Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN PARIWISATA

1. Kegiatan pemasaran mencakup upaya melakukan identifikasi keinginan/kebutuhan konsumen jasa pariwisata,
penentuan produk yang ditawarkan, penentuan harga, promosi, dan penelitian pasar.
2. Dalam dunia persaingan yang semakin tajam pengusaha harus aktif mendekati pasar. Konsumen adalah raja. Oleh
karena kepuasan konsumen harus dijaga.
3. Kepuasan langganan dapat ditingkatkan melalui marketing proses yang meliputi:
 Identifikasi keinginan (saat ini dan yang akan datang) untuk menganalisis permintaan pasar
 Analisis SWOT produsen jasa pariwisata
 Penentuan target
 Perencanaan marketing mix
 Menciptakan produk yang tepat (product)
 Menentukan harga yang tepat (pricing) & Mendistribusikan secara efektif (place)
 Melakukan promosi (promotion)
 Evaluasi hasilnya.
1. Analisis faktor yang mempengaruhi pasar wisata.
Ekonomi : pendapatan, laju inflasi, nilai mata uang dan sebagainya.
Technologi : elektronik, komputer
Sociokultural : penduduk, waktu senggang dan sebagainya
Lingkungan : polusip politik & keamanan: perang, kekacauan dan sebagainya
Analisis Pasar Wisata
Setiap pemasaran, termasuk pemasaran pariwisata pada awalnya dimulai dengan membuat analisis pasar wisata. Analisis
ini meliputi analisis persepsi dan preferensi wisatawan. Pada umumnya calon wisatawan menginginkan suatu produk wisata
tertentu. Faktor sosiodemografi dan psikografi memiliki peran yang sangat besar dalam memilih macam produk dan destinasi
pariwisata. Berawal dari data inilah bagaimana pemasaran harus dilakukan.
Pemasaran, merupakan suatu proses social an manajerial di mana individual maupun kelompok mendapatkan apa yang
mereka inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai (value) secara bebas dengan pihak lain. Dari pengertian ini
jelas bahwa dalam proses pemasaran pihak pemilik produk harus bisa menyesuaikan dengan keinginan wisatawan atau
menyesuaikan dengan segmen wisatawan yang berminat pada jenis produk yang dimilikinya.
Konsep pemasaran yang demikian ini, mengandung beberapa pengertian yang secara konsisten dilaksanakan yaitu :
1. Pemasaran sebagai suatu proses sosial harus dapat dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pelaku pemasaran tidak
hanya oleh industri pariwisata atau pihak pihak yang saat ini kompetensi dalam pemasaran pariwisata. Kebijakan pemasaran
sudah harus mendorong kemungkinan berperannya duta-duta bangsa yang saat ini berada di luar negeri, seperti TKI (Tenaga
Kerja Indonesia), mahasiswa dan pelajar serta para pedagang Indonesia. Siapapun dalam kepentingan apapun mereka
diposisikan sebagai pemasar pariwisata. Langkah strategis yang perlu dilakukan adalah menempatkan anjungan informasi dan
leaflet atau booklet tentang pariwisata di kantor kantor emigrasi yang akan mengurus paspor perjalanan ke luar negeri. Mereka
diwajibkan membawa informasi ini kepada mitra mereka di luar negeri tentang daerah mereka.
2. Pemasaran sebagai suatu proses manajerial. Di dalam pelaksanaan pemasaran harus direncanakan, dilaksanakan, dipantau dan
yang lebih penting adalah dilaksanakan evaluasi. Di dalam pemasaran pariwisata tindakan evaluasi sangat penting sebab agak
berbeda dengan pemasaran barang yang mudah dikemas atau diperbaiki. Pariwisata adalah menjual image dan pelayanan yang
perbaikannya membutuhkan proses yang komplek dan panjang.
3. Pemasaran sebagai proses pertukaran produk dan nilai. Untuk memiliki produk yang bernilai jual tinggi ada strategi yang
dilakukan. Bagaimana kita dapat memiliki produk yang berkualitas? Pada saat ini produk yang kita memiliki yang sangat
berkualitas dan memiliki competitiveness yang tinggi adalah nilai nilai budaya dan alam yang memiliki otentisitas local yang
spesifik. Nilai filosofi, kehidupan masyarakat (living culture ), nilai luhur/pemaknaan hidup manusia, pengetahuan penduduk
berkaitan dengan alam dan kearifan masyarakat lokal merupakan produk nasional yang tidak dimiliki oleh bangsa lain, apalagi
bangsa bangsa barat. Adanya krisis jatidiri, mulai adanya proses perubahan pemikiran rasional kedalam pemikiran baru yang
spiritual dalam kehidupan mereka, dorongan untuk mengunjungi Negara Asia semakin besar. Sementara itu pengembangan
produk yang mereplikasi apa yang ada di Negara Negara maju sudah tidak begitu menarik wisatawan mancanegara. Apalagi
untuk mature tourist sudah mulai mencari sesuatu yang baru dalam rangka mendapatkan pengkayaan hidup dengan mencari new
knowledge dan expansion of life.

Di dalam pemasaran pariwisata memang perlu ditata. Sebab pemasaran adalah proses manajemen. Oleh karenanya ada 3
tahapan dalam pemasaran. Pertama pihak yang memberikan informasi. Pemberian informasi dapat dilakukan oleh banyak pihak,
utamanya adalah informasi tentang apa yang diketahuinya. Bagi pemula tentu yang diketahui yaitu daerah tempat tinggalnya,
atau obyek obyek wisata yang pernah mereka kunjungi. Tahapan pemberian informasi ini juga dapat dilakukan melalui IT
(Information Technology) dan exhibition atau pameran. Kedua adalah negosiasi. Proses pembelian atau purchasing ini dilakukan
oleh negosiator yang handal. Ketiga proses pengemasan dan pelayanan terhadap wisatawan yang telah berkunjung ke daerah
tujuan wisata. Pelayanan yang berkualitas akan memberikan evaluasi dan rekomendasi untuk perjalanannya sebagai repeater atau
rekomendasi terhadap orang lain untuk berkunjung ke daerah tersebut.
Pendekatan Pemasaran Pariwisata
1. 1. Konsep pemasaran produk pariwisata
Di dalam pemasaran pariwisata diperlukan adanya pemahaman yang mendalam terhadap produk yang dimiliki dan dijual.
Demikian pula persepsi dan preferensi wisatawan atau calon wisatawan. Persepsi dan preferensi wisatawan ini akan
menimbulkan perilaku yang mendorong proses pembelian. Dikenal ada beberapa konsep pemasaran, yang dapat dipergunakan
untuk menjual produk pariwisata sebagai berikut:
a. a) Konsep produksi
Konsep ini menempatkan pertimbangan bahwa konsumen hanya mau membeli barang yang bisa dibeli dengan harga murah dan
mudah didapat. Untuk pariwisata yang memenuhi dua criteria ini adalah produk pariwisata buatan atau kemasan baru dan untuk
mass production. Taman rekreasi , resort wisata buatan, souvenir buatan pabrik dan event olahraga dan convention dapat
menggunaan pendekatan produksi ini.
a. b) Konsep produk
Konsep produk ini menggunakan asumsi bahwa konsumen hanya akan membeli barang yang memiliki keunikan , inovatif dan
superioritas. Produk pariwisata yang dapat dijual dengan pendekatan ini adalah pariwisata minat khusus yang bertemakan budaya
(heritage dan living culture), alam (ekowisata, wisata pendidikan dan penelitian) dan souvenir kerajinan tangan.
a. c) Konsep penjualan
Pemasaran yang yag bertjuan untuk menjual produk untuk mendapatkan laba dari penjualan yang banyak volumenya an dengan
promosi yang agresif. Produk pariwisata yang dapat dijual dengan pendekatan ini adalah bentuk pariwisata profane misalnya
taman rekereasi, souvenir produksi masal buatan pabrik, event olah raga , exhibition dan convention.
a. d) Konsep pemasaran , suatu konsep yang diterapkan dengan mempertimbangkan bahwa keuntungan akan
dicapai melalui upaya memberikan kepuasan pada konsumen yang terlebih dahulu melakukan
pengidentifikasian kebutuhan dan keinginan wisatawan. Seluruh produk wisata seharusnya menggunakan
pendekatan ini.
b. e) Konsep pelanggan
Konsep ini merupakan pengembangan dari konsep pemasaran, dimana kepuasan konsumen harus diusahakan tercapainya
kepuasan setiap pelanggan secara individual. Seluruh produk wisata hendaknya menggunakan konsep ini dalam pemasaran
pariwisata.
a. f) Konsep ekologikal dan humanistik
Konsep yang mempertimbangkan adanya profit dicapai melalui kepuasan konsumen dengan cara pengidentifikasian kebutuhan
wisatawan dengan pengintegrasian kegiatan pemasaran dengan mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka
panjang. Pemasaran yang demikian ini diperankan oleh pemerintah untuk produk produk pariwisata kawasan yang dimiliki dan
dikelola oleh pemerintah seperti halnya kawasan taman nasional dan taman hutan raya.

2. Sistem Informasi Pemasaran


Di dalam pemasaran pariwisata peran dari sistem informasi pariwisata (Marketing Information System atau isingkat MIS)
ini sangat penting. Sebab perilaku calon wisatawan sagat dinamis perkembangannya dari waktu ke waktu. Keputusan harus dapat
cepat diambil untuk menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi. Skema sistem informasi pemasaran komponennya disajikan
oleh Kotler, et al (1999) berikut.
a. (1 ) Manajer Pemasaran
Manajer pemasaran melaksanakan analisis terhadap informasi yang didapat, kemudian membuat perencanaan, pelaksanaan,
pengorgansasian dan melakukan kontrol terhadap pelaksanaan pemasaran.
(2) Membuat keputusan untuk melakukan pemasaran dan mengkomunikasikan keseluruh bagian terkait.
Keputusan ini sebenarnya dari 2 aspek , yaitu :
(a) Sistem Informasi Pemasaran
Sistem informasi dilakukan penapisan, kesesuaian informasi dengan informasi yang dibutuhkan dan pendistribusian informasi.
(b) Mengembangkan informasi. Pengembangan informasi ini terdiri atas: pencatatan informasi, membuat analisis informasi,
menyusun suatu strategi dan membuat penelitian untuk pemasaran.
a. (3) Faktor Lingkungan yang mempengaruhi pemasaran. Ada beberapa faktor yang mempengarhi keberhasilan
pemasaran yaitu: Sasaran, saluran atau hubungan pesaing, kondisi masyarakat dan tekanan. Faktor yang
mempengaruhi keberhasilan pemasaran pariwisata Indonesia dapat dilihat seperti berikut.

Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi


Keberhasilan Pemasaran Pariwisata
Faktor Kondisi Seharusnya
a. 1. Sasaran Pemasaran tidak Pemasaran sesuai dengan
jelas sasaran/target produk yang dimiliki

Pemasaran Wisnus sangat potensial,


diutamakan wisman disamping wisman
2.Hubungan Tidak ada rantai Membentuk jaringan
pemasaran pemasaran
3.Pesaing
1.Negara ASEAN 1.NegaranegaraASEAN
ditempatkan sebagai sebagai mitra dalam
pesaing pemasaran
2.Setiap daerah 2.Pemasaran bersama,
memasarkan wisata pemasaran dilakukan di DTW
4.Bantuan masyarakat untuk daerahnya utama

Tidak ada. Seolah Seluruh masyarakat dilibatkan.


olah pemasaran Siapapun yang ke luar negeri
kewajiban diberi mandat sebagai pemberi
pemerintah dan informasi tentang potensi
industri wisata di daerahnya
5. Tekanan (TKI,Wisatawan Outbound,
Pelajar, mahasiswa, diplomat,
pedagang dll). Kembangkan
sistem IT yang didesign oleh
pemerintah pusat.

Dipandang sebagai Ditempatkan sebagai peluang.


penghambat Misal bom Bali , justru sebagai
alat promosi bahwa Bali hanya
satu daerah, masih banyak
daerah yang aman. Kuncinya
Campaign yang sistematis .

Strategi Pemasaran Pariwisata


1.Alat alat pemasaran
Pemasaran pariwisata baik yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah serta industri pariwisata harus
dilaksanakan dengan strategi pemasaran bauran (marketing mix). Strategi ini angat diperlukan karena pariwisata adalah industri
yang sifatnya sangat komplek dan multi faset. Peralatan yang dapat dipergunaan untuk pemasaran sangat banyak. Namun
pariwisata juga sangat rentan terhadap perubahan baik yang terjadi secara ekternal maupun yang terjadi secara internal.
Misalnya salah satu alat tidak sesuai dengan apa yang dipromosikan maka berakibat pada kedatangan wisatawan. Maka
pemasaran harus dilaksanakan dengan well organized.
Alat alat pariwisata dapat yang dilasanakan dengan strategi bauran pemasaran ( marketing mix ) dapat dilihat pada tabel
berikut.

Alat Pemasaran Strategi Marketing Mix


Product Price Place Promotion
1.Souvenir 1.Memadai 1.Pameran 1. Iklan
2.Services 2.Tarif tercatat 2.Setiap 2.Promosi dan
3. ODTW 3.Tidak slalu pemberhentian sekaligus penjualan
4.Fasilitas utilitas berubah 3.Disetiap 3.Promosi personal
5.Penglaman/ berlangsung 4.Publikasi
pengetahuan wisatawan 5.Pemasaran
6. Kreativitas beraktifitas langsung
7. SDM
8.Organisasi

2. Strategi Pemasaran
Agar pemasaran dapat dilakukan dengan efisien dan memperoleh hasil capaian pemasaran yang maksimal maka perlu upaya
pemasaran berikut .
a. a. Segmentation. Suatu upaya untuk mengelompokkan pasar yang sangat heterogen ke dalam pasar yang
relatif homogen. Posisi Indonesia yang memiliki keanekaragaman produk yang sangat tinggi mempunyai
peluang yang sangat besar dalam memperoleh sasaran pasar yang sangat beranekaragam pula. Oleh
karenanya perlu melakukan kajian terhadap pasar untuk mengelompokkannya. Pasar wisatawan saat ini dapat
dibagi kedalam beberapa kelompok. Kelompok ini sangat dipengaruhi oleh sosiodemografi dan psikografi.
Faktor sosiodemografi dan psikografi sangat menentukan pola hidup (life style). Faktor yang mempengaruhi life style adalah
budaya, kelompok sosial, mata pecaharian dan pendidikan. Menurut Plummer (1974) pola hidup seseorang dapat dikelompokkan
sebagai berikut.

Pola Hidup Seseorang


Aktifitas Interes Pendapat Demografi
1. Bekerja 1. Keluarga 1.Personal 1. Umur
2. Hobi 2.Rumah 2.Isu sosial 2.Penddikan
3.Kerja sosial 3.Pekerjaan 3.Politik 3.Penghasilan
4. Liburan 4.Komunitas 4.Bisnis 4.Pekerjaan
5. Hiburan 5.Rekreasi 5.Ekonomi 5.Jmlhanggota
6.Anggota 6.Kesenangan 6.Pendidikan Klarga
organisasi 7.Makanan 7.Produk 6.Kediaman
7. Komunitas 8.Media 8.Masadepan 7.Geografis
8.Belanja 9.Tujuan 9.Budaya 8.Ukuran kota
9.Olahraga 9.Posisi

Peran Pelaku Kepariwisataan


Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. Dengan mengacu kepada
rumusan tersebut, maka elemen institusional kepariwisataan terdiri dari pemerintah, dunia usaha, masyarakat. Peran pelaku
kepariwisataan merupakan elemen utama untuk keberhasilan pengelolaan suatu objek wisata.
Peranan pemerintah, ditinjau dari konstelasi kepariwisataan, tak dapat dipungkiri bahwa peran pemerintah sangat
berperan dalam menciptakan dan menunjang tingkat keberhasilan kepariwisataan suatu daerah atau negara. Dalam
menyeimbangkan pelaku lain yakni swata atau dunia usaha , institusi pendidikan dan profesional maka peran pemerintah sebagai
fasilitator, regulator, dan motivator. Brown dan Essec (1989) menempatkan perlunya perimbangan peran pemerintah dan swasta
dalam pengembangan kepariwisataan. “ Policies are relevant to both the public and private tourism sector are designed to give
corporate direction for profit motive, and such as opportunist policies in the public sector are more concerned with the benefit at
tourism firm the community and have to play more strategic/coordinating/leadership role in the development of tourism.
Implementasi tugas dan peranan pemerintah dalam keberhasilan kepariwisataan adalah :
Pembina , pendorong dan pengatur dan pengendali pembangunan kepariwisataan serta mewujudkan iklim yang kondusif bagi usaha
pariwisata.
Pengembangan sistem informasi kepariwisataan
Penataan dan pembangunan prasarana /infrastruktur yang bersifat pelayanan umum.
Penataan dan penyediaan fasilitas penunjang.
Pemasyarakatan dan pembudayaan Sapta Pesona
Pengembangan Promosi Pariwisata. (Citra Destinasi)
Peranan Swasta atau Dunia Usaha , Keberhasilan sebuah destinasi dapat dilihat dari tingkat kepuasan wisatawan yang
akan berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisasatawan . Wisatawan yang merasa puas akan datang kembali bersama
keluarga , rekan, atau group. Oleh karena itu maka peran dunia usaha sangat berperan sekali dalam menarik wisatawan melalui
jasa yang diberikan untuk kepuasan wisatawan.
Tugas dan peranan dunia usaha dalam keberhasilan kepariwisataan disuatu daerah :
Pembangunan, pengembangan pengelolaan dan pemanfaatan potensi pariwisata yang ada dan fasilitas penunjang.
Penyediaan fasilitas pariwisata yang menunjang kelestarian nilai-nilai agama, sosial budaya, cinta tanah air, dan lingkungan hidup.
Pengembangan paket – paket wisata.
Mewujudkan Sapta Pesona dilingkungan usaha pariwisata
Pengembangan Promosi Pariwisata (Sales Produk)
Peranan Masyarakat.. Keramah tamahan, keamanan, merupakan bagian yang terpenting dari suatu kepariwisataan.
Untuk mewujudkan hal tersebut peranan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mejaga keamanan dan menciptakan rasa nyaman
bagi wisatawan yang mengujungi sebuah destinasi. Upaya melibatkan masyarakat dalam pembangunan suatu kawasan wisata
mutlak diperlukan untuk menciptakan keamanan dan keramah tamahan.
Tugas dan peranan masyarakat dalam menunjang keberhasilan kepariwisatan suatu daerah :
Partisipasi dalam pembangunan dan pemeliharaan potensi pariwisata serta pelayanan pariwisata.
Berperan aktif dalam mewujudkan Sapta Pesona disekitar lingkungan pariwisata.
Penyediaan tenaga kerja.
Penyediaan sumber-sumber informasi.
Perencanaan Pariwisata
Dalam pemberdayaan potensi wisata melalui elemen insitusi kepariwisataan yang terdiri dari peranan pemerintah, peran
swasta atau dunia usaha dan peran masyarakat, maka perlunya perencanaan lebih dititkberatkan fungsinya kepada lingkup tugas
dan peranan masing-masing.
Perencanaan dari Pemerintah
Bersifat makro
Sasarannya prasarana yang bersifat umum, misalnya aksesibilitas, air bersih.
Pemasyarakatan dan pemberdayaan sapta pesona, misalnya : suasana aman, kemudahan, iklim kondusif bagi investor.
Menumbuhkan dan sosialisasi image destinasi yang positif bagi wisatawan ( citra daerah tujuan wisata)
Perencanaan dari Swasta atau Dunia Usaha
Bersifat Mikro
Bersifat profit making
Sasarannya prasarana dan penyediaan fasilitas lingkungan usaha
Mewujudkan Sapta Pesona dilingkungan usahannya, misalnya : keamanan, keterlibatan, dan keindahan lingkungan.
Menjual produk (sales produk) dengan berorientasi pada kepuasan konsumen diamping untung dan rugi.
Perencanaan dari Masyarakat
Bersifat sederhana
Bersifat partisipasip
Ada manfaat bagi masyarakat sekitarnya.
Suatu rencana dapat dilaksanakan pada umumnya mengacu kepada tersedianya sumber-sumber.yang memadai, memperhatikan
kondisi dan situasi dalam masyarakat baik yang bersifat positif dan negatif.
Strategi Pembangunan Pariwisata
Dalam mengimplementasikan perencanan pariwisata yang dibuat elemen kepariwisataan maka diperlukan strategi
pembangunan pariwisata untuk mengakomodasikan peranan dan tugas dari elemen kepariwisataan tersebut. Adapaun strategi
pembangunan pariwisata sebagai upaya pemberdayaan potensi wisata adalah sebagai berikut:
Strategi pemasaran , Kegiatan promosi dalam jangka pendek lebih menekankan pada informasi mengenai kegiatan
kepariwisataan di Kabupaten II Malang untuk Wisatawan nusantara dan pemulihan citra kepariwisataan untuk wisatawan
mancanegara. Media untuk promosi dapat melalui :
Crisis centre ( press conference, press release dan layanan website)
Media centre ( personal service, korespondensi sektor informal, TV coverage)
Pelayanan informasi ( promosi cetak, promosi audio visual)
Strategi pengembangan produk ,
1.Pariwisata Berbasis Ekonomi Kerakyatan
yaitu pembangunan pariwisata harus mampu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat kecil/kurang
mampu sehingga mereka dapat ikut menikmati perbaikan tingkat hidup. Konsep keberpihakan pada ekonomi rakyat, dapat
dilakukan melalui :
Kemitraan dan kesetaraan antara usaha pariwisata besar, menengah, kecil dan produksi.
Mengembangkan produk wisata yang berbasis pedesaan seperti : desa wisata, ekowisata, agrowisata dan sebagainya.
Pengembangan perwilayahan khususnya kawasan-kawasan prioritas.
2. Pengembangan produk wisata yang dititkberatkan pada kelokalan dan keaslian .
yaitu keunikan dan kekhasan seni budaya dan keadaan alam merupakan keunggulan dan keandalan pariwisata yang harus dijaga
kelestariannya karena hal tersebut merupakan sumber daya wisata yang saat ini merupakan trend untuk wisatawan.

KECENDERUNGAN BARU PERKEMBANGAN PARIWISATA SECARA INTERNASIONAL


KONSUMEN:
 υDARI "IMATURE" MENUJU KE "MATURE CONSUMERS" (TAHU PERSIS APA YANG MEREKA
CARI).
 υDARI KONSUMEN ATAU WISATAWAN YANG HOMOGIN MENUJU KE KONSUMEN ATAU
WISATAWAN YANG HETEROGIN ATAU "HYBRID".
 υDARI "SUN-LUST" MENUJU KE "SUN-PLUS CONSUMERS" ATAU WISATAWAN.
 υDARI "ESCAPE FROM ROUTINE" MENUJU KE "EXTENTION OF LIFE".
 υDARI WISATAWAN PSIKOSENTRIS MENUJU KE WISATAWAN ALOSENTRIS
PRODUKSI:
 υDARI POLA PRODUKSI YANG BERSIFAT "PRODUCER-DRIVEN" MENUJU KE "CONSUMER-
DRIVEN".
 υDARI "ECONOMIES OF SCALE" MENUJU KE "ECONOMIES OF SCALE AND SCOPE".
 υDARI ORGANISASI PRODUKSI YANG TERINTEGRASI SECARA VERTIKAL DAN
HORISONTAL MENUJU KE INTEGRASI ORGANISASI PRODUKSI YANG BERSIFAT DIAGONAL.
 υDARI PERSAINGAN MELALUI "OVER PRODUCTION" MENUJU KE PERSAINGAN MELALUI
INOVASI DAN SEGMENTASI PASAR.
MANAJEMEN:
 υDARI "SELL WHAT IS PRODUCED" MENUJU KE "LISTEN TO CONSUMER".
 υDARI "MASS MARKETING" MENUJU KE "SELL TO INDIVIDUALS".
 υDARI "MASS BRANDING" MENUJU KE "PROLIFERATION OF MANY BRANDS".
 υDARI "MAXIMIZE CAPACITY" MENUJU KE "MANAGE YIELD".
 υDARI "PRICE COMPETITION" MENUJU KE "QUALITY VALUE FOR MONEY INNOVATIONS".
 υDARI "LABOR AS A COST OF PRODUCTION" MENUJU KE "LABOR IS A KEY TO QUALITY".
TEKNOLOGI:
 υDARI TEKNOLOGI "FRAGMENTED" MENUJU KE "INTEGRATED TECHNOLOGIES".
 υDARI "UNFRIENDLY TECHNOLOGIES" MENUJU KE "TECHNOLOGIES THAT TALK TO EACH
OTHER".
 υDARI "SLOW TO DIFFUSE" MENUJU KE "RAPID DIFFUSION".
 υDARI "USERS ARE LIMITED" MENUJU KE "ALL PLAYERS ARE USERS".
 υDARI "DISTRIBUTION ORIENTED" MENUJU KE "VALUE ORIENTED".
 υDARI "INTERNALLY DIRECTED" MENUJU KE "GLOBAL NETWORKING".
MAJOR FACTORS WHICH GIVE NEW TOURISM ITS SPECIAL APPEAL
 υREMOTNESS/ISOLATION;
 υPEACE AMD QUIET;
 υSOLITUDE;
 υAUTHENTIC CULTURE (ETHNIC, TRADITIONAL, NATIVE);
 υHERITAGE SITES AMD BUILDINGS;
 υALTERNATIVE LIFESTYLES, INCLUDING FOOD AND BAVERAGES;
 υUNDISTURBED NATURE;
 υHOSPITABLE RESIDENTS;
 υSAFETY;
 υEXCLUSIVITY;
 υEXITEMENT; AND
 υAESTHETICALLY PLEASING.

MAJOR STRATEGIES FOR NEW (RURAL) TOURISM DEVELOPMENT


 υFACILITATING PRIVATE ENTERPRISE;
 υFINANCIAL ASSISTENCE;
 υMANAGEMENT TRAINING;
 υMARKETING ASSISTENCE;
 υSTANDARDS FOR CLASSIFYING RURAL TOURISM OPERATIONS;
 υDEMONTRATION PROJECTS;
 υINFRASTRUCTURE DEVELOPMENT;
 υDIRECT PROVISION OF SERVICES AND ATTRACTIONS;
 υORGANIZATIONAL ASSISTANCE;
 υCOMMUNITY-BASED PLANNING;
 υSUSTAINABILITY AND GREEN PRACTICES;
 υFOCAL POINTS DEVELOPMENT;
 υMARKETING INNOVATION;
 υYIELD MANAGEMENT;
 υPOSITIVE AND CLEAR IMAGE DEVELOPMENT;
 υFOCUSED STRATEGIES OF DEVELOPING FARM-BASED TOURISM ACCOMODATION AND
ATTRACTIONS.
SEPULUH LANGKAH STRATEGIS PERENCANAAN PEMBANGUNAN PARIWISATA
 υPENGUMPULAN DATA DAN INFORMASI;
 υIDENTIFIKASI NILAI-NILAI LOKAL;
 υPENGEMBANGAN VISI DAN MISI;
 υIDENTIFIKASI KEKUATAN DAN KELEMAHAN;
 υIDENTIFIKASI TANTANGAN DAN PELUANG-PELUANG KRITIS;
 υPENGEMBANGAN TUJUAN AKHIR;
 υPENGEMBANGAN TUJUAN-TUJUAN ANTARA;
 υPERUMUSAN STRATEGI AKSI DAN PEMBIAYAAN;
 υEVALUASI KEMAJUAN PROGRAM;
 υUPDATING ATAU MODIFIKASI PERENCANAAN