Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENGAJARAN

Pokok Bahasan : Perawatan Post Natal


Sub Pokok Bahasan : Senam Nifas
Hari / Tgl : Selasa, 19 Juli 2004
Waktu : 30 Menit
Sasaran : Ibu Post Partum
Tempat : Ruang rawat inap Puskesmas Srondol

I. TUJUAN

a. Tujuan Instruksional Umum


Setelah mengikuti proses pembelajaran ibu mengetahui tentang
senam nifas dengan benar

b. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah mengikuti proses pembelajaran ibu diharapkan dapat :
1. Melakukan latihan pembentukan postur tubuh
2. Melakukan latihan pernafasan
3. Melakukan latihan otot dasar panggul
4. Melakukan latihan mempertahankan elastisitas sendi otot dan
ligamen
5. Melakukan latihan mengencangkan otot buah dada
Kegiatan Pengajaran

NO TAHAP KEGIATAN MEDIA


1. Pembukaan  Perkenalan
( 5 menit )  Menjelaskan tujuan
 Apersepsi dengan cara
menggali pengetahuan
yang dimiliki ibu
menyusui tentang
senam nifas
2. Pelaksanaan  Menjelaskan materi dan Leaflet
( 20 menit ) demonstrasi tentang
senam nifas
 ibu memperhatikan
penjelasan tentang
senam nifas
 ibu menanyakan
tentang hal-hal yang
belum jelas
 Menjelaskan
waktu pelaksanaan
senam nifas
 Mendemonstr
asikan senam nifas
3. Penutup  Menyimpulkan materi
( 5 menit )  Mengevalusi ibu
tentang materi yang
telah diberikan
 Mengakhiri
pertemuan

II. Media
1. Leaflet , poster (gambar peraga)
III. Metode
1. Ceramah
2. Demonstrasi

IV. Evaluasi
1. Standart Persiapan
a. Menyiapkan materi penyuluhan
b. Menyiapkan tempat
c. Menyiapkan leaflet dan poster/gambar peraga
2. Standart Proses
a. Membaca buku referensi tentang senam nifas
b. Memberi penyuluhan dan mendemonstrasikan senam nifas
3. Evaluasi hasil
a. Ibu mampu melakukan latihan pembentukan postur tubuh
b. Ibu mampu melakukan latihan pernafasan
c. Ibu mampu melakukan latihan otot dasar panggul
d. Ibu mampu Melakukan latihan mempertahankan elastisitas sendi
otot dan ligamen
e. Ibu mampu Melakukan latihan mengencangkan otot buah dada

VI. Pustaka
1. V. Ruth Bennett, 1996, Myles Text book For midwivs, Churchill
Livingstone, Edinburg London.
2. PUSDIKNAKES – WHO – JHPIEGO, 2001, Panduan pengajaran
asuhan Kebidanan Fisiologis Bagi Dosen Diploma III Kebidanan, Buku 4,
Asuhan Kebidanan Post Partum, Jakarta.
3. Bobak dkk. 1995 Maternity Nursing, Edisi 4, Mosby, St Louis.

VII. Lampiran
1. Materi
2. Leaflet, gambar peraga/poster

LAMPIRAN MATERI :
SENAM NIFAS

I. PENDAHULUAN
Masa nifas atau puerperium mempunyai arti masa setelah persalinan
yang diperlukan untuk pemulihan kembali alat-alat kandungan yang
lamanya 6 sampai 8 minggu. Saat nifas ini perubahan yang terjadi
dianggap normal dan harus terjadi. Perubahan secara psikis dan fisik.
Perubahan secara psikis antara lain :
a. Ibu merasa bangga
b. Terjadi ikatan batin yang kuat antara ayah, ibu dan anak
Perubahan fisik yang terjadi antara lain :
a. Involusi
Suatu proses kebalinya alat kandungan dan jalan lahir setelah bayi
lahir seperti keadaan mendekati sebelum mengandung. Proses ini
terdiri atas :
1. Involusi rahim
2. Perubahan pembuluh darah
3. Perubahan saluran kencing
4. Involusi tempat plasenta
5. Perubahan servick/vagina
6. Perubahan dinding perut serta perineum
Faktor penyebabnya adalah autolisis dan aktifitas otot.
a. Laktasi
Proses pembentukan dan pengeluaran ASI karena proses hormonal.
Dari hal diatas maka perawatan masa nifas sangat perlu terutama
perawatan fisik disamping nutrisi dan istirahat yang adekuat. Salah
satu perawatyan fisik adalah seman nifas yang dilakukan secara
bertingkat dari tingkat yang ringan kr tingkat yang lebih berat.

II. TUJUAN
Dalam pelaksanaan senam nifas mempunyai tujuan antara lain :
untuk memperbaiki sirkulasi darah, sikap tubuh, otot dasar panggul,
otot perut, memperbaiki regangan otot bawah dan mengencangkan
buah dada serta memperlancar pengeuaran lochea dan menghindari
kelainan lain seperti emboli, trombosis dll.

III. WAKTU
Pelaksanaanya tergantung pada keadaan ibu post partum dan nasehat
petugas kesehatan. Pada umumnya dilaksanakan pada 24 jam
sesudah melahirkan bagi multi para dan 48 jam sesudah melahirkan
bagi primipara.

IV. JENIS LATIHAN


Terbagi atas
a.Latihan otot perut
Metode yang digunakan :
1. Abdominal Breating
1. Combined abdominal breating & supine pelvic lilt
2. Reach for knees
3. Buttocks lift
b.Latihan otot panggul
Metode yang digunakan :
1. Double knee roll
2. Single knee roll
3. Leg roll
c.Latihan otot dada
Metode yang digunakan : arm raises

V. PELAKSANAAN
1.Metode abdominal breating/pernafasan perut
Tujuan :
Agar perut tidak memebuncit dan postur tubuh yang baik dan
seimbang dengan pinggul
Langkah-langkah :
 Tidur terlentang dengan lutut ditekuk
 Tarik nafas dalam melalui hidung
 Usahakan agar tulang dada tidak bergerak dan
usahakan agar otot perut mengembang
 Keluarkan nafas pelan-pelan namun dengan kuat
menggunakan otot-otot perut
 Usahakan keluarkan nafas dalam waktu 3 – 5 detik
 Kemudian rileks
2.Combined abdominal breating & supine pelvic lilt
Tujuan :
Agar perut tidak memebuncit dan postur tubuh yang baik dan
seimbang dengan pinggul
Langkah-langkah :
Tidur terlentang dengan lutut ditekuk
Saat tarik nafas dalam gulingkan pelvic ke belakang
dengan menempelkan tulang belakang pada lantai atau
tempat tidur
Keluarkan nafas pelan namun kuat dengan
mengencangkan otot perut dan otot pantat
Usahakan keluarkan nafas dalam waktu 3 – 5 detik
Kemudian rileks
3.Metode Reach for knees (menjangkau lutut)
Tujuan :
Agar perut tidak memebuncit dan postur tubuh yang baik dan
seimbang dengan pinggul
Langkah-langkah :
Tidur terlentang dengan lutut ditekuk
Saat tarik nafas dalam letakkan dagu diatas dada
Saat mengeluarkan nafas angkat kepala dan bahu pelan-
pelan dan raih lutut dengan mengulurkan tangan
dengan penuh
Badan diangakt ( kurang lebih 15 – 20 cm) sementara
pinggang tetap dilantai atau tempat tidur
Dengan pelan dan lembut bagian bawah kepala dan
bahu dikembalikan seperti saat mulai
Kemudian rileks
4.Metode Buttocks lift (mengangkat bokong)
Tujuan :
Agar perut tidak memebuncit dan postur tubuh yang baik dan
seimbang dengan pinggul
Langkah-langkah :
Tidur terlentang dengan lutut ditekuk, sementara kedua
tangan berada disamping
Pelan-pelan angkat pantat dan punggung bawah
Embali seperti pada posisi awal
5.Metode Singgle knee roll (menggulingkan satu kaki)
Tujuan :
Untuk mengencangkan otot panggul
Langkah-langkah :
Tidur terlentang, lutut kanan lurus dan lutut kiri ditekuk
Usahakan agar bahu tetap menempel pada lantai/tempat
tidur
Dengan pelan dan lembut gulingkan lutut kiri kekanan
hingga menyentuh lantai atau tempat tidur dan kembali ke
posisi awal.
Demikian pula pada lutut kanan
Kemudian rileks
6.Metode double knee roll (menggulingkan kedua lutut)
Tujuan :
Untuk mengencangkan otot panggul
Langkah-langkah :
Tidur terlentang dengan kedua lutut ditekuk
Jaga agar bahu rata denga lantai dan telapak kaki diam di
tempat
Dengan pelan dan lembut gulingkan lutut hingga menyentuh
lantai atau tempat tidur
Angkat kembali dengan pelan
Kemudian gulingkan kearah yang lain hingga menyentuh
lantau atau tempat tidur
Kembali ke posisi semula dan rileks
7.Metode leg roll (menggulingkan kaki)
Tujuan :
Untuk mengencangkan otot panggul
Langkah-langkah :
Tidur terlentang, kaki lurus dan bahu datar
Angkat kaki kiri dengan pelan dan guligkan ke kanan mendekati kaki kanan
hingga menyentuh lantai atau tempat tidur
Kembali keposisi awal
Demikian pula pada kaki kanan
Kembali rileks
8.Metode arm raises (mengangkat kedua tangan)
Tujuan :
Untuk mengencangkan otot dada
Langkah-langkah :
Tidur terlentang dengan tangan direntangkan kesamping
hingga membentuk sudut 90 derajat dari tubuh
Angkat kedua tangan tegak lururs hingga saling
bersentuhan
Kemudian turunkan dengan pelan ke posisi awal

VI. PENUTUP
Post partum sangat perlu dilakukan secara teratur dan benar
sehingga memperoleh hasil yang baik atau terhindar dari kelainan
postur tubuh atau fisik

VII.DAFTAR PUSTAKA
1. Ruth Bennett, 1996, Myles Text book For midwivs, Churchill Livingstone,
Edinburg London.
2. PUSDIKNAKES – WHO – JHPIEGO, 2001, Panduan pengajaran asuhan
Kebidanan Fisiologis Bagi Dosen Diploma III Kebidanan, Buku 4, Asuhan
Kebidanan Post Partum, Jakarta.
3. Bobak dkk. 1995 Maternity Nursing, Edisi 4, Mosby, St Louis.