Anda di halaman 1dari 10

STANDARD OPERATING PROCEDURES No. Dok.

: SOP/HSE/21
Rev. :0
ASPEK LINGKUNGAN Tgl. Efektif : 01 Okt 2017
Hlm. : 1 dari 10

I. TUJUAN
Prosedur ini bertujuan untuk:
1. Menetapkan proses penentuan aspek lingkungan signifikan dari kegiatan,
material/produk, dan perubahan-perubahan di PT. Medan Sugar Industry sebagai risiko
dan peluang terkait aspek lingkungan dan kepatuhan terhadap kewajiban dengan
mempertimbangkan konteks PT. Medan Sugar Industry, kebutuhan serta harapan
pemangku kepentingan, dan perspektif siklus hidup, serta merencanakan tindak
lanjutnya untuk mencapai tujuan lingkungan.
2. Menetapkan proses penentuan potensi situasi darurat di area PT. Medan Sugar
Industry yang dapat berdampak lingkungan.
3. Menetapkan proses pengendalian perubahan untuk mengurangi dampak lingkungan
yang merugikan.

II. RUANG LINGKUP


1. Ruang lingkup prosedur ini meliputi proses identifikasi aspek dan dampak lingkungan
serta potensi situasi darurat, peninjauan konsekuensi perubahan dan penilaian serta
penentuan risiko dan peluang dari dampak lingkungan serta aspek lingkungan
signifikan, dan penetapan rencana tindak lanjutnya untuk mencapai tujuan lingkungan.
2. SOP ini berlaku di area kerja PT. Medan Sugar Industry.

III. REFERENSI
1. UU No. 32/2009 tentang PPLH
2. ISO 14001:2015 klausul 6.1.1, 6.1.2, 6.1.3, 6.1.4, dan 8.1, 10.1, 10.3

IV. ISTILAH
Lingkungan : Area sekeliling Perusahaan beroperasi, termasuk udara, air,
tanah, sumber daya alam, flora, fauna, manusia, dan
hubungan diantara mereka.
Aspek lingkungan : Elemen kegiatan, produk, dan jasa perusahaan yang
berinteraksi atau dapat berinteraksi dengan lingkungan.
Misalnya, emisi ke udara, pembuangan ke air, pembuangan
ke tanah, penggunaan bahan baku dan sumber daya alam,
penggunaan energi, pancaran energi (panas, radiasi,
getaran, cahaya), limbah dan produk samping, dan
penggunaan lahan.
Aspek lingkungan : Aspek lingkungan yang memiliki atau dapat berdampak
STANDARD OPERATING PROCEDURES No. Dok. : SOP/HSE/21
Rev. :0
ASPEK LINGKUNGAN Tgl. Efektif : 01 Okt 2017
Hlm. : 2 dari 10

signifikan signifikan terhadap lingkungan.


Dampak lingkungan : Perubahan ke lingkungan, apakah merugikan atau
menguntungkan, secara keseluruhan atau sebagian yang
dihasilkan dari aspek lingkungan Perusahaan. Contohnya
pencemaran air, tanah, udara, suara, dan pengurangan
sumber daya alam, dsb.

Tujuan K3L : Tujuan yang ditetapkan oleh Perusahaan yang konsisten


dengan Kebijakan K3L.

Pihak Berkepentingan : Orang atau organisasi yang dapat mempengaruhi /


dipengaruhi oleh, atau merasa akan terpengaruh oleh
keputusan atau kegiatan Perusahaan.

Siklus hidup : Tahapan berurutan dan saling terkait dari sistem produk
atau jasa, dimulai pemerolehan bahan baku dari sumber
daya alam hingga pembuangan akhir, termasuk disain,
STANDARD OPERATING PROCEDURES No. Dok. : SOP/HSE/21
Rev. :0
ASPEK LINGKUNGAN Tgl. Efektif : 01 Okt 2017
Hlm. : 3 dari 10

produksi, transportasi / pengiriman, penggunaan, perlakuan


akhir, dan pembuangan akhir.
Normal : Kondisi operasi yang umum atau rutin, misalnya
mengendarai kendaraan setiap hari, pekerjaan di waktu
kerja biasa, dengan bahan baku biasa, kegiatan rutin
dengan tenaga kerja terlatih, dsb.

Abnormal : Suatu kondisi operasi khusus, atau non rutin. Misalnya


pekerjaan perbaikan mesin pada kondisi yang khusus;
pekerjaan dengan alat, tempat, bahan, dan cara yang baru,
atau perubahan proses, pekerjaan menggunakan peralatan
yang tidak dalam kondisi baik, dsb.

Situasi darurat : Peristiwa yang tak terencana atau tak terduga yang
memerlukan aplikasi mendesak dari kompetensi khusus,
serta sumber daya dan proses untuk mencegah atau
mengurangi konsekuensi aktual maupun potensial. misalnya
kebakaran, banjir, ledakan, dsb.
Risiko : Dampak lingkungan yang berpotensi merugikan (ancaman).
Peluang : Dampak lingkungan yang berpotensi menguntungkan.

.
V. PROSEDUR
1. Kepala Departemen Terkait melakukan identifikasi aspek dan dampak lingkungan, dan
melakukan penilaian aspek lingkungan signifikan di area kerja masing-masing.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
a) Tentukan area kerja yang akan dilakukan identifikasi, dan catat pada “Daftar
Risiko dan Peluang”, pada kolom “Lokasi”.
b) Identifikasi setiap aktifitas, produk/material, dan perubahan-perubahan yang
terdapat di area tersebut yang memiliki aspek lingkungan Catat informasi tersebut
STANDARD OPERATING PROCEDURES No. Dok. : SOP/HSE/21
Rev. :0
ASPEK LINGKUNGAN Tgl. Efektif : 01 Okt 2017
Hlm. : 4 dari 10

pada kolom “Aktifitas / Material”.

Aktifitas yaitu termasuk kegiatan / jasa yang dilakukan oleh manusia ataupun
mesin, sedangkan material yaitu dapat berupa material mentah, material jadi
(produk), ataupun mesin.

c) Identifikasi tipe dari aktifitas atau produk/material tersebut apakah merupakan


bagian dari kondisi operasional “Normal (N)”, “Abnormal (AN)”, atau situasi
darurat “Emergency (E)” dan catat pada kolom “Kondisi Operasional - Normal
(N) / Abnormal (AN) / Darurat (E)” yang tersedia.
d) Identifikasi elemen dari aktifitas atau produk/material yang berinteraksi atau dapat
berinteraksi dengan lingkungan, ataupun isu terkait lingkungan, dan catat pada
kolom “Isu/Aspek Lingkungan”.
e) Identifikasi apakah isu atau aspek lingkungan tersebut merupakan bersumber dari
internal (Isu Internal), atau bersumber dari eksternal (Isu Eksternal, dan catat pada
“Isu Internal (I) / Isu Eksternal (E)”.
f) Tentukan apakan isu tersebut bersifat negatif atau positif, dan catat pada “Isu
Negatif (N) / Isu Positif (P)”.
g) Tentukan apakah aspek lingkungan tersebut bersifat dapat “Dikendalikan (C)”
atau “Pengaruh (I)” untuk menentukan pengelolaannya.

Dapat Dikendalikan (C) adalah aspek lingkungan yang berasal dari kegiatan
perusahaan dan dapat dikendalikan untuk mengurangi risiko atau memperbesar
peluangnya.

Pengaruh (I) adalah aspek lingkungan yang berkaitan dengan eksternal yang
tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan akan tetapi dapat dipengaruhi atau
mempengaruhi Perusahaan.

h) Identifikasi potensi perubahan ke lingkungan yang dihasilkan dari aspek


lingkungan, dan catat pada kolom “Dampak Lingkungan”.
i) Tentukan apakah potensi perubahan ke lingkungan tersebut termasuk setelah
pengelolaannya bersifat negatif atau merugikan / risiko (R) atau bersifat positif /
menguntungkan / peluang (O).
j) Tentukan apakah terdapat peraturan perundang-undangan sebagai kepatuhan
terhadap kewajiban yang mengatur aspek lingkungan tersebut pada kolom “Ada
STANDARD OPERATING PROCEDURES No. Dok. : SOP/HSE/21
Rev. :0
ASPEK LINGKUNGAN Tgl. Efektif : 01 Okt 2017
Hlm. : 5 dari 10

Regulasi / Persyaratan Terkait? (Y/N)”, dan sebutkan peraturan tersebut (bila


ada) pada kolom “Regulasi & Persyaratan Terkait”
k) Sebutkan pengelolaan yang sudah diterapkan terhadap aspek lingkungan tersebut
pada “Pengelolaan Saat Ini”. Pengelolaan termasuk, namun tidak terbatas pada,
penerapan proses administratif / SOP untuk pengendalian atau melakukan
pengaruh.
2. Kepala Departemen Terkait melakukan penilaian risiko dan peluang untuk menentukan
aspek lingkungan signifikan, yaitu aspek lingkungan yang dinilai memiliki dampak
lingkungan signifikan, sebagaimana berikut:
a) Tentukan nilai kemungkinan terjadinya risiko dan peluang dengan
mempertimbangkan pengelolaan yang sudah diterapkan, dan catat pada kolom
“Kemungkinan”.
Nilai kemungkinan ditentukan dengan memilih nilai dari 1 hingga 5, yaitu:
a. Mungkin: pernah terjadi insiden ≤ 1 dalam setahun.
b. Jarang: ditemukan insiden terjadi 2-5 kali dalam setahun di area perusahaan.
c. Beberapa kali: ditemukan insiden di area perusahaan, yaitu 6-10 kali dalam
setahun.
d. Sering: sering terjadi insiden di area perusahaan, 10-15 kali dalam setahun.
e. Sangat Sering: sangat sering ditemukan terjadi insiden di area perusahaan,
misalnya > 15 kali dalam setahun
b) Tentukan nilai dari konsekuensi risiko dan peluang tersebut dengan
mempertimbangkan pengelolaan yang sudah diterapkan, adanya isu internal
maupun eskternal serta kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan,
kemudian catat pada kolom “Konsekuensi”.

Nilai konsekuensi risiko ditentukan dengan memilih nilai 1 hingga 5 sebagai tingkat
dampak, tingkatannya yaitu:
a. Tidak signifikan: Insiden dapat dikendalikan dalam ≤ 1 jam dan terkendali di
area tampungan, tidak ada isu dari publik, dan taksiran kerugian < 5 Juta
Rupiah.
b. Minor: insiden dikendalikan dalam 2-23 jam, dan dampak terlokalisir dengan
luas < 25 m2 atau < 10 m; mendapat perhatian dari karyawan atau
masyarakat lokal, dan taksiran nilai kerugian 6 - 50 juta rupiah.
c. Sedang: insiden dikendalikan dalam 24 jam -3 hari dan terlokalisir dengan
luas 26 - 250 m2 atau 11 - 100 m; mendapat perhatian dari LSM/ pemerintah/
STANDARD OPERATING PROCEDURES No. Dok. : SOP/HSE/21
Rev. :0
ASPEK LINGKUNGAN Tgl. Efektif : 01 Okt 2017
Hlm. : 6 dari 10

media massa tingkat lokal atau provinsi, dan taksiran kerugian 51 - 100 juta
rupiah.
d. Mayor: insiden dikendalikan dalam 4 - 10 hari, dan menyebar di area 251 m2
- 5 Ha atau 101 m - 1 km; mendapat perhatian dari LSM/ pemerintah/ media
massa nasional; kemungkinan upaya hukum dari pihak eksternal; terhentinya
operasional perusahaan selama 1 hari akibat isu lingkungan, dan taksiran
kerugian 101 - 500 juta rupiah.
e. Ekstrim: insiden dikendalikan > 10 hari atau tidak dapat dikontrol, luas area
terkena dampak > 5 Ha atau > 1 km; terkena pemberitaan negatif tingkat
internasional, tuntutan di peradilan; terhentinya operasional perusahaan lebih
dari 1 hari akibat isu lingkungan; kehilangan pasar; dan taksiran kerugian >
500 juta rupiah

Nilai konsekuensi peluang ditentukan dengan memilih nilai 1 hingga 5 sebagai


tingkat dampak, tingkatannya yaitu:
a. Tidak signifikan: tidak ditemukan perbaikan terukur dan tidak ada perubahan
citra di masyarakat; nominal manfaat dari kegiatan < 5 juta rupiah.
b. Minor: manfaat terlokalisir di area kecil perusahaan dan mendapat perhatian
positif dari pemangku kepentingan lokal; nominal manfaat dari kegiatan 6-50
juta rupiah.
c. Sedang: manfaat didapatkan untuk < 50% area perusahaan; mendapat
pengakuan tingkat kabupaten atau provinsi; nominal manfaat dari kegiatan
51-100 juta rupiah.
d. Mayor: bermanfaat untuk > 50% area perusahaan, dan mendapat pengakuan
tingkat nasional; nominal manfaat dari kegiatan 101 juta - 500 juta rupiah.
e. Ekstrim: Manfaat kegiatan meluas dan berkelanjutan di dalam dan luar
perusahaan; mendapat pengakuan tingkat internasional dan menjadi industri
percontohan; nominal manfaat dari kegiatan > 500 juta rupiah

Penilaian risiko dan peluang akan menentukan tingkatan dampak lingkungan yaitu Rendah,
Sedang, Tinggi, dan Ekstrim. Tingkatan dampak lingkungan diperoleh dari kombinasi antar
nilai “Kemungkinan” dan “Konsekuensi”, berdasarkan pada matriks tingkatan dampak
lingkungan. Misalnya nilai “Kemungkinan” 3 dan nilai “Konsekuensi” 3 dinyatakan
sebagai dampak lingkungan tinggi.
 Jika terdapat “regulasi” terkait dengan aspek lingkungan tersebut, maka
ditetapkan sebagai aspek lingkungan signifikan, meskipun nilai dampak lingkungan
STANDARD OPERATING PROCEDURES No. Dok. : SOP/HSE/21
Rev. :0
ASPEK LINGKUNGAN Tgl. Efektif : 01 Okt 2017
Hlm. : 7 dari 10

adalah Rendah atau Sedang.


 Jika dampak lingkungan memiliki nilai Tinggi atau Ekstrim, maka ditetapkan
sebagai aspek lingkungan signifikan.
ini dijelaskan sebagaimana matrik di bawah:

Severity/
Consequence Insignificant/ Minor/ Moderate/ Major/ Extreme/
Keparahan Tidak berart Kecil Sedang Mayor Ekstrim
/Konsekuensi
Likelihood/
1 2 3 4 5
Kemungkinan
Unlikely/
1 L L L M M
Mungkin terjadi
Rarely/
Jarang terjadi
2 L M M H H
Moderate /
Beberapa kali terjadi
3 L M H H E
Probable /
Sering terjadi
4 M H H E E
Almost Certain/
Sangat sering terjadi
5 M H E E E

Matrik tingkatan risiko dampak lingkungan

Severity/
Consequence Insignificant/ Minor/ Moderate/ Major/ Extreme/
Keparahan Tidak berarti Kecil Sedang Mayor Ekstrim
/Konsekuensi
Likelihood/
1 2 3 4 5
Kemungkinan
Unlikely/
1 L L L M M
Mungkin terjadi
Rarely/
2 L M M H H
Jarang terjadi
Moderate /
3 L M H H E
Beberapa kali terjadi
Probable /
4 M H H E E
Sering terjadi
Almost Certain/
5 M H E E E
Sangat sering terjadi
STANDARD OPERATING PROCEDURES No. Dok. : SOP/HSE/21
Rev. :0
ASPEK LINGKUNGAN Tgl. Efektif : 01 Okt 2017
Hlm. : 8 dari 10

Matrik tingkatan peluang dampak lingkungan

Severity/
Consequence Insignificant/ Minor/ Moderate/ Major/ Extreme/
Keparahan Tidak berarti Kecil Sedang Mayor Ekstrim
/Konsekuensi
Likelihood/
1 2 3 4 5
Kemungkinan
Unlikely/
1 L L L M M
Mungkin terjadi
Rarely/
2 L M M H H
Jarang terjadi
Moderate /
3 L M H H E
Beberapa kali terjadi
Probable /
4 M H H E E
Sering terjadi
Almost Certain/
5 M H E E E
Sangat sering terjadi

Tingkatan dampak lingkungan yang telah ditetapkan kemudian ditindaklanjuti sesuai


sifatnya, risiko atau peluang, sebagaimana berikut:
a) Risiko rendah: tidak perlu tindakan pengendalian tambahan.
b) Risiko menengah: tidak harus ada tindakan pengendalian tambahan, kalaupun
ada bersifat pemantauan untuk memastikan pengendalian yang ada
diterapkan, atau sebagai peningkatan.
c) Risiko tinggi: aspek penting lingkungan, harus lakukan tindakan pengendalian
untuk mengendalikan dampak lingkungan.
d) Risiko ekstrim: aspek penting lingkungan, pekerjaan tidak dapat dilakukan
sebelum dilaksanakan tindakan pengendalian dampak lingkungan
Sedangkan untuk peluang rendah, menengah, tinggi, maupun ekstrim ditindaklanjuti
dengan cara mempertahankan, atau melakukan tindakan yang bersifat peningkatan.

3. Kepala Departemen Terkait berkonsultasi dengan Kepala Departemen HSE untuk


menetapkan tindakan pengendalian pada dampak lingkungan yang berpotensi
merugikan (risiko) yang mengharuskan adanya pengendalian, dan tindakan
pengendalian yang bersifat peningkatan pada dampak lingkungan yang berpotensi
menguntungkan (peluang).

Tindakan pengendalian dapat berupa eliminasi, pengurangan di sumber (reduce),


penggunaan kembali (reuse), daur ulang (recycle), substitusi/perubahan energi
STANDARD OPERATING PROCEDURES No. Dok. : SOP/HSE/21
Rev. :0
ASPEK LINGKUNGAN Tgl. Efektif : 01 Okt 2017
Hlm. : 9 dari 10

/materi/proses, treatment, reklamasi, pemulihan (recovery). Informasi tindakan


pengendalian tersebut dicatat pada kolom “Rencana Pengendalian Lebih Lanjut”,.

4. Kepala Departemen HSE meninjau “Daftar Risiko dan Peluang” sebelum disetujui
untuk diterapkan sebagai masukan untuk penyusunan rencana tindakan (program)
untuk mencapai tujuan lingkungan dalam dokumen “Tujuan & Sasaran K3L” dan
“Program K3L”
5. Kepala Departemen Terkait memelihara rekaman “Daftar Risiko dan Peluang”, dan
salinannya rekaman tersebut dipelihara oleh Kepala Departemen HSE.
6. Kepala Departemen Terkait meninjau ulang “Daftar Risiko dan Peluang” sekurang-
kurangnya sekali dalam dua tahun, atau bila terjadi insiden major, ekstrim, atau
keadaan darurat. Peninjauan tersebut mencakup:
a) Penilaian efektifitas pengendalian aspek lingkungan yang telah ditetapkan dan
diterapkan dalam mengurangi dampak lingkungan yang merugikan dan penilaian
terhadap risiko (dampak lingkungan yang merugikan) yang tersisa.
b) Peninjauan bila terjadi perubahan atau modifikasi dari aktivitas, peralatan,
material, dan organisasi, termasuk pembangunan baru atau yang direncanakan.
7. Untuk setiap setiap perubahan organisasi, perancangan, modifikasi dan perubahan
desain, dan kegiatan manajemen perubahan, atau terdapat pekerjaan/pengembangan
baru atau pekerjaan di lokasi baru, maka Personil Terkait yang ditetapkan bersama
Kepala Departemen HSE melakukan analisa dampak lingkungan sesuai SOP JSA
untuk mengidentifikasi aspek lingkungan, menilai risiko dan peluang, dan menetapkan
tindak lanjut pengendaliannya.
8. Kepala Departemen HSE berkordinasi dengan Kepala Departemen Terkait untuk
penyusunan Tujuan & Sasaran dan Program K3L sesuai dan berdasarkan kebijakan
lingkungan, hasil penilaian risiko dan peluang dari aspek lingkungan, dan hasil evaluasi
kepatuhan terhadap kewajiban, yang kemudian disetujui oleh Manajemen Puncak
untuk diterapkan.
STANDARD OPERATING PROCEDURES No. Dok. : SOP/HSE/21
Rev. :0
ASPEK LINGKUNGAN Tgl. Efektif : 01 Okt 2017
Hlm. : 10 dari 10

CATATAN REVISI
Rev Tanggal Alasan Revisi

Dibuat Oleh, Diperiksa Oleh, Disetujui Oleh,


Jabatan HSE Section Head HSE Department Head Factory Manager

Tanda Tangan

Nama Robby P Damanik David Atmodjo Patar H. Simanjuntak


Tanggal 01 Oktober 2017 01 Oktober 2017 01 Oktober 2017

Anda mungkin juga menyukai