Anda di halaman 1dari 8

BAB IV

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Desain Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Desain

penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Desain cross sectional

adalah desain penelitian analitik yang bertujuan untuk mengetahui hubungan

antar variabel dimana variabel independen dan variabel dependen

diidentifikasi pada satu satuan waktu.

B. Populasi, Sampel dan Cara Pengambilan sampel

1. Populasi penelitian

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek,

subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya (Sugiyono, 2014). Populasi dalam penelitian ini adalah

seluruh siswa/i kelas 11 pada periode penelitian sejumlah 390 siswa/i.

2. Sampel

Sampel adalah sebuah gugus atau sejumlah tertentu anggota

himpunan yang dipilih dengan cara tertentu agar mewakili populasi

(sudibyo supardi&Rustika, 2013). Menurut Taro Yamane dan Slovin,

apabila jumlah populasi diketahui maka teknik pengambilan sampel dapat

menggunakan rumus sebagai berikut (Ridwan & Akdon, 2010)

60
61

𝑁
𝑛=
𝑁.𝑑 2 +1

Keterangan :

n = Jumlah sampel

N = Jumlah populasi

d2 = Presisi (ditetapkan 10% dengan tingkat kepercayaan 95%)

Perhitungan Sampel:

390
𝑛=
(390). (0,1)2 + 1

390
𝑛=
3,9 + 1

390
𝑛=
4,9

𝑛 = 79,59 = 80

Pada penelitian, sampel yang digunakan dapat saja memiliki

kemungkinan dropout. Untuk mencegah kejadian tersebut perhitungan

besar sampel ditambah 10% sehingga besar sampel minimal adalah 88

responden.

Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan cara

purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini harus memenuhi syarat

kriteria sebagai berikut:


62

a. Kriteria Inklusi

1) Siswa/Siswi kelas 11 SMAN 6 Tangerang

2) Sudah mengikuti penyuluhan narkoba disekolah.

3) Sudah menerima materi pengajaran disekolah tentang narkoba.

4) Siswa-siswi yang tidak sedang izin atau sakit.

5) Bersedia menjadi responden penelitian.

C. Waktu dan Tempat Penelitian

1. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2017

2. Tempat Penelitian

Lokasi penelitian di SMAN 6 Tangerang

D. Instrumen Penelitian

Alat pengumpulan data yang digunakan dalam peneliatian ini

berbentuk kuesioner. Kuesioner adalah suatu bentuk atau dokumen yang

berisi beberapa item pertanyaan atau pernyataan yang dibuat berdasarkan

indikator-indikator suatu variabel (Kelana Kusuma Dharma, 2011).

Kuesioner pengetahuan tentang napza berjumlah 20 pertanyaan,

pertanyaan dalam bentuk checklist menggunakan skala Guttman yaitu,

tidak=1, Ya=2. Sedangkan kuesioner sikap berjumlah 10 pernyataan,

pernyataan dalam bentuk checklist menggunakan skala Likert yaitu, Sangat

Tidak Setuju=1, Tidak Setuju=2, Setuju=3, Sangat Setuju=4.


63

Dalam penelitian ini menggunakan kuesioner Nova Safriana (2013)

dalam penelitian pengetahuan dan sikap keluarga dalam upaya pencegahan

penyalahgunaan narkoba pada remaja di desa seuleukat kecamatan bakongan

timur kabupaten aceh selatan. Untuk kuesioner pengetahuan dimodifikasi

pada nomor 14, dan kuesioner sikap dimodifikasi pada nomor 2,4,6,8,10.

Kuesioner yang dimodifikasi sudah di konsultasikan dengan dosen

pembimbing dan sudah disetujui.

E. Posedur Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

1. Prosedur Administrasi

a. Peneliti mengajukan surat permohonan ijin dari Poltekkes Banten

b. Peneliti melanjutkan dengan mengajukan permohonan ijin penelitian

yang ditujukan pada Kepala Sekolah SMAN 6 Tangerang sebagai

tempat penelitian.

2. Prosedur Pelaksanaan

a. Melakukan penentuan pengambilan sampel yang memenuhi kriteria

inklusi untuk dijadikan responden.

b. Peneliti menyepakati waktu dan teknis pelaksanaan penelitian

bersama dengan kesiswaan.

c. Peneliti menyepakati waktu pengambilan kuesioner dengan

responden, dan waktu yang disepakati 2 hari.


64

d. Setelah kuesioner dibagikan, peneliti mengumpulkan kembali

kuesioner yang sudah di isi lengkap oleh responden

F. Manajemen Data

Setelah dilakukan pengumpulan data, kemudian data diolah dengan

menggunakan komputer melalui beberapa tahap :

1. Editting adalah pemeriksaan kembali jawaban responden pada kuesioner

yang mencakup kelengkapan jawaban, keterbacaan tulisan, keseragaman

ukuran, dan sebagainya sebelum diberi kode.

2. Coding adalah kegiatan merubah data dalam bentuk huruf pada kuesioner

tertutup atau semi tertutup menurut macamnya menjadi bentuk angka

untuk pengolahan data komputer.

3. Data file adalah pembuatan program pengolahan data komputer.

4. Entry data adalah pengetikan kode jawaban responden pada kuesioner ke

dalam program pengolahan data.

5. Cleaning data adalah pembersihan data hasil entry data agar terhindar

dari ketidaksesuaian dengan coding jawaban responden pada kuesioner.


65

G. Analisa Data

Data dianalisis dalam bentuk univariat dan bivariat sebagai berikut:

1. Analisis Univariat

Analisis univariat atau analisis variabel dapat disajikan dalam

bentuk distribusi frekuensi, ukuran penyebaran dan nilai rata-rata. Salah

satu kegunaan analisis univariat adalah untuk mempersiapkan analisis

selanjutnya.

2. Analisis Bivariat

Analisis bivariat atau analisis 2 variabel dapat disajikan dalam

bentuk tabel silang atau kurva untuk melihat hubungan kedua variabel

tersebut. Uji statistik yang digunakan yaitu chi square.

H. Etika Penelitian

Penelitian keperawatan pada umumnya melibatkan manusia sebagai

subjek penelitian. Tidak bisa dipungkiri penelitian mempunyai resiko

ketidaknyamanan atau cidera pada subjek mulai dari resiko ringan sampai

dengan berat. Karena itu penelitian ini berupaya memenuhi pertimbangan

etik. Terdapat empat prinsip utama dalam etik penelitian keperawatan

(Milton,1999; Loiselle, Profetto-McGgrath, Polit & Back, 2004):

1. Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human dignity).

Penelitian harus dilaksanakan dengan menjunjung tinggi harkat

dan martabat manusia. Subjek memiliki hak asasi dan kebebasan untuk

menentukan pilihan ikut atau menolak penelitian (autonomy). Tidak boleh


66

ada paksaan atau penekanan tertentu agar subjek bersedia ikut dalam

penelitian. Subjek dalam penelitian ini berhak mendapatkan informasi

yang terbuka dan lengkap tentang pelaksanaan penelitian meliputi tujuan

dan manfaat penelitian, prosedur penelitian, resiko penelitian, keuntungan

yang mungkin didapat dan kerahasiaan informasi.

Prinsip ini tertuang dalam pelaksanaan informed consent yaitu

persetujuan untuk berpartisipasi sebagai subjek penelitian setelah

mendapatkan penjelasan yang lengkap dan terbuka dari peneliti tentang

keseluruhan pelaksanaan penelitian.

2. Menghormati privasi dan kerahasiaan subjek (respect for privacy and

confidentiality).

Manusia sebagai subjek penelitian memiliki privasi dan hak asasi

untuk mendapatkan kerahasiaan informasi. Namun, tidak bisa dipungkiri

bahwa penelitian menyebabkan terbukanya informasi tentang subjek.

Sehingga peneliti perlu merahasiakan berbagai informasi yang

menyangkut privasi subjek yang tidak ingin identitas dan segala informasi

tentang dirinya diketahui oleh orang lain. Prinsip ini dapat diterapkan

dengan cara meniadakan identitas seperti nama dan alamat subjek

kemudian diganti dengan kode tertentu. Dengan demikian segala

informasi yang menyangkut identitas subjek tidak terekspos secara luas.

3. Menghormati keadilan dan inklusivitas (respect for justice inclusiveness).

Prinsip keterbukaan dalam penelitian mengandung makna bahwa

penelitian dilakukan secara jujur, tepat, cermat, hati-hati dan dilakukan


67

secara profesional. Sedangkan prinsip keadilan mengandung makna

bahwa penelitian memberikan keuntungan dan beban secara merata sesuai

dengan kebutuhan dan kemampuan subjek.

4. Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing

harm and benefits).

Prinsip ini mengandung makna bahwa setiap penelitian harus

mempertimbangkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi subjek penelitian

dan populasi dimana hasil penelitian akan diterapkan

(beneficience). Kemudian meminimalisir resiko atau dampak yang

merugikan bagi subjek penelitian (nonmaleficience). Prinsip ini yang

harus diperhatikan oleh peneliti ketika mengajukan usulan penelitian

untuk mendapatkan persetujuan etik penelitian. Peneliti harus

mempertimbangkan rasio antara manfaat dan kerugian/resiko dari

penelitian (Kelana Kusuma Dharma, 2011).