Anda di halaman 1dari 8

1.

Menjamin kerangka dasar corporate governance yang efektif


Pada prinsip I OECD harus menjelaskan bahwa “Corporate Governance harus dapat
mendorong terciptanya pasar yang transparan dan efisien, sejalan dengan perundangan dan
peraturan yang berlaku dan dapat dengan jelas memisahkan fungsi dan tanggung jawab otoritas
– otoritas yang memiliki pengaturan, pengawasan, dan penegakan hukum”
Dalam industry perbankan, Bank yang merupakan perusahaan penggerak perekonomian akan
banyak mendapatkan penilaian dan sorotan dari publik maupun dari Pemerintah. Penilaian dan
sorotan tersebut akan sejalan dengan tingkat kepercayaan atas bank tersebut, oleh karenanya
setiap Bank akan berusaha untuk memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi kepada setiap
stakeholders. Untuk mendapatkan kepercayaan tersebut Bank harus memberikan kinerja yang
baik yang tergambar dari Tingkat Kesehatan yang baik, memiliki Kecukupan Modal di atas
ketentuan minimum dan Profil Risiko secara komposit Rendah dan kinerja keuangan yang
kuat. Perbankan yang merupakan objek perusahaan public juga akan mendapat pengawasan
yang sangat ketat dari regulator dan juga dari nasabahnya sendiri. Terutama BNI yang
merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia.
Dengan berpegang teguh pada prinsip GCG, dan senantiasa menjalankannya di setiap proses
yang dilakukan, maka BNI akan mendapatkan kepercayaan dari setiap stakeholder, dan
mendapat dukungan baik dari internal maupun eksternal BNI. Oleh karenanya BNI senantiasa
menjalankan prinsip-prinsip GCG meliputi Transparansi, Akuntabilitas, Pertanggungjawaban,
Independensi, Kesetaraan dan juga Kewajaran. Penerapan prinsip-prinsip tersebut di
lingkungan BNI, sudah disepakati oleh Dewan Komisaris, Direksi, jajaran manajemen dan
seluruh insan BNI guna menciptakan Perseroan yang senantiasa tumbuh dan berdaya saing
global, serta kuat dan bertahan dalam menjalankan roda bisnisnya.
Adapun prinsip – prinsip GCG yang diterapkan di Bank BNI adalah :
 Transparansi
1. Bank mengungkapkan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan dapat
diperbandingkan serta dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan (stakeholders)
sesuai dengan haknya.
2. Bank mengungkapkan informasi yang meliputi tetapi tidak terbatas pada visi, misi,
sasaran usaha, strategi Bank, kondisi keuangan, susunan dan kompensasi pengurus,
pemegang saham pengendali, pejabat eksekutif, pengelolaan risiko, sistem pengawasan
dan pengendalian intern, status kepatuhan, sistem dan implementasi good corporate
governance serta informasi dan fakta material yang dapat mempengaruhi keputusan
pemodal.
3. Prinsip keterbukaan tetap memperhatikan ketentuan rahasia bank, rahasia jabatan, dan
hak-hak pribadi sesuai peraturan yang berlaku.
Kebijakan Bank harus tertulis dan dikomunikasikan kepada stakeholders dan yang berhak
memperoleh informasi tentang kebijakan tersebut.
 Akuntabilitas
1. Bank menetapkan sasaran usaha dan strategi untuk dapat dipertanggungjawabkan kepada
stakeholders.
2. Bank menetapkan check and balance system dalam pengelolaan Bank.
3. Bank memiliki ukuran kinerja dari semua organ organisasi berdasarkan ukuran yang
disepakati dan sejalan dengan nilai-nilai perusahaan (Corporate Culture Values), sasaran
usaha dan strategi Bank serta memiliki rewards and punishment system.
Bank harus meyakini bahwa semua organ organisasi Bank mempunyai kompetensi sesuai
dengan tanggung jawabnya dan memahami perannya dalam implementasi good corporate
governance.
 Responsibilitas
1. Bank berpegang pada prinsip kehati-hatian (prudential banking practices) dan menjamin
kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
2. Bank sebagai good corporate citizen peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan
tanggung jawab sosial secara wajar.
 Independensi
1. Bank menghindari terjadinya dominasi yang tidak wajar oleh Stakeholders manapun dan
tidak terpengaruh oleh kepentingan sepihak serta terbebas dari benturan kepentingan
(conflict of interest).
2. Bank mengambil keputusan secara obyektif dan bebas dari segala tekanan pihak
manapun.
 Kesetaraan dan Kewajaran
1. Bank memperhatikan kepentingan seluruh Stakeholders berdasarkan asas kesetaraan dan
kewajaran (equal treatment)
2. Bank memberikan kesempatan kepada seluruh stakeholders untuk memberikan masukan
dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan Bank serta membuka akses terhadap
informasi sesuai dengan prinsip keterbukaan
Disamping itu Bank BNI harus mengikuti peraturan perundang undangan yang berlaku dan
juga berpedoman pada implementasi GCG

2. Hak-hak pemegang saham dan peran kunci kepemilikan saham


Menurut OECD 2004 ada beberapa dasar hak pemegang saham :
a. Metode yang aman untuk registrasi kepemilikan
b. Transfer saham
c. Mendapatkan informasi yang relevan dan material mengenai perusahaan tepat waktu
dan secara regular
d. Berpartisipasi dalam memberikan suara di RUPS
e. Memilih dan mengganti anggota dewan
f. Memperoleh bagian atas laba perusahaan
Pada Bank BNI hak-hak pemegang saham senantiasa dilindungi dan difasilitasi, di BNI hak
pemegang saham diimplementasikan diantaranya melalui dividen, hak mengajukan pertanyaan
dalam RUPS, hak memperoleh informasi, dan hak untuk menyetujui/ tidak menyetujui
keputusan RUPS melalui kartu suara yang diberikan pada saat RUPS
Pelaksanaan RUPS Tahunan Tahun Buku 2015 tanggal 10 Maret 2016. Publikasi Ringkasan
Risalah RUPS Tahunan Tahun Buku 2015 sekaligus Pengumuman Jadwal dan Tata Cara
Pembagian Dividen Tunai Tahun Buku 2015 pada tanggal 14 Maret 2016 di 2 (dua) surat kabar
yaitu Investor Daily dan The Jakarta Post guna memenuhi ketentuan POJK
No.32/POJK.04/2014.
Bank BNI melalui rapat pemegang saham telah membagikan Pembayaran Dividen Tunai
Tahun Buku 2014 tepat 1 (satu) bulan sejak tanggal pelaksanaan RUPS yaitu tanggal 10 April
2016 sesuai Rekomendasi Roadmap Tata Kelola Perusahaan Indonesia.
3. Perlakuan yang adil terhadap pemegang saham
Persamaan hak terdapat dalam salah satu sub prinsip dan prinsip OECD ke – 3, yaitu :
a. Pada seri yang sama seluruh saham harus memiliki seri yang sama
b. Semua investor harus dapat memperoleh informasi tentang hak masing – masing seri
dan kelas saham sebelum melakukan pembelian saham, dan
c. Setiap perubahan pada hak suara harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari
pemegang saham yang memperoleh dampak negative dari perubahan hak suara
tersebut.
Seluruh pemegang saham BNI termasuk pemegang saham minoritas dan pemegang saham
asing diperlakukan setara. Seluruh pemegang saham diberikan kesempatan yang sama
untuk mendapatkan informasi. Perlakuan ini diterapkan di BNI dalam rangka pemberian
informasi baik dalam rangka Corporate Action maupun dalam Keterbukaan Informasi yang
diatur dalam ketentuan pasar modal. Seluruh masyarakat diberikan kesempatan yang sama
untuk mendapatkan informasi dan menyampaikan kritik/saran kepada Bank. Informasi,
kritik dan/atau saran dapat diakses melalui website BNI dan layanan BNI Call 1500046.
4. Peranan pemangku kepentingan terhadap corporate governance
RUPS merupakan sarana media komunikasi stakeholder kepada perusahaan dan merupakan
perwujudan penyelenggaraan prinsip GCG, karena di dalam RUPS dipaparkan perwujudan
tanggung jawab Pengurus Perusahaan dari berbagai aspek.
Pada Bank BNI salah satu prinsipnya adalah meningkatkan Aspek Tata Kelola Perusahaan
melalui Partisipasi Pemangku Kepentingan diantaranya adalah
a. Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan untuk mencegah terjadinya insider trading
b. Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan anti korupsi dan anti Fraud
c. Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan tentang seleksi dan peningkatan kemampuan
pemasok atau vendor.
d. Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan tentang pemenuhan hak-hak kreditur
e. Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan sistem whistleblowing
f. Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan pemberian insentif jangka panjang kepada Direksi
dan karyawan
Pemangku kepentingan berhak tahu mengenai apa yang terjadi pada perusahaan, dengan
penerapan GCG yang baik, diharapkan para pemangku kepentingan pada Bank BNI
mendapatkan informasi yang cukup memadai mengenai kondisi yang ada pada peruahaan.
5. Keterbukaan dan transparasi
Sebagai wujud pilar transparansi dalam prinsip GCG, maka BNI terus berupaya untuk
memberikan keterbukaan informasi kepada para stakeholder dan masyarakat luas melalui
berbagai macam sarana diantaranya melalui Laporan Tahunan, website BNI, media massa,
website IDX, serta pemberitahuan kepada regulator melalui hardcopy maupun sarana
pelaporan elektronik. Mengingat status BNI sebagai emiten, maka Keterbukaan Informasi ini
dirasa sangat penting sebagai media komunikasi perusahaan terbuka, Keterbukaan Informasi
dilakukan dengan berpedoman pada ketentuan pasar modal yang berlaku.
Ada du acara yang dilakukan bank BNI dalam melakukan keterbukaan informasi yaitu ;
a. Perusahaan Terbuka memanfaatkan penggunaan teknologi informasi secara lebih luas
selain Situs Web sebagai media keterbukaan informasi
b. Laporan Tahunan Perusahaan Terbuka mengungkapkan pemilik manfaat akhir dalam
kepemilikan saham Perusahaan Terbuka paling sedikit 5% (lima persen), selain
pengungkapan pemilik manfaat akhir dalam kepemilikan saham Perusahaan Terbuka
melalui pemegang saham utama dan pengendali
Pada Bank BNI terdapat komite aaudit yang dibawah pengawasan dewan komisaris di
perusahaan. Salah satu fungsi komite audit pada Bank BNI adalah Melaporkan hasil
audit ke Komite Audit dan key stake holder sesuai kewenangan
6. Tanggung jawab dewan
Ada dua struktur dewan yang dianut di Indonesia yaitu Dewan Direksi dan Dewan Komisaris.
Tanggung jawab dewan komisaris yang utama adalah memonitor kinerja manajemen
perusahaan dan berusaha mencapai tingkat imbal balik (return) yang memadai bagi pemegang
saham.
Adapun tugas dan tanggung jawab dewan komisaris Bank BNI adalah ;
Dewan Komisaris memiliki tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris yang dituangkan
dalam Anggaran Dasar Perseroan. Dewan Komisaris bertugas untuk melakukan pengawasan
terhadap kebijakan pengurusan dan jalannya pengurusan Perseroan oleh Direksi termasuk
pengawasan terhadap pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perseroan, Rencana Kerja dan
Anggaran Tahunan Perseroan serta ketentuan Anggaran Dasar dan keputusan RUPS, serta
peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk kepentingan perseroan dan sesuai dengan
maksud dan tujuan perseroan, serta melakukan tugas yang secara khusus diberikan kepadanya
menurut Anggaran Dasar, perundang-undangan dan/atau keputusan RUPS.
Dalam melaksanakan tugasnya, setiap anggota Dewan Komisaris harus:
1. Mematuhi Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan serta prinsip-prinsip
profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggung jawaban serta
kewajaran.
2. Beritikad baik, penuh kehati-hatian dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas
pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi untuk kepentingan Perseroan dan sesuai
dengan maksud dan tujuan Perseroan.
Untuk menjaga objektivitas dan independensi dalam melakukan fungsi dan tugas pengawasan,
Dewan Komisaris tidak terlibat dalam pengambilan keputusan kegiatan operasional Bank,
kecuali dalam hal-hal lain yang ditetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku, dan
hal-hal lain yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Bank dalam rangka melaksanakan fungsi
pengawasan, seperti dalam penyediaan dana kepada pihak terkait.
Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris BNI diatur dalam Surat Keputusan Dewan
Komisaris No. KEP/011/DK/2016 tanggal 12 Mei 2016, mencakup: Struktur, Persyaratan,
Tugas, Wewenang, Kewajiban dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris, Komisaris
Independen, Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Komisaris, Masa Jabatan
Dewan Komisaris dan Jabatan Lowong, Rapat Dewan Komisaris dan Rapat Dewan Komisaris
bersama Direksi, Pembagian Kerja dan Waktu Kerja Dewan Komisaris, nilai-nilai Perseroan
serta Etika Kerja Dewan Komisaris dan larangan serta transparansi
Sedangkan tanggung jawab dewan direksi yang utama adalah memastikan bahwa kepatuhan
dari seluruh karyawan perusahaan dan pihak – pihak yang terkait diluar perusahaan terhadap
standar etika perusahaan, termasuk menyelesaikan setiap konflik yang timbul.
Tugas dan tanggung jawab direksi Bank BNI adalah sebagai berikut :
Direksi bertugas menjalankan segala tindakan yang berkaitan dengan pengurusan dan
bertanggung jawab atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan sesuai dengan
maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar
Pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian dengan pembatasanpembatasan
sebagaimana diatur dalam peraturan perundangundangan, Anggaran Dasar dan/atau
Keputusan RUPS.
Pada bulam Mei 2016 Pengesahan Pedoman Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris yang
dituangkan dalam Surat Keputusan Dewan Komisaris No.KEP/011/ DK/2016 tanggal 12 Mei
2016
Penandatanganan Pakta Integritas Direksi sebagai Komitmen Pelaksanaan Tata Kelola
Perusahaan Yang Baik yang dituangkan dalam SK Dir No. DIR/313 tanggal 24 Agustus 2016.
Ada beberapa prinsip yang dianut oleh Bank BNI dalam penerpan GCGnya yaitu :
a. Memperkuat Keanggotaan dan Komposisi Dewan Komisaris
b. Meningkatkan Kualitas Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisari
c. Memperkuat Keanggotaan dan Komposisi Direksi
d. Meningkatkan Kualitas Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi
Pada Bank BNI tanggung jawab dewan sesuai dengan penerapan/ pelaksanaan GCG salah
satunya adalah adalah dewan komisaris yang terdiri dari komisaris independen, begitu pula
unti dewan direksi, dikomposisinya terdapat direksi independen. Mereka semua memiliki tugas
dan tanggung jawab sesuai dengan pedoman GCG di perusahaan.

Asean CG Scorecard (ACGS)


Penilaian atas implementasi GCG di BNI, juga dilaksanakan berdasarkan ASEAN CG Scorecard
(ACGS) yang
didasarkan pada Laporan tahunan dan website Perusahaan. Penilaian ACGS dilaksanakan oleh
IICD (Indonesian
Institute for Corporate Directorship) dengan menggunakan komponen scorecard yang terdiri dari:
1. Hak-hak Para Pemegang Saham
2. Perlakuan Yang Setara Terhadap Para Pemegang Saham
3. Peran Para Pemangku Kepentingan
4. Pengungkapan dan Transparansi
5. Tanggung Jawab Direksi dan Dewan Komisaris
Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan terhadap praktik GCG BNI berdasarkan prinsip-
prinsip yang diatur
dalam ASEAN Corporate Governance Scorecard yang dilaksanakan pada tahun 2016, BNI
mendapatkan predikat
“GOOD” dengan total score 87,33.
Penilaian ACGS BNI mengalami pengingkatan dari skor 81.38 di tahun 2015 menjadi 87.33 di
tahun 2016, hal
ini menunjukkan bahwa BNI sebagai perusahaan terbuka berkomitmen dalam menjalankan praktik
GCG
berdasarkan prinsip-prinsip yang diatur dalam ASEAN Corporate Governance Scorecard.