Anda di halaman 1dari 10

MARKAS BESAR

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

BELADIRI POLRI

1. Pengantar

Anggota Poiri sebagai salah satu aparat penegak hukum dalam


pelaksanaan tugasnya memiliki kewenangan untuk menangkap dan menahan
seseorang yang diduga melakukan pelanggaran atau tindak pidana. Dalam
penegakan hukum tersebut tentunya dilakukan upaya-upaya sesuai
perundangan yang berlaku, diantaranya adalah untuk melindungi diri
anggota Poiri, dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat maupun
untuk upaya penangkapan.

Penangkapan terhadap seseorang sangat diperlukan manakala cara-cara


lain yang sudah dilakukan tidak cukup untuk tujuan penegakan hukum.
Dalam penangkapan, tersangka atau orang yang akan ditangkap cenderung
untuk menolak dengan cara melarikan diri atau bahkan melakukan
perlawanan dengan menggunakan kekuatan fiisik, bahkan kekuatan fisik
tersebut dapat mengancam keamanan bagi anggota polisi yang akan
menangkap.

Beladiri Polri telah ada dan dilatihkan pada personel polri berdasarkan
skep Kapolri No. Pol. Skep/404/IX/1984 tanggal 9 Oktober 1984 yang telah
tersosialisasi di lingkungan Polri sampai saat ini beladiri Polri tersebut
merupakan rangkuman berbagai cabang beladiri di antaranya Judi, Aikido,
Kendo, Karate, Penjak Silat, Ju Jit Su dan Tarung derajat yang telah
disesuaikan dengan gerakan dan teknik yang cocok dengan tantangan tugas
kepolisian pada saat itu. Sejalan dengan reformasi Polri yang mengarah
kembali pada jatidiri Polri yaitu memberikan pelayanan kepada
masyarakat. Keberadaan beladiri Polri yang mendukung memberikan
keterampilan dan kernampuan kepada personel Polri guna mengemban
tugas pokoknya tersebut perlu disesuaikan dengan perkembangan tantanan
tugas dan sarana pendukung Polri yang tersedia, dalam pelayanan kepada
masyarakat serta menyesuaikan dengan pola kurikulum pendidikan
pembentukan Bintara Polri.

Untuk memberikan keterampilan dalam pelaksanaan tugas


sebagaimana tersebut di atas, maka anggota Polri perlu dibekali dengan
kemampuan beladiri Polri. Untuk memberikan bekal pengetahuan dan
keterampilan Beladiri pada setiap anggota Polri, khususnya bagi para
peserta Pendidikan Pembentukan Bintara Polwan, maka dalam modul ini
akan diuraikan mengenai rangkaian gerakan Beladiri Polri dan Beladiri
Tarung Derajat.
BAHAN BACAAN

TEKNIK DASAR BELADIRI POLRI

1. Teknik Jatuhan

Teknik jatuhan dilakukan sambil berjalan/berlari, yang terdiri dari:

a. Teknik jatuh belakang.

1) Sikap Tidur.

a. Hitungan 1.

Kedua kaki lurus, tangan silang depan dada, kepala diangkat,

dagu dirapatkan dengan leher dan pandangan mengarah ke perut.

b. Hitungan 2.

Kedua tangan menepuk matras dengan posisi tangan membentuk

sudut 45 derajat disamping badan dan kepala tetap diangkat.

2) Sikap Jongkok

a. Sikap Awal.

Posisi jongkok, kaki jinjit dan kedua tangan berada di atas paha jari

rapat menghadap ke dalam

b. Persiapan

Kedua tangtan silang didepan dada dan dagu dirapatkan ke leher

c. Pelaksnaan

Tumit dirapatkan ke matras selanjutnya badan dijatuhkan ke

belakang, kedua tangan menepuk matras dengan posisi 45 derajat

disamping badan, kaki diangkat lurus ke atas dan dagu dirapatkan

ke dada.
3) Sikap Berdiri

a. Hitungan 1.

Berdiri tegak, kedua kaki injit, tangan disilangkan depan dada dan

ragu dirapatkan ke dada

b. Hitungan 2

Mengambil sikap jongkok tumit rapat dan pantat menempel di

matras.

c. Hitungan 3

Jatu ke belakang, tangan menepuk matras dengan posisi 45 derajat,

kaki dinagkat lurus ke atas dan dagu dirapatkan dengan dada.

b. Dari Sikaop Berdiri

1. Dari sikap tidur.

a. Persiapan.

Kedua tangan silang di depan dada dagu dirapatkan ke leher

dan kedua kaki diangkat lurus ke atas.

b. Pelaksanaan sama dengan jatuh kiri.

Kedua kaki dijatuhkan ke kiri dengan posisi kaki kiri lurus, kaki

kanan ditekuk di belakang kaki kiri dengan posisi tumit

terangkat, bersamaan dengan itu badan miring ke kiri dan tangan

kiri menepuk matras membentuk sudut 45 derajat dan tangan

kanan memegang sabuk, kepala diangkat.

c. Pelaksanaan jatuh kanan

Sama dengan jatuh Kiri, dilaksanakan secara bergantian.

.
2. Dari sikap duduk.
a. Persiapan jatuh kiri.
Ke dua kaki lurus ke depan, tangan kiri lurus ke kiri dan
tangan kanan memegang sabuk, kepala ditengokkan ke kiri 900
memandang tangan kiri.
b. Pelaksanaan.
Badan dijatuhkan ke kiri 90 derajat, tangan kiri memukul
matras disamping badan 45 derajat, tangan kanan diatas perut,
kaki tetap terangkat serong kekanan. Untuk jatuh kanan
dilaksanakan kebalikannya dan gantian.
3. Dari sikap jongkok.
a. Persiapan jatuh kanan.
Posisi jongkok, kaki dibuka selebar bahu dan tumit terangkat,
tangan kanan lurus kesarnping, tangan kiri memegang Obi dan
pandangan diarahkan kekanan/melihat arah tangana.
b. Pelaksanaan.
1. Hitungan 1.

Kaki dan tangan kanan diayun kedepan serong kiri 90 derajat

dan badan merendah.

2. Hitungan 2.
Badan dijatuhkan ke kanan, kedua kaki diangkat lurus ke atas
serong kiri, tangan kanan menepuk matras dengan posisi 45
derajat dari badan, tangan kiri memegang Obi/sabuk, kepala
diangkat dan pandangan kearah tangan kanan.
c. Teknik Jatu Depan

1. Dari sikap berlutut.

a. Persiapan.

Kedua tangan terbuka didepar dada membentuk sudut, telapak

tangan menghadap kedepan.

b. Pelaksanaan.

Badan dibongkokkan kedepan, kedua tangan mulai dari siku

hingga telapak tangan ditepukkan kematras dengan posisi

telapak tangan terbuka dan jari-jari rapat menghadap serong ke

dalam, pandangan diarahkan kekiri atau ke kanan.

2. Dari sikap jongkok.

a. Persiapan.

Mengambil sikap jongkok,ke dua kaki terbuka selebar bahu, tumit

diangkat/jinjit, ke dua tangan berada di atas paha serong ke dalam.

b. Pelaksanaan.

1. Hiturigan 1.

K edu a tan gan di angkat di depan dada serong ke dalam

membentuk segitiga, jarijari rapat teiapak tangan menghadap

serong ke bawah.

2. Hitungan 2.

Badan dicondongkan ke depan, kedua kaki dilempar ke

belakang terbuka, tumit terangkat jari-jari hidup, badan tidak

menyentuh matras dan kepala dipalingkan ke kiri/ke kanan,

kedua tangan mulai dari siku hingga telapak tangan

ditepukkan kematras dengan posisi tangan terbuka (telapak

tangan menyentuh matras) membentuk segitiga.


3. Dari sikap berdiri.

a. Persiapan

Badan tegak, kedua tangan di depan dada serang ke

daiam membentuk segitiga.

b. Pelaksanaan.

1. Hitungan 1 .

Persiapan jatuh ke depan badan dicandongkan he depan

merendahkan badan, tumit diangkat/jinjit.

2. Hitungan 2.

Kedua kaki dilempar ke belakang terbuka, tumit

terangkat, jari jari hidup, badan tidak menyentuh

matras, kepala dipalingkan ke kiri/kanan, tangan

mulai dari siku hingga telapak tangan menyentuh

matras dan telapak tangan menghadap ke dalam.

2. Teknik Lemparan Dan Sapuan Kaki

Sebelum melakukan teknik beladiri Polri, seorang petugas harus menguasai teknik
lemparan dan sapuan kaki, yang terdiri dari:

a. Lemparan pinggang (O-Goshi).

1. Hitungan 1.

Kaki kanan melangkah serong ke depan kaki kanan lawan,


bersamaan tangan kiri dan kanan menarik lawan ke depan,
pandangan mata ke depan untuk menghilangkan keseimbangan lawan.

2. Hitungan 2.

Tangan kanan petugas memeluk pinggang lawan sambil rnemutar


arah, badan membelakangi lawan.

3. Hitungan 3.

Posisi badan petugas merendah, posisi kaki membentuk segitiga dan


pinggul ke luar kekanan sambil merendah, kepala dipalingkan ke kiri.
4. Hitungan 4.

Lawan diangkat dan dijatuhkan ke depan petugas.

b. Lemparan tangan (Ippon Seoi Nage).


1. Hitungan 1

Kaki kanan melangkah serong ke depan kaki kanan lawan/Lawan,


bersamaan tangan kiri menarik lawan ke depan, menghilangkan
keseimbangan badan lawan.

2. Hitungan 2.

Tangan kanan menjepit tangan lawan pada bagian ketiak dengan


bagian dalam siku dan badan memutar kekiri membelakangi lawan,
posisi badan tegak dan kaki membentuk segitiga sambil merendah.

3. Hitungan 3.

Lawan diangkat dengan jalan membungkukkan badan dan dijatuhkan di


depan petugas.

c. Lemparan sapuan kaki (O-Soto-Gare).

1. Persiapan.

Sebelum melaksanakan Teknik dasar lemparan didahului dengan saling

berhadapan, kemudian saling melakukan penrhormatan terhadap

pasangan anda, kemudian saling berpegangan.

2. Pelaksanaan.

a. Hitungan 1.

Kaki kanan lawan yang akan dilempar (Uke) disapu maju ke serong

depan, selanjutnya kaki kiri yang melaksanakan melangkah

kesamping kaki kanan lawan, membentuk kuda-kuda segitiga,

bersama dengan itu tangan menarik lawan hingga bahu merapat

kebahu lawan.
b. Hitungan 2.

Badan condong ke depan, kaki kanan diayun ke depan, tangan kiri

menarik tangan kanan lawan ke bawah dan tangan kanan mendorong

lawan.

c. Hitungan 3.

Betis kanan lawan disapu oleh petugas dengan betis hingaa lawan

jatuh samping kiri dan petugas mengontrol lawan.

d. Sapuan kaki De-ashi-Harai.


1. Hitungan 1.
Posisi awal, petugas dan lawan saling berhadapan dan berpegangan,
kaki kanan lawan melangkah kedepan selebar bahu.

2. Hitungan 2.
Kaki kiri petugas melangkah ke samping kaki kanan lawan diikuti kaki
kanan petugas sejajar dengan kaki kiri, dalam posisi merendah.

3. Hitungan 3.
Telapak kaki kiri petugas menyapu tumit kaki karian lawan sehingga
jatuh.

3. Teknik Membawa Tahanan

a. Teknik dasar pegangan tangan.

Teknik membawa tahanan harus diawali dengan teknik dasar pegangan


tangan, yang terdiri dari:

1. Pegangan tangan satu.


a. Persiapan.
Petugas dan lawan saling berhadapan.

b. Hitungan 1.
Kaki kanan melangkah di depan kaki kanan lawan, bersamaan
tangan kanan memegang punggung telapak tangan lawan, ibu jari
menghadap kebawah.
c. Hitungan 2.
Kaki kanan ditarik kebelakang bersamaan dengan itu tangan kanan
lawan ditarik sambil diputar kedepan dada petugas sehingga jari-jari
lawan menghadap keatas, dan kedua ibu jari petugas berada
dipunggung tangan lawan.

2. Pegangan tangan dua.


a. Hitungan 1.

Kaki kiri melangkah di depan kaki kanan lawan, bersamaan


tangan kiri memegang telapak tangan kanan lawan dari dalam.
Saat memegang telapak tUngan empat jari berada di dalam, dan ibu
jari berada di punggung tangan kanan lawan/di luar.

b. Hitungan 2.

Kaki kiri petugas ditarik ke belakang bersamaar dengan itu tangan


kanan lawan ditarik sambi diputar ke depan dada petugas kedua
ibu jar berada di punggung tangan lawan.

3. Membawa tahanan I (satu).

Saling berhadap-hadapan dan diawali dengan sikap siap.

a. Hitungan 1.
Melaksanakan teknik pegangan tangan 1 (satu).

b. Hitungan 2.

Tangan kiri memegang ibu jari lawan, telapak tangan petugas


merighadan ke atas, punggung tangan lawan menempel dengan
telapak tangan petugas, dan ibu jari petugas berada di selasela ibu
jari lawan.

c. Hitungan 3.

Tangan kanan mernukul lekukan siku dari bawah dan menarik siku
iawan, sedangkan tangan kiri memutar telapak tangan lawan.

d. Hitungan 4.

Tangan lawan ditarik ke samping petugas dan dijepit di bawah


ketiak, siku berada di pinggang tangan kanan memegang siku
tangan lawan yang terkunci.

4. Membawa tahanan lI (dua).


a. Lawan tolak pinggang.
b. Hitungan 1.
Kaki kiri melangkah didepan kaki kanan lawan, bersamaan dengan
tangan kiri petugas dimasukkan dibawah ketiak lawan dan posisi
telapak tangan menghadap keatas
c. Hitungan 2.
Tangan kanan petugas memegang siku kanan lawan.