Anda di halaman 1dari 13

KNOWLEDGE MANAGEMENT

PROSEDUR UJI PNEUMATIK PADA PERPIPAAN PE (POLYETHYLENE) PADA PROYEK JARINGAN GAS RUMAH TANGGA

PE (POLYETHYLENE) PADA PROYEK JARINGAN GAS RUMAH TANGGA Disusun Oleh: HARIS SYUKRA PRATAMA (ET 153559) PROCESS

Disusun Oleh:

HARIS SYUKRA PRATAMA (ET 153559) PROCESS ENGINEER

PROJECT EPC PEMBANGUNAN JARINGAN GAS UNTUK 32000 RUMAH DI

KOTA PRABUMULIH

DEPARTEMEN INDUSTRIAL PLANT

PT. WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk.

2016

 

PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE

Knowledge Management

Nomor Dokumen

Rev -

   

Halaman

-

2 dari 13

 

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

2

1 TUJUAN

3

2 RUANG LINGKUP

 

3

3 DEFINISI

3

4 REFERENSI

4

5 PROSEDUR

UJI PNEUMATIK

4

5.1 KETENTUAN UMUM

 

4

5.2 KETENTUAN

KHUSUS

4

5.3 FLUSHING/CLEANING

5

5.4 ALAT UJI

5

5.5 TAHAP PERSIAPAN

 

6

5.6 TAHAP PELAKSANAAN

6

5.7 INTERPRETASI HASIL

9

6 DOKUMENTASI

 

9

LAMPIRAN

10

 

PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE

Knowledge Management

Nomor Dokumen

Rev -

   

Halaman

-

3 dari 13

1. TUJUAN

Memberikan pedoman umum bagi para pelaksana dalam pengujian pneumatik

untuk pipa polyethylene (PE) pada Proyek Jaringan Gas Bumi di Prabumulih.

2. RUANG LINGKUP

Prosedur ini merupakan pedoman tertulis yang berisi persyaratan minimal

dalam pelaksanaan kegiatan pengujian pneumatik untuk pipa polyethylene

(PE) pada Proyek Jaringan Gas Bumi di Prabumulih.

3. DEFINISI

Definisi kata-kata yang digunakan dalam prosedur ini adalah sebagai berikut:

PERUSAHAAN

PT. PERTAMINA GAS, yang didefinisikan sebagai pemilik

dan pengguna fasilitas akhir.

 

KONSULTAN PT. Surveyor Indonesia (Persero) yang ditunjuk oleh

 

PERUSAHAAN sebagai pelaksana pengawasan

pekerjaan yang akan bertanggung jawab sesuai kontrak

kerjanya.

 

KONTRAKTOR

PT. WIKA REKIND NINDYA KARYA sebagai

Konsorsium, yang dipilih oleh PERUSAHAAN untuk

melaksanakan Procurement & Construction sesuai

dengan yang disyaratkan PERUSAHAAN.

SUB-KONTRAKTOR Pihak lain yang ditunjuk oleh KONTRAKTOR untuk

 

mengerjakan bagian-bagian kecil dari pekerjaannya

sesuai lingkup yang diberikan dan harus disetujui oleh

PERUSAHAAN.

 

UJI PNEUMATIK Bagian dari kegiatan pengujian di mana jaringan pipa

 

diberi tekanan. Uji pneumatik meliputi uji kekuatan dan uji

kebocoran.

 
 

PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE

Knowledge Management

 

Nomor Dokumen

Rev -

   

Halaman

 

-

4 dari 13

4.

REFERENSI

 

SNI-13-3474-2009 Sistem perpipaan transmisi dan distribusi gas

SNI. 13-3507-1994 Konstruksi Sistem Pipa Polyethelene untuk Gas

 

Bumi

 

ASME B31.8 Gas Transmission and Distribution Piping System

Owner Specification Dokumen FEED

 

Kepmen No.300K Keselamatan Kerja Pipa Penyalur Minyak dan Gas

 

Bumi

5.

PROSEDUR UJI PNEUMATIK

 

5.1

Ketentuan Umum

 

KONTRAKTOR melalui SUB-KONTRAKTOR-nya harus menjalankan Uji

Pneumatik Sistem Distribusi Tekanan Menengah pipa PE (untuk selanjutnya

disebut pipeline DTM) berdasarkan SNI 13-3507-1994 Konstruksi Sistem Pipa

Polyethelene untuk Gas Bumi.

 

Uji Pneumatik dilakukan untuk mengetahui secara mekanis apakah system

pipa PE yang terpasang mampu menerima upset condition, memastikan

tidak ada deformasi pada pipa, dan adanya kebocoran maka dilakukan Uji

Pneumatik.

 

Uji Pneumatik dilakukan sebesar 1.5 x MOP (Maximum Operating

Pressure). Fluida yang digunakan adalah udara bertekanan.

5.2

Ketentuan Khusus

 

Suhu berpengaruh besar terhadap perubahan tekanan dalam pipa yang diuji.

Untuk itu perlu diingat bahwa :

 

-

Untuk pengujian pipa induk tekanan sampai dengan 75 mbar bila terjadi

 

perubahan suhu udara 1 o C di dalam pipa tekanan akan berubah 5 mbar.

 

PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE

 

Knowledge Management

Nomor Dokumen

 

Rev -

     

Halaman

 

-

 

5 dari 13

- Untuk pengujian pipa induk tekanan lebih besar dari 75 mbar 2 bar bila

terjadi perubahan suhu udara 1 o C di dalam pip a tekanan akan berubah

15

mbar.

- Untuk pengujian pipa induk tekanan lebih besar dari 2 bar 7 bar bila

terjadi perubahan suhu udara 1 o C di dalam pip a tekanan akan berubah

28

mbar.

Pipa induk yang diuji harus sudah teruruk dengan baik dan bila

memungkinkan suhu tetap dipantau. Hal ini akan berguna apabila terjadi

penurunan tekanan baik karena adanya bocoran ataupun karena pengaruh

suhu tanah yang bervariasi.

 

5.3 Flushing/Cleaning Pipa PE

Sebelum melakukan uji pneumatik maka diharuskan melakukan

flushing/cleaning terlebih dahulu terhadap pipa yang akan diuji untuk

membersihkan pipa dari kotoran-kotoran yang ada. Flushing/Cleaning

dilakukan dengan mengisi pipa dengan udara bertekanan 4 bar (Jalur Pipa

DTM), 1 bar (Jalur pipa DTR, SK, dan SR) dan tahan selama minimal 5

menit.

5.4 Alat Uji

 

Peralatan uji yang digunakan mengacu kepada SK Dirjen Migas No.

84K/DJM/II/1998,

termasuk

spesifikasi

ketelitiannya

dan juga harus

dilengkapi dengan sertifikat kalibrasi dari instansi berwenang yang masih

berlaku. Peralatan yang dipakai antara lain :

 

- Kompressor kapasitas 7 bar

- Pressure Gauge (PG)

- Temperature Gauge (TG)

- Dead Weigh Tester (DWT)

- Barton Chart

 

- Valve (manifold test)

 

PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE

Knowledge Management

 

Nomor Dokumen

Rev -

   

Halaman

 

-

6 dari 13

5.5

Tahap Persiapan

 

-

Pastikan semua peralatan yang akan digunakan masih dalam kondisi baik.

-

Pasang temporary test blind pada system jaringan pipa distribusi / service

yang masih terbuka.

 

-

Pasang 2 nomor pressure gauge yang sudah dikalibrasi pada titik awal dan

akhir, pastikan dalam keadaan benar dan aman.

 

-

Pasang hose connection dari kompresor menuju ke point system jaringan

pipa distribusi / service dan pastikan dalam keadaan benar dan aman.

-

Pasang hose connection dari DWT dan Barton chart menuju manifold,

pastikan dalam keadaan benar dan aman.

 

-

Rambu-rambu pengaman harus terpasang pada daerah yang mempunyai

potensi bahaya

 

-

Pasang alat penerangan bila bekerja pada malam hari.

-

Pasang tenda bila keadaan hujan.

 

-

Lakukan safety Briefing sebelum uji pneumatic dilakukan.

5.6

Tahap Pelaksanaan

 

Jalur Pipa PE Distribusi Tekanan Menengah (DTM)

a. Tekanan uji pneumatik untuk pipa PE berdasarkan standar SNI 13-3507

adalah sebagai berikut,

 

= 1,5 ×

MOP = 4 barg

sehingga tekanan uji yang digunakan adalah :

Tekanan Uji = 1,5 x 4 = 6 barg

b. Waktu Pengujian

 

Waktu pengujian berdasarkan butir 4.4.5 SNI 13-3507-1994 yang dihitung

sebagai berikut :

 

-

Untuk pengujian pipa tekanan sampai dengan 75 mbar ; t =

 

1,165 v.

 

PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE

Knowledge Management

Nomor Dokumen

 

Rev -

     

Halaman

 

-

 

7 dari 13

 

- Untuk pengujian pipa tekanan lebih besar dari 75 mbar sampai

dengan 2 bar ; t = 0,883 v.

 

- Untuk pengujian pipa tekanan lebih besar dari 2 bar sampai

dengan 7 bar ; t = 1,766 v.

 

Volume pipa berdasarkan pada tabel 4.

Ringkasan waktu pengujian dapat dilihat pada tabel 2.

Saat melaksanakan Uji Pneumatik harus dilakukan secara bertahap,

yaitu :

Tahap 1 : 30 % x Tekanan Uji = 1,8 barg

 

(Waktu 15 menit)

Tahap 2 : 70 % x Tekanan Uji = 4,2 barg

(Waktu 15 menit)

Tahap 3 : 100% x Tekanan Uji = 6 barg (Waktu lihat tabel 2)

c.

Langkah Pengujian

- Isi pipa dengan udara dilanjutkan dengan penekanan sampai 1,8 barg

(30%), tahan selama 15 menit.

 

- Periksa alat ukur apakah ada penurunan tekanan.

- Jika tekanan tidak turun dan tidak terjadi kebocoran maka lanjutkan

penekanan sampai 4,2 barg (70%), tahan selama 15 menit.

- Jika tekanan tidak turun dan tidak terjadi kebocoran maka lanjutkan

penekanan sampai 6 barg (100%), tahan sesuai waktu pada tabel 2.

- Diperiksa dan di catat setiap 60 menit terhadap perubahan suhu dan

perubahan tekanan selama waktu tahan di posisi alat ukur inlet dan

outlet, ditandatangani oleh pelaksana uji pneumatik dan diketahui oleh

QA/QC kontraktor.

 

- Jika dalam waktu lama pengujian tidak terjadi penurunan tekanan

maka udara harus dikosongkan dari jaringan.

 

- Jika terjadi penurunan tekanan, dilakukan penekanan lagi dengan

menggunakan odorant untuk mendeteksi tempat terjadinya

kebocoran.

 

PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE

Knowledge Management

Nomor Dokumen

Rev -

   

Halaman

 

-

8 dari 13

-

Jika ditemukan kebocoran dan terjadi penurunan yang sangat besar

pada alat ukur maka langkah yang harus dilakukan adalah membuang

udara secara perlahan-lahan sampai pada alat ukur nol bar, dan

selanjutnya dilakukan perbaikan pada pipa yang bocor kemudian

kembali ke langkah awal.

 

Jalur Pipa PE Distribusi Tekanan Rendah (DTR)

a. Tekanan uji pneumatik untuk pipa PE tekanan rendah (servis) adalah 0.6

barg ≈ 1 barg (14.5 psig).

 

b. Waktu Pengujian

 

Waktu pengujian untuk jalur pipa DTR adalah 8 jam per RS (Rumah

Sektor).

 

c. Langkah Pengujian

- Isi pipa dengan udara dilanjutkan dengan penekanan sampai 1 barg

 

(100%)

- Periksa alat ukur apakah ada penurunan tekanan.

- Diperiksa dan di rekam/foto pressure gauge diawal dan diakhir test.

- Jika dalam waktu lama pengujian tidak terjadi penurunan tekanan

 

maka udara harus dikosongkan dari jaringan.

- Jika terjadi penurunan tekanan, dilakukan penekanan lagi dengan

 

menggunakan odorant untuk mendeteksi tempat terjadinya

kebocoran.

- Jika ditemukan kebocoran dan terjadi penurunan yang sangat besar

 

pada alat ukur maka langkah yang harus dilakukan adalah membuang

udara secara perlahan-lahan sampai pada alat ukur nol bar, dan

selanjutnya dilakukan perbaikan pada pipa yang bocor kemudian

kembali ke langkah awal.

 
 

PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE

Knowledge Management

Nomor Dokumen

Rev -

   

Halaman

 

-

9 dari 13

5.7

Interpretasi Hasil

Uji Pneumatik dilaksanakan menurut Tabel 3 dan Tabel 4 yang mengatur

mengenai batasan penurunan tekanan maksimum yang diperbolehkan.

Jika uji pneumatik dilaksanakan dan hasilnya tidak meyakinkan,

perpanjangan waktu pengujian perlu dipertimbangkan sebelum melakukan

tindakan selanjutnya. Jika dalam pelaksanaan uji tidak ditemukan

kebocoran, pressure gauge tidak ada penurunan serta pembacaan DWT dan

barton chart terlihat hasil sempurna maka sistem harus dikosongkan dari

tekanan secara perlahan-lahan sampai posisi alat ukur mencapai 0.

Jika Pressure Gauge ada penurunan yang menandakan ada kebocoran,

maka harus segera ditemukan titik kebocoran, lalu diberi tanda, dan lakukan

pengosongan udara secara perlahan. Setelah diperbaiki maka dilakukan uji

pneumatic ulang.

Berhubung hal ini sulit untuk menilai apakah perubahan tekanan itu akibat dari

adanya perubahan temperatur, maka perlu ditetapkan batasan toleransinya

(acceptance criteria), yaitu skala terkecil dari Dead Weigh Tester (DWT)

sebesar 0,01 bar (10 mbar).

 

Khusus untuk test pneumatic DTR, jika berdasarkan pressure gauge tidak ada

indikasi kebocoran maka hasil dapat diterima (accept).

6. DOKUMENTASI

 

- Laporan Test Pneumatic (Pneumatic Test Report)

 

- Barton Chart (Hanya DTM)

- Log DWT (Hanya DTM)

- Foto

 
Nomor Dokumen - Pipa Pipa Servis s/d 2 bar Pipa Induk Tekanan >2 s/d 7

Nomor Dokumen

-

Nomor Dokumen - Pipa Pipa Servis s/d 2 bar Pipa Induk Tekanan >2 s/d 7 bar

Pipa

Pipa Servis s/d 2 bar

Pipa Induk Tekanan >2 s/d 7 bar

RSI

 

125

D

F

G

H

I

J

K

L

M

433

N

O

TOTAL

I J K L M 433 N O TOTAL PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE LAMPIRAN Tabel

PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE

N O TOTAL PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE LAMPIRAN Tabel 1. Tekanan Uji Tekanan Uji 1.5
N O TOTAL PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE LAMPIRAN Tabel 1. Tekanan Uji Tekanan Uji 1.5
N O TOTAL PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE LAMPIRAN Tabel 1. Tekanan Uji Tekanan Uji 1.5

LAMPIRAN

Tabel 1. Tekanan Uji

Tekanan Uji

1.5

x tekanan

operasi

1.5

x tekanan

operasi

maksimal s/d

7 bar

Tabel 2. Waktu Uji

(m) (m3)

90

125 90

4391,5

0

10043

0

3749

0

2181

0

1063

41,724

7015

0

1649

17,841

1382

0

3414

4,1135

7806

0

7628,5

0

50322

57025

Knowledge Management

Rev -

Halaman

10 dari 13

yang Waktu Uji 8 jam Lihat Tabel 2 Holding Time (jam) 38 87 32 19
yang
Waktu Uji
8 jam
Lihat Tabel 2
Holding
Time
(jam)
38
87
32
19
83
61
46
12
37
68
66

Pressure

Sistem

Instrumen Uji

Digunakan

DTR

Gauge

DTM

Pressure

Gauge, DWT

PANJANG JALUR VOLUME PIPA DTM TERPASANG 21,51835 49,2107 18,3701 10,6869 4392 5,2087 34,3735 1878 8,0801
PANJANG JALUR
VOLUME PIPA
DTM TERPASANG
21,51835
49,2107
18,3701
10,6869
4392
5,2087
34,3735
1878
8,0801
6,7718
16,7286
38,2494
37,37965
6703
Nomor Dokumen - Panjang Pipa (m) 10 0.02 20 0.05 30 40 50 0.12 60

Nomor Dokumen

-

Nomor Dokumen - Panjang Pipa (m) 10 0.02 20 0.05 30 40 50 0.12 60 0.15

Panjang

Pipa (m)

10

0.02

20

0.05

30

40

50

0.12

60

0.15

70

80

90

0.22

100

0.25

200

0.49

300

400

0.99

500

750

1000

200 0.49 300 400 0.99 500 750 1000 PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE 63 90 125

PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE

500 750 1000 PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE 63 90 125 (3.5) (4.9) 0.50 0.10
500 750 1000 PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE 63 90 125 (3.5) (4.9) 0.50 0.10
500 750 1000 PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE 63 90 125 (3.5) (4.9) 0.50 0.10

63

90

125

(3.5)

(4.9)

0.50

0.10

0.10

0.19

0.15

0.29

0.20

0.38

0.25

0.48

0.29

0.57

0.34

0.67

0.39

0.76

0.44

0.86

0.49

0.95

0.98

1.90

1.50

2.90

2.00

3.80

2.50

4.80

3.70

7.10

4.90

9.50

Knowledge Management

Rev -

Halaman

11 dari 13

180 250 (7) (9,8) 0.30 0.77 1.20 1.50 1.90 2.30 2.70 3.10 3.50 3.80 7.70
180
250
(7)
(9,8)
0.30
0.77
1.20
1.50
1.90
2.30
2.70
3.10
3.50
3.80
7.70
12.00
15.00
19.00
29.00
38.00

Tabel 3. Volume Nominal Pipa (m 3 ) Uji Pneumatik

 

Diameter (mm (inci))

(2.5)

     
     

0.20

     

0.39

0.07

   

0.59

0.10

   

0.78

     

0.98

     

1.20

0.17

   

1.40

0.20

   

1.60

     

1.80

     

2.00

     

3.90

0.74

   

5.90

     

7.80

1.20

   

9.80

1.90

   

15.00

2.50

   

20.00

Nomor Dokumen - Volume (m 3 ) 4 8 0.1 - - 0.2 67 -

Nomor Dokumen

-

Nomor Dokumen - Volume (m 3 ) 4 8 0.1 - - 0.2 67 - 0.3

Volume (m 3 )

4

8

0.1

-

-

0.2

67

-

0.3

45

89

0.4

34

67

0.5

27

54

0.6

23

45

0.7

19

39

0.8

17

34

0.9

15

30

1

14

27

2

7

14

3

5

9

4

3

7

5

3

5

6

2

5

7

2

4

8

2

3

9

2

3

10

1

3

20

1

1

30

-

1

40

-

1

50

-

1

60

-

-

70

-

-

80

-

-

90

-

-

100

-

-

110

-

-

120

-

-

130

-

-

140

-

-

150

-

-

160 s/d 300

-

-

Catatan:

- 150 - - 160 s/d 300 - - Catatan: PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE 16

PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE

- - Catatan: PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE 16 24 - - - - - -
- - Catatan: PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE 16 24 - - - - - -
- - Catatan: PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE 16 24 - - - - - -

16

24

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

89

-

76

-

67

-

60

89

54

80

27

41

18

27

14

20

11

16

9

14

8

12

7

10

6

9

5

8

3

4

2

3

1

2

1

2

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

-

1

-

1

-

1

-

1

-

1

-

1

Knowledge Management

Rev -

Halaman

12 dari 13

48 - - - - - - - - - - 80 54 41 33
48
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
80
54
41
33
27
23
20
18
16
8
5
4
3
3
2
2
2
2
1
1
1
1
1
1

Tabel 3. Penurunan Tekanan Maksimum Yang Diperkenankan (mBar) Pada Pengujian Pipa Induk Tekanan 75 mbar 2 bar

Lama Pengujian (Jam) Untuk perpanjangan waktu uji, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai penurunan tekanan 3
Lama Pengujian (Jam)
Untuk perpanjangan waktu uji, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai penurunan tekanan
3 mbar
dengan angka kebocoran 0,0028 m 3 /jam dan tekanan uji 3 mbar,
dihitung dari t = 0,883 v, dimana t = waktu pengujian; v = volume pipa induk dalam m 3 .
Nomor Dokumen - Volume   (m 3 ) 4 8 0.1 68 - 0.2 34

Nomor Dokumen

-

Nomor Dokumen - Volume   (m 3 ) 4 8 0.1 68 - 0.2 34 68

Volume

 

(m

3 )

4

8

0.1 68

-

0.2 34

68

0.3 23

45

0.4 17

34

0.5 14

27

0.6 11

23

0.7 10

20

0.8 9

17

0.9 8

15

1

7

14

2

3

7

3

2

5

4

2

3

5

1

3

6

1

2

7

1

2

8

1

2

9

1

2

10

1

1

20

-

1

30

-

-

40

-

-

50

-

-

60

-

-

70

-

-

80

-

-

90

-

-

110

s/d 160

-

-

170

s/d 240

-

-

250

s/d 300

-

-

Catatan:

240 - - 250 s/d 300 - - Catatan: PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE 16 24

PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE

- - Catatan: PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE 16 24 - - - - 90 -
- - Catatan: PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE 16 24 - - - - 90 -
- - Catatan: PROSEDUR UJI PNEUMATIK PERPIPAAN PE 16 24 - - - - 90 -

16

24

-

-

-

-

90

-

68

-

54

81

45

68

39

58

34

51

30

45

27

41

14

21

9

14

7

10

5

8

5

7

4

6

3

5

3

5

3

4

1

2

1

1

1

1

-

1

-

1

-

1

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

Knowledge Management

Rev -

Halaman

13 dari 13

48

72

96

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

90

-

-

81

-

-

41

61

81

27

41

54

21

31

41

16

25

33

14

21

27

12

18

23

10

15

21

9

14

18

8

12

16

4

6

8

3

4

5

2

3

4

1

2

3

1

2

2

1

2

2

1

1

2

1

1

2

1

1

1

-

1

1

-

-

1

Tabel 4. Penurunan Tekanan Maksimum Yang Diperkenankan (mBar) Pada Pengujian Pipa Induk Tekanan 2 -4 bar

Lama Pengujian (Jam) Untuk perpanjangan waktu uji, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai penurunan tekanan 3
Lama Pengujian (Jam)
Untuk perpanjangan waktu uji, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai penurunan tekanan
3 mbar
dengan angka kebocoran 0,0028 m 3 /jam dan tekanan uji 3 mbar,
dihitung dari t = 1,766 v, dimana t = waktu pengujian; v = volume pipa induk dalam m 3 .