Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji syukur yang tak terkira penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena
atas rahmat dan karunia – NYA lah, penulis dapat menyelesaikan proposal tugas
akhir, sebagai syarat untuk melaksanakan tugas akhir. Proposal ini dibuat untuk
mendapatkan izin untuk melakukan penelitian di PT Rokatera Prima
Internasional.
Dalam proposal ini, penulis berencana mengajukan judul “Perencanaan
Produksi dan Perancangan Sequence Penambangan Batubara Untuk
Memenuhi Target Produksi Bulanan di PT Rokatera Prima Internasional”.
Penulis sangat menyadari bahwa proposal tugas akhir ini masih jauh dari
belum sempurna, baik dari judul maupun isinya. Sehingga topik yang penulis
ajukan dapat disesuaikan dengan situasi maupun kondisi yang ada di PT Rokatera
Prima Internasional.
Semoga proposal ini dapat menjadi bahan pertimbangan dari pihak untuk
memberikan izin, sehingga penulis dapat mencapai tujuan untuk melaksanakan
kegiatan tugas akhir. Penulis juga menyampaikan terima kasih yang tak terkira
pada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan proposal ini sehingga
dapat terselesaikan sesuai dengan yang diharapkan.

Bandung, Februari 2018

Penulis

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
PROPOSAL TUGAS AKHIR
(TTA - 400)
“PERENCANAAN PRODUKSI DAN PERANCANGAN
SEQUENCE PENAMBANGAN BATUBARA UNTUK
MEMENUHI TARGET PRODUKSI BULANAN DI PT.
ROKATERA PRIMA INTERNASIONAL”.

I. JUDUL
Judul tugas akhir yang penulis ajukan di PT. Rokatera Prima Internasional
yaitu : “Perencanaan Produksi dan Perancangan Sequence Penambangan
Batubara Untuk Memenuhi Target Produksi Bulanan di PT Rokatera Prima
Internasional”.

II. LATAR BELAKANG


Bidang pertambangan merupakan suatu kegiatan usaha yang
membutuhkan modal yang maksimal dan memiliki resiko yang tinggi, untuk dapat
menghasilkan keuntungan yang besar dengan pengembalian modal dalam waktu
yang singkat maka diperlukan suatu perencanaan rinci dimulai dari tahapan awal
sampai penutupan tambang, dengan mempertimbangkan faktor teknis dan faktor
ekonomis seperti ultimate pit slope, geoteknik, bentuk endapan, stripping ratio, dan
lain-lain.
Perancangan penambangan berperan sebagai penentu persyaratan,
spesifikasi, dan kriteria teknik untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan.
Salah satu hasil rancangan pada perencanaan tambang adalah batas akhir
penambangan (pit limit). Pit limit yang dirancang selanjutnya akan dibagi kedalam
unit-unit yang lebih kecil (sequence).

III. RUMUSAN MASALAH


Adapun hal yang akan dikaji dalam penelitian ini, dituangkan dalam
rumusan masalah sbb :

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
A. Rancangan pit limit dan sequence penambangan berdasarkan geometri
penambangan.
B. Jumlah cadangan batubara berdasarkan pit limit penambangan.
C. Rancangan blok berdasarkan pit limit penambangan.
D. Estimasi jumlah batubara dan tanah penutup berdasarkan sequence
penambangan.

IV. BATASAN MASALAH


Penelitian ini dibatasi pada pembahasan aspek teknis yang dinilai dari
produktivitas alat gali-muat, perencanaan produksi dan pentahapan penambangan
batubara jangka pendek (10 bulan).

V. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN


Adapun tujuan dari penelitian ini ialah :
A. Menentukan rencana produksi penambangan batubara berdasarkan
produktivitas alat gali-muat.
B. Membuat desain sequence penambangan batubara.
Manfaat dari penelitian yang akan dilakukan ini adalah menghasilkan
rancangan sequence penambangan batubara untuk memenuhi target produksi
bulanan di PT. Rokatera Prima Internasional.

VI. METODOLOGI PENELITIAN


Penelitan ini akan dilakukan dengan menggunakan metodologi sebagai
berikut :
1. Metoda Tidak Langsung, yaitu berdasarkan data yang diberikan
perusahaan kemudian di olah dan literatur-literatur yang diperoleh dari
catatan kuliah, buku-buku mengenai perencanaan pertambangan, serta
Ibu/Bapak Dosen Pembimbing Tugas Akhir yang memberikan saran dan
waktu luangnya untuk evaluasi dan asistensi laporan Tugas Akhir tersebut.
2. Penyusunan laporan mengenai hasil penyelidikan dan penelitian untuk
kemudian dipaparkan pada Sidang Tugas Akhir Program Studi Teknik
Pertambangan Universitas Islam Bandung.

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Gambar 7.1
Diagram Alir Metodelogi Penelitian

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
VII. TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
2.1 Pemindahan Tanah Mekanis
Segala macam pekerjaan yang berhubungan dengan penggalian,
pemuatan, pengangkutan, penimbunan, perataan dan pemadatan tanah atau
batuan dengan alat-alat mekanis (alat-alat berat/besar) disebut pemindahan tanah
mekanis. Pekerjaan-pekerjaan itu banyak terlihat dibidang bangunan sipil, seperti
pembuatan jalan raya, lapangan terbang, tanggul, saluran irigasi, dan lain-lain.
Selain itu juga dilakukan pada Tambang Terbuka, terutama pada pengupasan
tanah atas (stripping of overburden) dan pembuatan jalan-jalan yang menuju ke
tambang tersebut.
Untuk pemindahan tanah mekanis biasanya dipakai alat-alat mekanis yang
akan dibahas satu persatu cara bekerjanya dan kemampuan kerjanya masing-
masing alat tersebut. Tetapi akan dititik beratkan kepada kegunaan-nya untuk
pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan tambang terbuka.
Alat-alat mekanis yang digunakan dalam kegiatan pemindahan tanah baik
dalam dunia sipil maupun tambang pada umumnya tidak jauh berbeda, dimana
alat-alat yang digunakannya terdiri dari :
1. Alat Gali : Berbagai macam jenis bor, backhoe, bucket wheel excavator,
dragline, power shovel, dan sebagainya.
2. Alat Muat : Berbagai jenis excavator, wheel loader, dragline, dan
sebagainya.
3. Alat Angkut : Berbagai jenis dump truck, power scraper, belt conveyor, dan
sebagainya.
4. Alat Garu : contohnya adalah tractor, bulldozer yang dilengkapi dengan
alat garu.
5. Alat Gilas : sheepfoot rollers, smooth steel rollers, segment rollers, dan
sebagainya.
2.2 Analisa Tempat Kerja
Medan kerja sangat berpengaruh sekali, karena apabila medan kerja buruk
akan mengakibatkan peralatan mekanis sulit untuk dapat dioperasikan secara
optimal. Kondisi medan kerja tercipta oleh beberapa faktor antara lain :
2.2.1 Jenis Material dan Faktor Pengembangan
Pada dasarnya pemindahan tanah itu merupakan suatu pekerjaan untuk

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
meratakan suatu daerah. Maka sebaiknya penggalian sama dengan penimbunan,
kebanyakan tanah akan mengalami perubahan volume apabila diganggu dari
bentuk aslinya (digali, diangkut, atau dipadatkan). Untuk mengetahui berapa nilai
perubahan volume pada suatu material dapat diketahui menggunakan rumus :
𝑽𝒊
𝑺𝑭 = 𝒙𝟏𝟎𝟎%
𝑽𝒍
Keterangan :
SF = Swell Factor (%)
Vi = Volume Insitu (bcm)
Vl = Volume Loose (lcm)
Nilai Faktor Pengembangan pada setiap jenis material itu berbeda-beda,
tergantung dari tingkat kekerasan material itu sendiri, dimana semakin lunak
material maka faktor pengembangannya akan semakin rendah, dan begitu
sebaliknya. Hal ini dibuktikan dari tabel nilai Faktor Pengembangan yang dibuat
oleh Prof. Partanto Prodjosumarto (Tabel 8.1)
Tabel 8.1
Swell Factor Oleh Partanto P.
Macam Material Swell Factor (%)
Bauksit 75
Tanah Liat, Kering 85
Tanah Liat, Basah 80 - 82
Batubara (Antrasit-Bituminus) 74
Bijih Tembaga 74
Tanah Biasa, Kering 85
Tanah Biasa, Basah 85
Tanah Biasa Bercampur 90
Kerikil Kering 89
Kerikil Basah 88
Granit, Pecah-Pecah 56 - 67
Hematit 45
Bijih Besih 45
Batu Kapur 57 - 60
Lumpur 83
Lumper, Sudah Ditekan 83
Pasir Kering 89
Pasir Basah 88
Serpih 75
Batu Sabak 77
Sumber : Pemindahan Tanah Mekanis 1993

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
2.2.2 Iklim
Di Indonesia yang menghambat pekerjaan adalah musim hujan, sehingga
hari kerja menjadi pendek. Jika hujan sangat lebat akan timbul genangan air,
sehingga alat-alat tidak dapat bekerja dengan baik, maka dari itu perlu
pengeringan(drainase) yang baik. Begitu sebaliknya pada musim panas akan
timbul banyak debu. Selanjutnya panas atau dingin yang berlebihan juga akan
mengurangi effisiensi alat-alat yang digunakan.
2.2.3 Ketinggian dari Permukaan Air Laut
Yang sangat berpengaruh disini adalah kemampuan alat-alat yang dipakai,
karena tekanan udara akan menurun apabila ketinggian lokasi kerja semakin
tinggi, sehingga menyebabkan mesin alat bekerja lebih berat akibatnya biaya
produksi akan naik karena konsumsi bahan bakar yang besar.
2.2.4 Jalan Angkut Tambang
Jalan angkut pada lokasi tambang sangat mempengaruhi kelancaran
operasi penambangan terutama dalam kegiatan pengangkutan, karena hal ini
akan menentukan waktu yang diperlukan untuk pengangkutan material yang
tentunya akan berpengaruh terhadap produksi alat yang digunakan, oleh karena
itu geometri jalan angkut perlu diperhatikan dengan teliti.
Salah satu geometri jalan angkut yang perlu diperhatikan adalah lebar jalan
angkut, dimana lebar jalan angkut didasarkan pada lebar kendaraan terbesar yang
digunakan, semakin lebar jalan angkut maka operasi pengangkutan akan semakin
aman dan lancar. Selain daripada itu juga geometri jalan angkut yang perlu
diperhatikan adalah kemiringan jalan, tingkat kemiringan dari suatu jalan angkut
mempengaruhi kinerja mesin dari suatu alat, apabila kemiringan jalan naik maka
mesin alat angkut bekerja lebih berat, sedangkan apabila kemiringan jalan turun
maka mesin alat angkut bekerja lebih ringan.

2.3 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Alat


Kemampuan produksi suatu alat merupakan salah satu tolak ukur yang
harus diketahui sebelum melakukan pemilihan alat, karena untuk mengetahui baik
atau buruknya hasil dari suatu pekerjaan pemindahan tanah mekanis adalah
besarnya produktivitas yang dapat dicapai oleh alat yang digunakan.
Untuk memperkirakan dengan lebih teliti produktivitas alat yang telah
dibahas sebelumnya perlu dipelajari faktor-faktor yang secara langsung dapat

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
mempengaruhi hasil kerja alat tersebut. Faktor-faktor tersebut meliputi :
2.3.1 Daya Mesin Alat Mekanis
Daya mesin alat mekanis adalah kemampuan mesin suatu alat mekanis
untuk melakukan suatu pekerjaan, atau mengusung suatu beban tertentu. Daya
mesin ini biasanya dinyatakan dalam satuan tenaga kuda atau yang sering disebut
dengan Horse Power (HP) ataupun satuan lainnya. Seperti yang telah dibahas
sebelumnya elevasi berpengaruh terhadap hasil kerja mesin, karena kerja mesin
dipengaruhi oleh tekanan dan temperatur udara luar. Berdasarkan pengalaman,
kenaikan 1000 ft (300 m) pertama dari permukaan laut, tidak akan berpengaruh
pada mesin-mesin 4-tak, tetapi untuk selanjutnya setiap kenaikan 1000 ft ke dua
(dihitung dari permukaan laut) HP rata-rata berkurang sebesar ± 3%, sedangkan
pada mesinmesin 2 tak, kemerosotannya berkisar 1%. Atau untuk perhitungan HP
efektif dapat juga menggunakan persamaan berikut :

𝑷𝒐 𝑻𝒔
𝑯𝟎 = 𝑯𝒄 × × √
𝑷𝒔 𝑻𝒐

Keterangan :
H0 = HP pada ketinggian tertentu.
Hc = HP yang harus dikoreksi dari pengaruh ketinggian, yaitu pada 0 ft.
Po = Tekanan barometer pada ketinggian tertentu.
Ps = Tekanan barometer standard, 29,92 inHg atau 76 cmHg.
To = Temperatur absolut pada ketinggian tertentu (460 + 0F).
Ts = Temperatur standard (460 + 600 F = 5200 F).
2.3.2 Rimpull
Setelah diketahui nilai Ho atau daya mesin pada elevasi tertentu, maka
langkah selanjutnya adalah memperhitungkan rimpull, dimana rimpull adalah
besarnya kekuatan tarik yang dapat diberikan oleh mesin atau ban penggerak
yang menyentuh permukaan jalur jalan dari suatu kendaraan, rimpull biasanya
dinyatakan dalam satuan kg atau lbs. Jika Coefficient of Traction (CT) cukup tinggi
sehingga roda tidak selip, atau CT mampu mengatasi selip, maka besarnya rimpull
maksimum yang dapat diberikan oleh mesin pada ban kendaraan adalah fungsi
dari tenaga mesin (dalam Horse Power) dan verseneling antara mesin dan
rodanya. Untuk menghitung rimpull dapat menggunakan persamaan berikut :

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
𝑯𝑷 × 𝟑𝟕𝟓 × 𝑬𝒎𝒆𝒔𝒊𝒏
𝑹𝑷𝒊 =
𝑽𝑴𝒊
Keterangan :
RPi = Rimpull pada gigi ke-n (lb).
HP = Daya Mesin (HP).
375 = Angka konversi.
Emesin = (H0 / Hc) x 100%.
Vmi = Kecepatan maksimal pada gigi ke-n (mph).
2.3.3 Tahanan Gali (Digging Resistance)
Tahanan gali merupakan tahanan yang dialami oleh alat gali pada
waktu melakukan penggalian material, penyebab timbulnya tahanan ini
adalah :
1. Gesekan antara alat gali dan tanah, umumnya semakin besar kelembaban
dan kekerasan butiran tanah, maka semakin besar pula gesekan alat dan
tanah yang terjadi.
2. Kekerasan dari material yang digali.
3. Kekasaran dan ukuran butiran tanah atau material yang digali.
4. Adanya adhesi antara tanah dengan alat gali, dan kohesi antara butiran
tanah itu sendiri.
5. Berat jenis tanah (terutama berpengaruh pada alat gali yang berfungsi
sebagai alat muat, misalnya power shovel, clamshell, dragline dan
sejenisnya).
Besarnya tahanan gali (DR) tak dapat dicari angka reratanya, oleh karena
itu biasanya langsung ditentukan di tempat.
2.3.4 Tahanan Gulir (Rolling Resistance)
Tahanan gulir (Rolling Resistance, biasa disingkat RR) merupakan segala
gaya-gaya luar yang berlawanan arah dengan arah gerak kendaraan yang sedang
berjalan di atas suatu jalur. (Gambar 8.1).

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Sumber : Bangun, Filianti, 2009
Gambar 8.1
Arah Tahanan Gulir
Bagian yang mengalami Rolling Resistance (RR) secara langsung adalah
ban bagian luar kendaraan, tahanan gulir (RR) tergantung pada banyak faktor,
diantaranya yang terpenting adalah :
1. Keadaan jalan (kekerasan dan kemulusan permukaan jalan), semakin
keras dan mulus atau rata jalan tersebut, maka tahanan gulirnya (RR)
semakin kecil.
2. Keadaan ban yang bersangkutan dan permukaan jalur jalan. Jika memakai
ban karet, maka yang berpengaruh adalah ukuran, tekanan, dan
permukaan dari ban alat berat yang digunakan, apakah ban luar masih
baru, atau sudah gundul, dan bagaimana model kembangan ban itu. Jika
menggunakan crawler yang berpengaruh adalah kondisi jalan. Besarnya
RR dinyatakan dalam pounds (lbs) dan rimpull yang diperlukan untuk
menggerakkan tiap gross ton berat kendaraan beserta isinya pada jalur
mendatar, dan dengan kondisi jalan tertentu. Untuk perhitungan praktis RR
dapat dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut :
𝐑𝐏𝐑𝐑 = 𝐖 × 𝐑𝐑
Keterangan :
RPRR = Rimpull untuk mengatasi Rolling Resistance (lbs).
W = Berat kendaraan (ton).
RR = Rolling Resistance (lbs/ton).
(Untuk nilai RR dapat dilihat pada Tabel 8.2)

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Tabel 8.2
Angka Rata-Rata Tahanan Gulir Untuk Berbagai Macam Jalan
RR untuk ban karet
Macam Jalan
(lb/ton)
Hard, smooth surface, well maintained 40
Firm but flexible surface, well maintained 65
Dirt road, average construction road, little
100
maintenance
Dirt road, soft or rutted 150
Deep, muddy surface, or loose sand 250-400
Sumber : Pradjosumarto, Partanto, 1993

2.3.5 Tahanan Kemiringan (Grade Resistance)


Grade Resistance (GR) adalah besarnya gaya berat yang melawan atau
membantu gerak kendaraan karena kemiringan jalur jalan yang dilalui. Jika jalur
jalan itu naik disebut kemiringan positif, tahanan kemiringan atau Grade
Resistance (GR) akan melawan gerak kendaraan, tetapi sebaliknya, jika jalan itu
turun disebut kemiringan negatif, tahanan kemiringan akan membantu gerak
kendaraan (Gambar 8.2).

Sumber : Bangun, Filianti, 2009


Gambar 8.2
Tahanan Kemiringan (GR)

Untuk menghitung rimpull untuk mengatasi tahanan kemiringan digunakan


persamaan sebagai berikut (Tabel 3.5) :
𝑹𝑷𝑮𝑹 = 𝑾 × 𝜶 × 𝑮𝑹
Keterangan :
RPGR = Rimpull untuk mengatasi kemiringan (lbs).
W = Berat kendaran (ton).
α = Kemiringan jalan (%).
GR = Grade Resistance (lb/ton).

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Tabel 8.3
Pengaruh Kemiringan Jalan Terhadap Tahanan Kemiringan
Kemiringan (%) GR (lb/ton)
1 20
2 40
3 60
4 80
5 100
6 119,8
7 139,8
8 159,2
9 179,2
10 199
11 218
12 238,4
13 257,8
14 277,4
15 296,6
20 392,3
25 485,2
30 574,7
35 660,6
40 742,8
45 820,8
50 894,4
Sumber : Pradjosumarto, Partanto, 1993

2.3.6 Koefisien Traksi (Coefficient of Traction)


Coefficient of Traction (CT) adalah faktor yang menunjukkan berapa bagian
dari seluruh kendaraan itu pada ban atau truck yang dapat dipakai untuk menarik
atau mendorong. Jadi CT adalah suatu faktor dimana jumlah berat kendaraan
pada ban penggerak itu harus dikalikan untuk menunjukkan rimpull maksimum
antara ban dengan jalur jalan, tepat sebelum roda itu selip. Jika terdapat gesekan
yang cukup antara permukaan roda dengan permukaan jalan, maka tenaga mesin
tersebut dijadikan tenaga traksi yang maksimal. (Gambar 8.3).

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Sumber : Bangun, Filianti, 2009
Gambar 8.3
Koefisien Traksi

Untuk menghitung rimpull untuk mengatasi koefisien traksi atau roda


penggerak dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut :
𝑹𝑷𝑪𝑻 = 𝑾 × 𝑪𝑻 × %𝑾
Keterangan:
RPCT = Rimpull untuk mengatasi roda penggerak (lbs).
W = Berat kendaran (ton).
CT = Coefficient of Traction (%) (lihat Tabel 3.6).
%W = Beban yang diterima roda penggerak (100%).

Tabel 8.4
Coefficient of Traction Untuk Berbagai Macam Jalan
Macam Jalan Ban Karet (%) Crawler Track (%)
Dry, rough concrete 80 – 100 45
dry, clay loam 50 -70 90
wet, clay loam 40 – 50 70
wet sand and gravel 30 – 40 35
loose, dry sand 20 – 30 30
Sumber : Pradjosumarto, Partanto, 1993

2.3.7 Percepatan (Acceleration)


Percepatan (Acceleration) adalah waktu yang diperlukan untuk
mempercepat kendaraan dengan memakai kelebihan rimpull yang tidak digunakan
untuk menggerakkan kendaran pada jalur tertentu. Lama waktu yang dibutuhkan
untuk mempercepat kendaraan tergantung pada beberapa faktor yaitu:

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
1. Berat kendaraan, semakin berat kendaraan beserta isinya, semakin lama
waktu yang dibutuhkan oleh kendaraan tersebut untuk menambah
kecepatannya.
2. Kelebihan rimpull yang ada, semakin besar kelebihan Rimpull pada suatu
kendaraan, maka semakin cepat kendaraan itu dapat dipercepat.
Percepatan tidak mungkin dihitung secara tepat, tetapi dapat diperkirakan
memaka persamaan hukum Newton sebagai berikut :
𝑭𝒈
𝒂 =
W
Keterangan :
F = Kelebihan rimpull setiap gigi (lbs).
g = Percepatan gravitasi (32,2 ft/sec2).
W = Berat alat yang harus dipercepat (lbs).
a = Percepatan (ft/sec2).
Selain itu adapun rumus untuk menghitung rimpull untuk mengatasi
akselerasi, yaitu sebagai berikut :
𝑹𝑷𝑨𝑹 = 𝑾 𝒙 𝑨𝑹
Keterangan :
RPAR = Rimpull untuk mengatasi akselerasi (lbs).
W = Berat kendaraan (ton).
AR = Acceleration Resistance (20 lbs/ton).
2.3.8 Waktu Edar (Cycle Time)
Waktu Edar merupakan waktu yang digunakan oleh alat mekanis untuk
melakukan satu siklus kegiatan. Lamanya waktu edar dari alat-alat mekanis akan
berbeda antara material yang satu dengan yang lainnya. Hal ini tergantung dari
jenis alat serta sifat dari material yang ditangani. Waktu edar alat muat merupakan
penjumlahan dari waktu menggali. Waktu ayunan bermuatan, waktu
menumpahkan material dan waktu ayunan kosong.
CTm = Tm + Ts + Td + Tk
Keterangan:
CTm = Waktu edar alat muat (menit).
Tm = Waktu menggali (menit).
Ts = Waktu ayunan bermuatan (menit).
Td = Waktu menumpahkan material (menit).

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Tk = Waktu ayunan kosong (menit).
Sedangkan waktu edar alat angkut merupakan penjumlahan dari waktu
mengatur posisi, waktu isi material, waktu angkut, waktu tumpah, waktu kembali
kosong.
CTa = FT + Ta + Tbk
𝑭𝑻 = 𝑻𝒊 + (𝑻𝒈 + 𝒂) + (𝑻𝒃 × 𝒏𝒃) + 𝑻𝒅
Keterangan:
CTa = Waktu edar alat angkut (menit).
FT = Waktu tetap (menit).
Ta = Waktu angkut (menit).
Tbk = Waktu kembali kosong (menit).
Ti = Waktu isi (menit).
Tg + a = Waktu ganti gigi dan akselerasi (menit).
Tb = Waktu berbelok (menit).
Nb = Jumlah belokan.
Td = Waktu tumpah (menit).
Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu edar alat-alat mekanis yaitu:
a. Berat alat.
b. Kondisi tempat kerja.
c. Kondisi jalan angkut.
d. Keterampilan dan pengalaman operator.
2.3.9 Faktor Isian Mangkuk
Faktor isian mangkuk merupakan perbandingan antara kapasitas nyata
material yang masuk ke dalam mangkuk dengan kapasitas teoritis dari alat muat
tersebut yang dinyatakan dalam persen.
𝑽𝒏
𝑭𝑭 = × 𝟏𝟎𝟎%
𝑽𝒕
Keterangan:
FF = Faktor isian (fill factor)
Vn = Volume nyata (m3)
Vt = Volume teoritis (m3)

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
2.3.10 Efisiensi Kerja
Efisiensi kerja adalah penilaian terhadap suatu pelaksanaan pekerjaan
yang merupakan perbandingan antara waktu yang dipakai untuk bekerja dengan
waktu yang tersedia yang dinyatakan dalam (%).
We
Ek= x 100%
Wp
Keterangan :
Ek = Efisiensi Kerja (%)
We = Waktu kerja efektif (menit)
Wp = Waktu kerja produktif (menit)
Kemampuan produksi kerja alat dapat digunakan untuk menilai kinerja dari
alat muat dan alat angkut. Semakin baik tingkat penggunaan alat maka semakin
besar produksi yang dihasilkan alat tersebut.
Menurut Prof. Ir. Partanto Prodjosumarto, kondisi kerja suatu kegiatan
pemindahan tanah mekanis dibagi kedalam beberapa kategori yang dinilai
berdasarkan efisiensi kerja, seperti berikut (Tabel 8.5) :
Tabel 8.5
Penilaian Kondisi Kerja Berdasarkan Nilai Efisiensinya
Operating Condition Job Efficiency (%)
Good 83 >
Average 75 - 83
Rather Poor 67 – 75
Poor 58 – 67
Very Poor 58
Sumber : Pemindahan Tanah Mekanis 1993

2.3.11 Perhitungan Kapasitas Produksi Alat Gali-Muat dan Angkut


Kemampuan produksi kerja alat dapat digunakan untuk menilai kinerja dari
alat muat dan alat angkut. Semakin baik tingkat penggunaan alat maka semakin
besar produksi yang dihasilkan alat tersebut.
a. Produktifitas Alat Gali Muat :
(Em × 3600) × Hm × FFm × SF × pi
Pm =
Cm
Keterangan :
Hm = Kapasitas bak alat angkut (m3)
FFm = Faktor pengisian (%)
SF = Swell Factor (%)

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Em = Efisiensi Kerja (%)
ρi = Density (ton/bcm)
Pm = Produksi Alat Muat (bcm/jam)
CTm = Waktu edar alat muat (detik)
b. Produktifitas Alat Angkut :
(Ea × 60) × ( Hm × FFm × np) × SF × pi
Pa =
CTa
Keterangan :
Hm = Kapasitas Bucket
FFm = Faktor Pengisian Bucket
SF = Swell factor (%)
Ea = Efisiensi kerja rata-rata
Pa = Produksi Alat angkut
np = Jumlah Pengisian
ρi = Density (ton/bcm)
CTa = Waktu edar alat angkut (menit)
8.3.12 Keserasian Kerja Alat Muat dan Alat Angkut
Untuk menilai keserasian kerja alat muat dan alat angkut digunakan
dengan menggunakan (Match Factor) yang dirumuskan :
na x LTm
MF=
nm x Ca
Keterangan:
MF = Match Factor
Na = Jumlah alat angkut, (unit).
Nm = Jumlah alat muat, (unit).
LTm = Waktu Loading (Pemuatan)
Ca = Waktu edar alat angkut, (menit).
Adapun cara menilainya adalah :
a. MF < 1 , artinya alat muat bekerja kurang dari 100%, sedangkan alat angkut
bekerja 100% sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat muat karena
menunggu alat angkut yang belum datang.
b. MF = 1 , artinya alat muat dan angkut bekerja 100%, sehigga tidak terjadi
waktu tunggu dari kedua jenis alat tersebut.
MF > 1 , artinya alat muat bekerja 100%, sedangkan alat angkut bekerja kurang

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
dari 100%, sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat angkut.

2.4 Perhitungan Biaya Produksi Alat Mekanis


Biaya Produksi didefinisikan sebagai segala macam biaya yang harus
dikeluarkan agar proyek penambangan dapat beroperasi / berjalan dengan
normal. Dalam suatu operasi penambangan, keseluruhan biaya penambangan
akan terdiri dari banyak komponen biaya yang merupakan akibat dari masing-
masing tahap kegiatan. Besar kecilnya biaya penambangan akan tergantung pada
perancangan teknis sistem penambangan, jenis dan jumlah alat yang digunakan.
8.4.1 Biaya Operasi
Pemilihan suatu alat itu selain didasarkan atas besarnya produksi atau
kapasitas alat tersebut, juga didasarkan atas biaya termurah untuk tiap cu yd atau
tonnya. Oleh karena itu harus pula diketahui bagaimana caranya memperkirakan
biaya produksi per cu yd atau per ton suatu alat mekanis. Biaya yang
diperhitungkan antara lain :
1. Biaya Operasi (operating cost) yang terdiri dari :
a. Kebutuhan bahan bakar yaitu jumlah bahan bakar yang di perlukan oleh
alat untuk beroperasi selama 1 jam, dapat dihitung dengan rumus (HP alat
x 0,06 gal/hp/jam x dengan harga bahan bakar tersebut).
b. Ongkos minyak pelumas adalah gemuk (grease), termasuk ongkos
buruhnya.
c. Biaya pergantian ban untuk dump truck, yaitu harga ban baru dibagi
dengan umur ban.
d. Ongkos reparasi ban, misalnya untuk menambal, vulkanisir dan lain – lain.
Ongkos reparasi dan pemeliharaan.
e. Upah pengemudi.
8.4.2 Present Wort Cost
Present Worth Cost (PWC) yaitu adalah perhitungan untuk perencanaan
investasi suatu proyek pada tahun awal (present) untuk suatu jangka waktu
tertentu berdasarkan cost (biaya) yang dibutuhkan. Analisis biaya secara present
worth cost ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar investasi atau biaya
yang dibutuhkan pada saat ini (present).

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
Oleh karena pada penganalisaan ini menghasilkan operating cost yang
berbeda setiap tahunnya, maka untuk menghitung Present Worth Cost ini dapat
menggunakan persamaan berikut :
PW Cost = C + OC1 (P/Fi,n ) + OC2 (P/Fi,n ) + (OCn – L) (P/Fi,n )
Keterangan :
i = Tingkat suku bunga (%)
n = Periode/jangka waktu (tahun)
C = Biaya kapital (Rp)
OC = Biaya operasi (Rp)
L = Nilai sisa (Rp)

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
IX. JADWAL TUGAS AKHIR
Rencana Jadwal kegiatan tugas akhir yang diajukan oleh penulis di PT
Rokatera Prima Internasional yaitu pada bulan November hingga Desember
2017. Namun jadwal ini dapat berubah sesuai kesempatan yang di berikan oleh
pihak perusahaan. Adapun penjelasan secara rinci jadwal kegiatan tugas akhir
dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 9.1
Jadwal Kegiatan Tugas Akhir
Waktu Pelaksanaan
No. Nama Kegiatan November Desember
1 2 3 4 1 2 3 4
1 Orientasi Lapangan
2 Kegiatan Lapangan
3 Evaluasi Data
4 Analisis Data
5 Penyusunan Laporan
6 Lain-lain

Keterangan : : Daftar minggu pada bulan


: Kegiatan yang dilakukan
: Kegiatan yang tidak dilakukan

X. PESERTA TUGAS AKHIR


Adapun data peserta yang ingin melaksanakan kegiatan tugas akhir di PT
Rokatera Prima Internasional adalah sebagai berikut :
Nama : Al Imam Achmad Fadilah
NPM : 1007.01.11.064
Jenis kelamin : Laki-laki
Status : Mahasiswa Teknik Pertambangan UNISBA
Alamat Asal : Jl. Cemara Gg. Cemara 3 No. 4 RT/RW 01/01
Kecamatan Sukajadi Kelurahan Pasteur 40161 -
Bandung.
Alamat kampus : Jl. Tamansari No. 1 Bandung
Telepon : 0858-6158-2502
E-mail : januar789@gmail.com

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116
XI. PENUTUP
Demikian proposal ini dibuat untuk diajukan, besar harapan saya sebagai
penulis untuk bantuan dan kerjasama dari semua pihak dan direksi di di PT
Rokatera Prima Internasional. Atas perhatian dan kerjasamanya, saya sebagai
penulis mengucapkan banyak terima kasih.

XII. DAFTAR PUSTAKA


1. Ir. Yanto Indonesianto, 2005, “Pemindahan Tanah Mekanis”, Jurusan
Teknik Pertambangan – FTM, UPN “Veteran” Yogyakarta.
2. Prodjosumarto, Partanto. “Pemindahan Tanah Mekanis”, Jurusan Teknik
Pertambangan Institut Teknologi Bandung, Bandung. 1993
3. Rochmanhadi, Ir.,” Alat-alat Berat dan Penggunaannya”, Cetakan IV,
badan Penerbit Pekerjaan Umum, Jakarta, 1992.
4. Terzaghi, K., Peck, R. B. 1987. “Mekanika Tanah Dalam Praktek
Rekayasa”.Penerbit Erlangga, Jakarta.

Teknik Pertambangan - Universitas Islam Bandung (UNISBA)


Jl. Tamansari No. 1 Tlp. (022) 4203368 - 4264065 Bandung 40116