Anda di halaman 1dari 2

A.

Sekuen Ekson Dipertahankan, Sekuen Intron Bervariasi


Gen pada eukariot gen nya dapat tersusun atas ekson dan intron, akan tetapi intron
selalu diantara 2 ekson di sekuen DNA. Ekson pada gen dipertahankan disebabkan sebagai
pembawa materi genetik sedangkan intron bervariasi dan bukan karena bukan sebagai
pembawa informasi genetik. DNA sebelum memunculkan sifat harus ditranskripsi yang
mengahsilkan mRNA akan tetapi di eukarion dihasilkan Pre mRNA. Ekson diguanakan sampai
translasi.

Gambar 1. Sekuen dari gen globin βmaj- dan βmin- tikus berhubungan erat pada daerah pengkode
(ekson) tetapi berbeda pada daerah samping dan intron yang panjang
Dua gen berhubungan seperti pada gambar 1. ekson memiliki titik karna urutan basa
nukleotidanya sama sedangkan pada intron ada yang memiliki titik yang mana intron pada βmaj-
dan βmin- memiliki urutan basa nikleotidanya yang berbeda, sehingga ekson di pertahankan dan
intron bervariasi, ekson dan intron sebenarnya terjadi mutasi akan tetapi pada ekson laju
mutasinya lebih kecil karena digunakan untuk proses translasi dan intron laju mutasinya lebih
bebas bermutasi karena tidak digunakan pada proses translasi sehingga intron menjadi
bervariasi.
Gen β-globin tikus dipakai sebagai contoh pada masalah (kasus) ini. Dua gen β-globin
dibandingkan dan menghasilkan garis pada tiga ekson dan melalui intron yang pendek. Garis
tersebut secara perlahan hilang pada daerah samping dan pada intron yang panjang. Pola ini
khusus, di mana sekuen pengkode terhubung dan hubungannya dapat memanjang melebihi
batasan ekson. Pola tersebut hilang pada intron yang panjang dan pada daerah lain di dalam
gen.
Semua tingkat perbedaan (divergensi) antara dua ekson dikaitkan dengan perbedaan
antara protein-proteinnya. Hal ini disebabkan oleh subtitusi basa. Pada daerah yang ditranslasi,
ekson dirancang untuk mengkode sekuen asam amino, sehingga tidak berubah sekuennya.
Beberapa perubahan tidak mempengaruhi arti kodon karena mereka mengubah satu kodon ke
bentuk lain yang sama dengan asam amino. Perubahan terjadi lebih bebas pada bagian yang
tidak ditranslasikan (ujung 5’ dan 3’ pada mRNA).
Ketika suatu gen dibandingkan pada spesies yang berbeda, ada banyak ekson yang sama
tetapi intronnya berbeda. Kecepatan mutasi pada ekson dan intron adalah sama, namun jika
terjadi pada ekson, maka akan ada mekanisme perbaikan sekuen. Sedangkan intron tidak ada
fungsi sebagai pengkode, sehingga intron dapat mengakumulasi substitusi titik dan perubahan
lain. Perubahan ini menandakan bahwa intron merupakan sekuen yang tidak memiliki fungsi
yang khusus

DAFTAR RUJUKAN
Lewin, B. 2008. Genes IX. Oxford University Press

Pertanyaan:
1. Mengapa akson dipertahankan dan intron bervariasi?
Karena ekson merupakan pembawa informasi genetik sedangkan intron tidak membawa
informasi materi genetik sering melakukan mutasi sehingga intron bervariasi.
2. Apa yang membedakan mutasi pada ekson dan intron?
Pada ekson laju mutasi lebih kecil sedangkan pada intron lebih besar atau bebas bermutasi