Anda di halaman 1dari 129

KUMPULAN SOAL-SOAL UKOM PERAWAT D3

DAN PEMBAHASANNYA
(DIBAHAS DI KELAS KBS UKOM KEPERAWATAN INDONESIA)

Tim Bank Soal KBS:


Firman Telaumbanua
Abram Sahing
Muhajir
Harazaskia
Sumber: Saunders 360 Review untuk UKDI (Edisi 1) terbitan 2016 oleh tim Asosiasi Institusi Pendidikan
Vokasi Indonesia yang diadaptasi dari buku "Comprehensive Review for the NCLEX-RN Examination"
yang ditulis oleh Silvestri (Elsevier).

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 001:


Seorang perawat menugaskan tenaga pembantu perawat (TPP) untuk memberikan pengobatan
kepada klien yang mengeluh sakit kepala. Dalam penugasan ini, apakah yang telah dilakukan
perawat?
A. Memprioritaskan perawatan klien
B. Bersikap cepat tanggap terhadap keluhan klien
C. Meningkatkan perasaan dihargai kepada TPP
D. Mendelegasikan tugas di luar kemampuan kepada tenaga pembantu
E. Memberikan klien posisi yang nyaman
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 001:
Jawaban : D
Rasional: menugaskan tenaga pembantu perawat untuk memberikan pengobatan merupakan
salah satu bentuk pendelegasian tugas kepada seorang yang tidak kompeten, diluar tanggung
jawab praktiknya. Hal ini juga dapat membahayakan klien dan merupakan bentuk pelanggarang
hukum oleh perawat.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan subjeknya, penugasan kepada TPP. Jawablah
pertanyaan ini dengan mengingat prinsip pendelegasian dan pengawasan kenerja sejawat. Perlu
diingat bahwa tugas yang dilimpahkan kepada seseorang harus dilakukan dengan menyesuaikan
kemampuan dan sertifikasi kemampuannya
Review: Prinsip-prinsip pelimpahan tugas
Kompetensi: Praktik profesional, etis legal dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan Nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan Kesehatan
Daftar pustaka: Marry O. Eyles (2011), p. 52.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 002:


Alasan utama perawat wajib menjelaskan langkah-langkah prosedur dan tujuan tindakan
perawatan kepada klien penderita diabetes adalah?
A. Hal itu menghilangkan kemungkinan tuntutan malpraktik
B. Kecemasan klien akan berkurang dengan pemberian penjelasan prosedur
C. Hal tersebut memberikan kesempatan kepada klien untuk menolak tindakan
D. Untuk memberikan kesempatan kepada perawat untuk mengkaji kesiapan mental terhadap
tindakan
E. Memberikan kesempatan kepada klien untuk menyampaikan kebutuhannya
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 002:
Jawaban : B
Rasional: Pemahaman terhadap prosedur tindakan akan menurunkan kecemasan klien, yang
akan meningkatkan kemampuan klien bekerjasama dan pencapaian hasil yang diharapkan atas
tindakan yang dilakukan.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan subjek pertanyaan yang berhubungan dengan tindakan
keperawatan holistik. Ingatlah tentang hak-hak klien dan pemenuhan kebutuhan psikososial.
Review: Kebutuhan psikososial
Kompetensi: Praktik profesional, etis legal dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan Nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan Kesehatan
Daftar pustaka: Marry O. Eyles (2011), p. 53.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 003:


Perawat sedang bekerja di klinik prenatal melihat catatan status klien dari tenaga kesehatan lain
bahwa klien memiliki jenis panggul gynecoid. Perawat memahami bahwa karakteristik panggul
jenis ini adalah:
A. Sulit untuk proses persalinan
B. Jenis panggul yang tidak normal bagi perempuan
C. Merupakan panggul lebar dengan diameter yang pendek
D. Merupakan jenis panggul yang paling disukai untuk proses persalinan
E. Tidak disukai untuk kelahiran
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 003:
Jawaban : D
Rasional: Jenis pelvik gynecoid merupakan jenis pelvik normal dan juga paling diharapkan
untuk persalinan. Pelvik android tidak disukai untuk persalinan karena mempunyai ukuran
panggul sempit. Pelvi anthropoid memiliki outlet yang sesuai, dengan lengkunagan pelvis yang
normal, meruoakan jenis pelvis yang disukai untuk keberhasilan proses persalinan yang normal.
Pelvik android bukan merupakan jenis favorit karena penampang pelvik yang sempit. Pelvi
anthropoid memiliki jalan keluar yang memadai, dengan lengkungan pubik yang agak sempit.
Pelvis platypelloid memiliki diameter yang lebar namun diameter antero posterior pendek,
membuat jalan keluar outlet menjadi tidak memadai
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah. Ketahui tentang jenis pelvik, untuk
menjawab pertanyaan ini. Ingat bahwa jenis gynecoid ini adalah normal pada perempuan.
Review: Jenis pelvik
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Seksual
Sistem Tubuh: Reproduksi
Daftar pustaka: McKinney et al (2013), p. 642.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 004:


Seorang perawat sedang mempersiapkan perawatn bayi dengan diagnosa bronkiolitis yang
disebabkan oleh Respiratory syntycak virus (RSV). Manakah intervensi yang sebaiknya masuk
dalam perencanaan keperawatan?
A. Letakkan bayi di ruangan yang dekat dengan ruang perawat
B. Pastikan kepala bayi dalam posisi fleksi
C. Gunakan masker setiap kali kontak dengan bayi
D. Tempatkan bayi pada ruangan yang hangat dan lembab
E. Posisikan bayi tidur miring dengan kepala lebih rendah dari dada
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 004:
Jawaban : A
Rasional: Bayi dengan RSV harus diisolasi dalam ruangan khusus atau satu ruangan dengan
anak lain yang juga RSV. Bayi sebaiknya ditempatkan dalam ruangan dekat ruang perawat agar
bisa diobservasi dengan ketat. Bayi sebaikanya diposisikan dengan kepala dan dada lebih tinggi
30-40 derajat. Leher diekstensikan untuk membuka jalan napas dan menurunkan tekanan pada
diafragma. Pemberian aliran oksigen yang dingi dan lembab digunakan untuk mengatasi dispnea,
hipoksemia, dan pengeluaran keringat berlebih akibat takipnea. Tindakan pencegahan kontak
(menggunakan sarung tangan dan baju khusus) dapat menurunkan transmisi infeksi nosokomial
dari RSV
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, yaitu perawatan bayi dengan RSV. Ingat
kembali cara penularan RSV akan membantu anda menentukan kebutuhan bayi untuk
ditempatkan pada ruangan khusus atau satu ruangan dengan anak lain yang juga RSVdan
tindakan pencegahan kontak perlu diperhatikan. Ingat kembali alasan untuk tetap menjaga jalan
napas paten (edema dan akumulasi mukus dapat menyumbat bronkiolus) akan membantu anda
untuk menentukan bahwa bayi membutuhkan observasi ketat, kepala bayi seharusnya
ditinggikan,dan sebaiknya menerima aliran oksigen yang dingin dan lembab.
Review: Respiratory syntycak virus
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Pernapasan
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 725; McKinney et al (2013), p. 1167.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 005:


Seorang perawat memberikan perawatan kepada sekelompok klien yang mengkonsumi obat-
obatan herbal di rumah. Klien manakah yang perlu diberikan instruksi untuk menghindari
penggunaan terapi herbal ?
A. Seorang klien laki-laki berusia 60 tahun dengan rhinitis
B. Seorang klien laki-laki berusia 24 tahun dengan trauma tulang belakang bagian bawah
C. Seorang klien perempuan berusia 10 tahun dengan infeksi saluran kemih
D. Seorang klien perempuan berusia 45 tahun dengan riwayat migrain
E. Seorang klien perempuan berusia 30 tahun dengan asthma.
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 005:
Jawaban : C
Rasional: Anak-anak sebaiknya tidak diberikan terapi herbal, khususnya di rumah tanpa
pengawasan tenaga kesehata profeional. Pada piliha A, B, dan D tidak terdapat kontraindikasi
terhadap terapi herbal.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, pertimbangan keamanan dan usia
perkembangan untuk menggunakan terapi herbal. Perhatikan usia padapilihan C untuk
mengarahkan pada jawaban ini. Pilihan A, B, D, dan E menjelaskan klien dewasa yang tidak
memiliki kontraindikasi, dan karenanya tidak perlu diabaikan.
Review: Indikasi dan kontraindikasi terapi herbal
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Daerah dan sistem kekebalan imun
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 393.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 006:


Perawat sedang memberikan penjelasan pada klien tentang cara mencampur insulin regular dan
insulin NPH pada spuit yg sama. Manakah dari tindakan klien berikut ini yang mengindikasikan
bahwa klien membutuhkan penjelasan lebih lanjut ?
A. Menunda insulin NPH lebih dulu
B. Menunda insulin regular lebih dulu
C. Masukan udara dalam vial insulin NPH lebih dulu
D. Injeksikan sejumlah udara yang sama dengan dosis yang diiginkan ke dalam vial
E. Gunakan spuit terpisah antara insulin regular dan insulin NPH.
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 006:
Jawaban : A
Rasional: Saat mempersiapkan campuran reguler insulin dengan insulin lain, insulin reguler
diambil dengan spuit pertama dahulu. Urutan ini mencegah kontaminasi vial insulin reguler
dengan insulin tipe lain. Pilihan B, C, D, dan E mengidentifikasi tindakan yang tepat dalam
persiapan insulin reguler atau NPH.
Strategi Mengerjakan Soal: Catat kata penting, “membutuhkan penjelasan lebih lanjut.” Kata-
kata ini mengindikasikan pencarian kejadian negatif dan meminta anda untuk memilih jawaban
yang tidak tepat. Ingat oerawat senior (RN) mengambil insulin reguler lebih dahulu sebelum
insulin NPH.
Review: Mencampur insulin
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Endokrin dan metabolisme
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 864; Lilley et al (2014), p. 516, 528.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 007:


Seorang perawat sedang melakukan cardiopulmonary recusitation (CPR) pada klien dewasa.
Berapakah kedalaman penekanan pada sternum klien dewasa untuk menghasilkan kompresi dada
yang efektif ?
A. 1 inchi
B. 3/4 inchi
C. 2 inchi
D. 3 inchi
E. 4 inchi
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 007:
Jawaban : C
Rasional: Ketika elakukan CPR pada pasien dewasa sternum ditekan sedalam 2 inchi. Pilihan A
dan B menunjukkan kedalaman kompresi yang tidak akan efektif pada klien dewasa, dan pilihan
D menunjukkan kedalaman yang menimbulkan cedera pada klien.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan pada subjek yaitu kedalam kompresi dada klien
dewasa. Pertimbangkan struktur normal tubuh klien dewasa untuk menuntun anda pada pilihan
jawaban C.
Review: Mencampur Cardiopulmonary resuscition (CPR)
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Pernapasan
Daftar pustaka: Potter et al (2014), p. 685.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 008:


Intervensi manakah yang dapat dilakukan kepada klien dengan risiko tinggi alergi terhadap
lateks ?
A. Jangan menggunakan sarung tangan non-lateks
B. Jangan memberikan pengobatan yang berasal dari botol kaca
C. Tempatkan klien hanya di dalam ruangan pribadi
D. Pastikan persediaan alat bebas lateks tersedia di dekat klien
E. Hanya gunakan manset sphigmomanometer eletronik untuk memeriksa tekanan darah klien
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 008:
Jawaban : D
Rasional: Jika klien mengalami alergi terhadap lateks dan beresiko tinggi terhadap alergi,
perawat seharusnya menggunakan sarung tangan non lateks dan peralatan bebas lateks tersedia di
sekitar klien. Persedian dan perlatan yang menggunakan lateks harus disingkirka. Hal ini
termasuk manset dan botol obat dengan penutup berbahan karet yang melibatkan penusukan
menggunakan jarum suntik. Tidak perlu memberikan klien ruangan khusus.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, klien yang beresiko tinggi terhadap reaksi
alergi terhadap lateks. Dengan mengingat penyataan ini, benda-benda yang mengandung bahan
karet akan mengarahkan pada jawaban yang benar. Juga dengan memperhatikan kata-kata yang
membatasi klien, pilihan C dan E juga akan mengarahkan pada pilihan yang benar.
Review: Merawat Klien dengan alergi lateks
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Darah dan sistem kekebalan umum
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 65

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 009:


Seorang perawat pembimbing klinik menanyakan kepada mahasiswa bagaimana cara
membebaskan sumbatan jalan napas pada wanita hamil yang tidak sadarkan diri dengan usia
kehamilan 8 bulan. Bagaimanakah prosedur yang seharusnya digambarkan dengan tepat oleh
mahasiswa?
A. Letakkkan kedua tangan pada pelvis untuk melakukan dorongan
B. Lakukan Abdomianl thrust (dorongan pada perut) sampai benda asing keluar
C. Lakukan Abdomianl thrust (dorongan pada perut) dengan posisi miring sampai benda asing
keluar
D. Tempatkan gulunganhanduk di bawah antara perut dan pinggang kanan
E. Tempatkan kedua tangan pada epigastrium untuk melakukan dorongan
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 009:
Jawaban : D
Rasional: Untuk membebaskan sumbatan jalan napas pada wanita hamil yang tidak sadarkan
diri dengan kondisi kehamilan yang cukup besar, tempat wanita hamil pada posisi telentang.
Sebuah bantal atau gulungan handuk, tempat dibwah antara perut dan pinggang kanan untuk
memindahkan rahim ke sisi kiri perut. Pilihan A, B, dan C adalah tidak benar karena dapat
membahayakan ibu dan janinnya.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu wanita hamil yang tidak sadar dengan
usia kehamilan 8 bulan. Ingat kembali komplikasi-komplikasi yang berhubungan dengan posisi
telentang pada wanita hamil dapat mengakibatkan hipotensi akan menuntun anda pada pilihan
jawaban yang benar.
Review: Prinsip-prinsip yang berhubungan dengan pembebasan jalan napas pada wanita hamil
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Pernapasan
Daftar pustaka: McKinney (2013), p. 237-238.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 010:


Seorang klien bertanya kepada perawat tentang ragam terapi herbal yang dapat digunakan untuk
mengurangi insomnia. Bahan apakah yang seharusnya perawat sampaikan kepada klien untuk
mendiskuksikan kepada dokter atau tenaga kesehatan yang merawat ?
A. Bawang putih
B. Valerian
C. Lavender
D. Glukosamin
E. Rosella
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 010:
Jawaban : B
Rasional: Valerian telah sering digunakan untuk mengatasi insomnia, hiperaktivitas dan stres.
Valerian juga digunakan untuk mengatasi gangguan saraf, seperti kecemasan dan kegelisahan.
Bawang putih digunakan sebagai antioksida dan untuk menurunkan kadar kolestrol. Lavender
digunakan sebagi antiseptik dan pengharu ruangan untuk memberikan efek sedatif yang ringan.
Glucosamin adalah jenis asam amino yang membantu sintesis kartilago.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu pertanyaan, bahan yang digunakan untuk
mengatasi insomnia. Perlu diingat bahwa valerian dapat digunakan untuk mengatasi insomnia.
Review: Terapi herbal spesifik
Kompetensi: Praktik profesional, etis, lega;, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aktivitas dan istrahat
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Potter et al (2013), p. 653.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 011:


Seorang perawat memberikan salep erythromycin (0,5%) pada mata bayi baru lahir dan ibu
menanyakan kepada perawat mengapa hal itu dilakukan. Manakah respons perawat yang
sebaiknya diberikan kepada klien ?
A. Mencegah terjadinya katarak pada bayi baru lahir dari ibu dengan suspek rubel
B. Mencegah mata bayi dan kemungkinan infeksi nosokomial
C. Meminimalkan penyebaran mikroorganisme pada bayi baru lahir dari prosedur invasif selama
proses persalinan
D. Mencegaj terjadinya optalmia neonatorum pada bayi setelah kelahiran dari ibu dengan infeksi
gonorea yang tidak terobati
E. Agar penglihatan bayi segera berfungsi dengan baik
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 011:
Jawaban : D
Rasional: Selep Eritromicin oftalmic 0,5% digunakan sebagai pengobatan profilaksis untuk
oftalmic neonatrium yang disebabkan oleh Neisseria gonorea. Pengobatan pada pencegahan
penyakit gonorea wajib diberikan sesuai aturan hukum. Pilihan A, B, dan C tidak bertujuan pada
pemberian obat pada BBL
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan pada subjek yaitu tujuan pemberian salep Eritromicin
oftalmic pada BBl, 0,5% digunakan sebagai dosis pengobatan profilaksis terhadap penyakit
Oftalmia neonatrium pada BBL.
Review: Perawatan awal pada BBL
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: pengindraan
Daftar pustaka: McKinney (2013), p. 509-510.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 012:


Orang tua dari anak berusia 4 tahun mengatakan kepada perawat bahwa mereka khawatir karena
anaknya sudah mengalami masturbasi. Bagaimanakah respons perawat yang paling tepat ?
A. "Ini adalah prilaku yang normal pada usianya"
B. "Anak biasanya mulai dengan prilaku ini pada usia 8 tahun"
C. "Ini adalah perilaku yang tidak normal. Sebaiknya anak dibawa ke klinik kesehatan jiwa"
D. "Usia anak terlalu muda untuk mulai perilaku ini dan sebaiknya anak dibawa ke klinik
kesehatan jiwa"
E. Anda sebaiknya menegur anak Anda karena ini adalah perilaku yang buruk"
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 012:
Jawaban : A
Rasional: Berdasarkan tingkat perkembangannnya Seksual Freud, Anak tersebut berada fase
falik dengan rentang usia 3-6 tahun. Pada usia ini, anak mencurahkan energinya untuk
memeriksa genitalianya, mealkukan masturbasi, dan mengekspresikan ketertarikan seksualnya.
Oleh karena itu, pilihan-pilihan lainnya adalah tidak benar.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan pada subjek yanitu perkembangan seksual freud pada
anak usia 4 tahun. Hilangkan pilihan C, D, dan E karena mereka memiliki kesamaan makna.
Dari sisa pilihan-pilihan jawaban lainnya, gunakan fase perkembangan seksual freud untuk
menuntun anda pada jawaban yang benar.
Review: Fase perkembangan seksual freud
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawtaan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Keluarga
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: McKinney et al (2013), p. 74

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 013:


Seorang perawat sedang mengumpulkan data fokus dengan cara mengkaji keluhan klien yaitu
pilek, batuk, dan napas sesak. Apakah tindakan perawat yang dapat dilakukan untuk
mengumpulkan data tersebut ?
A. Auskultasi bunyi napas
B. Palpasi kekuatan nada perifer
C. Kaji informasi tentang eliminiasi klien
D. Lakukan pemeriksaan sistem muskuloskeletal dan persarafan
E. Tanyakan klien tentang riwayat penyakit keluarga
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 013:
Jawaban : A
Rasional: Proses pengumpulan data fokus pada masalah tersebut yaitu pada keluhan klien.
Karena klien mengeluh pilek, batuk, dan napas sesak, perawat sebaiknya fokus pada pengkajian
sitem pernapasa dan kemungkinan adanya infeksi. Pengumpulan data yang lengkap meliput
riwayat kesehatn dan pemeriksaan fisik, serta berdasarkan status rekam medik. Palpasi kekuatan
nadi perifer merupakan pengkajian vaskular, yang tidak terkait dengan keluhan pasien.
Pemeriksaan pada sistem muskuluskeletal dan persarafan juga tidak terkait dengan keluhan
pasien. Bagaimanapun, pengkajian kekuatan nadi perifer, sistem muskuluskeletal dan sistem
pencernaan akan masuk dalam pengumpulan data secara komprehensif. Untuk menanyakan
tentang riwayat penyakit keluarga juga akan melengkapi pengkajian perawat.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu perhatikan masalah utama yaotu pada
keluhan klien yang berkaitan dengan sitem pernapasan dan kemungkinan adanya infeksi akan
menuntun anda pada pilihan A.
Review: Pengkajian riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik.
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawtaan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: Komunitas
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Nilai dan keyakinan
Sistem Tubuh: Pelayanan Kesehatan
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013) p. 20

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 014:


Perawat di unit medikal bedah sedang menangani klien gagal jantung. Klien tiba-tiba mengalami
sesak napas, takikardi, crackles, dan perawat mencurigai ada udem paru. Perawat segera
melaporkan kepada perawat senior dan mengharapkan anjuran apa intervensinya ?
A. Berikan oskigen
B. Pasang infus
C. Berikan obat digitalis
D. Pindahkan klien ke unit rawat jantung
E. Posisikan klien pada posisi Fowler
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 014:
Jawaban : A
Rasional: Edema paru merupakan kondisi mengancam jiwa yang berasal dari gagal jantung
berat. Pada udem paru ventrikel kiri gagal memompa darah yang mencukupi, dan tekanan
meningkat pada paru akibat akumulasi darah. Oksigen selalu diberikan dan klien ditempatkan
pada posisi fowler untuk memudahkan fungsi pernapasan. Furosemid, diuretik kerja cepat, akan
mengeluarkan cairan. Foley kateter dipasang untuk mengukur secara outpit urin. Pemberian
morvin sulvat intravena mengurangi Venous return (preload) mengurangi kecemasan, dan
mengurangi fungsi pernapasan. Memindahkan klien ke ruangrawat jantung bukan tindakan
prioritas. Kenyataanya tidak harus semua tindakan mendapat respon yang seperti diharapkan.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, diagnosa klien.Ingat kembali
patofisiologi yang berkaitan dengan udem paru dengan pernapasan ABC yang akan membantu
menentukan intervensi utama.
Review: Tindakan pada klien udem paru
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawtaan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Jantung pembuluh darah dan sistem limfatik
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013) p. 314; Cooper, Gosnell (2015). P. 1571, 1653-1655.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 015:


Perawat sedang menjelaskan proses peredaran darah janin kepada klien saat kunjungan prenatal.
Perawat harus menjelaskan kepada klien bahwa peredaran darah janin adalah terdiri atas ?
A. Dua vena umbilikalis dan satu arteri umbilikalis
B. Dua arteri umbilikalis dan satu vena umbilikalis
C. Arteri-arteri yang membawa darah teroksigenasi ke janin
D. Vena-vena yang membawa darah yang tidak teroksigenasi ke janin
E. Dua vena umbilkalis dan dua arteri umbilikalis
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 015:
Jawaban : B
Rasional: Darah yang dipompa oleh jantung janin meninggal janin melalui arteri umbilikalis.
Setelah darah teroksigenasi, selanjutnya akan kembali ke vena umbilikalis. Arteri yang
membawa darah tidak teroksigenasi dan sisi metabolisme dari janin dan vena membawa darah
teroksigenasi dan menyediakan oksigen dan nutrisi kepada janin.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, anatomi peredaran darah klien,
anatomi sistem sirkulasi darah. Ingat kembali bahwa ada tiga pembuluh darah umbilikalis (dua
arteri dan satu vena) dalam tali pusat.
Review: Sirkulasi darah janin
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Reproduksi
Daftar pustaka: McKinney (2013), p. 365.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 016:


Seorang perawat bertugas di pusat rehabilitas sedang merencanakan asuhan keperawatan selama
sehari. Klien manakah yang dapat dipercayakan kepada tenaga pembantu perawat ?
A. Klien mendapatkan tirah baring dan membutuhkan pemeriksaan balans urine 24 jam.
B. Klien yang direncanakan untuk dipindahkan ke rumah sakit untuk kateterisasi jantung
C. Klien yang masuk ke pusat rahabilitasi sehari sebelumnya setelah prosedur amputasi di bawah
lutut.
D. Klien yang direncanakan pulang ke rumah setelah menjalani rehabilitasi untuk hip
replacement
E. Klien dengan tirah baring total dalam keadaan tidak sadar.
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 016:
Jawaban : A
Rasional: Seorang perawat secara legal bertanggung jawab untuk merencanakan perawatn klien
dan mengalokasikan pelimpahan tugas sesuai dengan petunjuk praktik keperawatan, undang-
undang-undang keperawatn, da deskripsi tugas yang diberikan pemberi kerja. Klien yang baru
saja menjalani aputasi di bawah lutut membutuhkan dukungan fisiologis dan psikologis untuk
memulai program rehabilitasi. Klien yang direncanakan pulang akan membutuhkan pemntapan
cara perawatan di rumah. Sedngkan klien yang direncanakan menjalni kateterisasi jantung
membutuhkan perawatn secara fisiologis. Tenaga pembantu perawat mendapatkan pelatihan
untuk merawat klien tirah baring yang membutuhkan pemeriksaan balance urin. Perawat perlu
memberikan intruksi kepada TPP untuk menjalankan tugas tersebut, namun tugas tersebut masuk
dalam deskripsi tugas dan peran asisten perawat/TPP.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, penugasan kepada asisten perawat (tenaga
pembantu perawat). Pertanyaan pada butir soal ini mempertanyakan deskripsi tugas staf
keperawatan dan hak klien. Dengan mengeliminasi tugas-tugas yang tidak semestinya dilakukan
oleh TPP, anda akan mudah untuk menjawabpertanyaan ini.
Review: Tanggung jawab yang berhubungan dengan pelimpahan tugas
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: dewit, Kumagai (2013), p. 3-4.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 017:


Perawat sedang mempersiapkan untuk memberi penjelasan pada klien pada klien yg akan
menjalani operasi katarak dan pemasangan lensa intraokuler implan. Manakah tindakan
perawatan di rumah yg harus Anda masukan dalam rencana?
A. Untuk melakukan aktivitas gerakan yg membungkukan badan.
B. Untuk menghubungi dokter bedah jika terjadi goresan pada mata.
C. Untuk menempatkan penutup mata pada mata yang dioperasi saat tidur.
D. Episode nyeri berat pada mata diharapkan tetap berlangsung.
E. Untuk memghubungi dokter bedah jika terjadi peningkatan ketajaman penglihatan.
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 017:
Jawaban: C
Rasional: Setelah operasi mata, perasaan tergores dan tidak nyaman pada mata akan terjadi pada
mata yg dioperasi dan biasanya berkurang dengan pemberian analgesik. Jika nyeri pada mata
semakin parah, klien harus menghubungi dokter bedah bahwa hal ini mengindikasikan
perdarahan, infeksi atau penurunan tekanan intraokuler. Perawat juga meminta klien untuk
melaporkan adanya drainase yg kental (nanah) kemerahàn, atau penurunan ketajaman
penglihatan. Klien diminta untuk memasang pelindung mata pada mata yg dioperasi saat ia tidur
untuk melindungi mata terhadap injury selama ia tidur dan untuk mencegah aktivitas yang
meningkatkan tekanan intraokuler (ITO) saat ia membungkuk.
Strategi mengerjakan soal: Catat subjek pada pertanyaan, operasi ekstraksi katarak. Ingat
kembali bahwa mata perlu dilindungi dan bahwa perhatian terhadap adanya peningkatan TIO
akan membantu menentukan perencanaan home care(perawatan di rumah).

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 018:


Ketika klien diabetes meninggal dunia, perawat perlu melakukan perawatan post mortem.
Kapankah perawatan ini perlu dilakukan?
A. Sebelum memperbolehkan keluarga melihat jenazahnya
B. Setelah pemindahan jenasah ke rumah duka
C. Sesegera mungkin untuk menurunkan ketegangan pada unit perawatan
D. Setelah memberikan kesempatan kepada keluarga melihat jenazah
E. Setelah adanya permintaan dari keluarga
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 018:
Jawaban : A
Rasional: Membersihkan dan mempersiapkan jenazah secara layak sebelum dilihat olehkeluarga
akan meredakan ketegangan dan situasi stres.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, kehilangan dan berduka.
Review: Prinsip-prinsip pemenuhan kebutuhan psikososial
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Perncanaan
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Mary O. Eyles (20001), p. 57.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 019:


Seorang perawat sedang merawat anak dengan penyakit invaginasi. Manakah gejala yang
sebaiknya perawat perhatikan pada anak tersebut ?
A. Diare
B. Feses terbentuk panjang seperti pita
C. Muntah proyektif yang berlebihan
D. Adanya darah dan lendir pada feses
E. Diare bercampur lendir
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 019:
Jawaban : D
Rasional: Anak dengan penyakit invaginasi umumnya mengalami nyeri perut hebat seperti kram
perut yang hilang timbul dan membuat anak menekuk lututnya sampai menyentuh dada. Muntah
mungkin akan timbul, tapi tidak proyektil. Darh segar dan lendir meleawati rektum sehingga
feses sering digambarkan seperti agar-agar atau jelly. Feses berbentuk panjang seperti pita bukan
manifestasi klinik dari penyakit ini.
Strategi Mengerjakan Soal: Pengetahuan tentang manifestasi klinis yang behubungan dengan
subjek yaitu penyakit invaginasi, dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan ini. Ingat kembali
manifestasi umum yang terjadi yaitu feses seperti agar-agar atau jelly akan membantu anda
mengarahkan pada pilihan yang tepat.
Review: Invaginasi
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatn
Domain: Pengetahuan afektif
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pencernaan dan hepatobilier
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 780
Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 020:
Seorang perawat baru saj mengikuti pelatihan kesipsiagaan bencana. Pernyataan manakah yang
menunjukkan perawat telah mengikuti materi pelatihan dengan baik?
i. “Perawat menguji kesiapan rencana dengan berpartisispasi dalam latihan dan simulasi
bencana”
ii. “Perawat bukanlah bagian utama dalm sistem kesiapsiagaan bencana”
iii. “Perawat memegang peran penting pada sebelum, saat dan setelah terjadi bencana”
iv. “Perawat tidak perlu mengkaji efektifitas rencana setelah latihan dan simulasi keadaan
bencana”
v. Perawat membantu mengembangkan protokol tanggap bencana internal dan eksternal”

Pilihan jawaban
A. i, ii, iii
B. ii, iii, iv
C. ii, iv, v
D. i, iii, v
E. i, iii, iv
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 020:
Jawaban : D
Rasional: Peran dan tanggung jawab tenaga kesehatan pada keadaan bencana telah dijelaskan
pada protokol kesiapsiagaan bencana di setiap institusi. Perawat perlu mengkaji kesiapan
protokol darurat bencana, berpartisipasi dalam latihan dan simulasi bencan. Perawat juga
memegan peranan penting pada sebelum, saat, dan sesudah trejadi bencana. Setelah menganalisa
dan mengevaluasi protokol rencana tersebut, perawat harus membantu membangun sistem
tanggap bencana internal dan eksternal yang sesuai untuk institusi tersebut.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada kata-kata yang ditekankan, “telah mengikuti materi
pelatihan dengan baik.” Tentukan pernyataan mana yang menunjukkan pemahaman yang baik.
Eliminasi pilihan ii karena perawat termasuk kedalam elemen penting kesiapsagaan bencana.
Eliminasi pilihan iv karena perawat juga berperan untuk mengevaluasi hasil latihan dan stimulasi
bencana. Juga, perhatikan pernyataan tertutup “tidak” dalam pilihan ini.
Review: Tindakan keperawatan dalam sistem kesiapsiagaan bencana
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Belajar
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 1015; Ignatavicius, Workman (2013), p. 160

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 021:


Perawat sedang menjelaskan klien tentang prosedur kolonoskopi. Perawat harus memasukkan
dalam rencana penjelasan bahwa klien harus diberikan posisi apa selama prosedur?
A. Posisi sim kiri
B. Posisi litotomi
C. Posisi knee-chest
D. Posisi sim kanan
E. Posisi dorsal recumben
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 021:
Jawaban : A
Rasional: Klien ditempat pada posisi sim kiri untuk prosedur tersebut. Posisi tersebut
memberikan posisi anatomi yang terbaik dan termudah pelaksanaan prosedur kolonoskopi.
Pilihan yang lain tidak tepat.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pikik masalah, posisi untuk kolonoskopi. Terapkan
konsep yang terkait dengan antomi GI untuk menjawab pertanyaan ini. Posisi ini mungkin sama
saja dengan posisi untuk pemberian enema dengan posisi baring. Ketika menjawab pertanyaan
faktual sepeti ini, ingat pedoman dan usahakan untuk dapat membayangkan prosedur untuk
memilih jawaban yang tepat.
Review: Posisi untuk kolonoskopi
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatn
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: KMB
Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 022:
Perawat sedang mempelajari catatan klien yang mengalami penyakit Crohn. Manakah dari
karakteristik feses yang akan dicari perawat dalam catatan tersebut ?
A. Diare
B. Konstipasi
C. Feses berdarah
D. Feses terus keluar dari dubur
E. Obstipasi
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 022:
Jawaban : A
Rasional: Penyakit Crohn ditandai dengandiare yang tidak berdarah yang biasanya tidak lebih
dari empat sampai lima kali per hari. Semakin lam frekuensi diare semakin sering. Durasi dan
keparahan pun meningkat. Pilihan B, C, D, dan E bukan merupakan gejala penyakit Crohn.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, Penyakit Crohn. Ingat kembali
patofisiologi yang berkaitan penyakit Crohn, akan mengarahkan anda pada pilihan yang tepat.
Review: Penyakit Crohn
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawtaan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Eliminasi
Sistem Tubuh: Pencernaan dan hepatobilier
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013) p. 671; Cooper, Gosnell (2015). p. 1437-1438.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 023:


Klien baru saja menjalani pemeriksaan computed tomography (CT) scanning dengan zat kontras.
Pernyataan yang manakah yang memperlihatkan pemahaman klien terhadap prosedur pasca
operasi ?
A. "Saya harus minum cairan lebih banyak selama satu hari itu"
B. "Saya tidak harus meminum obat selama 4 jam"
C. "Saya harus makan sedikit selama satu hari ini"
D. "Saya harus istirahat dengan tenang selama satu hari ini"
E. "Saya harus minum sedikit saja"
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 023:
Jawaban : A
Rasional: Setelah prosedur CT Scan, klien sebaiknya mengurangi kegiatan rutin. Klien harus
banyak minum untuk menggantikan kehilangan cairan akibat pewarnaan kontras. Pilihan B, C.
D, dan E tidak perlu.
Strategi Mengerjakan Soal: Abaikan pilihan C dan D karena pilihan tersebut hampir sama.
Kemudian fokus pada poko masalah, bahwa klien telah diberikan zat kontras. Hal ini akan
mengarahkan anda pada jawaban yang tepat.
Review: CT Scan
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Cairan dan elektrolit
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar pustaka: Pagana, Pagana (2013), p. 283.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 024:


Seorang perawat menekankan instruksi pada orang tua dengan anak yang mengalamia skoliosis
dalam hal penggunaan korset (penyangga tubuh). Manakah pernyataan dari orang tua yang perlu
dieduaksi kembali selanjutnya ?
A. "Saya perlu memakaikan kain lembut dibawah korset"
B. "Saya akan memberikan bedak di bawah korset untuk mencegah gangguan kulit"
C. "Saya perlu memotivasi anak saya untuk latihan sesuai dengan anjuran"
D. "Saya tidak perlu memberikan bedak di bawah korset, karena akan menjadi lengket"
E. "Saya akan menganjurkan anak saya latihan secara teratur"
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 024
Jawaban : B
Rasional: Penggunaan lotion atau bedak harus dicegah karena mengakibatkan lengket di bawah
korset dan selanjutnya dapat mengakibatkan iritasi. Pilihan A, C, D adalah pernyataan yang tepat
untuk perawatan anak yang menggunakan korset.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata-kata penting yaitu perlu edikasi kembali
selanjutnya. Pilihan jawaban tersebut mengindikasikan ketidaktahuan orang tua dan menuntun
anda untuk memilih jawaban dengan pernyataan yang salah. Ingat kembali bahwa penggunaan
lotion atau bedak harus dicegah akan mengarahkan anda pada pilihan yang tepat.
Review: Intruksi-intruksi pada anak dengan pemakaina korset
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Muskuluskeletal
Daftar pustaka: McKinney et al (2013), p. 1355; Potter et al (2014), p. 271.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 025:


Dalam memberikan asuha keperawatan kepada korban kecelakaan pesawat terbang yang masih
hidup, respon klien manakah yang perlu diantisipasi?
i. Kesulitan tidur
ii. Merasa ketakutan
iii. Merasa bersalah
iv. Merasa mati rasa
v. Merasa tidak terpengaruh oleh kecelakaan tersebut

Pilihan jawaban
A. i, ii, iii, iv
B. Ii, iii, iv, v
C. I, ii, iii, v
D. i, iii, iv, v
E. I, ii, iv, v
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 025
Jawaban : A
Rasional: Pengalaman terhadap bencana dapat menyebabkan dampak psikososial secara segera
dan bertahan lama bagi korban hidup. Kemampuan koping para korban terhadap stres yang
dialami dapat berujung terhadap respon. Seringkali para korban mengalami kesulitan untuk tidur,
merasa ketakutan bahwa kejadian serupa dapat terulang kembali, atau bahkan mati rasa dan tidak
percaya terhadap kejadian yang baru saja dialami. Sangat jarang korban merasa tidak berdampak
oleh bencana.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, respon stres korban terhadap bencana.
Eliminasi pilihan jawaban V, karena korban akan berdampak oleh kejadian kecelakaan.
Review: Respon terhadap stres
Kompetensi: Praktik profesional. Etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 1047-1048.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 026:


Seorang klien akan menjalani kolonoskopi pada pagu hari. Tugas manakah yang dapat
dilimpahkan kepada tenaga pembantu perawat?
A. Menyaksikan klien menandatangani formulir persetujuan tindakan
B. Memastikan klien telah memahami intruksi yang diberikan
C. Menjawab panggilan untuk membantu klien segera setelah pemberiab enema
D. Memastikan klien sudah mendapatkan diet lunak pada malam sebelum pemeriksaan
E. Memberikan informasi kepada klien tentang yang harus dilakukan klien setelah prosedur
kolonoskopi
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 026
Jawaban : C
Rasional: klien akan memiliki ugensi untuk BAB setelah mendapatkan enema dan laksatif
(pencahar) sebelum kolonoskopi. Pemberian diet lunak malam sebelum tindakan tidak
diperkenankan, hanya pemberian cairan yang diperbolehkan. Juga, tidak diperkenankan
melimpahkan tugas kepada TPP untuk memastikan pemahaman klien tentang intruksi atau untuk
menandatangani persetujuan tindakan. TPP terlatih untuk menjawab panggilan bantuan klien
untuk BAB.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan tanggung jawab seorang perawat terkait dengan
kesesuaian tugas yang dapat dilimpahkan. Juga, perhatikan subjek pertanyaan yang berkaitan
dengan pelimpahan tugas kepada TPP. Eliminasi pilihan D, karena prosedur dalam pilihan
tersebut tidak tepat. Kemudian pertimbangkan bahwa TPP tidak terlatih untuk memberikan
intruksi kepada klien atau menjadi saksi penandatanganan formulir persetujuan tindakan.
Review: Tanggung jawab pembantu perawat
Kompetensi: Praktik profesional. Etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Perencanaan dan hepatobilier
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 3-4, 628.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 027:


Seorang perawat Sedang mengevaluasi perawatan pada anak dengan penyakit anemia sel sabit
yang baru MRS untuk mengatasi penyumbatan pembuuh darah. Apakah dokumentasi tindakan
yang harus ditanyakan oleh perawat pada catatan perkembangan anak?
A. Pembatasan asupan cairan
B. Pemberian posisi nyaman
C. Pencegahan ketegangan pada sendi yang sangat nyeri
D. Pemberian oksigen nasal 2 lpm
E. Pemberian nutrisi TKTP
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 027:
Jawaban : A
Rasional: Anemia sel sabit merupakan salah satu penyakit yang disebut dengan
hemoglobinopati dimna sebagian atau sekuruh hemoglobin A digantikan oleh hemoglobin S
abnormal berbentuk sabit. Hal itu disebabkan kelainanaan bawaan dari struktur jumlah genetik
abnormal pada rantai hemoglobin. Hemoglobin S sensitif dalam mengubah komponen oksigen di
dalam sel darah merah dan kurangnya oksigen menyebabkan sesl-sel berbentuk sabit; sel-sel
tersebut menjadi kaku dan menggumpal, sehingga menyumbat aliran darah perifer. Pemberian
cairan secara oral dan intravena merupakan bagian dari terapi yang cukup penting. Meperidine
(demerol) tidak direkomendasikan untuk anak dengan anemia sel sabit karena nomeperidine
beresiko menimbulkan kejang. Normeperidine adalah hasil metabolisme meperidine yang
menstimulasi SSP dalam menimbulkan cemas, tremor, mioklonik, dan kejang. Efek stimulasi
tersebut dapat terjadi ketika adanya akumulasi dari pemberian obat yang berulang. Oleh karena
itu, perawat menanyakan tentang pembatasan cairan dan pemberian terapi meperidine untuk
menontol rasa nyeri. Memberikan posisi nyaman, mencegah ketegangan pada sendi yang sangat
nyeri, memberikan oksigen dan memberikan nutrisi TKTP alah bagian dari perencanaan
keperawatan yang cukup penting
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu patofisiologi yang terjadi pada penyakit
anemia sel sabit, untuk membantu anda dalam mengidentifikasi intruksi yang perlu ditanyakan.
Ingat kembali bahwa cairan merupakan hal yang penting terhadap perencanaan terapi, akan
membantu anda untuk mengetahui bahwa batasan jumlah cairan sebaiknya perlu ditanyakan.
Selain itu, ingat kembali efek dari pemberian memperidine akan membantu anda untuk
mengidentifikasi bahwa rekomendasi itu perlu ditanyakan.
Review: Anemia sel sabit
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Darah dan sitim kekebalan imun
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson, (2013), p. 875-876

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 028:


Seorang Seorang anak mengalami fraktur basis kranil. Manakah rekomendasi dokter yang
seharusnya ditanyakan oleh perawat?
A. Pembatasan asupan jumlah cairan
B. Pemasangan kateter urin yang menetap
C. Jaga kepatenan akses intravena
D. Penghisapan lendir melalui Nasotrakea jika diperlukan
E. Pembatasan konsumsi garam
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 028:
Jawaban : D
Rasional: Hisap lendir melalui nasotrakel adalah kontraindikasi pada kondisi anak dengan
fraktur basis krani. Hal ini dikarenakan lokasi cedera, selang pada hisap lendir dapat menembus
ke dalam otak. Ciran dibatasi untuk mencegahkelebihan cairan. Anak mungkin akan
membutuhkan kateter urun untuk memantau asupan dan haluaran cairan. Akses IV dipertahankan
untuk memberikan cairan dan obat-obatan, jika diperlukan.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu rekomendasi yang seharusnya ditanyakan
oleh perawat. Perhatikan bahwa pilihan A, B, dan C memiliki kesamaan makna yaitu semua
pilihan tersebut ditujukan untuk pemantauan asupan dan haluaran cairan.
Review: Fraktur basis kranii
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson, (2013), p. 944

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 029:


Seorang perawat sedang merawat klien yang mendapatkan obat Clozapine (Clozaril) untuk
pengobatan gangguan skizofrenia. Manakah pemeriksaan laboratorium yang dipantau oleh
perawat terhadap efek samping dari penggunaan obat tersebut?
A. Jumlah trombosit
B. Jumlah kolestrol
C. Jumlah sel darah putih
D. Jumlah nitrogen urea dalam darah
E. Jumlah glukosa dalam darah
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 029:
Jawaban : C
Rasional: Reaksi hematologi dapat terjadi pada klien selama penggunaan obatclozapine
termasuk agranulositosis (umumnya terjadi leukopenia dan neutropenia) dan leukimia ringan.
Jumlah sel darah putih harus diperiksa sebelum diberikan pengobatan dan harus dipantau secara
ketat selama menggunakn obat ini. Klien juga harus dipantau tanda-tanda terjadinya
agranulositosis seperti nyeri tenggorokan, rasa tidak nyaman, dan demam. Pilihan A, B, D, dan E
tidak berhubungan dengan pengobatan ini.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu efek samping dari clozapine. Ingat,
Clozapine dapat menyebabkan agranulosistosis (umumnya terjadi leukopenia dan neutropenia)
dan leukimia ringan.
Review: Efek samping dari Clozapine
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Darah dan sistem kekebalan imun
Daftar pustaka: Hodgson, Kizior (2015), p. 279-281.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 030:


Klien dengan gangguan kejang masuk RS. manakah yg harus di implementasikan oleh perawat
pada klien ini?
A. Berikan pelindung pada pagar penghalang tempat tidur.
B. Letakkan peralatan jalan nafas dekat ruang klien.
C. Letakkan peralatan oksigen dekat ruang klien
D. Letakkan peralatan suction dekat ruang klien.
E. Tempelkan tongue spatle yang terbungkus pada dinding di atas tempat tidur
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 030:
Jawaban : A
Rasional: Perawat harus merencanakan keamanan terhadap bahaya akibat kejang pada klien.
Pencegahan diantaranya dengan membungkus penghalang tempat tidur, menyiapkan jalan napas,
dan peralatan oksigen di dekat temapt tidur, proses pemasukan tongue spatle yang terbungkis di
antara gigi dan mulutyang kaku; untuk itu tongue spatle tidak dilekatkan dekat tempat tidur.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, persiapan penerimaan klien dengan
masalh kejang. Pikirkan hala-hal yang diperlukan untuk keamanan klien saat terjadi kejang.
Hilangkan penggunaan tongue spatle karena dapat menyebabkan cedera jika dipasang pada
mulut saat terjadi kejang.
Review: Keamanan saat kejang
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 526-527
Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 031:
Perawat datang untuk berdinas, dan ditugaskan untuk membantu unit perawatan anak selama 1
hari karena unit tersebut membutuhkan tambahan tenaga untuk merawat klien-klien di unit
tersebut. Perawat tersebut belum pernah berdinas di unit perawatn anak sebelumnya. Manakah
tindakan perawat tersebut yabg dapat dibenarkan?
A. Menghubungi pengacara RS
B. Menghubungi penanggung jawab keperawatan
C. Menolak penugasan membantu unit perawatn anak
D. Datang dan melapor ke unit perawatan anak, dan mengidentifikasi tugas yang aman-aman
untuk dilakukan
E. Meminta kepala unit perawatn untuk melapor kepada direktur
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 031:
Jawaban : D
Rasional: Menugaskan perawat untuk membantu unit perawatan di laur area kepakaran perawat
dapat dilakukan secara legal untuk mengatasi kekurangan tenaga perawat. Secara legal, perawat
tidak diperbolehkan menolak hal tersebut, kecuali telah ditetapkan dalam kontrak kerja yang
menyatakan bahwa perawattersebut hanya dapat bekerja di area tertentu saja, atau perawat
tersebut dapat membuktikan ketidakmampuannya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.
Saat menghadapi kondisi ini, perawat diharuskan untuk mengidentifikasi ranah kerja yang dapat
membahayakan klien.
Strategi Mengerjakan Soal: Pilihan A dan B dapat dieliminasi terlebih dahulu karena keduanya
serupa. Dengan memperhatikan sisa pilihan jawaban yang ada, tidak perlu mengabaikan pilihan
C, karena penolakan tidak diperbolehkan dan tidak diterima sebgai perilaku profesional.
Review: Tanggung jawab keperawatn yang berhubungan dengan penugasan di luar area
kepakaran perawat
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Linton (2012), p. 40-41

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 032:


Seoramg klien dengan usia gestasi 28 minggu memiliki Rh negatif dan tes antibodi Coombs
negatif. Manakah pernyataan klien yang membuat perawat menentukan bahwa klien mengerti
apa yang diajarkan perawat tentang sesnsitifitas Rh?
A. “Saya mengerti jika saya tidak akan mempunyai anak lagi”
B. “saya senang bahwa saya tidak harus disuntik lagi jika ingin mempunyai anak lagi”
C. “saya harus disuntik satu kali dalam sebulan sampai bayi lahir”
D. “Saya akan memberitahu perawat di RS bahwa saya memiliki RhoGAM selama kehamilan”
E. “Saya tidak tahu mengapa ini terjadi pada saya”
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 032:
Jawaban : D
Rasional: Berdasarkan deskripsi pertanyaan, kondisi tersebut diberikan suntikan Rho(D)
imunoglobulin (RhoGAM) pada perempuan hamil dengan usia gestasi 28 minggu yang memiliki
Rh negatif, dengan suntikan kedua dalam 72 jam setelah bayi lahir. Hal ini untuk mencegah
reaksi antibodi yang mengganggu pada kehamilan selanjutnya. Untuk kehamilan selanjutnya
atau jika terjadi abortus, injeksi ini harus diulang karena imunitas ini bersifat pasif. Pilihan A, B,
dan C adalah pilihan yang tidak tepat.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan pada kata subjek yaitu pemahaman pada sensitifitas Rh.
Ingat kembali pedoman bagaimana cara pemberian RhoGAM akan mengarahkan anda pada
pilihan yang tepat.
Review: Sensitifitas Rh
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Seksual
Sistem Tubuh: Reproduksi
Daftar pustaka: McKinney et al (2013), p. 439, 603.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 033:


Klien baru saja memulai terapi pakrealipase (Pakrease MT). Perawat mengevaluasi bahwa
pengobatan telah berfungsi optimal jika terdapat gambaran informasi yang mana di bawah ini?
A. Penurunan berat badan
B. Nyeri seperti jantung terbakar
C. Reduksi steatorhea
D. Hilangnya nyeri abdomen
E. Hilangnya rasa mual muntah
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 033:
Jawaban : C
Rasional: Pankrealipase (Pankrease MT) adalah enzim pankrease yang digunakan klien sebagai
bantuan proses pencernaan. Obat akan bekerja untuk mengurangi terjadinya Steatorhea (lemak
pada feses). Efek lain yang diharapkan adalah memperbaiki status nutrisi. Karena tidak berfungsi
mengobati nyeri abdomen dan dada rasa terbakar. Penggunaan obat tersebut akan menimbulkan
pertambahan berat badan, bukan penurunan berat badan jika membantu pencernaan
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada poko masalah, efek obat optimal yang diharapkan
sesuai nama obat. Gunakan pengetahuan fisiologis pakreas untuk membantu mengarahkan anda
memilih jawaban yang tepat.
Review: Pankrealipase
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Eliminasi
Sistem Tubuh: Pencernaan dan hepatobilier
Daftar pustaka: Hodgson, Kizior (2015), p. 919-920

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 034:


Seorang perawat memasuki ruangan perawat klien yang menderita diabetes dan mendapati
keluarga klien berkumpul, dan klien tersebut mempersiapkan wasiatnya. Permintaan wasiat dari
klien yang masih hidup membutuhkan persaksian terhadap penandatanganan wasiat oleh klien,
dan klien meminta perawat untuk menjadi saksi dalam penulisan wasiat tersebut. Manakah
tindakan perawat yang seharusnya dilakukan?
A. Menolak menandatangani sebagai saksi wasiat tersebut
B. Menandatangani wasit hanya sebagai saksi penandatanganan surat wasiat
C. Menghubungi pengacara RS sebelum menandatangani surat wasiat tersebut
D. Menandatangani surat wasiat, memastikan kontrak dengan pemberi kerja
E. Menghubungi pekerja sosial untuk menandatangani surat wasiat
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 034:
Jawaban : A
Rasional: Wasiat harus dilakukan secara tertulis dan ditandatangani oleh klien.
Penandatanganan oleh klien dapat disaksikan oleh orang0orang berkompeten dalam bidang
hukum atau notaris. Banyak negara yang tidak memeperbolehkan pekerja untuk menjadi saksi
wasiat, termasuk perawat pada institusi tempat klien di rawat.
Strategi Mengerjakan Soal: Pilihan B dan D serupa, dan harus dihindari. Pada sisa pilihan
jawaban A adalah tindakan yang tepat.
Review: Implikasi hukum yang berkaitan dengan penulisan wasiat
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya.
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Keluarga
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Hammond, Zimmerman, (2013),p. 7.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 035:


Orang tua anak berusia 8 tahun mengatakan kepada perawat bahwa mereka khawatirkarena
anaknya lebih memperhatikan teman-temannya dibandingkan dengan orang lain. Bagaimana
respon perawat yang paling tepat?
A. Anda harus khawatir
B. Anda harus mengawasi perilaku anak dengan cermat
C. Pada usia ini, anak sedang mengembangkan kepribadiannya sendiri
D. Anda harus lebih sering memuji anak agar dapat menghentikan perilaku ini
E. Anda harus tegas dengan anak anda
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 035
Jawaban : C
Rasional: Berdasarkan Erikson, usia 7-12tahun, anak mulai menerima dukungan dari kelompok
dan teman-temannya serta menjauh dari orang tuanya. Selain itu, anak mulai mengembangkan
minat khusus yang merefleksikan perkembangan kepribadiannya sendiri dan bukan dari orang
tuanya. Oleh karena itu, pilihan lainnya menunjukkan respon yang salah.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan pada subjek yaitu perkembangan psikososial eriksan
pada anak usia sekolah dan ingat pentingnya dukungan kelompok. Anda bisa hilangkan pilihan
A, B, dan E karena tidak ada alasan untuk khawatir, bersikap tegas dan untuk mengawasi
perilaku anak. Selanjutnya hilangkan pilihan D, meskipun memuji anak atas keberhasilannya
penting pada usia ini, perilaku yang ditunjukkan oleh anak tersebut adalah normal.
Review: Perkembangan psikososial Erikson
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Keluarga
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 459.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 036:


Seorang perawat sedang memastikan seorang klien yang muslim untuk mendapatkan yang halal.
Makanan manakah yang layak disajikan kepada klien?
A. Ayam dengan sandwich babi
B. Nasi, sayur, dan daging
C. Sosis ayam
D. Makanan yang berlabel halal
E. Nasi dan daging kambing
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 036:
Jawaban : D
Rasional: Makanan halal harus mendapatkan sertifikasi halal dari badan yang mengatur
penyembelihan hewan, untuk memastikan hewan disembelih sesuai dengan aturan agama islam.
Sehingga jawaban yang tepat adalah pilihan D.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pertanyaan tentang makanan halal, Pilihan A dapat
diabaikan karena muslim tidak memakan daging atau yang berasal dari hewan babi. Untuk
memilih sisa pilihan Anda perlu memahami konsep makanan halal.
Review: Pastikan diem makanan bagi yang muslim
Kompetensi: Praktik profesional, legal, etis, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan Kesehatan
Daftar pustaka: Jarvis (2012), p. 178; Nix (2013_, p. 266-267; Potter et al (2013), p. 111

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 037:


Seorang perawat sedang mengumpulkan data anak yang baru masuk RS dengan diagnosa kejang.
Manakah tindakan perawat yang paling tepat dalam menetukan penyebab kejang?
A. Mengecek BJU anak
B. Menanyakan kepada anak apa yang terjadi selama kejang
C. Mengkaji riwayat keluarga terhadap gangguan psikologis
D. Mengkaji riwayat berdasarkan faktor pencetus yang mungkin terjadi sebelum kejang
E. Kaji riwayat keluarga tentang adanya penyakit DM
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 037:
Jawaban : D
Rasional: Demam dan infeksi meningkatkan laju metabolime tubuh. Hal ini dapat menyebabkan
kejang pada anak kurang dari 5 tahun. Dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit juga ikut
berkontribusi mengakibatkan kejang. Jatuh dapat mengakibatkan cedera kepala yang dapat
meningkatkan TIK dan edema otak. Beberapa obat juga dapat menybabkan kejang. Pemriksaan
BJU tidak sesuai karena tergantung dari kondisi anak yang muncul. Gangguan psikologis tidak
berdampak pada terjadinya atau penyebab dari kejang. Anak tidak ingat apa yang terjadi ketika
sedang kejang.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan pada kata-kata penting yaitu “ paling tepat” penyebab
dari aktivitas kejang. Perhatikan hubungan antara subjek dengan pilihan jawabab yang tepat.
Review: Kejang
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Cairan dan elektrolit
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 956-957.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 038:


Klien mengeluarkan cairan bening dari hidungnya setelah ia mengalami fraktur basis kranii.
Perawat menyimpulkan bahwa cairan tersebut adalah cairan serebrospninal (CSS) bila
mempnyuai kriteria yang mana?
A. Perdarahan yang tampak jelas dan mempunyai pH 6
B. Menumpuk pada balutan dan mempunyai pH 7
C. Tampak jelas dari penampilan dan hasil tes glukosa negatif
D. Terpisah dari cincin konsentrik dan hasil tes positif
E. Tampak perdarahan pada penampilan dan hasil tes glukosa positif
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 038:
Jawaban : D
Rasional: Kebocoran cairan serebrospinal dari telingan atau hidung akan menyertai fraktur basis
kranii. Ia dapat sibedakan dari cairan tubuh lainnya karena drainase dari tubuh akan terpisah dari
darah dan membentuk cincin lingkaran kuning pada tes glukosa. Kebocoran dari cairan tubuh
karena drainase akan menjadi lingkaran cincinmerah darah pada balutan. Yang dikenal dengan
tanda halo. Hasil tes glukosa menunjukkan hasil postif. Pilihan A, B, C, dan E bukan ciri-ciri
dari CSS.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, ciri-ciri CSS. Ingat kembali CSS
mengandung glukosa, di mana cairan sekret tubuh lain seperti misalnya mukosa tidak demikian.
Dan juga, ingat bahwa CSS teroisah membentuk cincin.
Review: Cairan Sepebrospinal
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: cairan dan elektrolit
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 502; Lewis et al (2014), p. 1374

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 039:


Bagaimanakah pedoman Cadiopulmonary rescusitation (CPR) yang tepat terhadap orang dewasa
yang pat dilakukan oleh petugas kesehatan?
A. Diberikan 1 kali vantilasi setiap 5 kompresi
B. Diberikan 2 kali ventilasi setiap 15 kompresi
C. Pada awalnya, diberikan 2 ventilasi secepat mungkin
D. Setiap bantuan napas diberikan ventilasi lebih dari 1 detik dan harus memperlihatkan
pengembangan dada
E. Diberikan 2 kali ventilasi setiap 5 kompresi
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 039:
Jawaban : D
Rasional: Selama CPR, Setiap bantuan napas diberikan ventilasi lebih dari 1 detik dan harus
memperlihatkan pengembangan dada. Ventilasi yang berlebihan dada (terlalu banyak ventilasi
per menit atau pemberian ventilasi terlalu kuat) mungkin dapat berbahaya dan tidak perlu
dilakukan. Petugas kesehatan seharusnya menggunakan rasio 30 kompresi : 2 ventilasi untuk
klien dewasa. Pilihan A, B, C, dan E adalah jawaban yang tidak benar.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pad subjek yaitu bantuan pernapasan. Baca setai pilihan
jawaban dengan hati-hati. Perhatikan kata-kata yang memperlihatkan pengembangan dada akan
menuntun anda pada jawaban yang benar.
Review: Pedoman pada CPR
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Pernapasan
Daftar pustaka: Potter et al (2014), p. 658, 688

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 040:


Perawat sedang mengajarkan klien mengenai latiha pursed lip breathing dan klien menanyakan
perawat tentang tujuan tindakan dari tersebut. Perawat harus menjelaskan bahwa tujuan utama
tindakan tersebut adalah?
A. Meningkatkan intake oksigen
B. Memperkuat diafragma
C. Memperkuat otot interkostal
D. Meningkatkan pengeluaran karbon dioksida
E. Memperluas ekspansi paru
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 040:
Jawaban : D
Rasional: Pursed lip breathing memfasilitasi ekspirasi maksimal bagi klien denga penyakit paru
obstuktif dan meningkatkan pengeluaran CO2. Jenis pernapasan ini memungkinkan ekspresi
yang lebih baik dengan meningkatkan tekanan udara di mana jalan napas akan tetap terbuka
selama ekshalasi. Pilihan A, B, C, dan E bukan tujuan jenis pernapasan ini.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pikok masalah “pursed li breathing” dan ingat kata
penting utama. Bayangkan penggunaan teknik pernapasan ini untuk membantu menjawab
pertanyaan denagn tepat. Ingat kembali kondisi pernapasan di mana jenis pernapasan ini
bermanfaat juga akan membantu mengarahkan pada pilihan yang tepat.
Review: Tujuan teknik pursed lip breathing
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Pernapasan
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 321-322; Potter et al (2013), p. 854

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 041:


Seorang perawat mempresentasikan ceramah tentang bencana dan posttraumatic stres disorder
(PTSD) kepada grup asiten perawat. Pernyataan manakah yang menunjukkan bahwa proses
pembelajaran kepada TPP telah berjalan efektif?
i. Saya tidak akan mengalami PTSD
ii. PTSD dapat berdampat seumur hidup
iii. Klien akan mudah terkejut dan mengalami kesulitan tidur
iv. Terjadu Flashback memory menyebabkan klien selalu teringat kejadian yang telah berlalu
v. PTSD hanya terjadi pada klien yang memiliki riwayat depresi sebelumnya
Pilihan jawaban
A. i, ii, iii
B. ii, iii, iv
C. ii, iv, v
D. i, iii, v
E. i, iii, iv
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 041:
Jawaban : B
Rasional: Mengalami peristiwa traumatis seperti bencana dapat menyebabkan dampak segera
dan jangka panjang pada satatus psikologis seseorang. PTSD adalah dampak serius yang terjadi
pada seorang yang mengalami peristiwa traumatis, dan dapat menetap seumur hidup. Klien
denga PTSD sering dilaporkan menjadi mudah terkejutdan kesulitan untuk tidur di malam hari,
yang tidak pernah terjadi sebelum peristiwa traumatis. Klien sering melaprkan flashback
memmori, yang menyebabkan mereka selalu teringat pada peristiwa traumatis yang dialami.
PTSD dapat terjadi pada siapapun yang mengalami peristiwa yang sangat traumatis, dan tidak
hanya menyerang klien yang memiliki riwayat depresi saja.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada kata-kata yang ditekankan “efektif.” Eliminasi pilihan
i dan v karena pernyataan-pernyataan tersebut tidak menunjukkan hasil pembelajaran telah
efektif. Setiap orang dapat mengalami PTSD dalam hidupnya, dengan atau tanpa riwayat depresi
sebelumnya. Juga perhatikan penyataan tertutup “tidak pernah” dan “hanya” pada kedua pilihan
jawaban.
Review: Post tarumatik ster disorder (PTSD)
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 1001, 1047-1048

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 042:


Seorang intruktur perawat meminta mahasiswa perawat menyebutkan fungsi-fungsi cairan
amnion. Mahasiwa menjawab denga benar tentang fungsi cairan amnion jika membuat
pernyataan yang mana?
A. Membolehkan ibu untuk bergerak
B. Merupakan ukuran keseimbangan cairan
C. Mepertahankan temperatur tubuh janin
D. Mencegah partikel besar seperti bakteri memasuki janin
E. Menyediakan pertukaran zat gizi sisa metabolisme antara ibu dan janin
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 042:
Jawaban : C
Rasional: Cairan aminion melingkupi, mencegah benturan dan melindungi janin. Amnion
memungkinkan janin dapat bergerak bebas, memepertahankan suhu tubuh, menjaga fungsi ginjal
karena jumlah cairan amnion berdasarkan jumlah urine janin. Plasenta mencegah partikel besar
seperti bakteri dapat masuk ke janin, dan juga memungkinkan pertukaran nutrisi dan sisa
metabolismen antara ibu dan janin
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah “fungsi cairan amnion.” Bayangkan
lokasi cairan amnion akan mengarahkan anda pada jawaban yang tepat.
Review: Fungsi cairan amnion
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Reproduksi
Daftar pustaka: McKinney et al (2013), p. 228-229

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 043:


Seorang anak berusia 16 tahun MRS dengan apendisitis akut, dan tindakan apendiktomi telah
dilakukan. Manakah intervensi yang paling tepat untuk tetap mepertahankan pertumbuhan dan
perkembangan normalnya?
A. Motivasi anak untuk istrahat dan membaca
B. Motivasi orang tuan untuk selalu bersama anak
C. Izinkan keluarga untuk memberikan mainan komputer kesukaan anak
D. Jika kondisi memungkinkan, berikan kesemapatan anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan
dengan kelompok usianya
E. Jangan birkan anak bersama klien lain
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 043:
Jawaban : D
Rasional: Pada anak remaja seringnya tidak yakin ingin bersama orang tunya ketikan dirawat.
Karena yang paling penting adalah dukungan dari teman sebayanya, berpisah dari teman-
temannya dapat menimbulkan kecemasan. Idealnya teman-teman sebayanya akan menyemangati
temannya yang sedang sakit. Pilihan A, B, dan C menghindari anak dari kelompok sebayanya.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata-kata penting “paling tepat.” Pertimbangkan
kebutuhan-kebutuhan psikologis pada anak remaja ketika menjawab pertanyaan. Pilihan A, B,
dan Cmemiliki kesamaan bahwa orang tua mereka menghindari anak dari kelompok sebayanya.
Review: Kebutuhan-kebutuhan psikologis pada anak remaja
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Keluarga
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan Mental
Daftar pustaka: McKinney et al (2013), p. 884

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 044:


Seorang petugas laboratorium sedang menangani klien yang mengalami delusi. Ketika petugas
laboratprium sedang mendekati klien untuk mendapatkan spesimen darah, klien mengatakan
“Kamu semua adalah vampir. Keluarkan saya dari sini!” Manakah pernyataan perawat sebaiknya
diberikandalm kondisi tersebut?
A. “Petugas laboratorium akan pergi dan kembali untuk mengambil darah kamu”
B. “Apa yang mebuat kamu berpikir jika petugas laboratorium akan menyakiti kamu?”
C. “Apakah kamu sangat takut dan berpikir jika orang lain akan menyakiti kamu?”
D. “Petugas laboratorium tidak akan menyakiti kamu tapi akan membantu kamu”
E. “Apakah kamu berpikirjika setiap orang akan menyakiti kamu?”
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 044:
Jawaban : C
Rasional: Pilihan C adalah satu-satunya pilihan yang dibutuhkan oleh klien. Respon ini
membantu klien fokus pada emosi utam ayang dirasakan dari delusinya, tapi tidak perlu berdebat
mengenai hal tersebut. Jika perawat berusaha mengubah apa yang dipikirkan klien, kemungkian
terjadinya delusi akan lebih kuat. Pilihan A, B, dan E tidak fokus pada perasaan klien.
Strategi Mengerjakan Soal: Gunakan teknik komunikasi etrapeutik dan pengetahuan
berdasarkan subjek yaitu dinamika dari terjadinya delusi dan begaiman mengetahui kebutuhan
dasar pada klien delusi, Hal ini akan mengarahkan anda pada pilihan C. Selain itu, Pilihan C
fokus pada perasaan klien.
Review: Teknik komunikasi terapeutik
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: varcarolis (2013), p. 120-122, 321.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 045:


Seorang perawat mengumpulkan data dari klien dengan kehamilan kembar dua. Klien memiliki
anak usia 5 tahun yang sehat dan lahir pada usia gestasi 38 minggu, dan klien mengatakan
kepada perawat bahwa dia tidak punya riwayat abortus atau kematian janin. Manakas
dokumentasi perawat terhadap status GTPAL pada pasien tersebut?
A. G = 3, T = 2, P = 0, A = 0, L = 1
B. G = 2, T = 1, P = 0, A = 0, L = 1
C. G = 1, T = 1, P = 1, A = 0, L = 1
D. G = 2, T = 0, P = 0, A = 0, L = 1
E. G = 3, T = 0, P = 0, A = 0, L = 1
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 045:
Jawaban : B
Rasional: Status kehamilan dapat digambarkan dengan GTPAL, yaitu G = gravidity (jumlah
kehamilan); T = Term birth (jumlah kelahiran setelah usia gestasi); P = Preterm birth (jumlah
kelahiran sebelum usia gestasi); A = Abortus/ miscarriages (Jumlah abortus); L = Live birth
(jumlah ank yang hidup). Oleh karena itu perempuan yang hamil kembar dan telah mempunyai
seorang anak menunjukkan jumlah gravidity 2. Karena anak yang hidup lahir pada usia 38
minggu, maka jumlah kelahiran preterm birth adalah 0 dan jumlah kelahiran term adalah 1.
Jumlah abortus adalah 0 dan jumlah live birth adalah 1.
Strategi Mengerjakan Soal: Pengetahuan spesifik pada subjek, GTPAL dubutuhkan untuk
menjawab pertanyaan. Pengetahuan dan pemahaman anda akan mengarahkan anda pada pilihan
yang tepat.
Review: Metode GTPAL untuk menggambarkan status kehamilan
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Seksual
Sistem Tubuh: Reproduksi
Daftar pustaka: McKinney et al (2013), p. 246-247

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 046:


Seorang klien dirawat dengan diagnosis depresi berat. Selama diagnostik, perawta menemukan
klien telah terjadi gangguan nutrisi berhubungan dengan asupan nutrisi yang tidak adekuat.
Intervensi manakah yang perlu dilakukan pertama kali berhubungan dengan keadaan gangguan
nutrisi?
A. Timbang berat badan klien tiga kali setiap pekan, sebelum sarapan
B. Jelaskan kepada klien tentang pentingnya menjaga asupan makanan dengan baik
C. Laporkan keadaan status nutrisi klien kepada psikiater dan lakukan konsultan tentang nutrisis
sesegera mungkin
D. Tawarkan klien beberapa makan dalam jumlah kecil dan teratur setiap hari dan jadwalkan
interaksi keperawatan singkat setiap saat pemberian makanan
E. Lakukan terapi nutrisi parenteral
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 046:
Jawaban : D
Rasional: Peubaham nafsu makan adalah salah satu gejala utama depresi. Dengan menawarkan
makan adalam porsi kecil dan sering kapada klien, kehadiran perawat untuk mendukung atau
bahkan memberi makan kepada klien adalah intervensi yang paling tepat. Klien depresi akan
mengalami penurunan kemampuan konsentrasi dan tidak mampu memahami pentingnya asupan
nutrisi adekuat. Melaporkan masalah nutrisi kepada psikiater adalah tindakan yang dapat
dibenarkan, namun tidak menjawab kebutuhan intake nutrisi klien.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata kunci soal “Pertama kali.” Dan fokus pada subjek,
asupan nutrisi tidak adekuat. Jawaban yang benar terletak pada pilihan yang tepat menjawab
gangguan nutrisi secara nyata dan memungkinkan klien untuk meningkatkan asupan nutrisi.
Review: Gangguan nutrisi berhubungan dengan depresi
Kompetensi: Pengembangan profesional
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Nutrisi
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 1058

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 047:


Seorang anak berusia 4 tahun dibawa ke RS dengan Kecurigaan Aute lymphcytic leukimia
(ALL). Pemeriksaan diagnostik manakah yang perlu diketahui perawat untuk meyakinkan
kecurigaan ALL?
A. Periksaan hitung platelet
B. Pungsi lumbal
C. Biopsi sumsum tulang
D. Pemeriksaan hitung sel darah putih
E. Pemeriksaan hitung sel darah merah
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 047:
Jawaban : C
Rasional: Uji untuk mengkonfirmasi leukimia adalah pemeriksaan mirkroskopik sumsum tulang
yang didapatkan melalui biopsi dan aspirasi. Jumlah sel darah putih dapat meningkat ataupun
menurun pada leukimia. Pungsi lumbal dilakukan untuk memeriksa ada atau tidaknya sel blast
dalam cairan spinal sebagai indikasi penyakit yang terjadi pada SSP. Gangguan pada jumlah
platelet dapat terjadi karena efek samping kemoterapi.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan subjek, diagnosis leukimia. Dengan mengingat
patofisiologi leukimia dan bahwa sumsum tulang turut terpengaruh penyakit ini, akan
mengarahkan pada jawaban yang benar.
Review: Pemeriksaan diagnostik yang berhubungan dengan leukimia
Kompetensi: Pengembangan profesional
Domain: Pengetahuan afektif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Darah dan sistem kekebalan imun
Daftar pustaka: Mc Kinney et al (2013), p. 1274

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 048:


Seorang perawat menekankan pada edukasi perawatn di rumah padaibu dengan anak
pascaoperasi jantung. Manakah pernyataan ibu yang perlu diedukasi kembali selanjutnya?
A. “Keseimbangan antara aktivitas dan istrahat itu adalah hal yang penting”
B. “Saya dapat memberikan lotion pada luka insisi operasi jika anak merasa gatal”
C. “Aktivitas yang beresiko anak jatuh harus dihindari selam 2-4 minggu”
D. “Berada di keramaian orang banyak harus dihindari minimal 2 minggu setelah operasi”
E. Saya akan melatih anak saya untuk berjalan setiap pagi”
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 048:
Jawaban : B
Rasional: Ibu sebaiknya diintruksikan untuk tidak memberikan lotion atau bedak pada luka
insisi operasi kaerana hal itu dapat mengganggu integritas kulit dan proses penyembuhan. Pilihan
Ac, C, dan D merupakan intruksi yang tepat untuk perawatn di rumah setelah operasi jantung.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan pada kata-kata penting “perlu diedukasi kembali
selanjutnya.” Pilihan jawaban tersebut mengindikasikan ketidaktahuan ibu dan menuntun anda
untuk memilih jawaban dengan pernyataan yang salah. Penggunaan prinsip-prinsip umum yang
berhubungan dengan perawatan pasca operasi akan mengarahkan anda pada jawaban yang benar.
Review: Operasi jantung
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyamanl
Sistem Tubuh: Jantung, pembuluh darah dan sistem limfatik
Daftar pustaka: McKinney et al (2013), p. 1224

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 049:


Perawat membantu untuk mempersiapkan klien untuk irigasi telingat seperti di intruksi oleh tim
medis. Manakah tindakan yang harus disiapkan?
A. Hangatkan cairan irigasi menjadi 37o C
B. Posisikan klien pada bagian yang tidak sakit berada di ats setelah irigasi
C. Lakukan irigasi dengan perlahan, aliran cairan irigasi dengan lancar sampai gendang telinga
D. Bantu klien untuk merubah posisi kepala sehingga telinganya berada di atas
E. Posisikan klien untuk duduk setelah irigasi
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 049:
Jawaban : A
Rasional: Cairan irigasi yang berada pada tubuh klien akan menyebabkan rasa tidak nyaman dan
dapat menyebabkan injury, nausea, dan vertigo. Klien diposisikan sedemikian rupa agar telinga
yang diirigasi mengarah ke bawah kerena kemungkinan gravitasi membantu mengeluarkan was
dan cairan dari telinga. Setelah irigasi klien dibaringkan pada telinga yang sakit agar cairan dapat
keluar dengan tuntas. Aliran yang lancar harus diarahkan pada bagian atas liang telinga bukan ke
arah gendang telinga. Terlalu kuat irigasi akan merusak gendang telinga menjadi ruptur.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, irigasi telinga. Baca pilihan jawaban
dengan hati-hatidan ingat bahwa perawat harus memeperhatikan pencegahan kerusakan
membran timpani. Dan juga, ingat bahwa klien harus diposisikan pada bagian yang sakit
mengarah ke bawah untuk memudahkan pengeluaran cairan irigasi.
Review: Prosedur tindakan irigasi telinga
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyamanl
Sistem Tubuh: Penginderaan
Daftar pustaka: Cooper, Gosnell (2015), p. 619-620

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 050:


Seorang klien mendapat digoksin (Lanoxin) setiap hari. Perawat mencurigai terjadinya
keracunan setelah terdapat tanda dan gejala yang mana?
A. Nyeri dada
B. Pusing
C. Kadar serum digoksin 2,3 mg/mL
D. Kadar serum potasium 3,9 mEq/L
E. Denyut nadi apikalDenyut nadi apikal 63x/menit
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 050:
Jawaban : C
Rasional: Tanda dan gejala keracunan digoksin diantaranya adalah gangguan pada sistem
pencernaan, bradukardi, gangguan penglihatan, dan hipokalemia. Kadar serum digoksi yang
terapeutik adalah 0,5 sampai 2 ng/mL. Kadar serum kalium normal 3,5 sampai 5,0 mEq/L.
Denyut nadi apikal normal 60x/menit atau lebih.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, Keracunan digoksin. Ketahui tanda
dan gejala keracunan digoksin diperlukan untuk menjawab soal dengan benar.
Review: Tanda dan keracunan digoksin
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyamanl
Sistem Tubuh: Jantung, pembuluh darah dan sistem limfatik
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 439; Hodgson, Kizior (2015), p. 363

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 051:


Seorang perawat sedang merawat klien dengan diagnosa depresi. Perawat memantau adanya
tanda-tanda dari konstipasi dan retensi urin. Apakah yang menyebabkan masalah tersebut
terjadi?
A. Buruknya dalam pemilihan makanan
B. Penurunan aktivitas dan pola makan yang buruk
C. Asupan tidak adekuat dan dehidrasi
D. Gangguan psikomotordan efek samping obat
E. Penurunan aktivitas dan efek samping obat
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 051:
Jawaban : D
Rasional: Pada situasi ini, retensi urin banyak disebabkan oleh obat-obatan. Pilihan D
merupakna saru-satunya pilihan yang menggambarkan terjadinya konstipasi dan retensi urin.
Konstipasi dapat dihubungkan pada tidak adekuatnya asupan makanan, penurunan aktivitas, dan
pola makan yang buruk.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada data dalam pertanyaan. Pilihan A, B, dan C memiliki
kesamaan makna dan terkait dengan asupan makanan.
Review: Intervensi pada klien dengan depresi dan efek samping dari pemberian obat pada
gangguan ini
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Jiwa

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 052:


Seorang menanyakan kepada perawat mengapa BBL membutuhkan injeksi vitamin K. Manakah
pernyataan perawat yang sebaiknya diberikan kepada klien?
A. “Bayi anda yang baru lahir membutuhkan vitamin K untuk meningkatkan imunitas”
B. “Vitamin K akan mencegah bayi anda mengalami penyakit kuning (Jaundice)”
C. “BBL mengalami defisiensi vitamin K. Injeksi ini mencegah bayi anda dari perdarahan yang
abnormal”
D. “BBL memiliki pencernaan yang steril. Vitamin K akan mengkolonisasi bakteri yang
diperlukan”
E. “Sudah merupakan prosedur tetap untuk setiap BBL harus diberikan vitamin K”
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 052:
Jawaban : C
Rasional: Vitamin K dibutuhkan tubuh untuk mensintesis faktor koagulasi dan diberikan pada
BBL untuk mencegah perdarahan yang abnormal. Hal itu membantu hati dalam membentuk
faktor pembekuan darah II, VII, IX, X. BBL mengalami defisiensi vitamin K karena usus tidak
mempunyai bakteri yang digunakan untuk mensintesis vitamin yang larut dalam lemak. Flora
normal dalam saluran pencernaan memproduksi vitamin K, akan tetapi saluran pencernaan BBL
tidak mampu memproduksi vitamin K secara alami sampai dengan bakteri mengkolonisasi
dengan baik. Kolonisasi bakteri dalam usus dapat terjadi jika ada makanan yang dicerna.
Vitamin K tidak meningkatkan imunitas ataupun mencegah bayi mengalami penyakit kuning
(Jaundice).
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, yaitu tujuan pemberian vitamin K pada BBL.
Pilihan A dan B dapat dihilangkan karena Jaundice dan imunitas tidak berhubungan dengan
pemberian vitamin K. Dari sisa pilihan lainnya, ingat kembali manfaat pemberian vitamin K,
akan mengarahkan anda pada pilihan C.
Review: Tujuan pemberian injeksi vitamin K
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyamanl
Sistem Tubuh: Darah dan sistem kekebalan imun
Daftar pustaka: Mc Kinney et al (2013), p. 509-510

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 053:


Seorang perawat sedang memantau persaliann prematur yang menerima megnesium sulfate
secara intravena. Apakah efek samping obat tersebut yang seharusnya dipantau oleh perawat ?
A. Hipertensi
B. Peningkatan produksi urine
C. Depresi pernapasan
D. Tonus otot meningkat
E. Hipereaktif pada refleks tendon dalam
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 053:
Jawaban : C
Rasional : Magnesium sulfate merupakan obat yang mendepresi sistem saraf pusat dan
merelaksasikan otot halus termasuk uterus. Obat itu digunakan untuk menghentikan kontraksi
pada persalinan prematur dan mencegah terjadinya kejang pada klien pre eklamsia. Efek
sampingnya meliputi rasa panas dan kemerahan di tubuh (flushing), depresi pernapasan,
penurunan refleks tendon dalam, hipotensi, kelemahan otot yang berlebihan, penurunan produksi
urine, edema paru, dan peningkatan nilai magnesium serum.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu efek samping dari magnesiun sulfat. Ingat
kembali bahwa obat ini mendepresi sistem saraf pusat akan mengarahkan Anda pada jawaban
yang tepat.
Daftar Pustaka: Skidmore-Roth (2014), p.767.

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 054:


Orabg tua dari anak berusia 3 tahun mengatakan kepada perawat bahwa anaknya terus-menerus
memberontak dan memiliki sifat temper tantrum (suka marah dang mengamuk). Manakah
intruksi perawat yang harus ditekankan kepada orang tua?
A. Mengatur pembatasan prilaku anak
B. Mengabaikan anak ketika perilaku ini terjadi
C. Membiarkan anak karena prilaku ini normal terjadi pada usianya
D. Menghukum anak setiap kali mengatakan “tidak” untuk mengubah perilaku
E. Memukul anak setiap kali mengalami temper tantrum
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 054:
Jawaban : A
Rasional: Berdasarkan teori Erikson, anak fokus pada kemandirian antara usia 1-3 tahun.
Mendapatkan kemandirian sering diartikan anak harus memberontak terhadap keinginan orang
tua . Mengatakan hal-hak seperti “tidak” dan “milikku” dan mempunyai sikap temper tantrum
umum terjadi pada periode perkembangan ini. Menjadi konsisten dan menetapkan batasan
perilaku anak adalah hal yang paling dibutuhkan. Menghukuk anak setiap kali mengatakan
“tidak” memberikan dampak yang negatif.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan pada subjek, yaitu cara mengatasi snak yang temper
tantrum. Pilihan B dan C hilangkan terlebih dahulu karena mereka memiliki kesamaan makna.
Selanjutnya hilangkan pilihan D dan E karena tindakan tersebut menimbulkan dampak negatif
dalam pola perkembangan anak.
Review: Perkembangan psikososial pada anak usia todller
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Keluarga
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 380

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 055:


Seorang perawat sedang menyiapkan daftar tindakan untuk orang tua pada anak usia sekolah
dengan diagnosa pedikulosis kapitis (Kutu rambut). Manakah yang seharusnya ada di dalam
daftar tersebut?
A. Gunakan semprotan anti kutu pada seprei dan perabot rumah tangga
B. Gunakan sampo pembasmi kutu dan ulangi perawatan tersebut selama 14 hari
C. Cuci semua seprei dan pakaian dalam air dingin serta keringkan pada suhu yang tidak terlalu
panas
D. Bersihkan lantai dari debu, area bermain, dan perabot untuk menghilangkan rambut-rambut
yang mungkin membawa tekur kutu
E. Gunakan kapur barus dan minyak kelapa
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 055:
Jawaban : D
Rasional: Kegiatan dengan membersihkan rumah di(perlukan untuk menghilangkan kutu rambut
dan telurnya. Semprotan anti kutu tidak diperlukan dan tidak digunakan pada seprei, perabot
rumah tangga, dan tidak baik bagi anak. Obat pembasmi kutu rambut harus menggunakan resep
dan orang tua sebaiknya mengikuti aturan pemakaiannya untuk waktu penggunaan serta
kontraindikasinya jika digunakan oleh anak-anak. Seprei sebaiknya dicuci dengan air panas dan
dikeringkan pada suhu yang tinggi.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, yaitu perawatn pedikulosis kapitis (kutu
rambut) di rumah. Hilangkan pilihan 1, ketahuilah bahwa semprotan anti kutu sebaiknya tida
digunakan. Obat pembasmi kutu rambut digunakan sesuai petunjuk pemakaian. Hilangkan
pilihan 3 karena seperi sebaiknya dicuci dengan air panas dan dikeringkan pada suhu yang
tinggi.
Review: Perawatan di rumah pada anak dengan pedikulosis kapitis
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Integumen
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 1028; Mc Kinney et al (2013), p. 1315-1316
Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 056:
Klien menanyakan kepada perawat tentang fungsi plasenta. Perawat akan menjawab pertanyaan
klien dengan pengetahuan yang mana mengenai fungsi plasenta?
A. Melindungi terhadap benturan dan melindungi janin
B. Mempertahankan temperatur tubuh janin
C. Melingkuoi janin dan memungkinkan pergerakan janin
D. Memungkinkan pertukaran nutrisi dan sisa metabolisme antara ibu dan janin
E. Mencegah partikel besar seperti bakteri masuk ke janin
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 056:
Jawaban : D
Rasional: Plasenta memungkinkan pertukaran nutrisi dan sis metabolisme antara ibu dan janin.
Cairan amnion melingkuppi, mencegah benturan dan melindungi janin, memungkinkan
pergerakan janin. Amnion juga mempertahankan suhu tubuh janin
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalh, fungsi plasenta. Pengetahuan ini
diperlukan untuk dapat menjawab pertanyaan di atas. Ingat bahwa plasenta menyediakan nutrisi
bagi janin.
Review: Struktur dan fungsi plasenta dan cairan aminion
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Reproduksi
Daftar pustaka: Mc Kinney et al (2013), p. 225

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 057:


Methylergonovine adalah obat yang diberikan pada perempuan untuk mengatasi perdarahan
postpartum. Sebelum memberikan obat methylergonovine, apakah data prioritas yang harus
diperiksa oleh perawat ?
A. Kontraksi uterus
B. Tekanan darah
C. Jumlah lokea
D. Refleks tendon dalam
E. Tinggi fundus uteri
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 057:
Jawaban : B
Rasional: Methylergonovine merupakan ergot alkaloid sebagai agen yang digunakan untuk
mencegah atau mengontrol perdarahan pos partum oleh kontraksi uterus. Methylergonovine
menyebabkan kontraksi uterus secara terus-menerus dan meningkatkan tekanan darah. Hal utama
yang diperksa sebelum pemberian obat ini adalah tekanan darah. Pemberi pelayanan sebaiknya
melaporkan jika klien menunjukkan adanya hipertensi. Meskipun pilihan A, C, dan D merupakan
komponen-komponen dari hasil pengumpulan data, akan tetapi pilihan B adalah data spesifik
yang perlu diperhatikan dalam pemberian obat ini.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan pada kata-kata penting, “prioritas.” Hilangkan pilihan
A dan C terlebih dahulu, karena memiliki kesamaan makna dan saling berkaitan. Dari sisa
pilihan-pilihan yang lain, gunakan prinsip ABC. Memantau tekanan darah adalah cara untuk
memriksa sirkulasi.
Review: Efek samping dari Methylergonovine
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Reproduksi
Daftar pustaka: Mc Kinney et al (2013), p. 668

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 058:


Perawat sedang memberikan perawatan pada klien dengan emboli lemak pasca fraktur multipel.
Manakah data yang akan di kaji perawat sebagai indikasi paling positif dari pemulihan emboli
lemak ?
A. Pikiran jernih
B. Sesak napas minimal
C. Saturasi oksigen 85%
D. Level oksigen arteri 78 mmHg
E. Tekanan darah sistole > 140 mmHg

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 058:


Seorang perawat membantu menyusun rencana perawatan klien. Tugas manakah yang kurang
sesuai untuk dilimpahkan kepada tenaga pembantu perawat?
A. Memeriksa suhu tubuh klien per-oral secara berkala
B. Membantu klien anak difabel dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan untuk makan
siang
C. Mengambil sampel urin klien berusian 70 tahun yang MRS sejak 3 hari lalu
D. Membantu klien post reseksi usus/ abdomen 8 hari lalu berusia 51 tahun, yang dipulangkan
menuju kendaraaannya
E. Memberikan injeksi insulin subkutan kepada klien diabetes
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 058:
Jawaban : B
Rasional: Perawat harus menentukan tugas yang paling sesuai berdasarkan keahlian staf
keperawatn dan kebutuhan klien. Pada kasus ini, tugas yang kurang sesuai untuk dilimpahkan
kepada TPP adalah untuk membantu klien anak difabel dengan gangguan pertumbuhan dan
perkembangan untuk makan siang. Ini karena anak tersebut kemungkinan mengalami kesulitan
untuk makan dan menelan, sehingga memiliki resiko terhadap tersedak dan aspirasi. Tiga pilihan
jawaban lainnya tidak menunjukkan adanya indikasi resiko yang dapat terjadi karena
keterbatasan kompetensi TPP.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata-kata yang ditekankan, “kurang sesuai.” Kata-kata
ini mengindikasikan pertanyaan negatif dan meminta anda menjawab dengan pilihan yang salah.
Gunakan prinsi ABC dan ingat kembali prinsip-prinsip pendelegasian dan pengawasan kinerja
sejawat dalam menjawaba pertanyaan. Ingat bahwa tugas yang dilimpahkan pelu disesuaikan
dengan kepakaran dan kapasitas staf keperawatan.
Review: Prinsip penugasan dan pelimpahan tanggung jawab
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Zerwekh et al (2015), p. 305-306, 308

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 059:


Seorang perawat bekerja di unit rawat inap merencanakan pelimpahan tugas keperawatn klien
yang menderita hipertensi.Klien manakah yang dapat dilimpahkan perawatannya kepada tenaga
pembantu perawat?
A. Seorang klien yang membutuhkan pemeriksaan balans luaran urin 24 jam
B. Klien yang membutuhkan perawatan luka dua kali sehari
C. Klien yang menjalani proses manajemen pencernaan dan membutuhkan suposutoria rektal dan
enema harian
D. Seorang yang menderita diabetes melitus yang membutuhkan tera[i insulin dan dukungan diet
terkendali
E. Klien penderita stroke yang membutuhkan pemasangan NGT
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 059:
Jawaban : A
Rasional: Perawat harus menentukan pelimpahan tugas yang paling sesuai terhadap kemampuan
staf dan kebutuhan perawatan klien. Pelimpahan tugas perlu disesuaikan terhadap deskripsi tugas
staf, tingkat kompetensi klinis dan kebijakan lokal. Pilihan B, C, D, dan E melibatkan
pendekatan keperawatan yang membutuhkan kompetensi perawat yang memiliki sertifikasi
kemampuan khusus. Searang TPP tidak diperbolehkan karena tidak memiliki lisensi untuk
melaksanakan tindakan pada tiga pilihan jawaban tersebut.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek pertanyaan, pelimpahan tugas pda tenaga
pembantu perawat. Pikirkan penugasan yang dapat dilakukan oleh TPP. Hilangkan pilihan B, C,
D, dan E karena klien ini membutuhkan perawatn yang dapat dilakukan oleh perawat.
Review: Prinsip-prinsip pendelegasian tugas
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 26

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 060:


Manakah intervensi yang paling tepat untuk merawat klien dengan gejolak penolakan pada
ketergantungan alkohol?
A. Pantau kenaikan berat badan
B. Pertahankan status puasa
C. Sediakan dukungan kelompok
D. Sediakan stimulasi dalam lingkungan
E. Sediakan orientasi realitas yang sesuai
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 060:
Jawaban : E
Rasional: Ketika klien sedanga mengalami gejala penolakan padaketergantungan alkohol,
prioritas perawatan yaitu mencegah klien membahayakan dirinya sendiri. Perawat sebaiknya
menurunkan stimulasi lingkungan untuk menjaga klien sebisa mungkin agar tetap tenang.
Perawat sebaiknya memantau TTV secara ketat dan melaporkan temuan yang abnormal. Perawat
mengorientasikan kenyataan sesering mungkin kepada klien dan dan menempatkan halusinasi
secara terapeutik. Nutrisi dan asupan cairan yang adekuat harus dipertahankan dengan baik.
Strategi Mengerjakan Soal: Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk membantu dalam
memilih intervensi yang tepat. Selain itu ingat kembali karateristik yang berhubungan dengan
gejala penolakan pada ketegantungan alkohol akan membantu menjawab dengan tepat.
Review: Intervensi pada gejal penolakan pada ketergantungan alkohol
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Stuart (2013), p. 454

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 061:


Perawat dan beberapa orang menyaksikan kejadian kecelakaan yang menimpa seorang pejalan
kaki yang ditabrak kendaraan yang berjalan lambat di sebuah jalan kecil. Korban kebingungan
dan coba bangun, tapi kakinya tampak fraktur. Apa yang harus dilkukan perawat?
A. Mencoba melakukan reduksi fraktur
B. Membantu korban untuk bangun dan berjaln ke pinggir jalan
C. Meninggalkna korban beberapa saat untuk memanggil ambulans
D. Menunggui korban dan menyuruh klien untuk tidak bergerak
E. Membantu korban memanggil ambulans
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 061:
Jawaban : D
Rasional: Dengan dugaan terjadinya fraktur, klien sebaiknya tidak bergerak kecuali berada di
tempat berbahaya. Perawat harus tetap bersama klien dan meminta orang lain memanggil
ambulans. Frakturtidak dapat direduksi pada saat kejadian. Sebelum memindahkann klien, area
frakturharus dimobilisasi untuk mencegah cedera lebih lanjut.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, tindakan yang akan dilakukan jika
dicurigai terjadi fraktur. Abaikan pilihan A dan B lebihdahulu, karena tindakan ini hampir sama
atau mirip dan dapat menyebabkan cedera lebih lanjutpada klien. Dari jawaban tersisa tindakan
yang paling aman adalah perawat tetap bersama klien dan meminta orang lain memanggil
ambulans.
Review: Perawatan darurat untuk klien fraktur
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aktivitas dan istrahat
Sistem Tubuh: Muskuluskeletal
Daftar pustaka: Lewis et al (2014), p. 1518
Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 062:
Seorang anak MRS dengan kemungkinan dianosa sindrom nefrotik. Manakah gejala yang
sebaiknya diobservasi oleh perawat?
A. Mual
B. Muntah
C. Proteinuria
D. Kehilangan berat badan
E. Penurunan serum lipid
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 062:
Jawaban : C
Rasional: Sindrom nefrotik adalah salah satu gangguan ginjal dengan karateristik peningkatan
proteinuria, hipoalbuminuria, edema, peningkatan serum lipid, anoreksia, dan pucat. Jumlah urin
menurun, urin terlihat gelap dan berbuih. Anak dengan kondisi ini mengalami peningkatan berat
badan.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan diagnosa anak dan fokus pada subjek yaitu karateristik
pada anak dengan sindrom nefrottik, untuk menjawab pertanyaan. Ingat kenbali bahwa
karateristiknya yaitu proteinuria, hipoalbuminuria, edema, peningkatan serum lipid, anoreksia,
dan pucat.
Review: Sindrom nefrotik
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Eliminasi
Sistem Tubuh: Ginjal dan saluran kemih
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 914; Mc Kinney et al (2013), p. 1132

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 062:


Perawat sedang merawat klien yang terpasang traksi skeletal pada kaki kiri. Klien mengeluh
nyeri berat pada kaki kiri. Manakah tindakan yang harus dilakukan oleh perawat lebih dulu ?
A. Melakukan perawatan pin
B. Memanggil tim medis
C. Memonitor posisi klien di tempat tidur
D. Memberikan obat analgesik
E. Memonitor drainase klien
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 063:
Jawaban : C
Rasional: Klien yang mengeluh nyeri hebat membutuhkan perubahan posisi atau bebantraksi
yang terlalu berat. Perawat memperbaiki posisi klienjika belum efektif panggil tim medis. Nyeri
kaki yang hebat setelah dipasang traksi, mengindikasikan adanya masalah. Mengobati klien
harus dilakukan setelah menentukan penyebab nyeri. Melakukan perawatan pin tidak
berhubungan dengan masalah pada kasus di atas.
Strategi Mengerjakan Soal: Catat kata penting “lebih dulu.” Gunakan langkah-langkah proses
keperawatan. Pilihan jawaban tentang memonitor posisi klien hanya dilakukan untuk proses
pengumpulan data.
Review: Traksi skeletal
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Muskuluskeletal
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p.744

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 064:


Seorang perawat merawat klien yang baru MRS setelah mengalami cedera akibat kebakaran
rumah. Klien berusaha untuk menyelamatkan tetangganya karena terjadi kebakaran, meskipun
dengan segala usaha klien, tetangganya telah meninggal. Manakah tindakan yang tepat perawat
lakukan agar memungkinkan klien mampu melewati masa krisisnya?
A. Identifikasi kemampuan fungsi klien
B. Identifikasi potensi klien untuk membahayakan dirinya sendiri
C. Tanyakan tentang perasaan klien yang mungkin mempengaruhi adaptasinya
D. Tanyakan persepsi klien terhdapa penyebab dari kematian tetangganya
E. Identifikasi adaptasi klien
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 064:
Jawaban : C
Rasional: Pertama kali klien harus mengahdapi perasaannya dan respon negatif klien mampu
melewati makna situasi krisis. Pilihan C berkaitan langsung dengan perasaan klien. Pilihan A, B,
dan D tidak berkaitan secara langsung ditujukan pada perasaan klien.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu penyesuaian pad situasi krisis. Fokus pada
perasaan klien akan mengarahkan anda pada pilihan yang tepat.
Review: Tindakan perawat pada situasi krisis
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan Mental
Daftar pustaka: Stuart (2013), p. 180, 190

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 065:


Seorang perawat mendokumentasikan bahwa klien menunjukkan pernapasan Cheyne-Stokes.
Berdasarkan pengumpulan data klien. Apakah data yang akan ditemukan oleh perawat?
A. Irma pernapasan yang disertai dengan periode apnea
B. Pernapasan yang teratur, cepat dan dalam
C. Pola napas tidak teraturdan dalam
D. Pernapasan tidak teratur dengan adanya periode istrahat di akhir inspirasi dan ekspirasi
E. Pernapsan ynag dalam dan panjang
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 065:
Jawaban : A
Rasional: Pernapasan Cheyne-stokea adalah irama pernapsan yang disertai dengan periode
apnea dan dapat mengindikasikan gangguan metabolik pada hemisfer otak dan bangsal ganglia.
Hiperventilasi neurogenik adalah pernapasan teratur, cepat dan dalam yang dapat
mengindikasikan adanya gangguan pada bagian bawah otak tengah dan pons bagian tengah.
Pernapasan ataksik adalah pernapasan tidak teratur dan dalam serta dapat mengindikasikan
adanya gangguan medula. Pernapsan apneustik adalah pernapsan yang tidak teratur dengan
adanya, periode istrahat di akhir inspirasi dan ekspirasi, serta dapat mengindikasikan gangguan
pada pons bagian tengah dan bawah.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu Karateristik pernapasan Cheyne-stokes.
Jika anda dapat mengingat kembali bahwa periode apnea terjadi dengan jenis pernapasan ini,
anda dapat menjawab pertanyaan ini dengan tepat.
Review: Karateristik dari pernapasan Cheyne-stokes
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Komunitas
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Pernapasan
Daftar pustaka: dewit, Kumagai (2013), p. 273, 507

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 066:


Seorang perawat hendak memastikan bahwa UGD di RS tempatnya bekerja siap menghadapi
bencana dan menyususn rencana tindakan untuk mendidik staf di sana. Tindaka manakah yang
harus perawat rencanakan untuk menyiapkan staf kepearawatan?
i. Mngidentifikasi peran perawat yang harus dijalankan saat bencana
ii. melakukan simulasi dan latihan terhadap rencana sebelum terjadi bencana
iii. Memulai mendidik staf menjalankan peran saat terjadi bencana
iv. Mendukung setiap perawat untuk mengembangkan rencana keseipsiagaan darurat pribadi
v. Menyusun rencana reaksi cepat tanggap untuk unit gawat darurat jika terjadi bencana
pilihan Jawaban
A. i, ii, iii, iv
B. ii, iii, iv, v
C. i, ii, iii, v
D. i, iii, iv, v
E. i, ii, iv, v
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 066:
Jawaban : A
Rasional: Bencana dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan. Karenanya, fasilitas kesehatan
perlu memiliki perencanaan reaksi kesiapsiagaan terhadap bencana. Dalam upaya
mempersiapkan staf menghadapi bencana, seorang manajer keperawatan harus mengidentifikasi
peran perawat saat terjadi bencana, memulai pendidikan bagi staf tentang diharapkan dari
mereka saat terjadi bencana, menguji rencana sebelum terjadi bencana, dan mendukung para
perawat untuk menyusun kerangka kesiapsiagaan bencana pribadi. Seorang manajer keperawatan
tidak perlu menunggu terjadinya bencana untuk mengembangkan kerangka/rencana karena
berujung pada keterbatasan sumber daya untuk menyediakan pelayanan yang aman kepada klien
saat terjadi bencana.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek rencana/kerangka/protokol kesiapsiagaan
bencana. Perhatikan kata-kata siap siaga mengahadpi bencana dalam pertanyaan. Eliminasi
pilihan jawaban v karena perencanaan atau penyusunan protokol yang disusun saat bencana
mengindikasikan perencanaan yang tidak cukup.
Review: Persipan menghadapi bencana
Kompetensi: Prakti profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: dewit, Kumagai (2013), p. 1002-1003

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 065:


Seorang perawat perawat menanyakan kepada ibu tentang faktor pencetus rasa nyeri yang
dialami anaknya dengan penyakit anemia sel sabit. Jika teridentifikasi oleh ibu terkait faktor
pencetusnya, manakah identifikasi faktor pencetus yang perlu diedukasi kembali selanjutnya
oleh perawat?
A. Stres
B. Trauma
C. Infeksi
D. Kelebihan cairan
E. Hipoksemia
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 067:
Jawaban : D
Rasional: Faktor pencetus dapat disebabkan oleh infeksi, dehidrasi, hipoksia, trauma atau sters.
Ibu dengan anak penyakit anemia sel sabit harus pat memenuhi asupan jumlah cairananak 1,5
sampai 2 kali lebih banyak dari kebutuhannya untuk mencegah dehidrasi.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan pada kata-kata penting “pelrlu diedukasi selanjutnya.”
Pilihan jawaban tersebut mengindikasikan ketidaktahuan ibu dan mengarhkan anda untuk
memilih jawaban pada pernyataan yang salah. Ingat kembali bahwa pemberian asupan cairan
adalah hal yang penting untuk perawatan pada penyakit anemia sel sabit dalam mencegah
dehidrasi dan rasa nyeri akan mengarahkan anda pada pilihan yang benar.
Review: Penyakit anemia sel sabit
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Cairan dan elektrolit
Sistem Tubuh: Darah dan sistem kekebalan imun
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 879-880

Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 068:


Jawaban : A
Rasional: Amenorea mungkinterjadi selama memberikan Asi, akan tetapi klien dapat berovulasi
tanpa menstruasi. Penggunaan sabun pada payudara sebaiknya dihindarkankarena hal itu
cenderung akan menghilangkan minyak alami kulit yang dapat menimbulakn puting susu kering
atau pecah-pecah. Asupan laori sebaiknya ditingkatkan 200-500 kalori perhari (sesuain dengan
anjuran dokter), adanya peningkatan asupan cairan dan pemberian resep vitamin prenatal.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan pada kata-kata penting “perlu diedukasi kembali
selanjutnya.” Pilihan jawabn tersebut mengindikasikan ketidaktahuan klien menuntun anda untuk
memilih jawaban dengan pernyataan yang salah. Ingat kembali fisiologi yang berhubungan
dengan amenorea dan ovulasi selama memberikan ASI akan mengarahkan adanda pada pilihan
yang tepat.
Review: Materi edukasi pada ibu dalam pemberian ASI
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kogniti
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Seksual
Sistem Tubuh: Reproduksi
Daftar pustaka: Mc Kinney et al (2013), 242, 753

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 069:


Manakah intervensi keperawatan yang tepat dilakukan pada klien lanjut usi dengan presbikusis
yang mengalami gangguan pendengaran?
A. Bicara lebih keras
B. Bicara lebih pelan
C. Gunakan nada suara yang rendah
D. Gunakan nadasuara yang tinggi
E. Gunakan bahasa isyarat
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 069:
Jawaban : C
Rasional: Prsbikusis merupakan gangguan yang terkait dengan usia, bersifat permanen
perubahan degeneratif pada telinga bagian dalam yang mengakibatkan penurunan ketajaman
pendengaran. Hail dari perubahan-perubahan ini, klien lanjut usia mengalami penurunan respon
pada suara yang berfrekuensi tinggi. Nada suara pelan lebih muda didengar dan dimengerti oleh
klien lanjut usia. Berbicara lembut atau pelan tidak akan membantu.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu intervensi pada klie dengan gangguan
pendengaran. Ingat kembali bahwa klien dengan gangguan respon pendengaran lebih baik
menggunakan nada suara rendahakan menuntun anda pada pilihan jawaban yang tepat.
Review: Karateristik yang berhubungan dengan presbikusis dan gangguan pendengaran
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Gerontik
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Reproduksi
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), 589
Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 070:
Seorang perawat mengumpulkan data dari klien dengan kehamilan kembar tiga. Klien memiliki
anak berusia 3 tahun yang lahir pada usia gestasi 39 minggu. Manakah dokumentasi perawat
terhadap status gravid dan para pada klien tersebut?
A. Gravida I, para I
B. Gravida II, para I
C. Gravida II, para II
D. Gravida III, para II
E. Gravida III, para III
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 070:
Jawaban : B
Rasional: Gravida adala perempuan yang telah hamil, tanpa memperhatikan usia kehamilan.
Parity adalah jumlah kelahiran setelah usia gestasi 20 minggu; tidak menggambarkan jumlah
janin atau bayi. Pilihan A, C dan D adalah susah berdasarkan definisi dari dua hal tersebut.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek definisi gravida dan paruty diperlukan untuk
menjawab pertanyaan secara tepat. Ingat bahwa gravid menunjukkan perempuan yang telah
hamil tanpa memperhatikan usia kehamilan. Parity adalah jumlah kelahiran setelah usia gestasi
20 minggu; tidak menggambarkan jumlah janin atau bayi.
Review: Definisi gravida dan party
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Seksual
Sistem Tubuh: Reproduksi
Daftar pustaka: Mc Kinney et al (2013), p. 246-247

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 071:


Setelah empelajari dampak psikologis pasca bencana, perawatditugaskan untuk merawat klien
yang baru saja menyaksikan aksi penembakan massal. Dalam menyingkapi ainformasi subjektif
dari klien, Tindakan manakah yang harus dilakukan oleh perawat?
i, Bersikap tenang dan meyakinkan
ii, Memberikan klien untuk menyendiri
iii, Menunjukkan sikap peduli pada klien
iv, Menyusun laporan dan mendengarkan secara aktif terhadap penyampaian klien
v, Menghindari pembicaraan terhadap bencana yang dialami agar klien tidak merasa sedih
Pilihan jawaban
A. i, ii, iii
B. ii, iii, iv
C. ii, iv, v
D. i, iii, v
E. i, iii, iv
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 071:
Jawaban : E
Rasional: Salah satu penting tugas perawat setelah terjadi bencana massal adalah untuk
melakkan pemeriksaan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah kehatan psiskosial. Dalam hal
ini perawat perlutetap tenang dan meyakinkan, dan menunjukkan sikap peduli kepada klien.
Perawat juga harus menyusun laporan dengan klien dan mendengarkan klien secara aktif.
Tindakan membirkan klien untuk menyendiri tanpa dukungan atau menghindari pembicaraan
tentang bencana yang baru saja dialami dapat berdampak buruk terhadap kesehatn psikososial
klien.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek dampak psikossosial pasca kejadian
penembakan massal. Eliminasi pilhan ii dan v karena tidak menunjukkan upaya pemberian
lingkungan yang terapeutik pada klien.
Review: Tindakan keperawatan klien setelah bencana massal
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 1002-1003

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 072:


Suara alarm pada tekanan rendah ventilator. Perawat mengecek kondisi klien dan berusaha untuk
menentukan tujuan pengaturan alarm namun tidak berhasil. Manakah dari tindakan awal berikut
ini yang harus dilakukan perawat?
A. Pemberian oksigen
B. Memberikan ventilasi secara manual
C. Momonitor TTV klien
D. Memulai tindakan resusitasi jantung paru
E. Pemberian cairan infus
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 072:
Jawaban : B
Rasional: jika pada suatu alarma berbunyi dan perawat tidak dapat menemukan penyebab
masalah, sambungan ventilator klien akan diputus, alat resusitasi manual dari ventilator
digunakan untuk menujang proses respirasi klien. Memonitor vital sign bukan merupakan
tindakan awal, tidak ada indikasi untuk melakukan tindakan CPR.
Strategi Mengerjakan Soal: Gunakan konsep ABC dan catat kata penting “awal.” Baca soal
dengan hati-hati untuk mengingat bahwa pokok masalah berhubungan dengan ventilasi klien
yang adekuat. Berfokus pada masalah ini akan mengarahkan anda pada jawaban yang tepat.
Review: Perawatan klien dengan ventilasi mekanik
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Pernapsan
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 327

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 073:


Seorang perawat sedang merencanakan tindakan pada klien untuk hari ini. Manakah tugas yang
paling tepat untuk dilakukan oleh seorang perawat yang tidak berlisensi dalam membantu klien?
A. Seorang klien yang membutuhkan irigasi luka
B. Seorang klien yang membutuhkan mobilisasi sering
C. Seorang klien yang secara kontinyu makan melalui selang
D. Seorang klien yang membutuhkan observasi TTV setelah kateterisasi jantung
E. Seorang klien yang menerima digoksin dua kali sehari
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 073:
Jawaban : B
Rasional: Perawat harus menentukan tindakan yangpaling tepat berdasarkan kemampuan staf
perawat dan kebutuhan-kebutuhan klien. Pada kasus ini, tindakan yang paling tepat untuk
perawat yang tidak berlisesnsi sebaiknya mobilisasi sesering mungkin pada perawatan klien
karena memiliki keterampilan pada tindakan tersebut. Klien yang telah dilakukan kateterisasi
jantung akan membutuhkan pemantauan spesifik ditambah dengan TTV-nya. Irigasi luka dan
pemberian makan melalui selang tidak dilakukan pada seseorang perawat yang tidak
berkompeten.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan pada kata-kata penting “paling tepat dan fokus pada
subjek yaitu tindakan pada perawata yang tidak berlisensi. Jawab pertanyaan ini dengan
mengingat kembali prinsip-prinsip dari delegasi dan supervisi kepada pekerjaan orang lain. Ingat
bahwa pekerjaan yang didelegasikan kepada orang lain harus dilakukan secara konsisiten sesuai
tingkat kemampuan individu dengan ada atau tidaknya lisensi.
Review: Prinsip-prinsip pendelegasian
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Linton (2012), p. 53

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 074:


Saat perawat sedang menjelaskan pada klien yang didiagnosa diabetes tipe 1, penyataan
manakah yang mengindikasikan bahwa penjelasan telah efektif?
A. “Saya akan berhenti menggunkan insulin jika saya tidak bisa makan karena sakit parah”
B. “Saya akan menurunkan dosis insulin selama saya sakit”
C. “Saya akan menyesuaikan dosis insulin menurut kadar glukosa dalam urin”
D. “Saya akan melaporkan kepada tim medis, jika kadar glukosa darah saya konsisten lebih dari
250 mg/dL
E. “Saya akan raji berolahraga”
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 074:
Jawaban : D
Rasional: Selama masa sakit, klien harus memonitor gula darah, ia harus melaporkan kepada tim
medis jika kadar gula darah lebih dari 250 mg/dL. Insulin tidak boleh dihentikan. Pada
kenyataannya insulin harus ditingkatkan selama masa sakit. Dosis insulin tidak boleh diubah
tanpa anjuran medis.
Strategi Mengerjakan Soal: catat kata penting “efektif.” Catat bahwa pilihan jawaban yang
berkaitan dengan penghentian atau penurunan dosis insulin adakah dapat dibandingkan atau
mirip; karena itu abaikanpilihan tersebut. Ingat bahwa kadar serum glukosa darah harus
dimonitor lebih utama dari kadar glukosa urin tidak akurat sebagai indikator.
Review: Manajemen glukosa darah
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Endokrin dan metabolisme
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 827-828; Linton (2012), p. 1064-1065
Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 075:
Seorang ibu dari anak berusia 3 tahun menginformasikan kepada perawat bahwa anaknya terus-
menerus menggaruk kulit sehingga kulit berwarna kemerahan. Manakah pengkajian data yang
menunjukkan anak mengalami skabies?
A. Terlihat garis merah keabuan
B. Lesi berwarna keunguan
C. Kulit tebal dan ada kerak kulit kekuningan
D. Adanya gelembung-gelembung di kulityang berisi cairan
E. Kulit mengelupas berwarna keunguan
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 075:
Jawaban : A
Rasional: Skabies membentuk lorong seperti garis halus merah keabuab. Gangguan itu
mungkinakan sulit dilihat karena tertutupi oleh bekas garukan dan proses inflamasi. Lesi
berwarna keunguan mungkin megindikasikan gangguan yang bervariasi, termasuk kondisi
sistemik. Kulit tebal dan ada kerak kulit kekuningan adalah karateristik dari impetigo. Adanya
gelembung-gelembung berisi cairan terlihat pada klien dengan Herpeks simpleks
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu karateristik kutu skabies. Ingat kembali
bahwa kutu skabies membuat lorong yang akan membantu mengarahkan anda pada pilihan yang
benar.
Review: Karateristik Skabies
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Afektif
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Integumen
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 1024, 1026; Jarvis (2012), p. 248

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 076:


Seorang perawat bekerja pada suatu shift berjalan ke ruang rawat klien dan menemukan klien
tidak sadarkan diri. Klien tidak bernapas, tidak teraba nadi, perawat dengan segera memanggil
bantuan. Apakah tindakan selanjutnya yang seharusnya dilakukan perawat?
A. Berikan bantuan pernapsan
B. Berikan klien oksigen
C. Mulai lakukan kompresi dada
D. Ventilasi dengan mulut dan alt sungkup
E. Lakukan posisi pemulihan
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 076:
Jawaban : C
Rasional: Perawat sebainya mengikuti prosedur CAB (Compressions, Airway and Breathing).
Berdasarkan hal tersebut, tindakan yang selanjutnya dilakukan oleh perawat yaitu mulai dengan
komprsi dada.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata-kata penting “selanjutnya.” Ingat kembali CAB
akan membantu mengarahkan anda pada pilihan jawaban C. Perhatikan juga pada pilihan A, B,
dan D memiliki kesamaan yaitu tindakan yang mengarah pada jalan napas.
Review: Pedoman-pedoman pada CPR
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Pernapasan
Daftar pustaka: Dewit (2013), p. 1034

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 077:


Isosorbid mononitrat (Imdur) diresepkan untuk klien angina pektoris. Klien mengatakan pada
perawat bahwa obatnya menyebabkan sakitkepala kronis. Manakah dar hal dibawah ini yang
dapat disarankan pada klien?
A. Kurangi dosis menjadi separuhnya
B. Hentikan pengobatan
C. Minum obat bersama makanan
D. Hubungi tim medis
E. Minum obat sebelum makan
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 077:
Jawaban : C
Rasional: Isosorbide mononitrat merupakan obat antiangina. Sering sakit kepala merupakan efek
samping obat dan biasanya akan hilang selama terapi pengobatan yang teratur. Jika sakit kepala
terjadi selama pengobatan klienharus diintruksikan untuk minum obat bersama makanan atau
kue. Tidak perlu menghubungi tim medis kecuali sakit kepala menetap selama pengobatan.
Tidak seharusnya mengintruksikan klien untuk berhenti minum obat atau menyesuaikan dosis.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, isosorbide mononitrat. Abaikan
pilihan A dan B lebih dulu karena bukan lingkup praktik keperawatan untuk klien menghentikan
atau mengurangi dosis obat. Dari pilihan yang lain, ingat kembali bahwa sakit kepala dapat
hilang dengan pemberian makan selam pengobatan akan membantu mengarahkan anda pada
pilihan C.
Review: Isosorbide mononitrat
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Jantung, pembuluh darah, dan sistem limfatik
Daftar pustaka: Hodgson, Kizior (2015), p. 648

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 078:


Manakah intervensi yang paling tepat untuk memberikan perawatan pada bayi?
i, Bedong bayi
ii, Berbicara dengan suara keras
iii, Sediakan 1 botol jus di waktu tidur siangnya
iv, Gantung mainan berwarna hitam putih dengan desain yang kontras
v, Rawat bayi ketika mandi dan mengganti popok
vi, Birkan bayi menangis selama 10 menit sebelum diberikan respon
Pilihan jawaban
A. i, iii, vi
B. ii, iv, vi
C. iii, iv, v
D. ii, iii, vi
E. i, iv, v
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 078:
Jawaban : E
Rasional: Dengan memegang membelai dan membedong dapat memberikan kehangatan dan
stimulasi taktil pada bayi. Untuk memberikan stimulasi pendengaran perawat sebaiknya
berbicara pada bayi dengan suara lembut dan memberikan ibu untuk melakukannya juga.
Intervensi lainnya termasuk bermain denagn kotak musik, radio atau televisi, jam yang berdetak,
atau mainan yang menghasilkan suara. Gantung benda yang berwarna terang dengan jarak 20-25
cm dari wajah bayi di bagian tengah dan gantung banda berwarna kontras (hitam dan putih)
untuk memberikan stimulasi penglihatan. Menangis adalah cara bayi untuk berkomunikasi; oleh
karena itu perawat sebaiknya berespon terhadap bayi menangis dan sebaiknya ibu melakukan hal
yang sama juga. Seorang bayi atau anak tidak dianjurkan minum sesaat sebelum tidur, susus, jus,
soda atau minuman manis lainnya karena akan beresiko terjadinya karies gigi.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu perawatan pada bayi. Perhatikan kata
keras pada pilihan nomor2 dan kata-kata minimal 1o menit sebelum diberikan respon pada
pilihan nomor 6 akan membantu anda untuk menghilangkan pilihan-pilihan jawaban tersebut.
Ingat kembali resiko terjadinya karies gigi akan membantu anda menghilangkan pilihan npmpr 3.
Review: panduan-panduan yang berhubungan denga perawatan bayi
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Keluarga
Proses Keperawatan: perencanaan
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Aktivitas dan istrahat
Sistem Tubuh: Pelayanan Kesehatan
Daftar pustaka: Mc Kinney et al (2013), p. 523

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 079:


Seorang perawat sedang melakukan pengumpulan data klien yang baru masuk pada ruangan
khusus psikiatri. Stelah melihat data yang didapatkan, manakah identifikasi data prioritas yang
harus diperhatikan oleh perawat?
A. Laporan makan klien yang tidak makan tidak tidur
B. Adanya memar yang terlihat pada tubuh klien
C. Laporan klien tentang keinginan untuk membahayakan dirinya
D. Anggota keluarga yang menolak pengobatan
E. Laporan klien tentang gangguan eliminasi
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 079:
Jawaban : C
Rasional: Pemikiran klien adalah hal sangat penting ketika diungkapkan secara verbal. Pikiran
untuk membahayakan diri sendiri adalah hal yang utama. Pilihan A, B, dan D tetap akan
mempengaruhi pengobatan, akan tetapi bukan menjadi hal yang utama pada kasus tersebut.
Strategi Mengerjakan Soal: Klien merupakan fokus dari pertanyaan; oleh karena itu, hilangkan
pilihan D. Fokus pada kata penting “prioritas” dan gunakan kemampuan dalam menentukan
prioritas. Ingatlah ketikan klien mengungkapkan adanya pemikiran untuk membahayakan diri
sendiri, hal itu merupakan data prioritas yang perlu diperhatikan.
Review: Teknik pengumpulan data yang berhubungan dengan pengalaman klienterhadap
keinginan membahayakan diri sendiri
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psokososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Varcarolis (2013), p. 448-449

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 080:


Seorang perawat sedang megkaji data seorang klien di poliklinik yang direncanakan untuk kreksi
hernia. Informasi manakah yang paling tidak penting untuk dikaji oleh perawat?
A. Pernapasan
B. Psikososial
C. Neurologis
D. Kardivaskular
E. Muskuluskeletal
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 080:
Jawaban : B
Rasional: Keadaan psikososial adalah data yang paling tidak penting untuk dikaji saat pertama
kali datang. Dalam kultur kebudayaan asia, memepertanyakan hal ini dianggap tidak patut untuk
dilakukan pada pertemuan pertama dengan klien. Namun status pernapsan, neurologis,
kardiovaskular, yang merupakan data pengkajian fisik yang lebih diutamakan.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata yang diutamakan yang “paling tidak penting”
Gunakan teori hierarki kebutuhan Maslow untuk menjawab pertanyaan ini. Pilihan A, C, dan D
menjawab kebutuhan fisiologis.
Review: Karateristik
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan:Perencanaan
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psokososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Lewis et al (2014), p. 23; p. Potter et al (2013), p. 318

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 081:


Klien dalam tahap penyembuhan dari cedera kepala baru sadar dan berespon erhadap tindakan
keperawatan. Perawat menilai bahwa klien dapat memahami tanda dan gejala mencegah
peningkatan TIK jika dalam observasi klien dapat melakukan aktivitas mana?
A. Napas dalam dengan hidung
B. Latihan isometrik
C. Batuk dengan kuat
D. Bernapas selama peribahan posisi
E. Latihan berjalan
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 081:
Jawaban : D
Rasional: Kegiatan-kegiatan dpat meningkatkan tekanan intraabdomen dan intatoraks secara
tidak langsung akan meningkatkan TIK. Beberapa aktivitas di antaranya adalah latihan,
isometrik, mengejan, batuk, bersin, dan membuang napas dari hidung. Menghenbuskan napas
saat merubah posisi akan membuka glotis yang akan mencegah peningkatan tekanan intratoraks.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, aktivitas yang akan meningkatkan
tekanan intrakranial. Pikirkan kembali tiap pilihan jawaban dalam kaitannya dengan tekanan
pada tubuh yang akan membantu anda mengabaikan tiap jawaban salah.
Review: Peningkatan TIK
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan:Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Cairan dan elektrolit
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 508-509

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 082:


Seorang klien didiagnosa menderita kanker prostat dan diberitahukan bahwa ia memerlukan
tindakan operatif dengan diikuti program kemoterapi. Klien tersebut menyatakan kepada
perawat, “saya banyak membaca tentang alternatif. Apakah patut saya coba?” Manakah jawaban
perawat yang seharusnya disampaikan kepada klien tersebut?
A. “Saya akan mencoba semuanya yang saya mampu jika menderita kanjer”
B. “Anda perlu menanyakan hal tersebut kepada dokter yang merawat anda”
C. “Jangan, karena hal tersebut dapatberinteraksi dengan kemoterapi yang akan dijalani”
D. “Sebaiknya kita diskusi lebih banyak tentang beberapa jenis terapi alternatif”
E. “Anda perlu mencoba yang menurut anda paling baik”
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 082:
Jawaban : D
Rasional: Terapi komplementer (alternatif) termasuk di dalamnya beragam terapi modalitas
yang digunakan untuk melengkapi tindakan konvensional untuk mengatasi penyakit dan keluhan
yang ditimbulkan. Terapi-terapi ini melengkapi tindakan konvensional, tetapi seharusnya juga
diketahui dan disepakati bersama antara klien dengan dokter atau tenaga kesehatan yang
merawat untuk memastikan terapi tersebut tidak memberikan dampak buruk jika diberikan
berdampingan dengan tindkan yang direncanakan. Meskpun demikian, penting bagi perawat
untuk mempelajari dan mendiskusikan terapi alternatif dan komplementer yang dimaksud
bersama dengan klien, yang akanmengeliminasi pilihan B. Pernyataan pada pilihan C terlihat
sangat tidak patut. Begitu juga dengan pilihan A terlihat tidak patut untuk disampaikan kepada
klien. Pilihan D akan memberikan kesempatan kepada klien untuk mendiskusikan dan menjawab
pertanyaan klien
Strategi Mengerjakan Soal: Gunakan teknik komunikasi terapeutik. Singkirkan pilihan A, B,
C, dan E, karena tekinik yang digunakan bersifat non-terapeutik. Pilihan D adalah satu-satunya
yang dapat menjawab pertanyaan klien dan mendukung terjadinya diskusi dengan perawat.
Review: Teknik komunikasi terapeutik
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Ginjal dan saluran kemih
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 166; Potter et al (2013), p. 320-322

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 083:


Seorang perawat membantu rencana pengmbangan perawat klien dengan hiperparatiroid untuk
mendapatkan terapi Calcitonin-human (Cibacalcin). Hasil manakah yang paling diharapkan
terjadi sebagai manfaat terapi ini?
A. Bebas nyeri
B. Klien terbebas dari efek samping
C. Klien mencapai kadar serum kalsium dalam bats normal
D. Klien menyampaikan pemahaman yang baik tentang terapi
E. Penurunan kadar potasium
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 083:
Jawaban : C
Rasional: Hiperkalsemia dapat terjadi pada pada klien dengan hiperparatiroid, dan kalsitonin
digunakan untuk menurunkan kadar kalsium dalam plasma. Tujuan utama terapi ini adalah untuk
menurunkan kadar serum kalsium. Pilihan A tidak berhubungan terapi ini. Meskipun pilihan B
dan D adalah juga tujuan terapi ini, namun bukan lah prioritas dari penatalaksanaan terapi.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata kuci “paling diharapkan.” Fokus pada subjek klien
dengan hiperparatiroid yang mendapatkan terapi Calcitonin-human (Cibacalcin). Juga perhatikan
antara nama obat dengan kalsium dalam pilihan jawaban benar.
Review: Calcitonin-human (Cibacacin)
Kompetensi: Pengembangan profesional
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Cairan dan elektrolit
Sistem Tubuh: Endokrin dan metabolisme
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 825; Hodgson, Kizior (2015), p. 176-177

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 084:


Seorang perawat sedang mengumpulkan data klien dan istri klien mengatakan bahwa klien
mengkonsumsi obat donepezil hydrochloride (Aricept). Apakah nama penyakit yang seharusnya
menjadi pertimbangan perawat berdasarkan penggunaan obat tersebut?
A. Demensia
B. Skizofrenia
C. Kejang
D. gangguan obsesif kompulsif
E. Alzeimer
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 084:
Jawaban : A
Rasional: Donepezil hydrochloride adalah agen kolinergik yang digunakan pada pengobatan
demensia ringan sampai sedang dari tipe alzeimer. Obat itu menambah fungsi kolinergik dengan
meningkatkan jumlah asetikolin. Hal itu memperlambat perkembangan terhadap penyakit
alzeimer. Obat ini digunakan untuk mengatasi gangguan pada pilihan B, C, dan D.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu indikasi donepezil hydrochloride. Ingatlah
bahwa obat ini digunakan untuk mengatasi demensia ringan sampai sedang.
Review: Donepezil
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Hodgson, Kizior (2015), p. 387-388

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 086:


Seorang perawat diintruksikan untuk merawat anak dengan glomerulonefritis. Perawat melihat
riwayat kesehatan anak. Manakah gejala dari glomerulonefritis yang dapat didokumentasikan
oleh perawat?
A. Hipotensi
B. Urine berwarna merah kecoklatan
C. Penurunan BJU
D. Penurunan Blood urea nitrogen (BUN)
E. Urin berwarna kuning
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 086:
Jawaban : B
Rasional: Hematuria merupakan gejala klasik dari glumerulonefritis yang menghasilkan urun
berwarna gelap dan merah kecoklatan. Hipertensi ini juga terjadi pada penyakit ini. Peningkatan
BJU dan BUN dari tingkat sedang ke tingkat berat berhubungan dengan glomerulonefritis.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu tanda dan gejal glomerulonefritis.
Hilangkan pilihan A dan C terlebih dahulu karena hipertensi dan peningkatan BJU mungkin
dapat terjadi pada gangguan ginjal ini. Ingat kembali bahwa klien dengan kondisi tersebut akan
mengalami peningkatan BUN akan membantu anda mengarahkan pada jawaban yang tepat.
Review: Glomerulonefritis
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Eliminasi
Sistem Tubuh: Ginjal dan saluran kemih
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 915

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 087:


Seorang menekankan padaintruksi pencegahan penularan melalui pernapasan pada ibu dari anak
parotitis (penyakit gondongan). Ibu menanyakan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan
pencegahan penularan melalui pernapasan. Apakah respon perawat yang mendasari informasi
tentang parotitis (penyakit gondongan)
A. Pencegahan penularan melalui pernapsan tidak diperlukan
B. Parotitis (penyakit gondongan) tidak ditularkan melalui sistem pernapsan
C. Pencegahan penularan melalui pernapsan dilakukan selam periode infeksius
D. Pencegahan melalui pernapasan dilakukan 18 hari setelah adanya pembengkakan parotis
E. Parotitis (penyakit gondongan) tidak ditularkan melalui sitem perkemihan
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 087:
Jawaban : C
Rasional: Parotitis (penyakit gondongan) ditularkan melaui kontak langsung atau penyebaran
droplet dari orang yang terinfeksi dan kemungkinan kontak urin dengan penderita. Pecegahan
melalui pernapsan diperlukan selama periode infeksius. Pilihan A, B, dan D adalah salah.
Strategi Mengerjakan Soal: Pilihan A dan B dapat dihilangkan terlebih dahulu, karena mereka
memiliki kesamaan makan. Dari sisa pilihan yang lain pilihlah C, karena jawaban tersebut
melingkupi jawaban yang sesuai yaitu periode infeksius. Selain itu waktu yang diutuhkan pada
pilihan D terlalu lama.
Review: Parotitis (penyakit gondongan)
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Darah dan sistem kekebalan imun
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 426

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 088:


Seorang perawat memberikan perawatn pada klien dengan radiasi implan. Prinsip makah yang
diperhatikan oleh perawat?
A. Perempuan yang sedang hamil tidak diizinkan memasuki ruang klien
B. Membatasi waktu interaksi dengan klien sampai dengan 1 jam setiap shift 8 jam
C. Melepas label dosimeter ketika memasuki ruangan klien
D. Individu berusia kurang dari 16 tahun diperbolehkan masuk ke ruangan selama menjaga jarak
sejauh 2 meter dari klien
E. Orang lanjut usia tidak diizinkan masuk
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 088:
Jawaban : A
Rasional: Batasan interaksi perawat dengan klien dengan radiasi implan adalah 30 menit setiap
shift 8 jam. Label dosimeter harus selalu dikenakan saat di dalam ruangan klien. Anak-anak
kurang dari 16 tahun dan wanita hamil tidak diperbolehkan memasuki ruangan. Petunjuk ini
bermaksud untuk melindungi individu dari paparan radiasi.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek perawatan klien dengan implan radiasi internal.
Pilihan Cdapat dikesampingkan karena penggunaan dosimeter adalah untuk mengukur paparan
radiasi. Pemahaman terhadap durasi paparan radiasi akan mengarahkan untuk mengesampingkan
pilihan B. Terhadap sisa pilihan pilihlah Akarena tindakan tersebut berkaitan dengan akibat
paparan radiasi terhadap ibu dan janin.
Review: Radiasi dan implan radiasi internal
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Darah dan sistem kekebalan imun
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 161

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 089:


Saat mendokumentasikan asuhan keperawatn pada klien yang mengalami kerusakan kognitif
ringan yang dirawat di rumah, perawat menyadari informasi penting pada catatan harian
sebelumnya telah terhapus secara tidak sengaja. Apakah yang harus dilakukan perawat?
A. Menulis kembali catatan tresebut setelah menghapus catatan aslinya
B. Memasukan catatn harian sebelumnya dalam catatan hari ini
C. Menambahkan catatan observasi tambahan dan dibeikan tanggal
D. Menuliskan kata “salah” dan menandainya setelah mencoret dengan garis di ats catatan
tersebut
E. Membiarkannya dan menuliskan hasil observasi hari ini saja
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 089:
Jawaban : C
Rasional: Catatan tambahan yang diberikan tanggal dapat dituliskan pada catatan harian jika
diperlukan.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek dokumentasi keperawatan. Dengan mengingat
tindakan keperawatan dalam mendokumentasikan sebagaimana dijelaskan dalam pertanyaan dan
memperhatikan kalimat pertanyaan akan membantu anda memilih pilihan jawaban yang benar.
Review: Dokumentasi keperawatan
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: perencanaan
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Mary O. Eyles (2011), p. 54

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 090:


Seorang perawat sedang membantu klien yang sedang dalam proses persalianan. Perawat
memeriksa tekanan darah klien dan didapatkan tekanan darah menurun. Untuk menurunkan
resiko dari hipotensi supine, manakah posisi yang sebaiknya dianjurkan perawat pada klien?
A. Jongkok
B. Miring kiri
C. Duduk dengan menyatukan telapak kaki (tailor sitting)
D. Semi fowler
E. Trendelenberg
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 090:
Jawaban : B
Rasional: Pembesaran uterus akan menekan aorta dan vena cava ketika perempuan denga posisi
supine yang mengakibatkan hipotensi. Hal inidapat diatasi dengan posisi miring ke kiri. Pilihan
A, C, dan D adalah pilihan yang salah karena pilihan tersebut tidak dapat mencegah terjadinya
hipotensi
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu bagaimana cara menurunkan resiko
terjadinya hipotensi supine. Pikirkan tentang anatomi dari uterus perempuan hamil dan respon
fisiologis dari tekanan pembuluh darah besar di abdomen. Perhatikan pilihan A, C, dan D
memiliki kesamaan makna yaitu klien dengan posisi tegak lurus.
Review: Penilaian perawat terhadap hipotensi ibu hamil
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Reproduksi
Daftar pustaka: Mc Kinney et al (2013), p. 237

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 147:


Seorang perawat bekerja dipuskesmas sedang merencanakan intervensi kepada klien untuk satu
shift. Klien manakah sebaiknya perawat berikanpadaseorang yang tidak berlisensi dalam
membantu klien?
A. Seorang klien yang menutuhkan pengumpulanjumlah urin dalam 24 jam
B. Seorang klien yang membutuhkan perawatan luka dx sehari
C. Seorang klien yang sedang program manajemen eliminasi fekal dan membutuhkan obat
suposituria rektal serta enema setiap hari
D. Seorang klien dengan DM yang membutuhkan insulin setiap hari dan perhatian dalam
pengaturan dietnya
E. Seorang klien dengan hipertensi yang membutuhkan obat antihipertensi 2x sehari
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 147:
Jawaban : A
Rasional: Seorang perawat harus menentukan tugas yang paling tepat berdasarkan kemampuan
stafnya dan kebutuhan-kebutuhan klien. Penugasan dari tindakan-tindakan yang dibutuhkan
diimplementasikan berdasarkan deskripsi pekerjaan dari seseorang individu, tingkat kompetensi
klinisseseorang dan hukum yang berlaku. Pilihan B, C, D, dan E membutuhkan kompetensi
perawat yang berlisensi. Seorang yang membantu tidak perlu lisensi.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek pertanyaan yaitu pendelegasian yang aman
kepada tugas tugas-tugas seseorang yang tidak berlisensi. Menghilangkan pilihan B, C, d, dan E
karena klien membutuhkan perawatan yang dapat dilakukan oleh perawat yang berlisensi dan
berkompeten
Review: prinsip-prinsip delegasi
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 26

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 091:


Perawat sedang memberikan pelatihan tentang kejadian bencana kepada perawat baru.
Pernyataan manakh yang menunjukan bahwa tersebut membutuhkan penjelasan yang lebih baik?
i. Sebuah kejadian da[at dikategorikan sebagai keadaan bencana jika menyebabkan fasilitas
kesehatan tidak mampu mengatasi
ii. Keadaan bencana tidak menyebabkan peningkatan kebutuhan tenaga kesehatan
iii. Keadaan bencana hanya dapat terjadi dalam fasilitas kesehatan dan dapat membahayakan staf
iv. Kejadian bencana terjadi saat para pengunjung bertengkar di unitgawat darurat
v. Kejadian bencana akan membutuhkan kolaborasi dari banyak elemen lokal untuk mengatasi
situasi
Pilihan jawaban
A. ii, iii, v
B. i, ii, iii
C. iii, iv. v
D. i, iii, v
E. ii, iii, iv
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 091:
Jawaban : E
Rasional: Kejadian bencana akan mengakibatkan fasilitas pelayan kesehatan di tempat
membutuhkan kerja sama yang baik dari berbagai elemen dengan fasilitas kesehatan untuk
segera dapat mengatasi situasi krisis. Jenis kejadian ini dapat terjadi di dalam maupun di luar
fasilitas kesehatan. Perselisihan di unit gawat darurat tidaktermasuk ke dalam unit bencana,
tetapi sebagai masalah keamanan dan ketertiban lokal. Situasi bencana hampir selalu
membutuhkan penambahan tenaga kesehatan untuk menjamin keselamatan penangan klien.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata-kata yang ditekankan “membutuhkan penjelasan
yang lebih baik.” Kata-kata ini menunjukkan pertanyaan dan memimnta anda untuk menjawab
jawaban yang salah. Eliminasi pilihan i dan v keduanya adalah pertanyaan yang benar dan tiak
membutuhkan penjelasan yang lebih baik.
Review: Bencana
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pekayanan kesehatan
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 997-998; Ignatavicius, Workman (2013), p. 156

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 092:


Seorang perawat pelaksana memasuki ruang perawatan dan mendapati klien penderita diabetes
terduduk dilantai. Perawat pelaksanan memanggil perawat teregistrasi (Ners) untuk memeriksa
klien secara menyeluruh dan membantu klien kembali ke temapt tidur> Perawat pelaksana
kemudian melengkapi laporan kejadian, dan perawat penanggung jawab serta dokter yang
merawat diberitahu tentang kejadian tersebut. Manakah tindakan perawat selanjutnya harus
dilakukan terkait dengan kejadian tersebut?
A. Meletakan laporan tersebutdalam rekan medis klien
B. Menggunakan laporan kejadian tersebut untuk dokter yang merawat
C. Melengakpi dokumentasi keperawatan terkait kejadian tersebut
D. Mencatat ke dalam catatan klien bahwa pelaporan kejadian telah dilakukan
E. Melapor kepada kepala ruangan unit perawatan
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 092:
Jawaban : C
Rasional: Laporan kejadian bersifat rahasia dan diperlakukan sebagai informasi berharga, tidak
boleh digandakan, tidak boleh diltakan dalam rekam medis klien atau menyampaikan dan
menyinggung kejadian tersebut dalam catatan perkembangan klien. Laporan kejadian bukanlah
pengganti untuk melengkapi catatan perkembangan klien terkait kejadian tersebut.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata-kata yang ditekankan “selanjutnya.” Eliminasi
pilihan A dan D karena keduanya serupa. Dengan mengingat bahwa laporan kejadian tidak boleh
digandakan akan mengarahkan anda ke pilihan jawaban yang benar.
Review: Tanggung jawab keperawatan terkait dengan laporan kejadian
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pekayanan kesehatan
Daftar pustaka: Huber (2014), p. 318-319

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 093:


Seorang perawat sedang ,elihat catatan klien dan mencatat bahwa tim medis telah mendiagnosa
bahwa klien menderita gangguan ginjal. Manakah pemeriksaan laboratorium yang akan
memberikan indikasi penurunan fungsi ginjal?
A. Penurunan kadar serum kreatinin
B. Peningkatan jumlah trombosit
C. Penurunan jumlah sel darah merah
D. Penurunan jumlah sel darh putih
E. Penurunan kadar BUN dalam darah
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 093:
Jawaban : C
Rasional: Tes BUN sering dilakukan untuk menentukan fungsi ginjal. Kadar BUN dan kreatinin
mulai meningkat saat laju filtrasi glomerulus menurun di bawah 40% sampai 60%. Penurunan
jumlah sel datah merah menjadi bermakna jika fungsi eritropoetik terganggu. Peningkatan sel
darah putih seringkali terjadi pada gangguan ginjal. Jumlah sel trombosit tidak mengindikasikan
penurunan fungsi ginjal.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, hasil laboratorium mengindikasikan
penurunan fungsi ginjal. Abaikan pilihan B terlebih dahulu karena berhubungan dengan fungsi
renal. Peningkatan SDP seringterjadi pada gangguan pada ginjal, BUN dan kreatinin seringkali
digunakan pada uji laboratorium untuk menentukan fungsi ginjal.
Review: Tes laboratorium untuk menentukan fungsi ginjal
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Cairan dan elektrolit
Sistem Tubuh: Ginjal dan saluran kemih
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 767, 770

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 094:


Seorang perawat membantu perawatn klien yang akan menerima tranfusi darah. Beberapa saat
sebelum tranfusi apakah hal yang paling penting bagi perawat untuk dievaluasi?
A. TTV
B. Warna kulit
C. Saturasi oksigen
D. Kadar HTC terakhir
E. Keluaran urin
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 094:
Jawaban : A
Rasional: Perubahan TTV mengindikasikan terjadinya reaksi tranfusi. Perawat mengukur TTV
sebelum tranfusi dalam memperoleh data dasar, setiap 15 menit pada setengah jam pertama
setlah tranfusi dimulai, dan setiap setengah jam selanjutnya. Warna kulit, saturasi oksigen, dan
nilai hematokrit terakhir mungkin dapat dievaluasi tapi tidak terlalu penting.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan pada kata-kata utama “paling penting.” Hal ini
menginformasikan pada anda bahwa terdapat lebih dari satu pilihan yang mungkin sebagian atau
keseluruhannya tepat. Ingat kembali tanda-tanda dari reaksi tranfusi darah yang akan menuntun
anda pada evaluasi TTV. Selain itu TTV adalah pilihan yang mewakili seluruh jawaban.
Review: Prosedur pemberian tranfusi darah
Kompetensi: Asuhan dan manjemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Cairan dan elektrolit
Sistem Tubuh: darah dan sistem kekebalan imun
Daftar pustaka: Linton (2012), p. 614

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 095:


Seorang perawat sedang merencanakan perawatan untuk klien yang menderita diabetes. Tugas
manakah yang tidak sesuai dilimpahkan kepada tenaga pembantu perawat?
A. Melakukan pemeriksaan suhu tubuh per-oral
B. Melakukan sampling spesimen urine klien yang MRS sejak 3 hari yang lalu
C. Membantu klien anak yang mengalami difabilitas perkembangan makan siang
D. Menemani klien yang pulang dari Rssetelah menjalani reseksi usu oasca kolostomi 8 hari lalu
ke transportasinya
E. Memeriksa tekanan darah klien
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 095:
Jawaban : C
Rasional: Perawat harus menentukan tugas mana yang sesuai dengan skil staf keperawatan dan
kebutuhan klien. Pada kasus ini tugas yang tidak sesuai dilimpahklan kepada pembantu [erawat
adalah untuk memberi makan kepada anak yang mengalmi difabilitas gangguan perkembangan.
Anak dengan permasalahan ini cenderung mengalami kesulitan untuk makan dan memiliki
potensi komplikasi yang tinggi, seperti tersedak dan aspirasi. Pilihan jawaban yang lain tidak
menujukan resiko yang dapat membahayakan klien.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata-kata yang ditekankan “tidak sesuai.” Gunakan
prinsip ABC dan perhatikan prinsip-prinsip pelimpahan tugas dan pengawasan kinerja sejawat
akan mengarahkan pada jawaban yang benar. Perhatikan bahwa rugas yang dilimpahkan harus
dilaksanakan sesuai dengan tingkat keahlian staf dan kesesuaian tanggung jawab sebagaimana
sertifikasi staf.
Review: Prinsip-prinsip pelimpahan tugas
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Cooper et al (2015), p. 614, 2058

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 099:


Klien dirawat dengan rheumatoid arthritis selama 3 minggu. Selama pemberian etanercept,
apakah data yang paling penting untuk dikumpulkan oleh perawat?
A. Area injeksi untuk gatal-gatal dan udem
B. Jumlah sel darah putih dan trombosit
C. Adanya logam di mulut, dengan hilangnya nafsu makan
D. Apakah klien mengalami kelelahan
E. Apakah klien mengalami nyeri sendi
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 099:
Jawaban : B
Rasional: Infeksi dan supresi dapat terjadiakibatpemberian etanercept. Pemeriksaan
laboratorium digunakan sebelum dan selama proses pengobatan. Adanya jumlah sel darah putih
yang abnormal pada trombosit harus memicu perawat untuk siaga terhadap infeksi yang
mengancam jiwa atau potensial perdarahan. Area injeksi yang terasa gatal dan udem adalah hal
yang biasa terjadi akibat pengobatan. Rasa logam pada pengobatan tidak berhubungan dengan
pengobatan ini. Kelelahan dan nyeri sendi dapat terjadi pada rhematoid arthritis.
Strategi Mengerjakan Soal: Catat kata penting “paling penting.” Pilihan C dapat diabaikan
karena tidak berhubungan dengan pengobatan ini. Pada awal pengobatan, kelelahan dan nyeri
sendi dapat muncul. Pilihan B memonitori gangguan hematologi, yang dapt terjadi inidikasi
alasan penghentian obat ini dan harus dilaporkan.
Review: Obatetanercept
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Muskuluskeletal
Daftar pustaka: Hodgson, Kizior (2015), p. 455-456; Lewis et al (2014), p. 1573

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 104:


Perawat sedang menjelaskan klien pasca operasi yang mendapat sodium warfarin (cumadin).
Manakah dari pernyataan ini yang merupakan bahwa klien perlu penjelasan lebih lanjut?
A. “Saya akan minum obat setiap hari pada waktu yang sama”
B. “Saya sudah yakin akan menghindari konsumsi alkohol”
C. “Saya sudah menelpon keluarga untuk mengambil gelang kewaspadaan”
D. “Saya akan mengambil ecotrin (aspirin bersalut) untuk mengobati”
E. “Saya akan minum obat setiap hari sebelum makan”
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 104:
Jawaban : D
Rasional: Ecotrin merupakan obat yang terdapat kandungan aspirin di dalamnya dan harus
dihindari. Konsumsi alkohol padaproduk yang mengandung aspirin harus dihindari. Konsumsi
alkohol harus dihindari oleh klien yang mendapat sodium warfarin. Minum obat pada satu waktu
bersamaan tiap hari akan meningkatkan compliance. Galang identifikasi kewaspadaan
memberikan informasi emergency. Warfarin dapat diminum baik dengan atau tanpa makan.
Strategi Mengerjakan Soal: Catat kata penting “perlu penjelasan lebih lanjut.” Kata-kata ini
mengindikasikan pencarian kejadian negatif dan meminta anda mengambil pilihan yang kurang
tepat. Ingat bahwa warfarin adalah antikoagulandan ecotrin merupakn produk yang mengandung
aspirin akan menunjukan anda memilih jawaban yang tepat.
Review: Pemberian warfarin
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Jantung pembuluh, darah, dan sistem limfatik
Daftar pustaka: Hodgson, Kizior (2015), p. 89; Lehne (2013), p. 659-660

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 105:


Rifabutin (Mycobutin) diresepkan untuk klien dengan penyakit Mycobacterium avian complex
dan TBC yang aktif. Manakah efek pengobatan di bawah ini yang harus dimonitor oleh perawat?
A. Tanda-tanda hepatitis
B. Sindrom nyeri
C. Jumlah neutrofil meningkat
D. Kekurangan vitamin B6
E. Rasa baal dan kesemutan pada jari-jari
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 105:
Jawaban : A
Rasional: Rifabutin(Mycobutin) dapat diresepkan untuk klien yang ketergantungan dapat
diresepkan bagi klien MAC dan TBC aktif. Obat tersebut dapat menghambat DNA mikrobakteri
melalui DNA dependen RNA pelymerase menghambat dan menekan sintesis protein. Efek
samping yang muncul adalh bintik kemerahan, gangguan pencernaan, neutropenia (penurunan
jumlah neutrofil), sekresi warna merah terang, uveitis (pandangan kabur dan nyeri pada mata),
miositis atralgia (nyeri sendi), hepatitis, nyeri dada dan sesak, gejal seperti flu. Defisiensi
vitamin B6 dan rasa kesemutan dan baal pada ektremitas karena konsumsi INH. Etambutol juga
menyebabkan neuritis perifer.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, efek samping pengobatan ini. Catat
nama obat untuk memudahkan menjawab pertanyaan. Ingat kembali bahwa defisiensi vitamin B6
dan kesemutan dan Baal pada ektremitas adalah akibat penggunaan INH bukan rifabutin, akan
membantu anda menjawab pertanyaan.
Review: Efek samping pemberian rifabutin
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pernapasan
Daftar pustaka: Hodgson, Kizior (2015), p. 1051-1052; Lehne (2013), p. 1124

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 106:


Seorang perawat memutuskan untuk merawat klien dengan gangguan proses pikir. Perawat
mengatakan bahwa klien meyakini jika makanan itu telah diberi racun. Manakah teknik
komunikasi yang tepat direncanakan oleh perawat untuk memotivasi klien agar mau makan?
A. Gunakan pertanyaan terbuka dan diam mendengarkan
B. Fokus pada ungkapan klien tentang makanan kesukaannya
C. Beritahukan alasan bahwa klien tidak mau makan
D. Berikan opini tentang kebutuhan untuk pemenuhan nutrisi
E. Gunakan pertanyaan terbuka
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 106:
Jawaban : A
Rasional: Penggunaan pertanyaan terbukan dan diam mendengarkan adalah strategi yang dapat
digunakan untuk memotivasi klien dalam mendiskusikan masalahnya. Pilihan C dan D tidak
memotivasi klien untuk mengungkapkan perasaannya. Perawat sebaiknya tidak memberikan
opini dan tidak memberikan alasan, akan tetapi seharusnya memotivasi klien untuk
mengidentifikasikan alasan terhadap perilakunya. Pilihan B bukan intervensi berpusat pada klien.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu teknik komunikasi. Hilangkan pilihan C
dan D terlebih dahulu karena mereka tidak mendukung klien untuk mengungkapkan
perasaannya. Hilangkan pilihan B selanjutnya karena bukan termasuk intervensi yang berpusat
pada klien. Fokus padaperasaan klien akan mengarahkan anda pada pilihan A.
Review: Teknik komunikasi terapeutik
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan dan mental
Daftar pustaka: Varcarolis (2013), p. 120-123

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 107:


Phenazopyridine hydrochloride (Pyridium) diresepkan bagi klien untuk mengurangi nyeri akibat
ISK bagian bawah. Manakah dari pernyataan klien berikut ini yang harus didukung perawat?
A. Minum obat sebelum tidur
B. Minum obatsebelum makan
C. Hentikan obat bila timbul sakit kepala
D. Warna urine menjadi orange kemerahan
E. Minum obat setelah makan
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 107:
Jawaban : D
Rasional: Perawat seharusnya menjelaskan klien bahwa akan terjadi warna orang- kemerahan
pada urine. Perawat juga seharusnya memberitahu bahwa warna yang timbulakan
melunturkanpada bahan. Obat harus diminum setelah makan untuk mengurangi gangguan
saluran cerna. Sakit kepala merupakan efek samping yang sering terjadi dan sebaiknya
pengobatan dihentikan.
Strategi Mengerjakan Soal: Abaikan pilihan A, B, dan E lebih dulu karena hampir serupa
sama-sama menanyakan jadwal minum obat. Berdasarkan pilihan lainnya, abaikan pilihan
Ckarena perawat akan menyarankan klien untuk berhenti minum obat.
Review: Penjelasan pada klien mengenai Phenazopyridine hydrochloride (Pyridium)
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Ginjal dan saluran kemih
Daftar pustaka: Hodgson, Kizior (2015), p. 949-950

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 108:


Seorang klien mengalami henti jantung. Seorang perawat memimpin merespon keadaan tersebut
dan melimpahkan beberapa tugas kepada gru emergensi. Dalam situasi ini, manakah jenis
kepemimpinan yang perlu diimplementasikan perawat?
A. Autokratik
B. Situasional
C. Demokratik
D. Laissez-faire
E. Demokratik dan laissez-faire
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 108:
Jawaban : A
Rasional: Jenis kepemimpinan autokratik adalah model pendekatan yang memungkinkan
pemumpin mengambil alihkendali dan memprioritaskan pendelegasian tugas. Pendekatan ini
dinilai sebagai gaya kepemimpinan yang efektif untuk diimplementasikan pada keadaan krisis
atau gawat. Pemimpin seharusnya melimpahkan tugas dengan jelas dan membuat alu komunikasi
satu arah dengan anggotanya, dan mengambil keputusan secara independen. Gaya kepemimpinan
situasional adalah pendekatan komprehensif yang menggabungkan gaya kepemimpinan
kematangan dan kesiapan anggota kelompok dan situasi yang terjadi. Gaya kepemimpinan
demokratik adalah pendekatan yang mengedepankan orientasi people-centered dan berorientasi
pada hubungan baik dan kerja sama. Gaya kepemimpinan ini memungkinkan pencapaian tujuan
dan meningkatkan kesempatan staf untuk berkembang. Gaya kepemimpinan Laissez-faire
menggunakan pendekatan yang permisif, di mana pemimpin melepaskan tampiuk kepemimpinan
dan melimpahkan semua proses pengambilan keputusan kepada bawahan.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek mengidentifikasi gaya kepemimpinan. Dengan
mengingat tindakan pemimpin dalam keperawatan yang dijelaskan dalm pertanyaan dan
memperhatikan kata melimpahkan tugas akan menunjukan anda untuk memilih jawaban yang
tepat.
Review: Maca-macam gaya kepemimpinan
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: manajemen
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Linton (2012), p. 45-46

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 109:


Perawat sedang mempersiapkan perawatn pada klien yang sudahmenunggal, beberapa keluarga
berada di samping tempat tidur klien. Manakh teknik terapeutik yang sebaiknya digunakan
perawat ketika berkomunikasi dengan keluarga?
i. Mencegah keluarga untuk mengingat kenangan yang berkesan terhadap keluarga
ii. Membuat keputusan bagi keluarga
iii. Memotivasi keluarga untuk mengkspresikan perasaan, perhatian, dan rasa kekhawatiran
iv. Menjelaskan semua yang telah terjadi kepada semua anggota keluarga
v. Jika perlu, perawat menyentuh dan memegang tangan keluarga klien
vi. Bersikap jujur dan tunjukan bahwa perawat akan selalu ada di antara klien dan keluarga

Pilihan jawaban
A. iv, v, vi
B. i, ii, iii
C. ii, iv, vi
D. iii, iv, vi
E. iii, v, vi
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 109:
Jawaban : E
Rasional: Perawat sebaiknya menentukan apakah ada anggota keluarga yang dapat diajak bicara
dan beberapa orang yangingin diajak bicara. Perawat perlu memberikan kesempatan kepada
keluarga untuk membuat keputusan dan perawat dapat membantu mengambil keputusan jika
diminta oleh keluarga. Perawat sebaiknya memotivasi keluarga untuk mengekspresikan
perasaan, perhatian, kekhawatiran dan kenangan kepada klien. Perawat sebaiknya bersikap
jujurdan tunjukan bahwa perawat akan selau berada di antara pasien dan keluarga. Jika perlu,
sebiknya perawat menyentuh dan memegang tangan keluarga klien.
Strategi Mengerjakan Soal: Gunakan teknik komunikasi terapeutik, ingat kembali hak-hak
klien dan keluarga untuk membantu mengarahkan anda pada pilihan jawaban yang tepat.
Review: Perawatan menjelang ajal
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Keluarga
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Komunikasi
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 174, 1135-1136

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 110:


Untuk mengelola lingkungan yang baik bagi penderita DM, tanggung jawab etik manakah yang
harus dilakukan perawat?
A. Hanya memberikan pelayanan yang diizinkan
B. Menjalan kan peran sebgai pembela hak klien
C. Menjelaskan pertanggungan asuransi kepada klien
D. Menentukan tingkat perawatan berdasarkan nilai pertanggungan asuransi klien
E. Memutuskan untk memberikan terapi IV
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 110:
Jawaban : B
Rasional: Perawat beratnggung jawab untuk memberi pelayanan terbaik kepada klien sesuai
dengan situasi dan kondisinya.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada inti pertanyaannya. Pertimbangkan tentang tanggung
jawab klien dalam mengelola asihan keperawatan.
Review: Clinical responsibility
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemn
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Marry, O.Eyles (2001), p. 52

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 111:


Seorang perawat sedang merawat klien perempuan yang baru saja MRS karena anoreksia
nervosa. Perawat masuk ke dalam ruangan klien dan klien sedang Melakukan push-up dengan
kerasanya. Manakah tindakan perawat yang paling tepat?
A. Menghentikan klien dan menimbangnya dengan segera
B. Menghentikan klien dan menawarkannya berjalan-jalan
C. Mengizinkan klien untuk menyelesaikan program latihannya
D. Menginformasikan klien bahwa dia tidak diizinkan untuk latihan dengan keras
E. Menanyakan klienuntuk menghentikan progrmnya
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 111:
Jawaban : B
Rasional: Umumnya banyak kliwn dengan anoreksia nervosa sangat menikmati latihan kerasnya
dan memaksa mereka melebihi batas normalnya untuk membakar asupan kalorinya. Perawat
harus menyediakan latihan yang sesuai sama seperti batasan aktivitas latihan sebelumnya.
Pilihan A, C, dan D adalah intervensi yang tidak tepat.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu anoreksia nervosa. Ingat kembali
kebutuhan-kebutuhan perawat untuk mengatur batasan yang kuat pada klien yang memiliki
gangguan ini akan mengarahkan anda pada pilihan B.
Review: Intervensi pada klien dengan anoreksia nervosa
Kompetensi: Asuhan dan Manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Varcarolis (2013), p. 262

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 112:


Dalam melengkapi laporan kejadian kesalahn pengobatan pada pasien frakrur, perawat harus?
A. Memperbaiki kesalahan sesegera mungkin
B. Memberitahukan kepada klien dan keluarga tentangkesalahn tersebut
C. Melengkapi dokumen laoran kejadian pada catatan perawatan klien
D. Mencatat obat yang telah terlanjur diberikan dan memberitahukan hal tersebut kepada dokter
yang merawat
E. Melaporkan kepada dokter yang merawat
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 112:
Jawaban : D
Rasional: Pilihan D akan menjelaskan yang terjadi dan tindakan memperbaiki kesalahan dapat
segera dilakukan.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan penekanan kata “kesalahan pengobatan.” Dengan
mengingat bahwa dokumentasi kperawatan yang baik akan melaporkan kesalahan yang terjadi.
Review: Pedoman yang berhubungan dengan kesalahan pemberian obat
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan Kesehatan
Daftar pustaka: Marry O.Eyles (2001), p. 55

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 113:


Phenytoin (dilantin) 100 mg peroral 3x sehari telah diresepkan untuk klien dengan kejang.
Perawat memberikan penjelasan tentang pengobatan klien. Mnakah dari pernyataan di bawah ini
yang menunjukkan bahwa klien sudah memahami intruksi?
A. “saya akan menggunakan sikat gigi yang lembut untuk menyikat gigi saya”
B. “Tidak mengapa membuka kapsul untuk memudahkan menelan”
C. “jika saya lupa minum obat, saya dapat menunggu sampai waktu minum obat berikutnya dan
mengabaikan dosis tersebut”
D. “tenggorokan saya menjadi luka, efek yang normal dari pengobatan dan ada yang perlu
dicemaskan”
E. “Saya akan tetap minum obat jika saya lupa”
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 113:
Jawaban : A
Rasional: Phenytoin (Dilantin) merupakan antikonvulsan. Hiperplasia pada gusi, perdarahan dan
pembengkakan dan rasa tenderness pada gusi dapat terjadi akibat penggunaan obat ini.
Klienperlu diajarkan tentnag higiene oral, massage gusi dan perlunya kontrol ke dokter gigi
secara teratur. Klien tidak boleh melewatkan satu dosis obat karena dapat memicu kejang.
Kapsul tidak boleh dikunyaj atau dirusak, harus ditelan. Klien harus diajarkan untuk melapor bila
mengeluh nyeri tenggorokan, demam, pembengkakan kelenjar atau reaksi kulit karena
mengindikasikan keracunan darah.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, pemahaman terhadap intruksi perawat.
Abaikan pilihan C karena klien harus didorong untuk minum obat tepat waktu. Abaikan pilihan
D karena klien perlu melaporkan gejala-gejala kepada tim medis. Berdasarkan pilihan jawaban
yang ada, ingat kembali bahwa kapsul tidak boleh rusak sebelum diminum, akan mengarahkan
anda pada pilihan A.
Review: Penjelasan klien yang mendapat Phenytoin (Dilantin)
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Keseimbangan cairan
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar pustaka: Hodgson, Kizior (2015), p. 960

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 127:


Klien telah mendapat pengobatan INH selama 2 bulan. Klien mengeluh kepada perawat tentang
kesemutan, parastesia dan kesemutan pada ekstremitas. Masalah apa yang dapat disimpulkan
oleh perawat?
A. Hiperkalsemia
B. Neuritis perifer
C. Spame pembuluh darah kecil
D. Gangguan sirkulasi perifer
E. Insomnia
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 127:
Jawaban : B
Rasional: Efek samping yang bisa terjadi pada pemebrian INH adalah neuritis perifer. Ditandai
dengan adanya kesemutan, baal, parastesia pada ekstremitas. Efek ssamping ini dapat dikurangi
dengan pemebrian vitamin B6. Pilihan A, C, D, dan E adalah salah.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, berkaitan dengan INH. Pilihan C dan
D tidak menyebabkan gejala yang ada, namun dapat menimbulkan pucat dan akral dingin.
Berdasarkan pilihan yang tersisa, anda harus mengetahui bahwa neuritis perifer merupakan efek
sampingpengobatan atau data pada pertanyaan yang berhubungan dengan hiperkalsemia.
Review: Efek samping pemberian INH
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Pengkajiani
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pernapasan
Daftar pustaka: Hodgson, Kizior (2015), p. 645-646

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 128:


Perawat sedang merawat klien dengan gastritis kronik. Perawat mengantisipasi bahwa klien
beresiko untuk mengalami defisiensi?
A. Vitamin A
B. Vitamin C
C. Vitamin E
D. Vitamin B12
E. Vitamin B6
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 128:
Jawaban : D
Rasional: Kerusakan dan atrofi lambung menyebabkan hilangnya fungsi sel parietal. Saat
sekresi asam lambung turun, faktor intrinsik hilang mengakibatkan ketiakmampuan
mengabsorbsi vitamin B12. Hal ini akan menyebakan terjadinya anemia pernisioasa. Pilihan A,
B, C, dan E salah.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, Defisiensi vitamin karena gastritis
kronik. Pengetahuan mengenai patofisiologi yang berkaitan dengan lapisan lambung yang
dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan ini,
Review: Defisiensi vitamin B12 dan kaitannya dengan gangguan lambung
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Pengkajiani
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Nutrisi
Sistem Tubuh: Pencernaan dan hepatobilier
Daftar pustaka: Cooper, Gospel (2015), p. 1417-1418, 1500

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 129:


Seorang perawat merencanakan perawatan klien penderita stroke untuk satu shift. Klien manakah
yang dapat dipercayakan kepada tenaga pembantu perawat?
A. Klien yang membutuhkan perawatan luka dua kali sehari
B. Klien yang membutuhkan bantuan berpindah menggunkakan walker (alat bantu jalan)
C. Klien yang menjalani program dan membutuhkan suposutoria rektal dan enema harian
D. Klien dengan DM yang membutuhkan terapi insulin dosis satu kali sehari dan pemantauan
diet harian
E. Klien yang mengalami nyeri kepala
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 129:
Jawaban : B
Rasional: Pelimpahan tugas perlu memperhatikan deskripsi kompetensi tenaga pembantu
perawat (TPP), dan regulasi hukum setempat. Pilihan A, C, dan D membutuhkan keahlian
setidaknya perawat diploma. Meskipun TPP dapat uga dilatih memberikan enema (bergantung
pada regulasi setempat) pemberian suposutorian rektal semestinya dilakukan oleh perawat.
Pilihan B adalah tugas yang tepatuntuk dilimpahkan kepada TPP.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek perencanaan penugasan, dan memperhatikan
tugas-tugas yang dapat dilimpahkan kepada TPP. Hilangkan pilihan A, C, dan D karena klien-
klien ini membutuhkan perawatan yang diberikan oleh perawat yang kompeten. Seorang perawat
TPP terlatih untuk mebantu mobilisasi klien dengan walker
Review: Prinsip-prinsip pelimpahan tugas dan penyusunan rencana asuhan keperawatan
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Prencanaan
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Cooper, Gospel (2015), p. 613-614

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 130:


Seorang perawat sedang membuat perencanaan keperawatan pada klien dengan perilaku
kekerasan yang dirawat di RS dan beresiko dapat membahayakan orang lain. Manakah
perencanaan kperawatan yang harus dihindari oleh perawat?
A. Menghadapi klien ketika memberikan perawatan
B. Pastikan petugas keamanan berada di seditar area klien
C. Pastikan pintu ruangna klien dalam keadaan terbuka ketika sedang bersama klien
D. Tetapkan posisi ruangan klien berada di ujung lorong untuk mencegah gangguab dari klien
yang lain
E. Pastikan pintu ruangan klien tertutup ketika bersama klien
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 130:
Jawaban : D
Rasional: Ruangan klien harus ditempatkan dekat ruangan perawat dan tidak diletakan di ujung
lorong yang relatif tidak terpantau ruangannya. Perawat tidak boleh mengisolasikan klien karena
berpotensi dapat membahayakan dirinya sendiri. Pintu ruangan klien biarkan tetap terbukan dan
perawat sebaiknay tidak lengah terhadap klien. Petugas keamana seharusnya dipanggil segera
jika ada kemungkinan terjadinya PK.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu intervensi yang harus dihindari. Hal ini
mengindikasikan perlunya memilih intervensi yang tidak tepat. Pikirkan bahwa keamanan adalah
subjeknya akan mengarahkan anda pada pilihan yang tepat.
Review: Pedoman perawatn pada klien dengan PK
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: kesehatan mental
Daftar pustaka: Varcarolis (2013), p. 469

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 131:


Sekelompok perawat sedang menekankan petunjuk tentang manajemen kesehatan dan
keselamatan para korban bencana badai sebelum meninggalkan tempat pengungsian sementara
untuk kembali ke rumah masing-masing. Petunjuk manakah yang perlu disampaikan perawat?
i. Rebus air selam 5 sampai 10 menit sebelum diminum
ii. Mencuci tangna dengan sabun dan air secara teratur
iii. Hindari mencampur cairan kimia, seperti cairan pembersih
iv. Selu hindari penggunaan air untuk semua penggunaan semasa paska bencana
v. Tambahkan 10 sampai 20 tetes cairan klorin atau pemutih ke dalam satu galon air sebelum
diminum
Pilihan jawaban
A. i, ii, iii, iv
B. ii, iii, iv, v
C. i, ii, iii, v
D. i, iii, iv, v
E. i, ii, iv, v
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 131:
Jawaban : C
Rasional: PMI seringkali menyediakan tempat pengungsian sementara untuk korban selamat
bencana. Salah satu prioritas bagi perawat adalah untuk mengajarkan petunjuk keselamatan
kepada para korban bencana sebelum kembli ke rumah. Perawat perlu menyampaikan bahwa air
yang dapat digunakan, namun perlu diperlakukan secara khusus sebelum digunakan. Perawat
perlu menyampaikan untuk tidak mencampur-campur cairan kimia, seperti cairan pembersih
untuk mencegah terbentuknya cairan dan gas yang berbahaya. Airperlu direbus 5 sampai 10
menit sebelum dapat diminum, untuk mencegah infeksi organisme yang dapat mebehayakan
kesehatan. Mencucu tangan dengan air dan sabun perlu dilakukan secara teratur untuk mencegah
penularan penyakit. Sebagai tambahan 10 sampai 20 tetes klorin/ cairan pemutih dapat
dicampurkan ke satu galon air untuk membuat air aman dikonsumsi.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, manajemen kesehatan dan keselamatan di
rumah setelah terjadi bencana. Juga pilihan 4 tidak perlu diabaikan, karena air adalah elemen
vital pada kesehatn dan dapt disterilisasi untuk kebutuhan minum, dan karena adanya pernyataan
tertutup “selalu” pada pilihan ini.
Review: Manajemen kesehatan dan keselamatan pasca bencana
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pekayanan kesehatan
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 998-1000

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 132:


Setelah tindakan tonsilektomi anak mengalami muntah. Apakah tindakan awal yang harus
dilakukan perawat?
A. Miringkan posisi anak
B. Beritahukan kepada penanggung jawab perawat
C. Berikan obat antiemetik
D. Pertahankan status puasa
E. Pasang infus
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 132:
Jawaban : A
Rasional: Jika terjadi perdarahan setelah tindakan tonsilektomi, posisi anak segera dimiringkan ,
dan perawat penanggung jawab diberitahukan. Status puasa sebaiknya dipertahankan dan
antiemetikk bisa diberikan, akan tetapi tindakan awal yang harus dilakukan adalah yaitu
miringkan posisi anak.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata-kata penting “tindakan awal.” Meskipun semua
pilihan jawaban mungkin tepat untuk mempertahankan fungsi fisiologis, tindakan awal segera
miringkan posisi anak.
Review: Tonsilektomi
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Pernapasan
Daftar pustaka: McKinney et al (2013), p. 1158

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 133:


Seorang klien dengan gestasi 36 minggu merasakan pusing ketika perawatsedang mengukur
tinggi fundus uteri. Berdasarkan pengetahuan dasar perawat tentang kehamilan, manakah yang
paling mungkin dapat menyebabkan hal itu?
A. Kandung kemih penuh
B. Emosi yang tidak stabil
C. Kurangnya asupan zat besi
D. Penekanan pada pembuluh darah vena kava
E. Kontraksi pada uterus
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 133:
Jawaban : D
Rasional: Penekanan pada vena kava inferior dan aorta oleh uterus mungkin dapat menyebabkan
hipotensi pada posisi terlentang (supine hipotension syndrome) selama kehamilan. Anjurkan
klien miring ke kiri atau mengangkat bokong kanan selama pengukuran TFU akan mencegah
keluhan klien. Pilihan A, B, C, dan E tidak menyebabkan masalah yang digambarkan pada
pertanyaan tersebut.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata-kata penting “yang paling mungkin.” Fokus pada
keluhan klien dalam pertanyaan dan ingat kembali komplikasi yang berhubungan dengan
kehamilan. Gunakan ABC untuk mengarahkan anda anda pada jawaban yang tepat.
Review: Intervensi pada sindrom hipotensi pada posisi terlentang
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Cairan dan elektrolit
Sistem Tubuh: Reproduksi
Daftar pustaka: McKinney et al (2013), p. 237

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 134:


Seorang klien dengan diagnosa asma MRS dengan distres pernapasan. Apakah jenis suara napas
abnormal yang akan didengar oleh perawat untuk didokumentasikan pada catatan kesehtan klien
yang terkait dengan sistem pernapsan?
A. Stridor
B. Mengi (Wheezing)
C. Tidak terdengar
D. Gesekan pada pleura (Pleural friction rub)
E. Crackles
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 13gguan itu. 4:
Jawaban : B
Rasional: Asma adalah gangguan pernapasan di mana akan muncul periode dispnea,
penyempitan bronkus dan suara mengi (wheezing). Suara napas mengi (wheezing)
dideskripsikan seperti nada tinggi ketika udara melewati jalan napas yang mengalami konstriksi
(penyempitan). Stridor adalah suara napas terdengar keras yang mengindikasikan adanya
obstruksi atau penyumbata jalan napas bagian atas dan dapat menjadi kasus kegawatan. Suara
napas yang kurang terdengar terjadi karena gangguan dalam pertukaran oksigen pada jaringan
paru-paru. Gesekan pada pleura dapat terdengar pada klien dengan peradangan pleura (pleuritis).
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu asma dan suara napas. Pikirkan
patofisiologi yang terjadi pada gangguan tersebut. Ingat kembali bahwa penyempitan bronkus
akan menuntunanda pada pilihan B. Pikirkan juga di definisi masing-masingjenis suara napas
untuk menunjukkan anda pada jawaban yang paling benar.
Review: Karateristik dari beberapa suara napas abnormal
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Komunitas
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: promotif
Kebutuhan Dasar: oksigenasi
Sistem Tubuh: Pernapasan
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 305-306

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 135:


Seorang perawat bekerja di UGD ditugaskan untuk membantu trage pada klien yang datang.
Manakah klien sebaiknya yang dijadikan priritas oleh perawat?
A. Seorang klien dengan nyeri dada dan mengatakan bahwa dia hanya memakan pizza yang
terbuat dari saus yang sangat pedas
B. Seorang klien yang terkilir pergelangan kakinya ketika dia jatuh saat bermain sepatu roda
C. Sorang klien dengan diabetes melitus yang mengarah pada kondisi hiperglikemia sesau
dengan hasil laboratoriumnnya
D. Seorang klien yang mengeluh nyeri otot, pusing dan badan tidak enak
E. Seorang klien dengan laserasi minor pada jari telunjuk ketikan memotong sebuah terong
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 135:
Jawaban : A
Rasional: Pada UGD, triage melibatkan pengklasifikasian pasien berdasarkan kebutuhan
perawatannya dan menentukan prioritas perawatan. Jenis-jenis penyakit, tingkat keparahan
masalah, dan sumber daya yang tersedia untuk melakukan proses perawatan. Klien dengan
trauma, nyeri dada, distres pernapasan yang berat, serangan jantung, amputasi anggota gerak,
atau defisit neurologis akut, dan bagi klien yang terkena percikan bahan kimia ke mata
diklasifikasikan sebagai kasus kegawatan. Dan klien tersebut menjadi prioritas A. Klien dengan
k kmmmm.;’/ondisi seperti fraktur ringan , asma tanpa distres pernapasan, demam, hipertensi
nyeri abdomen, atau batu ginjal yang memiliki kondisi mendesak, dan klien-klien ini
diklasifikasikan menjadi prioritas B. Klien-klien dengan kondisi seperti laserasi minor, terkilir
atau gejala fludiklasifikasikannya pada kasus tidak gawat, dan mereka diklasifikasikannya
menjadi prioritas C.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan pada kata penting “prioritas.” Gunakan ABC untuk
menuntun anda pada pilihan yang tepat. Seorang klien yang mengalami nyeri dada selalu
diklasifikasikan menjadi prioritas utama sampai dengan infark mikard teratasi.
Review: Sistim klasisfikasi triage yang pada umumnya digunakan pada UGD
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: promotif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Jantung, pembuluh darah dan sistem limfatik
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 25, 1022-1023

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 136:


Seorang perawat melihat rekam medis anak yangtelah diperiksa oleh dokter. Dokter
mendokumentasikan diagnosa medis anak yaitu stenosis aorta. Manakah tanda dan gejal spesifik
dari stenosis aorta yang harus diantisipasi oleh perawat?
A. Pucat
B. Hiperaktivitas
C. Intoleransi aktivitas
D. Gangguan pencernaan
E. Hiperperistaltik
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 136:
Jawaban : C
Rasional: Anak dengan stenosis aorta menunjukkan intoleransi aktivitas, nyeri dada, dan merasa
pusing ketika berdiri lama. Pucat mungkindapat muncul tapi bukan tanda-tanda spesifik dari
gangguan ini. Pilihan B dan D tidak berhubungan dengan gangguan ini.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek. Pilihan B dan D bisa dihilang kan terlebih
dahulukarena pilihan tersebut tidak ada hubungannya dengan gangguan jantung. Dari sisa
pilihan-pilihan lainnya, perhatikan kata spesifik dalm pertanyaan akan membantu anad pada
pilihan yang benar.
Review: Stenosis aorta
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Pernapasan
Daftar pustaka: McKinney et al (2013), p. 1216

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 144:


Seorang perawat melihat catatan kesehatan bayi berusia 3 minggu dan diagnosa medis yang
didokumentasikan yaitu suspek penyakit Hirschprung. Mankah manifestasi klinis yang
menyebabkan ibu mencari pertolongan kesehatan untuk bayinya>
A. Diare
B. Muntah proyektil
C. Regurgitasi ketika pemberian makan
D. Feses berbau busuk dan berbentuk panjang seperti pita
E. Kembung
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 144:
Jawaban : D
Rasional: Konstipasikronik dapat terjadi pada satu bulan pertama kehidupan dan mengakibatkab
feses berbau busuk berbentuk panjang seperti pita adalah manifestasi klinis dari penyakit
Hirschprung. Penundaan atau tidak keluarnya mekonium selam periode neonatal merupakan
karateristik tanda dari penyakit tersebut. Obstruksi usus (terutama pada periode neonatal), nyeri
dan distensi abdomen serta gagal tumbuh juga merupakn tanda dan gejalanya. Gangguan ini
mengakibatkan penurunan pengeluaran feses, jadi diare tidak masuk dalam manifestasi
kliniknya. Penyakit Hirschprung mempengaruhi usus besar, jadi regurgitasi dan muntah
umumnya berhubungan dengan gangguan esofagus dan abdimen, sehingga tidak akan muncul
juga padamanifestasi penyakit ini,
Strategi Mengerjakan Soal: Penegtahuan tentang manifestasi klinis yang berhubungan dengan
subjek yaitu penyakit Hirschprung, dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan ini. Pikirkan tentang
patofisiologi yang berhubungan dengan gangguan ini dan ingat kembali feses berbau busuk
berbentuk panjang seperti pita adalah manifestasi klinik dari penyakit Hirschprung.
Review: Penyakit Hirschprung
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Eliminasi
Sistem Tubuh: Pencernaan dan sistem hepatobilier
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 759; McKinney et al (2013), p. 851-852

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 145:


Seorang klien dalam keadaan tidak sadar mengalami perdarahan profus, dan dibawa ke UGD
setelah mengalami kecelakaan yang serius. Tindakan pemebedahan perlu dilakukan dengan
segera untuk menyelamatkan nyawa klien. Sebagai pertimbangan etik persetujuan tindakan
(informed consent) pembedahan, manakah tindakan yang paling benar?
A. Hubungi perawat penanggung jawab untuk memulai sidang etik membahas prosedur
pembedahan
B. Segera menghubungi pasangan klien untuk mendapatkan persetujuan via telepon sebelum
melakukan prosedur pembedahan
C. Meminta teman klien yang menemani klien untuk masuk ke UGD dan menandatangani
formulir persetujuan tindakan
D. Segera mungkin memindahkan klien ke ruang operasi, sebagaimana petunjuk dokter tanpa
mendapatkan persetujuan tindakan
E. Meminta polisi untuk menandatangani formulir persetujuan tindakan
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 145:
Jawaban : D
Rasional: Secara umum terdapat dua pengecualian untuk mengesampingkan keperluan
mendapatkan persetuan tindakan pada orang dewasa. Pengecualian pertama adalah keadaan
gawat darurat, dan penundaan tindakan dapat mengancam keselamatan dan kehidupan klien.
Pengecualian kedua adalah jika klien telah mempercayakan kepada tim kesehatan dan
menyatakan bahwa persetujuan tidak perlu lagi diminta dari klien tersebut. Pilihan jawaban A, B,
C dan E tidak tepat.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata yang ditekankan “paling benar.” Pilihan Cdapat
dengan mudah dikesampingkan terlebih dahulu. Perhatikan konteks kasusnya, tindakan
pembedahan perlu segera dilakukan. Pilihan A dan B akan menunda tindakan, sehingga perlu
dikesampingkan.
Review: Pemahaman keperluan mendapatkan persetujuan tindakan
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayan kesehtan
Daftar pustaka: Dolan, Holt (2013), p. 446

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 146:


Perawat meminta bantuan Tenaga pembantu perawat (TPP) untuk membantu klien paralisis
berpindah di atas tempat tidur. Intruksi manakah yang paling tepat untuk disampaikan TPP?
A. Berdiri selangkah menjauh dari tempat tidur saat mengangkat
B. Pertahanka punggungmu tetap tegak dan lututmu tertekuk
C. Pertahankan lutut tegak dan punggung membungkuk
D. Pertahankan kedua kaki anda saling merapat untuk menjaga keseimbangan
E. Berdiri dengan kedua kaki merapat dan punggung membungkuk
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 146:
Jawaban : B
Rasional: Posisi ini akan meringankan ketegangan pada otot dan memaksimalkan penggunaan
otot-otot terkuat untuk meningkat.
Strategi Mengerjakan Soal: Ingatlah tentang mekanika tubuh dan keselarasan gerak tubuh,
serta cara meindahkan klien.
Review: Memindahkan klien
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Manajemen
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Muskuluskeletal
Daftar pustaka: Mary O.Eyles (2001), p. 57

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 151:


Seorang klien dengan delirium terlihat gelisah dan bingung ketika di malam hari. Apakah
intervensi awal terbaik yang dilakukan oleh perawat?
A. Pindahkan klien di samping ruang perawat
B. nyalakan lampu dan matikan televisi
C. Biarkan televisi dan lampu menyala redup pada malam hari
D. Mainkan musik dengan suara pelan pada malam hari dan biarkan lampu menyala
E. Nyalakan lampu dengan redup pada malam hari
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 151:
Jawaban : B
Rasional: Hal penting untuk memberikan aktivitas rutinitas setiap hari dan menurunkan
stimulasi dari lingkungan ketika klien gelisah dan bingung suara radio dan televisi mungkin
dapat menambah kebingungan dan disorientasi. Memindahkan klien di samping ruang perawat
bukan merupakan intervensi awal.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata-kata penting “awal” dan “terbaik” pada
pertanyaan. Hilangkan pilihan C dan D terlebih dahulu karena mereka memiliki kesamaan
makna. Dari sisa pilihan-pilihan yang lainnya ingat kembali bahwa menurunkan stimulasi dari
lingkungan adalah intervensi yang terbaik akan mengarahkan anda pada pilihan jawaban B.
Review: Penilaian yang berhubungan dengan klien yang mengalami kegelisahan dan
kebingungan
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: Varcarolis (2013), p. 340-341

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 154:


Seorang iu hamil menanyakan kepada perawat di klinik ketika klien mulai merasakan pergerakan
janinnya. Perawat merespon dengan memberiktahukan kepada ibu tentang kapan pergerakan
janin dirasakan. Berapakah usia gestasi saat hal itu dirasakan?
A. Usia gestasi 6 dan 8 minggu
B. Usia gestasi 8 dan 10 minggu
C. Usia gestasi 10 dan 12 minggu
D. Usia gestasi 16 dan 20 minggu
E. Usia gestasi 18 dan 22 minggu
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 154:
Jawaban : D
Rasional: Quickening adalah pergerakan janin yang umumnya terjadi pada saat usia gestasi 16
dan 20 minggu. Ibu hamil melaporkan adanya sedikit gerakan janin pada usia gestasi tersebut
dan umumnya intensitasnya akan semakin meningkat. Pilihan A, B dan C adalah salah; usia
gestasi tersebut terlalu dini untuk memperlihatkan adanya gerakan janin.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, waktu timbulnya quickening. Pada situasi ini,
pilihan yang tepat adalah memilih usia gestasi yang paling lama.
Review: Proses dan quickening
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Seksual
Sistem Tubuh: Reproduksi
Daftar pustaka: McKinney et al (2013), p. 244

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 155:


Seorang perempuan tiba di poliklinik untuk pemeriksaan kehamilan yang pertama kalinya. Klien
mengatakan kepada perawat HPHT adalah 20 Oktober 2016. Berdasarkan aturan perhitungan
Nagele, pada tanggal berapakah taksiran kelahiran bayinya?
A. 12 Juli 2017
B. 27 Juli 2017
C. 12 Agustus 2017
D. 27 Agustus 2017
E. 12 September 2017
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 155:
Jawaban : B
Rasional: Keakuratan dalam perhitungan Nagele memerlukan siklus menstruasi wanita normal
yaitu 28 hari. Dari HPHTkurangkan 3 bulan, tambahkan 7 hari, dan sesuaikan tahunnya dengan
tepat. Pada kasus ini HPHT klien20 Oktober 2016, ketika anda mengurangi 3 bulan, anda akan
mendapatkan hasil 20 juli 2016. Jika anda menambah 7 hari, anda akan mendapatkan 27 juli
2016. Tambahkan 1 tahun pada kasus ini, sehingga taksiran partus bayi menjadi 27 juli 2017.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu aturan perhitungan Nagele untuk
menjawab pertanyaan ini. Baca semua pilihan dengan hati-hati dan gunakan aturan ini.
Selanjutnya perhatikan tanggal dan tahun sebelum memilih jawaban.
Review: Aturan perhitungan Nagele
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Seksual
Sistem Tubuh: Reproduksi
Daftar pustaka: McKinney et al (2013), p. 247

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 156:


Seorang orang klien menerima anastesi epidural selama persalinan dan menggunakan
forsepmembantu bayi lahir setelah 2 jam mengejan. Pada 6 jam postpartum, tekanan darah
sistolik menurun 20 mmHg, tekanan darah diastolik menuru 10 mmHg, dan frekuensi nadi 120x/.
Klien tampak sngat gelisah dan lelah. Perawat mengatakan kepada klien bahwa klien mengalami
hematoma di vulva. Berdasarkan diagnosis tersebut, manakah rencana tindakan seharusnya
dilakukan perawat?
A. Menenangkan klien
B. Memberikan tekanan pada perineal
C. Memonitor tinggi fundus
D. Menyiapkan klien untuk dilakukan operasi
E. Memantau kontraksi uterus
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 156:
Jawaban : D
Rasional: Informasi yang digambarkan pertanyaan tersebut mengindikasikan bahwa klien
mengalami perdarahan. Operasi sebaiknya dilakukan untuk menghentikan perdarahan. Pilihan A,
B, dan C tidak akan membantu dalam mengintrol perdarahan pada situasi darurat.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada informasi yang digambarkan pada pertanyaan dan
perhatikan subjek pada pertanyaan yaitu klien mengalami hematoma pada vulva. Perhatikan
tanda dan gejala pada pertanyaan yang mngindikasi adanya perdarahan, hal ini akan
mengarahkan anda pada pilihan yang tepat.
Review: Intervensi perawat pada hematoma di vulva
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Seksual
Sistem Tubuh: Reproduksi
Daftar pustaka: McKinney et al (2013), p. 669-670

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 157:


Ibu dari anak dengan artritis juvenile idiopatik memanggil oerawat karena anaknya mengekuh
nyeri hebatakibatpenyakitini. Ibu menanyakan perawat apakah anak boleh dilakukan latihan
ROM saat ini. Bagaimanakah sebaiknya respon perawat terhadap ibu tersebut?
A. “Hindari semua latihan selama periode nyeri hebat tersebut”
B. “Latihan ROM harus dilakukan setiap hari”
C. “Bantu anak latihan isometrik sederhana selama kondisi tersebut”
D. “Berikan obat nyeri tambahan sebelum melakukan latihan ROM”
E. “Lakukan ROM setiap bangun tidur saja”
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 157:
Jawaban : C
Rasional: Selama periode nyeri hebat, mengompres dengan air hangat atau dingin, menyanggah
sendi, dan memposisika sendi pada posisi netral dapat membantu mengurangi nyeri. Meskipun
mengistrahatkan ekstremitas merupakan hal yang tepat, dalam kondisi ini penting juga untuk
memulai latihan isometrik atau gerakan tanpa adanya ketegangan otot sesegera mungkin ketika
anak mampu melakukannya. Latihan ini tidak melibatkan pergerakan sendi.
Strategi Mengerjakan Soal: Gunakan pedoman pemberian obat secara umum padapenyakit ini
untuk membantu dalam menghilangkan pilihan D. Tambahan obat tidak perlu diberikan.
Hilangkan pilihan A dan B karena ada kata semua dan harus dalam pilihan tersebut.
Review: Manajemen nyeri dan perawatan selama kondisi buruk pada artritis juvenile idiopatik
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Anak
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Muskuluskeletal
Daftar pustaka: McKinney et al (2013), p. 1370

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 163:


Seorang perawat sedang mempersiapkan daftar intruksi perawatn diri bagi klien yang didiagnosa
mastitis. Manakah intruksi perawat yang sebaiknya masuk dalam daftar tersebut?
A. Jangan gunaka BH atau kutang berkawat
B. Hindarkan minum terlalu banyak
C. Lakukan pemebrian ASI jika payudara tidak terlalu nyeri
D. Berikan antibiotik sampai nyeri hilang
E. Cegah penekanan pada payudara baik dengan pemberian ASI atau memompa ASI
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 163:
Jawaban : C
Rasional: Mastitis adalah infeksi pada payudara yangterjadi selama proses menyusui. Klien
dianjurkan untuk bersistrahat selama fase akut, memperhatikan asupan cairan minimal 3000 mL
per hari, dan meminum analgetik untuk mengatasi ketidaknyamanan. Antibiotik mungkin
diresepkan dan diberikan samapai dosisnya habis. Antibiotik ini tidak boleh dihentikan meskipun
rasa nyeri telah berkurang. Perawatan tambahan dapat dilakukan dengan kompres hangat atau
digin dan menggunakan BH atau kutang yang berkawat. Penekanan pada payudara secara terus
menerus baik dengan pemberian ASI ataupun memompa ASI sangat penting untuk
mengosongkan payudara dan mencegah pembentukan abses.
Strategi Mengerjakan Soal: Pikirkan tentang patofisiologi yang berhubungan dengan subjek
yaitu mastitis. Ingat kembali perawatan suportif meliputi istrahat, kompres hangat dan dingin,
antbiotik, analgetik, peningkatan asupan cairan, penyangga payudara, akan membantu anda
menjawab pertanyaan.
Review: Perawatan mastitis
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Maternitas
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Reproduksi
Daftar pustaka: McKinney et al (2013), p. 680-681

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 164:


Perawat sedang mengumpulkan data pada klien dengan halusinasi aktif. Manakah pernyataan
terapeutik perawat yang tepat pada kondisi tersebut?
A. “Saya mengetahui apa yang kamu rasakan’mereka mengajak kamu’ tapi itu tidak benar”
B. “Saya bisa dengar suara itu dan dia ingin kamu datang untuk makan malam”
C. “Kadang seseorang mendengar sesutu dan suara di mana orang lain tidak dapat mendengar”
D. “Saya bicara dengan suara-suara yang kamu dengar dan saatini mereka tidak akan menyakiti
kamu”
E. “Saya dapat mendengar suara dan dia meminta kamu untuk tinggal di sini”
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 164:
Jawaban : C
Rasional: Pernyataan tersebut penting bagi perawat untuk menekankan klien pada kenyataan.
Pilihan A, B, D, dan e tidak menekankan pada kenyataan, tapi meyakinkan adanya halusinasi
yang menunjukkan suara-suara itu nyata.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu halusinasi dan perhatikan pilihan A, B, D,
dan E semuan mengindikasikan penekanan pada klien bahwa suara-suaraitu nyata. Pilihan C
adakah satu-satunya pernyataan yang menekankan pada kenyataan.
Review: intervensi keperawatan pada klien yang mengalami halusinasi
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Jiwa
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososia
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
Daftar pustaka: varcarolis (2013), p. 320

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 165:


Seorang perawatsedang bepergian menyuruh anak-anak yang akan renang untuk memakai
sunscren. Perawat mengingatkan anak-anak bahwa sunscreen kimia adalah yang palingefektif
bila dipakai pada waktu?
A. Segera sebelum berenang
B. 15 menit sebelum terpapar sinar matahari
C. Segera sebelum terpapar sinar matahari
D. Minimal 30 menit sebelum terpapar sinar matahari
E. Minimal 1 jam sebelum berenang
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 165:
Jawaban : D
Rasional: Sunscreen paling efektif jika dipakai minimal 30 menit sebelum terpapar
sinarmatahari sehingga dapat meresap ke dalam kulit. Sunscreenharus dipakai kembali setelah
berenang atau berkeringat.
Strategi Mengerjakan Soal: Ketahuilah bahwa sunscreen dapat meresap kedalam kulit akan
membantu anda mengabaikan pilihan jawaban B dan C. Catat kata penting “efektif” akan
membantu anda mengarahkan pada pilihan D.
Review: Perlindungan kulit dengan penggunaan sunscree
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Perencanaan
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Integumen
Daftar pustaka: Lehne (2013), p. 1336

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 168:


Klien dengan miestania gravis diduga mengalami krisis kolinergik. Dari tanda dan gejal di
bawah ini yang merupakan indikasi krisis?
A. Ataksia
B. Luka pada mulut
C. Hipotermia
D. Hipertensi
E. Aphasis
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 168:
Jawaban : D
Rasional: Krisiskolinergik akibat adanya overdosis obat.Indikasi krisis kolinergik di antaranya
adalah gangguan pencernaan, nausea, vomiting, diare, kram perut, peningkatan saliva dan air
mata, miosis, hipertensi, berkeringat, peningkatan sekret bronkial.
Strategi Mengerjakan Soal: Catat bahwa pokok masala, krisis kolinergik diantaranya
hipertensi. Catat bahwa sariawan merupakan kondisi yang perlu waktu untuk terjadi dan ia bukan
merupakan tanda krisis.
Review: Tanda dann gejala krisis kolinergik
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Psikososial
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 564

Soal Simulasi KBS UKOM Perawat 169:


Seorang perawat membantu program promosi kesehatan padamasyarakat dalam sebuah
komunitas tentang kanker testis. Di antara tanda dan gejalaberikut, jawaban manakah yang dapat
disampaikan masyarakat, namun mengindikasikan bahwa mereka membutuhkan pendidikan
kesehatan lebih lanjut?
A. Alopresia
B. Nyeri punggung
C. Pembengkakan testistanpa nyeri
D. Sensasi berat pada skrotum
E. Impotensi
Kunci & Pembahasan Simulasi KBS UKOM Perawat 169:
Jawaban : A
Rasional: Alopesia tidak selalu muncul sebagai tanda kanker testis. Namun dapat terjadi sebagai
efel samping radiasi atau kemoterapi. Pilihan B, C, dan d adalah tandadan gejala yang ditemukan
pada klien dengan kanker testis. Nyeri punggung mungkin mengindikasikan metastase ke arah
nodus limfatik retroperineal.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata kuncinya, mengindikasikan mereka membutuhkan
pendidikan kesehatan. Kata-kata ini menunjukkan ketidakpahaman dan meminta andamemilih
jawaban yang tidak benar. Juga fokus padasubjek pertanyaan, tanda dan gejala kanker testis.
Ingat bahwa alopesia terjadi akibat kemoterapi, bukan indikasi terjadinya penyakit.
Review: Kanker testis
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Darah dan sistem kekebalan imun
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 933