Anda di halaman 1dari 11

PENYULUHAN DENGAN KASUS KISTA PAYUDARA DI RUANG CENDERAWASIH RS

BHAYANGKARA TINGKAT III KOTARAJA JAYAPURA

Nama : Bangkit Fandana S.Kep

NIM :A032817001

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) JAYAPURA

TAHUN 2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Memiliki satu atau banyak kista payudara sederhana tidak akan meningkatkan
risiko kanker payudara. Tetapi, memiliki kista dapat mengganggu kemampuan Anda
untuk mendeteksi benjolan payudara baru atau perubahan abnormal lain yang mungkin
perlu dievaluasi oleh dokter. Sangat penting untuk mengetahui/merasakan bagaimana
kondisi normal payudara, sehingga Anda akan tahu ketika ada sesuatu yang baru atau
berubah.
Setiap payudara berisi lobus dari jaringan kelenjar, yang diatur seperti kelopak
bunga aster. Lobus dibagi lagi menjadi lobulus yang lebih kecil, yang menghasilkan susu
selama periode kehamilan dan menyusui. Sebuah saluran kecil bertugas mengalirkan
susu ke puting. Jaringan pendukung yang memberikan bentuk pada payudara terdiri dari
jaringan lemak dan jaringan ikat fibrosa. Kista payudara berkembang ketika
pertumbuhan berlebih dari kelenjar dan jaringan ikat (perubahan fibrokistik) memblokir
saluran susu, menyebabkan mereka untuk melebarkan (dilatasi) dan terisi cairan.
Microcysts (kista mikro) umumnya terlalu kecil untuk dapat dirasakan, tetapi dapat
dilihat selama tes pencitraan, seperti mamografi atau USG. Macrocysts yang cukup besar
untuk dirasakan dapat tumbuh dengan diameter sekitar 1 sampai 2 inci (2,5 sampai 5
cm).
Kista payudara yang besar dapat menempatkan tekanan pada jaringan payudara di
dekatnya, menyebabkan nyeri atau ketidaknyamanan pada payudara. Penyebab kista
payudara masih belum diketahui. Beberapa bukti menunjukkan bahwa kelebihan
estrogen dalam tubuh--hormon yang dapat menstimulasi jaringan payudara-- mungkin
memainkan peran dalam perkembangan kista payudara. Jaringan payudara yang normal
pada wanita sehat sering terasa kental atau nodular. Tetapi jika Anda mendeteksi
keberadaan benjolan payudara baru yang tidak hilang setelah periode haid, atau jika
benjolan payudara yang sebelumnya telah dievaluasi tampak semakin tumbuh atau
berubah, buatlah janji dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep Kista Payudara


1. Definisi
Kista adalah kantong abnormal yang berisi cairan encer jernih, cairan kental,
kuning, bisa berupa cairan darah berwarna coklat, dan bahkan kadangkala berisi
rambut. Bila cairan dalam kantong kista bertambah maka kistapun akan membesar
sehingga dinding kista menipis dan mudah pecah (Nusratuddin, 2009).
Kista payudara adalah sebuah penyakit ketika di dalam payudara terdapat
kantung berisi cairan. Kista membentuk benjolan bulat atau oval, menyerupai balon
yang berisi air. Benjolan ini dapat terbentuk dalam ukuran kecil atau bahkan besar
sekalipun, dengan diameter sekitar 1 sampai 2 inci (2.5 sampai 5cm). Bila benjolan
berukuran besar, jaringan payudara yang berada di dekatnya dapat tertekan dan
menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan pada payudara.
Penyakit ini dapat dialami oleh semua wanita. Namun, seringkali penyakit ini
akan menyerang wanita yang berumur 35 tahun hingga 50 tahun yang belum
mengalami menopause. Anda dapat memiliki satu atau banyak kista. Hal ini
mungkin hanya Anda temukan di salah satu bagian atau bahkan kedua payudara
Anda. Namun, penyakit ini tidak mengarah pada kanker payudara dan tergolong
jinak. Biasanya penyakit tersebut akan menghilang dengan sendirinya setelah
menopause. Meski begitu, apabila Anda mengalaminya, lebih baik Anda
memeriksakan diri ke dokter. Dengan begitu, Anda mungkin dapat mendeteksi
benjolan baru pada payudara Anda sekaligus mengetahui perubahan abnormal lain
yang mungkin tidak Anda rasakan sebelumnya.
2. Etiologi
Penyebab pasti dari kista payudara masih belum diketahui. Namun, ada
beberapa bukti yang menunjukkan bahwa kelebihan estrogen dalam tubuh dapat
merangsang jaringan yang ada pada payudara di mana hal itu secara tidak langsung
memainkan peran dalam perkembangan kista pada payudara. Selain itu, ada
pendapat lain yang meyakini bahwa kista payudara berkembang ketika kelenjar dan
jaringan ikat pada payudara menghambat saluran susu. Akibatnya, kelenjar dan
jaringan ikat tersebut akan melebar (dilatasi) dan kemudian terisi oleh cairan.
3. Manifestasi kinis
Ketika kista pada payudara Anda masih berukuran kecil, Anda mungkin tidak
akan merasakan tanda dan gejala apapun. Namun, apabila ukuran kista sudah
membesar, Anda mungkin akan merasa sakit dan nyeri di daerah payudara Anda.
Selain itu, apabila Anda mengalami kista payudara sebelum menopause, biasanya
ukuran payudara Anda akan membesar diikuti dengan rasa nyeri. Namun, bila Anda
mengalami hal ini setelah menopause, ukuran payudara Anda akan mengecil diikuti
dengan tanda dan gejala lain, seperti payudara terasa sakit.
4. Pencegahan
Meski belum diketahui penyebab munculnya kista, tumor ini dapat dihindari
dengan penerapan pola hidup yang sehat dan berkualitas, antara lain:
a. Makan-makanan yang bergizi, menghindari makanan yang mengandung bahan
karsinogenik dan makanan tinggi lemak.
b. Olahraga secara teratur
c. Tidak merokok
d. Tidak minum minuman yang mengandung alkohol
e. Deteksi dini apabila muncul keluhan yang serupa dengan tanda dan gejala kista
ovarium.
5. Pengobatan
Awalnya, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk
mengidentifikasi dan memastikan adanya benjolan pada payudara, khususnya kista.
Biasanya dokter akan membahas mengenai riwayat kesehatan dan gejala-gejala yang
Anda rasakan. Selain itu, dokter akan melakukan beberapa jenis pemeriksaan seperti
berikut ini:
a. Pemeriksaan payudara
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, khususnya pada bagian payudara
Anda untuk melihat apakah ada benjolan dalam payudara Anda. Namun,
pemeriksaan ini tidak dapat memberikan hasil yang akurat. Oleh karena itu,
dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan, yaitu dengan melakukan tes
pencitraan dan aspirasi jarum halus (fine-needle aspiration).
b. Tes pencitraan
Biasanya dokter akan melakukan tes pencitraan dengan melakukan USG pada
payudara. Hal ini dapat membantu dokter untuk melihat kondisi benjolan yang
terbentuk dalam payudara Anda, apakah cair atau padat. Bila benjolan
berbentuk cairan, hal ini biasanya mengarah ke penyakit kista. Namun, apabila
benjolan berbentuk padat, hal ini biasanya bukan kanker, namun bisa juga
menjadi kanker payudara.
c. Aspirasi jarum halus (fine-needle aspiration)
Selama melakukan prosedur ini, dokter akan menyisipkan jarum tipis ke dalam
benjolan dalam payudara Anda guna mengambil sampel dari cairan yang ada
dalam benjolan tersebut. Dokter biasanya juga akan menggunakan USG untuk
memandu penempatan jarum yang tepat. Berikut hal-hal yang biasanya terjadi
ketika melakukan prosedur ini:
1) Cairan yang diambil oleh jarum tidak mengeluarkan darah dan kemudian
benjolan dalam payudara menghilang dengan sendirinya. Jika Anda
mengalami hal ini, Anda tidak perlu melakukan pengujian dan
pengobatan lebih lanjut.
2) Cairan yang diambil oleh jarum mengeluarkan darah dan benjolan dalam
payudara tidak menghilang. Jika Anda mengalami hal ini, dokter akan
mengirimkan sampel cairan untuk diuji di laboratorium dan memberikan
rekomendasi kepada Anda untuk melakukan tindakan lanjutan, seperti
pengobatan.
3) Tidak ada cairan yang berhasil ditarik dan dikeluarkan oleh jarum,
dokter mungkin akan merujuk Anda untuk melakukan tes pencitraan
guna mengevaluasi lebih lanjut kondisi benjolan yang terbentuk dalam
payudara.

Setelah melakukan pemeriksaan dan dokter telah mengetahui adanya benjolan


kista dalam payudara Anda, dokter akan merujuk Anda untuk melakukan
pengobatan. Meskipun penyakit kista payudara tidak berbahaya, namun Anda tetap
harus melakukan pengobatan untuk mencegah pembesaran ukuran benjolan dan
mengurangi gejala dari penyakit ini. Biasanya, dokter akan menguras cairan dalam
benjolan kista. Hal itu dapat meringankan gejala yang timbul dari penyakit ini.
Berikut pilihan pengobatan untuk mengatasi penyakit kista payudara:

a) Aspirasi jarum halus (fine-needle aspiration)

Ini merupakan prosedur untuk mendiagnosis kista pada payudara. Namun,


prosedur ini juga dapat Anda gunakan untuk mengobati penyakit kista payudara.
Dokter akan mengeluarkan semua cairan dari kista dan memastikan benjolan
pada payudara Anda menghilang dan Anda tidak lagi mengalami gejala-gejala
pada payudara Anda. Namun, Anda harus melakukan prosedur ini selama
berkali-kali untuk dapat mengeluarkan seluruh cairan dari dalam benjolan
tersebut

b) Penggunaan hormon

Pil KB (kontrasepsi oral) yang digunakan untuk mengatur siklus menstruasi


juga dapat Anda gunakan untuk mengurangi kekambuhan dari penyakit kista
payudara. Namun, pil KB atau terapi hormon lainnya memiliki efek samping
pada penggunanya. Untuk itu, jenis obat ini hanya dianjurkan untuk digunakan
oleh wanita yang mengalami penyakit kista payudara tahap berat.

c) Operasi

Pembedahan dilakukan untuk mengangkat kista secara langsung. Prosedur ini


hanya dilakukan bila benjolan pada payudara menyebabkan Anda merasa tidak
nyaman dalam kurun waktu yang lama dan menunjukkan tanda dan gejala yang
mengkhawatirkan.
B. SAP (Satuan Acara Penyuluhan)

Topik : Kista Payudara


Peserta : Ny. D beserta keluarga
Tempat : Ruang Cenderawasih C10
Hari/Tanggal : Sabtu/23 Desember 2017
Waktu : 30 menit

1. Tujuan Instruksional Umum


Setelah diberikan penyuluhan, peserta diharapkan mengetahui tentang kista
payudara.
2. Tujuan Instruksional Khusus
a. Peserta mengetahui tentang pengertian kista payudara
b. Peserta mengetahui tentang etiologi kista payudara
c. Peserta mengetahui tentang tanda dan gejala kista payudara.
d. Peserta mengetahui tentang pencegahan kista ovarium.
e. Peserta mengetahui tentang pengobatan kista payudara.
3. Sasaran : Pasien Ny. D beserta keluarga
4. Materi
Terlampir
5. Metode
Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah metode ceramah, tanya jawab,
dan diskusi. Metode ceramah dipadukan dengan metode diskusi dan tanya jawab
yang dimaksudkan untuk memotivasi minat dan keterlibatan peserta penyuluhan.
6. Media
Leaflet
7. Kegiatan Penyuluhan
No. Waktu Kegiatan Fasilitator Kegiatan Peserta

1. 3 menit Pembukaan: Peserta menperhatikan


1. Memberi salam. penjelasan yang
2. Perkenalan dan kontrak waktu. disampaikan oleh fasilitator
3. Menyampaikan tujuan penyuluhan. dan aktif mengemukakan
4. Menyampaikan ruang lingkup materi yang pendapat.
akan disampaikan dan metode yang akan
digunakan.
5. Memotivasi peserta dengan menekankan
pentingnya materi ini untuk dipahami.

2. 15 menit Pelaksanaan: Peserta memperhatikan


penjelasan yang diberikan
1. Menggali pengetahuan ibu tentang kista oleh fasilitator.
payudara
2. Menjelaskan tentang pengertian kista
payudara
3. Menyebutkan penyebab kista payudara.
4. Menyebutkan tanda dan gejala kista
payudara
5. Menjelaskan tentang pencegahan kista
payudara.
6. Menjelaskan yang harus dilakukan/
penatalaksanaan kista payudara.

3. 10 menit Evaluasi: Peserta aktif bertanya,


Menanyakan kembali kepada peserta tentang menjawab, dan
materi yang telah diberikan, dan mengemukakan pendapat.
reinforcement kepada ibu yang dapat Peserta menjawab dan
menjawab pertanyaan. menanggapi pertanyaan
fasilitator.

4. 2 menit Terminasi: Peserta mendengarkan dan


menjawab salam.
1. Mengucapkan terima kasih atas peran
serta peserta.
2. Mengucapkan salam penutup.
3. Membagikan leaflet.
8. Pengorganisasian
Pembimbing : Ns. Connie L. T. S.Kep
Penyaji : Bangkit Fandana S.kep
9. Kriteria Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
1) Peserta hadir di tempat penyuluhan.
2) Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruang C10 Cenderawasih.
3) Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan
selama penyuluhan.
b. Evaluasi Proses
1) Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
2) Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan.
3) Peserta mengajukan pertanyaan dan fasilitator menjawab pertanyaan dengan
benar.
c. Evaluasi Hasil
1) Peserta dapat menyebutkan pengertian, penyebab, faktor risiko, tanda dan
gejala, penatalaksanaan, serta pencegahan kista payudara.
d. Antisipasi Masalah
1) Bila peserta tidak aktif dalam kegiatan (tidak ada pertanyaan), fasilitator
dapat menstimulasi dengan cara berdialog dengan pemberi materi dalam
membahas apa yang sedang diberikan.
2) Pertanyaan yang mungkin tidak dapat dijawab oleh kelompok penyaji
hendaknya dilakukan konfirmasi dengan pembimbing.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Kista payudara adalah sebuah kantung yang berisi cairan dalam payudara, dan
biasanya bukan merupakan kanker (jinak). Anda bisa memiliki satu atau lebih kista
payudara. Mereka sering digambarkan sebagai benjolan bulat - oval dengan tepian yang
berbeda. Secara tekstur, kista payudara biasanya terasa seperti anggur atau balon yang
berisi air, tapi kadang-kadang kista payudara terasa kuat/keras.
Kista payudara umumnya tidak memerlukan pengobatan, kecuali untuk kista besar
yang menyakitkan atau menimbulkan rasa tidak nyaman. Dalam kasus ini, pengaliran
cairan (pengeringan) dari kista payudara dapat meringankan gejala-gejala.
Kista payudara adalah kondisi umum pada wanita sebelum menopause, yakni
antara usia 35 dan 50 tahun, tetapi dapat juga ditemukan pada wanita dari berbagai usia.
DAFTAR PUSTAKA

Husodo, Lukito, 2008. Ilmu Kandungan; Prinsip-Prinsip Pembedahan. Jakarta: PT


Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Joedosapoetro, Soetomo. 2011. Ilmu Kandungan; Tumor Jinak Pada Alat-alat


Genital. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Wiknjosastro, H. 2012. Ilmu Kandungan Edisi 2; Tumor Jinak Pada Alat Genital.
Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

http://health.liputan6.com/read/675330/kista-payudara-benjolan-berisi-cairan-dalam-
payudara diakses pada tanggal 22 Desember 2017 pada pukul 01:00 WIT

http://poskotanews.com/2017/08/08/waspadai-kista-bisa-sebabkan-berbagai-
komplikasi/ diakses pada tanggal 22 Desember 2017 pada pukul 01:30 WIT