Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL

PERMOHONAN BANTUAN KEUANGAN


PEMBANGUNAN OXIGEN ECOLODGE

DESA : ……………………...
KECAMATAN : ……………………...
KABUPATEN : SUMENEP
PROVINSI : JAWA TIMUR

TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Karena atas
limpahan rahmat- Nya, kami dapat menyusun rencana usulan Desa Wisata, Tahun
2018. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia,
melalui Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, karena telah memberikan
perhatian yang sangat besar dan kesempatan kepada kami untuk menyusun
proposal ini, kepariwisataan kami dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi
peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan proposal ini masih


banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Hal ini tentunya disebabkan salah
satunya keterbatasan kemampuan dan wawasan kami di dalam
mengaplikasikannya ke dalam bentuk tulisan. Maka dari itu kami mohon maaf
sebesar-besarnya.

Tak lupa kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang


setinggi-tingginya kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur
serta semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu, yang telah
memberikan dukungan demi tersusunnya proposal ini.

Semoga apa yang telah kami kerjakan menjadi suatu kebaikan dan
bermanfaat bagi kami masyarakat desa ……………….. serta masyarakat Indonesia
pada umumnya.

Sumenep , Januari 2018


Ketua Pelaksana,

………………………………………
DAFTAR ISI

Kata Pengantar

I. Pendahuluan

a. Dasar Pemikiran
b. Latar Belakang Masalah
c. Maksud dan Tujuan

II. Uraian Kegiatan

a. Nama dan Lokasi Kegiatan


b. Rencana Dana Anggaran
c. Jangka Waktu dan Jadwal Pelaksanaan
d. Metode dan Cara Pelaksanaan
e. Susunan Panitia Pelaksana Kegiatan
f. Target Kerja Satuan Hasil

III. Penutup
BAB I
PENDAHULUAN

A. DASAR PEMIKIRAN

Prioritas Pembangunan Desa merupakan hal penting yang disusun pada


Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) untuk masa 6
tahun, diaktualkan pada Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) dan
dijabarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa setiap tahunnya, pada
dasarnya memerlukan sumber-sumber dana yang memadai.

Selain anggaran-anggaran reguler yang dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten


(ADD dan Bantuan Keuangan Untuk Kegiatan Infrastruktur, serta Sarana dan
Prasarana Desa), Pemerintah Provinsi (Bantuan Keuangan untuk Infrastruktur
Desa) dan dari Pemerintah Pusat yakni Dana Desa, semuanya membantu
Pemerintah Desa dalam mewujudkan target-target pembangunan yang telah
disusunnya.

Pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa pada dasarnya


bersumber pada apa yang paling dibutuhkan dan paling diinginkan oleh
masyarakat yang diserap melalui kegiatan Musyawarah Pembangunan Desa
(Musrenbangdes), penjabaran Visi dan Misi Kepala Desa, semuanya
diselaraskan menjadi program-program pembangunan desa yang terintegrasi
dan diharapkan bermuara pada hasil untuk kesejahteraan masyarakat desa.

B. LATAR BELAKANG MASALAH

Pengembangan pariwisata Indonesia Menggunakan konsepsi pariwisata


budaya Yang dirumuskan dalam Undang-undang Pariwisata Nomor 09 Tahun
1990 yang menyatakan bahwa “Kepariwisataan merupakan peran penting
untuk memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan
kerja, mendorong pembangunan daerah, memperbesar pendapatan nasional
dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat serta
memupuk rasa cinta tanah air, memperkaya kebudayaan nasional dan
memantapkan pembinaanya dalam rangka memperkokoh jati diri bangsa dan
mempererat persahabatan antar bangsa”. Pariwisata budaya sebagai suatu
kebijaksanaan pengembangan kepariwisataan Indonesia menekankan pada
penampilan unsur-unsur budaya sebagai asset utama menarik wisatawan
berkunjung ke Indonesia.
Berkembangnya kelompok sadar wisata Sumenep yang disertai
terkenalnya kawasan yang mempunyai kadar oksigen tertinggi ke dua didunia
memberikan dampak positif yang sangat luas bagi masyarakat maupun
pemerintah daerah terkait dengan penyerapan tenaga kerja, penyediaan
lapangan usaha, meningkatnya sumber daya manusia, serta mendorong
tumbuh dan berkembangnya sektor ekonomi lainya dengan tidak melupakan
kegiatan Sapta Pesona Pariwisata.
Selain itu banyaknya potensi sumber daya alam dan manusia dalam hal
ini mempunyai potensi kepariwisataan juga bisa di gali lebih jauh, sehingga
keragaman daya tarik kepariwisataan yang bisa di hadirkan bisa menarik
wisatawan untuk sering berkunjung di Pantai Ropet.

C. MAKSUD DAN TUJUAN

Adapun kegiatan yang dimohonkan bantuan pembiayaannya ini mempunyai


maksud dan tujuan yang kami uraikan sebagai berikut:

1. Maksud:

a. Mendorong Pemerintah desa untuk mengembangkan potensi lokal yang


dimiliki;

b. Berkembangnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dan asset-Aset


ekonomi rakyat dalam skala usaha sebagai basis kemandirian;

c. Lebih efisien dan lebih produktifnya kegiatan-kegiatan perekonomian;

d. Terciptanya lebih banyak peluang kerja bagi penigkatan kesejahteran dan


keadilan social yang merata bagi seluruh rakyat untuk memperkokoh
keutuhan bangsa dan ketahanan nasional.

2. Tujuan:

a. Terwujudnya Peningkatan pendapatan desa yang memadai sebagai salah


satu penunjang pembiayaan untuk kelancaran Pelayanan kepada
masyarakat;

b. Mendukung perencanaan desa yang telah dituangkan dalam rencana


Pembangunan Jangka Menengah Desa ( RPJMDes ) dan Rencana Kerja
Pemerintah Desa ( RKPDes ) Menumbuhkembangkan partisipasi masyarakat
melalui bantuan stimulan dalam rangka pembangunan Peningkatan
Infrastruktur perdesaan;

c. Mengaktualkan potensi-potensi ekonomi masyarakat khususnya petani


tanaman pangan dan perkebungan dengan pembangunan ruas-ruas jalan
dan jembatan di kawasan pertanian dan perkebunan;

d. Menyediakan infrastruktur pariwisata;

e. Pengembangan sentra-sentra ekonomi kreatif yang memang masih


memungkinkan dengan menggali potensi yang ada;

f. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


BAB II
URAIAN KEGIATAN

A. NAMA DAN LOKASI KEGIATAN

Pembangunan dengan menggali potensi daerah perdesaan sepertinya


merupakan pekerjaan yang belum tuntas di banyak desa, termasuk di Pantai
Ropet. Upaya percepatan untuk memaksimalkan potensi yang ada ,masih
mendapatkan kendala yang besar, meskipun terus menerus dilakukan upaya
dengan melakukan terobosan baik dari segi teknis maupun dari segi sumber
pembiayaan anggaran.

Untuk mewujudkan optimalnya potensi Pantai Ropet di bidang wisata, yang bisa
mendorong perekonomian masayarakat, kami ………………………………
bermaksud melaksanakan sebuah kegiatan pengembangan potensi wisata
Pantai Ropet, dengan uraian kegiatan yang telah kami susun sebagai berikut:

1. Nama Kegiatan : …………………………………………….

2. Lokasi : ………………………………………….

3. Luas Daerah : …………………………….. Ha

B. RENCANA DANA ANGGARAN

Adapun Kegiatan Revitaliasi wisata Desa Cigawir ini sumber pembiayaannya


kami rencanakan sebagai berikut:

a. Kebutuhan Biaya/ Anggaran:

No Uraian Pekerjaan Jumlah Harga Satuan Harga


1 Pintu Masuk 2 Rp 2.750.000 Rp 5.500.000
2 Gazebo 6 Rp 5.500.000 Rp 33.000.000
3 Resort 5 Rp 10.000.000 Rp 50.000.000
4 Toilet 5 Rp 1.000.000 Rp 5.000.000
5 G. Serbaguna 1 Rp 7.300.000 Rp 7.300.000
6 Mini Bar 1 Rp 6.000.000 Rp 6.000.000
7 Pagar Keliling 1 Rp 8.500.000 Rp 8.500.000
8 Pedestrian 1 Rp 2.500.000 Rp 2.500.000
9 Taman dan Area Obat 1 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000
Total Biaya Rp 118.800.000
C. JANGKA WAKTU DAN JADWAL PELAKSANAAN

Adapun kegiatan Pembangunan Oxigen Eklodge Pantai Ropet ini akan


dilaksanakan sebagai berikut:

a. Jangka waktu kegiatan:

Kegiatan ini akan dilaksanakan paling lambat ….. minggu sejak bantuan
keuangan dari pemerintah masuk ke rekening Pemerintah Desa, lama
pengerjaan selama ……. hari kerja.

b. Jadwal Pelaksanaan:

Pelaksanaannya kami jadwalkan sebagai berikut:

Bulan
No Uraian
1 2 3 4
1. Sosialiasasi Dan konsolidasi 
panitia, pemerintah desa,
masyarakat dan Dinas terkait
2. Persiapan Material dan Alat 
3. Penggarapan/pembentukan lahan 
4. Pemasangan Pagar Keliling 
5. Pembuatan Jalan 
Pembangunan Fasilitas wisata:   
Resort, Gazebo, Mushoolla, G.
Serbaguna, Toilet dan fasilitas
penunjang
6. Kegiatan Pelaporan /LPJ 

D. METODE DAN CARA PELAKSANAAN

Dalam melaksanakan kegiatan Revitalisasi Obyek Wisata Desa Cigawir ini kami
menggunakan cara swakelola dengan memberdayakan sumber daya yang ada:

1. Keuangan dikelola oleh Panita dengan pengawasan Pemerintah Desa;

2. Pemasok material yang diperlukan berasal dari pengusaha setempat yang


menawarkan harga paling murah dengan kualitas yang baik;

3. Kepala Dusun berwenang mengatur jadwal kerja masyarakat dalam


pelaksanaan kegiatan;

4. Pengawasan kualitas pekerjaan dilakukan setiap saat oleh Panitia Pelaksana


bersama Pemerintah Desa agar hasilnya sesuai dengan standar yang
diinginkan;
5. Panitia Pelaksana Kegiatan diwajibkan membuat laporan berkala selama
kegiatan berlangsung kepada Pemerintah Desa;

6. Memastikan kegiatan selesai secara tuntas dan hasil pekerjaan baru bisa
digunakan bila dari segi teknis sudah memungkinkan.

E. SUSUNAN PANITIA PELAKSANA KEGIATAN

Sebagaimana hasil keputusan musyawarah yang selanjutnya dituangkan dalam


Surat Keputusan Kepala Desa Bojonggedang, maka dalam rangka pelaksanaan
kegiatan Revitalisasi Obyek Wisata Desa Cigawir di atas akan dilaksanakan
secara swakelola oleh masyarakat dalam wadah Panitia Pelaksana
Pembangunan dengan susunan kepanitiaan sebagai berikut:

SUSUNAN PANITIA PEMBANGUNAN RABAT BETON JALAN SAWATI

1. Pelindung : Kepala Desa


Ketua BPD
Ketua LPM
2. Ketua : …………………….
3. Wakil Ketua I : …………………….
4. Wakil Ketua II : …………………….
5. Sekretaris : …………………….
6. Bendahara : …………………….

SEKSI-SEKSI
7. Pengadaan : …………………….
Barang
: …………………….
8. Pengawasan : …………………….
9. Akomodasi : …………………….
10. Humas : …………………….
11. Swadaya : …………………….
…………………….
…………………….
…………………….
F. TARGET KERJA SATUAN HASIL

Adapun Target Kerja Satuan Hasil yang dibebankan pada Panitia Pelaksana
Kegiatan adalah sebagai berikut:

No Target Kerja Satuan Hasil


1. Sosialisasi dan konsolidasi program Laporan
2 Penyiapan dan belanja bahan dan material Laporan
3. Mobilisasi Masyarakat Laporan
4. Pengawasan Pekerjaan Laporan
5. Progres pekerjaan Laporan
6. Penanganan Masalah di Lapangan Laporan
7. Dokumentasi Dokumen
8. Laporan Pertanggungjawaban Dokumen

Diharapkan dengan Target Kerja Satuan Hasil tersebut menghasilkan pekerjaan


pisik dan administrasi yang benar, menghindari penyelewengan bahan dan
dana, serta optimalnya kinerja panitia pelaksana kegiatan.
BAB III
PENUTUP

Kami yakin dalam pembuatan proposal ini pasti banyak kekurangan dan kesalahan,
hal ini kami sadari karena kurangnya pengetahuan kami akan aturan tentang tata
pemerintahan. Oleh karena itu semua kami mohon maaf yang setulus tulusnya.

Tiada lain tujuan kami adalah demi mensukseskan program pemerintah dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pembangunan
peningkatan infrastruktur jalan di desa kami.

Demikian proposal ini kami ajukan, besar harapan kami akan terkabulnya
permohonan ini. Kemudian atas bantuannya kami ucapkan tarima kasih.

Sumenep, Januari 2018.


Ketua Pelaksana,

………………………….