Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)

LAPORAN PRAKERIN SMKN 1 TANJUNG LAGO

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Potensi sumberdaya perikanan di Indonesia cukup besar, baik sumberdaya perikanan tangkap maupun
budidaya. Sumberdaya perikanan tersebut merupakan salah satu Aset Nasional yang harus dikelola dengan baik.
Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan mampu mendukung pengelolaan sumberdaya
perikanan.budidaya perikanan tidak hanya identik dengan kondisi lingkungan yang banyak air banyak
seperti danau, pantai, sungai dan tempat yang memiliki suplai air melimpah, dengan kemajuan
teknologi budidaya ikan dapat dilakukan dimana saja cukup kesediaan air untuk mendukung kebutuhan
perikanan, dengan cara memilih jenis ikan dan cara budidaya yang benar akan menghasilkan produksi.
Tempat pemeliharaan seperti kolam akuarium, bak dan bahan-bahan bekas bisa digunakan sebagai media
pemeliharaan yang baik jika di dukung dengan kondisiair yang selalu terjaga kebersihan dan kebutuhan
agar ikan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Jenis ikan lele dan patin adalah jenis ikan yang bisa
dibudidayakan di tempat-tempat sepeti itu.

Sebagai lembaga pendidikan yang bertujuan menciptakan tenaga teknis menengah perikanan yang
profesional, kreatif, inovatif dan berwawasan global, SMK Negeri 1 Tanjung Lago memberikan kesempatan
seluas-luasnya kepada seluruh siswa-siswi untuk memperdalam pengetahuan melalui kegiatan belajar di kelas
dan memberikan kegiatan magang atau Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang dilakukan di luar sekolah.

1.2 Tujuan Pendidikan Nasional


Pendidikan adalah langka awal untuk suatu kehidupan. Tanpa pendidikan kehidupan pasti
akan berantakan. Karena itu, betapa pentinya pendidikan untuk suatu kehidupan. Pendidikan membuat kita
dapat hidup mandiri di masa yang akan datang.
Seperti hal di negeri kita ini Indonesia. Jika tidak ada pendidikan di Indonesia sendiri, maka negeri ini akan
bodoh dan tertingal. Jadi oleh sebab itu, kita harus tingkatkan pendidikan di negeri ini, agar kehidupan dinegri
ini akan lebih baik dimasa depan.

1.3 Tujuan Pendidikan SMK


Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) adalah sekolah yang mendukung siswanya untuk bisa mempunyai
keahlian tertentu. Dari Sekolah Menenggah Kejuruan (SMK) tersebut kita bisa mendapat suatu keahlian itu,
entah itu keahlian teknik, perikanan laut, pelayaran atau sebagainya. Di SMK kita juga dipacu untuk bisa
berpikir sekreatif mungkin, karena kreatifitas didunia kerja itu sangat dibutuhkan. Di SMK kita bisa mengenal
bagaimana yang namanya dunia usaha dan industri. Karena itu SMK, kita banyak mempelajari tentang suatu
kehidupan didunia usaha dan industri. Dan itu membuat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbeda dengan
Sekolah Menengah Atas (SMA).

1.4 Tujuan Program Keahlian


Didalam Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) mempunyai banyak program keahlian, dari
Program Agribisnis Produksi Sumberdaya Perairan (APSP), Agribisnis Produksi Tanaman (APT), Rekayasa
Perangkat Lunak (RPL),Teknik Sepedah Motor (TSM) dan lain-lain. Program keahlian adalah suatu tempat
yang mengajarkan keahlian tertentu dalam SMK. Dari program keahlia itu, kita dapat mempunyai suatu
keahlian tertentu yang kita kehendaki. Dari situ kita dapat mempelajari apa yang harus dilakukan untuk
mendapatkan suatu keahlian, kita mempelajari dari program keahlian yang kita kehendaki itu.

1.4.1 Tujuan Praktik Kerja Industri

Adapun tujuan dari kegiatan praktik kerja industri (Prakerin) di Unit Usaha Perikanan SPP
Negeri Sembawa ini sebagai berikut:

1. Memperluas wawasan ilmu pengetahuan tentang perikanan.

2. Melatih siswa untuk beradaptasi dan bersosialisasi dengan masyarakat.

3. Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan disiplin tehadap apa yang dilakukan.

4. Melatih keterampilan dan kemakmuran siswa untuk memasuki lapangan kerja di bidang perikanan.

5. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian akhir Sekolah.

1.4.2 Manfaat Praktik Kerja Industri

Manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di SPP Negeri Sembawa
adalah sebagai berikut :

1. Menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan serta pengalaman siswa khususnya di bidang perikanan.

2. Siswa dapat beradaptasi dan bersosialisasi dengan masyarakat.

3. Siswa dapat dilatih menjadi mandiri dan bermasyarakat.

4. Siswa dapat membandingkan antara pelajaran dan ilmu yang didapat di sekolah dengan praktik yang dilakukan
di lapangan.

BAB II
GAMBARAN UMUM
SEKOLAH PERTANIAN PEMBANGUNAN
SPP NEGERI SEMBAWA-PALEMBANG
2.1 Sejarah Berdirinya

Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri Sembawa (SPP) merupakan salah satu unit pelaksanan teknis
badan pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) pertanian dibawah pusat pengembangan pendidikan
pertanian. Sekolah ini berdiri sejak 1955 dengan nama SekolahPertanian Menengah Atas (SPMA).
Pada tahun pelajaran 1975 sampai dengan 1983/1984 nama SPMA diubah menjadi
SekolahPertanian Pembangunan. Sekolah menengah atas (SPP-SPMA) Polipalen. Tahun 1985 sampai dengan
sekarang nama SPP-SPMA diubah menjadi Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP).
Di SPP N Sembawa, Semua Unit Usaha adalah wahana, sarana belajar dan latihan bagisiswa untuk
membentuk siswa agar menjadi wirausaha. Di SPP Negri Sembawa terdapat unit usahanya antara
lain adalah perkebunanan karet, kelapa sawit dan unit usaha perikanan
Di SPP N Sembawa terdapat unit usaha perikanan. Ada dua tempat yang digunakan untuk budidaya
ikan yaitu kolam aula dan kolam balong.
Kolam aula pertama kali dibuat pada tahun 2013 pada bulan januari dan sudah berdiri selama hampir
sekitar 9 bulan lamanya. Dengan luas lahan pada kolam tersebut 2000 m2 kolam ini akan terus menghasilkan
benih-benih ikan yang berkualitas.
Kolam balong sudah berdiri sejak tahun 1976 dimana waktu itu SPP N Sembawa masih bernama (SPP-
SMPA) kolam lama yang sudah tidak terawat lagi dan baru pada tahun 2013 ini kolam tersebut mulai di
fungsikan lagi sebagai kolam pembesaran ikan lele sangkuriang dan luas lahan kolam balong sekitar 5000
m2. Unit usaha ini akan terus maju dan berkembang seiring dengan banyaknya permintaan ikan lele yang dari
hari ke hari makin meningkat.

2.2 Struktur Organisasi

2.3 Potensi Wilayah


Sumatera Selatan merupakan daerah yang memiliki potensi perikanan air tawar yang baik, khususnya
Daerah Tanjung Lago secara geografis sebagian besar wilayahnya berupa daerah rendah berupa sungai dan rawa
atau yang biasa di kenal dengan istilah lebak lebung. rawa lebak lebung merupakan rawa-rawa yang terdapat di
sekitar daerah aliran sungai (DAS) daerah ini tergenang saat musim hujan dan kering saat musim kemarau.
Perbedaan ketinggian air di rawa banjiran ini sangat ekstrim namun daerah ini sangat subur karena banyak
mengandung unsur hara untuk pakan ikan terutama berasal dari proses dekomposisi vegetasi saat tergenang.
Pemanfaatan daerah rawa untuk kegiatan perikanan masih belum optimal. Rawa banjiran atau disebut dengan
istilah rawa lebak lubung terdapat di 9 Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan yaitu Kota Palembang, Kabupaten
Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, Musi Rawas, Ogan Komering Ullu,
Ogan Komering Ullu Timur.

Di daerah-daerah rawa yang mengandung banyak unsur hara dan kadar ph 6,8-8 baik digunakan untuk
lahan budidaya ikan air tawar seperti Lele sangkuriang, Ikan mas, nila, patin dan lain-lain. Pada saat ini para
petani banyak membundidayakan ikan ikan lele dan ikan patin, karena dagingnya yang lezat,Ikan ini banyak
diburu oleh konsumen, sehingga permintaan pasar meningkat yang mendorong metani ikan untuk
mengembangkan ikan tersebut guna memenuhi permintaan pasar.

2.4 Komoditi Ikan Yang Di Hasilkan


Di SPP Negeri Sembawa terdapat suatu usaha budidaya pembenihan dan pembesaran ikan. komoditi
ikan yang dihasilkan adalah sebagai berikut :
a. Ikan Lele (Clarias sp.)
Ikan lele tersebar luas di benua Afrika dan Asia, seperti Filipina dan lain-lain. Habitat atau lingkungan
hidup ikan lele adalah semua perairan air tawar di sungai yang airnya tidak terlalu deras atau perairan yang
tenangseperti danau, waduk, telaga, rawa serta genangan-genangan kecil seperti kolam merupakan lingkungan
hidupnya. Ikan lele bersifat nokturnal yaitu aktif pada malam hari. Ikan lele hidup pada suhu 28-30 C dan dan
kadar pH 6,8-8.
b. Ikan Jambal Siam (Pangasius sutchi)
Ikan Jambal Siam atau Ikan Patin adalah ikan asli Thailand. Patin siam umumnya hidup di air tawar
atau payau dengan aliran air yang tenang, terutama di sungai-sungai berlumpur atau berpasir
(smiph,1945;soetikno, 1976;direktorat jendral perikanan 1877;laglar etal;1977) penyebaran ikan patin siam
meliputi Thailand, Burma, India, Taiwan, Malaysia, Semenangjung, Indocina (1983), Sumatera dan Kalimantan
(1952), Ikan ini termasuk ikan dasar dilihat dari bentuk mulutnya yang ke bawah habitat di sungai-sungai yang
terbesar di Indonesia, Indian Dan Myanmar (1993). Patin hidup pada suhu 28-29 C dan pH 7,2 -7,5.

c. Nila (Oreochromis niloticus)


Nila atau yang populer dengan sebutan “Tilapia” merupakan salah satu jenis ikan penting dalam
budidaya perairan atau akuakultur (aquaculture) dunia. As merupakan negara pengimpor nila terbesar di dunia.
As mengimpor ikan nila dari 25 negara termasuk Indonesia. Hingga mencapai 179.462 ton pada tahun 2008.
Importir penting lainnya adalah Singapura, Hong Kong, dan Uni Eropa.
Ikan yang berasal dari sungai Nil ini telah dibudidayakan di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia.
Nila memiliki varietas-varietas unggul antara lain nila merah, nila gift, nila get , nila nirwana dan lain-lain. Nila
dapat dibudidayakan di perairan tawar, payau dan laut karena nila toleran terhadap salinitas (kadar garam) yang
luas (Euryhaline). Nila dapat di budidayakan dalam perairan yang mengandung kadar asam atau pH 6,5-8,5
dengan suhu 25-33 c. Kualitas air ini harus dipertahankan pada kisaran optimal sehingga pertumbuhan nila
dapat terpacu.
Berdasarkan data yang diperoleh di SPP Negeri Sembawa berada pada/lingkungan dengan suhu air 29-
33 C dan pH 6-8 syarat hidup tersebut dapat di simpulkan ikan lele,nila dan patin layak dibudidayakan di SPP
Negeri Sembawa.

BAB III

PELAKSANAAN PRAKERIN
4.1 Waktu Dan Tempat
3.1.1 Waktu
Kegiatan praktik kerja industri ( Prakerin) di laksanakan pada semester V selama 3 Bulan . Kegiatan
ini dilaksanakan mulai dari tangga 19 Juni sampai dengan 19 September 2013.
3.1.2 Lokasi
Kegiatan Praktik Kerja Industri ( Prakerin ) dilaksanakan di SPP Negeri Sembawa yang berlokasi di :
Desa : Lalang Sembawa
kecamatan : Banyuasin III
kabupaten : Musi Banyuasin
Provinsi : Sumatera Selatan

3.2 Jurnal Kegiatan


3.2.1 Jadwal kegiatan bulan ke- 1
No Kompetensi Kegiatan Minggu ke
I II III IV
Memindah benih lele 
Mengangkat lumpur    
Seleksi lele konsumsi    
Membersihkan rumput  
Saat berada    
Memberi pakan
1 di kolam
balong Perbaikan pematang   
Pengeringan kolam 
pembesaran
Panen ikan lele    
Bersihkan kolam cacing 
Mengangkat kakaban  
Membersihkan kolam   
pendederan
Seleksi benih 
Saat berada di 
Pembersihan kolam
2 kolam
pemijahan
pemijahan
Memijah ikan lele 
Mengankat induk lele 
Perawatan larva lele    
Seleksi benih lele  
Saat Berada Memberi pakan ikan patin    
Di Kolam Menjual benih lele 
Aula Menyeleksi benih lele 
Menjual lele konsumsi    
3
Makan didapur asrama    

Saat berada di Pembersihan  


asrama Pertemuan    
Pengarahan  

3.2.2 Jadwal kegiatan bulan ke-2

Minggu ke
No. Kompetensi Kegiatan

I II III IV
Seleksi lele konsumsi  

Pembersihan kolam pembesaran  

Panen ikan lele 

Memasang keramba 

1 Saat berada Penebaran benih lele 


di kolam
balong Penjualan lele konsumsi    

Pengangkatan lumpur 

Penanganan penyakit 

Mengangkat lumpur 

Panen lele konsumsi   

Membersihkan kolam pemijahan 

Memasang kakaban  

Memindahkan benih lele 


Saat berada
2 dikolam Menjual benih lele 
pemijahan
Membersihkan kolam pendederan 

Memijah ikan lele 

Memindahkan telur lele 

3 Saat berada Pengarahan    


di kolam aula Pembersihan    

Diskusi    
Saat dikantor
Pengarahan    
4 SPPN
Sembawa
Diskusi    

3.2.3 Jadwal kegiatan bulan ke-3

No Kompetensi Kegiatan Minggu ke


I II III IV
Memberi pakan    
Seleksi lele konsumsi  
Saat di kolam Menjual lele konsumsi    
1 aula  
Menenjual benih lele
Menyeleksi benih lele   
seleksi lele konsumsi  
Saat di kolam Mengangkat lumpur  
balong Seleksi lele konsumsi  
Panen lele konsumsi  
2 
Pemberantasan hama
Memasang saluran air 
Menyerok ikan konsumsi 
Pengeringan kolam 
Mebersihkan rumput 
Saat berada di Menyeleksi benih lele 
kolam Membersihkan kolam 
3 pemijahan pemijahan
Membersihkan kolam  
pendederan
Saat berada di Pengarahan    
asrama Diskusi    
Pembersihan    
4    
Saat berada di Diskusi
kantor spp Mengembalikan buku 
sembawa
Konsultasi    
Pengarahan    

3.3 Data kualitas air di SPP Negeri Sembawa


Tabel .1 data kualitas air
Waktu

No Bulan Pagi Siang Sore


pH Suhu pH Suhu pH Suhu

1 6 29C 7 31C 7 33C

2 6 30C 6 31C 7 31C


Bulan ke-1

3 6 30C 7 31C 7 31C

4 7 23C 6 29C 7 28C

5 6 24C 7 27C 7 30C


Bulan ke-2

6 6 23C 7 27C 7 29C

7 6 24C 7 29C 6 28C

8 7 24C 6 28C 7 28C


Bulan ke-3

9 7 25C 6 29C 6 28C

3.4 Uraian Kegiatan


Dalam melakukan usaha budidaya ikan lele sangkuriang, kegiatan teknis produksi yang dilakukan di
Unit Usaha Perikanan SPP Negeri Sembawa adalah sebagai berikut :
1. Persiapan wadah budidya
2. Pembenihan
3. Pembesaran
4. Pemasaran
3.4.1. Persiapan Wadah Budidaya
Dalam kegiatan persiapan wadah budaya ikan di Unit Usaha PerikananSPP
Negeri Sembawa meliputi sebagia berikut:

3.4.1.1 Persiapan Kolam


Persiapan kolam merupakan kegiatan awal dalam melakukan usaha budi daya ikan lele sangkuriang.
Persiapan kolam dilakukan dengan sedemikian rupa agar kolam tersebut siap untuk ditebari benih ikan.
Tahapan kegiatan yang dilakukan pada persiapan kolam ini adalah sebagai berikut :
3.4.1.2 Pembersihan Rumput Liar
Pembersihan rumput liar adalah kegiatan membersihkan rumput-rumput yang berada di pematang
maupun yang ada di perairan kolam. Pembersihan rumput liar disekitar pematang dilakukan dengan
menggunakan alat seperti parang, arit dan cangkul. Sedangkan rumput yang berada di dalam kolam disemprot
terlebih dahulu kemudian didiamkan selama 3-7 hari. Penyemprotan bertujuan untuk membunuh rumput liar.
Setelah 3-7 hari rumput yang mati akan berwarna kuning, setelah rumput liar mati kegitan selanjutnya yaitu
pembersihan dengan cara mengangkat rumput ke pematang kolam. Jika rumput terlalu padat dapat digunakan
parang atau arit.

3.4.1.3 Pengangkatan Lumpur


Setelah digunakan selama satu siklus produksi pembesaran, dasar kolam telah menjadi kubangan lumpur
organik yang disebabkan semua bangkai organisme air seperti sisa makanan yang tidak termakan oleh ikan
budidaya.
Pengankatan lumpur adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi kandungan bahan organik di dasar
kolam dan untuk meninggikan atau memperbaiki pematang kolam. kegiatan ini di lakukan dengan
menggunakan alat seperti :
1. cangkul
2. sekop
3. penki/serokan
4. pelum (pengangkat lumpur)
5. mesin pompa air
Pengangkatan lumpur di lakukan dengan cara mengangkat lumpur di dalam kolam ke atas pematang, pada
pematang kolam di pasang pagar papan yang dipasang kayu penyangga agar lumpur tidak kembali ke dalam
kolam. Saat pengangkatan lumpur dibuat parit kecil yang bertujuan untuk mengeluarkan air di dalam lumpur
dan sebagai aliran saat air akan dibuang kembali dengan pompa air. lumpur diangkat hingga
mencapair. Lumpur yang keras.

3.4.1.4 Pemberantasan Hama Dan Penyakit


Sebelum kolam budidaya digunakan kolam harus bersih dari hama dan penyakit, agar tidak
mempengaruhi proses pemeliharaan. pemberantasan hama dan penyakit dilakukan dengan cara membuang air di
dalam kolam, pembuangan air menggunakan mesin pompa air. Setelah air habis dapat dilakukan pemberantasan
hama dan ikan-ikan liar dengan mengguankan bahan kimia seperti potas dengan dosis tertentu. Setelah kolam
dibersihkan dari penyakit dan pemangsa, kolam harus didiamkan 3-7 hari untuk menetralkan air yang
tercampur dengan bahan kimia

3.4.1.5 Pengisian Air


Pengisian air dilakukan dengan membuka pintu air, ketinggian air 60-100 cm. Setelah air kolam terisi,
kolam didiamkan hingga siap diberi benih ikan lele.kolam yang di gunakan di SPP Negeri Sembawa yaitu
kolam tanah dan kolam plastik, Kolam plastik dengan dinding beton digunakan untuk kegiatan pemijahan
dan pemelihraan benih sedangkan kolam tanah digunakan untuk kegiatan pembesaran.

3.4.2 Pembenihan
Jenis ikan yang dikembangkan di SPP Negeri Sembawa adalah Ikan Lele Sangkuriang (clarias
sp).Teknik pemijahan yang digunakan yaitu pemijahan alami. Teknik pemijahan alami adalah proses pemijahan
tanpa ada campur tangan manusia. Kegiatan pembenihan meliputi beberapa hal diantaranya sebagai berikut :
3.4.2.1 Menyiapkan Kolam Pemijahan
Pada pembibitan ikan lele, kolam terpal dapat digunakan sebagai tempat pemijahan. Dinding kolam dibuat
dari pasangan batu bata yang di semen atau dibeton yang permukaannya licin. Dasar kolam boleh tanah, tetapi
sebaiknya disemen. Maksudnya agar tidak mudah terjadi kebocoran. Apabila dasar kolam disemen, sebaiknya
diberi lapisan pasir setebal 10 cm supaya tercipta suasana yang alamiah bagi ikan lele. supaya ikan lele tidak
keluar atau lompat dari kolam pemijahan, di bibir kolam di pasang pagar waring setinggi 50 cm. Untuk kolam
pemijahan ukuran kolam plastik 3,5 m x 4 m.

3.4.2.2 Pengisian Air


Di dalam kehidupannya, di alam bebas maupun di kolam, ikan lele tahan terhadap lingkungan yang
tidak begitu baik keadaannya. Ikan ini tahan terhadap lingkungan comberan. Tetapi untuk tempat pemijahan
agar hasil benih baik, ikan lele memerlukan kondisi air yang segar dan bersih, yang mengandung cukup oksigen
dan tidak mengandung bahan pencemaran. Sebelum digunakan air harus diendapkan selama 1-2 hari, agar air
lebih bersih dan suhu air lebih meningkat. Saat pemindahan air dari bak penampungan ke kolam pemijahan, air
yang berada di atas yang di masukan ke kolam pemijahan.

3.4.2.3 Memasang Kakaban


Kakaban adalah tempat meletakan telur-telur ikan. Sebelum digunakan kakaban harus di cuci terlebih
dahulu, setelah dicuci kemudian kakaban dijemur. Kemudian kakaban dimasukan ke kolam pemijahan secara
rapi, Pada atas kakaban dipasang pipa paralon yang diberi pemberat batu agar kakaban tidak naik ke permukaan.
Pada dasar kolam dipasang waring yang sudah direndam dan dicuci. Tujuan dari pemasangan waring ini yaitu
saat induk ikan lele memijah telur yang tidak menempel di kakaban akan menempel di waring.

3.4.2.4 Memilih Induk Ikan Lele


Pemilihan induk ikan lele bertujuan untuk mendapatkan induk yang sudah siap pijah. ciri-ciri induk lele
yang sudah siap di pijahkan adalah sebagai berikut:
1. induk betina
- kondisi tubuh sehat
- berat lebih dari 1 kg
- umur minimal 1 tahun
- perut telihat besar karena telur.
- kelamin tampak kemerahan.
2. induk jantan
- kondisi tubuh sehat
- tidak cacat
- berat lebih dari 1kg
- umur lebih dari 1 tahun
- jika perut diurut akan keluar cairan sperma.

pemilihan induk dapat dilakukan dengan 2 cara, memilih langsung dari proses pemeliharaan sendiri
membeli dari suatu usaha pemeliharaan induk. seperti pembelian induk ikan lele sangkurian secara paket, yang
dikirim dari Bogor. dalam satu paket berisi 8 pasang indukan yang sudah bersertifikat dan siap dipijahkan.
3.4.2.5 Memasukkan Induk Ikan Lele Sangkuriang
Perbandiankan induk ikan lele sangkuriang adalah 1:1 atau 2:1. Sebaiknya induk jantan lebih banyak
dari induk betina. Induk ikan lele dimasukan pada sore hari karena biasanya ikan lele mulai memijah pada
malam hari. Proses pemijahan terlihat ketika induk jantan mengejar induk betina.
Saat induk betina menempelkan telur-telurnya ke kakaban kemudian induk jantan akan
menyemprotkan cairan sperma. saat memijah induk ikan lele sangat agresif sehingga dapat mengakibatkan ikan
luka-luka.
Setelah semalam induk ikan lele menghasilkan telur yang menempel di kakaban. setelah memijah
pada pagi harinya induk harus segera diangkat karena sifat ikan lele kanibal dapat memakan telur sendiri.
Pengangkatan induk dilakukan secara hati-hati agar telur ikan tidak banyak yang pecah .Induk ikan lele
sangkuriang yang sudah dipijahkan di masukkan ke kolam penampungan induk. Pada kolam penampungan
induk air sebaiknya keruh, agar ikan tidak terlalu agresif sehingga dapat melompat dari kolam penampungan.

3.4.2.6 Perawatan Telur dan Larva


telur ikan lele menetas selama 24-57 jam dari pembuahan .selama penetasan, air dialirkan terus-
menerusselirih telur yang akan menetasharus terendam air. kakaban yang penuh dengan telur diletakan terbalik
sihingga telur menghadap ke dasar kolam,dengan demikian telur akan terendam air seluruhnya. telur yang
terbuahi berwarna kuning cerah kecoklatan sedangkan telur telur yang tidak terbuahi berwarna putih pucat.
didalam proses penetasan telur di perlukan suplai oksigen yang cukup. untukmemenuhi kebutuhan akan oksigen
terlarut dalam air, setiap kolam penetasan dipasang aerasi. telur akan menetas tergantung suhu air kolam
penetasan dan suhu udara. jika suhu semakin panas, telur akan menetas semakin cepat. begitu juga sebaliknya
jika suhu rendah menetasnya semakin lama.
pemeliharaan lanjutan cacing sutra:
. Tabel.2 Pengamatan Larva Ikan Lele
No Hari perubahan
1 Hari petama Setelah telur menetas 30-36 jam
2 kedua Larva berwarna hijau dan
3 Ke tiga berkumpul di sudut-sudut kolam

4 3-5 Larva mulai berubah warna


kuning kehijauan dan mulai aktif
bergerak
5 5-6 Berwarna hitam dan mulai
berbentuk sempurna dan bergerak
aktif menyebar di dasar kolam
6 6-8 Larva sudah bergerak aktif
menyebar di dasar kolam

Larva yang kurang sehat akan berenang di permukaan air. Biasanya penyebab larva kurang sehat disebabkan
oleh kurangnya oksigen terlarut di dalam kolam, sehingga aerasi harus tetap mengalir untuk menyuplai oksigen.

I. Tabel.3 pemberian pakan larva ikan lele


No Umur(hari) Pakan
1 1-3 hari Kuning telurnya sendiri
2 3-14 hari Cacing sutra
3 15 hari Fengli
4 20 hari Pf 500/Pf 800
5 1 bulan PF 1000+fellet(781-2)

3.4.2.7 Pendederan
Pendederan adalah pemeliharaan lanjutan setelah larva habis kuning telurnya. Setelah larva ikan lele
menetas pada umur 1-3 hari larva masih mengonsumsi kuning telurnya. pada umur 3 hari larva ikan lele dapat
diberi pakan alami seperti cacing sutera. Pemberian cacing sutera hingga larva berumur 10-14 hari, setelah
berumur 14 hari larva mulai di beri pakan Fengli atau pelet berbentuk tepung dengan cara disedu atau diberi air,
tetapi pemberian cacing terus diberikan karena pencernaan larva ikan lele belum sempurna, sehingga tetap di
beri pakan alami. Setelah larva berumur 20 hari pemberian cacing sutra mulai dapat berhenti namun pemberian
fengli masih terus diberikan namun dicampur dengan pf 500 dan kemudian setelah benih mencapai umur 25
hari dapat diberi pakan pf 1000 yang dicampur dengan pelet 781-2. Setelah umur 1 bulan pencernaan ikan sudah
sempurna sehingga dapat diberi pakan pelet.

a. Pendederan I
Pendederan yang pertama ini menyeleksi benih yang berukuran 3-4 cm. di butuhkan waktu 10-14 hari
b. Pendederan II
pend#ederan yang kedua ini menyeleksi benih ukuran 4-6 cm. di butuhkan waktu 2-3 minggu

Pendederan dapat dilakukan di kolam pemijahan tetapi sebaiknya pendederan dilakukan di kolam
pendederan khusus. Tempat pendederan benih ikan lele dapat berupa kolam beton atau kolam plastik, tetapi
sebaiknya kolam plastik karena lebih aman dan memudahkan dalam proses pembersihan, sehingga benih lebih
sehat.
Kolam pendederan sebaiknya tidak terlalu luas, 3 m x 10 m sudah cukup. Saat pemindahan dari kolam
pemijahan ke kolam pendederan sebaiknya tidak terlalu padat. Kepadatan benih lele sangkuriang di dalam
kolam dapat mengakibatkan benih menjadi stres dan saling memangsa satu sama lain.

3.4.3 Pembesaran
3.4.3.1 Penebaran Benih ikan lele sangkuriang
Penebaran benih adalah salah satu faktor yang menjadi kunci keberhasilan dalam usaha budidaya.
sebelum ditebar benih ikan lele, kolam yang digunakan harus sudah bersih dan kualitas airnya sudah
baik. Pakan alami harus tersedia didalam kolam tersebut, perendaman pupuk kandang seperti kotoran
kambing adalah salah satu cara menumbuhkan pakan alami. benih ikan lele sangkuriang yang siap ditebar
berukuran 5-6,7-8 atau 9-10 cm.tetapi para petani kebanyakan menggunakan ukuran benih 5-6 cm.
Dalam penebaran benih, kepadatan adalah faktor yang penting, jika terlalu jarang maka akan tercipta
ruang gerak yang terlalu lebar, sehingga ikan akan banyak bergerak yang akan menggunakan energi dari pakan .
hal ini tentu akan mengurangi nutrisi pakan untuk pembentukan daging. Jika terlalu padat efek yang ditimbulkan
adalah kanibalisme dan pertumbuhan yang tidak rata (variasi), kepadatan yang ideal sebenarnya bervariasi
antara100 sampai 150 ekor permeter persegi.
3.4.3.2 Pemeliharaan/Pembesaran
Pemeliharaan/ pembesaran bertujuan untuk menghasilkan ikan ukuran konsumsi atau ukuran pasar.
Dalam kegiatan ini ikan diharapkan dapat tumbuh semaksimal mungkin. Untuk mendapatkan ikan lele
sangkuriang yang berukuran konsumsi perlu perawatan yang optimal seperti lingkungan hidup ikan atau kolam
yang baik dan pemberian pakan yang tepat jumlah mutu, cara dan waktu pemberian pakan. Pemberian pakan
yang cukup dan bermutu baik untuk mencapai panen dapat ditempuh waktu 2,5-3 bulan.
ukuran konsumen sangat beragam, seperti ukuran pecel lele adalah 6-7/kg sedangkan untuk ukuran
rumah makan 10/kg. ukuran untuk pasar dari 5-10/kg. kegiatan pembesaran adalah sebagai berikut:
3.4.3.3 Perawatan Kolam
Perawatan kolam bertujuan untuk menciptakan lingkungan hidup ikan yang optimal. Perawatan kolam
seperti membersihkan rumput-rumput liar disekitar pematang kolam, membersihkan sampah di pembuangan
kolam agar air tetap mengalir dan mengatur aerasi, agar kadar oksigen terlarut tetap tersedia di dalam kolam.
3.4.3.4 Teknik dan Waktu Pemberian Pakan
Pakan adalah komponen penting dalam usaha pembesaran ikan lele. Pakan yang baik akan memacu
pertumbuhan daging ikan lele. Teknik yang digunakan dalam memberikan pakan ikan lele sangkuriang adalah
dengan cara ditebar dengan tangan. Pakan yang diberikan ditebar merata di bagian-bagian kolam. Cara ini
bertujuan agar semua ikan mendapatkan makanan.
Pemberian pakan yang berlebihan` tidak baik bagi pertumbuhan ikan lele. Sisa pakan yang tidak
termakan ikan akan pempengaruhi kualitas air dan menimbulkan penyakit. Pemberian pakan yang terlalu sedikit
juga kurang baik. Sifat ikan lele adalah kanibal apabila pemberian pakan kurang maka akan terjadi kanibalisme,
Sehingga pemberian pakan harus cukup terpenuhi.
Salah satu teknik memberikan pakan pada ikan lele adalah saat pertama kali pakan ditebar ikan akan
bergerak agresif, maka pakan terus diberikan hingga pergerakan ikan tidak agresif lagi. Setelah ikan sudah
tidak bergerak agresif lagi kemudian pakan ditambah sedikit 1-3 genggam kemudian pemberian pakan dapat
dihentikan.
Pemberian pakan sebaiknya tepat waktu, dalam 1 hari pemberian pakan dapat dilakukan 3-4 kali pagi,
siang, sore dan malam. ikan lele adalah ikan yang aktif pada malam hari (nokturnal) sehingga porsi pemberian
pakan lebih banyak pada malam hari.
3.4.3.5 Jumlah Pakan
Jumlah pakan yang diberikan adalah 3-5% dari berat ikan lele sangkuriang. Sebagai contoh benih yang
ditebar pada 1000 ekor benih ikan lele sangkuriang yang berukuran 4-5 cm memiliki berat 1500 gram makan
berat benih 1,5 gram. dapat diambil kisaran pakan yang diberikan sebesar 5% makan pakan yang diberikan
sebanyak 30 gram perekor.
3.4.3.6 Panen
Pemanenan dapat di lakukan setelah ikan berumur 2,5-3 bulan dan mencapai berat 6-10/kg. Pemanenan
sebaiknya di lakukan pada pagi atau sore hari saat suhu masih rendah sehingga ikan tidak stres. Sebelum panen
ikan tidak diberi pakan, apa bila ikan masih di beri pakan saat panen ikan akan mengeluarkan makanan tersebut
sehingga ikan akan stres. Saat pemanenan kolam dikeringkan sebagaian sebelum ikan di tanggkap. Alat-alat
yang digunakan dalam pemanenan sebagai berikut:
- waring
- seser
- bak besar
- bak kecil
- ember
- pompa air

Penggunaan jaring mempermudah dalam penangkapan ikan lele, penarikan jaring dibutuhkan 3-4 orang.
Saat menarik jaring sebaiknya hingga menempel ke dinding kolam karena ikan sering mengumpul di pinggiran
kolam. Saat menaik ikan harus disiapkan bak penampung sementara yang berisi sedikit air. Penaikan ikan dari
jaring ke bak menggunakan seser halus. Setelah semua ikan dipanen kemudian dilakukan penyeleksian sesuai
dengan permintaan konsumen. Seperti pecel lele berukuran 6-7 ekor/kg sedangkan untuk rumah makan
berukuran 10 ekor/kg dan untuk pasar bisa 5-10 ekor/kg. setelah ikan di seleksi kemudian ikan dipindahkan ke
kolam waring untuk pemberokan. Pemberokan bertujuan untuk menghilangkan bau lumpur yang dilakukan
selama 2-3 hari kemudian ikan baru dapat dipasarkan.

3.4.4 Pemasaran
3.4.5.1 Benih
Pemasaran benih ikan lele merupakan usaha yang menjanjikan.
Pemasaran benih dilakukan dengan menggunakan kantong plastik yang berisi
oksigen.
Berikut ini adalah beberapa teknik penghitungan benih:
1. Menggunakan timbangan
- Pengambilan sampel 1000 ekor benih lele yang seragam, yang sudah diseleksi
- kemudian di timbang
2. Menggunakan gelas
- Pengambilan sampel isi dalam satu gelas penuh.
- setelah diketahui baru dapat dilakukan penghitungan

3. Manual
- Dihitung langsung menggunakan tangan.

Teknik pengemasan benih (packing)


benih yang sudah di hitung kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik
yang sudah diisi air. kemudian kantong diisi oksigen dan diikat dengan karet.

3.4.5.2 Ikan Lele Konsumsi


Pemasaran ikan konsumsi tidak jauh berbeda dengan benih. namu dalam
pemasaran ikan konsumsi ukurannya begitu beragam dalam segala aspek
seperti:
- pecel lele 6-7/kg
- pasar tradisional  5-9/kg
- rumah makan  9-10/kg
- perumahan  8-10/kg
Analisi Usaha

3.4.4.1 Pemijahan
Jumlah induk 4 pasang
Biaya
- Cacing 100 canting harga Rp 10000 = Rp 1.000.000
- Fengli 2 karung harga Rp 135000 =Rp. 270.000
- PF 500 4 karung harga Rp 75000 =Rp. 300.000
- PF 800 4 karung harga Rp 135000 =Rp. 540.000
- PF1000 4 karung harga Rp 135000 =Rp. 540.000
- Tenaga kerja 30 X Rp 50000 = Rp. 1.500.000 +
Jumlah = Rp. 3.150.000

Penerimaan
Lama pemeliharaaan 20-30 hari
dapat mencapai ukuran :
Ukuran 2-3 -> 20000 ekor. harga Rp 60 = Rp. 1.200.000
Ukuran 4-5 -> 60000n ekor. harga Rp 80 = Rp. 4.800.000 +
Jumlah Rp. 6.000.000
Pendapatan
penerimaan - biaya Rp. 6.000.000
Rp. 3.150.000 -
Hasil akhir = Rp. 2.850.000

3.4.4.2 Pembesaran
Ukuran kolam : 5 x 12 meter
Jumlah benih yang di tebar :4500 ekor
Harga benih : Rp 200
Waktu s.d panen :2,3-3 bulan

Biaya :
Pakan ikan fellet 450 kg~ Rp 8.300 = Rp. 3.825.000
Jumlah benih 4500 ekor ~ Rp. 2.00 = Rp. 900.000
Tenaga kerja = Rp. 300.000 +
Jumlah = Rp. 5.025.000
Penerimaan
Hasil panen 495 kg
Harga Rp. 15.000
495 kg x Rp. 15.000 = Rp. 6.930.000

pendapatan
Hasil yang diperoleh-biaya pengeluaran= Keuntungan
Rp. 6.930.000
Rp. 5.025.000 –
Rp. 1.905.000
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1. Permasalahan/kendala di lapangan


1. Sering terjadi kebocoran pada kolam terpal Budidaya akibat rapuhnya terpal karena sering terkena sinar
matahari dan penyebab kebocoran juga sering terjadi pada saat pembersihan kolam yang kurang hati-
hati. Kebocoran juga terjadi diakibatkan oleh batu-batu kecil yang tajam yang berada di dasar kolam.
2. Pada saat pemanenan ikan di kolam beton sangat lama kerena air yang ada di kolam tersebut lama habisnya
kerana silkulasi airnya kecil.
3. Kurangnya alat dan fasilitas terutama alat untuk pengecekan dan pengontrolan kualitas air
4. timbulnya penyakit bisul pada ikan lele dewasa

4.2 Penyelasaian masalah


1. Pada kolam terpal yang bocor ditambal dengan mengunakan plastik/terpal yang tidak digunakan lagi dan diberi
lem pelekat agar melekat kuat.
2. Pada saat pemanenan pembuangan air dibantu dengan mengunakan mesin penyedot air.
3. Agar proses budidaya lebih lancar dan berjalan dengan baik, peralatan yang kurang harus dilengkapi.
4. sebaiknya agar tidak terjadi penyerangan penyakit bisul pada ikan lele pemberian pakan harus baik, seperti
pemberian pakan yang tidak berlebihan dan untuk pencegahan selanjutnya peningkatan kadar oksigen terlarut
(DO) dengan cara pemberian airasi atau menggunakan mesin blower.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Setelah melaksanankan prakerin kesimpulan yang dapat di ambil adalah:
1. Mendapatkan pengetahuan tentang pemijahan, pembesaran dan pemasaran ikan lele
sangkuriang.
2. Mengetahui tentang persiapan wadah dan media.
3. Mengetahui cara pemberian pakan yang baik dan benar.
4. Mengetahui tentang cara dan fungsi penyortiran.
5. Mengetahui tentang cara penanganan hama dan penyakit.

5.2. Saran
Adapun saran yang dapat di berikan sebagai berikut:
1. Menambah dan melengkapi fasilitas alat dan bahan.
2. Memberi kesempatan kepada peserta didik yang lain untuk melaksanakan praktik kerja
indusrti.
3. Dalam kegiatan pembenihan Ikan Lele (Clarias sp.) secara alami. Diperlukan waktu yang
lebih panjang dan cukup, untuk mencegah terjadinya kurangnya persiapan dalam pembenihan.

LAMPIRAN :

v
Gambar 5.2 seleksi benih