Anda di halaman 1dari 3

Inovasi Kurikulum

A. Latar Belakang
1. Akal menentukan kualitas manusia
“Lalu disempurnakan-Nya kejadiannua, ditiupkan-Nya ruh ciptaanNya kepada tubuh dan
dilengkapi-Nya kamu dengan pendengaran, penglihatan dan pemikiran. Namun sedikit sekali kamu
yang bersyukur.” (Q.S As-Sajdah (32); 9 )
“Di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, bila segu,pal daging itu baik, baik pulalah
segala tingkah laku termasuk amalannya. Bila segumpal daging tersebut buruk, buruk pulalah
segala prilaku dan amalannya” (H.R. Bukhari).
2. Kondisi pendidikan di Indonesia saat ini
a. Pendidikan di indonesia belum merata baik fisik maupun nonfisik.
b. Secara nasional kualitas sumber daya manusia indonesia menurut penilaian dari berbagai
sumber formal dan informal berada di rangking yanng cukup rendah dari negara-negara lain di
dunia, sehingga sdm indonesia dikhawatirkan tidak dapat bersaing di era global atau bahkan
bersaing dengan negara tetangga sekalipun.
c. Akreditasi pendidikan telah memberikan dampak munculnya sekolah “favorit. Hal ini
menjadikan meningkatnya biaya pendidikan. Pendidikan yang demikian bila tidak segera di atasi
akan merusak budaya kebersamaan dan semangat gotong royong sebagai falsafah negara.
Secara esensial, ini akan merusak tujuan nasional pendidikan.
d. Taraf pendidikan yang sudah ada belum membangun sdm yang dapat bersaing secara global.
Menurut penilaian UNDP tahun 2000, SDM Indonesia tidak kreatif dan kompetitif.
e. Indonesia tidak memiliki pendidikan akhlak dan budi pekerti. Kekurangan kedua aspek tersebut
mengakibatkan kemunduran prilaku dan merusak hasil pendidikan secara menyeluruh.
f. Tidak dilibatkannya akhlak dan budi pekerti dalam proses pendidikan maka perasaan pun
kurang berkembang. Perasaan sangat penting dalam mencerdaskan otak manusia. Karena
perasaan penting untuk membangun ide dan inovasi delam pembelajaran.
g. Perasaan digabung dengan logika serta imajinasi merupakan komponen kreativitas.
h. Dari data kemunduran akhlak dan budi pekerti telah merontokan nilai leluhur akademis,
kemammpuan logik yang disusun bertahun-tahun diimplementasikan tanpa perasaan akan
banyak mengalami resistensi dan penyimpangan, bahkan tidak jarang menimbulkan konflik
sosial. Keadaan tersebut diperburuk dengan keadaan ekonomi yang serba sulit, dan ini tidak
disadari telah cara pandang generasi muda tentang pendidikan.
i. Pendidikan agama yang disampaikan sekarang seharusnya dapat mempersiapkan bangsa
indonesisa hidup di era global yang penuh dengan persaingan antar bangsa, menghargai hak
asasi manusia dan heterogenitas, yang semuanya memerlukan perasaan.
3. Pandangan umum tentang kompetensi dan globalosasi
Ciri kompetensi global :
a) Globally interconnected
b) Greater complexity
c) Massive unpredictability
d) Bordelles world
e) Heterogeneous performance
f) Inovated

4. Solusi
a. Bangsa indonesia harus melakukan rekontruksi peradaban dan memperbaiki etos kerja agar
dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman yang sedang menuju era global yang sangat
penuh dengan nuansa demokrasi, penghargaan terhadap hak azasi manusia, isu lingkungan
serta menonjolnya kompetisi.
b. Untuk mengatasi kondisi global maka hal ini dapat dicapai melalui sistem pendidikan berbasis
kompetensi, yaitu seperangkat tindakan cerdas yang bertanggung jawab. Yang dimaksud
dengan tindakan cerdas diperlihatkan dengan kemahiran, ketepatan dan keberhasilan.
Betanggung jawab adalah dapat di benarkan menurut etika, moral dan agama bahkan sosial
budaya.
c. Studi berbasis kompetensi akan dapat memunculkan SDM yang sesuai dengan kecerdasan yang
dimilikinya. Dengan adanya studi berbasis kompetensi maka penentuan kecerdasan
berdasarkan IQ (Intelligence quotient) saja perlu ditinjau lagi, karena IQ sampai saat ini masih
merupakan representatif dari logika yang berarti ditentukan oleh otak kiri. Sedangkan untuk
keberhasilan hidup diperlukan juga sikap yang baik dengan bersosialisasi dan hal ini merupakan
representasi dari perasaan (emosi) yang merupakan fungsi otak kanan.
d. Perasaan selain dapat digunakan dalam bersosialisasi juga salah satu komponen kreativitas. An
kreativias tidak akan muncul kalau otak kanan tidak berkembang dengan baik.
e. Perlu adanya keseimbanhgan antara otak kanan dan otak kiri