Anda di halaman 1dari 7

Jurnal Hikmah, Volume 14, No.

1, Januari – Juni 2017, ISSN :1829-8419

STATISTIK DESKRIPTIF

Leni Masnidar Nasution

Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Serdang Lubuk Pakam


Jl. Negara Km. 27-28 No. 16 Lubuk Pakam
e-mail: lenimasnidarnasution@yahoo.co.id

Abstract: Descriptive statistics are part of the statistical data collection, presentation,
determination of the values of statistics, charting or drawing about something. The
type of statistical techniques used to test the hypothesis of descriptive must match
the type of data or variable based on the measurement scale, ie nominal, ordinal, or
interval / ratio.

Keywords: : Statistik, Deskriptif.

PENDAHULUAN ralisasi hasil penelitian berdasarkan satu


Kata statistik berasal dari bahasa Latin, sample. Analisa deskriptif ini dilakukan
yaitu status yang artinya negara atau menya- dengan pengujian hipotesis deskriptif. Hasil
takan hal-hal yang berhubungan dengan ke- analisisnya adalah apakah hipotesis pene-
tatanegaraan. Pengertian statistik ini kemu- litian dapat digeneralisasikan atau tidak. Jika
dian berkembang sesuai dengan perkem- hipotesis nol (H0) diterima, berarti hasil
bangan zaman, seperti berikut ini. penelitian dapat digeneralisasikan. Analisis
1. Statistik adalah sekumpulan angka untuk deskriptif ini menggunakan satu variabel atau
menerangkan sesuatu, baik angka yang lebih tapi bersifat mandiri, oleh karena itu
masih acak maupun angka yang sudah analisis ini tidak berbentuk perbandingan
tersusun dalam suatu tabel atau hubungan.
2. Statistik adalah sekumpulan cara dan Selanjutnya Hasan (2001:7) menjelas-
aturan tentang pengumpulan, pengolahan, kan : Statistik deskriptif atau statistik de-
analisis, serta penafsiran data yang terdiri duktif adalah bagian dari statistik mem-
dari angka-angka. pelajari cara pengumpulan data dan
3. Statistik adalah sekumpulan angka yang penyajian data sehingga muda dipahami.
menjelaskan sifat-sifat dari data atau Statistik deskriptif hanya berhubungan
hasil pengamatan/penelitian. dengan hal menguraikan atau memberikan
Untuk lebih jelasnya dapat disimpulkan keterangan-keterangan mengenai suatu data
bahwa statistik adalah ilmu yang mem- atau keadaan atau fenomena. Dengan kata
pelajari tentang seluk beluk data yaitu ten- statistik deskriptif berfungsi menerangkan
tang pengumpulan, pengolahan, penafsiran keadaan, gejala, atau persoalan.
dan penarikan kesimpulandari data yang Penarikan kesimpulan pada statistik
berbentuk angka-angka. deskriptif (jika ada) hanya ditujukan pada
Ada tiga hal pokok yang terkandung kumpulan data yang ada. Didasarkan pada
dalam statisktik, yaitu : 1). Data, 2). Perlaku- ruang lingkup bahasannya statistik deskriptif
an dari data, berupa pengumpulan, pengo- mencakup :
lahan/analisis, penafsiran dan penarikan 1. Distribusi frekuensi beserta bagian-
kesimpulan; 3). Angka-angka. bagiannya seperti :
a. Grafik distribusi (histogram, poligon
PEMBAHASAN frekuensi, dan ogif);
Hasan (2004:185) menjelaskan: Ana- b. Ukuran nilai pusat (rata-rata, median,
lisis deskriptif adalah merupakan bentuk modus, kuartil dan sebagainya);
analisis data penelitian untuk menguji gene-

49
Jurnal Hikmah, Volume 14, No. 1, Januari – Juni 2017, ISSN :1829-8419

c. Ukuran dispersi (jangkauan, sim- Data Statistik


pangan rata-rata, variasi, simpangan Data statistik dapat dikumpulkan
baku, dan sebagianya); dengan menggunakan prosedur yang sis-
d. Kemencengan dan keruncingan kurva tematis. Pengumpulan data dapat dibedakan
2. Angka indeks. berdasarkan karakteristiknya, yaitu:
3. Times series/deret waktu atau berkala. 1. Berdasarkan jenis cara pengumpulannya,
4. Korelasi dan regresi sederhana. dibedakan menjadi :
Suryoatmono (2004:18) menyatakan: a. Pengamatan (observasi), yaitu cara
Statistika Deskriptif adalah statistika yang pengumpulan data dengan terjun dan
menggunakan data pada suatu kelompok melihat langsung ke lapangan ter-
untuk menjelaskan atau menarik kesimpulan hadap objek yang diteliti (populasi).
mengenai kelompok itu saja Pengamatan ini disebut juga pene-
1. Ukuran Lokasi: mode, mean, median, dll litian lapangan.
2. Ukuran Variabilitas: varians, deviasi b. Penelusuran literatur, yaitu cara
standar, range, dll pengumpulan data dengan mengguna-
3. Ukuran Bentuk: skewness, kurtosis, plot kan sebagian atau seluruh data yang
boks telah ada. Cara ini disebut juga
Pangestu Subagyo (2003:1) menyata- pengamatan tidak langsung.
kan: Yang dimaksud sebagai statistika des- c. Penggunaan kuesioner (angket), yaitu
kriptif adalah bagian statistika mengenai cara pengumpulan data dengan meng-
pengumpulan data, penyajian, penentuan gunakan daftar pertanyaan/angket
nilai-nilai statistika, pembuatan diagram atau atau daftar isian terhadap objek yang
gambar mengenai sesuatu hal, disini data diteliti (populasi)
yang disajikan dalam bentuk yang lebih d. Wawancara (interviu), yaitu cara
mudah dipahami atau dibaca. pengumpulan data dengan langsung
Sudjana (1996:7) menjelaskan: Fase mengadakan tanya-jawab kepada
statistika dimana hanya berusaha melukiskan objek yang diteliti atau kepada peran-
atau mengalisa kelompok yang diberikan tara yang mengetahui persoalan dari
tanpa membuat atau menarik kesimpulan objek yang diteliti.
tentang populasi atau kelompok yang lebih 2. Berdasarkan banyaknya data yang di-
besar dinamakan statistika deskriptif. ambil, dibedakan menjadi :
Populasi dan Sampel a. Sensus, yaitu cara pengumpulan data
Di dalam statistika selalu berhubungan dengan mengambil elemen atau
dengan data. Data adalah fakta-fakta yang anggota populasi secara keseluruhan
dapat dipercaya kebenarannya. Pengumpulan untuk diselidiki. Data yang diperoleh
fakta-fakta yang merupakan data ini bisa dari hasil sensus disebut parameter
seluruhnya atau sebagian saja. Keseluruhan atau data yang sebenarnya (true
dari semua fakta yang diteliti itu disebut value).
sebagai populasi, sedang kalau dari semua b. Sampling, yaitu cara pengumpulan
fakta yang dianggap mewakili seluruhnya data dengan mengambil sebagian dari
disebut sebagai sampel. elemen atau anggota populasi untuk
Sampel yang diambil harus harus bisa diselidiki. Data yang diperoleh dari
mewakili keseluruhan populasi yang diteliti, sampling disebut statistic atau data
oleh karena itu pemilihan sampel harus perkiraan (estimate value).
diusahakan sedemikian rupa sehingga sampel Data yang telah dikumpulkan (data
itu bisa menunjukkan gambaran keadaan mentah) kemudian diolah. Pengolahan data
keseluruhan populasi, jumlah sampel jangan adalah suatu proses untukmemperoleh data
terlalu sedikit dan menentukannya secara ringkasan dari data mentah dengan meng-
random atau sembarang. gunakan cara atau rumus tertentu. Data
ringkasan yang diperoleh dapat berupa

50 | Statistik Deskriptif
Jurnal Hikmah, Volume 14, No. 1, Januari – Juni 2017, ISSN :1829-8419

jumlah (total), rata-rata (average), persentase dari data itu sendiri dengan skala
(percentage) dan sebagainya. tertentu.
Agar data yang telah diolah gampang b. Grafik batang atau balok, yaitu grafik
dibaca dan dimengerti oleh orang lain, perlu data berbentuk persegi panjang yang
disajikan dalam bentuk tertentu. Fungsi lebarnya sama dan dilengkapi dengan
penyajian data antara lain: skala atau ukuran sesuai dengan data
1. Menunjukkan perkembangan suatu ke- yang bersangkutan. Grafik batang
adaan. dapat berupa grafik tunggal, berganda
2. Mengadakan perbandingan pada suatu atau komponen berganda.
waktu. c. Grafik garis, yaitu grafik data berupa
Penyajian data dapat dilakukan dalam garis, diperoleh dari beberapa ruas
bentuk : garis yang menghubungkan titik-titik
1. Tabel data, yaitu penyajian data dalam pada bilangan. Digunakan dua garis
bentuk kumpulan angka yang disusun yang saling berpotongan dan saling
menurut kategori tertentu dalam suatu tegak lurus (sistem salib sumbu).
daftar. Dalam tabel, data disusun secara Pada garis horizontal (sumbu X)
alfabetis, geografis, menurut besarnya ditempatkan bilangan yang sifatnya
angka, historis atau menurut kelas-kelas tetap (seperti tahun dan ukuran-
yang lazim. Berdasarkan pengaturan ukuran). Pada garis tegak(sumbu Y)
datanya, tabel dibedakan atas beberapa ditempatkan bilangan yang sifatnya
jenis, yaitu : berubah-ubah (seperti harga, biaya
a. Tabel frekuensi, yaitu tabel yang dan jumlah).
menunjukkan atau memuat banyak- d. Grafik lingkaran, yaitu grafik data
nya kejadian atau frekuensi suatu berupa lingkaran yang telah dibagi
kejadian. menjadi juring-juring sesuai dengan
b. Tabel klasifikasi, yaitu tabel yang data tersebut. Bagian dari kese-
menunjukkan atau memuat penge- luruhan data dinyatakan dalam
lompokan data. Jenis ini dapat dibagi persen. Ada dua cara untuk membuat
lagi menjadi dua, yaitu tabel klasi- grafik lingkaran, yaitu :
fikasi tunggal dan tabel klasifikasi 1) Membagi keliling lingkaran
ganda. menurut data-data yang ada.
c. Tabel kontingensi, yaitu tabel yang 2) Membagi lingkaran menurut dara
menunjukkan atau memuat data yang ada dengan menggunakan
sesuai dengan rinciannya. Apabila busur derajat.
bagian baris tabel berisikan m baris e. Kartogram atau peta statistik, yaitu
dan bagian kolom tabel berisikan n grafik data berupa peta yang menun-
baris maka didapatkan tabel kon- jukkan kepadatan penduduk, curah
tingensi berukuran m x n. hujan, hasil pertanian, hasil pertam-
d. Tabel korelasi, yaitu tabel yang bangan, dan sebagainya.
menunjukkan atau memuat adanya
korelasi (hubungan) antara data yang
disajikan.
2. Grafik data atau diagram data, yaitu
penyajian data dalam bentuk gambar-
gambar. Grafik data sebenarnya merupa-
kan penyajian data secara visual dari
tabel. Grafik data dibedakan atas be-
berapa jenis, yaitu :
a. Piktogram, yaitu grafik data yang
menggunakan gambar atau lambang

Leni Masnidar Nasution |51


Jurnal Hikmah, Volume 14, No. 1, Januari – Juni 2017, ISSN :1829-8419

Diagram Alur Statistik Deskriptif berdasarkan skala pengukurannya, yaitu


Diagram Alur Statistik Deskriptif dapat nominal, ordinal , atau interval/rasio.
dilihat sebagai berikut: Untuk menguji data nominal, diguna-
kan dua cara yaitu :
1. Uji binomial.
Distribusi binomial adalah suatu distri-
busi yang terdiri dari dua kelas (dua
peristiwa yang biasanya saling ber-
komplemen). Jadi jika dalam suatu
populasi dengan jumlah n terdapat 1
kelas yang berkategori x maka kelas yang
lain adalah yang berkategori n – x.
Probabilitas untuk memperoleh nilai x
dirumuskan :
n
P( x ) =   P x Q n − x
 x
Keterangan :
P : Proporsi kasus yang diharapkan
dalam salah satu kategori dan
kategori lainnya adalah Q dimana
Q=1–P
n : Jumlah anggota populasi
n
  : kombinasi x dalam n
 x
n!
=
x!( n − x )!
n! : n faktorial yang nilainya = n(n-
1)(n-2)…
Uji ini digunakan untuk menguji
hipotesis bila dalam populasi terdiri atas
Teknik Analisis Deskriptif dua kelompok kelas, datanya berbentuk
Analisis deskriptif adalah bentuk nominal dan jumlah sampelnya kecil
analisis data penelitian untuk menguji gene- (kurang dari 30).
ralisasi hasil penelitian yang didasarkan atas Dalam prakteknya, tes binomial
satu sampel. Analisis deskriptif ini dilakukan dapat dilakukan dengan cara yang lebih
melalui pengujian hipotesis deskriptif. Hasil sederhana, dimana untuk membuktikan
analisisnya adalah apakah hipotesis pene- H0 dilakukan dengan cara membanding-
litian dapat digeneralisasikan atau tidak. Jika kan nilai P dalam tabel (yang berdasar-
hipotesis nol (H0) diterima, berarti hasil kan nilai n dan nilai yang terkecil dalam
penelitian dapat digeneralisasikan. Analisis tabel tersebut) dengan taraf nyata
deskriptif ini menggunakan satu variabel atau tertentu. Prosedur uji statistiknya adalah
lebih tapi bersifat mandiri, karena itu analisis sebagai berikut :
ini tidak berbentuk perbandingan atau a. Menentukan formulasi hipotesis
hubungan. H0 : Tidak ada perbedaan
Jenis teknik statistik yang digunakan antara data populasi dengan data
untuk menguji hipotesis deskriptif harus sampel.
sesuai dengan jenis data atau variabel H1 : Ada perbedaan antara data
populasi dengan data sampel.

52 | Statistik Deskriptif
Jurnal Hikmah, Volume 14, No. 1, Januari – Juni 2017, ISSN :1829-8419

b. Menentukan taraf nyata (α) dan nilai ( f0 − f h )2


P tabel. χ2 = Σ
fh
• Taraf nyata yang digunakan
Kategori
biasanya 5% (0,05) atau 1%
(0,01). I a b
II b n
• Nilai P didasarkan pada n dan
nilai (frekuensi) terkecil dalam Jumlah a+b m+n
tabel. e. Membuat kesimpulan
c. Menentukan kriteria pengujian: Menyimpulkan H0 diterima atau
H0 diterima (H1 ditolak) apabila P ≥ α ditolak
H0 ditolak (H1 diterima) apabila P ≤ α Untuk menguji data ordinal, digunakan
d. Menentukan nilai uji statistik uji Run. Uji run yang digunakan dalam
Uji statitiknya adalah membanding- menguji hipotesis deskriptif adalah untuk
kan nilai P dengan nilai α urutan suatu kejadian. Pengujian dilakukan
e. Membuat kesimpulan dengan cara mengukur kerandoman populasi
Menyimpulkan H0 diterima atau tidak yang berdasarkan data hasil pengamatan
2. Uji kai kuadrat satu sampel melalui data sampel. Pengamatan terhadap
Uji kai kuadrat ini digunakan data dilakukan dengan mengukur banyaknya
apabila populasinya terdiri atas duakelas run dalam suatu kejadian.
atau lebih dan sampelnya besar. Prosedur uji statistiknya adalah sebagai
berikut :
( f − f h )2
χ2 = Σ 0 1. Menentukan formulasi hipotesis
fh H0 : proses pengambilan sampel
Keterangan : merupakan proses random
χ2 : kai kuadrat H1 : proses pengambilan sampel
f0 : frekuensi yang diobservasi bukan merupakan proses random
fh : frekuensi yang diharapkan 2. Menentukan taraf nyata (α) dan nilai r
Prosedur uji statistiknya adalah tabel
sebagai berikut : • Taraf nyata yang digunakan biasanya
a. Menentukan formulasi hipotesis 5% (0,05) atau 1% (0,01)
H0 : kategori pertama sama • Nilai r tabel terdiri atas r batas bawah
dengan kategori kedua dan r batas atas untuk n1 dan n2
H1 : kategori pertama tidak sama tertentu
dengan kategori kedua 3. Menentukan kriteria pengujian
b. Menentukan taraf nyata (α) dan χ 2 H0 diterima (H1 ditolak) apabila r hitung
(kai kuadrat) tabel terletak antara r tabel batas bawah dan r
• Taraf nyata yang digunakan tabel batas atas.
biasanya 5% (0,05) atau1% (0,01) H0 ditolak (H1 diterima) apabila r hitung
• Nilai χ 2 memiliki derajat bebas lebih kecil dari r tabel batas bawah atau
lebih besar dari r tabel batas atas.
(db) = n – 1
Untuk n1 dan n2 tertentu
χ 2 α ( db ) = .... 4. Menentukan nilai uji statistik(nilai r)
c. Menentukan kriteria pengujian Uji statistik ditentukan dengan tahap-
H0 diterima (H1 ditolak) apabila tahap sebagai berikut :
χ 02 ≤ χ α2 ( db ) a. Data sampel tidak berubah urutannya
H0 ditolak (H1 diterima) apabila b. Menentukan nilai median data
c. Memberi ”-” untuk data di bawah
χ 02 > χ α2 ( db ) (lebih kecil) dari nilai median dan
d. Menentukan nilai uji statistik (nilai tanda “+” untuk data di atas (lebih
χ 02 ) besar dari nilai median

Leni Masnidar Nasution |53


Jurnal Hikmah, Volume 14, No. 1, Januari – Juni 2017, ISSN :1829-8419

d. Banyaknya tanda ”-” diberi notasi n1 a. Taraf nyata yang digunakan biasanya
dan banyaknya tanda ”+” diberi 5% (0,05) atau 1% (0,01) untuk uji
notasi n2 satu arah dan 2,5% (0,025) atau 0,5
e. Menentukan jumlah run merupakan (0,005) untuk uji dua arah
nilai r hitung b. Nilai t tabel memiliki derajat bebas
Catatan : (db) = n – 1
Jika datanya sudah diketahui tanda ”-” tα ;n −1 = ... atau tα / 2;n −1 = ...
dan tanda ”+” maka nilai r langsung bisa 3. Menentukan kriteria pengujian
dihitung (langsung masuk ke no. 5) a) Untuk H0 : µ = µ0 dan H1 : µ > µ0
5. Membuat kesimpulan H0 diterima (H1 ditolak) apabila t0 ≤ tα
Menyimpulkan H0 diterima atau H0 ditolak (H1 diterima) apabila t0 >
ditolak. Untuk data interval/rasio, uji statis- tα
tiknya menggunakan uji Z untuk sampel b) Untuk H0 : µ = µ0 dan H1 : µ < µ0
besar n > 30) dan uji t untuk sampel kecil (n H0 diterima (H1 ditolak) apabila t0 ≥ -
≤ 30). tα
f. Uji Z dirumuskan H0 ditolak (H1 diterima) apabila t0 < -
X − µ0 tα
Z0 = n c) Untuk H0 : µ = µ0 dan H1 : µ ≠ µ0
s
H0 diterima (H1 ditolak) apabila -tα/2 ≤
n t0 ≤ tα/2
6. Uji t dirumuskan H0 ditolak (H1 diterima) apabila t0 >
X − µ0 tα/2 atau t0 < -t α/2
t0 = n
s 4. Menentukan nilai uji statistik (nilai t0)
n X − µ0
t0 = n
Keterangan : s
Z0 : Nilai Z hitung n
t0 : Nilai t hitung 5. Membuat kesimpulan
X : Rata-rata x Menyimpulkan H0 diterima atau ditolak
µ0 : Nilai yang dihipotesiskan
s : Simpangan baku SIMPULAN
n : Jumlah anggota sampel Statistika deskriptif adalah bagian
Prosedur uji statistik untuk uji Z dan statistika mengenai pengumpulan data,
uji t pada prinsipnya sama, yang berbeda penyajian, penentuan nilai-nilai statistika,
hanya rumus uji statistiknya. Prosedur uji pembuatan diagram atau gambar mengenai
statistiknya hanya diberikan untuk uji t, yaitu sesuatu hal, disini data yang disajikan dalam
sebagai berikut : bentuk yang lebih mudah dipahami atau
1. Menentukan formulasi hipotesis dibaca.
a) H0 : µ = µo Jenis teknik statistik yang digunakan
H1 : µ > µo untuk menguji hipotesis deskriptif harus
b) H0 : µ = µo sesuai dengan jenis data atau variabel ber-
H1 : µ < µo dasarkan skala pengukurannya, yaitu nomi-
c) H0 : µ = µo nal, ordinal , atau interval/rasio.
H1 : µ ≠ µo
2. Menentukan taraf nyata (α) dari t tabel

54 | Statistik Deskriptif
Jurnal Hikmah, Volume 14, No. 1, Januari – Juni 2017, ISSN :1829-8419

DAFTAR PUSTAKA

Hasan, Iqbal, (2001). Pokok-Pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif). Jakarta : PT Bumi
Aksara
Hasan, Iqbal, (2004). Analisa Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta : PT Bumi Aksara
Subagyo, Pangestu, (2003). Statistik Deskriptif. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta
Sudjana, (1996). Metode Statistika. Bandung: Penerbit Tarsito Bandung
Suryoatmono, Bambang, (2007). Kursus Statistika Dasar. (online): http://home.unpar.ac.id/~
suryoatm/Kursus%20Statistika%20Dasar.PDF

Leni Masnidar Nasution |55