Anda di halaman 1dari 3

ANALISISSTANDARISI

PermendikbudNomor22tahun2016

Disusunoleh:
Kelompok4PendidikanBiologiA2015
SeptiSetyaNingsih 15304241012
DettySafitri 15304241013
MelatiAstriaJayanti 15304241016
DiahLestari 15304241022
NurJatiDwiPujiL 15304241030
EndrianiPutriTaufani 15304241031
FashaSefiraCahyaResti 15304241033
LeylaPutriAstuti 15304241041
SilmiKapah 15304244008

PROGRAMSTUDIPENDIDIKANBIOLOGI
JURUSANPENDIDIKANBIOLOGI
FAKULTASMATEMATIKADANILMUPENGETAHUANALAM
UNIVERSITASNEGERIYOGYAKARTA
2017
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 21 tahun 2016
Pasal 1 ayat 2: Kompetensi Inti meliputi sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan.
Kompetensi inti pada ranah sikap (KI-1 dan KI-2) meupakan kombinasi reaksi afektif, kognitif. Dan perilaku.
Kompetensi sikap tersebut meliputi mnerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan.
Kompetensi inti pengetahuan (KI-3) terdiri dari dua dimensi, yaitu perkembangan kognitif dan dimensi
oengetahuan (knoeledge). Perkembangan kognitif meliputi kemampuan memahami, menerapkan, dan
menganalisis, sedangkan knowledge meliputi pengetahuan konseptual, prosedural. Kompetensi Inti pada ranah
keterampilan mengandung keterampilan abstrak dan keterampilan konkret. Keterampilan abstrak lebih bersifat
mental skill, yang cenderung merujuk pada keterampilan menyaji, mengolah, menalar, dan mencipta dengan
dominan pada kemampuan mental/keterampilan berpikir. Sedangkan keterampilan konkret lebih bersifat fisik
motorik yang cenderung merujuk pada kemampuan menggunakan alat, mencoba, membuat, memodifikasi dan
mencipta.
Kompetensi Inti sikap religius dan sosial (KI-1 dan KI-2) memberi arah tentang tingkat kompetensi sikap yang harus
dimiliki oleh peserta didik, dibentuk melalui pembelajaran KI-3 dan KI-4. Kompetensi Inti pengetahuan dan
keterampilan (KI-3 dan KI-4) memberi arah tentang tingkat kompetensi pengetahuan dan keterampilan minimal
yang harus dicapai peserta didik.
Kompetensi Dasar dari KI-3 merupakan dasar pengembangan materi pembelajaran pengetahuan, sedangkan
Kompetensi Dasar dari KI-4 berisi keterampilan dan pengalaman belajar yang perlu dilakukan peserta didik.
Berdasarkan KD dari KI-3 dan KI-4 tersebut, pendidik dapat mengembangkan proses pembelajaran dan cara
penilaian yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran langsung, sekaligus memberikan dampak
pengiring (nurturant effect)terhadap pencapaian tujuan pembelajaran tidak langsung yaitu KI-1 dan KI-2.
Melalui proses dan pengalaman belajar yang dirancang dengan baik, peserta didik akan memperoleh pembelajaran
tidak langsung (indirect teaching) berupa pengembangan sikap spiritual dan sosial yang relevan dengan Kompetensi
Dasar dari KI-1 dan KI-2. Agar menjamin terjadinya keterkaitan antara SKL, KI, KD, materi pembelajaran, proses
pembelajaran, serta penilaian perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.
a. Melakukan linierisasi KD dari KI-3 dan KD dari KI-4;
b. Mengembangkan materi pembelajaran yang tertuang pada buku teks sesuai KD dari KI-3;
c. Mengidentifikasi keterampilan yang perlu dikembangkan sesuai rumusan KD dari KI-4;
d. Mengembangkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan materi pembelajaran dan keterampilan yang harus
dicapai;
e. Mengidentifikasi sikap-sikap yang dapat dikembangkan dalam kegiatan yang dilakukan mengacu pada
rumusan KD dari KI-1 dan KI- 2, dan menentukan cara penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap
yang relevan.
Pasal 1 ayat 3: ruang lingkup materi setiap mata pelajaran spesifik sesuai KI dan KD
Saya setuju dengan peraturan tentang ruang lingkup materi untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan KI dan KD.
Salah satu faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran secra keseluruhan adalah
kemampuan dan keberhasilan guru merancang materi pembelajaran. Pada dasarnya, materi pembelajaran bagian
yang tidak dapat dipisahkan dari silabus. Secara garis besar, materi pembelajaran adalah pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang
ditetapkan. Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang harus
dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. Sasaram tersebut harus sesuai dengan KI
dan KD. Artinya, materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang benar-benar
menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta tercapainya indikator.
Ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam menetapkan materi pelajaran diantaranya :
a. Materi pelajaran harus sesuai dan menunjang tercapainya tujuan instruksional.
b. Materi pelajaran hendaknya sesuai dengan tingkat pendidikan atau perkembangan siswa pada umumnya.
c. Menetapkan materi pembelajaran harus serasi dengan urutan tujuan.
d. Urutan materi pelajaran hendaknya memperhatikan kesinambungan (kontinuitas).
e. Materi pelajaran di susun dari hal yang sederhana menuju yang komplek, dari yang mudak menuju yang
sulit, dari yang konkret menuju yang abstark. Dengan cara ini siswa akan mudah memahaminya.
f. Materi pelajaran hendaknya mencakup hal-hal yang bersifat factual maupun konseptual.
Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu peserta didik menguasai kompetensi dasar
yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit maka kurang
membantu tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak maka akan
mengakibatkan keterlambatan dalam pencapaian target kurikulum (pencapaian keseluruhan SK dan KD).
Adapun dalam pengembangan materi pembelajaran guruharus mampu mengidentifikasi materi pembelajaran
dengan mempertimbangkan hal-hal di bawah ini:
1. potensi peserta didik;
2. relevansi dengan karakteristik daerah;
3. tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik;
4. kebermanfaatan bagi peserta didik;
5. struktur keilmuan;
6. aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;
7. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan
8. alokasi waktu.
Pasal 1 ayat 4 : standar isi peminatan kejuruan pada SMK/MAK diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal
Pendidikan Menengah
Berdasarkan peraturan mengenai standar isi peminatan kejuruan untuk SMK/MAK, diatur oleh Ditektur Jenderal
Pendidikan Menengah. Hal tersebut menurut saya sudah tepat, aturan-aturan mengenai pemilihan jurusan . akan
tetapi lebih baik apabila jurusan yang disediakan di SMK/MAK sesuai dengan peluang pekerjaan yang ada di
Indonesia. Mengingat banyaknya pengangguran di Indonesia, akan lebih baik apabila jurusan dari sekolah kejuruan
sesuai dengan lapangan pekerjaan yang ada di Indonesia, sehingga lulusan SMK/MA mendapat pekerjaan yang
tepat berdasarkan jurusan yang diambil.

Pasal 1 ayat 5 : pencapaian kompotensi inti dan penguasaan ruang lingkup materi sesuai jenjang dan jenis
pendidikan ditetapkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Berdasarkan analisis pasal 1 ayat 2 dan 3 dapat dikatakan bahwa pencapaian dan penguasaan kompetensi harus
sesuai dengan jenjang pendidikan, hal tersebut karena pola pikir setiap tingkatan sangat berbeda sehingga harus
ada batasan untuk masing-masing jenjang pendidikan. Hal terebut agar tidak terjadi penyampaian materi yang
kebablasan atau ketidaktepatan materi yang diberikan. Disini kurikulum berperan atau turut berpartisipasi dalam
kontrol sosial dan menekankan pada unsur berpikir kritis, menciptakan pelajaran, pengalaman, cara berpikir,
keterampilan, dan kemampuan baru yang bermanfaat. Berdasarkan prinsip kurikulum dapat dikatakan bahwa
benar apabila KI dan KD ditetapkan oleh Pusat Kurikulum dan Pembukuan. Akan tetapi seorang guru dapat keluar
dari kurikulum untuk mengembangkan kompetensi siswa, apabila kompetensi yang tercantum dalam kurkulum
sudah semua tercapai.