Anda di halaman 1dari 9

PERJANJIAN KERJASAMA

ANTARA
PT .................................
DAN
PT .................................

Nomor ........................: ..................................…


Nomor ........................: ..................................…

Perjanjian Kerjasama (selanjutnya disebut sebagai “Perjanjian”) ini dibuat dan ditandatangani
pada hari ini .................., tanggal .................., bertempat di Jakarta, oleh dan antara:

1. PT .................., sebuah perseroan terbatas yang secara sah didirikan dan beroperasi
berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia, berdomisili
di ......................................................, dalam perbuatan hukum ini diwakili secara sah oleh
.................. dalam kapasitasnya selaku .................. dan karenanya berwenang dan
dengan ini bertindak untuk dan atas nama perseroan (selanjutnya disebut sebagai
“..................”).

2. PT .................., sebuah perseroan terbatas yang secara sah didirikan dan beroperasi
berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia, berdomisili
di ......................................................, dalam perbuatan hukum ini diwakili secara sah oleh
.................. dalam kapasitasnya selaku .................. dan karenanya berwenang dan
dengan ini bertindak untuk dan atas nama perseroan (selanjutnya disebut sebagai
“..................”).

....................... dan .................. secara sendiri-sendiri selanjutnya disebut sebagai “PIHAK” dan
secara bersama-sama selanjutnya disebut sebagai “PARA PIHAK”.

Dengan mempertimbangkan dan memperhatikan hal-hal yang mendasari dibuatnya Perjanjian


ini, sebagai berikut:
A. Bahwa, .................. (selanjutnya disebut sebagai “Klien”) saat ini akan melakukan tender
.................. (selanjutnya disebut sebagai “Proyek”).
B. Bahwa .................. berpengalaman dalam bidang .................. terkait dengan Proyek.
C. Bahwa .................. berpengalaman dalam bidang .................. terkait dengan Proyek.
D. Bahwa, Para Pihak sepakat untuk bekerja sama untuk mendapatkan dan melaksanakan
Proyek.

Setelah menimbang hal-hal tersebut, maka Para Pihak sepakat tentang hal-hal berikut:

Pasal 1
Pembentukan Konsorsium

1. Kerja Sama
Para Pihak dengan ini sepakat untuk bekerja sama dengan sungguh-sungguh dan
dengan itikad baik untuk memperoleh dan melaksanakan Proyek (selanjutnya disebut
sebagai “Kerja Sama”).

1
Dalam rangka Kerja Sama tersebut, Para Pihak dengan ini sepakat untuk membentuk
Konsorsium.
Peran dan tanggung jawab masing-masing Pihak dalam Konsorsium akan ditentukan
dalam keseluruhan Perjanjian ini.

2. Status Konsorsium
Konsorsium dijalankan dengan nama Konsorsium .................. .
Tata niaga (bisnis) Konsorsium sepenuhnya terpisah dari operasi tata niaga Para Pihak.

3. Sifat Kemitraan
Kerja Sama antara Para Pihak sebagaimana dinyatakan dalam Perjanjian ini bersifat
eksklusif dalam arti khusus untuk menangani Proyek dimaksud Perjanjian ini.

4. Hubungan Antara Para Pihak


Kecuali ditentukan lain dalam suatu persetujuan tertulis antara Para Pihak, hubungan
yang tercipta antara Para Pihak sebagaimana ditentukan dalam Perjanjian ini tidak akan
memberikan kuasa kepada salah satu Pihak dalam Perjanjian ini untuk mewakili dan
mengikat hubungan kontraktual untuk dan atas nama Pihak lain, khususnya untuk hal-hal
yang tidak terkait dengan Konsorsium, serta tidak akan menimbulkan kewajiban kepada
suatu Pihak untuk menanggung beban hutang yang mungkin dimiliki oleh Pihak lain.

Pasal 2
Komite Pengelola Konsorsium

1. Para Pihak dengan ini sepakat untuk membentuk Komite Pengelola Konsorsium
(selanjutnya disebut sebagai “Komite”) yang anggota-anggotanya terdiri atas:
No. Posisi Nama
1. Ketua Komite ..................
2. Wakil Ketua Komite ..................
3. Anggota Komite ..................
4. Anggota Komite ..................
5. Anggota Komite ..................
6. Anggota Komite ..................

2. Para Pihak dengan ini sepakat bahwa setiap saat selama berlangsungnya Konsorsium,
Para Pihak berhak menunjuk wakilnya untuk bertindak sebagai Ketua Komite, Wakil
Ketua Komite, dan/ atau Anggota Komite.

3. Komite berwenang untuk menentukan design, rencana, dan metode kerja yang akan
dilaksanakan demi terselesaikannya Proyek, memutuskan pembelian jenis dan jumlah
alat dan material, menunjuk sub-kontraktor, dan kegiatan-kegiatan lain yang terkait
dengan pelaksanaan Proyek. Keputusan yang dibuat oleh Komite akan mengikat Para
Pihak.

4. Keputusan-keputusan Komite akan dibuat setelah melalui pembahasan dan diskusi dalam
suatu Rapat Komite. Rapat-rapat tersebut dapat diadakan dengan pemberitahuan 1 (satu)
hari kerja sebelumnya. Pemanggilan dan pemberitahuan tentang diadakannya Rapat
Komite akan dilaksanakan oleh Ketua Komite. Setelah mendengar masukan dari seluruh

2
Anggota Komite, Ketua Komite berwenang untuk memutuskan dan menetapkan
Keputusan Komite.

5. Untuk keadaan-keadaan dimana diperlukan suatu keputusan yang bersifat cepat dan
mendesak, Ketua Komite berwenang untuk memutuskan dan menetapkan Keputusan
Komite tanpa terlebih dahulu membahas dan mendiskusikan masalah tersebut dalam
Rapat Komite. Dalam waktu 10 (sepuluh) hari kalender sejak diputuskan dan
ditetapkannya Keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat ini, Ketua Komite
berkewajiban untuk menyelenggarakan Rapat Komite dengan tujuan untuk menjelaskan
dan memaparkan Keputusannya tersebut kepada seluruh Anggota Komite.

Pasal 3
Tanggung Jawab dan Kewajiban .......................

1. ....................... bertindak selaku Pemimpin Konsorsium yang bertanggung jawab untuk


mengkoordinasikan dan melengkapi persyaratan administratif, teknis, dan finansial secara
keseluruhan dengan sepengetahuan dan disepakati bersama .................. terkait Proyek
yang dipersyaratkan oleh Klien; dan bertanggung jawab atas pelaksanaan koordinasi
Proyek secara keseluruhan.

2. ....................... berkewajiban untuk melakukan hubungan komunikasi dan koordinasi


dengan Klien demi kepentingan Proyek.

3. ....................... bertanggungjawab untuk memastikan Konsorsium mendapatkan seluruh


perizinan yang diperlukan untuk memungkinkan Konsorsium menjalankan pekerjaannya
dengan baik terkait dengan pelaksanaan Proyek.

Pasal 4
Tangung Jawab dan Kewajiban ..................

1. .................. merupakan Anggota Konsorsium dan bertanggung jawab untuk melakukan


hal-hal yang diperlukan agar Konsorsium dapat memperoleh penunjukan dari Klien untuk
melaksanakan Proyek termasuk namun tidak terbatas pada menyiapkan dokumen tender.

2. .................. berkewajiban untuk melaksanakan pekerjaan penyediaan layanan radio


trunking terkait Proyek, serta wajib untuk mendapatkan seluruh perizinan yang diperlukan
untuk menjalankan pekerjaannya tersebut dengan baik.

Pasal 5
Tanggung Jawab Para Pihak

Para Pihak dengan ini menyatakan bertanggung jawab secara bersama-sama untuk
melaksanakan hal-hal sebagai berikut:
a. Saling melengkapi terhadap semua persyaratan teknis, administratif, dan finansial yang
dipersyaratkan oleh Klien baik dalam pelaksanaan tender maupun pelaksanaan Proyek
sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian ini.

3
b. Melaksanakan Proyek secara profesional sesuai dengan keahlian-nya dan dengan penuh
itikad baik.
c. Bertanggung jawab secara tanggung renteng sesuai dengan porsi pekerjaan masing-
masing pihak terhadap Klien dalam hal terjadi wanprestasi yang dilakukan oleh
Konsorsium.

Pasal 6
Keuangan

1. Sumber Dana
Pada dasarnya seluruh investasi dan biaya yang akan digunakan untuk pelaksanaan
Proyek akan disediakan oleh masing-masing pihak sesuai dengan porsi pekerjaan dan
tanggung jawab masing-masing pihak.

Para Pihak dengan ini sepakat bahwa besaran persentase kontribusi sehubungan dengan
pelaksanaan Perjanjian ini adalah ....................... sebesar ....% (.................. persen)
dan .................. sebesar ....% (.................. persen).

2. Rekening Konsorsium
Segera setelah ditandatanganinya Perjanjian ini, Para Pihak harus membuka rekening
bersama pada bank pemerintah yang beroperasi di Indonesia dan mempunyai reputasi
baik (selanjutnya disebut sebagai “Rekening Konsorsium”), dan wajib membuat
prosedur perbankan dan otorisasi tanda-tangan bagi Rekening Konsorsium tersebut.

3. Pendapatan
Seluruh penerimaan Konsorsium termasuk namun tidak terbatas pada pembayaran yang
dilakukan oleh Klien sesuai dengan Kontrak Kerja harus disetor dan disimpan dalam
Rekening Konsorsium.

4. Penggunaan Dana
Dana yang tersimpan dalam Rekening Konsorsium adalah milik masing-masing Pihak
sesuai dengan pembayaran yang diterima dari Klien atas pekerjaan masing-masing.

5. Bagian Pendapatan
Klausul mengenai pembagian pendapatan akan dibahas secara khusus oleh Para Pihak
dan akan dituangkan dalam satu Perjanjian tersendiri.

Pasal 7
Pembukuan

1. Para Pihak dengan ini sepakat bahwa Komite wajib membuat pencatatan atas segala
transaksi keuangan: penerimaan dan pengeluaran, dan kemajuan proses pengerjaan
Proyek dan melaporkannya kepada Para Pihak.

2. Komite memiliki kewenangan untuk menentukan metode pencatatan dan pelaporan


sebagaimana dimaksud di atas, namun harus dengan tetap memperhatikan ketentuan
yang terdapat dalam Kontrak Kerja antara Konsorsium dengan Klien.

4
3. Pada akhir Proyek, Komite akan membuat laporan keuangan akhir yang berisi total
pendapatan dan pengeluaran yang telah dilakukan Konsorsium sesuai ketentuan
Perjanjian dan Kontrak Kerja dengan Klien (selanjutnya disebut sebagai “Laporan
Keuangan Akhir”).

Pasal 8
Hak atas Kekayaan Intelektual

Seluruh hak atas kekayaan intelektual yang terkait dengan seluruh rancangan, design, dan
spesifikasi yang terkait dengan pelaksanaan pengerjaan Proyek akan menjadi hak milik Para
Pihak.

Pasal 9
Pernyataan dan Jaminan

1. Para Pihak dan wakil yang mewakilinya dalam menandatangani Perjanjian ini berwenang
untuk membuat dan menandatangani Perjanjian ini.
2. Para Pihak tidak sedang terlibat dalam suatu perkara hukum dan tidak pernah terlibat
dalam suatu tindakan yang dapat berakibat negatif secara perdata dan/ atau pidana
terhadap Konsorsium.

Pasal 10
Penggunaan Asset Para Pihak oleh Konsorsium

1. Para Pihak dengan ini sepakat bahwa Konsorsium berwenang untuk menggunakan asset
dan peralatan yang dimiliki oleh masing-masing Pihak untuk kepentingan pelaksanaan
Proyek. Penggunaan tersebut dapat dilaksanakan sepanjang penggunaan asset dan
peralatan tersebut tidak mengganggu kinerja proyek lain yang sedang dilaksanakan oleh
masing-masing Pihak.

2. Komite berkewajiban untuk mencatat dan mendata setiap asset dan peralatan milik Para
Pihak yang digunakan oleh Konsorsium untuk pelaksanaan pengerjaan Proyek.

3. Para Pihak dengan ini menegaskan dan menyetujui bahwa hak milik atas seluruh asset
dan peralatan yang dimiliki oleh masing-masing Pihak dan yang kemudian digunakan oleh
Konsorsium untuk kepentingan pelaksanaan Proyek akan tetap dikuasai oleh masing-
masing Pihak yang memilikinya, dan pada akhir Proyek akan dikembalikan kepada Pihak
yang memilikinya dalam kondisi yang sekurang-kurangnya sama dengan kondisi asset
dan peralatan tersebut sebelum digunakan untuk kegiatan Konsorsium.

4. Para Pihak dengan ini sepakat bahwa sebagai kompensasi digunakannya asset dan
peralatannya oleh Konsorsium, Pihak yang memiliki asset dan peralatan berhak dan
berwenang untuk meminta dan menerima uang yang besarnya akan ditentukan secara
bersama-sama oleh Komite dan Pihak yang memiliki asset dan peralatan tersebut.

Pasal 11
Berakhirnya Perjanjian

5
1. Kecuali apabila Para Pihak menyepakati lain, Konsorsium ini akan dianggap selesai bila:
a. Konsorsium gagal untuk ditunjuk oleh Klien sebagai Pihak yang akan melaksanakan
Proyek.
b. Seluruh kewajiban Konsorsium berdasarkan Kontrak Kerja dengan Klien telah
selesai dilaksanakan dan seluruh kewajiban pembayaran dari Klien telah selesai
dilaksanakan secara penuh, seluruh kewajiban pelunasan pinjaman kepada bank
dan/ atau Pihak Ketiga lainnya telah dilunasi, dan seluruh kewajiban kepada vendor
dan/ atau sub-kontraktor telah selesai dilaksanakan.
c. Salah satu Pihak melakukan wanprestasi atas kewajibannya dalam Perjanjian ini.

2. Dalam hal Perjanjian ini berakhir oleh sebab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11.1.c.
adalah akibat dari wanprestasi dari salah satu Pihak, maka:
a. Pihak yang tidak waprestasi dalam Konsorsium berhak untuk tetap melanjutkan
Proyek tanpa maupun dengan menunjuk Pihak lain sebagai mitra kerja baru;
b. Pihak yang wanprestasi hanya berhak untuk memperoleh penggantian biaya yang
telah secara langsung dikeluarkannya untuk kepentingan Konsorsium. Biaya ini
harus dibuktikan oleh Pihak yang wanprestasi dan dengan menggunakan metode
yang wajar diterima baik secara akuntansi, hukum, maupun standar di bidang
industri sejenis.

Pasal 12
Penyelesaian Perselisihan

1. Musyawarah
Para Pihak akan berusaha sebaik mungkin dan akan bekerja sama dalam melaksanakan
negosiasi dengan itikad baik untuk menyelesaikan setiap dan semua perselisihan yang
mungkin timbul diantara Para Pihak berkenaan dengan pelaksanaan Perjanjian, secara
musyawarah dan mufakat.

2. Arbitrase
Para Pihak sepakat dan setuju bahwa setiap perselisihan yang tidak dapat diselesaikan
secara musyawarah mufakat akan diajukan ke arbitrase yang disediakan dan
berdasarkan pada ketentuan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (selanjutnya disebut
sebagai “BANI”).

a. Keputusan Mengikat
Para Pihak sepakat dan setuju bahwa setiap keputusan arbitrase yang dibuat
berdasarkan Pasal 12.2. Perjanjian adalah final dan mengikat.

b. Biaya
Dengan tunduk kepada keputusan arbitrase, masing-masing Pihak menanggung
sendiri biaya dan pengeluaran yang timbul sehubungan dengan proses
penyelesaian perselisihan yang ditempuhnya, sedangkan biaya dan pengeluaran
untuk para arbitrator dan forum ditanggung bersama oleh Para Pihak.

6
Pasal 13
Ketentuan Umum

1. Efektifitas Perjanjian
Kewajiban Para Pihak sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian ini berlaku sejak
ditandatanganinya Perjanjian ini oleh Para Pihak.

2. Korespondensi
Setiap korespondensi yang akan dibuat atau disampaikan menurut Perjanjian ini harus
dilakukan secara tertulis dan dikirimkan melalui faksimili, email, atau diserahkan langsung
ke alamat masing-masing Pihak.

Adapun detail korespondensi Para Pihak adalah sebagai berikut:

PT ..................
..................
..................
Telp. : ..................
Fax. : ..................
PIC : ..................
Email : ..................

PT ..................
..................
..................
Telp. : ..................
Fax. : ..................
PIC : ..................
Email : ..................

Setiap korespondensi dimaksud Perjanjian ini dianggap sudah diberikan pada hari
diserahkannya pemberitahuan tersebut apabila disampaikan selama jam kerja dari Pihak
penerima, dan apabila disampaikan di luar jam kerja, dianggap diterima pada hari kerja
berikutnya.

3. Hukum yang Berlaku


Perjanjian ini tunduk pada dan harus diartikan dan ditafsirkan menurut ketentuan hukum
dan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia dan untuk segala keperluan
secara menentukan harus dianggap sebagai Perjanjian Indonesia.

4. Kerahasiaan
Kecuali sepanjang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku, tidak
satu Pihak pun dalam Perjanjian ini dibenarkan untuk menyampaikan dan/ atau
menggunakan setiap informasi rahasia (selanjutnya disebut sebagai “Informasi
Rahasia”), dan/ atau mengijinkan disampaikannya dan/ atau dipakainya Informasi
Rahasia kepada atau oleh Pihak Ketiga lain, selain untuk para pemegang saham,
pemberi pinjaman, penasehat professional, manajemen, personil, karyawan, dan
subkontraktornya sendiri yang perlu mengetahui dan/ atau menggunakan Informasi
Rahasia tersebut untuk keperluan yang berkaitan dengan Proyek.

7
Yang dimaksud Informasi Rahasia ialah semua informasi teknis dan/ atau komersial
dalam bentuk apapun yang mengandung nilai teknis dan/ atau komersial, yang diperoleh
salah satu Pihak dalam Perjanjian ini sebagai hasil dari atau berkenaan dengan
pengerjaan Proyek dan yang bukan merupakan rahasia umum. Semua informasi yang
diberi tanda “Rahasia” oleh salah satu Pihak dalam Perjanjian ini harus diperlakukan Para
Pihak dalam Perjanjian ini untuk segala keperluan sebagai Informasi Rahasia menurut
Pasal 13.4. Perjanjian ini, kecuali dan sampai salah satu Pihak dalam Perjanjian ini
menunjukan dengan jelas bahwa informasi tersebut tidak termasuk dalam kategori
Informasi Rahasia sebagaimana didefinisikan di sini. Ketentuan-ketentuan dalam Pasal
13.4. Perjanjian ini akan terus berlaku meskipun Perjanjian ini berakhir.

5. Force Majeure
Kewajiban salah satu Pihak dalam Perjanjian ini, kecuali setiap kewajiban untuk
melakukan pembayaran uang pada saat jatuh tempo, akan ditangguhkan sepanjang dan
selama pelaksanaannya terhalang oleh undang-undang, peraturan, perintah dari
pemerintah dan/ atau badan pemerintah, keputusan, dan/ atau perintah pengadilan;
perang atau keadaan yang timbul dari atau sebagai akibat perang, baik yang dinyatakan
maupun tidak; huru-hara; tindakan teroris dan/ atau kejahatan lainnya; pembangkangan
dan/ atau pemberontakan; kebakaran; peledakan; bencana alam: gempa bumi, badai,
banjir, letusan gunung berapi, kekeringan, dan/ atau keadaan cuaca yang buruk luar
biasa; kecelakaan; dan/ atau sebab lainnya yang serupa dengan yang telah disebutkan di
atas.

Pihak yang terkena keadaan force majeure harus segera, tetapi selambat-lambatnya
dalam 10 (sepuluh) hari kalender, memberitahukan Pihak lain secara tertulis mengenai
penangguhan pelaksanaan pekerjaan, alasannya, dan perkiraan lamanya penangguhan;
dan harus berusaha semaksimal mungkin, dengan kerjasama para Pihak lain, untuk
memulai kembali pekerjaan sesegera mungkin.

6. Keterpisahan
Dalam hal suatu ketentuan dalam Perjanjian ditetapkan sebagai tidak sah atau tidak
dapat diberlakukan baik secara keseluruhan atau sebagian, maka ketidakabsahan atau
tidak dapat diberlakukan tersebut hanya berkaitan dengan ketentuan itu atau sebagian
daripadanya saja, sedangkan sisa daripada ketentuan itu dan seluruh ketentuan lain
Perjanjian ini akan tetap berlaku dan mempunyai kekuatan hukum secara penuh.

7. Bukan Pengesampingan
Kegagalan salah satu Pihak dalam Perjanjian ini untuk menjalankan haknya berdasarkan
Perjanjian ini atau kegagalan salah satu Pihak untuk memaksa Pihak lainnya agar
memenuhi ketentuan-ketentuan Perjanjian secara ketat, tidak merupakan suatu
penolakan berlakunya ketentuan-ketentuan Perjanjian ini dan tidak akan dianggap
sebagai pengesampingan hak oleh Pihak yang bersangkutan untuk dikemudian hari
menuntut dipenuhinya ketentuan-ketentuan Perjanjian ini.

8. Manfaat dari Perjanjian


Perjanjian ini berlaku untuk kemanfaatan dan mengikat Para Pihak dan masing-masing
pengganti dan penerima pengalihan hak yang diijinkan.

9. Pengalihan Hak

8
Hak dan Kewajiban yang timbul berdasarkan Perjanjian ini tidak boleh dialihkan tanpa
persetujuan dari Pihak yang lainnya.

10. Pajak-Pajak
Semua Pajak Penghasilan (PPh) yang timbul sehubungan dengan pembagian
pendapatan terkait pelaksanaan Perjanjian ini, akan menjadi tanggung jawab masing-
masing Pihak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Para Pihak dengan ini menyatakan tunduk terhadap segala ketentuan yang berlaku di
bidang pajak.

11. Perubahan
Tidak ada modifikasi, pernyataan kembali, perubahan, dan/ atau penambahan pada
Perjanjian ini yang sah atau mengikat, kecuali dinyatakan secara tertulis dan
ditandatangani oleh semua Pihak dalam Perjanjian ini.

Demikian Perjanjian ini dibuat dua rangkap, ditandatangani oleh Para Pihak melalui wakil yang
berwenang dari masing-masing Pihak dan keduanya memiliki kekuatan hukum yang sama.

PT .................. PT ..................

.................. ..................
.................. ..................