Anda di halaman 1dari 7

Pendiskusian sebagai tugas dengan memepelajari kasus berikut melalui terlebih

dahulu klasifikasikan tiap pertanyaan kedalam delapan klasidikasi pertanyaan


penelitian.

Kasus I : Berapa rerata kadar gula darah penduduk usia 30-40 tahun di
kecamatan X?

Struktur Jawaban Kasus:


1. Design Khusus – Non Khusus?
2. Deskriptif – Analitis?
3. Skala Pengukuran?
4. Berpasangan – Tidak Berpasangan?
5. Kesimpulan Jenis Penelitian?

1. Non khusus, karena tidak menunjukkan perlunya penggunaan kerangka acuan


khusus untuk melakukan penelitiannya, seperti desain penelitian diagnostik yang
perlu membandingkan metode diagnosis dengan metode standar atau desain
prognotik yang menggunakan metode kohort untuk mencari tahu berapa faktor
prognotik yang berhubungan dengan fenomena tersebut. Kemudian didukung
dengan pertanyaan dari penelitian tersebut yang hanya menunjukkan akan mencari
rerata dari kadar gula darah.

2. Deskriptif, karena dari kasus tersebut hanya berusaha menggambarkan peristiwa


yang terjadi tanpa ada analisis terhadap penyebab hal itu terjadi. Pernyataan ini
didukung oleh pertanyaan yang digunakan pada kasus tersebut, yakni ”Berapa
rerata kadar gula darah penduduk usia 30-40 tahun di kecamatan X” ? Yang sesuai
dengan tujuan penelitian deskriptif yaitu untuk mencari rerata atau proporsi dari
suatu variabel.

3. Numerik, karena variabel hasil pengukurannya berupa angka (dapat dinyatakan


dalam bentuk desimal) tanpa perlu adanya pengelompokan, ini dibuktikan dengan

1
perhitungan kadar gula darah yang akan dilakukan pasti akan berupa angka.
Dimana setelah didapatkan kadar yang berupa angka (numerik), kadar tersebut bisa
dikelompokan lagi atau ditransformasikan ke variabel kategorik. Contohnya : kadar
gula darah Ibu A 250 (numerik) , yang berarti kadar gula darah Ibu A tergolong
“tinggi” (kategorik) (normalnya : < 199)

4. Berpasangan, karena variablenya yang sama diambil dari individu / kelompok yang
sama, terjadi karena : pengukuran berulang, proses matching pada pengambilan
sampel, atau design crossover pada sebuah uji klinik. Seperti pada kasus, sampel
diambil dari satu kelompok, yakni dari penduduk usia 30-40 tahun.

5. Deskriptif Numerik, karena dari langkah-langkah diatas menunjukkan bahwa


penelitian kasus tersebut bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi
tanpa perlu ada analisis tentang apa penyebabnya, kemudian hasil pengukurannya
berupa angka tanpa perlu pengelompokan.

Kasus 2: Apakah terdapat perbedaan kesembuhan obyek yang menderita


pneumonia yang diberi obat amoksilin dengan kotrimoksazol ?

Struktur Jawaban Kasus:


1. Design Khusus – Non Khusus?
2. Deskriptif – Analitis?
3. Skala Pengukuran?
4. Berpasangan – Tidak Berpasangan?
5. Kesimpulan Jenis Penelitian?

1. Non Khusus, Pada kasus 2 tersebut merupakan desain penelitian non khusus
karena pada penelitian kasus 2 tidak memerlukan adanya perlakuan .

2. Analitis, Pada kasus 2 merupakan penelitian jenis kasus analisis karena peneliti
ingin mengetahui adakah hubungan antara perbedaan penberian obat amoksilin
dengan kotrimoksazol pada penderita pneumonia. Penelitian analisis merupakan

2
penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variable. Penelitian
menggunakan statistik analisis.

3. Kategorik, Pada kasus 2 tersebut skala pengukurannya merupakan skala


pengukuran kategorik karena terdapat pengkasifikasian pada hasil penelitian dan
hasil penelitiannya bukan merupakan nilai atau angka.

4. Tidak Berpasangan, Merupakan penelitian tidak berpasangan karena data yang


diambil dari kelompok atau individu yang berbeda.

5. Penelitian non khusus analisis kategorik – kategorik tidak berpasangan

Kasus 3: Apakah terdapat perbedaan rerata kadar katekolamin antara subyek


yang mengalami penyakit jantung coroner dengan yang normal ?

Struktur Jawaban Kasus:


1. Design Khusus – Non Khusus?
2. Deskriptif – Analitis?
3. Skala Pengukuran?
4. Berpasangan – Tidak Berpasangan?
5. Kesimpulan Jenis Penelitian?

1. Non Khusus, Pada kasus 3 tersebut merupakan desain penelitian non khusus
karena pada penelitian kasus 3 tidak memerlukan adanya perlakuan .

2. Analitis, Pada kasus 3 merupakan penelitian jenis penelitian analisis karena


peneliti ingin mengetahui adakah hubungan antara perbedaan rerata kadar
katekolamin pada penderita penyakit jantung koroner dan tidak. Penelitian
analisis merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar
variable. Penelitian menggunakan statistik analisis.

3
3. Numerik, Pada kasus 3 tersebut skala pengukurannya merupakan skala
pengukuran numerik karena pengukurannya berupa angka atau nilai dan setelah
itu hasilnya akan dikelompokkan berdasarkan klasifikasi tertentu.

4. Tidak Berpasangan, Merupakan penelitian tidak berpasangan karena data yang


diambil dari kelompok atau individu yang berbeda.

5. Penelitian non khusus analisis numerik – numerik tidak berpasangan

Kasus 4: Apakah terdapat perbedaan kadar gula darah antara pengobatan


dengan sebulan setelah pengobatan obat hipoglikemik oral (OHO) ?

Struktur Jawaban Kasus:


1. Design Khusus – Non Khusus?
2. Deskriptif – Analitis?
3. Skala Pengukuran?
4. Berpasangan – Tidak Berpasangan?
5. Kesimpulan Jenis Penelitian?

1. Non Khusus, Pada kasus 4 tersebut merupakan desain penelitian non khusus
karena pada penelitian kasus 4 tidak memerlukan adanya perlakuan .

2. Analitis, Pada kasus 4 merupakan penelitian jenis penelitian analisis karena


peneliti ingin mengetahui adakah hubungan antara perbedaan pengobatan
hipoglikemi oral sesudah dan sebelum . Penelitian analisis merupakan penelitian
yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variable. Penelitian
menggunakan statistik analisis.

3. Numerik, Pada kasus 4 tersebut skala pengukurannya merupakan skala


pengukuran numerik karena pengukurannya berupa angka atau nilai dan setelah
itu hasilnya akan dikelompokkan berdasarkan klasifikasi tertentu.

4
4. Berpasangan, Merupakan penelitian berpasangan karena variabel yang sama
diambil dari individu yang sama. Disini terjadi pengukuran berulang.

5. Penelitian non khusus analisis numerik – numerik berpasangan

Kasus 5: Bagaimana korelasi antara kadar kolesterol dengan tebal lemak bawah
kulit ?

Struktur Jawaban Kasus:


1. Design Khusus – Non Khusus?
2. Deskriptif – Analitis?
3. Skala Pengukuran?
4. Berpasangan – Tidak Berpasangan?
5. Kesimpulan Jenis Penelitian?

1. Non Khusus, Pada kasus 5 termasuk kasus design non khusus karena pada kasus
5 ditanya bagaimana korelasi kadar kolesterol dengan lemak bawah kulit.Pada
design non khusus di bagi menjadi 2 yaitu deskriptif dan anatilik.Kasus V
termasuk analitik yang riset yang yang dimulai dari teori dan berakhir pada
fakta. Penelitian analitik menyangkut pengujian hipotesis, yang mengandung
uraian- uraian tetapi fokusnya terletak pada analisis hubungan antara variabel.
Dalam desain penelitian ini studi yang dilakukan adalah untuk menemukan fakta
dengan interpretasi yang tepat dan membatasi kajiannya dengan keperluan-
keperluan penelitian.

2. Analitis, karena analitis adalah riset epidemiologi yang bertujuan untuk


memperoleh penjelasan tentang faktor-faktor risiko dan penyebab penyakit.
Faktor risiko adalah faktor-faktor atau keadaan-keadaan yang mempengaruhi
perkembangan suatu penyakit atau status kesehatan tertentu.analitis termasuk
penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Penelitian
menggunakan statistik analitis. Formulasi pertanyaan penelitian adalah :
“Adakah hubungan....?” atau “Adakah perbedaan.....?” atau “Adakah

5
korelasi.....?” Sehingga cocok digunakan pada kasus no V ini, karena pada kasus
tersebut bertujuan untuk mengetahui perbandingan atau hubungan antara kadar
kolesterol dengan tebal lemak bawah kulit.

3. Numerik Interval, Skala pengukuran pada kasus V yaitu katagorik numerik


interval,karena kadar kolesterol tidak hanya menunjukan angka tetapi juga
menunjukan tingkatan. Metode Numerik hanya diperoleh solusi yang mendekati
solusi sejati sehingga solusi numerik dikatakan solusi pendekatan. Solusi
pendekatan jelas tidak sama dengan solusi sejati sehingga ada selisih antara
kedua solusi tersebut.

4. Tidak Berpasangan, Penelitian ini menggunakan metode tidak berpasangan.


Sebab dalam penelitian untuk mengetahui hubungan kadar kolesterol dengan
tebal lemak ini menggunakan individu yang berbeda, bukan individu yang sama.

5. Penelitian pada kasus ini adalah Penelitian analitis kategorik numeric tidak
berpasangan. Analitis dikarenakan dalam penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antar variable.Dalam penelitian dibuktikan dengan adanya
kalimat “untuk mengetahui hubungan antara kadar kolesterol dengan tebal
lemak bawah kulit”. Hal ini juga berhubungan dengan pertanyaan yang ada
dalam penelitian analitis salah satunya adalah “adakah suatu
hubungan...”.Kategorik dan numerik dikarenakan kadar kolesterol dalam
penelitian ini mencakup tingkatan yang merpakan kategorik dan angka yang
merupakan numerik. Tidak berpasangan karena dalam penelitian ini
menggunakan individu yang berbeda untuk membuktikan adanya hubungan
kolesterol dengan tebal lemak dibawah kulit.

6
TUGAS METODELOGI RISET

By: A A Ngurah Wisnu Adiputra C (12700128)

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA