Anda di halaman 1dari 30

URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS

PENYULUHAN
PUSKESMAS PARAKANNYASAG

a. Sebagai koordinator kegiatan promosi kesehatan, penyuluhan kesehatan


(PKM) dan peningkatan peran serta masyarakat (PSM).
b. Melaksanakan kegiatan sosialisasi JPKM.
c. Melakukan pendataan dan upaya-upaya dalam peningkatan PHBS
(Perilaku Hidup Bersih Sehat) baik untuk individu, kelompok, institusi,
sekolah maupun masyarakat.
d. Membantu Kepala Puskesmas dalam membuat pelaksanaan kegiatan.
e. Melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan Plm dan PSM.
f. Membina Batra dan upaya-upaya pengembangan obat tradisional.
g. Membina Posyandu balita dan Posyandu lansia

URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI PETUGAS


HYGIENE SANITASI (KESEHATAN LINGKUNGAN)
PUSKESMAS PARAKANNYASAG

a. Membuat perencanaan kegiatan Kesling (Kesehatan Lingkungan).


b. Melaksanakan pembinaan dan pemeriksaan TTU (Tempat-Tempat
Umum), TP2M (Tempat Pembuatan dan Penjualan Makanan), TP3
(Tempat Penyimpanan dan Penjualan Pestisida), Home Industri, salon
dan pabrik/perusahaan.
c. Melaksanakan Pelaksanaan Jentik Berkala (PJB) dan Pemberantasan
Sarang Nyamuk (PSN), bersama lintas program dan lintas sektoral serta
masyarakat.
d. Melaksanaan pendataan dan pembinaan Rumah Sakit, SAMIJAGA
(Sarana Air Minum dan Jamban Keluarga) dan SPAL (Sarana
Pembuangan Air Limbah).
e. Melaksanakan Penyuluhan kesehatan lingkungan bersama dengan
petugas lintas program dan lintas sektoral terkait.
f. Melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan kesling.

Fungsional Tenaga Sanitarian di Dinas


Kesehatan
Beberapa email dan hasil diskusi dengan beberapa teman antar kabupaten, terdapat beberapa
masalah dan ketidak samaan prosedur (kebijakan?) menyangkut keberadaan Fungsional
sanitarian yang bekerja di Dinas kesehatan. Sebetulnya perbedaan (kebijakan) ini tidak terbatas

pada sanitarian, namun juga pada fungsional lain.

Keberadaan tenaga fungisonal tidak menjadi masalah jika dia bekerja di Puskesmas, atau sejak
awal tenaga dimaksud ketika diangkat sudah berijazah S1 kesehatan. Artinya akan menimbulkan
banyak pertanyaan jika fungsional : – sejak awal diangkat belum S1 dan atau bekerja di dinas
kesehatan.

Beberapa teman mengatakan bahwa mereka tidak menjadi tenaga fungional (dicabut status
fungsionalnya-dan menjadi staf) saat mereka dimutasi ke Dinas. Banyak alasan dikemukakan,
diantaranya karena diintrepetasikan mereka akan sulit memenuhi angka kreditnya (menyangkut
tugas pokok).

Persoalan lain menyangkut syarat mengikuti pelatihan fungsional sanitarian ahli. Persyaratan
yang ditetapkan (entah oleh dasar hukum mana), mensyaratkan bahwa Sanitarian Ahli harus
berijazah S1 yang se-jalur. Jika alumni AKL/APK, maka S1 nya harus teknik lingkungan atau
SKM kesling, yang lain tidak bisa! Beberapa alasan dapat menjadi bahan diskusi kita terkait
persoalan ini :

1. Sebetulnya dengan sedikit berargumen, dulu ketika kita kuliah di FKM dengan
penjurusan kesling, toh mayoritas sarana dan tempat praktikum kita juga di AKL/APK.
Artinya kita boleh beralibi, kualitas SKM jalur umum, atau jurusan lain (dari tubel AKL),
saya kira tidak beda jauh dengan SKM kesling.
2. Ada teman kita yang mengeluhkan, bahwa teman dia di kabupaten A, hasil tubel di
sebuah universitas (akreditasi C) dengan gelas ST, dengan mulus saat ini sudah
penyetaraan menjadi Sanitarian AHLI. Sedangkan dia yang alumni perguruan tinggi
negeri dengan stratifikasi A, namun bukan jurusan kesling, gagal total masuk persyaratan
fungsional sanitarian ahli. Ini dapat berarti bahwa memang kualifikasi lembaga
penyelenggara pendidikan sama sekali belum masuk kriteria alih jenjang fungsional
sanitarian ahli ini.

Banyak pertanyaan lain dapat kita ajukan, entah itu menyangkut grade lembaga penyelenggara
pendidikan tenaga kesehatan, pembatasan kriteria basic pendidikan sanitarian ahli (jika di
HAKLI sepertinya kriteria “harus” berlatar belakang pendidikan kesling sudah tidak dipakai),
dan lain-lain – dan lain-lain ….

Tulisan berikut mungkin dapat menjadi bahan sharing kita menyangkut fungsional ini ….

Bahwa esensi pokok di tetapkanya jabatan fungsional adalah untuk menjamin pembinaan karier
kepangkatan, jabatan dan peningkatan profesionalisme PNS.

Definisi atau pengertian jabatan fungsional menurut UU 16/1999 dan Keppres 87/1999 adalah :
Kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seseorang PNS dalam
suatu satuan organisasi yang dalam melaksanakan tugasnya didasarkan pada keahlian dan / atau
ketrampilan tertentu dan bersifat mandiri.

Jabatan Fungsional Kesehatan adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab,
wewenang dan hak seorang Kesehatan dalam satuan organisasi Depkes yang dalam
melaksanakan tugasnya didasarkan pada keahlian dan / atau ketrampilan Kesehatan dan bersifat
mandiri (saat ini terdapat 27 jenis jabatan fungsional kesehatan).
Dalam pengertian jabatan fungsional ini ditekankan unsur tugas, tanggung jawab, wewenang dan
hak seorang PNS, satuan organisasi induknya, keahlian dan / atau ketrampilan tertentu, serta
bersifat mandiri.

Jabatan fungsional pada hakekatnya adalah jabatan teknis yang tidak tercantum dalam struktur
organisasi, namun sangat diperlukan dalam tugas-tugas pokok dalam organisasi Pemerintah.
Jabatan fungsional Pegawai Negeri Sipil terdiri atas jabatan fungsional keahlian dan jabatan
fungsional keterampilan. Penetapan Jabatan Fungsional Jabatan fungsional keahlian dan jabatan
fungsional keterampilan ditetapkan dengan kriteria sebagai berikut:

1. Mempunyai metodologi, teknik analisis, teknik dan prosedur kerja yang didasarkan atas
disiplin ilmu pengetahuan dan/atau pelatihan teknis tertentu dengan sertifikasi,
2. Memiliki etika profesi yang ditetapkan oleh organisasi profesi,
3. Dapat disusun dalam suatu jenjang jabatan berdasarkan:, Tingkat keahlian, bagi jabatan
fungsional keahlian, Tingkat keterampilan, bagi jabatan fungsional keterampilan.
4. Pelaksanaan tugas bersifat mandiri.
5. Jabatan fungsional tersebut diperlukan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi
organisasi.

Informasi Fungsional Sanitarian selama ini masih belum jelas diterima oleh beberapa rekan
Sanitarian. Beberapa informasi terkait yang juga belum saya pahami adalah keberaadaan
fungsional sanitarian yang bekerja di Dinas Kesehatan. Sebagian besar Fungsional Sanitarian
yang bekerja di Dinas Kesehatan selama ini kehilangan tunjangan fungsionalnya. Masalah ini
sebetulnya juga dialami oleh fungsional lain yang bekerja di Dinas.

Terdapat beberapa alasan sehingga Fungsional Sanitarian kurang mendapatkan tempat di Dinas
Kesehatan (sedangkan di Puskesmas keberadaan fungsional sudah on the track). Dapat
disebutkan salah satu alasan yang digunakan bahwa fungsional yang bekerja di Dinas kesehatan,
sulit untuk memenuhi angka kredit, dengan asumsi lebih banyak kegiatan yang dilakukan
merupakan unsur penunjang tugas Sanitarian bukan unsur utama.

Di satu sisi alasan diatas dapat terima jika fungsional Sanitarian yang dimaskud bekerja pada
seksi lain (selain Seksi Penyehatan Lingkungan).Sedangkan bagi Fungsional Sanitarian di Seksi
Penyehatan Lingkungan, bahkan hanya dengan melaksanakan tupoksi dalam rencana anggaran
dan kegiatan Seksi saja, sudah cukup untuk memenuhi angka kredit itu. Apalagi jika secara
mandiri sengaja mengejar angka kredit itu (peningkatan kinerja), maka akan tidak menemui
kesulitan berarti dalam memenuhi angka kredit.

Sebagian alasan juga menyebutkan, bahwa persyaratan yang paling memungkinkan untuk dapat
memenuhi angka kredit fungsional Sanitarian di Dinas Kesehatan, harus sudah memenuhi
kualifikasi Sanitarian Ahli. Padahal jika kita lihat kegiatan dan sub kegiatan fungsional
sanitarian ahli, relatif lebih sulit dipenuhi di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten (cenderung
kearah Propinsi .. ?).

Namun jika kita simak beberapa dasar hukum yang ada tidak terdapat pembatasan tempat kerja
Fungsional Sanitarian (di Puskesmas atau di Dinas Kesehatan). Kita boleh yakin bahwa tenaga
Fungsional sanitarian di Dinas Kesehatan dengan melakukan kegiatan rutin yang sudah
direncanakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran dapat mencukupi angka kreditnya. Mereka
dapat lebih meningkatkan kinerjanya dengan melakukan kegiatan secara mandiri untuk
menambah angka kredit.

Dasar Hukum Akreditasi Fungsional Sanitarian


1. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
19/KEP/M/PAN/11/2000 tentang Jabatan Fungsional Sanitarian dan Angka Kreditnya.
2. Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial dan Kepala Badan
Kepegawaian Negara Nomor 393/MENKES-KESOS/SKB/V/2001 dan Nomor 18 tahun
2001.
3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 373/Menkes/SKIIII/2007
Tentang Standar Profesi Sanitarian.

Beberapa pengertian Sanitarian adalah sebagai berikut :

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 373/Menkes/SKIIII/2007


Tentang Standar Profesi Sanitarian.

 Sanitarian/Ahli Kesehatan Lingkungan adalah tenaga profesional di bidang kesehatan


Iingkungan yang memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan Iingkungan air, udara,
tanah, makanan dan vector penyakit pada kawasan perumahan, tempat-tempat umum,
tempat kerja, industri, transportasi dan matra.
 Kualifikasi pendidikan profesi sanitarian adalah lulusan Sekolah Pembantu Penilik
Hygiene (SPPH), Akademi Kontrolir Kesehatan (AKK), Akademi Penilik Kesehatan
(APK), Akademi Penilik Kesehatan Teknologi Sanitasi (APK-TS), Pendidikan Ahli
Madya Kesehatan Lingkungan (PAM-KL), atau lulusan Pendidikan Tinggi yang
menyelenggarakan Pendidikan Kesehatan Lingkungan.

Sesuai Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial dan Kepala Badan
Kepegawaian Negara Nomor 393/MENKES-KESOS/SKB/V/2001 dan Nomor 18 tahun 2001 :
Sanitarian adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab,wewenang, dan hak
secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pengamatan, pengawasan,
dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka perbaikan kualitas kesehatan lingkungan untuk
dapat memelihara, melindungi dan meningkatkan cara-cara hidup bersih dan sehat.

Unsur kegiatan Sanitarian yang dinilai angka kreditnya meliputi unsur Pendidikan, Pelayanan
Kesehatan Lingkungan, Pengembangan Profesi, serta Kegiatan penunjang tugas sanitarian
(Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 19/KEP/M/PAN/11/2000
tentang Jabatan Fungsional Sanitarian dan Angka Kreditnya)
Sanitarian dibebaskan sementara dari jabatannya apabila (Keputusan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 19/KEP/M/PAN/11/2000 tentang Jabatan Fungsional
Sanitarian dan Angka Kreditnya).

1. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat
mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih
tinggi (bagi Sanitarian pelaksana pemula dan sanitarian pratama dan madya)
2. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak diangkat dalam pangkat terakhir tidak dapat
mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh0 dari unsur utama (bagi
Sanitarian Penyelia) dan 20 (dua puluh) bagi Sanitarian Madya.
3. Ditugaskan secara penuh diluar jabatan Sanitarian, Tugas belajar lebih dari 6 (enam)
bulan, Dijatuhi hukuman disiplin PNS dengan tingkat hukuman sedang atau berat,
Diberhentikan sementara dari PNS, dan Cuti di luar tanggungan negara.

STRUKTUR ORGANISASI
UPT PUSKESMAS KECAMATAN CIBINONG

Berdasarkan Perda 61 Tahun 2008 Struktur organisasi UPT


Puskesmas di Kabupaten Bogor terdiri dari :
1. Kepala UPT
2. Kepala Subbag TU UPT
3. Kelompok Fungsional
4. Kepala UPF
URAIAN TUGAS PETUGAS
UPT PUSKESMAS KECAMATAN CIBINONG
Kepala Puskesmas, mempunyai tugas :
1. Merumuskan program kerja berdasarkan tugas pokok dan fungsi UPT Puskesmas.
2. Menentukan sasaran dan tujuan UPT Puskesmas sesuai program kerja yang telah ditetapkan
3. Membagi tugas pekerjaan kepada bawahan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
4. Memonitor dan mengevaluasi kinerja UPT Puskesmas.
5. Memberikan arahan bahan petunjuk teknis secara jelas mengenai tugas yang akan dilaksanakan oleh bawahan.
6. Memeriksa hasil pelaksanaan tugas agar dapat diperoleh hasil kerja yang tepat dan akurat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
7. Melaksanakan penyelenggaraan ketatausahaan UPT Puskesmas
8. Melaksanakan pengelolaan operasional teknis dan pembinaan upaya peningkatan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, pelayanan khusus dan kefarmasian
9. Melaksanakan pengendalian operasional dan pembinaan pengamanan wabah penyakit, pencegahan penyakit dan pemberantasan penyakit
10. Melaksanakan operasional penyehatan dan kebersihan tempat umum, pengawasan kualitas air dan lingkungan, penyehatan lingkungan serta penyehatan makanan
dan minuman
11. Melaksanakan pengelolaan pelayanan medis keluarga berencana, gizi, kesehatan ibu dan anak serta kesehatan usia lanjut
12. Melaksanakan pengelolaan penyuluhan usaha kesehatan institusi, peran serta masyarakat, sarana dan metoda serta penyebarluasan informasi kesehatan
13. Melaksanakan pengelolaan pengobatan rawat jalan umum, gigi dan mulut
14. Melaksanakan pengelolaan kegiatan laboratorium, kefarmasian dan alat kesehatan
15. Melaksanakan pengelolaan imunisasi, pengamatan penyakit dan pembinaan kemungkinan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB)
16. Melaksanakan pengelolaan perawatan kesehatan masyarakat
17. Melaksanakan pengelolaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda)
18. Melaksanakan koordinasi dengan kecamatan sebagai wilayah kerja UPT
19. Melaksanakan upaya pemberdayaan, menumbuhkan prakarsa, kreativitas, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dibidang kesehatan
20. Mengkaji alternatif pemecahan masalah atas konsep naskah dinas yang berkaiatan dengan pelaksanaan tugas UPT Puskesmas sebagai bahan kebijaksanaan teknis
pimpinan
21. Memaraf dan atau menandatangani konsep atau naskah dinas yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas UPT Puskesmas sesuai ketentuan peraturan perundang-
udangan
22. Melaksanakan penyusunan laporan kinerja UPT Puskesmas
23. Memberikan saran dan atau pertimbangan kepada kepala dinas kesehatan sebagai bahan pengambilan keputusan
24. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas secara tertulis dan lisan kepada Kepala Dinas Kesehatan dan
25 Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan baik lisan maupun tulisan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi

Urusan Tata Usaha, mempunyai tugas :


1. Mengkoordinasikan penyusunan program kerja UPT Puskesmas
2. Melaksanakan penyusunan program kerja berdasarkan tugas pokok dan fungsi Sub Bagian Tata Usaha
3. Membagi tugas pekerjaan kepada bawahan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing
4. Memonitor dan mengevaluasi kinerja Sub Bagian Tata Usaha
5. Memberikan petunjuk teknis secara rinci dan jelas mengenai tugas yang akan dilaksanakan bawahan
6. Memeriksa hasil pelaksanaan tugas agar diperoleh hasil kerja yang tepat dan akurat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
7. Melaksanakan pengelolaan administrasi umum dan kearsipan UPT Puskesmas

8. Melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan kearsipan UPT Puskesmas


9. Melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian UPT Puskesmas
10. Mengkaji alternatif pemecahan maslah atas konsep naskah dinas yang berkaiatan dengan pelaksanaan tugas Sub Bagian Tata Usaha sebagai bahan
kebijakan teknis pimpinan
11. Memaraf dan atau menandatanagni konsep atau naskah dinas yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas Sub Bagian Tata Usaha sesuai ketentuan yang
berlaku
12. Menyusun laporan kinerja Sub Bagian Tata Usaha
13. Memberikan saran dan/atau pertimbangan kepada atasan sebagai bahan pengambilan keputusan
14. Memberikan bimbingan dan motivasi kepada bawahan dalam pencapaian kinerja yang optimal
15. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas secara tertulis dan lisan kepada Kepala UPT
16. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan baik lisan maupun tulisan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi

Unit Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, mempunyai tugas :


1. Menyusun rencana kegiatan Unit Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit berdasarkan data program Puskesmas dan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit termasuk imunisasi.
4. Mengevaluasi hasil kegiatan Unit Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit secara keseluruhan.
5. Membuat laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Unit Peningkatan Kesehatan dan Kesehatan Keluarga, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Unit Peningkatan Kesehatan dan Kesehatan Keluarga berdasarkan data program Puskesmas dan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Melaksanakan kegiatan kesejahteraan Ibu dan Anak, KB, perbaikan gizi, usaha kesehatan kerja serta Usia Lanjut.
4. Mengevaluasi hasil kegiatan Unit Peningkatan Kesehatan dan Kesehatan Keluarga secara keseluruhan.
5. Membuat laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Unit Pemulihan Kesehatan dan Rujukan, mempuinyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Unit Pemulihan Kesehatan dan Rujukan berdasarkan data program Puskesmas dan ketentuan perundang-
undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Melaksanakan kegiatan pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan, kesehatan gigi dan mulut.
4. Mengevaluasi hasil kegiatan Unit Pemulihan Kesehatan dan Rujukan secara keseluruhan.
5. Membuat laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Unit Kesehatan Lingkungan, Penyuluhan dan Peran Serta Masyarakat, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Unit Kesehatan Lingkungan, Penyuluhan dan Peran Serta Masyarakat berdasarkan data program
Puskesmas dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Melaksanakan kegiatan kesehatan lingkungan, usaha kesehatan sekolah dan olah raga, penyuluhan kesehatan masyarakat serta usaha
kesehatan kerja.
4. Mengevaluasi hasil kegiatan Unit Ksehatan Lingkungan, Penyuluhan dan Peran Serta Masyarakat secara keseluruhan.
5. Membuat laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Unit Perawatan, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Unit Perawatan berdasarkan data program Puskesmas dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebagai
pedoman kerja.
2. Membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Melaksanakan kegiatan perawatan, rawat nginap dan perawatan kesehatan masyarakat.
4. Mengevaluasi hasil kegiatan Unit Perawatan secara keseluruhan.
5. Membuat laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Unit Penunjang, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Unit Penunjang berdasarkan data program Puskesmas dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebagai
pedoman kerja.
2. Membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Melaksanakan kegiatan Laboratorium Sederhana dan Pengelolaan obat-obatan.
4. Mengevaluasi hasil kegiatan Unit Penunjang secara keseluruhan.
5. Membuat laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Unit Pelaksana Khusus, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Unit Pelaksana Khusus berdasarkan data program Puskesmas dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku
sebagai pedoman kerja.
2. Membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Melaksanakan kegiatan Usaha Kesehatan Mata, Usaha Kesehatan Jiwa dan Usaha Kesehatan lainnya.
4. Mengevaluasi hasil kegiatan Unit Pelaksana Khusus secara keseluruhan.
5. Membuat laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Puskesmas Pembantu, mempunyai tugas :
1. Membantu melakukan kegiatan-kegiatan yang dilakukan PUSKESMAS dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil berada dibawah dan
bertanggung jawab kepada Kepala Puskesmas.
Bidan di Desa, mempunyai tugas :
1. Melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana dan tugas-tugas lain secara profesional.
2. Dalam melaksanakan tugas pelayanan medik baik didalam maupun diluar jam kerja bertanggung jawab langsung kepada Kepala Puskesmas.

Petugas Kepegawaian, mempunyai tugas :


1. Menyusun rencana kegiatan Kepegawaian berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan pengelolaan kepegawaian sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Kepegawaian secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Bendahara, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Bendahara berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan pengelolaan Keuangan sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Keuangan secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas Logistik, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Logistik berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai
pedoman kerja.
2. Melaksanakan pengelolaan Logistik sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Logistik secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas SP3, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan SP2TP berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai
pedoman kerja.
2. Melaksanakan pengelolaan SP2TP sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan SP2TP secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Unit Program Wajib, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Unit Program Wajib berdasarkan data program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
3. Melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Peningkatan Gizi Masyarakat, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) termasuk
KB, Pencegahan Penyakit Menular ( P2M ) dan Pengobatan Dasar.
4. Mengevaluasi hasil kegiatan Unit Program Wajib secara keseluruhan.
5. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Unit Program Pengembangan, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Unit Program Pengembangan berdasarkan data program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
3. Melaksanakan kegiatan Program Pengembangan sesuai kebutuhan dan kemampuan seperti Program Kesehatan Gigi dan Mulut, UKS / UKGS,
Kesehatan Mata, Kesehatan Jiwa, Perkesmas, Kesehatan Lansia, Kesehatan Olah Raga dan Usaha Kesehatan Kerja.
4. Mengevaluasi hasil kegiatan Unit Program Pengembangan secara keseluruhan.
5. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Unit Penunjang, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Unit Penunjang berdasarkan data program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
sebagai pedoman kerja.
2. Membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
3. Melaksanakan kegiatan Penunjang Pelayanan Kesehatan sesuai kebutuhan seperti Gudang Farmasi, Apotik, Laboratorium Sederhana dan Loket.
4. Mengevaluasi hasil kegiatan Unit Penunjang secara keseluruhan.
5. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas Promosi Kesehatan, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Promosi Kesehatan berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan meliputi Penyuluhan Kesehatan, Pembinaan PSM / UKBM, Pembinaan PHBS dan koordinasi lintas
program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Promosi Kesehatan secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas Kesehatan Lingkungan, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Kesehatan Lingkungan berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan Pembinaan Kesehatan Lingkungan meliputi Pengawasan dan Pembinaan SAB, Pengawasan dan Pembinaan JAGA,
Pengawasan dan Pembinaan TTU / TPM / Pestisida, Pelayanan Klinik Sanitasi, penyuluhan kesehatan lingkungan dan koordinasi lintas program
terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Pembinaan Kesehatan Lingkungan secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas KIA / KB, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Pelayanan KIA / KB berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan Pelayanan KIA / KB meliputi ANC, PNC, perawatan Neonatus, pelayanan KB, penyuluhan KIA / KB dan koordinasi
lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Pelayanan KIA / KB secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas Gizi, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Peningkatan Gizi Masyarakat berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan Peningkatan Gizi Masyarakat meliputi Pembinaan Posyandu, PSG, Pemantauan Pola Konsumsi, Pemantauan
Penggunaan Garam Beryodium, ASI Eksklusif, Pemberian kapsul Vitamin A, Pemberian tablet Fe, penyuluhan Gizi dan koordinasi lintas
program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Peningkatan Gizi Masyarakat secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas P2M, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan P2M berdasarkan data program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai
pedoman kerja.
2. Membagi tugas kepada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
3. Melaksanakan kegiatan P2M meliputi : P2 TB, P2 KUSTA, P2 Malaria, P2 DBD, P2 ISPA, P2 Diare, Immunisasi dan Surveilans.
4. Mengevaluasi hasil kegiatan P2M secara keseluruhan.
5. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas Pengobatan Dasar, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Pelayanan Pengobatan Dasar berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan Pelayanan Pengobatan Dasar, penyuluhan kesehatan dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Pelayanan Pengobatan Dasar secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas P2 TB, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan P2 TB berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai
pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan P2 TB meliputi penemuan dini penderita TB melalui pengumpulan pot sputum, pengobatan penderita TB, pemeriksaan
kontak penderita TB, penyuluhan TB dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan P2 TB secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas P2 Kusta, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan P2 Kusta berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai
pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan P2 Kusta meliputi penemuan dini penderita Kusta, pengobatan penderita Kusta, pemeriksaan kontak penderita Kusta,
pemeriksaan anak sekolah, penyuluhan Kusta dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan P2 Kusta secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas P2 Malaria, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan P2 Malaria berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan P2 Malaria meliputi penemuan dini penderita Malaria melalui pengambilan slide darah malaria bagi setiap penderita
panas, pengobatan penderita Malaria, pengawasan dan pemberantasan tempat perindukan vektor, penyuluhan Malaria dan koordinasi lintas
program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan P2 Malaria secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas P2 DBD, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan P2 DBD berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai
pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan P2 DBD meliputi penemuan penderita suspek DBD serta melakukan rujukan untuk penanganan lebih lanjut, pemantauan
jentik berkala / abatisasi selektif ( PJB / AS ), pembinaan peranserta masyarakat dalam kegiatan PSN ( pemberantasan sarang nyamuk ),
penyuluhan DBD dan koordinasi lintas program / lintas sektor terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan P2 DBD secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas P2 ISPA, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan P2 ISPA berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai
pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan P2 ISPA meliputi penemuan dan pengobatan dini penderita ISPA, penyuluhan ISPA dan koordinasi lintas program
terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan P2 ISPA secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas P2 Diare, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan P2 Diare berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai
pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan P2 Diare meliputi penemuan dini penderita Diare, penanganan penderita Diare, penyuluhan diare dan koordinasi lintas
program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan P2 Diare secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas Immunisasi, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Immunisasi berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan Immunisasi meliputi pemberian Immunisasi, swepping Immunisasi, penyuluhan Immunisasi, penanganan KIPI dan
koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Immunisasi secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas Surveilans, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Surveilans berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan Surveilans meliputi pengumpulan data penyakit, penyelidikan epidemiologi, penanganan KLB dan koordinasi lintas
program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Surveilans secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas Kesehatan Gigi dan Mulut, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut serta koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas UKS, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan UKS berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai
pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan UKS dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan UKS secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas UKGS, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan UKGS berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai
pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan UKGS dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan UKGS secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas Kesehatan Mata, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Pelayanan Kesehatan Mata berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan Pelayanan Kesehatan Mata meliputi pendataan / penemuan penderita kataraks dan penderita penyakit mata lainnya,
melakukan rujukan kasus penyakit mata untuk penanganan lebih lanjut, penyuluhan kesehatan mata dan koordinasi lintas program terkait sesuai
dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Pelayanan Kesehatan Mata secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas Kesehatan Jiwa, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Pelayanan Kesehatan Jiwa berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan Pelayanan Kesehatan Jiwa meliputi pendataan / penemuan penderita gangguan jiwa, melakukan rujukan penderita
gangguan jiwa untuk penanganan lebih lanjut, penyuluhan kesehatan jiwa dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Pelayanan Kesehatan Jiwa secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas Perkesmas, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Perkesmas berdasarkan data Program Puskesmas dan dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan Perkesmas meliputi pengumpulan data Perkesmas, pengkajian kasus, melakukan asuhan keperawatan / kebidanan,
pembinaan keluarga kasus dan koordinasi lintas program terkait sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Perkesmas secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas Kesehatan Lansia, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Pelayanan Kesehatan Lansia berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan Kesehatan Lansia meliputi pendataan sasaran lansia, penjaringan kesehatan lansia, pelayanan kesehatan, penyuluhan
kesehatan lansia dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Pelayanan Kesehatan Lansia secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas Kesehatan Olah Raga, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Kesehatan Olah Raga berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan Kesehatan Olah Raga meliputi pembinaan kesehatan olah raga dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan
prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Kesehatan Olah raga secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas UKK, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan UKK berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai
pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan UKK meliputi pembinaan kesehatan kerja dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan UKK secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas Gudang Farmasi, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kebutuhan Obat dan kegiatan distribusi Obat berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan Gudang Farmasi meliputi distribusi obat ke unit pelayanan dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur
dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Gudang Farmasi secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas Apotik, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Pelayanan Obat di Apotik berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan Pelayanan Obat di Apotik dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Pelayanan Obat di Apotik secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas Laboratorium Sederhana, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Pelayanan Laboratorium Sederhana berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan Pelayanan Laboratorium Sederhana dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Pelayanan Laboratorium Sederhana secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Petugas Loket, mempunyai tugas :
1. Menyusun rencana kegiatan Pelayanan di Loket berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku sebagai pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan Pelayanan di Loket dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan Pelayanan di Loket secara keseluruhan.
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Profil Puskesmas Kertahayu

PUSKESMAS KERTAHAYU

"MOTO"
Puskesmas Kertahayu
"CERDIK"
Cermat, Ramah dan Mendidik

"VISI"
"Terwujudnya Puskesmas Kertahayu yang efektif dan responsif untuk memberikan pelayanan kesehatan yang
prima"

"MISI"

 Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,


 Mengembangkan sumber daya manusia yang profesional,
 Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat,
 Meningkatkan dan memelihara kesehatan individu, keluarga, masyarakat serta lingkungannya,
 Menggalang kemitraan dengan semua pihak.

" GAMBARAN UMUM PKM KERTAHAYU"

 Jumlah Penduduk : 31.934 JIwa


 Wilayah kerja : 6 Desa

 Batas Wilayah :

1. UTARA : Sungai Ciseel ( Kecamatan Lakbok )


2. TIMUR : Sungai Ciputrahaji ( Kecamatan Banjarsari )
3. SELATAN : Pegunungan Geger Bentang ( Kecamatan Banjarsari )
4. BARAT : Sungai Ciseel ( Pemkot Banjar )

JUMLAH PENDUDUK

1. Kertahayu : 7297 jiwa


2. Bangunsari : 6736 jiwa
3. Sukahurip : 4931 jiwa
4. Sukajadi : 5060 jiwa
5. Sukamukti : 4422 jiwa
6. Sidaharja : 3488 jiwa

Jumlah Total : 31.934 jiwa

"Prioritas Pembangunan Kesehatan di Puskesmas Kertahayu


tahun 2009"
1. Upaya Kesehatan Ibu dan anak / KIA
2. Pelayanan Kesehatan Orang Miskin
3. Pendayagunaan Tenaga Kesehatan
4. Penanggulangan Penyakit Menular
5. Penanganan Gizi Buruk
6. Penanganan Kasus Akibat Bencana Alam

"Rencana Kegiatan Program Puskesmas Kertahayu"


1. Dalam Rangka percepatan penurunan AKI (Angka Kematian Ibu), Puakesmas Kertahayu akan
melakukan P.4.K : Program, Perencanaan, Persalinan dan Pencegahan Kom,plikasi.
2. dalam Rangka Percepatan penurunan AKB (angka Kematian Bayi), Puskesmas Kertahayu akan
melaksanakan MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit)
3. Program Penyakit Menular

 Pencegahan
 Survelas
 Diagnosi Dini
 Pengobatan yang Tepat
 Pemberdayaan yang Tepat

4. Kegiatan Program

 TB. Paru : Penemuan kasus secara dini


 D.B.D. : Peningkatan sistem diteksi dini dan penanggulangan KLB
 GIZI : Revitalisasi Posyandu, Pemberian ASI Exklusif, Gizi-MP.ASI

5. Untuk mempercepat program tersebut diatas, Puskesmas Kertahayu melakukan terobosan-terobosan


baru, yaitu :


Sosialisasi Desa Siaga
 Keberlangsungan Program JamKesMas

"TUPOKSI PROGRAM KESEHATAN PUSKESMAS KERTAHAYU"

1. Nama : TATA SUDINTA, SKM.

Jabatan : Kepala Puskesmas

2. Nama : dr. SRI MULJATI


Jabatan : dokter Puskesmas

3. Nama : KANDI

Jabatan : Kasubag TU

4. Nama : DIAH LIDIYAH

Jabatan : Bendahara Penerima


5. Nama : IIS NURLIA, AMK.

Jabatan : Bendahara Pengeluaran

6. Nama : DEDEH HENDRA WATI

Jabatan : Bendaharawan Obat

7. Nama : TATANG UTIYA, AM.KL

Jabatan : Bendahara Jamkesmas/Prog. Kesling


8. Nama : Bd. Hj. SUMIATI NINAWATI, AM.Keb.

Jabatan : Bikor (Bidan Koordinasi)

9. Nama : AGUS SYAFRUDIN

Jabatan : Progamer Imunisasi


10. Nama : Bd. DEDE SUMARLINA

Jabatan : Progamer Kusta

11. Nama : Bd. AAS SUKAESIH, AM.Keb.

Jabatan : Bidan Induk

12. Nama : Bd. HERLI TARLIAH


Jabatan : Bides Kertahayu

13. Nama : Bd. IIS KOMALA PUTRIAYNTI, AM.Keb.

Jabatan : Bides Sukahurip

14. Nama : Bd. NURMAIDA, AM.Keb.


Jabatan : Bides Bangunsari

15. Nama : Bd. YETI MULYETI, AM.Keb.

Jabatan : Bides Sidaharja

16. Nama : Bd. NASIHATUL HASANAH

Jabatan : Bides Sukajadi


17. Nama : Bd. Hj. IIS SURYAMAH, AM.Keb.
Jabatan : Bides Sukamukti

18. Nama : H. NONO SUHERMAN

Jabatan : Kepala PUSTU Sidaharja

19. N ama : TAOUFIKUL MUTAKIN, SKM.

Jabatan : Kepala PUSTU Bangunsari


20. Nama : SUGIANTO, AMK.

Jabatan : Progremer ISPA

21. Nama : NANAN ROSDIANA

Jabatan : Programer Gizi

22. Nama : AGUS SUDARISMAN


Jabatan : Programer Promkes

23. Nama : ONDI SUPRIYATNA

Jabatan : Pelaksana TU

24. Nama : HAYATI

Jabatan : Programer Survelans


25. Nama : SOPIAH
Jabatan : Programer Diare

26. Nama : ARIF SYARIPUDIN, S.Kep.

Jabatan : Programer Gigi

27. Nama : KUSWAYA, S.Kep.,Ners

Jabatan : Programer Laboratorium


29. Nama : CUCU SULASTRI, SKM.

Jabatan : Programer SP3

30. Nama : FITRIANTI, SKM.

Jabatan : Sekretaris
31. Nama : SITI S., SKM.

Jabatan : Petugas Obat

32. Nama : Ibu IMAS

Jabatan : Clearning Service


33. Nama : SAMIJO

Jabatan : Security

34. Nama : TOTO SUPRIYATNA


Jabatan : Sopir Ambulance

"PRESTASI YANG TELAH DIRAIH


PUSKESMAS KERTAHAYU"

1. Juara I Keberhasilan Program Imunisasi Tk. Kabupaten tahun 2008


2. Juara III Lomba Posyandu Tk. Kabupaten tahun 2008
3. Juara I Lomba Posyandu Tk. Kabupaten tahun 2009
4. Juara II Lomba Desa Sehat Siaga Tk. Kabupaten tahun 2009
5.