Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN

Pada Anak “A” dengan Demam Berdarah Dengue (DHF)


Di Ruang Anak RS Muhammadiyah
SURABAYA

OLEH :
RATNA KURNIAWATI
NIM. 07.02.02.0299

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MUHAMMADIYAH
LAMONGAN
2009
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT dengan segala limpahan Rahmat, Taufiq, dan Hidayah-
Nya sehingga laporan yang berjudul “Asuhan Keperawatan pada An “A” dengan Demam
Berdarah Dengue” dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas dari dosen mata kuliah Asuhan Kebidanan
dalam rangka Program Studi DIII Kebidanan STIKES MUHAMMADIYAH LAMONGAN
Dengan terselesaikannya laporan ini, penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih
kepada :
1. Drs.H. Budi Utomo, Amd.Kep.,M.kes., selaku Ketua STIKES Muhammadiyah
Lamongan
2. Hj. WS.Tarmi, SST.,S.Psi.,M.Kes., selaku Ketua Prodi DIII Kebidanan STIKES
Muhammadiyah Lamongan
3. Siti Sholikhah, S.Kep .NS selaku Dosen Pembimbing
4. Budi, S.Kep, NS selaku pembimbing klinik .
5. Dan pihak-pihak yang membantu dalam penyelesaian laporan ini. Terima kasih.

Surabaya, November 2009

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………
LEMBAR PENGESAHAN……………………………………………………….............
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………….
..........................................................................................................................
DAFTAR ISI……………………………………………………........................................

BAB I : PENDAHULUAN…………………………………………………………
A. Latar Belakang…………………………………………………………
..............................................................................................................
B. Tujuan………………………………………………………………….
..............................................................................................................
C. Metode Penulisan……………………………………………………....
..............................................................................................................
D. Sistematika Penulisan………………………………………………….
..............................................................................................................

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA ……………………………………………………

BAB III : TINJAUAN KASUS………………………………………………………..

BAB IV : PEMBAHASAN…………………………………………………….............

BAB V : PENUTUP…………………………………………………………………..
A. Kesimpulan……………………………………………………………..
..............................................................................................................
B. Kritik dan saran…………………………………………………………
..............................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Demam berdarah dengue (Dengue Haemoragic Fever) adalah penyakit demam akut
dengan ciri-ciri demam manifestasi perdarahan, dan bertendensi mengakibatkan renjatan
yang dapat menyebabkan kematian (Kapita Selekta Kedokteran 2001/jilid2/419)
Virus dengue serotype 1,2,3&4 yang ditularkan melalui vector nyamuk aedes aegypti,
aedes albopictus, aedes polynesiensis, dam beberapa jenis spesies yang lain. Infeksi virus
dengue mengakibatkan manifestasi klinis yang bervariasi mulai dari asimtomatik, penyakit
paling ringan (mild undifferentiated febrill illness), demam dengue, demam berdarah dengue
sampai syndrome syok dengue. Pada demam dengue terdapat gejala peningkatan suhu secara
tiba tiba, disertai sakit kepala, nyeri hebat pada otot dan tulang, mual, kadang muntah dan
batuk ringan bahkan disertai dengan perdarahan spontan(Kapita Selekta Kedokteran
2001/jilid1/428).
Selain perdarahan juga memungkinkan terjadinya syok yang biasa dijumpai pada saat
demam telah turun antara hair ke-2 sampai ke-7 dengan tanda-tanda anak menjadi makin
lemah, ujung-ujung jari telinga dan hidung teraba dingin dan lembab. Denyut nadi terasa
cepat, kecil dan tekanan darah menurun dengan tekanan sistolik 80mmHg atau bahkan
kurang. (Perawatan anak sakit 2003/edisi2/368)
Kematian telah terjadi pada 40-50% penderita dengan syok, tetapi dengan perawatan
intensif yang cukup, kematian akan kurang dari 2%. Ketahanan hidup secara langsung terkait
dengan menejemen awal.

B. Tujuan
 Tujuan Umum
Mahasiswa mampu menetapkan dan mengembangkan pola pikir secara ilmiah kedalam
proses asuhan keperawatan nyata serta mendapatkan pengalaman dalam memecahkan
masalah pada anak dengan Dengue Haemoragic Fever (DHF).
 Tujuan Khusus
Mahasiswa mampu :
 Mengetahui gambaran tentang kasus DHF yang dialami oleh pasien An
“A”.
 Mengetahui alternative pengobatan pada pasien DHF
C. Metode penulisan
 Metode deskriptif yaitu metode yang digunakan untuk menggambarkan kasus
secara nyata pada klien dengan DHF di ruang Anak RS Muhammadiyah Surabaya
 Cara mendapatkan data:
 Wawancara langsung dengan orang tua pasien.
 Melakukan pengamatan langsung dan pemeriksaan fisik
 Studi kepustakaan, yaitu dengan mempelajari buku-buku sumber yang
berhubungan dengan kasus yang dialami.

D. Sistematika penulisan
Dalam asuhan keperawatan pada anak dengan kasus DHF:
 BAB I : Pendahuluan
 BAB II : Tinjauan Pustaka
 BAB III : Tinjauan Kasus
 BAB IV : Penutup
 DAFTAR PUSTAKA
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN DHF
 Demam berdarah Dengue disebabkan oleh virus Dengue(Arbo virus)yang masuk kedalam
tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypty
 Demam berdarah Dengue adakah suatu penyakit demam berat yang sering mematikan,
disebabkan oleh virus ditandai dengan permeabilitas kapiler,kelainan hemostatis pada kasus
berat syndrome syok.
 Demam berdarah Dengue adalah penyakit yang terdapat pada awal anak dan dewasa
dengan gejala utama demam,nyeri otot dan sendi yang biasanya memburuk setelah dua hari
pertama.

B. ETIOLOGI
 Virus Dengue serotype 1,2,3 dan 4 ditularkan melalui vector nyamuk Aedes
Aegypty,infeksi dengan salah satu serotype akan menimbulkan antibody seumur hidup
terhadap serotype yang bersangkutan tetapi tidak ada perlindungan terhadap serotype lain.
Sifat nyamuk senang hinggap di air jernih dan tenang,telurnya ini akan menetas dalam
waktu 4 hari kemudian untuk menjadi nyamuk dewasa memerlukan waktu 9 hari. Nyamuk
dewasa yang sudah menghisap darah dapat bertelur 100 butir.
 Masa inkubasi dari penyakit ini berlangsung selama 3-5 hari setelah itu baru timbul
gejala penyakit secara mendadak.
 Selain Aedes Aegypty juga bias disebabkan oleh Aedes Albopiotus.

C. KLASIFIKASI DHF MENURUT WHO(1971)


 Derajat I :Demam disertai gejala klinis lain atau perdarahan spontan, uji tourniquet (+),
trombositopeni dan hemokonsentrasi.
 Derajat II:seperti derajat I disertai perdarahan spontan dikulit atau perdarahan lain.
 DerajatIII:didapatkan kegagalan sirkulasi yaitu nadi cepat dan lambat (≥120 x/menit),
tekanan nadi menurun(20mmHg atau kurang) atau hipotensi,syanosis disekitar
mulut,kulit dingin dan lembab serta anak tampak gelisah.
 Derajat IV:syok berat,nadi tidak dapat diraba dan tekanan darah tidak teratur.

D. PATOFISIOLOGI DHF
Virus Dengue akan masuk kedalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypty dan
kemudian bereaksi dengan antibody. Orang yang terinfeksi salah satu serotype akan
menimbulkan antibody seumur hidup tetapi tidak ada perlindungan terhadap serotype lain.
Selain virus masuk kedalam tubuh penderita , akan ikut dalam sirkulasi darah dan
mengaktivasi system komplemen yang mengeluarkan :
1. Zat anatilaboksin yang menyebabkan peningkatan permeabilitas kapiler dan terjadi
pembesaran dari ruang intravaskuler.
2. Agregrasi trombosit sehingga jumlah trombosit menurun bila berkelanjutan , akan
menyebabkan kelainan fungsi trombosit sebagai akibat mobilisasi sel trombosit dari
sumsum tulang.
3. Kerusakan sel endotel pembuluh darah akan merangsang atau mengaktivasi faktor
pembekuan.
Terjadinya trombositopenia sehingga menurunkan faktor koagulasi (protrombin, faktor
V,VII,IX,X) dan fibrinogen merupakan faktor penyebab terjadinya perdarahan hebat , terutama
pada gastrointestinal.
Nilai hematrokit meningkat bersama dengan hilangnya plasma melalui endotil dinding
pembuluh darah dan dengan hilangnya plasma akan mengalami hipovolemik apabilah tidak
diatasi bias terjadi anoreksia dengan asidosis dan kematian.
Cairan intraveskuler ke extravaskuler akibatnya berkurangnya volume plasma sehingga
terjadi evaporasi,hepokonsentrasi,hipoprotemia,efusi.
Ketiga faktor tersebut akan menyebabkan (1) peningkatan permeabilitas kapiler, (2)
kelainan homeostasis yang disebabkan oleh vaskulopati, trombositopenia dan koagulopati.
(Arief Mansjoer dan Suprohaita, 2000:419)
Infeksi virus dengue

Demam Manifestasi Hepatomegali Permeabilitas trombosito


anoreksia perdarahan vaskuler naik penia
muntah

Kebocoran plasma
Dehidrasi “Pasma Leage”
Haemokonsentrasi
Hipoproteinemia
Efusi pleura
ascites

Hipovolemia

DIC Syok

Anoksia Asidosis
Perdarahan
saluran
cerna

Meninggal

(Demam berdarah dengue [Arief Mansjoer dan Suprohaito, 2000:420])

E. MANIFESTASI KLINIK
Manifestasi klinik dari DHF ini sangat bervariasi mulai dari ringan sampai yang berat.
Bentuk ringan demam Dengue menyerang segala umur baik orang dewasa maupun pada anak.
Bayi dan anak yang diserang akan demam ringan disertai timbulnya ruam.
DHF merupakan penyakit demam akut dengan ciri-ciri demam,manifestasi perdarahan
mengakibatkan rejatan yang dapat menyebabkan kematian. Biasanya juga ekstremitas
dingin,lembab,badan panas,meka merah,keringat banyak ,gelisah,perdarahan gusi,melena.
Diagnosa Menurut WHO 1986
 Demam tinggi mendadak,tanpa sebab akan berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari
 Terdapat manifestasi perdarahan,tes tourniquet,positif,ptikie,ekimosis,perdarahan
gusi,melena
 Penbesaran hati(sudah dapat diraba syok permulaan sakit)
 Syok ditandai dengan nadi cepat dan lemah disertai tekanan nadi yang menurun(menjadi
20mmHg,tekanan sistolik menurun < 80mmHg)disertai dengan kulit yang teraba dingin
dan lembab.

Infeksi virus dengue

Asimptomatik Simptomatik

Demam yang tak jelas Demam dengue Demam berdarah


penyebabnya dengan “Plasma Leage”

Tanpa perdarahan Dengan perdarahan

DBD tanpa syok

F. KOMPLIKASI
Komplikasi pada penyakit DHF:
 Kegagalan sirkulasi darah
 Adanya perdarahan pada gastrointestinal
 Adanya pembesaran pada hati
 Melena
 Ensepalopati dengue
 Efusi pleura
 Trombositopenia

G. PENATALAKSANAAN
 Minum banyak 50ml/kg BB dalam 4-6 jam I dengan air teh,gula,sirup,sari buah dan oralit.
 Hiperpireksia diatasi dengan antipiretik,bila perlu kompres dengan es dan alcohol 70%
 Anti konvulsan jika terdapat kejang.
 Pemberian cairan melalui iv jika pasien mengalami kesulitan minum dan nilai hematrokit
cenderung meningkat.
Pencegahan
 Penemuan dan pelaporan pasien
 Survailens kasus DHF
 Analisa data kasus DHF tahun sebelumnya
 Penyemprotan inteksida
 Pembrantasan vector intensif
o Fogging four
o Penyuluhan kepada masyarakat
o Pemantauan jentik berkala 8 bulan sekali

Pemeriksaan Penunjang
1. darah lengkap:Hemokonsentrasi (Hematokrit meningkat 20% atau lebih), trombositopeni
(100.000/mm3 atau kurang)
2. serologic:Uji HI (Haemaglutination Inhibition TEST)
3. Rontgen Thorax: Efusi, pleura
4. OB TEST (AIM DENGUE TRIPLELINE RAPID TEST)
ASUHAN KEPERAWATAN

1.PENGKAJIAN
a) Biodata
DHF dapat menyerang orang dewasa,anak-anak terutama anak berumur <12 tahun endemic
pada daerah tropic.
b) Keluhan Utama
Panas atau demam.
c) Riwayat penyakit sekarang
Demam mendadak selama 2-7 hari dengan disertai tanda-tanda lemah,ujung-
ujungjari,telinga dan hidung teraba dingain dan lembab.
Demam naik turun disertai lemah,nafsu makan berkurang,muntah,nyeri paa anggota
badan,punggung,sendi,kepala,perut,uluh hati dan konstipasi/diare.
d) Riwayat penyakit dahulu
Kemungkinan anak telah terjangkit penyakit DHF bias berulang lagi tapi penyakit ini tidak
ada hubungannya dengan penyakit yang pernah di derita dahulu.
e) Riwayat penyakit keluarga
Penyakit DHF bila dibawa oleh nyamuk,jika dalam satu keluarga ada yang menderita
penyakit ini,kemungkinan tertular bisa terjadi.
f) Riwayat tumbuh kembang
Sesuai dengan tumbuh kembang klien.
ADL
 Nutrisi :dapat terjadi mual muntah,anorexia,sakit saat menelan.
 Aktivitas :dapat terjadi nyeri pada otot dan sendi,pegal-pegal pada seluruh
tubuh,menurunnya aktivitas.
 Istirahat :dapat terganggu karma panas,sakit kepala dan nyeri.
 Eliminasi :terjadi diare/konstipasi,melena.
 Personal Hygien :panas pada tubuh mempengaruhi pada personal hygient
g) Pemeriksaan Fisik
 Keadaan Umum : suhu tubuh tinggi(39,4-41°C),mengigil,hipotermi,nadi cepat,dan lemah.
 Kulit :tampak bintik merah pada kulit,hematoma,ekimosis.
 Kepala dan Leher:Mulut (mukosa bibir kering, lidah kotor, perdarahan gusi) Hidung
(epitaksis), Tenggorokan (hyperemia), Leher (tejadi pembesaran
kelenjar limfe)
 Dada :nyeri tekan epigastrik,nafas dangkal.
 Abdomen :pada palpasi ada pembesaran hepar,tugor kulit menurun.
 Rektal :terganggu karna diare.
 Ekstrimitas :dingin.

2. PEMERIKSAAN PENUNJANG
 DL:Hemokonsentrasi (Hemoglobin meningkat 20 % atau lebih)
Trombositopenia (100.000/m³ atau kurang)
 Serologi (Haemoaglutination Inhibition Test)

3. DIAGNOSA KEPERAWATAN
 Peningkatan suhu tubuh (hipetermi)bila ada proses infeksi
 Nutrisi kurang dari kebutuhan bila ada mual muntah
 Intoleransi aktivitas b/d keletihan,malaise,nyeri kepala dan sendi
 Perubahan perfusi jaringan bila ada aliran darah jantung menurun
 Potensial terjadi syok hipovolemik bila ada perdarahan hebat

Dx I :Peningkatan suhu tubuh bila ada proses infeksi virus


Dibuktikan dengan peningkatan suhu tubuh 39,4-41°C
Tujuan :Suhu tubuh normal 36,5-37,5°C
Rencana Tindakan
1. Observasi TTV
R/ Sebagai asuhan untuk mengetahui keadaan umum pasien
2. Kaji saat timbul demam
R/ Bentuk mengidentifikasi pola demam pasien
3. Berikan kompres dingin
R/ Kompres membantu mengurangi penurunan suhu tubuh
4. Anjurkan untuk tidak memakai selimut/pakaian tebal
R/ Pakaian tipis akan membantu mengurangi penguapan tubuh
5. Beri penjelasan tentang penyebab demam/peningkatan suhu tubuh
R/ Penjelasan tentang kondisi yang dialami pasien dapat membantu keluarga mengurangi
kecemasan

Dx II :Nutrisi kurang dari kebutuhan bila ada mual muntah


Dibuktikan dengan
 Penurunan berat badan
 Bunyi otot hiperaktif
 Konjungtiva dan membran pucat
Tujuan :Terpenuhinya asupan nutrisi yang adekuat
Kriteria hasil
 Peningkatan berat badan
 Konjungtiva dan membrane mukosa baik
Rencana Tindakan
1) Berikan penjelasan manfaat makanan nutrisi bagi pasien trutama pada saat sakit
R/ Meningkatnya pengetahuan pasien tentang nutrisi sehingga motivasi untuk makan
meningkat
2) Kaji keluhan mual muntah
R/ Menetapkan cara mengatasi
3) Beri makanan dalam porsi kecil dan sering
R/ Menghindari mual muntah
4) Beri makanan yang mudah ditelan seperti bubur,nasi tim,dan hidangkan saat hangat
R/ Meningkatkan asupan makanan
5) Beri nutrisi parenteral ika lewat oral tidak memungkinkan
R/ Pengganti nutrisi yang tidak bisa peroral
BAB III
TINJAUAN KASUS

I. PENGKAJIAN
MRS :20 November 2009 Pukul :17.00WIB
No Reg :14/98/90
Dilakukan tanggal :20 November 2009 Pukul : 17.00 WIB

A. DATA SUBYEKTIF
1. Biodata
Nama Pasien :An “A”
Jenis Kelamin :Laki-laki
Usia :2 tahun
Anak ke :1(satu)

Identitias Orang Tua


Nama Ayah :Tn”M”
Umur :38tahun
Agama ;Islam
Pendidikan :SMA
Pekerjaan :Swasta
Suku/bangsa :Jawa/Indonesia
Alamat :Jl.RA Kartini VI/39

2. Infornasi Medik
Diagnosa :DHF
Tempat pengobatan terakhir :tidak ada
Obat yang didapat :tidak ada
Alergi :tidak ada

3. Riwayat Penyakit
a. Keluhan Utama
Panas ( saat pengkajian )
Panas dan mual muntah ( MRS )
b. Riwayat Keluhan Utama
Ibu mengatakan anaknya panas sejak tanggal 18 November 2009. Demamnya naik
turun,teraba panas seluruh tubuhnya,disertai mual dan muntah 3× selama di rumah.
Ibu membawa anak ke RS tanggal 20 November 2009 pukul 17.00WIB dan saat itu
juga dianjurkan MRS.
c. Faktor Pencetus
Ibu mengatakan tidak mengetahui penyebab anaknya panas
d. Upaya Mengurangi Masalah
Ibu mengatakan mengompres kepala anaknya selama di rumah
e. Keluhan Lain
Ibu mengatakan anaknya masih sulit makan

4. Riwayat Penyakit Yang Lalu


 Penyakit berat/operasi yang pernah dialami
Ibu mengatakan anaknya tidak pernah menderita penyakit berat/operasi
 Riwayat penyakit keturunan keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang mengidap penyakit menular
(Hepatitis,TBC), penyakit menurun (Diabetes Millitus),penyakit menahun (Jantung,
Hipertensi)
 Kebiasaan berobat
Ibu mengatakan jika keluarga sakit memeriksakan ke RS
 Imunisasi
Ibu mengatakan anaknya sudah mendapat imunisasi lengkap (polio, hepatitis, BCG, DPT,
campak)

5. Riwayat Keluarga
GENOGRAM

Keterangan :
: Yang dikaji
: Laki-laki

: Perempuan

: Tinggal serumah

6. Riwayat Tumbuh Kembang


 Keadaan waktu lahir
Ibu mengatakan persalinan normal,ditolong Bidan,langsumg menangis,BB waktu lahir
3400gram,umur kehamilan 9 bulan
 Keadaan sekarang
BB terakhir sebelum sakit :11 kg
BB sekarang :10,5kg
 Keadaan mental dan emosi
Anak rewel selama di RS

7. Pola Kebisaan
a.Pola Nutrisi
Di rumah :Makan 3X tiap hari dengan porsi nasi,lauk,sayur,kadang buah. Minum air
putih setiap haus(5-6 gelas),minum susu 1gelas tiap pagi
Di RS :Nafsu makan menurun karna mual,makan 2-4 sendok jenis makanan sesuai yang
disediakan RS
b.Pola Istirahat dan Tidur
Di rumah :tidur siang jam 12.00-14.00 WIB
Tidur malam jam 20.00-06.30 WIB
Di RS :Ibu mengatakan anaknya tidur pulas tapi kadang terbangun
c.Pola Aktivitas
Di rumah :Ibu mengatakan anaknya bangun pagi,mandi,makan,bermain dan istirahat
Di RS :Ibu mengatakan anaknya hanya terbaring di tempat tidur,keadaannya
lemah,semua aktivitas dibantu keluarga
d.Pola Eliminasi
Di rumah :BAB 1X/hari,warna kuning,lunak,bau khas,tidak nyeri
BAK 5-6X/hari warna jernih,lancer,tidak nyeri
Di RS :Belum BAB.BAK 1X lancer,jernih,tidak nyeri
e. Pola Personal Hygient
Di rumah :Mandi 2-3X/hari,keramws 3-4X/minggu,gosok gigi tiap mandi dang anti pakaian
tiap mandi
Di RS ;Di seka keluarga tiap pagi dan sore,belum keramas,belum gosok gigi,ganti
pakaian tiap selesai diseka

B. PEMERIKSAAN FISIK
a. UMUM
KU :Lemah
Kesadaran :Composmentis
GCS :4-5-6
TTV :Suhu :37,6°C
Nadi :128 X/menit

b. KHUSUS
Kepala :Warna rambut hitam,kulit kepala bersih,tidak rontok,distribusi merata,
Mata :Simetris,konjungtiva merah muda,seklera putih terdapat gambaran tipis
pembuluh darah,mata cowong
Telinga :Bersih,tidak ada serumen,membrane tympani utuh wana putih mengkilat
Hidung :Lubang hidung simetris,pernafasan spontan,tidak ada cyanosis
Mulut :Bibir lembab,warna merah muda,lidah bersih,tidak ada stomatitis
Integumen :Terdapat bintik-bintik merah
Leher :Tidak ada bendungan vena jugularis,tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan
kelenjar limfe
Dada :Simetris,tidak ada tarikan intercoste,pernafasan vesikuler
Perut :Tidak ada nyeri tekan,terdengar suara timpani,tidak ada benjolan
abnormal,bising usus 18X/menit
Genetalia :Tidak terpasang kateter
Anus :Kulit disekitar anus tidak ada lesi dan hemoroid
Ekstremitas atas→akral hangat,tugor kulit baik,tidak oedem,terpasang infus pada tangan
kanan
Ekstremitas bawah→akral hangat,tugor kulit baik,tidak ada gangguan gerakan sendi,terdapat
luka pada lutut bagian kanan

c. Pemeriksaan Penujang
 Data Psikososial
Perilaku Non Verbal :Anak tampak lemah
Keadaan Emosi :Anak rewel karena ingin pulang dan takut ketika melihat
petugas(perawat)
 Pemeriksaan Laboratorium
HB :10,8%
Leukosit :5,1×10³/UL
PCV :33,8%
Trombosit :144.000

d. Obat-obatan
Infus Kaen 1B habis ganti R D5% 1000cc/24Jam
Injeksi Cefotaxim 3×350mg
Injeksi Antrain 4×150mg
Sirup Sanmol 3×1 sendok teh
Vitamin Biostrum 2×1/2 sendok teh

II. ANALISA DATA

No Data Penyebab Masalah


1 DS : Proses infeksi virus Peningkatan suhu
Ibu mengatakan anaknya panas sejak Dengue tubuh
tanggal 18 November 2009. Panasnya
naik turun.
DO :
KU lemah
Suhu : 37,6ºC
Nadi : 128x/menit
Hasil laboratorium
HB : 10,8 g%
Leukosit : 5,1 x 10³ / UL
PCV : 33,8 %
Trombosit : 144 x 10³ / UL

2 DS : Intake yang menurun Gangguan


Ibu mengatakan anaknya sulit makan, input yang kurang pemenuhan nutrisi
tetapi mau minum air putih, anaknya kurang dari
juga mual dan muntah kebutuhan
DO : berhubungan dengan
Mual (+), muntah (+) intake menurun.
BB sebelum sakit 11 kg
BB sekarang 10,5 kg
Makan 2-4 sendok
Minum air putih ± 2-3 gelas
3 DS: Ketidakadekuatan sumber Intoleran aktifitas
energi sekunder
Ibu mengatakan tubuh anaknya lemas,
tidak mau bergerak seperti jalan-jalan
dan hanya tidur di tempat tidur.
DO:
KU lemah, nadi: 128 x/menit.
III. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi virus dengue
2. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake
menurun
3. Intoleran aktifitas b/d ketidak adekuatan sumber energi sekunder

IV. INTERVENSI
No DIAGNOSA TUJUAN RENCANA RASIONAL
TINDAKAN
1 Peningkatan suhu Setelah dialkukan asuhan 1. Menjalin hubungan 1. Menjalin hubungan
tubuh keperawatan dalam waktu 2-3 terapeutik dengan baik dan saling
berhubungan jam diharapkan suhu tubuh tetap pasien dan keluarga percaya antara pasien
dengan proses dalam batas normal dengan KH : dan petugas
infeksi virus  Suhu 36,5 – 37,5 C 2. Jelaskan pada keluarga 2. Informasi yang
dengue  Nadi 100-120x/menit tentang kondisi adekuat mengurangi
 Anak tidak menggigil anaknya kekhawatiran
 Badan teraba tidak panas keluarga
 Kulit tidak kemerahan 3. Jelaskan pada keluarga 3. Keluarga tahu dan
tentang kondisi dapat bekerja sama
anaknya dalam pemberian
asuhan
4. Anjurkan keluarga 4. Menambah intake
untuk member cairan untuk
minuman manis sedikit mencegah dehidrasi
tapi sering
5. Lakukan observasi 5. Pemantauan hasil
suhu dan nadi asuhan
2 Gangguan Setelah dilakukan asuhan 1. Jelaskan pentingnya 1. Menambah sikap
pemenuhan nutrisi keperawatan dalam waktu 3x24 makan pada pasien dan kooperatif kepada
kurang dari jam diharapkan kebuthan nutrisi keluarga petugas
kebutuhan terpenuhi selama sakit dengan 2. Anjurkan untuk makan 2. Menjamin intake
berhubungan KH : sedikit tapi sering dan makan konstan dan
dengan intake  Nafsu makan meningkat dihabiskan minimal ½ sesuai dengan
menurun  BB meningkat porsi kebutuhan tubuh
 Porsi makan bertambah 3. Lakukan kolaborasi 3. Memenuhi cairan
dengan dokter dalam tubuh yang hilang
pemberian cairan
untuk mengganti ion
tubuh yang hilang
3 Intoleran aktifitas Setelah dilakukan asuhan 1. Berikan penjelasan 1. Pengetahuan yang
b/d
keperawaan selama 1x24 jam tentang kondisi anak adekuat maka keluarga
ketidakadekuatan
sumber energi diharapkan intoleran aktifitas akan kooperatif dalam
sekunder
dapat teratasi dengan kriteria asuhan keperawatan
hasil: 2. nadi & pernafasan
 Keluarga pasien mengerti 2. observasi nadi dan yang abnormal
tentang penyebab kondisi anak pernafasan merupakan tanda dari
yang lemah, tidak mau jalan- adanya masalah.
jalan dan turun dari tempat
tidur
 Keluarga dapat menjelaskan
kembali tentang penyebab
kondisi anak yang lemah, tidak
mau jalan-jalan dan turun dari
tempat tidur
 RR dan nadi kembali normal
- RR: 20-24 x/mnt
- Nadi: 75-125 x/mnt

V. IMPLEMENTASI

Tgl / jam DX Implementasi Paraf


20-11-09 1
17.00  Melakuknan pendekatan terapeutik dengan mengucapkan
salam, memperkenalkan diri dan menjaga privasi klien
17.15  Menjelaskan pada keluarga tentang kondisi anaknya
menderita penyakit demam berdarah dan keluarga
mengerti penjelasan yang telah diberikan
17.30  Menjelaskan pada keluarga tentang
17.45  Menganjurkan keluarga untuk member minuman manis
sedikit tapi sering, pasien telah minum the 50 cc
18.00  Menganjurkan keluarga kompres dingin jika anak masih
panas di daerah lipatan paha, ketiak dan hipotalamus
18.15  Menganjurkan keluarga memberikan pakaian longgar,
tipis dan menyerap keringat.
20.00
 Mengobservasi suhu 37,6ºC
 Melakukan advice dokter untuk menurunkan suhu tubuh
20.10
pasien dengan terapi :
Injeksi Cefotaxim 3 x 350 mg
Injeksi antrain 4 x 50 mg
Sirup Sanmol 3 x 5 ml
20.15 2
 Menjelaskan pentingnya makan pada pasien dan keluarga
yaitu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
20.20  Menganjurkan anak untuk makan sedikit tapi sering
(habis 1/3 porsi)
20.25  Melakukan advice dokter untuk mengganti cairan tubuh
yang hilang → infuse Kaen 1 B habis ganti R d5% 1000
cc/24 jam
20.30 3  Memberikan vitamin biostrum ½ sendok
20.35  Menjelaskan pada ibu/orang tua bahwa anak lemas dan
tidak mau berjalan-jalan serta tidak mau turun dari
tempat tidur dikarenakan anak sudah bosan dengan
keadaan rumah sakit
20.40  Menganjurkan pada ibu untuk memberi mainan yang
disukainya
20.50  Mengobservasi nadi dan pernafasan
- Nadi: 128 x/mnt
- RR: 25 x/mnt

21-11-09 1
14.00  Melakukan observasi
KU lemah
Suhu 36,7ºC
14.10  Melakukan kolaborasi untuk pemeriksaan darah
HB : 10,3%
Leukosit : 3,7 x 10 ³ UL
PCV : 31,3 %
Trombosit : 116 x 10³ UL
14.30  Memberikn injeksi cefotaxim 350 mg dan sirup sanmol 1
sendok the
 Motivasi ibu untuk selalu member minum dan makan
14.40 2 sedikit tapi sering
 Memantau masukan nutrisi
14.50 Makan habis ½ porsi, minum 1 gelas air putih
15.40  Mengganti cairan infuse
15.45 3  Melakukan observasi TTV
- Nadi: 120 x/mnt
- RR: 30 x/mnt
16.00  Menanyakan pada ibu tentang keadaan anak saat ini
- Ibu mengatakan anak sudah mau berjalan-jalan dan
turun dari tempat tidur dan anak ingin segera pulang

22-11-09 1  Melakukan observasi


07.00 KU lemah
Suhu 36,5ºC
07.40  Melakukan kolaborasi untuk pemeriksaan darah
HB : 10,4%
Leukosit : 3,2 x 10 ³ UL
PCV : 31,6 %
Trombosit : 112 x 10³ UL
08.00  Memberikn injeksi cefotaxim 350 mg dan sirup sanmol 1
sendok the
08.10 2  Motivasi ibu untuk selalu member minum dan makan
sedikit tapi sering
08.15  Memantau masukan nutrisi
Makan habis ¾ porsi minum the ½ gelas
09.00  Mengganti cairan infuse
09.05
 Melakukan observasi TTV
3
- Nadi: 120 x/mnt
- RR: 30 x/mnt
09.15
 Menanyakan pada ibu tentang keadaan anak saat ini
09.20  Ibu mengatakan anak sudah mau berjalan-jalan dan turun
dari tempat tidur dan anak ingin segera pulang
VI. EVALUASI

Tgl/jam DX Evaluasi Paraf


20-11-09 1 S :Ibu mengatakan anaknya panas sejak tanggal 18 November 2009. Panasnya
naik turun
O : KU lemah
Suhu 37,6 ºC Nadi 128x/menit
A : Masalah belum teratasi
P : Observasi TTV
Kolaborasi dengan laboratorium untuk cek darah
Infus Kaen 1B habis ganti R D5% 1000/24 jam
Injeksi cefotaxim 3 x 350 mg
Injeksi antrain 4 x 150 mg
Sirupp Sanmol 3 x 5 ml
Sirup Biostrum 2 x 2,5 ml

2 S : Ibu mengatakan anaknya sulit makan tapi masih mau minum air putih.
Anaknya juga mual muntah
O : KU lemah, mual (+), Muntah (+)
BB sekarang 10,5 kg
BB sebelum sakit 11 kg
A : Masalah belum teratasi
P : Membagikan makanan diit BK dan 1 gelas teh manis
Menganjurkan ibu memberi makan dan minum sedikit tapi sering

3 S : ibu mengatakan anaknya tidak mau turun dari tempat tidur dan minta
gendong terus
O : - Nadi: 128 x/mnt
- RR: 25 x/mnt
- Bibir lembab
A : Masalah teratasi Sebagian
P : Lanjutkan intervensi
Anjurkan pada ibu untuk mendampingi anak saat bermain

21-11-09 1 S : Ibu mengatakan anaknya tidak panas


O : KU Cukup
Suhu 36,7 ºC
HB 10,4 gr%
PCV 31,6 %
Leukosit 3,2 x 10³ UL
Trombosit 112 x 10³UL
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
2 S : Ibu mengatakan anaknya sudah mulai makan dan tidak mual muntah
O : KU cukup
Makan habis ½ porsi
Minum air putih ½ gelas dan susu 1 gelas
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
3 S : ibu mengatakan anaknya masih tidak mau turun dari tempat tidur
dan minta gendong terus
O : - KU lemah
- Suhu 39,2 °C
- nadi 160 x/menit
- RR 30 x/menit
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
Anjurkan pada ibu untuk mendampingi anak saat bermain
22-11-09 1 S : Ibu mengatakan anaknya tidak panas
O : KU Baik
Suhu 36,4 ºC
HB 10,9 gr%
PCV 32,7 %
Leukosit 5,9 x 10³ UL
Trombosit 97 x 10³UL
A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi
2 S : Ibu mengatakan anaknya sudah mulai makan dan tidak mual muntah
O : KU baik
Makan habis ¾ porsi
Minum air putih ½ gelas dan teh 1 gelas
A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi

3 S: ibu mengatakan
anaknya sudah mau turun dari tempat tidur
O: - KU baik
- Nadi: 148 x/mnt
- RR: 30 x/mnt
- Mukosa bibir lembab
A: Masalah teratasi
P: Hentikan intervensi
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah melakukan Asuhan Keperawatan pada An.”A” dengan DHF didapatkan
kesimpulan bahwa dalam pengkajian telah dilakukan anamnesa yang meliputi data subyektif
dan objektif. Dari pengkajian tersebut diambil suatu diagnosa dan masalah berdasarkan data
yang menunjang untuk diambil suatu diagnosa. Setelah melakukan pengkajian pada An.”A”
didapatkan bahwa An.”A” dengan DHF dengan masalah nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
dan intoleran aktivitas.
Intervensi yang diberikan disesuaikan dengan ketentuan yang ada, sedangkan dalam
penerapannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Evaluasi dilakukan setelah
implementasi dilakukan. Dalam evaluasi An.”A” menunjukkan suatu kemajuan yaitu nafsu
makan bertambah, porsi makan bertambah, KU baik, anak terlihat senang dan TTV normal

B. Kritik dan Saran


Dalam pembuatan makalah ini tidak lepas dari kesalahan, maka dari itu saya
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan penulisan
makalah yang akan datang. Terima Kasih.
DAFTAR PUSTAKA

 Car Denitto, Linda Jual.1999. Asuhan Keperawatan. Jakarta : EGC


 Doengoes, E Niarylynn. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta : EGC
 Mansjoer, Arif. 2001. Kapita Selekta Kedokteran Jilid I. Edisi ke IV. Jakarta
 Nelson.2000. Ilmu Kesehatan Anak di bagian II. Jakarta : EGC
 Ngastiyah.1999. Perawatan Anak Sakit. Jakarta : EGC