Anda di halaman 1dari 10

PORTOFOLIO

INTOKSIKASI JENGKOL

Oleh:

dr. Gilang Liesmelati Kripsamaya

Pendamping

dr. Dewi Imelda

PROGRAM DOKTER INTERNSIP

RSUD PURI HUSADA TEMBILAHAN – INDRAGIRI HILIR

2013

0
Borang Portofolio

Nama Peserta : dr. Gilang Liesmelati Kripsamaya

Nama Wahana: RSUD Puri Husada Tembilahan – Indragiri Hilir

Topik : Intoksikasi Jengkol

Tanggal Kasus : 29 Maret 2013

Nama Pasien : Tn. DP Nomor RM : 01.97.85

Tanggal Presentasi : - Pendamping : dr. Dewi Imelda

Tempat Presentasi : -

Objektif Presentasi :

 Keilmuan  Keterampilan  Penyegaran  Tinjauan Pustaka

 Diagnostik  Manajemen  Masalah  Istimewa

 Neonatus  Bayi  Anak  Remaja  Dewasa  Lansia  Bumil

Deskripsi : Seorang pasien laki-laki berusia 30 tahun datang ke UGD RSUD Puri Husada
dengan keluhan nyeri perut menjalar ke pinggang dan BAK tidak lancar dengan
riwayat konsumsi jengkol sebelumnya.
Tujuan : Menegakkan diagnosis dengan mengenali gejala-gejala yang muncul akibat
intoksikasi jengkol dan penanganan pertama pada kasus intoksikasi jengkol.
Bahan  Tinjauan Pustaka  Riset  Kasus  Audit
Bahasan :
Cara  Diskusi  Presentasi dan Diskusi  Email  Pos
Membahas:

Data Pasien Nama : Tn. DP No. Reg: 01.97.85

1
Nama Ruangan : Perawatan Penyakit Telp : - Masuk RS : 29 Maret 2013
Dalam
Data Utama untuk bahan diskusi :
1. Diagnosis / Gambaran Klinis :
- Malam hari sekitar jam 23.00 pasien mengeluh nyeri perut daerah suprapubic yang
menjalar sampai ke pinggang setelah kurang lebih 2 jam konsumsi jengkol. Awalnya
nyeri ringan, lama kelamaan semakin memberat dan menjalar sampai ke belakang
dibagian pinggang kanan dan kiri.
- Keesokan paginya saat pasien berkemih, hanya keluar air kencingnya sedikit, seperti
perasaan tidak tuntas berkemih, sering BAK tapi sedikit-sedikit jumlah air kencingnya,
kemudian lama-lama menjadi menetes kencingnya
- Saat BAK terasa nyeri
- Air kencingnya berwarna kemerahan dan muncul seperti ada gumpalan-gumpalan kecil
seperti pasir
- Pasien juga mengeluh adanya nyeri perut daerah ulu hati
- Pasien merasa mual
- Muntah satu kali
2. Riwayat Kesehatan/Penyakit :
- Riwayat keracunan jengkol sebelumnya disangkal
- Riwayat rawat inap (+), karena ulkus gaster
- Riwayat maag (+)
- Riwayat alergi disangkal
- Riwayat batu saluran kemih disangkal
3. Riwayat Pengobatan : Pasien pernah mondok sekali saat pasien masih kuliah sekitar usia
20 tahunan karena ulkus gaster. Selain itu, pasien jarang berobat ke sarana kesehatan
karena pasien jarang sakit, hanya batuk pilek biasa saja, bila maag nya kambuh
terkadang pasien beli obat warung.
4. Riwayat Keluarga :
- Riwayat keracunan pada keluarga disangkal
- Riwayat batu saluran kemih pada keluarga disangkal
- Riwayat keganasan pada keluarga disangkal
5. Riwayat Pekerjaan : Pasien bekerja sebagai PNS di Dinas Perhubungan
6. Riwayat Lingkungan Sosial dan Fisik : Pasien tinggal serumah bersama istri dan kedua
orang tuanya. Rumah permanen dengan ventilasi yang cukup.
7. Kebiasaan Pasien :
- Riwayat konsumsi jengkol (+), kurang lebih 2 jam sebelum muncul nyeri perut
- Riwayat konsumsi obat-obatan disangkal
- Riwayat konsumsi jamu-jamuan disangkal
- Riwayat konsumsi rokok (+), 1 bungkus rokok perhari
- Riwayat konsumsi alcohol (+), saat masa kuliah, sekarang sudah berhenti karena ulkus
gaster dan sering maag
Daftar Pustaka :
1. Anonym . Intoksikasi Jengkol . 2012 .
2
http://mia021blog.blogspot.com/2012/05/intoksikasi-jengkol.html . Diunduh 31 Mei
2013
2. Anonym . Penatalaksanaan Keracunan . 2008 .
http://medlinux.blogspot.com/2008/07/penatalaksanaan-keracunan.html . Diunduh 31
Mei 2013
3. Manik, Murniati . Keracunan Makanan . Bagian Ilmu Giza FK USU . 2003
4. Ramayati, Rafita . Intoksikasi Jengkol . Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK USU . 2010
5. Sokobungur, Heru . Gejala, Tes Lab, Prognosis, dan Penanganan Keracunan Jengkol .
2009 . http://herskf.blogspot.com/2011/04/gejala-tes-lab-prognosis-dan-
penanganan.html . Diunduh 31 Mei 2013
Hasil Pembelajaran:
1. Mengenali tanda dan gejala intoksikasi jengkol
2. Penegakan diagnostic intoksikasi jengkol
3. Penanganan pertama pada kasus kegawatdaruratan intoksikasi jengkol

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio

Subjektif :
- Nyeri perut daerah suprapubic yang menjalar sampai kedua pinggang konsumsi jengkol
- BAK tidak lancar
- BAK berwarna kemerahan dan berpasir
- Nyeri BAK (+)
- Nyeri perut daerah ulu hati (+)
- Mual (+)
- Muntah (+)
Objektif :
Kesadaran : Composmentis
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Nadi : 90 kali/menit
Nafas : 20 kali/menit
Suhu : 37 ⁰C
Status Generalis:
Kepala : Tidak ditemukan kelainan
Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), edema palpebra (-/-), ptosis (-/-)
Muka : Udem (-)
3
Mulut dan tenggorokan : bibir sianosis (-), lidah kotor (-), tonsil membesar (-)
Leher : KGB tidak membesar, kelenjar thyroid tidak membesar, peningkatan JVP (-)
Thoraks
- Paru : gerakan simetris, fremitus kiri=kanan, perkusi sonor, vesicular (+/+), rhonki (-/-),
wheezing (-/-)
- Jantung : iktus cordis tidak terlihat, iktus teraba di SIC 5, batas jantung dalam batas
normal, irama teratur, bising tidak ada
Abdomen : Tidak tampak adanya massa, blast tidak menonjol, peristaltic (+), Supel, NT (+)
epigastrium dan suprapubic, NL (-), hepar lien tidak teraba, perkusi tympani,
ascites (-), nyeri ketok ginjal (++/+)
Kulit : ikterik (-), petechie (-)
Ekstremitas : Akral hangat, perfusi baik, udem (-/-), parese (-/-)

Laboratorium :
Parameter Darah Hasil
Hemoglobin 12,8
Leukosit 15900
Trombosit 263000
Ureum 34,3
Kreatinin 1,4
Gula darah sewaktu 94
Uric acid 4,8
Kolesterol 184
HDL 39
LDL 124
Trigliserida 107

Parameter Urin Hasil


Warna Merah
Kejernihan Keruh
BJ 1.030
Ph 5.0
Protein -
Bilirubin -
Reduksi -
Urobilinogen -
Keton -

4
Nitrit -

Mikroskopik urin Dominasi eritrosit (+)

USG Urologi :

Kesan USG Urologi :


 Ren dextra : ukuran dalam batas normal, tampak pelebaran system pelvic calica, tak
tampak gambaran lesi hiperechoic di bagian distalnya. Kesan : hidronefrosis dextra,
curiga obstruksi di distalnya
 Ren sinistra : ukuran dan echostruktur normal, batas cortex dan medulla tegas, SPC tak
melebar, tak tampak lesi hipo/hiperechoic. Kesan : ren sinistra dalam batas normal
 Vesika urinaria dan prostat : tak tampak kelainan, tak tampak lesi hipo/hiperechoic.
Kesan : VU dan prostat dalam batas normal
Assesment :
Pada kasus diatas besar kemungkinannya merupakan kasus intoksikasi jengkol, yang
dapat dilihat dari gejala yang ada yaitu adanya nyeri perut daerah suprapubic yang menjalar ke
pinggang, nyeri saat BAK, BAK tidak lancar, hematuria, BAK berpasir, mual dan muntah,
disertai dengan adanya riwayat makan jengkol 2 jam sebelum timbulnya gejala. Hal ini sesuai
dengan gejala yang sering muncul akibat intoksikasi jengkol yang biasanya timbul dalam waktu
4-12 jam setelah memakan jengkol. Keluhan yang tercepat 2 jam dan yang terlambat 36 jam
sesudah makan biji jengkol. Gejalanya yaitu :
5
1. Nyeri suprapubis
2. Disuria
3. Muntah
4. BAK kemerahan atau seperti kristal putih
5. BAK menjadi lebih sedikit
6. Bau yang khas dari asam jengkol tercium dari mulut maupun urin penderita
7. Kadang ditemukan buli-buli yang penuh, serta infiltrat urin pada batang penis, skrotum,
dan jaringan perineum sekitarnya.
Penyebab terjadinya intoksikasi jengkol adalah akibat kandungan zat spesifik dalam
jengkol yang disebut asam jengkolat. Asam jengkolat adalah asam amino yang mengandung
sulfur (belerang) berbentuk kristal kuning seperti jarum halus. Asam jengkolat dapat
mengendap / mengkristal di dalam ginjal jika pH urin di bawah 6,0. Dengan fermentasi, asam
jengkolat berkurang signifikan.
Sebagian besar ahli berpendapat, terjadinya intoksikasi jengkol tidak tegantung pada
jumlah berapa banyak jengkol yang dikonsumsi seseorang, apakah jengkol yang dimakan itu
jengkol biji tua atau muda, serta cara memasak, tidak ada hubungannya dengan terjadinya
intoksikasi jengkol. Para ahli berkesimpulan bahwa timbulnya gejala intoksikasi tergantung dari
kerentanan seseorang terhadap asam jengkolat, dan hal ini bersifat sementara. Hal ini terbukti
pada banyak orang yang pernah mengalami intoksikasi jengkol ternyata tidak kambuh lagi
walaupun berulang kali memakan jengkol.
Bila seseorang memakan jengkol, maka asam jengkolat akan diserap oleh usus dan
kemudian masuk kedalam sirkulasi darah, dan dari peredaran darah asam jengkolat akan sampai
ke ginjal untuk diekskresikan keluar dari tubuh. Pada orang yang rentan kristal asam jengkolat
dapat bertumpuk didalam tubulus ginjal, ureter dan uretra. Kristal-kristal ini yang akan
menyebabkan obstruksi pada saluran kemih, sehingga terjadi oliguri (jumlah urine
<400cc/24jam, yang dapat berlanjut menjadi anuria yang dapat menimbulkan gagal ginjal akut.
Asam jengkolat sangat sukar larut dalam air dan kelarutannya dalam asam basa sangat
lama. Asam jengkolat dapat menyebabkan intoksikasi bila pH urin adalah asam, sehingga asam
jengkolat dapat mengendap dalam bentuk jarum halus yang dapat merusak ginjal. Kandungan
asam jengkolat berbeda-beda tergantung varietas dan umur biji jengkol. Pada biji muda,
kandungannya lebih rendah dibandingkan pada biji tua. Biji jengkol mentah dan setengah
masak dicurigai sebagai penyebab intoksikasi karena asam jengkolat masih dalam keadaan
aktif.
Intoksikasi jengkol merupakan salah satu sebab gagal ginjal akut (acute renal failure).
Telah disepakati oleh para peneliti bahwa intoksikasi jengkol disebabkan oleh pengendapan

6
kristal-kristal asam jengkolat di dalam saluran-saluran traktus urogenitalis, sehingga
menyebabkan penyumbatan mekanis.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya nyeri tekan daerah suprapubic dan nyeri ketok
ginjal (+). Nyeri ulu hati ditemukan pada pasien ini karena pasien mengalami mual dan muntah
akibat intoksikasi ginjal, bisa juga disebabkan oleh gastritis kronis karena pasien ini mempunyai
riwayat maag dan ulkus gaster.
Melihat dari anamnesis, gejala, dan pemeriksaan fisik pasien tersebut yang mengarah
pada intoksikasi jengkol, kemudian dilakukan pemeriksaan penunjang darah, urin, dan USG
urologi. Dari hasil pemeriksaan tersebut yang menunjang adalah pH urin asam 5.0 ,
mikroskopik urin didominasi dengan eritrosit (BAK berwarna kemerahan  hematuria), dan
dari hasil USG didapatkan hidronefrosis ren dextra kemungkinan adanya obstruksi dibagian
distalnya yang diduga karena adanya sumbatan hablur/kristal asam jengkolat tersebut.
Penegakan diagnosis pasien intoksikasi jengkol selain dari anamnesis, gejala, dan pemeriksaan
fisik juga ditegakkan dengan pemeriksaan penunjang, yaitu :
1. Pemeriksaan darah dapat ditemukan anemia, yang berhubungan dengan beratnya
hematuria. Selain itu dapat juga dijumpai uremia bila terjadi anuria.
2. Pemeriksaan urine dengan mikroskop akan ditemukan hablur/kristal asam jengkolat
berupa jarum runcing dan kadang-kadang bergumpal menjadi ikatan atau berupa roset.
Hablur ini tidak selalu ditemukan pada urin anak dengan intoksikasi jengkol, karena
hablur akan cepat menghilang bila urin disimpan dan hablur hanya terjadi pada pH 5,5.
3. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) atau pielografi intravena (PIV) dapat ditemukan
pelebaran ureter atau tanda-tanda hidronefrosis akibat obstruksi akut oleh kristal asam
jengkol di saluran kemih.
Plan :
Diagnosis : Intoksikasi Jengkol

Penatalaksanaan yang diberikan pada pasien ini adalah :


- IVFD RL 20 tpm
- Inj Ketorolac/8 jam
- Inj Ranitidin/12 jam
- Inj Trioscho/12 jam
- Inj Lasix/24 jam
- Inj Kalnex/8 jam
- Inj Vit K/8 jam
- Natrium Bicarbonat 3 x 2 tablet
- Banyak minum air putih

7
Prinsip penatalaksanaan pada intoksikasi jengkol adalah :
1. Indikasi pasien rawat inap dan tidak rawat inap. Bila gejala ringan yaitu muntah, sakit
perut, sakit pinggang penderita tidak perlu dirawat, cukup dengan banyak minum air
putih dan pemberian natrium bikarbonat peroral, agar urinnya meningkat sehingga
kristal asam jengkolat diekskresikan melalui urin. Bila gejalanya berat seperti oliguria
dan hematuria maka pasien perlu dirawat dan diberi infus natrium bikarbonat dalam
larutan dextrose 5%. Natrium bikarbonat untuk orang dewasa 2-5 meq/kgBB.
Pemberian natrium bikarbonat agar urin menjadi alkalis (pH = 8) dan bekerja untuk
memetralisir kristal asam jengkolat yang terbentuk. Bila pada monitoring dijumpai
kegagalan ginjal akut, maka penatalaksanaan gagal ginjal akut harus dilaksanakan.
2. Terapi Konservatif
a. Pemberian diuretika
Furosemid dalam dosis tunggal 200 mg i.v dalam waktu 20 menit.
b. Perhatikan keseimbangan cairan yaitu intake sama dengan output.
c. Kontrol elektrolit
Keseimbangan elektrolit dipertahankan dengan mengurangi intake kalium untuk
mengatasi hiperkalemia. Kalsium glukonat diberikan untuk mengatasi
hiperfosfatemia.
d. Berikan nutrisi yang baik
Diet 40 gram protein misalnya telur dan daging dengan 3000 kalori, sehingga dapat
dicapai keseimbangan nitrogen positif.
3. Dialisis
Bila terapi konservatif gaga, tidak tercapainya keseimbangan cairan dan elektrolit dan
timbul uremia dengan kadar ureum darah lebih 100mg/dL atau kreatinin 8mg/dL maka
dilakukan dialysis.

Pendidikan :
Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai penyebab terjadinya penyakit,
mengenali gejala dan tanda bila terjadi suatu intoksikasi jengkol, perjalanan penyakit,
penanganan yang diberikan pada kasus intoksikasi jengkol dan prognosis pada pasien ini. Pada
umumnya prognosis intoksikasi jengkol cukup baik, tetapi kadang-kadang dapat berlanjut
menjadi gagal ginjal akut bahkan dapat berakhir dengan kematian. Oleh sebab itu diagnosis dini
dan penanganan yang tepat perlu segera diberikan sehingga komplikasi tersebut dapat
dihindarkan.

8
Konsultasi :
Menjelaskan secara keseluruhan tentang kondisi pasien dan menganjurkan banyak minum air
putih, apabila pasien merasa kurang puas dengan pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan,
dapat diusulkan pemeriksaan foto BNO dan IVP pada bagian radiologi untuk mengetahui lebih
jelas dan detailnya gangguan dan masalah yang terjadi di saluran kemihnya.