Anda di halaman 1dari 4

PITIRIASIS VERSIKOLOR

BATASAN

Pitiriasis versikolor adalah infeksi superfisialis kronis,asimtomatik menyerang lapisan


stratum korneum dan disebabkan oleh Malassezia furfur

PATOFISIOLOGIS

Malassezia furfur merupakan “lipophilie yeast”, di mana dalam keadaan biasa merupakan
flora normal yang terdapat pada permukaan kulit.

Malassezia furfur yang berbentuk ragi/spora dapat berubah menjadi patogen dalam bentuk
filamen/hifa oleh faktor-faktor predisposisi sebagai berikut :

- Endogen : kulit berminyak,hiperhidrosis, genetika, imunodefisiensi, sindroma cushing


malnutrisi
- Eksogen : kelembaban dan suhu tinggi, higiene, oklusi pakaian, penggunaan emolien
yang berminyak

Pitiriasis versikolor tidak lagi digolongkan sebagai penyakit yang menular. Timbulnya infeksi
jamur ini lebih disebabkan oleh faktor-faktor individual yang spesifik yang belum dapat
diketahui dengan pasti. Aspek-aspek endogen(genetik) merupakanfaktor-faktor kontributor
yang menyebabkan timbulnya Pitiriasis versikolor.

GAMBARAN KLINIS

1. Gatal bila berkeringt


2. Lokasi lesi pada umumnya terdapat pada badan(dada,punggung), leher, lengan atas,
selangkang. Bisa ditemukan pada daerah lain termasuk muka.
3. Terdapat 3 bentuk lesi :
a. Makular : Soliter dan biasanya saling bertemu(koalesen) dan tertutup skuama
b. Papuler : Bulat kecil-kecil perifolikuler, sekitar folikel rambut dan tertutup
skuama
c. Campuran lesi makuler dan papuler
4. Warna lesi bervariasi; putih(lesi dini) kemerahan,coklat dan kehitaman(lesi lama).
Bentuk kronis akan didapatkan bermacam warna.
5. Selesai terapi biasanya didapatkan depigmentasi residual tanpa skuama diatasnya
yang akan menetap dalam beberapa bulan sebelum kembali normal.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. Pemeriksaan mikologis kerokan kulit


Pengambilan bahan dapat dengan kerokan biasa atau dengan menggunakan cellotape
yang ditempel pada lesi. Setelah diambil, bahan diletakkan di atas gelas obyek lalu
diteteskan larutan KOH 20% atau campuran 9 bagian KOH 20% dengan 1 bagian
tinta Parker blueblack superchrome X akan lebih memperjelas pembacaan karena
memberi tampilan warna biru yang cerah pada elemen-elemen jamur.
- Hasil positif :
Hifa pendek, lurus, bengkok (seperti huruf i, v, j) dan gerombolan spora budding
yeast yang berbentuk bulat mirip seperti sphagetti with meatballs.
- Hasil negatif : bila tidak ada lagi hifa, maka berarti bukan Pitiriasis versikolor
walaupun ada spora.
2. Lampu Wood
Untuk membantu menegakkan diagnosis dan untuk menentukan luasnya lesi dapat
dilakukan pemeriksaan dengan penyinaran lampu Wood pada seluruh tubuh penderita
dalam kamar gelap. Hasilnya positif apabila terlihat fluoresensi berwarna kuning
emas pada lesi tersebut.

Malassezia furfur tidak dapat dikultur pada media rutin karena memerlukan lipid untuk
tumbuh. Kultur yang dilakukan pada jamur ini tidak mempunyai nilai diagnostik, karena
Malassezia furfur bentuk ragi/spora merupakan bagian dari flora normal kulit.

DIAGNOSIS

Diagnosis penyakit ini ditegakkan atas dasar :

1. Gambaran klinis yang khas


2. Pemeriksaan sediaan langsung kerokan kulit dengan KOH 20%
3. Pemeriksaan fluoresensi lesi kulit dengan lampu Wood

DIAGNOSIS BANDING
1. Diagnosis banding Pitiriasis versikolor dengan lesi hiperpigmentasi yaitu : Pitiriasis
Rosea, Eritrasma, Dermatitis Seboroika, Tinea Korporis
2. Diagnosis banding Pitiriasis versikolor dengan lesi hipopigmentasi yaitu :Pitiriasis
Alba, Vitiligo, Morbus Hansen tipe Tuberkoloid, Hipopigmentasi Paska Inflamasi.

PENATALAKSANAAN

Menghilangkan faktor-faktor predisposisi

Pengobatan : - menyeluruh

- Tekun dan teratur


- Obat tipikal atau sistematik
A. Obat topikal(digunakan bila lesi tidak terlalu luas)
1. Krim Miconazole 2%, dioleskan sehari 2 kali selama 3-4 minggu untuk lesi di
muka dan badan yang tidak luas
2. Solusio natrium thiosulfate 25% dioleskan sehari 2 kali selama 2 minggu(kurang
dianjurkan) oleh karena bisa menyebabkan iritasi, berbau tidak enak dan tidak
boleh untuk daerah wajah dan leher)
3. Krim Tretinoin 0.05%-0,1% untuk lesi hiperpigmentasi dioleskan sehari 2 kali
selama 2 minggu.
4. Shampo Ketoconazole 1-2% dioleskan pada lesi selama 10-15 menit sebelum
mandi, seminggu 2kali selama 2-4 minggu.
5. Larutan propylene glycol 50% dalam air dioleskan seluruh tubuh sehari 2 kali
selama 2 minggu. Merupakan sediaan yang murah,efektif, kosmetik bagus,
memberikan hasil bagus dan sangat kecil efek iritasi kulitnya.
B. Obat sistematik (digunakan bila sesi luas, resisten terhadap obat topikal, sering
kambuh)
1. Ketoconazole :
- Dosis anak-anak :3,3 – 6,6 mg/kg BB/hari
- Dosis dewasa :200 mg/hari
- Diberikan sehari sekali sesudah makan pagi
- Lama pemberian : 10 hari

PROGNOSIS

1. Kekambuhan tinggi (40-70%)


2. Perlu pengobatan pemeliharaan untuk mencegah kambuh : Ketoconazole 400mg satu
kali/bulan atau Ketoconazole 200 mg selama 3 hari berturut-turut tiap bulan selama
faktor predisposisi masih ada,rata-rata selama 1 tahun.
3. Hipopigmentasi lama bertahan,penjelasan ke penderita sangat penting. Topikal
kortikosteroid sedang/ringan dan preparat coal tar Liquor Carbonas Detergen(LCD)
5% malam hari dapat membantu repigmentasi kulit.