Anda di halaman 1dari 36

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/II
Alokasi Waktu : 4 x 3 JP
Kompetensi Inti
KI 1 : Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam jagad raya
melalui pengamatan fenomena alam fisis
KI 2 : Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti;
cermat; tekun; hati-hati; bertanggungjawab; terbuka; kritis; kreatif;inovatif dan
peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi
sikap dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan factual, konseptual, procedural
dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradabanterkait
fenomenada kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
KI 4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah kongkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar:
 Menganalisis cara kerja alat optik menggunakan sifat pencerminan dan pembiasan
cahaya oleh cermin dan lensa
 Menyajikan ide / rancangan sebuah alat optik dengan menerapkan prinsip pemantulan
dan pembiasan pada cermin dan lensa

Indikator :
 Menjelaskan konsep alat-alat optik dan pemanfaatannya pada kehidupan sehari-hari.
 Mengidentifikasi bagian-bagian mata dan fungsinya
 Menganalisis diagram pembentukan bayangan pada alat-alat optik kacamata, lup,
mikroskop, dan teropong

Tujuan Pembelajaran :

 Siswa dapat menjelaskan bagian fungsi mata


 Siswa dapat menghitung perbesaran lup
 Siswa dapat cara kerja mikroskop dan menentukan perbesaran mikroskop
 Siswa dapat menjelaskan fungsi teropong dan menentukan perbesaran teropong.

Materi Ajar :

Kornea adalah bagian depan mata yang memiliki lengkung yang lebih tajam dan dilapisi
oleh selaput cahaya.

1
Lensa adalah bahan bening berserat berfungsi mengatur pembiasan yang disebabkan
oleh cairan didepan lensa.

Pupil adalah celah lingkaran yang dibentuk oleh iris

Retina adalah bagian permukaan belakang mata yang berfungsi sebagai penerima
bayangan

Mikroskop disusun oleh dua buah lensa obyektif dan okuler.

Perbesaran umum anguler lup berakomodasi maksimum

Sn
Ma  1
f

Perbesaran lup untuk mata tak berakomodasi

Sn
Ma 
f

Perbesaran lensa obyektif

S ' ob
Mob 
S ob

Perbesaran total mikroskop M = Mob x Mok

Fungsi Teropong adalah sebagai alat optik untuk melihat benda-benda yang sangat
jauh agar tampak lebih dekat dan jelas.

Teropong Bumi

Teropong bumi adalah teropong yang digunakan untuk meliohat benda-benda langit
seperti bintang dan bulan. Ciri-ciri dari teropong bumi adalah menggunakan lensa
cembung ketiga yang disisipkan diantara lensa obyektif dan lensa okuler,
menggunakan pasangan lensa cembung sebagai lensa obyektif dan lensa cekung
sebagai lensa okuler.

Metode Pembelajaran :

 Demonstrasi
 Diskusi Kelompok
 Penugasan

Alat/Bahan/Sumber Belajar
o Alat dan bahan : 1. Gambar Porcarta bagian dari mata
 Lup

2
 Mikroskop

 Sumber belajar : - Marthen Kanginan, 2010. Buku Fisika Kelas X


Semester 2, Jakarta : Erlangga
- Purwoko & Fendi. “Physics : for Senior High School
Year X (bilingual)”. Yudhistira : Surakarta
- Tim MGMP Fisika Kab. Cilacap. 2010. Modul
Pembelajaran Fisika Kelas X Semester 2. Karya
Pustaka : Solo
Langkah Kegiatan/Skenario Pembelajaran
Pertemuan I
A. Pendahuluan (20 menit)
- Guru memberi salam pembuka dan menanyakan keadaan siswa
- Guru mengecek kehadiran siswa dan menuliskannya dalam jurnal mengajar
- Guru menguatkan pentingnya belajar secara serius dan sungguh-sungguh untuk
mencapai hasil yang maksimal
B. Kegiatan Inti (100 menit)
- Guru menjelaskan cara kerja dan fungsi dari alat-alat yang akan digunakan
dalam praktik laboratorium
- Guru membentuk kelompok praktikum
- Guru membagikan prosedur atau langkah kerja
- Guru menjelaskan garis besar cara melaksanakan praktikum dengan lensa
cembung
- Guru memberikan tanda waktu dimulainya kegiatan praktikum
- Siswa selama melaksanakan kegiatan praktikum berdasarkan kelompok yang
telah dibentuk
- Setelah selesai, guru mempersilakan siswa untuk merapikan alat
- Kelompok yang ditunjuk mempresentasikan hasil percobaannya di depan kelas,
kelompok lain menanyakan dan menanggapi presentasi kelompok
- Kelompok praktikum menyerahkan laporan hasil percobaan
- Guru memberikan tanggapan atas presentasi kelompok, dan menanggapi atas
pertanyaan-pertanyaan yang timbul selama presentasi berjalan
- Guru memimpin diskusi untuk menyimpulkan hasil percobaan dan menguatkan
materi esensiil yang didapat dalam percobaan tersebut
- Mempersilahkan siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas dan
mendiskusikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul

C. Penutup (15 menit)


- Menegaskan batas akhir pengumpulan laporan lengkap
- Memberikan soal-soal tugas untuk dikumpulkan pada pertemuan berikutnya
- Memberi salam penutup
Pertemuan II
A. Pendahuluan (20menit)

3
- Guru memberikan salam
- Guru meminta agar siswa mengumpulkan laporan lengkap percobaan pada
pertemuan sebelumnya
- Guru memberikan apersepsi fakta sehari-hari berkaitan dengan alat optik mata
dan lup

B. Kegiatan Inti (100 menit)


- Guru menjelaskan bagian fungsi mata dengan menggunakan chart
- Guru menjelaskan pengertian mata normal, jenis-jenis cacat mata dan cara
penanggulangannya
- Guru menggambar diagram sinar pada pembentukan bayangan oleh lup,
perbesaran angular pada lup, dan penerapan persamaan umum lensa pada lup
- Guru menunjukkan contoh lup dan mendemonstrasikan cara penggunaan lup
- Siswa secara individual mempraktikkan cara-cara penggunaan lup
- Guru memberikan contoh soal dan penyelesaiannya pada konsep alat optik
mata dan lup
- Guru mempersilakan siswa untuk mengerjakan soal-soal yang ditentukan
oleh guru
- Siswa yang telah berhasil menyelesaikan soal dipersilahkan maju ke depan
untuk mempresentasikan jawabannya
- Guru mengecek kebenaran jawaban siswa
- Guru memberikan soal kuis rebutan, siswa yang bisa menjawab
dipersilahkan mengacungkan jari sebelum menjawab
- Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang
belum jelas
- Guru menekankan kembali materi esensiil yang dipelajari pada pembelajaran
yang baru saja dilakukan

C. Penutup (15 menit)


- Memberikan tugas PR untuk dikumpulkan pada pertemuan berikutnya
- Memberikan salam penutup
Pertemuan III
A. Pendahuluan (20 menit)
- Guru memberikan salam dan mengecek kehadiran siswa
- Guru meminta agar siswa mengumpulkan PR dari pertemuan sebelumnya
- Guru memberikan apersepsi fakta sehari-hari berkaitan dengan alat optik
mikroskop dan teleskop
B. Kegiatan Inti (100 menit)
- Guru menjelaskan bagian fungsi mikroskop dan teleskop
- Guru menjelaskan diagram aliran sinar pada mikroskop
- Guru membimbing diskusi penggunaan diagram aliran sinar untuk
memperoleh konsep perbesaran bayangan dan panjang mikroskop
- Guru menjelaskan diagram aliran sinar pada teleskop
- Mendiskusikan penggunaan sinar-sinar istimewa sehingga diperoleh konsep

4
perbesaran bayangan dan panjang teleskop
- Guru memberikan contoh soal dan penyelesaiannya pada konsep alat optik
mikroskop dan teleskop
- Guru mempersilakan siswa untuk mengerjakan soal-soal yang ditentukan
- Siswa yang telah selesai mengerjakan soal dipersilahkan menuliskan
jawaban di papan tulis
- Bersama-sama mendiskusikan jawaban dari penyelesaian di papan tulis
- Mengadakan soal kuis, siswa yang bisa menjawab dipersilahkan untuk
mengacungkan jari terlebih dahulu sebelum menjawab
- Mempersilahkan siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas selama
pembelajaran berlangsung
C. Penutup (15 menit)
- Menekankan materi esensiil yang diperoleh dalam pertemuan pembelajaran
- Mengumumkan pelaksanaan ulangan harian
- Memberi salam penutup
Pertemuan IV
Ulangan Harian
Penilaian
1. Teknik Penilaian: pengamatan, tes tertulis
1. Prosedur Penilaian:
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian
1. Sikap Pengamatan Selama pembelajaran dan saat
a. Terlibat aktif dalam diskusi
pembelajaran alat-alat
optik
b. Bekerjasama dalam
kegiatan kelompok.
c. Toleran terhadap proses
pemecahan masalah
yang berbeda dan
kreatif.

2. Pengetahuan
a. Menjelaskan kembali Pengamatan dan tes Penyelesaian tugas individu dan
mengenai alat-alat optik kelompok

5
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian
3. Keterampilan
a. Terampil menerapkan Pengamatan Penyelesaian tugas (baik
serta menganalisis individu maupun kelompok) dan
persamaan optik pada saat diskusi
soal latihan

Instrumen Penilaian Hasil belajar


Tes tertulis
1. Gambarkan dan sebutkan fungsi bagian-bagian mata !
2. Bagaimana perumusan untuk menghitung perbesaran mikroskop !
3. Jarak fokus lensa obyektif dan lensa okuler sebuah mikroskop masing-masing
2 cm dan 5 cm digunakan untuk mengamati benda kecil yang terletak 2,5 cm
dari lensa obyektif. Jika pengamat bermata normal berakomodasi maksimum,
maka tentukan perbesaran yang dihasilkan ?

Kunci jawaban penilaian kognitif :

1. Fungsi dari bagian-bagian mata adalah Kornea adalah bagian depan mata yang
memiliki lengkung yang lebih tajam dan dilapisi oleh selaput cahaya. Lensa
adalah bahan bening berserat berfungsi mengatur pembiasan yang disebabkan
oleh cairan didepan lensa. Pupil adalah celah lingkaran yang dibentuk oleh iris.
Retina adalah bagian permukaan belakang mata yang berfungsi sebagai
penerima bayanga

2. Perbesaran total mikroskop M = Mob x Mok

3. Pada lensa obyektif berlaku :

1
fob  1
So b  1
S 'o b
1
2  21,5  1
S 'o b
1
S 'o b  12  21,5
1
S 'o b  0,5
5

s ' ob  5
0,5  10 cm

Pada pengamat yang berakomodasi maksimum, maka jarak bayangan okuler


adalah S’ok = - 25 cm, sehingga pada lensa okuler berlaku :

1
fok  1
So k  1
S 'o k
1
5  S1o k  1
 25

S ok  25
6 cm

6
Catatan:
Penyekoran bersifat holistik dan komprehensif, tidak saja memberi skor untuk jawaban akhir,
tetapi juga proses pemecahan yang terutama meliputi pemahaman, komunikasi matematis
(ketepatan penggunaan simbol dan istilah), penalaran (logis), serta ketepatan strategi
memecahkan masalah.

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP

Mata Pelajaran : Fisika


Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Waktu Pengamatan :
Indikator sikap aktif dalam pembelajaran konsep alat-alat optik
1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum
ajeg/konsisten
2. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok
secara terus menerus dan ajeg/konsisten

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.


1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok tetapi
masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok secara
terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah
yang berbeda dan kreatif.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan
masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.


No Nama Siswa Sikap
Aktif Bekerjasama Toleran
KB B SB KB B SB KB B SB
1 Dhianika Rahma Nur Fadillah
2 Galuh Lalita Mahaghora
Dst Dst

Keterangan:
KB : Kurang baik
B : Baik
SB : Sangat baik

7
LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Waktu Pengamatan :
Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang
berkaitan dengan Alat-alat optik.
1. Kurang terampil jika sama sekali tidak dapat menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Alat-alat optik.
2. Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Alat-alat optik.
3. Sangat terampill, jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Alat-alat optik. Bubuhkan
tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No Nama Siswa Keterampilan
Menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah
KT T ST
1 Dhianika Rahma Nur Fadillah
2 Galuh Lalita Mahaghora

Keterangan:
KT : Kurang terampil
T : Terampil
ST : Sangat terampil

Cilacap, 15 Juli 2013


Mengetahui,

Guru Mata Pelajaran


Kepala SMA N 2 Cilacap Fisika

NIP. NIP. -

8
LEMBAR KERJA SISWA
L E N SA C E M B U N G

A. Tujuan:
menentukan jarak fokus lensa cembung
B. Alat dan Bahan:
- lensa cembung - layar - bangku optik
- mistar optik - lilin

C. Skema Percobaan: S S’
(1) lilin (sumber cahaya)
(2) lensa cembung (1) (2) (3)
(3) layar (4)
(4) mistar optik
D. Dasar Teori:
* Ada dua jenis lensa yaitu lensa cembung/positif/konvergen/konvek dan lensa
cekung/negatif/divergen/konkaf
* Jarak fokus lensa (f), jarak benda ke lensa (S), dan jarak bayangan ke lensa (S’) dihubungkan oleh
1 1 1
persamaan:  
f S S'
dengan f : jarak fokus (berharga positif pada lensa cembung dan negatif pada lensa cekung), S :
jarak benda terhadap lensa, S’ : jarak bayangan terhadap lensa.
* Sifat-sifat bayangan yang terjadi pada lensa
nilai S’ positif berarti nyata, terbalik, di belakang lensa, dapat ditangkap layar
nilai S’ negatif berarti semu, tegak, di depan lensa, tidak dapat ditangkap layar
nilai S’ lebih besar daripada S berarti bayangan diperbesar (diperkecil bila sebaliknya)
E. Prosedur Kerja:
1. menyusun alat sebagaimana terlihat pada skema percobaan
2. menyalakan lilin dan mengukur jaraknya dari lensa (S)
3. menggeser-geser layar di belakang lensa sampai bayangan lilin yang paling jelas tertangkap pada
layar (pada saat itu jarak layar ke lensa disebut S’)
4. mengulangi langkah 1 sampai dengan 3 dengan jarak benda (S) yang berbeda-beda
F. Tabulasi Data Pengamatan:
No Jarak Benda (S) Jarak Bayangan (S’)
1
.
5
G. Analisis Data:
(hitunglah jarak fokus lensa (f) dengan persamaan yang tertulis dalam Dasar Teori untuk mengisi tabel
berikut)
No Jarak Benda (S) Jarak Bayangan (S’) Jarak Fokus (f)
1
.
5
rt-rt
* rt-rt : nilai rata-rata kelima data
H. Pembahasan:
Diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. mengapa percobaan dilakukan dengan 5 kali variasi data ?
2. apakah kelima hasil perhitungan jarak fokus lensa (f) menghasilkan angka yang persis sama ?,
kalau tidak mengapa terjadi demikian?
(kesalahan percobaan dapat diakibatkan oleh faktor alat dan faktor praktikan, uraiakan
kemungkinan-kemungkinan kesalahan alat dan kesalahan praktikan)
3. bagaimanakah pengaruh besarnya S terhadap besar S’ ?

9
4. Lukis diagram sinar dan sebutkan sifat-sifat bayangan dari sistem optik beriku:
a. c.

2f f f 2f 2f f f 2f

b. d.

2f f f 2f 2f f f 2f

c. e.

2f f f 2f 2f f f 2f

5. berapa jarak fokus lensa yang digunakan pada percobaan ini ?

I. Kesimpulan dan Saran:


(kesimpulan: sesuaikan dengan tujuan percobaan. Saran: berikan saran-saran bagi orang lain yang
melakukan percobaan serupa agar mendapatkan hasil yang lebih baik)

10
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/II
Alokasi Waktu : 4 x 3 JP
Kompetensi Inti
KI 1 : Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam jagad raya
melalui pengamatan fenomena alam fisis
KI 2 : Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti;
cermat; tekun; hati-hati; bertanggungjawab; terbuka; kritis; kreatif;inovatif dan
peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi
sikap dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan factual, konseptual, procedural
dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradabanterkait
fenomenada kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
KI 4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah kongkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar:
3.7 Menganalisis pengaruh kalor dan perpindahan kalor pada kehidupan sehari-hari
4.8 Merencanakan dan melaksanakan percobaan untuk menyelidiki karakteristik termal
suatu bahan, terutama kapasitas dan konduktivitas kalor

Indikator :
 Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda
 Menganalisis pengaruh perubahan suhu benda terhadap ukuran benda (pemuaian)
 Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda
 Mengidentifikasi cara perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi
 Menganalisis terjadinya efek pemanasan global
 Menganalisis cara-cara yang dapat dilakukan untuk meredam laju efek pemanasan
global

Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik dapat:
 Mengidentifikasi fungsi dan jenis-jenis termometer
 Mengidentifikasi pengertian kalor jenis suatu zat
 Menganalisis pengaruh kalor terhadap suhu zat
 Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat

11
 Menganalisis pengaruh suhu benda terhadap pemuaian panjang, pemuaian luas, dan
pemuaian volume.
 Mengidentifikasi cara perpindahan kalor secara konduksi dan contoh peristiwanya
dalam kehidupan sehari-hari
 Mengidentifikasi cara perpindahan kalor secara konveksi dan contoh peristiwanya
dalam kehidupan sehari-hari
 Mengidentifikasi cara perpindahan kalor secara radiasi dan contoh peristiwanya dalam
kehidupan sehari-hari
 Menganalisis terjadinya efek pemanasan global dari tinjauan peningkatan emisivitas
bumi akibat zat-zat yang mempengaruhi efek pemanasan global
 Mengidentifikasi langkah-langkah konkrit yang dapat dilakukan siswa dalam
kehidupan sehari-hari dalam rangka berperanserta meredam laju efek pemanasan
global

Materi Ajar :

Termometer digunakan untuk mengukur suhu suatu benda. Ada beberapa jenis
termometer, yakni termometer skala celcius, skala reamur, skala fahrenheit, dan skala
kelvin.

Jika sejumlah kalor diberikan kepada sejumlah zat, maka kalor tersebut digunakan
untuk menaikkan suhu benda, dan atau merubah wujud benda. Besarnya kenaikan suhu
benda dapat dihitung dengan persamaan:

Q  mct

Dengan Q : kalor yang terlibat (J), m : massa zat (kg), c : kalor jenis zat (J/KgoC), dan
t : kenaikan suhu zat (oC)

Sedangkan jumlah kalor yang terlibat dalam perubahan wujud zat, besarnya:

Q  mL untuk proses peleburan, atau:

Q  mU untuk proses penguapan atau pendidihan

Dengan L : kalor lebur zat (J/Kg) dan U : kalor penguapan (J/Kg)

Pengaruh kalor pada suatu zat dapat dilihat juga dari fenomena pemuaian, karena pada
umumnya zat akan memuai jika dipanaskan.

Tiga cara perpindahan kalor adalah konduksi, konveksi, dan radiasi. Konduksi adalah
perpindahan kalor melalui medium tetapi medium itu sendiri tidak ikut berpindah,
contohnya perpindahan kalor melalui logam peralatan dapur. Konveksi adalah
perpindahan kalor melalui medium dan medium itu ikut berpindah, contohnya
perpindahan kalor melalui molekul-molekul air saat direbus. Radiasi adalah
perpindahan kalor tanpa medium, kalor dipancarkan dari sumber kalor ke daerah

12
disekitarnya, contohnya perpindahan kalor dari permukaan matahari hingga sampai di
bumi.

Laju radiasi yang dipindahkan untuk masing-masing cara di atas dapat dihitung dengan
persamaan:

kAT
P pada peristiwa konduksi
L

P  hAT pada peristiwa konveksi

P  eAT 4 pada peristiwa radiasi

Pada perpindahan kalor dengan pemancaran, e adalah nilai emisivitas benda.


Peningkatan konsentrasi gas-gas buangan pabrik atau asap kendaraan bermotor di
atmosfer menjadikan tingkat emisivitas bumi meningkat. Akibatnya, kemampuan bumi
dalam memantulkan panas menurun. Kalor yang masuk ke dalam atmosfer
terperangkap di dalam atmosfir, menaikkan suhu bumi secara global dengan semua efek
dominonya.

Metode Pembelajaran
1. Model pembelajaran = Pembelajaran Langsung
2. Pendekatan = Keterampilan Proses
3. Metode = Ceramah dan demonstrasi

Alat/Bahan/Sumber Belajar
a. Alat dan bahan : Thermometer
b. Sumber belajar : Marthen Kanginan, 2010. “Buku Fisika Kelas X Semester
II”. Jakarta : Erlangga
Purwoko & Fendi. 2010. “Physics : for Senior High
School Year X (bilingual)”. Yudhistira : Surakarta
Tim MGMP Fisika Kab. Cilacap. 2010. Modul
Pembelajaran Fisika Kelas X Semester II. Solo : Karya
Pustaka

Langkah-langkah Pembelajaran
PERTEMUAN PERTAMA
a. Pendahuluan
- Bagaimana orang dalam kehidupan sehari-hari membedakan derajat panas
suatu benda?
- Apasajakah peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan peranan
13
kalor dalam peristiwa perubahan wujud zat?
b. Kegiatan Inti
 Guru menunjukkan contoh termometer dan dengan menunjuk beberapa siswa
untuk ke depan kelas mendemonstrasikan cara penggunaannya
 Siswa memperhatikan contoh yang didemonstrasikan oleh perwakilan siswa dan
menanyakan hal-hal yang kurang jelas
 Guru mengenalkan beberapa jenis skala termometer dan mendiskusikan dengan
siswa cara mencari persamaan konversi dari beberapa jenis termometer tersebut
 Guru menunjukkan cara penyelesaian soal yang berkaitan dengan persamaan
konversi suhu dari beberapa jenis skala termometer
 Guru dan siswa mendiskusikan peristiwa perubahan wujud zat akibat kalor
 Guru mendemonstrasikan pengaruh pembakaran sejumlah gumpalan es dengan
mengukur suhu hingga semua es dalam wadah melebur menjadi air
 Guru dan siswa mendiskusikan bentuk grafik kualitatif pengaruh kalor terhadap
suhu zat dan perubahan wujud zat
 Siswa mengerjakan soal-soal berkaitan dengan termometer yang ditentukan oleh
guru
 Guru memberikan contoh penyelesaian soal yang berkaitan dengan pengaruh
kalor terhadap kenaikan suhu dan perubahan wujud zat
 Siswa mengerjakan beberapa soal yang ditentukan guru
 Siswa yang bisa mengerjakan soal dipersilahkan menulis jawaban di papan tulis
sebagai tambahan bonus nilai
 Guru memberikan penilaian terhadap jawaban siswa di papan tulis
 Guru menyimpulkan materi esensiil yang dipelajari pada pertemuan
 Guru memberikan kesempatan bertanya bagi siswa-siswi yang belum jelas, dan
melemparkan pertanyaan tersebut kepada siswa lain sebelum dijawab sendiri oleh
guru

c. Penutup
 Guru memberikan tugas rumah, siswa mencatat tugas rumah tersebut
 Guru memberi salam penutup

PERTEMUAN KEDUA
a. Pendahuluan (20menit)
- Guru meminta siswa untuk mengumpulkan PR pada pertemuan sebelumnya
- Apasajakah peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan aplikasi
asas Black?
- Apasajakah contoh dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan upaya
manusia untuk mensiasati atau memanfaatkan perisitiwa pemuaian?
b. Kegiatan Inti (100 menit)
 Guru menjelaskan prinsip aliran kalor dari benda suhu tinggi ke benda suhu lebih
rendah
 Siswa menyimak penjelasan guru tentang asas Black
14
 Guru dan siswa bersama-sama mendiskusikan penerapan asas Black dalam
kehidupan sehari-hari, seperti halnya pada saat pembuatan es teh
 Guru menunjukkan contoh aplikasi asas Black dalam penyelesaian soal
 Guru dan siswa bersama-sama mendiskusikan pengaruh pemuaian dalam
kehidupan sehari-hari
 Guru menguraikan pengaruh energi kalor terhadap pemuaian zat dimensi panjang,
dimensi luas, dan dimensi volume
 Guru memberikan contoh cara penyelesaian soal dengan menggunakan persamaan
pemuaian zat
 Siswa mengerjakan soal-soal yang ditentukan oleh guru berkaitan dengan
penerapan asas Black
 Siswa mengerjakan soal-soal yang ditentukan oleh guru berkaitan dengan
penerapan prinsip pemuaian pada zat
 Siswa yang berhasil menyelesaikan soal dengan benar dipersilahkan menuliskan
jawabannya di papan tulis
 Guru mengecek pekerjaan siswa apakah sudah betul atau perlu penjelasan lebih
lanjut
 Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan pokok-pokok konsep yang
dipelajarai selama pembelajaran
c. Penutup (15 menit)
 Guru memberikan tugas rumah
 Guru memberikan salam penutup
PERTEMUAN KETIGA
a. Pendahuluan (20 menit)
 Guru memberi salam pembuka, mengabsen kehadiran dan menuliskannya dalam
jurnal mengajar
 Motivasi dan Apersepsi:
Siswa diminta menceritakan pengalaman dalam keseharian yang berkaitan dengan
bagaimana kalor mengalir.
b. Kegiatan Inti (100 menit)
 Guru menguraikan beberapa cara perpindahan kalor yaitu konduksi, konveksi, dan
radiasi dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari
 Siswa terlibat aktif dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan stimulan dari guru
untuk memberikan contoh lainnya dari masing-masing cara perpindahan kalor
yang diuraikan oleh guru
 Guru menguraikan persamaan matematis untuk menunjukkan laju perpindahan
kalor untuk masing-masing jenis perpindahan kalor
 Siswa terlibat aktif dalam penurunan matematis persamaan-persamaan laju
perpindahan kalor di bawah bimbingan guru
 Guru memberikan contoh soal dan cara penyelesaian berkaitan dengan cara-cara
perpindahan kalor
 Siswa mengejakan soal-soal latihan yang ditentukan oleh guru
 Siswa yang mampu menyelesaikan soal diberikan kesempatan untuk
15
menuliskannya di papan tulis
 Guru memberikan tes kuis untuk menambah nilai
 Guru membahas penyelesaian dari siswa yang telah maju di depan bersama siswa
yang lain
 Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi esensial pada pembelajaran
saat itu
c. Penutup (15 menit)
 Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok diskusi dan memberikan tugas
diskusi di rumah untuk dipresentasikan pada pertemuan berikutnya. Materi diskusi
adalah tentang efek pemanasan global.
 Siswa membagi diri menjadi beberapa kelompok sesuai kriteria yang diberikan
guru
 Guru memberi salam penutup

PERTEMUAN KEEMPAT
a. Pendahuluan (20menit)
 Guru mengabsen kehadiran siswa dan menuliskannya pada jurnal mengajar
 Motivasi dan Apersepsi:
- Menugaskan perwakilan kelompok diskusi yang telah dibentuk pada pertemuan
sebelumnya untuk mengumpulkan makalah
b. Kegiatan Inti (60 menit)
 Guru menyeleksi hasil diskusi dari yang terbaik untuk terlebih dahulu
mempresentasikan hasil diskusi kelompok
 Guru menyampaikan tata cara presentasi dan bagaimana peranan kelompok lain
untuk jalannya diskusi lebih baik
 Kelompok yang ditunjuk maju ke depan kelas mempresentasikan hasil diskusi
 Kelompok lainnya menanggapi, memberikan pertanyaan atau sanggahan atas
presentasi kelompok di depan kelas
 Guru menentukan kelompok berikutnya untuk maju ke depan mempresentasikan
hasil diskusi kelompoknya
 Guru menanggapi tampilan presentasi kelompok, memberikan masukan agar
diskusi berjalan lebih baik
 Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan beberapa hal penting berkaitan
dengan efek pemanasan global
c. Penutup (55 menit)
 Siswa melaksanakan tes tertulis ulangan harian
 Guru memberi salam penutup

Penilaian
1. Teknik Penilaian: pengamatan, tes tertulis
3. Prosedur Penilaian:
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

16
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian
1. Sikap Pengamatan Selama pembelajaran dan saat
a. Terlibat aktif dalam diskusi
pembelajaran Konsep kalor
b. Bekerjasama dalam
kegiatan kelompok.
c. Toleran terhadap proses
pemecahan masalah
yang berbeda dan
kreatif.

2. Pengetahuan
a. Menjelaskan kembali Pengamatan dan tes Penyelesaian tugas individu dan
mengenai konsep kalor kelompok

3. Keterampilan
a. Terampil menerapkan Pengamatan Penyelesaian tugas (baik
serta menganalisis konsep individu maupun kelompok) dan
kalor sesuai yang saat diskusi
disampaikan guru

Instrumen Penilaian Hasil belajar


Tes tertulis
1. Suhu suatu benda 50 oF. Berapa suhu benda itu dalam skala Celcius
2. Sejumlah kalor diberikan kepada 100 gram es yang suhunya -10 oC. Tentukan
keadaan akhir dari es itu (fase zat dan suhunya) bila jumlah kalor yang
diberikan kalor sebanyak 12.500 kalori!
3. 200 gram air panas suhu 95 oC dicampur dengan sejumlah es pada suhu -10 oC.
Jika suhu campuran pada kesetimbangan termal 5 oC, berapa massa es yang
dicampurkan ?
4. Batang besi panjangnya 1 meter berada pada suhu 30 oC. Bila koefisien muai
panjang besi 5.10-6 oC-1, hitung panjang besi pada suhu 230 oC !
5. Mengapa bingkai kaca di rumah dibuat lebih luas daripada ukuran kacanya
sendiri ?
a. Apa yang dimaksud dengan aliran kalor secara konduksi dan sebutkan tiga
contohnya dalam kehidupan sehari-hari!
b. Apa yang dimaksud dengan aliran kalor secara konveksi dan sebutkan tiga
contohnya dalam kehidupan sehari-hari!
c. Apa yang dimaksud dengan aliran kalor secara radiasi dan sebutkan tiga
contohnya dalam kehidupan sehari-hari!

17
d. Dua logam A dan B luas penampangnya sama, panjang A setengah kali
panjang B. Bila ujung bebas A dijaga pada suhu tetap 100 oC dan ujung
bebas B pada suhu 10 oC, hitunglah suhu sambungan kedua logam !
e. Pada suhu 27 oC suatu benda hitam memancarkan radiasi kalor dengan daya
20 watt. Berapa daya radiasi kalor yang dipancarkan benda itu bila suhunya
dinaikkan menjadi 327 oC ?
Catatan:
Penyekoran bersifat holistik dan komprehensif, tidak saja memberi skor untuk jawaban akhir,
tetapi juga proses pemecahan yang terutama meliputi pemahaman, komunikasi matematis
(ketepatan penggunaan simbol dan istilah), penalaran (logis), serta ketepatan strategi
memecahkan masalah.

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP

Mata Pelajaran : Fisika


Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Waktu Pengamatan :
Indikator sikap aktif dalam pembelajaran konsep kalor
1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum
ajeg/konsisten
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok
secara terus menerus dan ajeg/konsisten

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.


1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok tetapi
masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok secara
terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang
berbeda dan kreatif.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan
masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No Nama Siswa Sikap
Aktif Bekerjasama Toleran
KB B SB KB B SB KB B SB
1 Dhianika Rahma Nur Fadillah
2 Galuh Lalita Mahaghora
Dst Dst

Keterangan:
KB : Kurang baik
B : Baik
18
SB : Sangat baik

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Waktu Pengamatan :
Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang
berkaitan dengan konsep kalor
1. Kurang terampil jika sama sekali tidak dapat menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan
masalah yang relevan yang berkaitan dengan konsep kalor
2. Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan konsep kalor
3. Sangat terampill, jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan konsep kalor.
Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No Nama Siswa Keterampilan
Menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah
KT T ST
1 Dhianika Rahma Nur Fadillah
2 Galuh Lalita Mahaghora

Keterangan:
KT : Kurang terampil
T : Terampil
ST : Sangat terampil

Cilacap, 15 Juli 2013


Mengetahui,

Guru Mata Pelajaran


Kepala SMA N 2 Cilacap Fisika

NIP. NIP. -

19
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/II
Alokasi Waktu : 4 x 3 JP
Kompetensi Inti
KI 1 : Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam jagad raya
melalui pengamatan fenomena alam fisis
KI 2 : Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti;
cermat; tekun; hati-hati; bertanggungjawab; terbuka; kritis; kreatif;inovatif dan
peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi
sikap dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan factual, konseptual, procedural
dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradabanterkait
fenomenada kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
KI 4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah kongkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar:
Menggunakan alat ukur listrik.
Memformulasikan besaran-besaran listrik rangkaian tertutup sederhana (satu loop).

Indikator :
1. Menggunakan amperemeter dalam rangkaian.
2. Menggunakan voltmeter dalam rangkaian.
3. Memformulasikan besaran kuat arus dalam rangkaian tertutup sederhana.
4. Memformulasikan besaran hambatan dalam rangkaian seri dan pararel.
5. Memformulasikan besaran tegangan dalam rangkaian tertutup sederhana dengan
menggunakan hukum II Kirchhoff.

Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
 Menjelaskan fungsi dan cara menggunakan amperemeter.
 Menjelaskan cara mengukur arus yang melebihi batas maksimum kemampuan
amperemeter.
 Menentukan arus listrik yang mengalir dalam rangkaian.
 Menjelaskan fungsi voltmeter.
 Menjelaskan cara menggunakan voltmeter.
 Menjelaskan pengertian kuat arus listrik.
20
 Mengidentifikasi hukum Ohm.
 Mengidentifikasi hukum I Kirchoff.
 Menjelaskan pengertian sumber potensial listrik atau gaya gerak listrik (ggl).
 Menjelaskan faktor yang mempengaruhi hambatan listrik.
 Membedakan susunan hambatan listrik secara seri dan secara pararel.
 Menentukan nilai hambatan total yang disusun secara campuran (seri dan pararel).
 Menentukan nilai arus pada rangkaian yang memiliki beberapa hambatan dan
sumber tegangan.
 Menyebutkan hukum II Kirchoff.
 Menjelaskan aplikasi hukum II Kirchoff.

Materi Ajar

Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya arus listrik yang
mengalir dalam rangkaian. Amperemeter dipasang secara seri dengan rangkaian yang
akan diukur kuat arusnya.

Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik pada suatu
komponen listrik. Voltmeter dipasang secara paralel dengan komponen listrik yang
akan diukur beda potensialnya.

Pada prinsipnya cara pembacaan kedua alat ukur tersebut adalah sebagai berikut:

skala yang ditunjuk


HP  x nilai maksimum
skala maksimum

Dengan HP adalah hasil pengukuran.


Kuat arus listrik adalah jumlah muatan yang mengalir pada suatu penghantar tiap satuan waktu.
Hubungan antara kuat arus dengan tegangan pada suatu penghantar diberikan oleh persamaan
Ohm:
V  IR
Dengan V : tegangan (volt), I : kuat arus (A), dan R : hambatan penghantar (ohm)

Hambatan juga dimiliki oleh sebatang logam yang besarnya ditentukan oleh besaran hambat
jenis (), panjang (L), luas penampang batang (A) menurut persamaan:
L
R
A

Aliran muatan listrik analog dengan aliran air dalam hal:


1. mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah
2. pada suatu titik cabang, jumlah arus listrik yang masuk akan sama dengan jumlah arus yang
keluar (Hukum I Kirchoff)
Hukum II Kirchoff menegaskan bahwa beda potensial antara dua titik akan ditentukan oleh
jumlah sumber ggl dan penurunan tegangan akibat hambatan diantara kedua titik terebut. Secara
matematis, hukum II Kirchoff dirumuskan sebagai:
V12  (  IR)12
21
Metode Pembelajaran
Model pembelajaran = Pembelajaran Langsung
Pendekatan = Keterampilan Proses
Metode = Demonstrasi dan eksperiman

Alat/Bahan/Sumber Belajar
a. Alat dan bahan : Rangkaian listrik sederhana, amperemeter, dan voltmeter.
b. Sumber belajar : Marthen Kanginan, 2010. Buku Fisika Kelas X Semester
II. Jakarta : Erlangga
Purwoko & Fendi. 2010. “Physics : for Senior High
School Year X (bilingual)”. Yudhistira : Surakarta
Tim MGMP Fisika Kab. Cilacap. 2010. Modul
Pembelajaran Fisika Kelas X Semester II. Solo : Karya
Pustaka

Langkah-langkah Pembelajaran
PERTEMUAN PERTAMA
a. Pendahuluan (20 menit)
- Bagaimana membandingkan kuat arus listrik pada dua lampu dengan daya
listrik yang berbeda kaitannya dengan tingkat nyala terangnya?
- Bagaimana cara mengukur kuat arus dan tegangan listrik secara kuantitatif?
- Bagaimana cara memasang amperemeter dan voltmeter dalam rangkaian
listrik?
 Prasyarat pengetahuan:
- Apakah yang dimaksud dengan amperemeter?
- Apakah yang dimaksud dengan voltmeter?
 Pra eksperimen: Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.
b. Kegiatan Inti (100 menit)
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok percobaan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan fungsi amperemeter dan
voltmeter
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai cara menggunakan
amperemeter.
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil 2 buah multimeter, 1
buah power supply variable, papan rangkaian, beberapa resistor dengan nilai
hambatan yang berbeda-beda, lampu, serta kawat penghantar sepanjang 30 cm.
 Guru mempresentasikan langkah kerja untuk menunjukkan contoh cara mengukur
kuat arus listrik dan beda potensial pada resistor dengan menggunakan
amperemeter dan voltmeter
 Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan
langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
22
 Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah
dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok
yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan
bimbingan.
 Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya menjawab beberapa
pertanyaan berdasarkan hasil eksperimen.
 Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan
kelompok yang lain.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi
yang sebenarnya.
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan
kerjasama yang baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
c. Penutup (15 menit)
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
PERTEMUAN KEDUA

a. Pendahuluan (20 menit)


 Pada suatu titik percabangan, apakah jumlah arus air yang masuk ke
percabangan sama dengan jumlah arus air yang keluar dari percabangan? Hal
yang sama berlaku pada aliran arus listrik
 Bila air mengalir dari tempat yang sangat tinggi ke tempat yang rendah apakah
aliran arusnya lebih cepat daripada air yang mengalir dari tempat tidak terlalu
tinggi ke tempat lain yang rendah? Apakah perbedaan potensial menentukan
kuat arus yang mengalir? Berlakukah hal ini pada aliran air dan aliran arus
listrik?
 Apakah yang dimaksud dengan kuat arus listrik?
 Apakah yang dimaksud dengan resistivitas hambatan?
b. Kegiatan Inti (100 menit)
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian kuat arus listrik.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan hukum Ohm.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan hukum I Kirchoff.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai penerapan hukum I
Kirchoff untuk menyelesaikan soal analisis dan soal hitungan.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal mengenai penerapan hukum I Kirchoff
yang disampaikan oleh guru.
 Guru memberikan beberapa soal mengenai penerapan hukum I Kirchoff untuk
dikerjakan oleh peserta didik.
23
 Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika
masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru
dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian sumber potensial
listrik atau gaya gerak listrik (ggl).
 Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan contoh sumber
potensial listrik atau ggl (gaya gerak listrik).
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi
yang sebenarnya.
c. Penutup (15 menit)
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan
kerjasama yang baik.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KETIGA
a. Pendahuluan (20 menit)
 Bagaimana menentukan nilai hambatan listrik dari sebuah resistor?
 Apasajakah yang mempengaruhi nilai hambatan listrik pada suatu penghantar?
 Bagaimana menentukan hambatan pengganti untuk hambatan yang disusun
secara seri dan pararel?
 Apakah yang dimaksud dengan resistor?
 Apakah kelebihan rangkaian yang hambatannya disusun secara pararel?
b. Kegiatan Inti (100 menit)
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian resistor.
 Peserta didik memperhatikan demonstrasi guru dalam membandingkan nilai
hambatan dari dua penghantar yang berbeda jenis, penghantar sejenis tetapi
dengan panjang yang berbeda, penghantar sejenis dengan luas penampnag yang
berbeda-beda
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan nilai hambatan listrik
dari sebuah resisitor.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan nilai hambatan listrik dari
sebuah resistor yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian potensiometer.
 Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan susunan hambatan
seri dan pararel.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan hambatan total yang
disusun secara campuran (seri dan pararel) yang disampaikan oleh guru.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan nilai arus pada
rangkaian yang memiliki beberapa hambatan dan sumber tegangan.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan nilai arus pada rangkaian
yang memiliki beberapa hambatan dan sumber tegangan yang disampaikan oleh
guru.
 Guru memberikan beberapa soal menentukan nilai arus pada rangkaian yang
memiliki beberapa hambatan dan sumber tegangan untuk dikerjakan oleh peserta
24
didik.
 Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi
yang sebenarnya.
 Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika
masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru
dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
c. Kegiatan Penutup (15 menit)
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan
kerjasama yang baik.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KETIGA
a. Pendahuluan (15 menit)
 .Merefleksi hasil laporan praktik yang sudah terkumpul
 Menagih dan mengingatkan tugas
 Menyampaikan tujuan pembelajaran
b. Kegiatan Inti (60 menit )
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian hambatan dalam.
 Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan hukum II Kirchoff.
 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai penerapan hukum II
Kirchoff untuk menyelesaikan soal analisis dan soal hitungan.
 Peserta didik memperhatikan contoh soal mengenai penerapan hukum II Kirchoff
yang disampaikan oleh guru.
 Guru memberikan beberapa soal mengenai penerapan hukum II Kirchoff untuk
dikerjakan oleh peserta didik.
 Peserta didik yang dapat menyelesaikan soal dipersilahkan menuliskan
jawabannya di depan kelas
 Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika
masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru
dapat langsung memberikan bimbingan.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
c. Penutup (55menit)
 Siswa melaksanakan tes tertulis Ulangan harian
 Memberikan salam penutup

Penilaian
1. Teknik Penilaian: pengamatan, tes tertulis
Prosedur Penilaian:
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian
1. Sikap Pengamatan Selama pembelajaran dan saat
a. Terlibat aktif dalam diskusi
pembelajaran Listrik Dinamis
b. Bekerjasama dalam kegiatan
kelompok.
c. Toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang

25
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian
berbeda dan kreatif.

2. Pengetahuan
a. Menjelaskan kembali Pengamatan dan tes Penyelesaian tugas individu dan
mengenai hukum ohm kelompok
b. Menjelaskan kembali
mengenai hokum II Khirchoff

3. Keterampilan
a. Terampil menerapkan serta Pengamatan Penyelesaian tugas (baik
menganalisis hukum ohm dan individu maupun kelompok) dan
hukum II Khirchoff saat diskusi

Instrumen Penilaian Hasil belajar


Tes tertulis
A.
1. Hasil percobaan dengan menggunakan sebuah resistor diperoleh grafik V-I sebagai berikut:
V (Volt)
Dari grafik di samping, tentukan:
32 a. Kemiringan grafik
16 b. Hambatan resistor yang digunakan dalam percobaan

I (Ampere)
2 4 8

2. Perhatikan rangkaian listrik berikut ini.


120 
Hitunglah:
a. Kuat arus yang mengalir pada hambatan 40 
60  b. beda potensial pada hambatan 5 
40 
I 5

50 V

3. Dua buah batere dan dua resistor dirangkai seperti gambar berikut:
Tentukan:
4
a. hambatan total
b. tegangan total
10 V ; 0,5  4 V ; 0,5  c. kuat arus pada rangkaian
7 26
d. kuat arus pada hambatan 4 
e. beda potensial di ujung-ujung hambatan 7 

4. Perhatikan rangkaian majemuk berikut:

Tentukan:
5V
2 I2 a. kuat arus i2
b. tegangan pada hambatan 4
2
4V 4

5. Bila dalam satu menit sebanyak 6.1020 elektron mengalir dalam suatu penghantar
yang resistansinya 50  (e = 1,6.10-19 C), tentukan :
a. kuat arus yang mengalir
b. beda potensial di ujung-ujung penghantar
6. Empat buah resistor dirangkai seperti gambar :
A

10 20

D B

40 30
C

Hitung hambatan pengganti antara :


a. titik A dan B
b. titik A dan C
c. titik B dan D
7. Sebuah logam yang panjangnya L hambatannya 10 . Bila logam tersebut
dipotong menjadi 5 bagian yang sama kemudian dirangkai paralel, berapa
hambatan total yang dihasilkan?
8. Pada rangkaian resistor berikut :

A 2 3 4 3 B

15  6 4

D 2 3 4 3 C

Tentukan hambatan pengganti antara titik A dan D !


9. Dua buah batere dan dua resistor dirangkai seperti gambar berikut:

4

10 V ; 0,5  4 V ; 0,5 
7

Tentukan:
a. hambatan total
b. tegangan total

27
c. kuat arus pada rangkaian
d. kuat arus pada hambatan 4 
e. beda potensial di ujung-ujung hambatan 7 

Catatan:
Penyekoran bersifat holistik dan komprehensif, tidak saja memberi skor untuk
jawaban akhir, tetapi juga proses pemecahan yang terutama meliputi pemahaman,
komunikasi matematis (ketepatan penggunaan simbol dan istilah), penalaran (logis),
serta ketepatan strategi memecahkan masalah.

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP

Mata Pelajaran : Fisika


Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Waktu Pengamatan :
Indikator sikap aktif dalam pembelajaran hukum ohm dan hukum II Khirchoff
4. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran
5. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi
belum ajeg/konsisten
6. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas
kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.


1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan
kelompok.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok
tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok
secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah
yang berbeda dan kreatif.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No Nama Siswa Sikap
Aktif Bekerjasama Toleran
KB B SB KB B SB KB B SB
1 Dhianika Rahma Nur
Fadillah
2 Galuh Lalita Mahaghora
Dst Dst

Keterangan:
KB : Kurang baik
B : Baik
28
SB : Sangat baik

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Waktu Pengamatan :
Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang
relevan yang berkaitan dengan hukum ohm dan hukum II Khirchoff
1. Kurang terampil jika sama sekali tidak dapat menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan hukum ohm dan hukum II
Khirchoff
2. Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan hukum ohm dan hukum II
Khirchoff
3. Sangat terampill, jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan hukum ohm dan hukum II
Khirchoff
Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No Nama Siswa Keterampilan
Menerapkan konsep/prinsip
dan strategi pemecahan
masalah
KT T ST
1 Dhianika Rahma Nur Fadillah
2 Galuh Lalita Mahaghora

Keterangan:
KT : Kurang terampil
T : Terampil
ST : Sangat terampil

Cilacap, 15 Juli 2013


Mengetahui,

Guru Mata Pelajaran


Kepala SMA N 2 Cilacap Fisika

NIP. NIP. -

29
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
PRAKTIKUM ”HUKUM OHM”
B. Tujuan
1. Siswa dapat mengukur kuat arus listrik dengan menggunakan amperemeter dan mengukur tegangan
listrik dengan menggunakan voltmeter
2. Siswa dapat menentukan hubungan antara kuat arus dan tegangan listrik pada suatu komponen listrik
3. Siswa dapat menentukan nilai hambatan suatu resistor dengan menggunakan hukum Ohm

C. Alat dan Bahan


1. Papan rangkaian listrik sederhana (1 lembar)
2. amperemeter (1 buah)
3. voltmeter (1 buah)
4. resistor (1 buah)
5. Catu daya (1 buah)
6. Lampu (1 buah)

D. Skema Alat
pada gambar di samping:
A : amperemeter
L
V : voltmeter
A V R R : resistor
L : lampu
 : catu daya (sumber tegangan variabel)

E. Prosedur Kerja
1. Set peralatan seperti skema alat di atas
2. Pilihlah tegangan sumber dengan nilai paling kecil pada catu daya
3. Ukurlah tegangan pada resistor dengan menggunakan voltmeter
4. Ukurlah kuat arus pada rangkaian dengan menggunakan amperemeter (kuat arus pada amperemeter
sama dengan kuat arus pada resistor)
5. Ubahlah tegangan sumber dengan nilai yang berbeda dari sebelumnya, kemudian lakukan langkah-
langkah pengukuran tegangan dan kuat arus untuk nilai sumber tegangan yang dipilih
6. Masukkan data yang diperoleh ke dalam tabulasi berikut:

No Tegangan sumber (V) Kuat arus (ampere) Tegangan pada resistor (V)
1.
2.
3.

7. Buatlah grafik V-I yang diperoleh untuk masing-masing pilihan nilai sumber tegangan

F. Form Laporan
Buat laporan percobaan dengan format sebagai berikut:
1. Judul Percobaan
2. Tujuan Percobaan
3. Alat dan Bahan
4. Landasan Teori
5. Prosedur Kerja
6. Analisis Data dan Pembahasan (masukkan pembahasan dari Soal Evaluasi di bawah)
7. Kesimpulan
8. Daftar Pustaka

30
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/II
Alokasi Waktu : 1 x 3 JP
Kompetensi Inti
KI 1 : Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam jagad raya
melalui pengamatan fenomena alam fisis
KI 2 : Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti;
cermat; tekun; hati-hati; bertanggungjawab; terbuka; kritis; kreatif;inovatif dan
peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi
sikap dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan factual, konseptual, procedural
dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradabanterkait
fenomenada kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
KI 4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah kongkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar:
Mengidentifikasi penerapan listrik AC dan DC dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator :
1. Mengidentifikasi penerapan arus listrik searah dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mengidentifikasi penerapan arus listrik bolak-balik dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mengidentifikasi langkah-langkah kongkrit dalam penghematan energi listrik

Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
 Menjelaskan pengertian arus listrik searah (DC).
 Menjelaskan ciri arus listrik searah.
 Menyebutkan sumber arus searah dalam kehidupan sehari-hari.
 Menjelaskan pengertian arus listrik bolak-balik (AC).
 Menjelaskan ciri arus listrik bolak-balik.
 Menyebutkan sumber arus bolak-balik dalam kehidupan sehari-hari.
 Menjelaskan penerapan arus listrik searah dan arus listrik bolak-balik dalam
kehidupan sehari-hari.
 Membedakan arus listrik searah (DC) dan arus listrik bolak-balik (AC).
 Menggambarkan kurva arus listrik searah dan arus listrik bolak-balik.
 Menyebutkan pentingnya penghematan energi listrik dan usaha yang dapat
31
dilakukan siswa dalam kehidupan sehari-hari untuk ikut berperan serta dalam
gerakan hemat energi listrik

Materi Ajar
Berdasarkan arah arusnya, listrik dibedakan atas listrik searah (DC) dan listrik bolak-
balik (AC). Perbedaan kedua jenis listrik ini dapat dilihat dari grafik tegangan terhadap
waktu (V-t) dan grafik arus terhadap waktu (I-t).

Listrik AC dan DC banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, tergantung dari


kebutuhan yang ada karena masing-masing jenis listrik ini memiliki keunggulan dan
kelemahan. Peralatan yang bersifat portabel biasanya menggunakan sumber energi
listrik dari listrik DC, sedangkan peralatan yang permanen biasa menggunakan sumber
listrik AC sebagai suplai energi listriknya.

Karena energi listrik yang sekarang ada kebanyakan menggunakan energi fosil sebagai
sumber energi penggerak turbin, sementara energi fosil sendiri memiliki keterbatasan
jumlah dan dikhawatirkan akan habis suatu saat, maka diperlukan upaya penghematan
energi listrik agar keberadaan energi fosil sendiri lebih dapat dihemat. Di sisi lain,
penghematan enegi listrik juga dapat mengurangi tingkat emisi gas-gas yang
menyebabkan peningkatan efek pemanasan global.

Metode Pembelajaran
Ceramah dan diskusi kelompok
Sumber Belajar
Marthen Kanginan. 2010. Buku Fisika SMA dan MA Jl.1B. Jakarta : Erlangga
Purwoko & Fendi. 2010. “Physics : for Senior High School Year X (bilingual)”.
Yudhistira : Surakarta
Tim MGMP Fisika Kab. Cilacap. 2010. Modul Fisika Kuantum untuk Kelas X
Semester 2. Solo : Karya Pustaka

D. Langkah-langkah Kegiatan
a. Pendahuluan
- Siswa menyebutkan peralata sehari-hari yang mengaplikasikan listrik AC dan
DC?
- Sebutkan sumber arus listrik bolak-balik dan sumber listrik searah
- Darimana sumber energi listrik yang sekarang dipilih?
- Apakah yang dimaksud dengan arus listrik searah dan bolak-balik?
b. Kegiatan Inti
 Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian arus listrik searah
(DC) dan listrik bolak-balik (AC).

32
 Peserta didik memperhatikan cara menggambar kurva arus listrik searah dan arus
listrik bolak-balik yang disampaikan oleh guru.
 Kelompok diskusi mendiskusikan mengapa penghematan energi listrik menjadi
sangat perlu dilakukan, dan apasajakah langkah-langkah kongkrit yang dapat
dilakukan siswa untuk ikut serta menghemat energi listrik
 Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan
kelompok yang lain.
 Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi
yang sebenarnya.
 Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
c. Penutup
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kerjasama yang
baik sehingga diskusi berjalan dengan dinamis.
 Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Penilaian
1. Teknik Penilaian: pengamatan, tes tertulis
Prosedur Penilaian:
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian
1. Sikap Pengamatan Selama pembelajaran dan
a. Terlibat aktif dalam saat diskusi
pembelajaran Listrik AC dan
Listrik DC
b. Bekerjasama dalam
kegiatan kelompok.
c. Toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang
berbeda dan kreatif.

2. Pengetahuan
a. Menjelaskan kembali Pengamatan dan tes Penyelesaian tugas individu
mengenai konsep Listrik AC dan kelompok
dan Listrik DC

33
No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian
3. Keterampilan
a. Terampil menerapkan serta Pengamatan Penyelesaian tugas (baik
menganalisis konsep Listrik individu maupun kelompok)
AC dan Listrik DC dan saat diskusi

Instrumen Penilaian Hasil belajar


Tes tertulis
1. Dua lampu identik berspesifikasi 40 W;20V disusun secara seri dan dihubungkan
ke sumber tegangan 200 volt selama 1 menit. Berapa energi yang diserap kedua
lampu selama menyala?
Dst
Catatan:
Penyekoran bersifat holistik dan komprehensif, tidak saja memberi skor untuk
jawaban akhir, tetapi juga proses pemecahan yang terutama meliputi pemahaman,
komunikasi matematis (ketepatan penggunaan simbol dan istilah), penalaran (logis),
serta ketepatan strategi memecahkan masalah.

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP

Mata Pelajaran : Fisika


Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Waktu Pengamatan :
Indikator sikap aktif dalam pembelajaran Listrik AC dan Listrik DC

1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi
belum ajeg/konsisten
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas
kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.


1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan
kelompok.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok
tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok
secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah
yang berbeda dan kreatif.

34
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No Nama Siswa Sikap
Aktif Bekerjasama Toleran
KB B SB KB B SB KB B SB
1 Dhianika Rahma Nur
Fadillah
2 Galuh Lalita Mahaghora
Dst Dst

Keterangan:
KB : Kurang baik
B : Baik
SB : Sangat baik

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Waktu Pengamatan :
Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang
relevan yang berkaitan dengan Listrik AC dan Listrik DC
1. Kurang terampil jika sama sekali tidak dapat menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Listrik AC dan Listrik DC
2. Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Listrik AC dan Listrik DC
3. Sangat terampill, jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Listrik AC dan Listrik DC
Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No Nama Siswa Keterampilan
Menerapkan konsep/prinsip
dan strategi pemecahan
masalah
KT T ST
1 Dhianika Rahma Nur Fadillah
2 Galuh Lalita Mahaghora

Keterangan:
KT : Kurang terampil
T : Terampil
35
ST : Sangat terampil

Cilacap, 15 Juli 2013


Mengetahui,

Guru Mata Pelajaran


Kepala SMA N 2 Cilacap Fisika

NIP. NIP. -

36