Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Percobaan
Mahasiswa mampu memahami prinsip kerja on-off Relay Switch Control
pada pengendalian level.

1.2 LatarBelakang
Tangki penampungan air atau sering disebut toren atau tendon sangat
umum dipakai di perumahan. Fungsi nyacukup vital sebagaicadangan air
yang siap digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, terutama bila
terjadi masalah dengan suplai dari pompa air atau karena pemadaman listrik.
Keuntungan lainnya adalah juga dalam sisi penghematan listrik karena pompa
air tidak sering start-stop dalam interval singkat saat berlangsung pemakaian
air.

Gambar 1. PengontrolTangki Air Otomatis

Gambar 2. Grafik On – Off


Umumnya toren air di kontrol secara otomatis oleh suatu mekanisme
pengaturan yang akan mengisi air bila volume air tinggal sedikit dan
menghentikannya bila sudah penuh. Cukup merepotkan bila control pengisian
air dilakukan manual oleh penghuni rumah. Karena selain harus menunggu
sekian lama sampai air mulai naik hingga keluar di keran air, juga air yang
sudah penuh berpotensi terbuang disebabkan penghuni rumah lupa untuk
mematikan pompa air.

1.3 Tinjauan Pustaka


Ada dua model kontrol level yang banyak digunakan. Yang pertama
adalah menggunakan ball-floater dan yang kedua menggunakan level switch.
Model ball-floater berbentuk bola pelampung yang mengatur buka-tutup
air sesuai dengan level air dalam toren. Sistem ini murni mekanis. Saat level
air dalam toren turun mencapai level low dari ball-floater, maka alat ini secara
mekanis akan membuka aliran air untuk pengisian. Bila level air sudah
mencapai level high dari ball-floater, maka aliran air akan ditutup secara
mekanis juga. Jadi, sistem kerjanya adalah keran yang bisa buka-tutup secara
otomatis. Kelemahan model ini adalah mudah bocor pada bagian keran
tersebut, karena dia juga harus bisa menahan tekanan air dalam pipa yang
keluar dari mesin pompa air.
Model ball-floater tidak berhubungan langsung dengan mesin pompa air.
Start-stop mesin pompa air terjadi karena faktor tekanan air dalam pipa yang
sudah cukup tinggi disebabkan aliran air ditutup oleh keran ball-floater.
Sedangkan model Level Switch menggunakan kontak relay yang bersifat
elektrik, dan ada juga yang menyebutnya liquid level relay. Nama yang lebih
familiar di beberapa tempat untuk model ini adalah “Radar”. Sebetul nya ini
adalah nama merk. Jadi, seperti kita menyebut “Kodak” untuk kamera atau
“odol” untuk pasta gigi.
Hampir mirip dengan model ball-floater, hanya saja bola pelampung nya
diganti dengan 2 buah “sinker” (pemberat) yang dipasang menggantung dalam
satu tali. Kemudian sistem pengaturan nya menggunakan kontak relay yang
dihubungkan dengan mesin pompa air melalui kabel listrik. Saat level air di
toren rendah, maka mesin air akan start dan kemudian stop bila level nya
sudah tinggi, sesuai dengan setting posisi dari dua buah sinker tersebut. Sistem
ini relatif lebih handal dalam menghindari kebocoran seperti pada model ball-
floater, karena mesin pompa air bisa dimatikan secara langsung. Untuk lebih
jelasnya mengenai model ini, silahkan dilanjut.

Gambar 3. Cara Kerja Level Control Switch


Seperti gambar ini, sistem level switch mempunyai cara kerja yang cukup
sederhana. Saat air mencapai setengah dari pemberat yang bawah (level low)
maka dua pemberat (sinker) akan menggantung dimana total berat nya akan
mampu menarik switch yang ada pada switch body dibagian atas. Switch yang
tertarik pemberat akan membuat kontak relay menjadi close dan arus listrik
akan mengalir melalui kabel ke mesin pompa air yang kemudian start dan
mengisi air kedalam toren hingga mencapai level high.
Saat air mendekati level high, maka pemberat bagian bawah akan
mengembang dan saat level air mencapai setengah dari pemberat bagian atas
maka level switch akan kembali keposisi awal (dengan bantuan pegas yang
ada dalam switch body) sehingga kontak relay akan menjadi open dan arus
listrik terputus sehingga mesin pompa air stop secara otomatis.
BAB II
PELAKSANAAN PERCOBAAN
2.1 Alat dan Bahan
Alat :
1. Tangki air
2. Pelampung atas
3. Pipa atas
4. Switch
5. Pelampung bawah
Bahan :
1. Air

2.2 RangkaianAlat

Gambar 4. Rangkaian Alat Percobaan


2.3 Cara Kerja
Untuk Percobaan Pendahuluan

Dimasukan ke dalam tangki sesuai tinggi yang


Air diperlukan

Pompa dinyalakan dan dilakukan pengosongan


pompa sambil dinyalakan stopwatch

Dicatat waktu pengosongan tangki

Pompa dinyalakan untuk pengisian air tangki

Dicatat waktu pengisisan tangki

Gambar 5. Diagram alir percobaan on off relay switch control


BAB III
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil Percobaan
Tabel 1. Hasil percobaan
Percobaan I Percobaan II
Pengosongan Pengosongan
Pengisian Tangki Pengisian Tangki
Tangki Tangki
t (detik) h (cm) t (detik) h (cm) t (detik) h (cm) t (detik) h (cm)
0 46 86.4 26 413.5 46 808.9 26
9.5 44 91.7 28 414.8 44 815.2 28
17.6 42 101.9 30 425.2 42 827.41 30
26.4 40 118.5 32 443.7 40 846.21 32
34.4 38 141.9 34 470.1 38 871.81 34
42.4 36 171.5 36 505.5 36 908.61 36
51.3 34 207.6 38 549.1 34 952.01 38
59.7 32 250.2 40 601.1 32 1001.51 40
69.5 30 298.3 42 663 30 1057.41 42
77.4 28 352.2 44 733.4 28 1121.31 44
86.4 26 413.5 46 808.9 26 1194.11 46
3.2 Pembahasan
Pada praktikum kali ini kita melakukan percobaan dengan metode on-off relay
switch control. Langkah yang pertama kita mengisi tangki dengan air sampai
penuh dan mengukur ketinggiannya, kemudian mengosongkan tangki sampai
batas bawah dengan mencatat waktunya setiap turun 2 cm, selanjutnya melakukan
pengisian ulang dan mencatat waktunya setiap naik 2 cm. Percobaan ini dilakukan
sebanyak dua kali dan menghasilkan data seperti diatas.
Pada percobaan kali ini dilakukan pengukuran berapa lama waktu yang
perlukan untuk mengisi tangki sampai penuh dan mengosongan tangki sampai
batas bawah. Dengan memanfaatkan metode on-off relay switch control. Pada
metode ini pengisian tangki dilakukan secara otomatis, percobaan ini dimulai saat
pengisian tangki setiap 2 cm ketinggian dan waktu dicatat sampai tangki terisi
penuh dan dilakukan sebaliknya saat pengosongan hal yang sama dilakukan setiap
2 cm tinggi tangki turun dicatat dan waktu juga dicatat sampai pompa kembali
menyala. Percobaan ini dilakukan sebanyak dua kali dan menghasilkan data
seperti diatas yang dapat disimpulkan. Saat pengosongan pertama membutuhkan
waktu selama 474 sekon dan pengisian pertama selama 327 sekon. Untuk
pengosongan kedua membutuhkan waktu selama 395 sekon dan pengisian kedua
selama 385 sekon. Dari data kedua ini disimpulkan bahwa saat pengisian
membutuhkan waktu yang lebih sebentar dibandingkan saat pengosongan. Hal ini
bisa di katakan janggal seharusnya waktu pengurasan bisa lebih cepat daripada
pengisian karena adanya bantuan gaya gravitasi yang menjadi daya tekan air buat
keluar melalui valve.
Untuk contoh selain pompa air otomatis on-off relay switch control adalah
mesin cuci. Mesin cuci akan mengisi tabung dengan air dari selang pengisian dan
mencampurnya dengan deterjen. Cara kerja mesin cuci front loading dan top
loading dalam mengisi tabung sedikit berbeda. Jika mesin front loading dengan
pintar akan menentukan jumlah air yang masuk, mesin top loading biasanya akan
menghentikan pengisian jika sudah mencapai level tertentu melalui sensor
pengisian di dalam tabung. Setelah level air tercapai katup air masuk akan tertutup
dan agitator mulai berputar untuk menciptakan putaran air.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari percobaan ini didapat disimpulkan untuk pengosongan tanki air
diperlukan waktu yang sebentar dibandingkan pengisian untuk menggunkan
alat ini memanfaatkan sensor yang terpasang menonaktifkan sakelar saat
pengisian dan pematiannya. Dan alat yang memanfaatkan kendali otomatis ini
sangat menguntungkan dari segi ekonomi dan tenaga selain itu akan
membantu kerja dari sebuah sistem baik dalam industry atau dalam kebutuhan
sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Buku Petunjuk Praktikum Instrumentasi dan Pengendalian Proses Laboratorium
Instrumentasi dan Pengendalian Proses Program Studi D3 Teknik Kimia Fakultas
Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.
LAMPIRAN

Waktu (t) VS Ketinggian air (h)


50
45
40
35
30
h (cm)

25
20
15
10
5
0
0 200 400 600 800 1000 1200 1400
t (detik)

Gambar 6. GrafikPengisian dan Pengosongan Tangki