. Diakses tanggal 28
Juni 2015

E,Naria,2012.Kebersihan Diri.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/30846/4/Chapter%20II.pdf.
Diakses tanggal 28 Juni 2015

Putih,Galih,2012.Kebersihan diri.
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/107/jtptunimus-gdl-galihputih-5305-2-
bab1.pdf. Diakses tanggal 28 Juni 2015

WH,Nasution,2014.Pendahuluan Kebersihan diri.


http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/40242/5/Chapter%20I.pdf.
Diakses tanggal 28 Juni 2015

NB: kalau mau buat materi penyuluhan hendaknya pakai textbook terlebih
dahulu. Minimal 60% materi dari textbook. Untuk selanjutnya nggih dik
jadikan pembelajaran. Untuk yang minggu, biar dah pake ini. Nanti kakak
yang mengembangkan materinya.