Anda di halaman 1dari 9

1

MUQADDIMAH KHUTBAH PERTAMA

Hadirin, Kaum Muslimin Jamaah Sholat Jum’at


Rahimakumullah
Syukur Alhamdulillan kita panjtakan atas kehadirat Allah
SWT, yang telah melimpahkan kepada kita semua, limpahan
nikmat-Nya, baik itu nikmat iman, nikmat islam serta nikmat
kesehatan dan kesempatan, sehingga kita semua bisa hadir
dan berkumpul di tempat yang mulia ini, guna melaksanakan
salah satu kewajiban kita sebagai hamba Allah yang beriman,
yakni melaksanakan sholat jum’at secara berjama’ah.
Tidak lupa pula sholawat dan salam kita haturkan atas
junjungan kita, Nabiyullah, Nabi Muhammad SAW, juga atas
para keluarganya, sahabat-sahabatnya, serta orang-orang
2
yang senantiasa mengikuti mereka, hingga hari kiamat kelak,
Amiin.
Pada kesempatan ini, dan mulai mimbar yang mulia ini,
saya sebagai khatib menghimbau dan mengajak kita semua
yang hadir disini terutama kepada pribadi saya sendiri,
marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan
ketaqwaan kita kepada Allah SWT, taqwa dalam arti yang
sebenar-benarnya, yakni dengan menjalankan seluruh
perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah SWT.
Dan pada kesempatan ini pula, saya akan menyampaikan
khutbah jum’at dengan judul “DOSA JARIYAH”

Hadirin, kaum muslimin Rahimakumullah


Sering kita mendengar istilah sedekah jariyah. Satu
sedekah yang pahalanya akan terus mengalir, meskipun kita
telah meninggal dunia. Kita tetap terus mendapatkan kucuran
pahala itu, selama harta yang kita sedekahkan masih
dimanfaatkan oleh kaum muslimin lainnya untuk melakukan
ketaatan. Satu hadis yang menjadi dasar akan adanya amal
jariyah ini adalah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

َ ‫ ِم إن‬:‫ع َمله ِإ اَّل ِم إن ث َ ََلث َ ٍة‬


‫صدَقَ ٍة‬ َ َ‫ اِ إنق‬،‫سان‬
َ ‫ط َع‬ َ ‫اْل إن‬ِ ‫ات إ‬
َ ‫ِإذَا َم‬
‫ح يَ إدعو لَه‬ ٍ ‫ل‬
ِ ‫ا‬ ‫ص‬
َ ‫د‬ٍ َ ‫ل‬ ‫و‬
َ ‫و‬
َ ،‫ه‬ِ ‫ب‬
ِ ‫ع‬ َ ‫ف‬َ ‫ت‬ ‫إ‬
‫ن‬ ‫ي‬ ‫م‬ٍ ‫إ‬
‫ل‬ ‫ َو ِع‬،‫اريَ ٍة‬
ِ ‫َج‬
Artinya : Apabila manusia meninggal, amalnya akan terputus,
kecuali 3 hal yaitu : Sedekah Jariyah, Ilmu yang
bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakannya.’
(HR. Nasa’i, Turmudzi, dan yang lainnya)
Sebagai orang beriman, yang sadar akan pentingnya bekal
pahala dan amal di hari kiamat, tentu kita sangat berharap
bisa mendapatkan amal semacam ini. Di saat kita sudah
3
pensiun beramal, disaat kita bisa lagi melakukan kebaiakan-
kebaiakan lagi,,,namun Allah tetap memberikan kucuran
pahala karena amal kita di masa silam.

Hadirin Kaum muslimin rahimakumullah


Sebaliknya, disamping adanya pahala jariyah, dalam islam
juga ada dosa yang sifatnya sama, yaitu dosa jariyah. Dosa
yang tetap terus mengalir, sekalipun orangnya telah
meninggal. Dosa yang akan tetap ditimpakan kepada orang
tersebut, sekalipun dia tidak lagi mengerjakan perbuatan
maksiat itu. Betapa menyedihkannya nasib orang ini, di saat
semua orang membutuhkan pahala di alam barzakh, dia
justru mendapat kucuran dosa dan dosa. Anda bisa
bayangkan, penyesalan yang akan dialami oleh manusia yang
memiliki dosa jariyah ini.

Hadirin kaum muslimin rahimakumullah


Perlu dipahami bahwa sejatinya yang Allah catat dari
kehidupan kita, tidak hanya aktivitas yang kita lakukan saja,
namun Allah SWT akan mencatat semua dampak dan
pengaruh dari aktivitas kita tersebut.
Allah SWT berfirman didalam Al-Qur’an :

َ َ ‫ِإناا ن إَحن ن إح ِيي إال َم إوتَى َونَ إكتب َما قَداموا َوآث‬
َ ‫اره إم َوك ال‬
ٍ‫ش إيء‬
‫ين‬ َ ‫أ َ إح‬
ٍ ‫ص إينَاه فِي ِإ َم ٍام م ِب‬
Artinya : “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang
mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka
kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.
dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab
Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12)

4
Orang yang melakukan amal baik, akan Allah catat amal
baiknya itu dan dampak baik dari amalannya itu. Karena
itulah, islam memotivasi umatnya untuk melakukan amal yang
memberikan pengaruh baik yang luas bagi masyarakat.
karena dengan itu dia bisa mendapatkan pahala dari amal
yang dia kerjakan, plus dampak baik dari amalnya.
Sebaliknya, orang yang melakukan amal buruk, atau
perbuatan maksiat, dia akan mendapatkan dosa dari
perbuatan yang dia lakukan, dan ditambah dengan dosa dari
dampak buruk yang dia kerjakan. Selama dampak buruk itu
masih ada, dia akan terus mendapatkan kucuran dosa-dosa
itu. – wal’iyadzu billah.. –, itulah dosa jariyah, betapa
mengerikannya dosa ini.

Kaum muslimin dirahmati Allah SWT


Mengingat betapa bahayanya dosa jariyah ini, Rasulullah
SAW telah mengingatkan kepada kita semua sebagai
umatnya, agar kita berhati-hati, jangan sampai kita terjebak
dalam melakukan dosa ini. Ada dua hal yang bisa membuat
kita bisa dianggap sebagai pelaku dosa jariyah ini, yaitu :

Pertama, orang yang mempelopori perbuatan maksiat.


Mempelopori dalam arti dia melakukan perbuatan maksiat
itu di hadapan orang lain, sehingga banyak orang yang
mengikutinya. Meskipun dia sendiri tidak mengajak orang lain
untuk mengikutinya. Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah
radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :

َ َ‫ َكان‬،ً‫س ِيِّئَة‬
‫علَ إي ِه ِو إزر َها َو ِو إزر َم إن‬ َ ً‫اْل إس ََل ِم سناة‬
ِ ‫س ان فِي إ‬
َ ‫َم إن‬
َ ‫ص ِم إن أ َ إوزَ ِار ِه إم‬
‫ش إيء‬ َ ‫غي ِإر أ َ إن يَ إنق‬
َ ‫ ِم إن‬،‫ع ِم َل ِب َها ِم إن بَ إع ِد ِه‬
َ
5
Artinya : “Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk
dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan
itu, dan dosa setiap orang yang melakukan
keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi
sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Orang seperti ini, tidak mengajak orang lain untuk


melakukan maksiat yang sama yang seperti dilakukan oleh
dirinya. Orang ini juga tidak memotivasi orang lain untuk
melakukan maksiat seperti yang dia lakukan. Namun orang ini
melakukan maksiat itu di hadapan banyak orang, dengan
harapan banyak orang yang menirunya atau
menyebarkannya.
Anda bisa bayangkan, orang yang pertama kali mendesain
rok mini, pakaian you can see, kemudian dia sebarkan melalui
internet, lalu ditiru banyak orang. Sekalipun dia tidak
mengajak orang lain untuk memakai rok mini, namun
mengingat dia yang mempelopori gambar-gambar rok mini itu,
kemudian banyak orang yang menirunya, maka dia
mendapatkan kucuran dosa dari semua orang yang
menirunya, tanpa dikurangi sedikitpun.
Tak jauh berbeda dengan mereka yang memasang video
porno atau cerita-cerita porno di internet, kemudian ada orang
yang nonton atau membacanya, dan dengan menonton dan
membaca itu dia melakukan onani atau berzina atau bahkan
memperkosa, maka orang yang memasang video porno atau
cerita porno di internet itu, akan mendapat aliran dosa dari
semua maksiat yang ditimbulkan karenanya.
Itu baru dua hal yang kami sebutkan hanya untuk contoh.
Masih banyak maksiat-maksiat lainnya, yang terkadang
dilakukan seseorang di tengah rekan-rekannya, kemudian
banyak dari rekan-rekannya itu yang meniru perbuatannya,
dan tidak menutup kemungkinan kita pun didalam kehidupan
6
kita sehari-hari, kita sering melakukan sebuah kemaksiatan,
sebuah perbuatan dosa yang dimana kemaksiatan atau dosa
yang kita lakukan akan melahirkan sebuah dosa jariyah
tersebut, mungkin kita belum menyadarinya,,,Wallahu’alam.

Hadirin Kaum Muslimin Rahimakumullah

Adapun yang Kedua yaitu orang yang mengajak


melakukan kesesatan dan maksiat
Orang yang seperti adalah orang yang mengajak
masyarakat untuk berbuat maksiat, meskipun bisa jadi dia
sendiri tidak melakukan maksiat itu. Merekalah para juru
dakwah kesesatan, atau mereka-mereka yang
mempropagandakan kemaksiatan. Dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

‫ ََّل‬،‫اْلثإ ِم ِمثإل آث َ ِام َم إن ت َ ِبعَه‬


ِ ‫علَ إي ِه ِمنَ إ‬
َ َ‫ َكان‬،‫ض ََللَ ٍة‬ َ ‫عا ِإلَى‬ َ َ‫َم إن د‬
‫ش إيئًا‬ ِ َ ‫يَ إنقص ذَ ِل َك ِم إن آث‬
َ ‫ام ِه إم‬
Artinya : “Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan,
maka dia akan mendapatkan dosa seperti dosa
orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi
sedikitpun.” (HR. Muslim)
Kita bisa perhatikan para propagandis yang menyebarkan
aliran sesat, menyebarkan pemikiran-pemikiran yang
menyimpang, menyerukan kepada masyarakat untuk
menyemarakkan kesyirikan, menyerukan masyarakat untuk
memusuhi para kader dakwah yang berusaha mengembalikan
kejayaan Islam, mereka-mereka itulah contoh orang-orang
yang dikatakan oleh hadits di atas.
Sepanjang masih ada manusia yang mengikuti mereka
yakni orang-orang yang mempelopori kemaksiatan dan
7
penghasung pemikiran-pemikiran yang menyimpang, selama
itu pula orang-orang ini turut mendapatkan limpahan dosa,
sekalipun dia sudah dikubur tanah. Dan mereka itulah para
pemilik dosa-dosa jariyah.

Hadirin kaum muslimin rahimakumullah


Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan dosa-dosa
jariyah, dosa yang terus mengalir sekalipun kita sudah
meninggal. Amiin

8
‫‪KHUTBAH KEDUA‬‬

‫ا َ إل َح إمد هلل َح إمدًا َك ِثي ًإرا َك َما ا َ َم َرا‪ .‬ا َ إش َهد ا َ إن ََّل اِلَهَ اِ اَّل هللا َو إحدَه ََّل‬
‫س ِللِّ إم‬
‫ص ِِّل َو َ‬‫عبإده َو َرس إوله‪ .‬ا َللاه ام َ‬ ‫ش َِري َإك لَه‪َ .‬و ا َ إش َهد ا َ ان م َح امدًا َ‬
‫سلا َم ت َ إس ِل إي ًما َكثِ إي ًرا‪.‬‬ ‫ص َحا ِب ِه َو َ‬ ‫علَى ا َ ِل ِه َوا َ إ‬ ‫علَى م َح ام ٍد‪َ ،‬و َ‬ ‫ار إك َ‬ ‫َو بَ ِ‬
‫ا َ اما بَ إعد‪ ،‬يايهاالمسلمون رحمكلم هللا‪ ،‬أوصليكم ونفسلي بتقلوهللا‬
‫وطاعتللله لعلكلللم تفلحلللون‪ ،‬وقلللا هللا تعلللا ‪ :‬إن هللا ومَلئكتللله‬
‫يصلللون علللى النبللي‪ ،‬يايهللا الللصين ءامنللو صلللوا عليلله وسلللموا‬
‫علَللى ا َ ِ‬ ‫علَللى م َح املل ٍد َو َ‬ ‫للار إك َ‬ ‫س ِلللِّ إم َو بَ ِ‬
‫صلل ِِّل َو َ‬‫تسللليما‪ ،‬اَللاهلل ام َ‬
‫ت‪ ،‬و ا إلملللِإ ِمنِيإنَ َو‬ ‫للر ل إلم إسللل ِل ِميإنَ َو إالم إسللل ِل َما ِ‬‫م َح امللل ٍد‪ ،‬اَللاهللل ام ا إغ ِفل إ‬
‫إب م ِجيإلب‬ ‫س ِم إي ٌع قَ ِري ٌ‬ ‫ت‪ ،‬اِنا َك َ‬ ‫اء ِم إنه إم َو إاْل َ إم َوا ِ‬‫ت‪ ،‬ا َ إْل َ إحيَ ِ‬‫إالمِإ ِمنَا ِ‬
‫ْ قل إوبَنَلا‪ ،‬بَ إعلدَ‬ ‫ت‪ ،‬اَللاهل ام َربانَلا ََّل ت ِلِ إ‬ ‫لي إال َحا َجلا ِ‬ ‫اض َ‬ ‫ت َو قَ ِ‬ ‫الداع َإوا ِ‬
‫لَ ا إل َو اهلا ‪َ ،‬ربانَلا ََّل‬ ‫لك ا َ إن َ‬‫اِ إذ َهدَ إيتَنَا‪َ ،‬و َه إبلَنَا ِم إن لَلد إن َك َر إح َملةً اِنا َ‬
‫ف ار ِحيإم‪َ ،‬ربانَا‬ ‫ت َ إجعَ إل ِفى قل إوبَنَا ِغ اَل ِللا ِصيإنَ ا َ َمن إوا َربانَا اِنا َك َرؤ إو ٌ‬
‫اجعَ إلنَلا ِل إلمت ا ِقليإنَ اِ َما ًملا‪،‬‬ ‫اجنَا َو ذ ِ ِّرياتِنَا ق ارة َ ا َعإي ٍن َو إ‬ ‫َه إبلَنَا ِم إن ا َ إز َو ِ‬
‫ع لصَا َ‬ ‫س لنَةً َو قِنَللا َ‬ ‫س لنَةً َو فِللى ا إ ِ ل َرةِ َح َ‬ ‫َربانَللا اَتِنَللا فِللى ال لدَ إنيَا َح َ‬
‫ار‪.‬‬ ‫النا ِ‬
‫لاء ِذ إالق إربَلى‬ ‫سا ِن‪َ ،‬و اِ إيت َ ِ‬ ‫ِعبَادَ هللا! اِ ان هللا يَأإمر ِب إالعَ إد ِ َو إ ِ‬
‫اْل إح َ‬
‫لللر َو إالبَ إلللل ِى يَ ِعظكلللل إم لَعَلاكلللل إم‬ ‫لللاء َو إالم إن َكل ِ‬
‫لللن إالفَ إح َل ِ‬ ‫عل ِ‬ ‫َو يَ إن َهللللى َ‬
‫علَلى نِعَ ِمل ِه‬ ‫تَصا اكر إونَ ‪ ،‬فَا إذكر إوا هللا إالعَ ِظي َإم يَل إصك إرك إم‪َ ،‬و ا إشلكر إوه َ‬
‫للِ إدك إم‪ ،‬وافعللللوه ملللن فطلللله يعطللليكم‪َ ،‬و َّلَ ِذ إكلللر هللاِ ا َ إكبَلللر ‪،‬‬ ‫يَل ِ‬
‫أقموالصَلة‪.‬‬

‫‪9‬‬