Anda di halaman 1dari 49

KEWIRAUSAHAAN

“VEGGIBANDENG PRESTO”
PT. GastroNaut

DI SUSUH OLEH :

Ilma Nur Arofah 133020


Karima Meisi M U 133020414

Riri Andiri 133020

Windi Anggraeni 133020

Ratih Rachmawati 133020

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2016
I EXECUTIVE SUMMARY

Sesuai perkembangan zaman globalisasi yang menuntut kecepatan dan


kepraktisan, dan hal tersebut mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan. Salah
satunya adalah dalam hal makanan, pada era ini orang berusaha untuk memenuhi
kebutuhan makanan dengan konsep penyajian dalam waktu yang cepat,praktis dan
higenis. Makanan yang sesuai dengan konsep tersebut salah satunya adalah
Nugget,apalagi untuk saat ini nugget menjadi salah satu makanan yang diminati
segala umur dan dapat dinikmati dalam suasana apapun.

PT GastroNaut adalah industri yang bermain di bidang pengembangan pangan.


Produk yang diusung oleh kami adalah VEGGIEBANDENG NUGGET, nugget
yang berbahan baku ikan bandeng dan berbagai sayuran, diantaranya : wortel dan
brokoli. Nugget pada umumnya terbuat dari daging sapi dan daging ayam, namun
dengan adanya inovasi terhadap makanan olahan nugget maka muncul nugget yang
terbuat dari daging bandeng.

Dengan lokasi penjualan yang strategis, yaitu dengan membuka booth di


tempat-tempat yang strategis, maka VEGGIBANDENG NUGGET akan cepat
masuk dan bersaing di pasar.
II GAMBARAN PERUSAHAAN

a. Nama Perusahaan

Perusahaan kami adalah PT. GastroNaut. Nama GastroNaut merupakan nama

lain dari kata foodie yang artinya menghargai makanan. Dan kami memilih

nama tersebut agar dapat dikenal masyarakat dengan mudah sebuah nama

perusahaan haruslah yang unik, menarik, original dan ear catching. Oleh

karena itu kami memilih nama gastronaut karena selain mudah diingat, unik

dan menarik.

b. Bidang usaha

PT.GastroNaut melakukan bidang usaha penjualan produk pangan, produk

tersebut adalah veggibandeng nugget.

c. Rincian barang

VEGGIBANDENG NUGGET merupakan nugget yang terbuat dari gilingan

ikan bandeng dikombinasikan dengan sayuran yang meliputi wortel dan

brokoli. Nugget ini dicetak menjadi bentuk-bentuk yang unik, dicelupkan ke

dalam batter dan breading kemudian digoreng setengah matang dan disimpan

dalam freezer menjadi produk beku siap saji.

d. Pendiri perusahaan

Pendiri perusahaan PT GastroNaut ini adalah lima partner yang kini tengah

menempuh pendidikan strata satu di Universitas Pasundan jurusan teknologi

pangan. Dengan skill dan pengetahuan yang dimiliki mengenai dunia


teknologi pangan, perusahaan ini akan mampu berkembang pesat dan produk

disukai masyarakat. Pendiri perusahaan itu adalah :

a. Direktur : Windi
b. Wakil direktur : Ilma
c. Manajer Pemasaran : Karima
d. Manajer Produksi : Ratih
e. Manajer RnD : Riri

e. Visi & Misi

 Visi
Menjadikan produk VEGGI BANDENG NUGGET sebagai makanan
yang diterima oleh masyarakat luas, khususnya dikalangan remaja.
 Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka ditetapkan misi-misi yang harus
dilaksanakan, yaitu:
 Menjaga kualitas produk agar menjadi produk yang unggul.
 Menyediakan layanan bagi konsumen yang ingin memberikan saran.
 Menjaga kesehatan dan standar yang berkelas dalam pengelolaan makanan.
 Kreatif dan inovatif dalam jenis rasa dan bentuk nugget.
III ANALISIS INDUSTRI

PT GastroNaut kecenderungan industri yang dimasuki yaitu industri


pengolahan makanan serta penjualan makanan. Untuk saat ini nugget menjadi salah
satu makanan yang diminati segala umur dan dapat dinikmati dalam suasana
apapun. Bisa dikatakan bahwa untuk mempersiapkan pasar dari produk ini tidak
harus dimulai dari nol dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Karena pasar dari
produk-produk tersebut sudah luas.

Gambaran Pasar

Konsumen yang menjadi target dari produk “VEGGIBANDENG NUGGET”


ini adalah untuk anak-anak dengan rentang usia 8 – 15 tahun. Hal tersebut
berdasarkan pertimbangan bahwa produk ini memiliki kandungan gizi yang baik
untuk pertumbuhan anak dan kecenderungan anak-anak yang kurang menyukai
sayur dan daging ikan yang diolah secara sederhana, sehingga produk ini menjadi
alternatif produk olahan daging ikan yang dapat mencukupi kebutuhan konsumsi
protein ikan sekaligus gizi yang terkandung dalam sayuran sebagai bahan baku
utama produk “VEGGIBANDENG NUGGET” ini bagi anak-anak yang sedang
dalam masa pertumbuhan. Namun, mesipun “VEGGIEBANDENG NUGGET” ini
ditargetkan untuk anak-anak, produk nugget ini dapat dinikmati oleh konsumen usia
dewasa juga.
Pesaing usaha

Pesaing yang paling banyak adalah merek nugget yang sudah ternama,

meskipun banyaknya pesaing yang ada tapi produk kami sangat berbeda dengan

produk pesaing. Karena nugget yang kami buat berbahan baku ikan bandeng

dengan kombinasi sayur. Yang dapat dianggap sebagai pesaing besar dari produk

ini adalah nugget ayam yang sudah dikenal masyarakat dan produk nugget ikan lain

yang sedang berkembang dengan rasa yang bevariasi. Nugget yang telah
mempunyai brand yang cukup bagus di mata pasar. Produk lain yang bisa menjadi

kompetitor produk kami adalah produk-produk kreatif yang menggunakan booth

seperti kita, misalnya, nugget ayam yang bermacam bentuk, nugget sayur yang

dikhusukan untuk anak-anak, dan nugget ikan dari varietas ikan lainnya.

Kendala yang mungkin dihadapi oleh PT GastroNaut adalah penetrasi pasar,

kompetitor yang telah lebih dulu dikenal oleh pasar, dan yang paling penting adalah

bagaimana memberikan sensasi nugget bagi konsumen.

Peluang Strategis

Peluang strategis yang bisa dimanfaatkan oleh “VEGGIBANDENG


NUGGET” untuk mengenalkan dan memasarkan produk kepada konsumen antara
lain mendirikan industri di daerah-daerah yang jumlah penduduknya banyak
dengan anak-anak. Pemasaran produk akan dilakukan di lokasi-lokasi yang
dianggap strategis. Pemilihan lokasi ditetapkan berdasarkan kriteria berikut:
tempat/pusat keramaian, akses masuk mudah, dan membutuhkan biaya yang
seminimal mungkin. Pemasaran pada lokasi tersebut dilaksanakan pada waktu atau
event tertentu, misalnya pasar mingguan atau acara bazaar produk UKM.
Pemasaran produk ini juga akan dilakukan melalui penitipan pada toko-toko yang
bersedia menjadi mitra penjualan produk “VEGGIBANDENG NUGGET”

Peluang Usaha Jangka Panjang

Peluang usaha jangka panjang yang sudah direncanakan oleh PT GastroNaut,

mengingat industri nugget akan terus berkembang, yaitu sebagai berikut:

1. Melakukan acara bazar produk UKM.


2. Tahap selanjutnya adalah PT GastroNaut memasuki ranah industri pangan dengan

mengekspor produk kami dan mendistribukan ke supermarket atau ke seluruh

penjuru indonesia.

3. Produksi nugget dengan varietas ikan lain, dan bentuk-bentuk yang unik.
IV RENCANA PEMASARAN

a. Segmentasi, target, dan positioning pasar

 Segmentasi

Produk “VEGGIELLE NUGGET” disegmentasikan berdasarkan faktor


usia, yang dikelompokkan ke dalam kategori anak-anak, remaja, dan orang
dewasa. Kategori anak-anak memiliki rentang usia 5 hingga 15 tahun yang
umumnya berstatus sebagai pelajar SD hingga SMP. Kategori remaja memiliki
rentang usia 15 hingga 22 tahun yang biasanya berstatus sebagi pelajar SMA
atau Mahasiswa, sedangkan kategori orang dewasa adalah yang memiliki
rentang usia 22 tahun ke atas yang biasanya telah memiliki daya beli karena
telah berstatus sebagai pekerja dan memiliki penghasilan sendiri.
 Targetting
Setelah dilakukan segmentasi pasar, tahap berikutnya yang harus
dilakukan adalah menentukan target pasar. Tahap ini merupakan proses
pemilihan prioritas segmen yang akan menjadi tujuan pemasaran. Pada tahap
ini dilakukan evaluasi dari setiap segmen. Hasil evaluasi dari setiap kategori
segmen yang dibedakan berdasarkan usianya, maka produk
“VEGGIBANDENG NUGGET” ini ditargetkan untuk anak-anak dengan
rentang usia 8 – 15 tahun. Hal tersebut berdasarkan pertimbangan bahwa
produk ini memiliki kandungan gizi yang baik untuk pertumbuhan anak dan
kecenderungan anak-anak yang kurang menyukai sayur dan daging ikan yang
diolah secara sederhana, sehingga produk ini menjadi alternatif produk olahan
daging ikan yang dapat mencukupi kebutuhan konsumsi protein ikan sekaligus
gizi yang terkandung dalam sayuran sebagai bahan baku utama produk
“VEGGIBANDENG NUGGET” ini bagi anak-anak yang sedang dalam masa
pertumbuhan.
 Positioning
Setelah menentukan target pasar, maka hal terakhir yang perlu dilakukan
adalah positioning produk. Langkah ini artinya adalah menciptakan keunikan
posisi produk dalam benak atau persepsi pelanggan potensial yang akan
dibidik. Positioning yang pas menjadi sangat penting, karena dengan begitu
mereka bisa meraih simpati dalam benak pelanggan. Dan selanjutnya hal ini
bisa mendorong mereka untuk melakukan pembelian produk yang ditawarkan.
Kesan yang coba dibangun oleh produk “VEGGIBANDENG NUGGET” ini
adalah “Nugget ikan-sayur yang sehat, unik dan yummi”.

b. Permintaan

Penjualan Produk Masa Ini

Tabel 1. Penjualan Perusahaan Bulan September 2015-Agustus 2016

Bulan Penjualan (dalam unit)

September (2015) 3450

Oktober (2015) 3390

November (2015) 3323

Desember (2015) 3305

Januari (2016) 3400

Februari (2016) 3480

Maret (2016) 3438

April (2016) 3380

Mei (2016) 3437

Juni (2016) 3350

Juli (2016) 3530

Agustus (2016) 3650

Jumlah 41133
Grafik yang menggambarkan data penjualan masa ini periode pertama

Grafik Penjualan Periode Pertama


3700
3600
3500
3400
3300
3200
3100

Grafik 1. Penjualan masa ini Tahun 2015-2016

Peramalan Penjualan Produk Masa Depan

Berikut ini adalah tabel perhitungan untuk menentukan nilai a


dan b pada persamaan y = a +bx :

Tabel 2. Perhitungan untuk Menentukan Nilai a dan b.

Bulan

Produksi Y (UNIT) X X.Y X2

1 3450 -11 -37950 121

2 3390 -9 -30510 81

3 3323 -7 -23261 49

4 3305 -5 -16525 25

5 3400 -3 -10200 9

6 3480 -1 -3480 1

7 3438 1 3438 1

8 3380 3 10140 9

9 3437 5 17185 25
10 3350 7 23450 49

11 3530 9 31770 81

12 3650 11 40150 121

ΣY=41133 ΣX=0 ΣXY= 4207 ΣX2 =572

ΣY 41133
a= = =3427.75
n 12

XY 4207
b= = = 7.35
X 2
572

Berdasarkan hasil perhitungan nilai a dan b maka diperoleh persamaan:

Y = 3427.75 + 7.35X.

Berikut ini adalah hasil peramalan produk periode kedua


(Agustus 2016-Juli 2017)

Y 13 = 3427.75 + (7.35 x 13 ) = 3523.30

Y 14 = 3427.75 + (7.35 x 14 ) = 3530.65

Y 15 = 3427.75 + (7.35 x 15 ) = 3538.00

Y 16 = 3427.75 + (7.35 x 16 ) = 3545.35

Y 17 = 3427.75 + (7.35 x 17 ) = 3552.70

Y 18 = 3427.75 + (7.35 x 18 ) = 3560.05

Y 19 = 3427.75 + (7.35 x 19 ) = 3567.40

Y 20 = 3427.75 + (7.35 x 20 ) = 3574.75

Y 21 = 3427.75 + (7.35 x 21 ) = 3582.10

Y 22 = 3427.75 + (7.35 x 22 ) = 3589.45


Y 23 = 3427.75 + (7.35 x 23 ) = 3596.80

Y 24 = 3427.75 + (7.35 x 24 ) = 3604.15

Table 3. Data hasil peramalan Periode Kedua Tahun 2016-2017

Bulan Penjualan (dalam unit)

September (2016) 3523

Oktober (2016) 3531

November (2016) 3538

Desember (2016) 3545

Januari (2017) 3553

Februari (2017) 3560

Maret (2017) 3567

April (2017) 3575

Mei (2017) 3582

Juni (2017) 3589

Juli (2017) 3597

Agustus (2017) 3604

Jumlah 42765

Jadi jumlah produk VEGGIBANDENG Nugget yang diproduksi


menurut peramalan pada periode kedua adalah sebanyak 42765 unit.
Grafik Peramalan Penjualan
Periode Kedua
3620
3600
3580
3560
3540
3520
3500
3480

Grafik 2. Peramalan Penjualan masa Depan Tahun 2016-2017

Tabel perhitungan untuk menentukan nilai a dan b pada persamaan y = a +bx :

Tabel 4. Perhitungan untuk Menentukan Nilai a dan b.

Bulan

Produksi Y (UNIT) X X.Y X2

1 3523 -11 -38753 121

2 3531 -9 -31779 81

3 3538 -7 -24766 49

4 3545 -5 -17725 25

5 3553 -3 -10659 9

6 3560 -1 -3560 1

7 3567 1 3567 1

8 3575 3 10725 9

9 3582 5 17910 25

10 3589 7 25123 49

11 3597 9 32373 81
12 3604 11 39644 121

ΣY=42765 ΣX=0 ΣXY= 2100 ΣX2 =572

ΣY 42765
a= = =3563.75
n 12

XY 2100
b= = = 3.67
X 2
572

Berdasarkan hasil perhitungan nilai a dan b maka diperoleh persamaan:

Y = 3563.75 + 3.67X.

Berikut ini adalah hasil peramalan produk periode ketiga (Agustus


2017-Juli 2018)

Y 25 = 3563.75 + (3.67 x 25 ) = 3655.50

Y 26 = 3563.75 + (3.67 x 26 ) = 3659.17

Y 27 = 3563.75 + (3.67 x 27 ) = 3662.84

Y 28 = 3563.75 + (3.67 x 28 ) = 3666.51

Y 29 = 3563.75 + (3.67 x 29 ) = 3670.18

Y 30 = 3563.75 + (3.67 x 30 ) = 3673.85

Y 31 = 3563.75 + (3.67 x 31 ) = 3677.52

Y 32 = 3563.75 + (3.67 x 32 ) = 3681.19

Y 33 = 3563.75 + (3.67 x 33 ) = 3684.86

Y 34 = 3563.75 + (3.67 x 34 ) = 3688.53

Y 35 = 3563.75 + (3.67 x 35) = 3692.20

Y 36 = 3563.75 + (3.67 x 36 ) = 3695.87


Tabel 5. Data hasil peramalan periode ketiga Tahun 2017-2018

Bulan Penjualan (dalam unit)

September (2017) 3656

Oktober (2017) 3659

November (2017) 3663

Desember (2017) 3667

Januari (2018) 3670

Februari (2018) 3674

Maret (2018) 3678

April (2018) 3681

Mei (2018) 3685

Juni (2018) 3689

Juli (2018) 3692

Agustus (2018) 3696

Jumlah 44108

Jadi jumlah produk VEGGIBANDENG Nugget yang diproduksi menurut


peramalan periode ketiga pada tahun 2017-2018 adalah sebanyak 44108 unit
Grafik Peramalan Penjualan
Periode Ketiga
3700
3690
3680
3670
3660
3650
3640
3630

Grafik 3. Peramalan Penjualan masa Depan Tahun 2017-2018

Simpangan Baku

Tabel 6. Simpangan Baku Bulan September 2015-Agustus 2016

Xi Xi2

3450 11902500

3390 11492100

3323 11042329

3305 10923025

3400 11560000

3480 12110400

3438 11819844

3380 11424400

3437 11812969

3350 11222500

3530 12460900
3650 13322500

∑Xi=41133 ∑Xi2= 141093467

Tabel 7. Simpangan Baku Bulan September 2016-Agustus 2017

Xi Xi2

3523 12413643

3531 12465489

3538 12517444

3545 12569507

3553 12621677

3560 12673956

3567 12726343

3575 12778838

3582 12831440

3589 12884151

3597 12936970
3604 12989897

∑Xi=42765 ∑Xi2= 152409356

Tabel 8. Simpangan Baku Bulan September 2016-Agustus 2017

Xi Xi2

3656 13362680

3659 13389525

3663 13416397

3667 13443296

3670 13470221

3674 13497174

3678 13524153

3681 13551160

3685 13578193
3689 13605254

3692 13632341

3696 13659455

∑Xi=44108 ∑Xi2= 162129849

Peramalan yang digunakan adalah metode linier dimana permintaan


produk terus meningkat.

c. Strategi Pemasaran Perusahaan

Product

“VEGGIBANDENG NUGGET”adalah produk olahan dari daging


giling ikan bandeng yang dikombinasikan dengan beberapa jenis sayuran
yang dicetak menjadi bentuk-bentuk yang unik, dicelupkan ke dalam batter
dan breading kemudian digoreng setengah matang dan disimpan dalam
freezer menjadi produk beku siap saji. Kombinasi daging ikan dan sayuran
yang digunakan dalam pembuatan produk “VEGGIBANDENG
NUGGET”meningkatkan kandungan gizi pada produk. warna alami yang
diperoleh dari sayuran yang digunakan akan menambah kesan cantik dan
menarik dari produk yang ditawarkan. Bentuk-bentuk unik yang dibuat
sebagai cetakan nugget menambah daya tarik konsumen khususnya bagi
anak-anak.

Price

Harga jual produk Nugget “VEGGIBANDENG NUGGET” adalah


Rp /kemasan. Rincian penetapan harga jual ini terdapat pada bagian Analisis
Biaya Usaha.

Promotion

Promosi merupakan alat utama dalam pemasaran suatu produk.


Aktivitas ini sangat berguna untuk memberikan pengenalan kepada calon
konsumen mengenai keunggulan dan keunikan dari produk tersebut. Beberapa
hal yang akan dilakukan untuk mempromosikan produk kami yaitu:
 Pemberian informasi secara langsung
Pemberian informasi secara langsung dilakukan melalui kerabat,
tetangga, maupun teman ketika melakukan direct selling yakni dari mulut ke
mulut.
 Pemberian informasi secara tidak langsung
Pemberian informasi secara tidak langsung dilakukan dalam beberapa
bentuk kegiatan, diantaranya penyebaran brosur, penempelan poster, dan
pemasangan X-Banner di setiap counter penjualan produk
“VEGGIBANDENG NUGGET” Melalui sarana teknologi dan informasi
Sarana teknologi dan informasi merupakan media yang efektif untuk
melakukan promosi karena jangkauan penggunanya yang luas. Media online
yang dijadikan sarana promosi dan penyebaran informasi adalah blog,
website, dan jejaring sosial.
Placement

Pemasaran produk akan dilakukan di lokasi-lokasi yang dianggap


strategis. Pemilihan lokasi ditetapkan berdasarkan kriteria berikut:
tempat/pusat keramaian, akses masuk mudah, dan membutuhkan biaya yang
seminimal mungkin. Pemasaran pada lokasi tersebut dilaksanakan pada waktu
atau event tertentu, misalnya pasar mingguan atau acara bazaar produk UKM.
Pemasaran produk ini juga akan dilakukan melalui penitipan pada toko-toko
yang bersedia menjadi mitra penjualan produk “VEGGIBANDENG
NUGGET”
People

Kami menyadari bahwa persaingan dalam industri makanan sangatlah


banyak dan selalu inovatif. Untuk itu karyawan harus melakukan inovasi –
inovasi dan selalu memperbaiki proses. Karyawan yang bekerja di produksi
harus menggunakan baju produksi, hand sanitizer dan sarung tangan plastik
grade food saat melakukan pembuatan produk agar produk tetap higienis.

Process

“VEGGIBANDENG NUGGET”adalah produk olahan dari daging giling


ikan bandeng yang dikombinasikan dengan beberapa jenis sayuran yang
dicetak menjadi bentuk-bentuk yang unik, dicelupkan ke dalam batter dan
breading kemudian digoreng setengah matang dan disimpan dalam freezer
menjadi produk beku siap saji. Kemasan VEGGIBANDENG NUGGET
menggunakan kemasan plastic terbuat dari bahan yang food grade sehingga
aman untuk mengemas produk pangan. Kemasan-kemasan tersebut di desain
semenarik mungkin sehingga menarik minat konsumen, kemasan yang telah di
desain kemudian akan di print menggunakan tinta food grade sehingga
keamanan konsumen dapat terlindungi.
Physical Evidence
V RENCANA PRODUKSI

5.1. Proses Produksi

Proses produksi pada pembuatan roti vietnam yaitu menggunakan metode

sponge dought yaitu satu kali fermentasi karena jiga menggunakan metode

straight dought hanya untuk roti tawar yang dibuat agar mengembang maka dari

itu yang digunakan lah metode straight dought. Setelah mengalami metode

sponge dought roti Vietnam lalu di cetak sesuai bentuk yang sudah standar, lalu

setelah itu roti Vietnam diberikan isian yang biasanya berisi ayam, keju, coklat,

sosis. Lalu setelah itu roti Vietnam di breading menggunakan putih telur lalu di

taburi bread crumb yang kasar agar menghasilkan roti Vietnam yang renyah

yang di akibatkan oleh bread crumb.Setelah itu roti digoreng dengan suhu

rendah agar tidak terjadi gosong dan menghasilkan warna yang bagus dan

menarik.

5.2. Persyaratan Produksi

Persayaratan produksi pada pembuatan produk roti Vietnam yaitu memiliki

tempat inkubasi serta penggorengan yang memiliki pengukur suhu agar tidak

terjadi penggosongan.

5.3. Persyaratan Peralatan dan Infrastruktur yang Dibutuhkan

Persyaratan peralatan yang digunakan pada saat proses pembuatan roti

Vietnam yaitu menggunakan peralatan teknologi tepat guna. Infrastruktur yang

digunakan yaitu tempat produksi nya memiliki tempat yang luas, yang baik agar

mempermudah pada saat proses produksi.


5.4. Persyaratan dan Jumlah SDM yang Dibutuhkan

Persyaratan yang dibutuhkan yaitu mampu menguasai proses factor-faktor

yang mempengaruhi pada saat proses fermentasi agar roti tidak terjadi

kontaminasi dari lingkungan atau udara sekitar.


VI RENCANA ORGANISASI DAN SDM

1.1 Aspek Organisasi


o Nama Perusahaan/Usaha : VEGGIBANDENG Nugget
o Nama Pemilik/Pimpinan : Windi Anggraeni
o Alamat Kantor dan Tempat Usaha :
o Struktur Organisasi :

Direktur
utama

General Manager

Staff Staff
Staff Administrasi Staff Produksi
Personalia dan keuangan Marketing

o Jabatan, Jumlah Staff, Uraian tugas dan Penggajian


Jabatan Uraian Tugas Jumlah Gaji/Bulan Total
Direktur Utama  Bertanggung jawab atas 1 Rp. Rp.
kelancaran produksi, 30.000.000,- 30.000.000,-
 memimpin segala aktivitas
pabrik dari pengadaan
bahan baku sampai
pemasaran produk jadi
 mengawasi setiap personal
pada bidang masing-
masing
 melaksanakan fungsi
perencanaan dan
pengawasan proses
produksi sehingga tujuan
dari perusahaan dapat
tercapai dan efektif
 menganalisa, mengevaluasi
kegiatan dan menyusun
rencana pengembangan
perusahaan baik jangka
panjang maupun jangka
pendek.

General Manager  mengambil keputusan dan 1 Rp. Rp.


tanggung jawab atas 10.000.000,- 10.000.000,-
tercapainya tujuan
perusahaan serta sebagai
pengendali seluruh tugas
dan fungsi-fungsi dalam
perusahaan.

Staff
1. Bagian Personalia  Mengatur pelaksanaan 1 Rp. Rp.
asuransi kesehatan dan 4.000.000,- 4.000.000,-

asuransi tenaga kerja


terhadap karyawan
 Mengatur seluruh gaji
karyawan
 Mengatur kelengkapan
seragam bagi karyawan
 Mengatur kegiatan
operasional perusahaan
 Menyeleksi calon
karyawan untuk menjadi
karyawan tetap
 Mengatur pembagian
shiff kerja karyawan
2. Bagian Administrasi  Mengolah data semua 1 Rp. Rp.
barang yang akan 4.000.000,- 4.000.000,-
& keuangan
dipasarkan
 Penyiapan barang-barang
yang akan dibutuhkan
untuk keperluan produksi
dan keperluan perusahaan
 Mengadakan pengawasan
atas hasil pejualan tersebut
serta memberikan
pertanggung jawaban atas
peneriamaan dan
pengeluaran uang kepada
pimpinan perusahaan
 Mengawasi dan melakukan
pencatatan keluar masuk
bahan baku
 Mengatur pembayaran gaji
pekerja.

3. Bagian Marketing  Bertanggung jawab dalam 1 Rp. Rp.


penjualan produk ,promosi 4.000.000,- 4.000.000,-
produk,dan pemasaran
produk.
 Mendistribusikan dan
memasarkan hasil produksi
kepada konsumen sesuai
dengan jumlah pesanan
yang diterima
 Mengirim produk kepada
konsumen
 Mengevaluasi kebutuhan
pasar
 Melaporkan kepada bagian
produksi mengenai jumlah
produk yang dibutuhkan.

4. Bagian Produksi  Memberikan data kepada 2 Rp. Rp


bagian pemasaran 4.000.000,- 8.000.000,-
mengenai jumlah produk
 Memeriksa kualitas dan
kuantitas dari bahan baku
yang diterima
 Memproduksi bahan yang
ditentukan berdasakan
jumlah produk yang
direncanakan
 Menyusun dan
mempersiapkan bahan baku
yang diperlukan untuk
keperluan produksi
 Mengatur para pegawai
sesuai dengan tugasnya
masing-masing dan
mengawasi dalam kegiatan
dalam kegiatan kerjanya
 mempersiapkan kepada
pemimpin atas kelancaran
seluruh proses produksi

TOTAL Rp
60.000.000,-

1.2 Perizinan

1.3 Kegiatan Pra Operasi dan Jadwal Pelaksanaan


JADWAL PELAKSANAAN
KEGIATAN (Dalam Minnguan)

1 2 3 4
1. Survey Pasar
2. Menyusun Rencana Usaha
3. Perijinan
4. Survai tempat usaha
5. Survai Mesin/Peralatan
6. Pemasangan Sarana
Penunjang
7. Menncari tempat kerja
8. Uji Coba Produksi
9. Operasional

1.4 Inventaris Kantor dan Supply Kantor


Inventaris Merk Jumlah Harga Jumlah
unit harga
Lemari Lion 1 Rp. Rp.
Besi Besar 550.000,- 550.000,-
Lemari Elite 2 Rp. Rp.
Arsip 550.000,- 1.000.000,-
Meja + Elite 6 Rp. Rp.
kursi 1.000.000,- 6.000.000,-
Komputer Hp 5 Rp. Rp.
4.500.000,- 22.500.000,-
Printer Hp 3 Rp. Rp.
500.000,- 1.500.000,-
Telephone Panasonic 4 Rp. Rp.
500.000,- 2.000.000,-
Faksmile Panasonic 1 Rp. Rp.
650.000,- 650.000,-
White Sakura 1 Rp. 75.000,- Rp. 75.000,-
Board
Perabot Olympic 1 Rp 500.000,- Rp 500.000,-
Ruang
tamu
Jam Quartz 6 Rp. 50.000,- Rp.
Dinding 300.000,-
ATK per - - Rp Rp.
tahun 10.000.000,- 10.000.000,-
Total Rp.
55.575.000,-

VII RENCANA KEUANGAN

7.1. Anggaran Produksi Tanpa Booth

a. Modal Tetap

No Item Harga per Unit Unit Total Biaya


1 Oven Rp 850.000 2 Rp 1.700.000
2 Spatula Rp 10.000 4 Rp 40.000
3 Baskom Rp 5.000 6 Rp 30.000
4 Inkubator Rp 750.000 1 Rp 750.000
5 Wajan Rp 15.000 3 Rp 45.000
6 Seragam Karyawan Rp 150.000 3 Rp 450.000
7 Box container Rp 7.000 6 Rp 42.000
8 Kain Rp 7.500 6 Rp 45.000
9 Listrik dan Air Rp 800.000 1 bulan Rp 800.000
10 Gaji
Gaji Direktu Rp 5.500.000 1 Rp 5.500.000
Gaji Manajer Rp 3.800.000 4 Rp 15.200.000
Gaji Karyawan Rp 2.750.000 3 Rp 8.250.000
11 Promosi Rp 1.500.000
12 Dana Cadangan Rp 5.000.000
TOTAL MODAL TETAP Rp 39.352.000

b. Modal Kerja Awal

No. Item Biaya


1 Biaya Umum
Gaji Rp 12.050.000
Tunjangan 10% Rp 1.205.000
2 Biaya Pemeliharaan
Mesin dan peralatan Rp 2.450.000
3 Asuransi 5%
Mesin dan peralatan Rp 122.500
Karyawan Rp 1.447.500
4 Promosi Rp 1.500.000
TOTAL MODAL KERJA Rp 18.775.000

c. Modal Tidak Tetap

No Item (Uraian) Harga


Per hari 1 bulan 1 tahun
1 Tepung Terigu Rp 57.600 Rp 1.728.000 Rp 20.736.000
2 Gula Rp 70.400 Rp 2.112.000 Rp 25.344.000
3 Fermipan Rp 19.200 Rp 576.000 Rp 6.912.000
4 Keju Rp 768.000 Rp 23.040.000 Rp 276.480.000
5 Sosis Rp 96.000 Rp 2.880.000 Rp 34.560.000
6 Coklat batang Rp 96.000 Rp 2.880.000 Rp 34.560.000
7 Ayam Rp 192.000 Rp 5.760.000 Rp 69.120.000
8 Garam Rp 12.800 Rp 384.000 Rp 4.608.000
9 Tepung Roti Rp 64.000 Rp 1.920.000 Rp 23.040.000
10 Minyak goreng Rp 120.000 Rp 3.600.000 Rp 43.200.000
11 Kemasan Rp 80.000 Rp 2.400.000 Rp 28.800.000
TOTAL Rp 1.496.000 Rp 44.880.000 Rp 538.560.000

Jumlah Produk per hari = 1.600 unit


Jumlah produk per tahun = 576.000 unit
Investasi awal = jumlah modal tetap + jumlah modal tidak tetap
= Rp. 39.352.000 + Rp. 538.560.000
= Rp. 577.912.000
Biaya Produksi = Rp. 577.912.000
Harga Pokok = Biaya produksi/Unit

Rp.577.912.000
= 576.000

= Rp. 1.003
Harga Jual = Harga Pokok + (Keuntungan x harga pokok)
= Rp. 1.003 + (140% x Rp. 1.003)
= Rp. 2.408
= Rp. 2.500
Pendapatan per tahun = unit x harga jual
= 576.000 unit x Rp. 2.500
= Rp. 1.440.000.000
Pendapatan bersih per tahun = pendapatan – biaya produksi
= Rp. 1.440.000.000 - Rp. 577.912.000
= Rp. 862. 088.000
Depresiasi = 10% x pendapatan bersih
= 10% x Rp. 862. 088.000
= Rp. 86.208.800
Keuntungan kotor = pendapatan bersih – depresiasi
= Rp. 862. 088.000 - Rp. 86.208.800

= Rp. 775.879.200

Pajak = ppn + pph

Ppn = 10% x keuntungan kotor

= 10% x Rp. 775.879.200

= Rp. 77.587.920
Keuntungan setelah ppn = Keuntungan kotor - ppn

= Rp. 775.879.200 - Rp. 77.587.920

= Rp. 698.291.280

Pph = 30% x keuntungan setelah ppn

= 30% x Rp. 698.291.280

= Rp. 209.487.384

Pajak yang harus di bayar = ppn + pph

= Rp. 77.587.920 + Rp. 209.487.384

= Rp.287.075.304

Keuntungan bersih = Keuntungan kotor - pajak

= Rp. 775.879.200 - Rp.287.075.304

= Rp. 488.803.896
d. Cash Flow
Tabel 7.1. Cash Flow Bulanan Tahun Pertama dan Penentuan Modal Kerja (Dalam Rupiah)
Uraian/Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tot
Cash In-Flow
1.Pindahan 0 1.426.316.332 1.521.215.864 1.601.321.876 1.666.634.368 1.717.153.340 1.752.878.793 1.773.810.725 1.779.949.137 1.771.294.029 1.747.845.401 1.717.000.013 18.475.4
2.Pinjaman Modal
Kerja 39.352.000 3.935.200 3.541.680 3.148.160 2.754.640 2.361.120 1.967.600 1.574.080 1.180.560 787.040 590.280 393.520 61.5
3.Pendapatan 1.440.000.000 144.000.000 129.600.000 115.200.000 100.800.000 86.400.000 72.000.000 57.600.000 43.200.000 28.800.000 21.600.000 14.400.000 540.0
Total Cash In-
Flow 1.479.352.000 1.574.251.532 1.654.357.544 1.719.670.036 1.770.189.008 1.805.914.460 1.826.846.393 1.832.984.805 1.824.329.697 1.800.881.069 1.770.035.681 1.731.793.533 19.077.0
Cash Out-Flow
1.Biaya Produksi
a.Biaya Tetap 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 39.3
b.Biaya Tidak
Tetap 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 538.5
2.Angsuran
a.Modal Tetap 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 17.6
b.Modal Kerja 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 18.7
3.Bunga
a.Modal Tetap
(0.75%/Bln) 24.595 24.595 24.595 24.595 24.595 24.595 24.595 24.595 24.595 24.595 24.595 24.595 2
b.Modal Kerja
(0.5%/Bln) 7.823 7.823 7.823 7.823 7.823 7.823 7.823 7.823 7.823 7.823 7.823 7.823
Total Cash Out-
Flow 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 614.7
Net Cash Flow
(In-Out) 1.426.316.332 1.521.215.864 1.601.321.876 1.666.634.368 1.717.153.340 1.752.878.793 1.773.810.725 1.779.949.137 1.771.294.029 1.747.845.401 1.717.000.013 1.678.757.865 18.462.3
Tabel 7.2. Tabel Cash Flow Umur Pabrik
Biaya Produksi
Biaya tidak Keuntungan Depresiasi Net Cash
Tahun Pendapatan Biaya tetap tetap Tunai (10%) Pajak Flow
0 0 0 0 0 0 0 0
1 1.440.000.000 39.352.000 538.560.000 862.088.000 86.208.800 434.384.988 341.494.212
2 1.584.000.000 43.287.200 592.416.000 948.296.800 94.829.680 477.823.487 375.643.633
3 1.742.400.000 47.615.920 651.657.600 1.043.126.480 104.312.648 525.605.836 413.207.996
4 1.916.640.000 52.377.512 716.823.360 1.147.439.128 114.743.913 578.166.419 454.528.796
5 2.108.304.000 57.615.263 788.505.696 1.262.183.041 126.218.304 635.983.061 499.981.676
6 2.319.134.400 63.376.790 867.356.266 1.388.401.345 138.840.134 699.581.367 549.979.843
7 2.551.047.840 69.714.468 954.091.892 1.527.241.479 152.724.148 769.539.504 604.977.827
8 2.806.152.624 76.685.915 1.049.501.081 1.679.965.627 167.996.563 846.493.454 665.475.610
9 3.086.767.886 84.354.507 1.154.451.190 1.847.962.190 184.796.219 931.142.800 732.023.171
10 3.395.444.675 92.789.958 1.269.896.308 2.032.758.409 203.275.841 1.024.257.080 805.225.488
Total 22.949.891.425 627.169.533 8.583.259.393 13.739.462.499 1.373.946.250 6.922.977.997 5.442.538.252
e. Analisis Kelayakan Usaha
 Analisis Break Event Point (BEP)

Nilai BEP = Biaya tetap /1-(biaya tidak tetap/pendapatan


bersih)
𝑅𝑝 39.352.000
= 𝑅𝑝 538.560.000
1−( )
𝑅𝑝 862.088.000

= Rp. 104.859.199

%BEP = biaya tetap / (pendapatan bersih – biaya tidak tetap)


x100
𝑅𝑝 39.352.000
= 𝑅𝑝 862.088.000−𝑅𝑝 538.560.000

= 12%

Kapasitas = % BEP x Jumlah produksi/bulan

= 12% x 48. 000 unit


= 5.838 unit

Tingkat BEP = (laba bersih+Depresiasi)/Investasi x 100


𝑅𝑝 488.803.896+ 𝑅𝑝 86.208.800
= 𝑥 100
𝑅𝑝 577.912.000
= 99%

BEP proyek = (laba kotor/invest awal )* 100%


𝑅𝑝 775.879.200
= 𝑅𝑝 577.912.000 𝑥 100

= 134%
1
Pay Back Point (TPM) = 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝐵𝐸𝑃
1
= 0,99
=1
Jadi waktu pengembalian balik modal adalah 1 bulan.

 Internal Rate of Return (IRR)

𝑁𝑃𝑉 +
𝐼𝑅𝑅 = 𝐼1 + (𝐼 − 𝐼1 )
𝑁𝑃𝑉 + − 𝑁𝑃𝑉 − 2
3.438.896.246
IRR= 8 + 3.438.896.246−(−8.634.288.280) (10 − 8)

IRR = 8,57%

Diketahui nilai MARR yang berlaku pada saat industri akan didirikan adalah

sebesar 8% dan nilai IRR adalah 8,57% , sehingga IRR>MARR maka usaha roti

Vietnam PT. Gobed Store LAYAK untuk didirikan.

7.1. Anggaran Produksi dengan Booth

a. Modal Tetap

No Item Harga per Unit Unit Total Biaya


1 Oven Rp 850.000 2 Rp 1.700.000
2 Spatula Rp 10.000 4 Rp 40.000
3 Baskom Rp 5.000 6 Rp 30.000
4 Inkubator Rp 750.000 1 Rp 750.000
5 Wajan Rp 15.000 3 Rp 45.000
Seragam
3
6 Karyawan Rp 150.000 Rp 450.000
7 Box container Rp 7.000 6 Rp 42.000
8 Kain Rp 7.500 6 Rp 45.000
9 Booth Rp 5.000.000 3 Rp 15.000.000
1
10 Listrik dan Air Rp 800.000 bulan Rp 800.000
11 Gaji
Gaji Direktu Rp 5.500.000 1 Rp 5.500.000
Gaji Manajer Rp 3.800.000 4 Rp 15.200.000
Gaji Karyawan Rp 2.750.000 3 Rp 8.250.000
12 Promosi Rp 1.500.000
Dana
13 Cadangan Rp 5.000.000
TOTAL MODAL TETAP Rp 54.352.000

a. Modal Kerja Awal

No. Item Biaya


1 Biaya Umum
Gaji Rp 12.050.000
Tunjangan 10% Rp 1.205.000
2 Biaya Pemeliharaan
Mesin dan peralatan Rp 2.450.000
3 Asuransi 5%
Mesin dan peralatan Rp 122.500
Karyawan Rp 1.447.500
4 Promosi Rp 1.500.000
TOTAL MODAL KERJA Rp 18.775.000
b. Modal Tidak Tetap

No Item (Uraian) Harga


Per hari 1 bulan 1 tahun
1 Tepung Terigu Rp 57.600 Rp 1.728.000 Rp 20.736.000
2 Gula Rp 70.400 Rp 2.112.000 Rp 25.344.000
3 Fermipan Rp 19.200 Rp 576.000 Rp 6.912.000
4 Keju Rp 768.000 Rp 23.040.000 Rp 276.480.000
5 Sosis Rp 96.000 Rp 2.880.000 Rp 34.560.000
6 Coklat batang Rp 96.000 Rp 2.880.000 Rp 34.560.000
7 Ayam Rp 192.000 Rp 5.760.000 Rp 69.120.000
8 Garam Rp 12.800 Rp 384.000 Rp 4.608.000
9 Tepung Roti Rp 64.000 Rp 1.920.000 Rp 23.040.000
10 Minyak goreng Rp 120.000 Rp 3.600.000 Rp 43.200.000
11 Kemasan Rp 80.000 Rp 2.400.000 Rp 28.800.000
TOTAL Rp 1.496.000 Rp 44.880.000 Rp 538.560.000

Jumlah Produk per hari = 1.600 unit


Jumlah produk per tahun = 576.000 unit
Investasi awal = jumlah modal tetap + jumlah modal tidak tetap
= Rp. 54.352.000 + Rp. 538.560.000
= Rp. 592.912.000
Biaya Produksi = Rp. 592.912.000
Harga Pokok = Biaya produksi/Unit

Rp.592.912.000
= 576.000

= Rp. 1.029
Harga Jual = Harga Pokok + (Keuntungan x harga pokok)
= Rp. 1.029 + (140% x Rp. 1.029)
= Rp. 2.470
= Rp. 2.500
Pendapatan per tahun = unit x harga jual
= 576.000 unit x Rp. 2.500
= Rp. 1.440.000.000
Pendapatan bersih per tahun = pendapatan – biaya produksi
= Rp. 1.440.000.000 - Rp. 577.912.000
= Rp. 847. 088.000
Depresiasi = 10% x pendapatan bersih
= 10% x Rp. 847. 088.000
= Rp. 84.708.800
Keuntungan kotor = pendapatan bersih – depresiasi
= Rp. 847. 088.000- Rp. 84.708.800

= Rp. 762.379.200

Pajak = ppn + pph

Ppn = 10% x keuntungan kotor

= 10% x Rp. 762.379.200

= Rp. 76.237.920

Keuntungan setelah ppn = Keuntungan kotor - ppn

= Rp. 762.379.200- Rp. 76.237.920

= Rp. 686.141.280

Pph = 30% x keuntungan setelah ppn

= 30% x Rp. 686.141.280

= Rp. 205.842.384

Pajak yang harus di bayar = ppn + pph

= Rp. 76.237.920+ Rp. 205.080.304

= Rp. 282.080.304

Keuntungan Bersih = keuntungan kotor - pajak


= Rp. 762.379.200 - Rp. 282.080.304

= Rp. 480.298.896
a. Cash Flow
Tabel 7.3. Cash Flow Bulanan Tahun Pertama dan Penentuan Modal Kerja (Dalam Rupiah)
Uraian/Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Total

Cash In-Flow

1.Pindahan 0 1.441.316.332 1.537.715.864 1.619.171.876 1.685.684.368 1.737.253.340 1.773.878.793 1.795.560.725 1.802.299.137 1.794.094.029 1.770.945.401 1.740.325.013 18.698.244.878
2.Pinjaman
Modal Kerja 54.352.000 5.435.200 4.891.680 4.348.160 3.804.640 3.261.120 2.717.600 2.174.080 1.630.560 1.087.040 815.280 543.520 85.060.880

3.Pendapatan 1.440.000.000 144.000.000 129.600.000 115.200.000 100.800.000 86.400.000 72.000.000 57.600.000 43.200.000 28.800.000 21.600.000 889.025.925 1.414.625.925
Total Cash
In-Flow 1.494.352.000 1.590.751.532 1.672.207.544 1.738.720.036 1.790.289.008 1.826.914.460 1.848.596.393 1.855.334.805 1.847.129.697 1.823.981.069 1.793.360.681 2.629.894.458 20.197.931.683
Cash Out-
Flow
1.Biaya
Produksi
a.Biaya
Tetap 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 39.352.000
b.Biaya
Tidak Tetap 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 44.880.000 538.560.000

2.Angsuran
a.Modal
Tetap 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 3.279.333 39.352.000
b.Modal
Kerja 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 1.564.583 18.775.000

3.Bunga
a.Modal
Tetap
(0.75%/Bln) 24.595 24.595 24.595 24.595 24.595 24.595 24.595 24.595 24.595 24.595 24.595 24.595 295.140
b.Modal
Kerja
(0.5%/Bln) 7.823 7.823 7.823 7.823 7.823 7.823 7.823 7.823 7.823 7.823 7.823 7.823 93.875
Total Cash
Out-Flow 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 53.035.668 636.428.015
Net Cash
Flow (In-
Out) 1.441.316.332 1.537.715.864 1.619.171.876 1.685.684.368 1.737.253.340 1.773.878.793 1.795.560.725 1.802.299.137 1.794.094.029 1.770.945.401 1.740.325.013 2.576.858.790 19.561.503.668

Tabel 7.4. Cash Flow Umur Pabrik


Biaya Produksi
Biaya tidak Keuntungan Depresiasi Net Cash
Tahun Pendapatan Biaya tetap tetap Tunai (10%) Pajak Flow
0 0 0 0 0 0 0 0
1 1.440.000.000 39.352.000 538.560.000 862.088.000 86.208.800 434.384.988 341.494.212
2 1.584.000.000 43.287.200 592.416.000 948.296.800 94.829.680 477.823.487 375.643.633
3 1.742.400.000 47.615.920 651.657.600 1.043.126.480 104.312.648 525.605.836 413.207.996
4 1.916.640.000 52.377.512 716.823.360 1.147.439.128 114.743.913 578.166.419 454.528.796
5 2.108.304.000 57.615.263 788.505.696 1.262.183.041 126.218.304 635.983.061 499.981.676
6 2.319.134.400 63.376.790 867.356.266 1.388.401.345 138.840.134 699.581.367 549.979.843
7 2.551.047.840 69.714.468 954.091.892 1.527.241.479 152.724.148 769.539.504 604.977.827
8 2.806.152.624 76.685.915 1.049.501.081 1.679.965.627 167.996.563 846.493.454 665.475.610
9 3.086.767.886 84.354.507 1.154.451.190 1.847.962.190 184.796.219 931.142.800 732.023.171
10 3.395.444.675 92.789.958 1.269.896.308 2.032.758.409 203.275.841 1.024.257.080 805.225.488
Total 22.949.891.425 627.169.533 8.583.259.393 13.739.462.499 1.373.946.250 6.922.977.997 5.442.538.252
 Analisis Break Event Point (BEP)

Nilai BEP = Biaya tetap /1-(biaya tidak tetap/pendapatan


bersih)
𝑅𝑝 54.352.000
= 𝑅𝑝 538.560.000
1−( )
𝑅𝑝 847.088.000

= Rp. 149.227.710

%BEP = biaya tetap / (pendapatan bersih – biaya tidak tetap)


x100
𝑅𝑝 54.352.000
= 𝑅𝑝 847.088.000−𝑅𝑝 538.560.000

= 18%

Kapasitas = % BEP x Jumlah produksi/bulan

= 18% x 48. 000 unit


= 8.456 unit

Tingkat BEP = (laba bersih+Depresiasi)/Investasi x 100


𝑅𝑝 480.298.896+ 𝑅𝑝 84.708.800
= 𝑥 100
𝑅𝑝 592.912.000
= 95%

BEP proyek = (laba kotor/invest awal )* 100%


𝑅𝑝 762.379.200
= 𝑅𝑝 592.912.000 𝑥 100

= 129%
1
Pay Back Point (TPM) = 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝐵𝐸𝑃
1
=
0,95
=1
Jadi waktu pengembalian balik modal adalah 1 bulan.

 Internal Rate of Return (IRR)

𝑁𝑃𝑉 +
𝐼𝑅𝑅 = 𝐼1 + (𝐼 − 𝐼1 )
𝑁𝑃𝑉 + − 𝑁𝑃𝑉 − 2
3.438.896.246
IRR= 8 + 3.438.896.246−(−8.634.288.280) (10 − 8)

IRR = 8,57%

Diketahui nilai MARR yang berlaku pada saat industri akan didirikan adalah

sebesar 8% dan nilai IRR adalah 8,57% , sehingga IRR>MARR maka usaha roti

Vietnam PT. Gobed Store LAYAK untuk didirikan.

VIII Kendala dan Antisipasi Penanggulangannya dalam Berbisnis

Pada umumnya, ada beberapa tantangan ataupun masalah yang dihadapi

dalam menjalankan suatu usaha, diantaranya :

1. Ketidakmampuan Manajemen

Dalam kebanyakan UKMK, kurangnya pengalaman manajemen atau

lemahnya kemampuan pengambilan keputusan merupakan masalah utama dari

kegagalan usaha.Pemiliknya kurang mempunyai jiwa kepemimpinan dan

pengetahuan yang diperlukan untuk membuat bisnisnya berjalan.

2. Kurang Pengalaman

Idealnya, calon wirausahawan harus memiliki keterampilan teknis yang

memadai (pengalaman kerja mengenai pengoperasian fisik bisnis dan

kemampuan konsep yang mencukupi); kemampuan memvisualisasi,

mengkoordinasi, dan mengintegrasikan berbagai kegiatan bisnis menjadi

keseluruhan yang sinergis.

3. Lemahnya Kendali Keuangan

Dalam hal ini ada dua kelemahan mendasar yang perlu digarisbawahi, yaitu:

kekurangan modal dan kelemahan dalam kebijakkan kredit terhadap pelanggan.


Banyak wirausahawan membuat kesalahan pada awal bisnis dengan hanya

“modal dengkul,” yang merupakan kesalahan fatal.Wirausahawan cenderung

sangat optimis dan sering salah menilai uang yang dibutuhkan untuk masuk ke

dalam bisnis. Sebagai akibatnya, mereka memulai usaha dengan modal yang

terlalu sedikit dan tampaknya permodalan yang memadai tidak akan pernah

tercapai mengingat perusahaan mereka memerlukan semakin banyak uang

untuk mendanai pertumbuhannya. Selain itu, tekanan terhadap UKMK untuk

menjual secara kredit sangat kuat. Dimana, beberapa manajer melihat peluang

untuk mendapatkan keunggulan persaingan terhadap pesaingnya dengan cara

menawarkan penjualan kredit. Apapun kasusnya, pemilik bisnis kecil harus

mengendalikan penjualan kredit secara hati-hati karena kegagalan

mengendalikannya dapat menghancurkan kesehatan keuangan bisnis kecil.

4. Gagal Mengembangkan Perencanaan Strategis.

Terlalu banyak wirausahawan yang mengabaikan proses perencanaan

strategis, karena mereka mengira hal tersebut hanya bermanfaat untuk

perusahaan besar saja. Namun, kegagalan perencanaan biasanya

mengakibatkan kegagalan dalam bertahan hidup dan ini berlaku untuk

keduanya usaha besar maupun usaha kecil.Sebab, tanpa suatu strategi yang

didefinisikan dengan jelas, sebuah bisnis tidak memiliki dasar yang

berkesinambungan untuk menciptakan dan memelihara keunggulan bersaing di

pasar.

5. Pertumbuhan Tak Terkendali


Pertumbuhan merupakan sesuatu yang alamiah, sehat, dan didambakan oleh

semua perusahaan, tetapi pertumbuhan haruslah terencana dan terkendali.Pakar

manajemen Peter Drucker menyatakan bahwa perusahaan yang baru berdiri

dapat diperkirakan mengalami pertumbuhan terlalu pesat dibandingkan dengan

basis modal mereka apabila penjualan meningkat 40 sampai 50 persen.Idealnya,

perkembangan harus didanai dari laba ditahan atau dari tambahan modal

pemiliknya, tetapi sebagian besar bisnis mengambil pinjaman paling tidak

untuk sebagian investasi modalnya.

6. Lokasi yang buruk

Untuk bisnis apapun, pemilihan lokasi yang tepat untuk sebagian

merupakan suatu seni dan untuk sebagian lagi ilmu.Sangat sering, lokasi bisnis

dipilih tanpa penelitian, pengamatan, dan perencanaan yang layak.Beberapa

wirausahawan memilih lokasi hanya karena ada tempat kosong.Akibat

ketidaktepanan lokasi ini, penjualan tidak berkembang dan bisnis tersebut

terancam gagal.

7. Pengendalian Persediaan yang Tidak Baik

Umumnya, investasi terbesar yang harus dilakukan manajer bisnis kecil

adalah dalam persediaan, namun pengendalian persediaan adalah salah satu

tanggung jawab manajerial yang paling sering diabaikan. Tingkat persediaan

yang tidak mencukupi akan mengakibatkan kekurangan dan kehabisan stok,

yang akhirnya mengakibatkan pelanggan kecewa dan pergi.


8. Ketidakmampuan Membuat Transisi Kewirausahaan.

Berhasil melewati “tahap awal kewirausahan” bukanlah jaminan

keberhasilan bisnis. Setelah berdiri, pertumbuhan biasanya memerlukan

perubahan gaya manajemen yang secar drastis berbeda. Kemampuan-

kemampuan yang tadinya membuat seorang wirausahawan berhasil seringkali

mengakibatkan ketidakefektifan manajerial.Pertumbuhan mengharuskan

wirausahawan untuk mendelegasikan wewenang dan melepaskan kegiatan

pengendalian sehari-hari – sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh banyak

wirausahwan.

Adapun prosedur dalam pemecahan masalah, langkah-langkahnya dapat

menggunakan metode ilmiah sebagai berikut:

 Kenalilah persoalannya secara umum.

 Identifikasikan problem-problem utama yang terkait.

 Tentukan fakta-fakta dan data-data penting yang berkaitan dengan masalah

 Carilah sebab-sebab problem tersebut,

 Pertimbangkanlah pelbagai kemungkinan j alan keluar dari problem

tersebut,

 Pilihlah jalan keluar yang dapat dilaksanakan dengan baik,

 Periksalah, apakah cara penyelesaian masalah tersebut sudah tepat.

Proses berpikir secara ilmiah dapat berlangsung dengan langkah-

langkah yang sistematis, Berorientasi kepada tujuan, serta menggunakan

metode tertentu untuk memecahkan masalah. Pada garis besarnya, pemikiran


secara ilmiah dapat berlangsung di dalam memecahkan masalah dengan

langkah-langkah sebagai berikut:

1. Merumuskan tujuan, keinginan, dan kebutuhan, baik untuk diri sendiri maupun

untuk orang lain.

2. Merumuskan permasalahan yang berhubungan dengan usaha untuk mencapai

tujuan.

3. Menghimpun fakta-fakta obyektif yang berhubungan dengan masalah yang

dipikirkan. Mengolah fakta-fakta dengan pola berpikir tertentu, baik secara

induktif maupun deduktif. Memilih alternatif yang dirasa paling tepat.

4. Menguji alternatif itu dengan mempertimbangkan hukum sebab akibat.

5. Menemukan dan meyakini gagasan.

6. Mencetuskan gagasan itu, baik secara lisan maupun tulisan.

Menurut Kepala Peneliti Bursa Efek Indonesia, Poltak Hotradero,

menjelaskan, dengan mengetahui kendala, diharapkan wirausaha dapat

mengatasi berbagai kendala itu. Berikut daftarnya:

1. Sumber Daya Manusia

Seorang enterpreneur membutuhkan tim kerja dan spesialisasi untuk

mengembangkan perusahaannya. Untuk itu, seorang enterpreneur harus terus

berinvestasi pada manusia untuk membesarkan perusahaan.

2. Pengembangan Produk

Banyak pebisnis pemula salah dalam menentukan bisnis yang akan

diterjuni. Kebanyakan kegagalan pengusaha adalah membuat produk yang tidak


dibutuhkan masyarakat. Ia memberi saran agar membuat produk "demand

driven", yaitu produk-produk yang dibutuhkan masyarakat.

3. Memetakan Kompetisi

Setiap calon pengusaha harus melakukan riset SWOT (kekuatan,

kelemahan, peluang, dan ancaman) dan terus mengawasi para Pelanggan adalah

raja. Untuk itu, seorang enterpreneur harus menentukan siapa yang menjadi

prioritas atas produk yang dijual. Penentuan segmentasi ini untuk mengetahui

karakteristik pelanggan.

5. Pricing

Penentuan harga merupakan hal yang paling sulit ditentukan oleh

seorang yang baru terjun dalam dunia bisnis. Harga yang telah ditentukan harus

dapat berubah menyesuaikan situasi perekonomian, atau berinovasi dengan

menciptakan produk baru yang terjangkau.

6. Siklus Penjualan

Seorang pengusaha pemula harus memperhatikan siklus penjualan

produknya, apakah tahan lama atau tidak. Enterpreneur juga harus

memperhatikan lamanya suatu produk di pasaran dengan terus berinovasi

mengeluarkan produk-produk baru.

7. Perencanaan modal
Seorang yang berjiwa enterpreneur selalu membuat perencanaan modal

dan target. Dengan perencanaan modal yang kuat, para pengusaha terus

memutarkan modalnya untuk mengembangkan usaha.

8. Eksekusi

Eksekusi suatu produk merupakan hal tersulit. Seorang wirausaha harus

taat pada jadwal yang telah ditentukan. Selain itu, produk yang akan dieksekusi

sudah terbukti dibutuhkan dan orang yang menjadi sasaran produknya dapat

menggunakan.

Pengembangan Produk
Roti Vietnam

kurangnya ide baru


yang kreatif Tida ada penggunaan
bahan subtitusiyang baru
MAN formulasi MATERIAL
kurang mampu
mengaplikasikan kurang tepat
ide baru

Penggunaan metode
freezing Modal yang meningkat

METHODE MONEY
Mesin pendingin
yang efektif
Gambar 1. Fish bone Pengembangan Roti Vietnam.