Anda di halaman 1dari 44

BIOLOGI

Standar Kompetensi 1 :
Mengaplikasikan Pengelompokkan Makhluk Hidup untuk Mempelajari
Keanekaragaman da Peran Keanekaragaman hayati bagi Kehidupan

I. Keanekaragaman Hayati dan Perannya terhadap Lingkungan


Kata “keanekaragaman” menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu
benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur
ataupun jumlah.
Sedangkan kata “Hayati” menunjukkan sesuatu yang hidup. Jadi
keanekaragaman hayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup
(organisme) penghuni biosfer.
Keanekaragaman hayati disebut juga “Biodiversitas”. Keanekaragaman atau
keberagaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena akibat adanya perbedaan
warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan dan sifat-sifat lainnya.
Sedangkan keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terlihat dengan adanya
persamaan ciri antara makhluk hidup. Untuk memahami konsep keseragaman dan
keberagaman makhluk hidup pergilah Anda ke halaman sekolah. Amati lingkungan
sekitarnya! Anda akan menjumpai bermacam-macam tumbuhan dan hewan. Jika Anda
perhatikan tumbuhan-tumbuhan itu, maka Anda akan menemukan tumbuhan-
tumbuhan yang berbatang tinggi, misalnya: palem, mangga, beringin, kelapa. Dan
yang berbatang rendah, misalnya: cabe, tomat, melati, mawar dan lain-lainnya. Ada
tumbuhan yang berbatang keras, dan berbatang lunak. Ada yang berdaun lebar,
tetapi ada pula yang berdaun kecil, serta bunga yang berwarna-warni. Begitu pula
Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang memiliki kesamaan ciri seperti:
tulang daun menyirip atau sejajar, sistem perakaran tunggang atau serabut, berbiji
tertutup atau terbuka, mahkota bunga berkelipatan 3 atau 5 dan lain-lain. Begitu pula
pada hewan-hewan yang Anda temukan, terdapat hewan-hewan yang bertubuh besar
seperti kucing, sapi, kerbau, dan yang bertubuh kecil seperti semut serta kupu-kupu.
Ada hewan berkaki empat, seperti kucing. Berkaki dua seperti ayam. Berkaki banyak
seperti lipan dan luwing. Juga akan tampak burung yang memiliki bulu dan bersayap.
Di samping itu, Anda juga akan menemukan hewan yang hidupnya di air
seperti: ikan mas, lele, ikan gurame. Dan hewan-hewan yang hidup di darat seperti
kucing, burung dan lain-lain. Ada hewan yang tubuhnya ditutupi bulu seperti burung,
ayam. Ada yang bersisik seperti ikan gurame, ikan mas, dan ada pula yang berambut
seperti kucing, kelinci dan lain-lain.
Keanekaragaman hayati tidak saja terjadi antar jenis, tetapi dalam satu jenis
pun terdapat keanekaragaman. Adanya perbedaan warna, bentuk, dan ukuran dalam
satu jenis disebut variasi.
Untuk mengetahui keanekaragaman hayati tingkat pada tumbuhan atau
hewan, anda dapat mengamati, antara lain ciri-ciri fisiknya. Misalnya bentuk dan
ukuran tubuh, warna, kebiasaan hidup dan lain-lain.
1.1. Ciri-Ciri, Fungsi dan Kegunaan Hewan
1. Mamalia
Binatang menyusui atau mamalia adalah kelas hewan vertebrata
yang terutama dicirikan oleh adanya kelenjar susu, yang pada betina
menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya; adanya rambut; dan
tubuh yang endoterm atau "berdarah panas". Otak mengatur sistem
peredaran darah, termasuk jantung yang beruang empat. Mamalia terdiri
lebih dari 5.000 genus, yang tersebar dalam 425 keluarga dan hingga 46
ordo, meskipun hal ini tergantung klasifikasi ilmiah yang dipakai.
Sebagian besar mamalia melahirkan keturunannya, tapi ada
beberapa mamalia yang tergolong ke dalam monotremata yang bertelur.
Kelahiran juga terjadi pada banyak spesies non-mamalia, seperti pada ikan
guppy dan hiu martil; karenanya melahirkan bukan dianggap sebagai ciri
khusus mamalia. Demikian juga dengan sifat endotermik yang juga dimiliki
oleh burung.
Monotremata tidak memilki puting susu, namun tetap memiliki
kelenjar susu. Artinya, monotremata memenuhi syarat untuk masuk ke
dalam kelas Mamalia. Perlu diketahui bahwa taksonomi yang sering
digunakan belakangan ini sering menekankan pada kesamaan nenek
moyang. Mamalia dibedakan menjadi 13 kelompok :
a. Monotremata : platipus
b. Marsupialia : kangguru
c. Insektivora : tikus tanah
d. Chiroptera : kelalawar

1
e. Primata : lemur, monyet, kera, manusia
f. Edentata : armadilo, hewan pemakan semut, kukang
g. Lagomorpha : kelinci
h. Rodentia : tikus, tupai, landak
i. Odontoceta : lumba-lumba, paus, pesut
j. Karnivora : kucing, anjing, beruang, anjing laut, rakun, musang
k. Perissodactyla : kuda, zebra, tapir, badak
l. Artiodactyla : babi, unta, jerapah, domba, bison

Tubuh mamalia terdiri dari kepala, leher, badan, dan ekor. Secara
umum, ciri-ciri mamalia adalah sebagai berikut :
a. Mamalia hidup di darat atar terrestrial.
b. Penutup tubuh berupa kulit dengan rambut dan memiliki kelenjar
keringat.
c. Anggota gerak mamalia yang hidup di darat berupa kaki atau tangan,
sedangkan yang hidup di air beradaptasi dengan sirip.
d. Pada mamalia betina terdapat kelenjar susu yang terletak di daerah
perut atau dada.
e. Darah mamalia tidak berinti, jantungnya terdiri atas dua serambi dan
dua bilik terekat dengan sempurna.
f. Semua mamalia bernafas dengan paru-paru yang terletak di rongga
dada.
g. Sistem pencernaan sempurna mulai dari mulut sampai ke anus.
h. Memiliki kemampuan untuk mangasuh dan melindungi anaknya.

Ada banyak peranan mamalia dalam kehidupan manusia. Peran dan


manfaat mamalia tersebut antara lain :
a. Sumber protein hewani, seperti daging sapi, daging kerbau, daging
kelinci, daging kambing, dan lain-lain.
b. Kotoran sapi atau kerbau dapat digunakan sebagai pupuk atau bahan
bakar.
c. Sebagai sarana transportasi, misalnya kuda, gajah, kerbau, dan lembu.
d. Beberapa jenis mamalia dapat dijadikan hewan peliharaan seperti anjing
dan kucing.
e. Sebagai bahan kerajinan, misalnya tanduk, cula dan kulit.
f. Beberapa mamalia juga merugikan seperti mencuri ternak dan buah-
buahan, serta perantara berbagai penyakit.

2. Aves (Burung)
Aves merupakan kelas tersendiri dalam kingdom animalia, aves atau
burung memiliki ciri umum yaitu berbulu dan kebanyakan diantara mereka
bisa terbang. Kelas aves adalah satu-satunya kelompok hewan yang
memiliki bulu.
Burung adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang
(vertebrata) yang memiliki bulu dan sayap. Fosil tertua burung ditemukan
di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx. Jenis-jenis burung begitu
bervariasi, mulai dari burung kolibri yang kecil mungil hingga burung unta,
yang lebih tinggi dari orang. Diperkirakan terdapat sekitar 8.800 – 10.200
spesies burung di seluruh dunia; sekitar 1.500 jenis di antaranya ditemukan
di Indonesia.
Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan
kelenjar pencernaan. Makanan burung bervariasi berupa biji-bijian, hewan
kecil, dan buah-buahan. Saluran pencernaan pada burung terdiri atas:
a. paruh: merupakan modifikasi dari gigi,
b. rongga mulut: terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung
antara rongga mulut dan tanduk,
c. faring: berupa saluran pendek, esofagus: pada burung terdapat
pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat
penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat,
d. lambung terdiri atas:
 Proventrikulus (lambung kelenjar)
 Ventrikulus (lambung pengunyah/empedal).Pada burung pemakan
biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama makanan

2
yang berguna untuk membantu pencernaan dan disebut sebagai
"hen’s teeth”,
e. intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada
kloaka. Usus halus pada burung terdiri dari duodenum, jejunum dan
ileum. Kelenjar pencernaan burung meliputi: hati, kantung empedu, dan
pankreas. Pada burung merpati tidak terdapat kantung empedu.

Aves memiliki ciri-ciri umum antara lain :


a. Penutup tubuh berupa kulit dengan bulu.
b. Berdarah panas, artinya suhu tubuh tidak menyesuaikan diri dengan
lingkungan.
c. Indra penglihatan dan pendengaran berkembang cukup baik.
d. Tungkai depan berkembang menjadi sayap.
e. Jantung terdiri atss empat ruang dengan sekat yang sempurna.
f. Reproduksi terjadi secara generatif seksual dengan fertilisasi internal.
g. Sistem pencernaan makanan memiliki tembolok dan empendal
(lambung kelenjar).
h. Respirasi dengan paru-paru, bagi aves yang bisa terbang respirasi
dibantu dengan pundi-pundi udara.

Peranan dan manfaat aves (burung) bagi kehidupan manusia antara


lain :
a. Sumber protein hewani (daging dan telurnya).
b. Telur ayam dan itik untuk ramuan obat-obatan dan membuat kue.
c. Sebagai bahan perindustrian, contoh shuttlecock dibuat dari bulu
plumae (itik, angsa, ayam, dan lain-lain)

3. Reptil
Kata Reptilia berasal dari kata reptum yang berarti melata. Reptilia
merupakan kelompok hewan darat pertama yang sepanjang hidupnya
bernafas dengan peru-paru. Ciri umum kelas ini yang membedakan dengan
Kelas yang lain adalah seluruh tubuhnya tertutup oleh kulit kering atau
sisik. Kulit ini menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan pada beberapa
anggota ordo atau sub-ordo tertentu dapat mengelupas atau melakukan
pergantian kulit baik secara total yaitu pada anggota Sub-ordo Ophidia dan
pengelupasan sebagian pada anggota Sub-ordo Lacertilia. Sedangkan pada
Ordo Chelonia dan Crocodilia sisiknya hampir tidak pernah mengalami
pergantian atau pengelupasan. Ciri – ciri reptilia:
a. Penutup tubuh
 tubuh ditutupi kulit yang kering, keras, dan bersisik
 pada kura-kura rangkanya mengalami modifikasi menjadi karapaks
(perisai punggung dan plastron (perisai perut) yag tersusun dari
protein keratin
b. Anggota tubuh
 bergerak dengan cara melata
 ular tidak mempunyai tungkai
 buaya, kura-kura dan cicak mempunyai dua pasang tungkai
 tungkai cecak tersusun secara pararel untuk memudahkan
menempel dan merambat di dinding
c. Perkembangbiakan
 pembuahan terjadi di dalam tubuh (fertilisaasi internal)
 telur yang sudah dibuahi dikeluarkan dari tubuh betina dan
berkembang di alam bebas (ovipar)
 ada juga telur yang berada di tubuh induknya hingga menetas
(ovovivipar)

Kelas reptilia dibagai menjadi 4 ordo, yaitu


a. Rhyncocephalia (contohnya: Tuatara)
b. Testudinata / Chelonia (contohnya: Penyu, Kura-kura, dan Bulus)
c. Squamata (Contohnya: Serpentes, Lacertilia, dan Amphisbaena)
d. Crocodilia (contohnya: Buaya, Aligator, Senyulong, dan Caiman).

Peranan reptilia bagi kehidupan manusia antara lain :


a. Predator alam, contoh : ular pemakan tikus dan bengkarung pemakan
serangga.
b. Bahan baku kerajinan (sepatu, tas, dompet, ikat pinggang, sisir) dari
kulit buaya, kulit ular, kulit biawak.

3
c. Bahan pangan, contoh daging ular, daging kura-kura, telur penyu, dan
lain-lain.
d. Minyak ular atau racun ular dimanfaatkan manusia untuk berbagai
bahan obat-obatan.

4. Amphibi
Amfibi (Amphibia), umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang
belakang (vertebrata) yang hidup di dua alam; yakni di air dan di daratan.
Amfibia bertelur di air, atau menyimpan telurnya di tempat yang lembab
dan basah. Ketika menetas, larvanya yang dinamai berudu hidup di air atau
tempat basah tersebut dan bernafas dengan insang. Setelah beberapa
lama, berudu kemudian berubah bentuk (bermetamorfosa) menjadi hewan
dewasa, yang umumnya hidup di daratan atau di tempat-tempat yang lebih
kering dan bernafas dengan paru-paru.
Amfibia mempunyai ciri-ciri yaitu tubuh diselubungi kulit yang
berlendir, merupakan hewan berdarah dingin (poikiloterm), mempunyai
jantung yang terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik,
mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput
renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi
untuk melompat dan berenang, matanya mempunyai selaput tambahan
yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam,
pernafasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat
pernafasannya berupa paru-paru dan kulit dan hidungnya mempunyai katup
yang mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam, dan
berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang
jantan di luar tubuh induknya (pembuahan eksternal).
Contoh amfibia yang terdapat di Indonesia adalah bangsa sesilia
(Caecilia), serta bangsa kodok dan katak (Anura). Sesilia adalah
semacam amfibia tidak berkaki yang badannya serupa cacing besar atau
belut. Satu lagi bangsa amfibia, yang tidak terdapat secara alami di
Indonesia, adalah salamander. Amfibia dari daerah bermusim empat ini
bertubuh serupa kadal, namun berkulit licin tanpa sisik.
Beberapa peranan amphibia begi kehidupan manusia antara lain
dimanfaatkan dalam bidang kedokteran untuk diambil racunnya sebagai
penguat denyut jantung. Di beberapa daerah, spesies katak dijadikan
sumber makanan. Selain itu, digunakan juga sebagai bahan praktikum
zoologi bagi siswa dan mahasiswa.

5. Pisces (Ikan)
Pisces atau ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah
dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan
kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies
lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong
kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih
diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas
Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan
(kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya
tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes).
Berdasarkan bahan penyusun rangkanya Pisces dibagi menajdi 2
golongan :
a. ikan berangka tulang rawan (Chondrichthyes), contoh : ikan hiu, ikan
pari, ikan cucut
b. ikan berangka tulang sejati (Osteichthyes), contoh : ikan kakap, ikan
mas, ikan tongkol, ikan bandeng

Ciri-ciri umum dari ikan :


a. Hidup di dalam air.
b. Mempunyai sisik yang berlendir.
c. Mempunyai sirip untuk bergerak.
d. Bernafas melalui insang.
e. Membiak secara bertelur.
Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum
oris). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang
terdapat di daerah sekitar insang. Esofagus berbentuk kerucut, pendek,
terdapat di belakang insang, dan bila tidak dilalui makanan lumennya
menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung.Dari

4
lambung, makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-
kelok dan sama besarnya.Usus bermuara pada anus.

Beberapa manfaat pisces yang menguntungkan manusia antara lain :


a. Sumber protein hewani, vitamin A, dan asam lemak tak jenuh.
b. Di California, Filipina, dan Srilanka sirip ikan cucut dan ikan pari
dikeringkan lalu direbus, dibuat gelatin untuk penyedap masakan sup.
c. Bahan kerajinan (sepatu, tas, sampul buku, pelapis kotak) atau bahan
amplas dari kulit ikan cucut yang telah disamak; maka banyak berdiri
pabrik penyamak kulit ikan.
d. Tulang ikan dapat dimanfaatkan sebagai perekat.
Beberapa peranan pisces yang merugikan antara lain, beberapa jenis
ikan dapat menyerang dan melukai manusia. Misalnya ikan pari dengan
ekornya dan ikan cucut yang merusak jaring nelayan. Beberapa ikan besar
juga memakan ikan atau Crustacea sehingga merupakan kompetitor yang
merugikan manusia.

1.2. Ciri-Ciri, Fungsi dan Kegunaan Tumbuhan


1. Tumbuhan Dikotil
Secara sederhana, yang dimaksud dengan dikotil adalah tumbuhan
berbunga yang memiliki biji berkeping dua. Tumbuhan yang masuk ke
dalam kelompok dikotil ini mempunyai sepasang daun lembaga atau yang
kita kenal dengan sitilah kotiledon. Daun lembaga tersebut terbentuk sudah
sejak tahapan biji dengan demikian sebagian besar anggotanya memiliki
bebijian yang mudah sekali terbelah menjadi dua bagian. Hal inilah yang
menjadi pembeda utama antara tumbuhan dikotil dengan monokotil yang
justru kepingan bijinya tunggal.

Adapun ciri-ciri khusus tumbuhan dikotil sebagai berikut:


a. Akarnya memiliki bentuk tunggang dengan akar utama yang lebih besar
dari akar sekunder.
b. Bentuk atau pola tulang daun/ sumsum cenderung menjari atau
menyirip.
c. Bagian tudung akarnya atau kaliptrogen tidak dilengkapi dengan tudung
akar.
d. Adapun jumlah kotiledonnya dua.
e. Pada organ akarnya terdapat kambium karena salah satu fungsi akar
pada tumbuhan dikotil adalah untuk menyimpan makanan.
f. Adapun jumlah kelopak bunganya merupakan kelipatan dari empat
terkadang juga lima.
g. Pelindung akar maupun batang lembaganya tidak ada baik itu koleoptil
maupun koleorhiza.

Tumbuhan dikotil memiliki beberapa suku, antara lain:


a. Suku getah – getahan (Euphorbiaceae), apabila dilukai bagian tubuhnya
akan mengeluarkan getah berwarna putih. Contoh : Manihot utilissima
(ketela pohon), Havea Brasiliensis (karet), umbi-umbian
b. Suku kacang – kacangan (Papilionaceace), cirinya mahkota bunga
berbentuk kupu – kupu, buahnya polong dan sering ditemukan bintil
akar. Contoh : Arachis hypogaea (kacang tanah), Vigna sinensis (kacang
panjang)
c. Suku terong terongan (Solanaceae), cirinya bunga berbentuk bintang,
terompet, buah buni /buah kotak dengan lapisan dalam berair atau
berdaging. Contoh : Solanum lycopersicum (tomat), Capsicum annum
(cabai), terong
d. Suku cemara cemaraan (Casuarinaceae) , cirinya mempunyai ranting
yang beruas pada dahan besar seperti jarum dan buahnya mirip runjung
kecil.
Contoh: Cemara laut, Cemara lilin, cemara medan, cemara hias/cemara
indah
e. Capparaceae masuk dalam jenis bunga-bungaan dengan ciri berdaun
tunggal atau majemuk dan menjari dan berukuran kecil, Buah mirip
dengan bentuk kapsul memanjang. Contoh Gynandropis speciosa dan
Capparis spinosa.
f. Suku kapas-kapasan (Malvaceae), memiliki bentuk pohon dapat berupa
perdu atau pohon dengan ciri bunga besar dan membentuk corong,
kelopka bunganya bersatu. Contoh bunga sepatu,kapas, waru, sidaguri.

5
g. Myrtales merupakan jenis bunga berbentuk pohon atau perdu. dengan
tmapak daun selalu hijau dan beraroma jika diremas. Contohnya pohon
cengkeh (Eugenia caryphyllus ) dan eucalyptus.
h. Apocynaceae , memiliki bentuk batang bergerak putih, dengan bunga
berwarna mencolok, berukuran besar dan harum. Contoh : tapak dara
dan alamanda.
i. Piperaceae, berbentuk perdu atau semak, terdpat juga jenis yang
merambat dengan akar lekat. Daun memiliki bau aromatik dan rasa
pedas. Contoh: sirih dan lada.
j. Rosaceae
merupkan kelompok mawar, dengan bentuk semak namun ada yang
memanjat, berkayu dengan duri yang mengelilingi batang. Contoh: Rosa
hybrida dan malus sylvstris.

2. Tumbuhan Monokotil
Secara sederhana, monokotil diartikan sebagai tumbuhan yang
bagian bijinya tunggal atau mono atau tak berkeping. Adapun karakter
yang paling kuat dari tanaman berkeping tunggal ini antara lain daun
lembaga, akar yang berbentuk serabut, daun yang berselang seling, bagian
tulang daunnya sejajar dan cenderung berbentuk layaknya pita serta masih
banyak lagi lainnya. Di dalam sistem taksonomi, tumbuhan monokotil
dilekatkan beberapa nama kelompok besar seperti Liliopsoda, liliidae, dan
juga Monocotyledodeae. Pengelompokannya secara lengkap bisa dilihat
sebagai berikut:
a. Monocotyledoneae dalam sistem de Candolle dan sistem Engler.
b. Monocotyledones dalam sistem Bentham & Hooker dan sistem
Wettstein.
c. Kelas Liliopsida dalam sistem Takhtajan dan sistem Cronquist.
d. Anak kelas Liliidae dalam sistem Dahlgren dan sistem Thorne (1992).
e. Klad monocots dalam sistem APG dan sistem APG II.

Ciri-Ciri Tumbuhan Monokotil/Monocotyledoneae (Liliopsida) :


a. Memiliki keping biji tunggal
b. Memiliki berkas vaskuler
c. Antara xilem dan floem tidak terdapat cambium
d. Letak xilem dan floem tidak beraturan
e. Pada umumnya batang dan akar tidak memiliki cambium
f. Umumnya batang tidak bercabang
g. Akar berserabut
h. Berdaun tunggal kecuali untuk jenis tumbuhan palem
i. Urat daun sejajar atau melengkung dan berpelepah daun
j. Bunga terdiri atas kelopak bunga, mahkota, benang sari yang berjumlah
tiga atau kelipatan tiga

Tumbuhan monokotil memiliki beberapa jenis suku tumbuhan, antara lain:


a. Orchidaceae, merupakan tumbuhan semak menahun. Anggrek
memiliki akar rimpang, daun berdaginag dan sebagian dari jenisnya
hidup secara epifit. Contoh: Vanda tricolor, Spathologttis plicata
(anggrek tanah)
b. Liliaceae, merupakan tumbuhan dengan semak basah, sebagia
jenisnya ada yang memiliki akar rimpang, umbi lapis. Contoh: Lilium
regale dan bunga tulip.
c. Amaryllidaceae, merupakan tumbuhan semak basah menahun.
Tumbuhan ini memiliku umbi lapis, atau akar rimpang. Contoh: Piliantes
tuberosa (sedap malam) dan Zephyranthes rosea (kembang cokelat).
d. Pandanaceae, merupakan tumbuhan monokotil berbentuk pohon perdu
atau semak. Daun pandanaceae bertulang daun sejajar dan trkumpul
rapat. Daun yang rontok akan meninggalkan bekas pada batangnya .
Contoh: Pandanus tectorius (pandan).
e. Cactaceae, merupakan tumbuhan kelompok kaktus, memiliki batang
yang digunakan untuk menyimapn air (sukulen). Memliki daun kecil,
berbentuk sisik atau berbentuk duri tempel. contoh: Opuntia elatior
(Buah dapat dimakan).
f. Musaceae, merupakan kelompok tumbuhan jenis pisang-pisangan.
Memiliki bentuk pohon atau semak, dengan batang semu yang terdiri
dari pelepah daun, tulang daun menyirip dan bunga membentuk
karangan. Contoh Musa paradisiaca (pisang).

6
g. Bromeliaceae, merupakan jenis tumbuhan semak basah eklompok
nanas-nanasan. Contoh: Ananas comosus (nanas).
h. Gramineae (Poaceae), merupakan kelompok rumput-rumputan. Ciri
yang dimiliki antara lain, memiliki batang silindris, agak pipih dan
berongga, berdaun tunggal dan berpelepah, bunga tersusun dalam bulir.
Contoh: Imperata cylindrica (alang-alang) dan Oryza sative (padi).
i. Zingiberaceae, Merupakan kelompok tumbuhan jahe-jahean.
Merupakana tumbuhan semak basah menahun, memiliki batang tegak
dengan daun berpelepah yang memeluk batang. Contoh: Zingiber
Officinalle (jahe) dan Alpinia galanga (lengkuas)

3. Tumbuhan Berspora
Tumbuhan berspora adalah tumbuhan yang memiliki spora. Spora
adalah satu atau beberapa sel (bisa haploid ataupun diploid) yang
terbungkus oleh lapisan pelindung. Sel ini dominan dan hanya tumbuh pada
lingkungan yang memenuhi persyaratan tertentu, yang khas bagi setiap
spesies. Fungsi spora sebagai alat persebaran (dispersi) mirip dengan biji,
meskipun berbeda jika ditinjau dari segi anatomi dan evolusi. Tumbuhan
berbiji dipandang dari sudut pandang evolusi juga menghasilkan spora.
Tumbuhan berspora meliputi golongan lumut (Bryophyta) dan paku
(Pterydophyta).

Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan peralihan dari tumbuhan


talus ke tumbuhan kormus (tumbuhan berpembuluh). Tumbuhan lumut
memiliki ciri-ciri :
a. Bersel banyak;
b. Berwarna hijau;
c. Hidup di tempat lembab;
d. Belum memiliki akar, batang, dan daun sejati, tetapi telah memiliki
bagian-bagian yang menyerupai akar, batang, dan daun;
e. Berkembang biak dengan spora.
Akar pada lumut disebut dangan rizoid yang digunakan untuk
melekat dan mengisap air dan mineral. Berdasarkan bentuk tubuhnya,
lumut dikelompokan menjadi dua golongan, yaitu lumut hati dan lumut
daun.

Sama dengan tumbuhan lumut, tumbuhan paku merupakan


tumbuhan yang sebagian besar hidup di tempat-tempat yang lembap.
Tumbuhan paku memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Berbeda dengan tumbuhan lumut, tumbuhan paku sudah memiliki akar,
batang, dan daun sejati. Oleh karena itu, tumbuhan paku termasuk
kormophyta berspora.
b. Baik pada akar, batang, dan daun, secara anatomi sudah
memiliki berkas pembuluh angkut, yaitu xilem yang berfungsi
mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses
fotosintesis, dan floem yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis ke
seluruh bagian tubuh tumbuhan.
c. Habitat tumbuhan paku ada yang di darat dan ada pula yang di perairan
serta ada yang hidupnya menempel.
d. Pada waktu masih muda, biasanya daun tumbuhan paku menggulung
dan bersisik.
e. Tumbuhan paku dalam hidupnya dapat bereproduksi secara aseksual
dengan pembentukan gemmae dan reproduksi seksual
dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina.
f. Dalam siklus hidup (metagenesis) terdapat fase sporofit, yaitu
tumbuhan paku sendiri.
g. Fase sporofit pada metagenesis tumbuhan paku memiliki sifat lebih
dominan daripada fase gametofitnya.
h. Memiliki klorofil sehingga cara hidupnya hidupnya fotoautotrof.

Macam-macam daun pada tumbuhan paku adalah:


1) Berdasarkan ukurannya
a) Mikrofil
Berasal dari kata mikro yang berarti kecil dan folium yang
berarti daun, jadi daun ini memiliki ukuran yang kecil dan jaringan-
jaringan di dalamnya belum terdiferensiasi secara jelas.

7
b) Makrofil
Berasal dari kata makro yang artinya besar dan folium yang
berarti daun, jadi daun ini memiliki ukuran yang besar dan sudah
terdiferensiasi. Di sini sudah bisa didapatkan jaringan epidermis
serta daging daun yang terdiri atas jaringan spons dan jaringan
bunga karang.
2) Berdasarkan fungsinya
a) Tropofil
Merupakan daun yang hanya berguna untuk fotosintesis. Pada
daun ini, tidak dihasilkan spora yang merupakan alat
perkembangbiakan tumbuhan paku.
b) Sporofil
Merupakan jenis daun pada tumbuhan paku yang selain dapat
digunakan untuk fotosintesis juga dapat menghasilkan spora. Spora
tumbuhan paku terletak dalam sorus yang merupakan kumpulan
dari kotak spora (sporangium). Berdasarkan jenis-jenis spora yang
dihasilkan, dikenal tumbuhan paku homospora, paku peralihan, dan
paku heterospora.
 Paku homospora
Merupakan jenis paku yang hanya menghasilkan spora
jantan atau spora betina saja. Contohnya adalah Lycopodium
atau paku kawat.
 Paku peralihan
Merupakan jenis paku yang dapat menghasilkan dua
macam spora, yaitu spora jantan dan spora betina. Namun,
spora-spora yang dihasilkan tersebut memiliki bentuk dan
ukuran yang sama. Contohnya adalah Equisetum debile.
 Paku Heterospora
Merupakan jenis paku yang dapat menghasilkan spora
dengan jenis dan ukuran yang berbeda, yaitu spora jantan dan
spora betina. Spora jantan memiliki ukuran yang lebih kecil, atau
biasa disebut sebagai mikrospora dan spora betina memiliki
ukuran yang lebih besar, atau biasa disebut sebagai makrospora.
Contohnya adalah Marsilea crenata (semanggi) dan Selaginella
widenowii.

Tumbuhan paku dapat diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu:


a. Psilophytinae; Contohnya adalah Psilotum nodum. Anggota kelas ini
banyak yang telah punah.
b. Equisetinae; Contohnya adalah Equisetum debile atau paku ekor kuda.
c. Lycopodinae; Contohnya adalah Lycopodium atau paku kawat dan
Marsilea crenata (semanggi).
d. Filicinae; Contohnya adalah paku pakis.

Dalam kehidupan sehari-hari, tumbuhan paku juga berperan dalam


kehidupan, antara lain:
a. Sebagai tanaman hias, misalnya Adiantum cuneatum
(suplir), Asplenium nidus (paku sarang burung) dan Platycerium biforme
(paku simbar menjangan).
b. Sebagai tanaman obat, misalnya rimpang dari Aspidium filixmas
(Dryopteris) yang mampu mengobati cacingan.
c. Sebagai bingkai dalam karangan bunga.
d. Sebagai pupuk hijau.
e. Sebagai sayuran, contohnya adalah Marsilea crenata (semanggi).

4. Fungsi dan Kegunaan Tumbuhan


a. Bahan makanan
Sagu (batang aren/sagu), daun sebagai sayuran (bayam), buah
(mangga), biji (padi, gandum, jagung).
b. Bahan sandang
Kain katun (tumbuhan kapas)
c. Bahan bangunan (kayu jati, borneo, meranti)
d. Untuk obat
Obat gatal-gatal (daun sirih), obat panas dalam (akar alang-alang),
malaria (kulit batang kina), batu ginjal (daun kumis kucing), obat diare
(daun jambu biji).

8
e. Penghasil minyak asiri (parfum, kosmetik) sebagai pewangi yaitu kayu
putih, kayu gaharu, serai
f. Bahan baku industry
Industri ban (getah karet), terpentin untuk cat (getah pinus), industri
kertas (kayu pinus), industri minyak goreng (kelapa sawit)
g. Bahan pewarna alami
h. Warna kuning (kunyit), pewarna hijau (daun suji/pandan), warna ungu
(bit), warna orange/jingga (wortel), warna merah (cabai).
i. Bahan penyedap masakan (lada, pala, cengkeh, serai, jahe)
j. Untuk mengurangi pencemaran karbondioksida
k. Mencegah terjadinya erosi

II. Keanekaragaman Hayati Di Indonesia


2.1. Jenis-Jenis Flora dan Fauna di Indonesia
Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman
hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan
kutub (iklim kutub). Tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia ini terlihat
dari berbagai macam ekosistem yang ada di Indonesia, seperti: ekosistem
pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem padang rumput, ekosistem hutan
hujan tropis, ekosistem air tawar, ekosistem air laut, ekosistem savanna, dan
lain-lain. Masing-masing ekosistem ini memiliki keaneragaman hayati tersendiri.
Tumbuhan (flora) di Indonesia merupakan bagian dari geografi
tumbuhan Indo-Malaya. Flora Indo-Malaya meliputi tumbuhan yang hidup di
India, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Flora yang tumbuh
di Malaysia, Indonesia, dan Filipina sering disebut sebagai kelompok flora
Malesiana.
Hutan di daerah flora Malesiana memiliki kurang lebih 248.000 species
tumbuhan tinggi, didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu
pohon-pohon yang menghasilkan biji bersayap. Dipterocarpaceae merupakan
tumbuhan tertinggi dan membentuk kanopi hutan. Tumbuhan yang termasuk
famili Dipterocarpaceae misalnya Keruing ( Dipterocarpus sp), Meranti (Shorea
sp), Kayu garu (Gonystylus bancanus), dan Kayu kapur (Drybalanops
aromatica).
Hutan di Indonesia merupakan bioma hutan hujan tropis atau hutan
basah, dicirikan dengan kanopi yang rapat dan banyak tumbuhan liana
(tumbuhan yang memanjat), seperti rotan. Tumbuhan khas Indonesia seperti
durian (Durio zibetinus), Mangga (Mangifera indica), dan Sukun (Artocarpus sp)
di Indonesia tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi.
Sebagai negara yang memiliki flora Malesiana apakah di Malaysia dan
Filipina juga memiliki jenis tumbuhan seperti yang dimiliki oleh Indonesia? Ya,
di Malaysia dan Filipina juga terdapat tumbuhan durian, mangga, dan sukun. Di
Sumatera, Kalimantan, dan Jawa terdapat tumbuhan endemik Rafflesia.
Tumbuhan ini tumbuh di akar atau batang tumbuhan pemanjat sejenis anggur
liar, yaitu Tetrastigma.
Bagaimana dengan wilayah Indonesia bagian timur? Apakah jenis
tumbuhannya sama? Indonesia bagian timur, tipe hutannya agak berbeda. Mulai
dari Sulawesi sampai Irian Jaya (Papua) terdapat hutan non–Dipterocarpaceae.
Hutan ini memiliki pohon-pohon sedang, diantaranya beringin (Ficus sp), dan
matoa (Pometia pinnata). Pohon matoa merupakan tumbuhan endemik di Irian.
Selanjutnya, mari kita lihat hewan (fauna) di Indonesia. Hewan-hewan di
Indonesia memiliki tipe Oriental (Kawasan Barat Indonesia) dan Australia
(Kawasan Timur Indonesia) serta peralihan. Hewan-hewan di bagian Barat
Indonesia (Oriental) yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, memiliki
ciri-ciri sebagai berikut:
1. Banyak species mamalia yang berukuran besar, misalnya gajah, banteng,
harimau, badak. Mamalia berkantung jumlahnya sedikit, bahkan hampir
tidak ada.
2. Terdapat berbagai macam kera, misalnya: bekantan, tarsius, orang utan.
3. Terdapat hewan endemik, seperti: badak bercula satu, binturong (Aretictis
binturang), monyet (Presbytis thomari), tarsius (Tarsius bancanus), kukang
(Nyeticebus coucang).
4. Burung-burung memiliki warna bulu yang kurang menarik, tetapi dapat
berkicau. Burung-burung yang endemik, misalnya: jalak bali (Leucopsar
nothschili), elang jawa, murai mengkilat (Myophoneus melurunus), elang
putih (Mycrohyerax latifrons).

9
Sekarang mari kita lanjutkan dengan hewan-hewan yang terdapat di
Kawasan Indonesia Timur. Jenis-jenis hewan di Indonesia bagian timur, yaitu
Irian, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara, relatif sama dengan Australia. Ciri-ciri
hewannya adalah:
1. Mamalia berukuran kecil
2. Banyak hewan berkantung
3. Tidak terdapat species kera
4. Jenis-jenis burung memiliki warna yang beragam
Irian Jaya (Papua) memiliki hewan mamalia berkantung, misalnya:
kanguru (Dendrolagus ursinus), kuskus (Spiloeus maculatus). Papua juga
memiliki kolek si burung terbanyak, dan yang paling terkenal adalah burung
Cenderawasih (Paradiseae sp). Di Nusa Tenggara, terutama di pulau Komodo,
terdapat reptilian terbesar yaitu komodo (Varanus komodoensis).
Sedangkan daerah peralihan meliputi daerah di sekitar garis Wallace
yang terbentang dari Sulawesi sampai kepulauan Maluku, jenis hewannya
antara lain tarsius (Tarsius bancanus), maleo (Macrocephalon maleo), anoa, dan
babi rusa (Babyrousa babyrussa).

Hewan dan Tumbuhan Langka di Indonesia


Di Indonesia banyak terdapat hewan dan tumbuhan yang telah langka.
Hewan langka misalnya babirusa (Babyrousa babyrussa), harimau Sumatra
(Panthera tigris sumatrae), harimau jawa (Panthera tigris sondaicus), macan
kumbang (Panthera pardus), orangutan (Pongo pygmaeus abelii di Sumatra dan
Pongo pygmaeus-pygmaeus di Kalimantan), badak Sumatra (Decerorhinus
sumatrensis), tapir (Tapirus indicus), gajah asia (Elephas maximus), bekantan
(Nasalis larvatus), komodo (Varanus komodoensis), banteng (Bossondaicus),
cendrawasih (Paradisaea minor), kanguru pohon (Dendrolagus ursinus), maleo
(Macrocephalon maleo), kakatua raja (Probosciger aterrimus), rangkong
(Buceros rhinoceros), kasuari (Casuarius casuarius), buaya muara (Crocodylus
porosus), buaya irian (Crocodylus novaeguinae), penyu tempayan (Caretta
caretta), penyu hijau (Chelonia mydas), ular sanca bodo (Phyton molurus),
sanca hijau (Chondrophyton viridis), bunglon sisir (Gonyochepalus dilophus).
Tumbuh-tumbuhan langka misalnya bedali (Radermachera gigantea), putat
(Planchonia valida), kepuh (Sterula foetida), bungur (Lagerstroemia speciosa),
nangka celeng (Artocarpus heterophyllus), kluwak (Pangium edule), bendo
(Artocarpus elasticus), mundu (Garcinia dulcis), sawo kecik (Manilkara kauki),
winong (Tetrameles nudiflora), bayur (Pterospermum javanicum), gandaria
(Bouea macrophylla), matoa (Pometia pinnata), sukun berbiji (Artocarpus
communis).

Hewan dan Tumbuhan Endemik di Indonesia


Di Indonesia banyak terdapat hewan dan tumbuhan endemik. Hewan dan
tumbuhan endemik Indonesia artinya hewan dan tumbuhan itu hanya ada di
Indonesia, tidak terdapat di negara lain.
Hewan yang endemik misalnya harimau jawa (Panthera tigris sondaicus),
harimau bali (sudah punah), jalak bali putih (Leucopsar rothschildi) di Bali,
badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, binturong (Artictis
binturong), monyet (Presbytis thomasi), tarsius (Tarsius bancanus) di Sulawesi
Utara, kukang (Nycticebus coucang), maleo (hanya di Sulawesi), komodo
(Varanus komodoensis) di Pulau Komodo dan sekitarnya.
Tumbuhan yang endemik terutama dari genus Rafflesia misalnya
Rafflesia arnoldii (endemik di Sumatra Barat, Bengkulu, dan Aceh), R.
borneensis (Kalimantan), R. cilliata (Kalimantan Timur), R. horsfilldii (Jawa),
R.patma (Nusa Kambangan dan Pangandaran), R. rochussenii (Jawa Barat), dan
R. contleyi (Sumatra bagian timur).

2.2. Upaya Pelestarian Flora dan Fauna di Indonesia


Agar keanekaragaman hayati tidak terancam kelestariannya, maka kita
harus arif (bijaksana) dalam memanfaatkannya, dengan mempertimbangkan
aspek manfaat dan aspek kelestariannya.
Menurut Anda, apakah rusaknya keanekaragaman hayati pada suatu
daerah atau negara hanya menjadi tanggung jawab daerah atau negara
tersebut? Bagus! Tanggung jawab kerusakan keanekaragaman hayati memang
merupakan tanggung jawab kita bersama. Dan perlu pula dikembangkan
kesadaran kepada semua masyarakat semboyan yang menyatakan “Tanpa
keanekaragaman hayati, tidak ada masa depan”.

10
Adapun usaha-usaha (upaya-upaya) pemerintah Indonesia dalam
pelestarian (konservasi) keanekaragaman hayati antara lain sebagai berikut:
1. Taman Nasional, merupakan kawasan konservasi alam dengan ciri khas
tertentu baik di darat maupun di perairan. Beberapa taman nasional di
Indonesia:
a. Taman Nasional Gunung Leuser Terletak di Propinsi Sumatera Utara dan
Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Contoh tumbuhan yang dilestarikan:
meranti, keruing, durian hutan, menteng, Rafflesia arnoldi var.atjehensis.
Hewan yang dilestarikan: gajah, beruang Malaya, harimau Sumatra,
badak Sumatra, orangutan Sumatra, kambing sumba, itik liar, tapir.
b. Taman Nasional Kerinci Seblai Terletak di Propinsi Jambi, Sumatera
Barat, Sumatera Selatan dan Bengkulu. Tumbuhan yang dilestarikan:
bunga bangkai (Amorphophalus titanium), Rafflesia arnoldi, palem,
anggrek, kismis. Hewan yang dilestarikan: tapir, kelinci hutan, landak,
berang-berang, badak Sumatra, harimau Sumatra, siamang, kera ekor
panjang.
c. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Terletak di propinsi Bengkulu sampai Lampung. Tumbuhan yang
dilestarikan: meranti (Shorea sp), keruing (Diptetrocarpus sp), damar
(Agathis alba), kemiri (Aleurites moluccana), mengkudu (Morinda
citrifolia), Rafflesia arnoldi. Hewan yang dilestarikan: gajah, tapir,
badak Sumatra, landak, trenggiling, ular sanca, bangau putih,
rangkong, dan lain-lain.
d. Taman Nasional Ujung Kulon
Terletak di kawasan ujung barat Pulau Jawa. Taman Nasional ini
merupakan habitat terakhir dari hewan-hewan yang terancam punah,
seperti: badak bercula satu (Rhinoceros sendaicus), banteng (Bos
sondaicus), harimau loreng (Panthera tigris), dan surili (Presbytis
aygula).
e. Taman Nasional Kepulauan Seribu
Terletak di kepulauan Seribu Propinsi DKI Jakarta. Ekosistem yang
dilindungi adalah ekosistem terumbu karang.
f. Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru
Terletak di kawasan Propinsi Jawa Timur di Kabupaten Probolinggo,
Malang, Pasuruan dan Lumajang. Flora yang dilindungi adalah cemara
gunung (Cassuarina junghuniana) sedangkan fauna yang dilindungi
adalah babi hutan, kijang, ayam hutan, rusa, macan tutul.
g. Taman Nasional Meru Betiri
Terletak di Propinsi Jawa Timur di wilayah Jember Selatan. Taman
Nasional ini merupakan habitat terakhir dari harimau loreng jawa
(Panthera trigis). Flora langka yang dilindungi yaitu Rafflesia zollingeri.
h. Taman Nasional Baluran
Terletak di Propinsi Jawa Timur. Flora yang dilindungi : dadap biru
(Erythocina endophyla), kosambi, widoro, nimba, kemiri. Sedangkan
fauna yang dilindungi antara lain ular piton, buaya, banteng, rusa,
kijang, macan tutul dan linsang.
i. Taman Nasional Komodo Terletak di Pulau Komodo Propinsi NTT. Flora
yang dilindungi adalah Kayu hitam (Diospyros javanica) dan bayur
(Pterospermum diversifolium). Satwa/fauna khas adalah komodo.
j. Taman Nasional Tanjung Puting Terletak di Propinsi Kalimantan di
Kabupaten Kotawaringin Barat, Timur dan Kalimantan Tengah. Taman
Nasional ini merupakan pusat rehabilitasi orang utan. Flora yang
dilindungi tanaman yang mengandung getah dan merusak saraf
(misalnya: Gluta renghas) dan durian (Durio sp). Fauna yang
dilindungi: orang utan, lutung, kancil, musang.
2. Cagar Alam, kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan,
satwa dan ekosistem, yang perkembangannya diserahkan pada alam.
3. Hutan Wisata, kawasan hutan yang karena keadaan dan sifat wilayahnya
perlu dibina dan dipertahankan sebagai hutan, yang dapat dimanfaatkan
bagi kepentingan pendidikan, konservasi alam, dan rekreasi. Contoh hutan
wisata yaitu hutan wisata Pangandaran.
4. Taman laut, merupakan wilayah lautan yang mempunyai ciri khas berupa
ke-indahan alam yang ditunjuk sebagai kawasan konservasi alam, yang
diperuntukkan guna melindungi plasma nutfah lautan. Contoh: Bunaken di
Sulawesi Utara.

11
5. Hutan lindung, kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pe-
gunungan yang dikonservasikan untuk tujuan melindungi lahan agar tidak
tererosi dan untuk mengatur tata air. Contoh: Gunung Gede Pangrango.
6. Kebun Raya, adalah kumpulan tumbuh-tumbuhan di suatu tempat, dan
tum-buh-tumbuhan tersebut berasal dari berbagai daerah yang ditanam
untuk tujuan konservasi ex situ, ilmu pengetahuan, dan rekreasi, contoh:
Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi.

2.3. Manfaat Keanekaragaman Hayati (Flora dan Fauna)


1. Pangan:
• Sumber karbohidrat: padi, jagung, singkong, kentang, dan lain-lain.
• Sumber protein: kedelai, kecipir, ikan, daging, dan lain-lain.
• Sumber lemak: ikan, daging, telur, kelapa, alpukat, durian, dan lain-lain.
• Sumber vitamin: jambu biji, jeruk, apel, tomat, dan lain-lain.
• Sumber mineral: sayur-sayuran.
2. Sebagai sumber pendapatan/devisa
a. Bahan baku industri kerajinan: kayu, rotan, karet
b. Bahan baku industri kosmetik: cendana, rumput laut
3. Sebagai sumber plasma nutfah, Misalnya hutan Di hutan masih terdapat
tumbuhan dan hewan yang mempunyai sifat unggul, karena itu hutan
dikatakan sebagai sumber plasma nutfah/sumber gen.
4. Manfaat ekologi
Selain berfungsi untuk menunjang kehidupan manusia, keanekaragaman
hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem.
5. Manfaat keilmuan
Keanekaragaman hayati merupakan lahan penelitian dan pengembangan
ilmu yang sangat berguna untuk kehidupan manusia.
6. Manfaat keindahan
Bermacam-macam tumbuhan dan hewan dapat memperindah lingkungan.

III. Klasifikasi Keanekaragaman Hayati


3.1. Urutan Taksonomi Klasifikasi Makhluk Hidup
Tingkatan takson adalah tingkatan unit atau kelompok makhluk hidup
yang disusun mulai dari tingkat tertinggi hingga tingkat terendah. Urutan
tingkatan takson mulai dari tingkat tertinggi ke tingkat terendah, yaitu kingdom
(kerajaan) atau regnum (dunia), phylum (filum) atau divisio (divisi), classis
(kelas), ordo (bangsa), familia (famili/suku), genus (marga), species
(spesies/jenis), dan varietas (ras).
Makin tinggi tingkatan takson, maka akan makin banyak anggota takson,
namu makin banyak pula perbedaan ciri antar anggota takson. Sebaliknya,
makin rendah tingkatan takson, maka makin sedikit anggota takson, dan makin
banyak pula persamaan ciri antar anggota takson.
Kingdom (kerajaan) atau regnum (dunia)
Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi dengan jumlah anggota
takson terbesar. Organisme di bumi dikelompokan menjadi beberapa kingdom,
antara lain kingdom animalia (hewan), kingdom plantae (tumbuhan), kingdom
fungi (jamur), kingdom monera (organisme uniseluler tanpa nukleus), dan
kingdom protista (eukariotik yang memiliki jaringan sederhana). Dari tahun
1970-an sampai abad ke-20, sebagian besar buku pelajaran ilmiah
menggunakan sistem klasifikasi dengan lima kerajaan-prokariota, protista,
jamur, tumbuhan, dan hewan.
Tetapi para ilmuwan kemudian menyadari bahwa kerajaan prokariot
terdiri dari dua macam mikroba. Hal ini menyebabkan pemisahan prokariota
menjadi dua kerajaan: Archaea dan Bakteri. Kerajaan Protista berisi kelompok
campuran hewan sebagian besar sederhana, bersel satu. Organisme ini
termasuk ganggang, jamur air, dan amuba. Banyak ilmuwan telah mengusulkan
membagi protista menjadi dua atau lebih kerajaan yang terpisah. Kerajaan
tanaman, Plantae, mengandung lumut, pakis, konifer, dan tanaman berbunga.
Kingdom Fungi mencakup jamur, jamur roti, ragi, dan lumut. Banyak ilmuwan
juga memasukan ganggang hijau di kerajaan ini. Kerajaan hewan, Animalia,
termasuk mamalia, ikan, serangga, dan cacing.
Phylum (filum) atau divisio (divisi)
Phylum digunakan untuk takson hewan, sedangkan divisi digunakan
untuk takson tumbuhan. Kingdom animalia dibagi menjadi beberapa phylum,
antara lain filum chordata (memiliki notokorda saat embrio), filum echidermata

12
(hewan berkulit duri), dan filum platyhelminthes (cacing pipih). Nama divisi
pada tumbuhan menggunakan akhiran-phyta. Contoh, kingom plantae dibagi
menjadi tiga divisi, antara lain bryophyta (tumbuhan lumut), pteridophyta. Ini
adalah takson tertinggi ketiga. Untuk hewan, bakteri, dan kerajaan archaea,
pakar taksonomi umumnya menggunakan istilah filum. Untuk jamur, tanaman,
dan protista, para ilmuwan sering menggunakan istilah divisi, tetapi mereka
kadang-kadang menerima filum. Manusia dan semua hewan lainnya dengan
tulang punggung milik filum Chordata.
Classis (kelas)
Anggota takson pada setiap filum atau divisi dikelompokan lagi
berdasarkan persamaan ciri-ciri tertentu. Nama kelas tumbuhan menggunakan
akhira yang berbeda-beda, antara lain : -edoneae (untuk tumbuhan berbiji
tertutup), -opsida (untuk lumut), -phycae (untuk alga), dan lain-lain.
Contohnya, divisi Angiospermae dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas
Monocotyledoneae dan kelas Dicotyledoneae; divisi bryophyta diklasifikasikan
menjadi 3 kelas, yaitu hepaticopsida (lumt daun); dan filum chrysophyta
(ganggang keemasan) dikelompokan menjadi 3 kelas, yaitu Xantophyceae,
Chrysophyceae, dan Bacillariophyceae.
Ordo (Bangsa)
Angggota takson pada setiap kelas dikelompokan lagi menjadi beberapa
ordo berdasarkan persamaan ciri-ciri yang lebih khusus. Nama ordo pada takson
tumbuhan biasanya menggunakan akhiran –ales.Sebagai contoh, kelas
Dicotyleneae dibagi menjadi beberapa ordo, antara lain ordo Solanales,
Cucurbitales, Malvales, Rosales, Asterales, dan Poales.
Familia (Familia/Suku)
Anggota takson setiap ordo di kelompokan lagi menjadi beberapa famili
berdasarkan persamaan ciri-ciri tertentu. Familia berasal dari bahasa latin
Familia. Nama famili pada tumbuhan biasanya menggunakan akhiran –aceae,
misalnya famili Solanaceae, Cucurbetaceae, Malvaceae, Rosaceae, Asteraceae,
dan Poaceae. Namun, ada pula yang tidak menggunakan akhiran kata-aceae,
misalnya Compositae (nama lain Astraceae) dan Graminae (nama lain Poaceae).
Sementara nama famili pada hewan menggunakan akhiran kata –ideae,
misalnya Homonidae (manusia), Felidae (kucing), dan Canidae (anjing).
Genus (Marga)
Anggota takson setiap famili dikelompokan lagi menjadi beberapa genus
berdasarkan persamaan ciri-ciri tertentu yang lebih khusus. Khaidah penulisan
nama genus, yaitu huruf besar pada kata pertama dan dicetak miring atau
digarisbawahi. Sebagai contoh, famili Poaceae tediri atas genus Zea (jagung),
Saccarum (tebu), Triricum (gandum), dan Oryza (padi-padian)
Species (Speciea janin)
Species merupakan tingkatan takson palig dasar atau terendah. Anggota
takson memiliki paling banyak persamaan ciri dan terdiri atas organisme yang
bila melakukan perkawinan secara ilmiah dapat menghasilkan keturunan yang
fertil (subur). Nama species tediri dari atas dua kata; kata pertama menunjukan
nama sfesifiknya, Sebagai contoh, pada genus Rosa terdapat spesies Rosa
multiflora, Rosa canina, Rosa alba, Rosa rugosa, dan Rosa dumalis.
Seperti contoh yang disebutkan diatas, spesies diidentifikasi oleh genus
dan nama spesies. Sistem klasifikasi ini disebut sistem binomial (dua nama).
Kedua kata-kata yang dicetak miring (jika tulisan tangan atau diketik, keduanya
digarisbawahi). Huruf awal dari nama genus dikapitalisasi, tetapi spesies tidak.
Sebuah subspesies diidentifikasi dengan tiga nama, dengan nama subspesies
berikut nama-nama genus dan spesies.
Lebih dari 1,700,000 spesies organisme telah diidentifikasi, dan ribuan
yang baru diidentifikasi dan diklasifikasikan setiap tahun. Teknik-teknik baru
yang terus dikembangkan yang membuat identifikasi dan klasifikasi organisme
yang lebih akurat. Untuk alasan ini, organisme sering harus direklasifikasi, dan
jajaran dan nama taksa kadang-kadang harus direvisi.
Komisi ilmuwan internasional menetapkan aturan, atau kode, untuk
mengadopsi nama ilmiah. Set kode yang berbeda ada untuk botani, zoologi, dan
mikrobiologi. Ketiga kelompok bekerja untuk menggabungkan kode mereka ke
dalam satu set standar aturan yang mencakup semua kehidupan.
Varietas atau Ras
Pada organisme–organisme satu spesies terkadang masih ditemukan
perbedaan ciri yang sangat jelas, sangt khusus atau bervariasi sehingga disebut
varietas (kultifar) atau ras. Istilah varietas dan kultifar digunakan dalam
spesies tumbuhan, sedangkan istilah ras digunakan dalam spesies hewan.
Varietas dapat diartikan secara botani dan secara agronomi.

13
Varietas secara botani adalah populasi tanaman dalam satu spesies
yang menunjukan perbedaan ciri yang jelas. Penanamannya diatur oleh ICBN (
Intenational Code of Botanical Nomenclature). Penulisan varietas dicetak miring
atau digarisbawahi. Contohnya; Oryza sativa var indica (Padi) dan Zea mays L,
var tunicata (jagung).
Sementara itu varietas secara agronomi adalah sekelompok tanaman
yang memiliki satu atau lebih ciri khas yang dapat dibedakan secara jelas dan
ciri tersebut dapat dibedakan dipertahankan bika dikembangkan secara vegeatif
(aseksua) maupun secara generati (generatif). Varietas dalam agoronomi
disebut juga kultifar. (Kultifar terdir atas populasi tanaman budidaya terseleksi,
galur murni, hasil kloning, dan hasil hibrida. Istilah kultifar diajukan oleh L.H.
Bailey pada tahun 1923. Cara penanaman kutifar diatur oleh ICNCP (
International code of Nomenclature for Cultivated Palnts).Cara penulisan kultifar
adalah dengan memberi tanda petik dan tidak dicetak miring, Contoh: Oryza
sativa ‘Cisadane’ (padi); kultifar pada spesies Rosa alba, antara lain Rosa alba
‘Mormors rose’ Rosa alba ‘Blush hip’, Rosa alba ‘Suaveolens’, Rosa alba
‘Celestial’, Rosa alba ‘Amelie’, dan Rosa alba ‘Chloris’.
Diantara tingkatan takson tersebut terkadang terdapat tingkatan antara.
Tingkatan dibawah suatu takson menggunakan naama subtakson. Contohnya
dibawah ini famili ada subflum, di bawah ordo ada subordo , dibawah famili ada
subfamili, dan seterusnya, Nama subfamili pada hewan menggunakan akhiran –
inae, misalnya Caninae, Felinae, dan Boainae. Sebaliknya, diatas tingkatan
takson tedapat supertakson. Contohnya diatas kelas ada superkelas, di atas
ordo ada superordo, di atas famili ada tingkatan superfamili, dan seterusnya.

3.2. Pembagian Dunia Hewan dan Dunia Tumbuhan


Klasifikasi adalah pengelompokan makhluk hidup berdasarkan
persamaan persamaan ciri (keseragaman), perbedaan ciri (keanekaragaman),
berdasarkan ciri mortologi, fisiologi dan anatomi. cara hidup, tempat hidup,
daerah penyebaran, dan sebagainya, makin banyak persamaan ciri, makin
dekat hubungan kekerabatan
Dasar yang digunakan dalam klasifikasi antara lain : berdasarkan
persamaan, berdasarkan perbedaan, berdasarkan manfaat, berdasarkan ciri
morfologi dan anatomi, berdasarkan ciri biokimia, atau ciri yang lain. Contoh :
Berdasarkan ukuran tubuhnya, Tumbuhan dikelompokan menjadi : pohon,
perdu dan semak. Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya, Tumbuhan
dikelompokan menjadi tumbuhan yang hidup dilingkungan kering (xerofit),
tumbuhan yang hidup dilingkungan air (hidrofit) dan tumbuhan yang hidup
dilingkungan lembab (higrofit). Berdasarkan manfaatnya, Tumbuhan
dikelompokan menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias
dsb. Berdasarkan jenis makanannya, Hewan dikelompokan menjadi : hewan
pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora) dan hewan
pemakan keduanya (omnivora)
Tujuan dilakukannya klasifikasi atau pengelompokan makhluk hidup,
antara lain untuk : Menyederhanakan obyek studi, sehingga mempermudah
dalam mempelajari. mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup maupun
manfaatnya. mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya.
mengetahui hibungan kekerabatan antar makhluk hidup, mengetahui
perkembangan evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya yang dapat
dimanfaatkan dalam kehidupan manusia.
Kegiatan klasifikasi berupa pembentukan kelompok-kelompok dengan
cara mencari keseragaman dalam keanekaragaman. Berbagai jenis makhluk
hidup dikelompokkan dalam satu kelompok jika memiliki kesamaan sifat dan
ciri-ciri. Kelompok yang warganya mempunyai sedikit persamaan ciri, jumlah
warganya lebih besar dari pada kelompok warganya mempunyai banyak
persamaan ciri. Makhluk berkaki empat (memiliki satu persamaan) lebih besar
warganya dibanding dengan kelompok makhluk yang berkaki empat dan
pemakan rumput (memiliki dua persamaan). Nama-nama kelompok (takson)
dari yang beranggotakan banyak (sedikit persamaan ciri), berturut-turut dapat
dilihat dalam tabel berikut.

14
Untuk Tumbuhan Untuk Hewan Dalam Bahasa Indonesia

Regnum Kingdom Dunia (kerajaan)

Divisio Phylum Divisi (filum)

Classis Classis Kelas

Ordo Ordo Bangsa

Familia Familia Suku

Genus Genus Marga

Species Species Spesies (jenis)

Contoh klasifikasi pada hewan dan manusia :


Nama Organisme
Tingkatan takson
Manusia Harimau Kucing
Kingdom Animalia Animalia Animalia
Filum Chordata Chordata Chordata
Subfilum Vertebrata Vertebrata Vertebrata
Kelas Mammalia Mammalia Mammalia
Ordo Primata Carnivora Carnivora
Famili Homonidae Felidae Felidae
Genus Homo Panthera Felis
Spesies Homosapiens Panthera tigris Felis catus

Contoh klasifikasi pada beberapa tumbuhan :


Tingkatan Nama Organisme
Takson Jagung Tomat Mawar
Kingdom/Regnum Plantae Plantae Plantae
Magnoliophyta Magnoliophyta Magnoliophyta
Divisi
(Angiospermae) (Angiospermae) (Angiospermae)
Liliopsida Magnoliopsida Magnoliopsida
Kelas
(Monocotyledoneae) (Dicotyledoneae) (Dicotyledoneae)
Ordo Poales Solanales Rosales
Famili Poaceae Solanaceae Rosaceae
Genus Zea Solanum Rosa
Solanum
Spesies Zea mays Rosa multiflora
lycopersicum

3.3. Perbedaan Sel Tubuh Hewan dan Sel Tumbuhan


Struktur dasar sel hewan maupun sel tumbuhan adalah sama. Namun
dalam perkembangannya, kedua jenis sel tersebut mengalami perkembangan
sesuai dengan lingkungannya sehingga timbul berbagai macam perbedaan.
salah satunya adalah peran ekologis, tumbuhan adalah pembuat makanan,
sedangkan hewan berperan memakan tumbuhan dan hewan lainnya.

15
Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
Dari gambar diatas, kita bisa menyimpulkan 7 perbedaan utama sel
hewan dan sel tumbuhan:
Sel Hewan
1. Ukuran sel Hewan lebih kecil dari sel Tumbuhan
2. Tidak memiliki plastid (kloroplas)
3. Tidak memiliki dinding sel
4. Memiliki lisosom
5. Memiliki sentrosom
6. Mempunyai bentuk tidak tetap
7. Tidak memiliki vakuola (walaupun ada juga yang memiliki vakuola tapi
ukuran kecil)

Sel Tumbuhan
1. Ukuran sel tumbuhan lebih besar dari sel Hewan
2. Umumnya memiliki plastid (kloroplas)
3. Memiliki dinding sel dan membran sel
4. Tidak memiliki lisosom
5. Tidak memiliki sentrosom
6. Mempunyai bentuk yang tetap
7. Memiliki vakuola ukuran besar dan biasanya berjumlah banyak

1. Sel Tumbuhan
Tumbuhan memiliki bagian-bagian sel yang membedakannya dengan
sel hewan. Bagian-bagian sel tersebut adalah sebgai berikut.
a. Dinding Sel
Dinding sel merupakan bagian terluar dari sel.Dinding sel
tumbuhan berfungsi sebagai pelindung dan penunjang sel tumbuhan.
Dinding sel yang terbentuk pada waktu sel membelah disebut dinding
primer dan setelah mengalami penebalan, berubah menjadi dinding
sekunder. Dinding Primer sel merupakan selaput tipis yang tersusun
atas serat-serat selulosa. Serat-serat selulosa tersebut amat kuat daya
regangnya.
Diantara dinding dua sel yang berdekatan, terdapat lamela
tengah, tersusun atas magnesium dan kalsium pektat yang berupa gel.
Diantara dua sel yang bertetangga,terdapat pori. Melalui pori ini plasma
dua sel bertetangga dihubungkan oleh benang-benang plasma yang
dikenal dengan plasma modesmata.
Batang tumbuhan umumnya lebih keras dibandingkan dengan
tubuh manusia. Seorang, manusia dapat mencubit manusia lainnya,
tetapi tidak dapat mencubit pohon berkayu. Hal ini dikarenakan bagian
luar sel tumbuhan tersusun dari dinding sel yang amat keras.bahan
utama penyusun dinding sel berupa zat kayu, yaitu selulosa yang
tersusun dari glukosa. Selain selulosa, dinding sel juga mengandung zat
lain, misalnya pektin, hemi selulosa, dan glikoprotein.
b. Vakuola
Vakuola merupakan organel bermembran yang berisi cairan
vakuola. Sebenarnya vakuola terdapat pada sel hewan dan sel
tumbuhan. Namun, Vakuola pada tumbuhan memiliki bentuk dan fungsi
yang lebih nyata dibandingkan vakuola pada sel hewan, Tumbuhan yang
masih muda memiliki sel dengan ukuran yang kecil, tetapi pada
tumbuhan yang bertambah besar dan dewasa, vakuola tampak
membesar, bahkan mendominasi sitoplasmadan mendesak sitoplasma ke
tepi dinding sel.

16
Pada dasarnya cairan sitoplasma bersifat hipertonik terhadap
lingkungannya, sehingga terjadi osmosis, yaitu vakuola menyerap air.
Akibatnya, vakuola membesar dan meningkatkan tekanan air di
dalamnya (tekanan turgor) serta mendesak membran
vakuola (Tonoplas) ke arah sitoplasma. Sitoplasma meneruskan
tekanannya ke arah dinding sel. Tekanan turgor berguna untuk
mengatur gerakan osmosis cairan dari luar ke dalam sel, Dinding sel
cukup kuat menahan tekanan sitoplasma, membatasi volume
sitoplasma,dan mencegah sel pecah. Di lain pihak, tekanan dari luar sel
kepada tonoplas cukup kuat untuk memelihara turgiditas sel (latin,
turgidus=menggelembung).
Fungsi utama vakuola adalah untuk memasukkan air melalui
tonoplas untuk membangun turgor sel. Selain itu, fungsi fakuola yang
lain adalah sebagai berikut:
 Adanya pidmen antosian, seperti antosianin, memberiikan
kemungkinan warna cerah yang menarik pada bunga, pucuk daun,
dan buah.
 Kadang kala vakuola tumbuh mengandung enzim hidrolitik yang
dapat bertindak sebagai lisosom waktu sel masih hidup.
 Menjadi tempat penimbunan sisa metabolisme, seperti kristal kalsium
oksalat, alkalois, tanin, dan lateks getah). khusus yang mempunyai
vakuola dengan tugas menampung lateks disebut latisifer. Latisifer
banyak ditemukan pada batang karet, dan tumbuhan sefamilinya.
 Tempat penyimpanan zat makanan seperti sukrosa, garam mineral,
dan inulin terlarut yang sewaktu-waktu dapat digunakan oleh
sitoplasma.
c. Plastida
Plastida adalah organel bermembran lengkap, dengan bentuk dan
fungsi yang bermacam-macam. Organel ini hanya ditemukan pada sel
tumbuhan, berupa butir-butir yang mengandung pigmen. Plastida
merupakan hasil perkembangan dari badan kecil yang dikenal
proplastida yang banyak di daerah merismatik. Dalam
perkembangannya, proplastida dapat berubah menjadi tiga tipe, yaitu
tipe kloroplas, kromoplas, dan leukoplas.
1) Kloroplas
Kloroplas merupakan organel yang mengandung klorofil.
Klorofil berfungsi pada saat fotosintesis. Struktur kloroplas terdiri
dari membran luar yang berguna untuk melewatkan molekul-molekul
berukuran kurang dari 10 kilodalton tanpa selektivitas. Membran
dalambersifat selektif permeabel dan berguna untuk memilih molekul
keluar masuk dengan transpor aktif; Stroma merupakan cairan
kloroplas yang berguna untuk menyimpan hasil fotosintesis dalam
bentuk pati (amilum); dan tilakoid tempat terjadinya fotosintesis.
Kloroplas banyak terdapat pada daun dan organ tubuh lainnya
yang berwarna hijau. Klorofil dapat dibedakan menjadi berbagai
macam, yaitu:
 Klorofil a :menampilkan warna hijau biru
 Klorofil b :menampilkan warna hijau kuning
 Klorofil c :menampilkan warna hijau cokelat
 Klorofil d :menampilkan warna hijau merah.
2) Kromoplas
Kromoplas adalah plastida yang memberikan aneka ragam
warna nonfotosintesis, seperti pigmen merah, oranye, kuning, dll.
Pigmen yang termasuk kelompok kromoplas antara lain:
 Karoten, menimbulkan warna kuning jingga dan merah,misalnya
pada wortel
 Xantofil, Menimbulkan warna kuning pada daun yang telah tua
 Fikosianin, Memberikan warna biru pada ganggang
 Fikosiantin,Memberikan warna cokelat pada ganggang
 Fikoeritrin, Memberikan warna merah pada ganggang.
3) Leukoplas
Leukoplas adalah plastida tidak berwarna atau berwarna
putih.Umumnya terdapat pada organ tumbuhan yang tidak terkena
sinar matahari, khususnya pada organ penyimpanan cadangan
makanan. Leukoplas biasanya berguna untuk menyimpan cadangan
makanan, seperti amilum dan protein pada sel-sel batang ketela
pohon dan sel-sel akar pada kentang.

17
Leukoplas dibedakan menjadi tiga macam,yaitu:
 Amiloplas, yaitu leukoplas yang berfungsi membentuk dan
menyimpan amilum,
 Elaioplas(lipidoplas), yaitu leukoplas yang berfungsi untuk
membentuk dan menyimpan lemak atau minyak,
 Proteoplas, yaitu leukoplas yang berfungsi menyimpan protein.

2. Sel Hewan
Hewan memiliki organel yang khas pada selnya, yaitu sentriol yang
tidak terdapat pada sel tumbuhan.
a. Sentriol
Sentriol merupakan sepasang struktur seperti silinder yang
memiliki lubang tengah dan tersusun dari protein mikrotubulus. Anggota
pasangan sentriol biasanya terletak pada posisi menyudut ke arah kanan
satu sama lain.
Sentriol tersusun dari mikrotubulus yang membentuk suatu
struktur protein seperti jala yang tampak berdekatan dengan kromosom
selama pembelahan sel (metosis dan meiosis). Jala tersebut
dinamakan benang spindel. Pada ujung lain, jala ini berdekatan dengan
bagian ujung sentriol. Sentriol berperan untuk mengatur polaritas
(kutub) pembelahan sel hewan dan mengatur pemisahan kromosom
selama pembelahan.
b. Vakuola
Pada beberapa jenis hewan bersel satu ditemukan adanya
vakuola, misalnya pada amoeba dan paramecium. Pada paramecium
terdapat dua macam vakuola, yaitu:
 Vakuola kontraktil atau vakuola berdenyut, khas untuk hewan bersel
satu yang hidup di air tawar. Vakuola ini berpran menjaga tekanan
osmotik sitoplasma, atau sering disebut sebagai alat osmoregulato.
 Vakuola nonkontraktil atau vakuola tak berdenyut, bertugas
mencernakan makanan, sehingga sering disebut vakuola makanan.

18
BIOLOGI
Standar Kompetensi 2 :
Menganalisis Secara Sederhana Hubungan Antara Komponen Ekosistem,
Perubahan Materi dan Energi Serta Peranan Manusia Dalam Keseimbangan
Ekosistem

I. Ekosistem
1.1. Pengertian Ekosistem
Istilah ekosistem berasal dari kata oikos yang berarti rumah sendiri dan
sistema yang berarti terdiri atas bagian-bagian yang utuh atau saling
mempengaruhi. Jadi, ekosistem dapat diartikan sebagai sistem yang dibentuk di
suatu daerah dan terjadi hubungan timbal balik antara komponen hidup (biotik)
dan komponen tak hidup (abiotik) atau dengan lingkungan.
Ekosistem merupakan suatu sistem yang dinamis, hal itu ditandai
dengan adanya aliran energi, daur materi, dan produktivitas. Interaksi dapat
terjadi antara komponen biotik dengan abiotik dan di antara komponen biotik
dalam bentuk aliran energi dan siklus materi.
Ekosistem yang ada di muka bumi ini terdiri atas perpaduan berbagai
jenis dengan kombinasi lingkungan fisik dan kimia yang berbeda-beda, sehingga
bentuk ekosistem yang dihasilkan pun akan berbeda-beda. Di Indonesia
terdapat empat kelompok ekosistem utama, yaitu ekosistem bahari (laut),
ekosistem darat alami, ekosistem suksesi, dan ekosistem buatan.

1.2. Komponen-Komponen Ekosistem


Komponen penyusun ekosistem terdiri atas dua macam, yaitu komponen
biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah komponen yang terdiri atas makhluk
hidup, sedangkan komponen abiotik adalah komponen yang terdiri atas benda
mati.
1. Komponen Biotik
Berdasarkan caranya memperoleh makanan di dalam ekosistem,
organisme anggota komponen biotik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
 Produsen, yang berarti penghasil. Produsen merupakan organisme yang
mampu menghasilkan zat makanan sendiri (autotrof) melalui
fotosintesis. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah tumbuhan hijau
atau tumbuhan yang mempunyai klorofil. Produsen ini kemudian
dimanfaatkan oleh organisme-organisme yang tidak bisa menghasilkan
makanan (heterotrof) yang berperan sebagai konsumen.
 Konsumen, yang berarti pemakai, yaitu organisme yang tidak dapat
menghasilkan zat makanan sendiri (heterotrof) tetapi menggunakan zat
makanan yang dibuat oleh organisme lain. Organisme yang secara
langsung mengambil zat makanan dari tumbuhan hijau adalah herbivora.
Oleh karena itu, herbivora sering disebut konsumen tingkat pertama.
Karnivora yang mendapatkann makanan dengan memangsa herbivora
disebut konsumen tingkat kedua. Karnivora yang memangsa konsumen
tingkat kedua disebut konsumen tingkat ketiga dan seterusnya. Proses
makan dan dimakan di dalam ekosistem akan membentuk rantai
makanan. Perhatikan contoh sebuah rantai makanan ini: daun berwarna
hijau (Produsen) –> ulat (Konsumen I) –> ayam (Konsumen II) –>
musang (Konsumen III) –> macan (Konsumen IV/Puncak). Dalam
ekosistem, banyak proses rantai makanan yang terjadi sehingga
membentuk jaring-jaring makanan (food web) yang merupakan
kumpulan dari beberapa rantai makanan.
 Dekomposer atau pengurai. Dekomposer adalah jasad renik yang
berperan menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme yang
telah mati ataupun hasil pembuangan sisa pencernaan. Dengan adanya
organisme pengurai, organisme akan terurai dan meresap ke dalam
tanah menjadi unsur hara yang kemudian diserap oleh tumbuhan
(produsen). Selain itu aktivitas pengurai juga akan menghasilkan gas
karbon dioksida yang akan dipakai dalam proses fotositesis.
2. Komponen Abiotik
Komponen abiotik merupakan komponen tak hidup dalam suatu
ekosistem. Komponen abiotik sangat menentukan jenis makhluk hidup yang
menghuni suatu lingkungan. Komponen abiotik banyak ragamnya, antara
lain: tanah, air, udara, suhu, dan lain-lain.

19
 Suhu
Suhu berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan syarat
yang diperlukan organisme untuk hidup. Ada jenis-jenis organisme yang
hanya dapat hidup pada kisaran suhu tertentu.
 Sinar matahari
Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari
menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang
dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.
 Air
Air berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk
kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam
pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji; bagi hewan dan
manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain,
misalnya transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi
unsur abiotik lain, misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai
pelarut dan pelapuk.
 Tanah
Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang
berbeda menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda.
Tanah juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan
organisme, terutama tumbuhan.
 Angin
Angin selain berperan dalam menentukan kelembapan juga berperan
dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu.
 Garis lintang
Garis lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan yang
berbeda pula. Garis lintang secara tak langsung menyebabkan perbedaan
distribusi organisme di permukaan bumi. Ada organisme yang mampu
hidup pada garis lintang tertentu saja.
 Topografi
Topografi merupakan variasi letak suatu tempat di permukaan bumi
ditinjau pada ketinggian dari permukaan air laut, garis bujur, dan garis
lintang. Perbedaan topografi menyebabkan jatuhnya cahaya matahari
menjadi berbeda, menyebabkan suhu, kelembaban, dan tekanan udara
maupun pencahayaan juga berbeda. Hal ini yang mempengaruhi
persebaran organisme.
 Iklim
Iklim merupakan kombinasi berbagai komponen abiotik pada suatu
tempat, seperti kelembaban udara, suhu, cahaya, curah hujan dan lain-
lain. Kombinasi abiotik ini berkaitan dengan kesuburan tanah dan
komunitas tumbuhan pada suatu tempat.

II. Pengelolaan Lingkungan


Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan,
penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan
lingkungan hidup.
Pengelolaan ini mempunyai tujuan sebagai berikut:
1. Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan
membangun manusia seutuhnya.
2. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
3. Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup.
4. Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi
sekarang dan mendatang.
2.1. Jenis Kegiatan Yang Dapat Merusak Lingkungan
Diantara sekian banyak aktivitas manusia yang dilakukan secara
langsung dengan alam, dapat kita ketahui juga ternyata manusia juga dapat
melakukan perusakan terhadap alam yang menjadi tempat manusia berinteraksi
sehari-hari. Di antara aktivitas-aktivitas manusia yang merusak alam tadi juga
masih dapat dibagi lagi menjadi tiga, yaitu kegiatan manusia merusak alam
dalam kategori ringan, kegiatan manusia merusak alam dalam kategori sedang,
dan kegiatan merusak alam dalam kategori berat.
1. Kegiatan Manusia Merusak Lingkungan Kategori Ringan
Yang dimaksud kegiatan manusia merusak lingkungan kategori
ringan adalah semua kegiatan kecil yang dilakukan manusia dengan sadar
atau tanpa sadar telah menyumbangkan sedikit kerusakan pada alam.
Dalam arti lain, kegiatan perusakan manusia yang satu ini kadang masih
dapat ditolerir oleh manusia yang lain. Oleh karena itu, untuk kegiatan

20
manusia yang satu ini kita juga sering melakukannya. Bahkan secara tidak
sadar pasti kita melakukannya.
Sedangkan faktor-faktor yang mendorong manusia melakukan hal
tersebut tidak lain dan tak bukan adalah kebiasaan sehari-hari. Mengapa
dapat dikatakan demikian?. Dari beberapa penelitian yang dilakukan,
kebiasaan manusia yang seringkali tidak hidup dengan bersih dan sehat
dapat membawa pengaruh buruk pada kebiasaan yang mereka lakukan.
Contoh kegiatan perusakan alam ringan yang dikarenakan oleh kebiasaan
antara lain:
a. Membuang sampah sembarangan
b. Merokok di tempat umum
c. Membuang sampah plastik yang tidak dapat diuraikan tanah
Sebenarnya, masih banyak sekali kegiatan-kegiatan manusia yang
dianggap sebagai faktor perusak lingkungan ringan. Namun karena hal
tersebut merupakan kebiasaan manusia yang sulit sekali untuk dirubah,
maka secara tidak sadar, kita semua juga sudah pernah bahkan hingga saat
ini masih suka merusak alam walaupun dalam taraf yang ringan.
2. Kegiatan Manusia Merusak Lingkungan Kategori Sedang
Untuk kegiatan manusia yang satu ini pada zaman sekarang ini
sudah bisa dikatakan telah melebihi ambang batas. Mengapa dapat
dikatakan demikian? Karena, sesuai dengan definisinya bahwa kegiatan
manusia merusak lingkungan kategori ringan dapat diartikan semua
kegiatan manusia yang sengaja dilakukan karena kebutuhan manusia itu
sendiri meskipun secara sadar atau tidak sadar telah memiliki efek langsung
kepada alam. Dari pengertian tersebut dapat kita uraikan bahwa, manusia
dalam melakukan perusakan lingkungan dalam kategori ringan disebabkan
oleh faktor kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Apabila hal ini tidak
dilakukan, maka manusia tidak dapa hidup di dunia ini.
Pada saat ini, menurut para ahli yang telah melakukan penelitian
bahwa kegiatan manusia merusak alam yang dianggap sedang ini ternyata
telah menyumbangkan sekitar 80% dari seluruh total kerusakan di alam. Hal
ini dapat terjadi karena setiap manusia pasti memiliki kebutuhan yang
berbeda-beda. Dan setiap manusia melakukan suatu aktivitas dalam
pemenuhan kebutuhannya pasti selalu melakukan satu aktivitas yang dapat
dinilai sebagai perusakan alam. Dari fakta tersebut, para ahli kemudian
membuat daftar ranking urutan dari macam-macam aktvitas manusia yang
merusak lingkungan dalam kategori sedang.
Urutan tersebut:
a. Penggunaan kendaraan bermotor yang berlebihan
b. Penggunaan Air Conditioner di kantor-kantor
c. Polusi industri
d. Penggunaan minyak wangi atau pewangi ruangan
e. Pembangkit Listrik tenaga Nuklir
f. Menangkap ikan dengan menggunakan jarring pukat harimau, bahan
peledak, maupun racun
g. Membuang sampah di sungai
h. Membuang dan membakar sampah plastik
Dari daftar rangking di atas dapat diketahui bahwa penggunaan
kendaraan pribadi yang berlebihan telah menjadi penyumbang terbesar
kerusakan alam. Namun dapat kita lihat juga, penggunaan parfum atau
pewangi ruangan juga menduduki posisi lima besar. Mengapa hal itu dapat
terjadi?. Ternyata parfum atau pewangi ruangan yang kita gunakan sebagai
salah satu antisipator pencegah bau badan mengandung suatu zat yang
apabila terurai di udara dapat melubangi lapisan ozon. Menjadikan sangat
berbahaya.
Oleh karena itu, sebagai langkah pencegahan agar kerusakan alam
tidak semakin menjadi-jadi ada beberapa cara untuk mengurangi dampak
kerusakan alam tersebut.
a. Pada kendaraan pribadi, cobalah menggunakan biofuel yang ramah
lingkungan
b. Hidupkan AC seperlunya saja dan usahakan jendela, ventilasi, dan pintu
di ruangan yang dipasangi AC tertutup rapat. Hal ini dilakukan supaya
Freon tidak keluar dari ruangan tersebut.
c. Pada mesin industri diganti dengan yang menggunakan listrik, selain
ramah lingkungan resiko terjadinya ledakan karena bahan bakar juga
kecil. Atau alternative lain menggunakan bahan bakar nabati pengganti
bahan bakar fosil.

21
d. Kurangi penggunaan parfum. Kalau bisa gunakan deodorant saja yang
sudah cukup membantu mengurangi efek dari bau keringat. Serta
gantilah pewangi ruangan semprot dengan pewangi ruangan padat yang
tidak mudah menguap.
e. Membangun jaringan pembangkit tenaga listrik tenaga air yang lebih
besar. Sehingga teknologi nuklir yang lebih besar resiko dari radiasinya
tidak usah digunakan.
f. Menangkap ikan dengan jaring biasa, atau jika dapat dilakukan
melakukan penangkaran ikan sendiri di kolam.
g. Membuat satu lubang besar di tanah sebagai tempat sampah. Apabila
sudah penuh dapat ditimbun dan dapat dijadikan pupuk kompos.
h. Diserahkan kepada pusat pengolahan limbah plastik yang mampu
mengolah sampah plastik secara professional.
Dari uraian di atas, sebenarnya masih banyak lagi langkah-langkah
yang dapat dilakukan untuk menjaga alam ini tidak makin rusak karena
perbuatan manusia yang merusak alam kategori sedang.
3. Kegiatan Manusia Merusak Alam Kategori Berat
Untuk yang satu ini, sudah tidak dapat ditolerir lagi oleh alam.
Bahkan manusia yang lain juga tidak dapat mentoleransinya lagi. Mengapa
hal ini dapat terjadi?. Karena sesuai definisinya bahwa kegiatan manusia
merusak alam kategori berat dapat diartikan sebagai semua kegiatan
manusia yang dilakukan dengan sengaja karena hanya ingin memperoleh
keuntungan pribadi maupun kelompoknya tanpa memperhatikan faktor-
faktor lain di sekitarnya. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa
kegiatan manusia yang satu ini semata-mata hanya untuk mencari atau
mendapatkan keuntungan pribadi. Sedangkan hal yang lain tidak
diperhatikan sama sekali.
Dari sumber-sumber yang kami dapatkan, kegiatan-kegiatan
manusia yang merusak alam dan tergolong kategori berat antara lain:
a. Penggunaan nuklir sebagai bahan peledak.
b. Pembuangan sampah kimia hasil industri ke laut.
c. Menebangi hutan
d. Membuka hutan dengan cara membakar hutan.
Dari contoh-contoh di atas, ada satu yang termasuk pencemaran
berat namun hal ini terjadi buka karena mencari keuntungan. Melainkan
sebuah kecelakaan. Yang satu tersebut adalah tumpahnya minyak bumi ke
laut karena karamnya atau rusaknya kapal tanker pengangkut minyak bumi.
Sedangkan yang telah diurutkan di atas merupakan pelanggaran-
pelanggaran manusia terhadap alam dan tidak dapat ditolerir lagi.
Dari kategori-kategori di atas, kami juga masih dapat membaginya
menjadi beberapa bagian yang merupakan aktivitas manusia merusak alam
namun dipandang dari segi masa kini. Dalam arti yang sedang terjadi saat
ini. Perusakan-perusakan itu antara lain:
a. Polusi
Polusi adalah masuk atau dimasukkannya bahan-bahan berupa
makhluk hidup beserta bahan yang dihasilkan makhluk hidup, bahan
kimia, debu, sedimen, panas, suara, atau radiasi ke dalam lingkungan
sehingga kualitas lingkungan tersebut menurun sampai ke tingkat
tertentu. Dan hal tersebut mengakibatkan lingkungan menjadi kurang
atau tidak berfungsi sesuai dengan peruntukkannya dan berakibat
merugikan makhluk hidup penghuni lingkungan tersebut serta
terancamnya kelestarian lingkungan tersebut.
Macam-macam bahan polutan yang dihasilkan manusia dan
merusak lingkungan:
1) CO2 (Carbon Dioxyde)
Pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan
gas alam telah lama dilakukan untuk memenuhi semua kebutuhan
manusia. Ketika pembakaran dilakukan, hasil pembakaran yang
berupa gas karbon dioksida dilepaskan ke udara. Dari hasil penelitian
akhir-akhir ini didapatkan bahwa jumlah gas karbon dioksida di udara
telah melesat cepat.
2) CO (Carbon Monoxyde)
HB manusia memiliki daya ikat yang tinggi terhadap CO daripada O 2
yang dibutuhkan manusia. Peningkatan kadar CO dapat menyebakan
berkurang kemampuan darah untuk membawa oksigen ke jaringan
tubuh. Dan orang akan menderita defisiensi oksigen.

22
3) SO2 (Sulfure Dioxyde)
Sulfur Dioksida dilepaskan ke udara ketika terjadi pembakaran bahan
bakar fosil dan peleburan biji logam. Peningkatan konsentrasi Sulfur
dioksida di udara dapat menyebabkan terganggunya kesehatan
manusia terutama penyakit bronchitis, pneumonia, dan gagal
jantung.
4) NO2 (Nitrogen Dioxyde)
Nitrogen Dioksida ini dapat merusak tumbuhan.
5) Limbah rumah tangga
Kita bisa mengetahui jika sehari-hari kita menggunakan air sebagai
kebutuhan utama rumah tangga. Jika kita sudah menggunakannya
untuk sesuatu kita sering membuangnya begitu saja. Padahal dalam
air yang kotor tadi 95-99% mengandung bahan sampah organik.
6) Limbah Industri
Limbah industry dapat membunuh organisme air. Akan tetapi,
beberapa pabrik tidak mampu menetralkan kandungan racun yang
teradapat pada limbah mereka. Inilah yang menyebabkan
pencemaran air.
7) Logam berat
Logam berat dapat terakumulasi di dalam tubuh makhluk hidup dan
pada konsentrasi tertentu dapat menghambat aktivitas enzim.
b. Hujan Asam
Hujan asam terjadi karena adanya oksida sulfur dan oksida
nitrogen di atmosfer. Senyawa yang berbentuk gas tersebut bereaksi
dengan air di udara dan menghasilkan asam yang jatuh ke bumi
bersamaan dengan turunnya hujan dan salju. Penyebab utama
munculnya oksida nitrogen dan olsida sulfur di atmosfer karena adanya
pembakaran bahan bakar fosil yang berlebihan.
Sebenarnya, hujan asam adalah efek samping kedua setelah
oksida sulfur dan oksida nitrogen yang berbahaya. Dan celakanya lagi,
hal ini terjadi sudah berpuluh-puluh kali bahkan ratusan kali meskipun
dengan kadar yang kecil. Walaupun dengan kadar yang kecil, namun
asam yang terkandung dalam air huja tersebut sangat merusak. Karena
hal ini bisa menyebabkan terlepasnya mineral-mineral tanah yang
dikandung dalam tanah. Dalam hal lain, asam juga memiliki pengaruh
besar terhadap tumbuhan. Tumbuhan bisa rusak, mati, bahkan hancur.
c. Senyawa DDT dan Biological Magnification
Manusia telah mengembangkan berbagai macam obat anti hama.
Salah satunya adalah DDT (dichloro-diphenyltrichloroethan), yaitu
senyawa organik yang mengandung senyawa organic hidrokarbon klorin.
Pada mulanya DDT dinilai sangat efektif dalam mematikan hama khusus.
Namun, setelah diadakan penelitian khusus, baru diketahui bahwa DDT
memiliki dampak negatif yang jauh lebih besar. Diantaranya terjadinya
Biological Magnification. Yaitu peristiwa perubahan bentuk tubuh suatu
mahkluk hidup karena pewarisan gen-gen induk yang telah
terkontaminasi atau rusak yang disebabkan oleh DDT yang masuk ke
rantai makanan. Dan sejak saat itu DDT dilarang dipergunakan di
Amerika.

2.2. Dampak Kegiatan Manusia terhadap Kelestarian Hutan, Tanah dan Air
Ada beberapa bentuk kerusakan yang terjadi karena aktivitas manusia
dalam memenuhi kebutuhannya, seperti halnya kerusakan hutan, pencemaran
air, dan pencemaran tanah.
1. Kerusakan Hutan
Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi oleh pepohonan yang
lebat dan tumbuhan lainnya. Hutan merupakan bagian yang sangat penting
bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di seluruh muka bumi. Hutan adalah
jantung kehidupan karena menjadi tempat tinggal berbagai flora dan fauna.
Selain itu, hutan juga sangat bermanfaat untuk keperluan umat manusia.
Saat ini hutan sudah banyak dijadikan lahan pertanian, pemukiman
penduduk, dan kawasan industri. Pohon-pohon hutan sudah banyak yang
ditebang untuk diambil kayunya sebagai bahan bangunan. Banyaknya
kebutuhan kayu untuk berbagai keperluan menyebabkan terjadinya
penebangan pohon secara besar-besaran tanpa memperhatikan kelestarian
hutan.
Akibat aktivitas manusia, hutan-hutan yang dulu menghijau menjadi
rusak, tandus, dan gersang. Kerusakan hutan mengakibatkan terjadinya

23
banjir bandang, erosi tanah, kebakaran hutan, punahnya hewan dan
tumbuhan, pengeringan sumber mata air dan sungai, berkurangnya produk
hutan, serta pemanasan global. Semua fenomena tersebut berdampak
negatif kepada kehidupan manusia.
Apa yang harus kamu lakukan agar kelestarian hutan tetap terjaga?
Pepohonan sangat penting bagi kehidupan di bumi. Jadi, penebangan pohon
harus dilakukan secara hati-hati dan harus disertai dengan usaha
pelestariannya. Penebangan hutan harus disertai dengan penanaman
kembali benih-benih pohon yang telah ditebang. Benih-benih pohon tersebut
akan tumbuh dan menggantikan pohon-pohon yang telah ditebang. Melalui
cara ini, kelestarian hutan tetap terjaga.
2. Pencemaran Air
Air merupakan kebutuhan vital yang sehari-hari dikonsumsi manusia
dan makhluk hidup lainnya. Jika tercemar, air tidak akan dapat digunakan
lagi oleh makhluk hidup, baik untuk keperluan rumah tangga, industri
maupun pertanian. Jika kita menggunakan air yang tercemar, hal tersebut
akan menyebabkan munculnya berbagai jenis penyakit, bahkan dapat
mengakibatkan kematian. Bagaimana kondisi air di daerahmu, misalnya
kondisi air sungai?
Bagaimanakah cara mengurangi limbah rumah tangga? Kamu dapat
mengurangi bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan, misalnya plastik,
deterjen, dan sampah rumah tangga lainnya.
Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau
komponen lainnya ke dalam air sehingga menyebabkan kualitas air
terganggu. Kualitas air yang terganggu ditandai dengan perubahan rasa,
bau, dan warna. Pencemaran air dapat disebabkan oleh beberapa kegiatan,
misalnya kegiatan rumah tangga, pertanian, dan industri.
a. Kegiatan Rumah Tangga
Kegiatan rumah tangga saat ini banyak menghasilkan berbagai
limbah padat dan cair. Limbah padat berupa sampah, sedangkan limbah
cair berupa air buangan yang mengandung zat kimia, misalnya
deterjen. Limbah tersebut masuk ke perairan dan menyebabkan
terjadinya pencemaran air. Pencemaran air tidak akan terjadi jika kita
sebagai warga negara yang baik dan sebagai makhluk Tuhan dapat
menghargai air secara baik. Arti baik dalam hal ini adalah menggunakan
air secara efisien dan berusaha melestarikan sumber air. Hal tersebut
dapat dilakukan dengan menanam tumbuh-tumbuhan atau membuat
resapan air sebagai cadangan persediaan air tanah. Di samping itu, kita
dapat juga melakukan penyaringan air limbah sebelum dibuang ke
perairan agar air tetap terjaga kejernihannya.
b. Kegiatan Pertanian Kegiatan pertanian dapat juga mengakibatkan
pencemaran. Pupuk yang digunakan dalam pertanian dapat
mengakibatkan eutrofikasi. Eutrofikasi adalah pengayaan air oleh unsur
pupuk yang menyebabkan pertumbuhan tanaman air juga gulma
menjadi sangat cepat. Selain menggunakan pupuk, kegiatan pertanian
juga menggunakan pestisida untuk memberantas hama. Namun
demikian, penggunaan pestisida dapat menimbulkan kematian beberapa
makhluk yang hidup di dalam air karena mengandung bahan- bahan
kimia beracun.
c. Kegiatan industri
Kegiatan industri banyak membutuhkan air untuk proses
produksi. Salah satu proses produksi yang dapat menimbulkan
pencemaran air adalah dalam proses pendinginan mesin- mesin di
pabrik. Dalam proses pendinginan, air diambil dari sungai dan atau
danau. Air tersebut lalu dibuang kembali ke sungai atau danau dalam
bentuk air dengan suhu panas yang dapat mematikan beberapa fauna
dan flora yang tidak dapat bertahan dengan kenaikan suhu air. Di
samping itu, limbah industri yang mengandung zat kimia dan logam-
logam berat pun jika dibuang ke wilayah perairan akan menyebabkan
pencemaran yang berbahaya bagi makhluk hidup.
Air harus dijaga kebersihannya karena air merupakan kebutuhan vital
bagi seluruh makhluk hidup. Apa yang harus dilakukan agar air tetap bersih?
Hal-hal yang dapat dilakukan antara lain seperti berikut.
a. Limbah rumah tangga yang berbentuk cair dialirkan ke bak
penampungan yang sudah disiapkan agar tidak mencemari sumber air
dan menghindari bau tak sedap.

24
b. Tidak menggunakan pupuk tanaman secara berlebihan dan mencegah
agar pupuk tidak hanyut ke sungai atau danau.
c. Usahakan menghindari penggunaan pestisida atau insektisida untuk
pemberantasan hama pada tumbuhan. Sebaiknya digunakan metode
pemberantasan hama secara biologis.
d. Setiap pabrik harus mempunyai bak penampungan limbah. Sebelum
limbah dibuang ke sungai, limbah harus diolah terlebih dahulu agar
tidak membahayakan.
3. Pencemaran Tanah
Tanah merupakan unsur penting bagi kelangsungan hidup makhluk
hidup. Tanah menjadi tempat tinggal berbagai makhluk hidup seperti
manusia, hewan, dan tumbuhan. Selain menjadi tempat tinggal, tanah
bermanfaat menumbuhkan berbagai tumbuhan yang menjadi sumber
makanan bagi hewan dan manusia.
Tanah yang baik bagi tumbuhan adalah tanah yang subur. Kesuburan
tanah dipengaruhi oleh organisme seperti bakteri, jamur, dan organisme lain
yang menguraikan limbah di dalam tanah dan menyediakan unsur-unsur
yang diperlukan oleh tumbuhan untuk kelangsungan hidupnya (unsur hara).
Kesuburan tanah dapat berkurang jika tanah tercemar oleh limbah cair yang
mengandung bahan kimia berbahaya dan limbah padat berupa sampah.
Pencemaran tanah terjadi jika terdapat bahan-bahan asing, baik
organik maupun anorganik, yang menyebabkan daratan rusak. Akibatnya,
daratan tidak dapat memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia.
Padahal jika daratan tersebut tidak mengalami kerusakan, dapat digunakan
untuk mendukung kehidupan manusia seperti untuk pertanian, peternakan,
kehutanan, permukiman, dan lain-lain.
Bahan-bahan apa sajakah yang mencemari tanah? Pada awalnya,
sebelum perkembangan kemajuan teknologi dan industri, manusia hanya
membuang sampah atau limbah yang bersifat organik. Sampah atau limbah
tersebut dapat dengan mudah diurai oleh mikroorganisme sehingga menjadi
bahan yang mudah menyatu kembali dengan alam.
Dalam proses perkembangannya, dengan beragamnya kebutuhan
manusia dan berkembangnya berbagai jenis industri, sampah yang
dihasilkan oleh manusia juga makin bervariasi. Sampah yang dibuang ke
tanah tidak hanya berupa sampah organik, tetapi juga sampah anorganik.
Sampah anorganik sulit untuk diurai atau dipecah oleh mikroorganisme
sehingga memerlukan waktu yang sangat lama untuk hancur dan menyatu
kembali dengan alam. Sebagai gambaran, menurut Miller (1975), sampah
plastik akan hancur dalam waktu 240 tahun jika ditimbun dalam tanah.
Sampah kaleng yang terbuat dari timah atau besi memerlukan waktu 100
tahun untuk dapat berkarat dan hancur menjadi tanah. Kaleng yang terbuat
dari alumunium memerlukan waktu 500 tahun untuk menjadi tanah.
Sampah gelas atau kaca baru akan hancur dalam waktu 1 juta tahun.
Karena itulah dalam pembuangannya, sampah sebaiknya dipilah
menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat
dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau bahan pembuatan kompos.
Sampah anorganik dapat digunakan untuk berbagai keperluan lain dengan
cara dipakai ulang atau didaur ulang. Dengan cara demikian, di samping
menghemat pemakaian sumber daya alam juga sampah anorganik tidak
terus menumpuk di lokasi tempat pembuangan sampah.

2.3. Upaya Penanggulangan Pencemaran Lingkungan


Usaha-usaha telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat
untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, antara lain melalui penyuluhan
dan penataan lingkungan. Namun, usaha tersebut tidak akan berhasil jika tidak
ada dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran
lingkungan, diantaranya sebagai berikut:
1. Membuang sampah pada tempatnya
Membuang sampah ke sungai atau selokan akan meyebabkan aliran
airnya terhambat. Akibatnya, samapah akan menumpuk dan membusuk.
Sampah yang membusuk selain menimbulkan bau tidak sedap juga akan
menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis penyakit. Selain itu, bisa
meyebabkan banjir pada musim hujan.
Salah satu cara untuk menanggulangi sampah terutama sampah
rumah tangga adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk kompos.
Sampah-sampah tersebut dipisahkan antara sampah organik dan anorganik.

25
Selanjutnya, sampah organik ditimbun di dalam tanah sehingga menjadi
kompos. Adapun sampah anorganik seperti plastik dan kaleng bekas dapat
di daur ulang menjadi alat rumah tangga dan barang-barang lainnya.
2. Penanggulangan limbah industry
Limbah dari industri terutama yang mengandung bahan-bahan kimia,
sebelum dibuang harus diolah terlebih dahulu. Hal tersebut akan
mengurangi bahan pencemar di perairan. Denan demikian, bahan dari
limbah pencemar yang mengandung bahan-bahan yang bersifat racun dapat
dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem.
Menempatkan pabrik atau kawasan industri di daerah yang jauh dari
keramaian penduduk. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengaruh buruk
dari limbah pabrik dan asap pabrik terhadap kehidupan masyarakat.
3. Penanggulangan pencemaran udara
Pencemaran udara akibat sisa dari pembakaran kendaraan bermotor
dan asap pabrik, dapat dicegah dan ditanggulangi dengan mengurangi
pemakaian bahan bakar minyak. Perlu dipikirkan sumber pengganti
alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti kendaraan berenergi
listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata dan membatasi jumlah
kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Terutama pengontrolan dan
pemeriksaan terhadap asap buangan dan knalpot kendaraan bermotor.
4. Penghijauan dan Penanaman Pohon
Tumbuhan mampu menyerap CO2 di udara untuk fotosintesis.
Adanya jalur hijau akan mengurangi kadar CO2 di udara yang berasal dari
asap kendaraan bermotor atau asap pabrik. Dengan demikian, tumbuhan
hijau bisa mengurangi pencemaran udara. Selain itu, tumbuhan hijau
melepaskan O2 ke atmosfer.
5. Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang sesuai
Pemberian pupuk pada tanaman dapat meningkatkan hasil pertanian.
Namun, di sisi lain dapat menimbulkan pencemaran jika pupuk tersebut
masuk ke perairan. Eutrofikai merupakan salah satu dampak negatif yang
ditimbulkan oleh pupuk buatan yang masuk ke perairan.
Begitu juga dengan penggunaan obat anti hama tanaman. Jika
penggunaannya melebihi dosis yang ditetapkan akan menimbulkan
pencemaran. Selain dapat mencemari lingkungan juga dapat meyebabkan
musnahnya organisme tertentu yang dibutuhkan, seperti bakteri pengurai
atau serangga yang membantu penyerbukan tanaman.
Pemberantasan hama secara biologis merupakan salah satu alternatif
yang dapat mengurangi pencemaran dan kerusakan ekosistem pertanian.
6. Pengurangan pemakaian CFC
Untuk menghilangkan kadar CFC sebagai bahan lemari es atau
freezer dan bahan pendingin ruangan (AC) di atmosfer diperlukan waktu
sekitar seratus tahun salah satu cara penanggulangannya yaitu dengan
mengurangi penggunaan CFC yang tidak perlu oleh manusia. Mengurangi
penggunaan penggunaan CFC dapat mencegah rusaknya lapisan ozon di
atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global.
Dewasa ini, tingkah laku manusia dengan sikap semena-mena
terhadap lingkungan sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Selain mengeksploitasi alam secara serakah, manusia juga telah meracuni
alam ini dengan berbagai jenis sampahnya.

III. Daur Ulang Limbah


3.1. Pengertian Daur Ulang
Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi
bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat
menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang
baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan
emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang
baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang
terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian
dan pembuatan produk/material bekas pakai, dan komponen utama dalam
manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah
4R (Reduce, Reuse, Recycle, and Replace).
Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas,
logam, tekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses pembuatan
kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi
oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih

26
difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami
demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah
proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemprosesan
material baru untuk proses produksi.
Pada pemahaman yang terbatas, proses daur ulang harus menghasilkan
barang yang mirip dengan barang aslinya dengan material yang sama,
contohnya kertas bekas harus menjadi kertas dengan kualitas yang sama, atau
busa polistirena bekas harus menjadi polistirena dengan kualitas yang sama.
Seringkali, hal ini sulit dilakukan karena lebih mahal dibandingkan dengan
proses pembuatan dengan bahan yang baru. Jadi, daur ulang adalah proses
penggunaan kembali material menjadi produk yang berbeda. Bentuk lain dari
daur ulang adalah ekstraksi material berharga dari sampah, seperti emas dari
prosesor komputer, timah hitam dari baterai, atau ekstraksi material yang
berbahaya bagi lingkungan, seperti merkuri.
Daur ulang adalah sesuatu yang luar biasa yang bisa didapatkan dari
sampah. Proses daur ulang aluminium dapat menghemat 95% energi dan
mengurangi polusi udara sebanyak 95% jika dibandingkan dengan ekstraksi
aluminium dari tambang hingga prosesnya di pabrik. Penghematan yang cukup
besar pada energi juga didapat dengan mendaur ulang kertas, logam, kaca, dan
plastik.

3.2. Macam-Macam Limbah


Jika didasarkan asalnya, limbah dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
1. Limbah Organik
Limbah ini terdiri atas bahan-bahan yang bersifat organik seperti dari
kegiatan rumah tangga, kegiatan industri. Limbah ini juga bisa dengan
mudah diuraikan melalui proses yang alami. Limbah pertanian berupa sisa
tumpahan atau penyemprotan yang berlebihan, misalnya dari pestisida dan
herbisida, begitu pula dengan pemupukan yang berlebihan. Limbah ini
mempunyai sifat kimia yang setabil sehingga zat tersebut akan mengendap
kedalam tanah, dasar sungai, danau, serta laut dan selanjutnya akan
mempengaruhi organisme yang hidup didalamnya. Sedangkan limbah rumah
tangga dapat berupa padatan seperti kertas, plastik dan lain-lain, dan
berupa cairan seperti air cucian, minyak goreng bekasdan lain-lain. Limbah
tersebut ada yang mempunyai daya racun yang tinggi misalnya : sisa obat,
baterai bekas, dan air aki. Limbah tersebut tergolong (B3) yaitu bahan
berbahaya dan beracun, sedangkan limbah air cucian, limbah kamar mandi,
dapat mengandung bibit-bibit penyakit atau pencemar biologis seperti
bakteri, jamur, virus dan sebagainya.
2. Limbah Anorganik
Limbah ini terdiri atas limbah industri atau limbah pertambangan.
Limbah anorganik berasal dari sumber daya alamyang tidak dapat di uraikan
dan tidak dapat diperbaharui. Air limbah industri dapat mengandung
berbagai jenis bahan anorganik, zat-zat tersebut adalah :
a. Garam anorganik seperti magnesium sulfat, magnesium klorida yang
berasal dari kegiatan pertambangan dan industri.
b. Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri
pengolahan biji logam dan bahan bakar fosil.
Adapula limbah anorganik yang berasal dari kegiatan rumah tangga
seperti botol plastik, botol kaca, tas plastik, kaleng dan aluminium.

Jika berdasarkan sumbernya limbah dikelompokkan menjadi 3 yaitu :


1. Limbah Pabrik
Limbah ini bisa dikategorikan sebagai limbah yang berbahaya karena
limbah ini mempunyai kadar gasyang beracun, pada umumnya limbah ini
dibuang di sungai-sungai disekitar tempat tinggal masyarakat dan tidak
jarang warga masyarakat mempergunakan sungai untuk kegiatan sehari-
hari, misalnya MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan secara langsung gas yang
dihasilkan oleh limbah pabrik tersebut dikonsumsi dan dipakai oleh
masyarakat.
2. Limbah Rumah Tangga
Limbah rumah tangga adalah limbah yang dihasilkan oleh kegiatan
rumah tangga limbah ini bisa berupa sisa-sisa sayuran seperti wortel, kol,
bayam, slada dan lain-lain bisa juga berupa kertas, kardus atau karton.
Limbah ini juga memiliki daya racun tinggi jika berasal dari sisa obat dan
aki.

27
3. Limbah Industri
Limbah ini dihasilkan atau berasal dari hasil produksi oleh pabrik atau
perusahaan tertentu. Limbah ini mengandung zat yang berbahaya
diantaranya asam anorganik dan senyawa orgaik, zat-zat tersebut jika
masuk ke perairan maka akan menimbulkan pencemaran yang dapat
membahayakan makluk hidup pengguna air tersebut misalnya, ikan, bebek
dan makluk hidup lainnya termasuk juga manusia

Berdasarkan karakteristiknya, limbah dapat digolongkan menjadi 4


macam, yaitu :
1. Limbah cair
Limbah cair bersumber dari pabrik yang biasanya banyak
menggunakan air dalam sistem prosesnya. Di samping itu ada pula bahan
baku mengandung air sehingga dalam proses pengolahannya air harus
dibuang. Air terikut dalam proses pengolahan kemudian dibuang misalnya
ketika dipergunakan untuk pencuci suatu bahan sebelum diproses lanjut. Air
ditambah bahan kimia tertentu kemudian diproses dan setelah itu dibuang.
Semua jenis perlakuan ini mengakibatkan buangan air.
Industri primer pengolahan hasil hutan merupakan salah satu
penyumbang limbah cair yang berbahaya bagi lingkungan. Bagi industri-
industri besar, seperti industri pulp dan kertas, teknologi pengolahan limbah
cair yang dihasilkannya mungkin sudah memadai, namun tidak demikian
bagi industri kecil atau sedang. Namun demikian, mengingat penting dan
besarnya dampak yang ditimbulkan limbah cair bagi lingkungan, penting
bagi sektor industri kehutanan untuk memahami dasar-dasar teknologi
pengolahan limbah cair.
Teknologi pengolahan air limbah adalah kunci dalam memelihara
kelestarian lingkungan. Apapun macam teknologi pengolahan air limbah
domestik maupun industri yang dibangun harus dapat dioperasikan dan
dipelihara oleh masyarakat setempat. Jadi teknologi pengolahan yang dipilih
harus sesuai dengan kemampuan teknologi masyarakat yang bersangkutan.
Berbagai teknik pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahan
polutannya telah dicoba dan dikembangkan selama ini. Teknik-teknik
pengolahan air buangan yang telah dikembangkan tersebut secara umum
terbagi menjadi 3 metode pengolahan:
a. pengolahan secara fisika
b. pengolahan secara kimia
c. pengolahan secara biologi
Untuk suatu jenis air buangan tertentu, ketiga metode pengolahan
tersebut dapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau secara kombinasi.
Limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang
berwujud cair (PP 82 thn 2001). Jenis-jenis limbah cair dapat digolongkan
berdasarkan pada :
a. Sifat Fisika dan Sifat Agregat . Keasaman sebagai salah satu contoh sifat
limbah dapat diukur dengan menggunakan metoda Titrimetrik
b. Parameter Logam, contohnya Arsenik (As) dengan metoda SSA
c. Anorganik non Metalik contohnya Amonia (NH3-N) dengan metoda Biru
Indofenol
d. Organik Agregat contohnya Biological Oxygen Demand (BOD)
e. Mikroorganisme contohnya E Coli dengan metoda MPN
f. Sifat Khusus contohnya Asam Borat (H3 BO3) dengan metoda Titrimetrik
g. Air Laut contohnya Tembaga (Cu) dengan metoda SPR-IDA-SSA
2. Limbah padat
Limbah padat berasal dari kegiatan industri dan domestik. Limbah
domestik pada umumnya berbentuk limbah padat rumah tangga, limbah
padat kegiatan perdagangan, perkantoran, peternakan, pertanian serta dari
tempat-tempat umum. Jenis-jenis limbah padat: kertas, kayu, kain,
karet/kulit tiruan, plastik, metal, gelas/kaca, organik, bakteri, kulit telur, dll
Limbah padat adalah hasil buangan industri berupa padatan, lumpur,
bubur yang berasal dari sisa proses pengolahan. Limbah ini dapat
dikategorikan menjadi dua bagian, yaitu limbah padat yaitu dapat didaur
ulang, seperti plastik, tekstil, potongan logam dan kedua limbah padat yang
tidak punya nilai ekonomis.
Bagi limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis dapat ditangani
dengan berbagai cara antara lain ditimbun pada suatu tempat, diolah
kembali kemudian dibuang dan dibakar.

28
3. Gas dan Partikel
Polusi udara adalah tercemarnya udara oleh berberapa partikulat zat
(limbah) yang mengandung partikel (asap dan jelaga), hidrokarbon, sulfur
dioksida, nitrogen oksida, ozon (asap kabut fotokimiawi), karbon monoksida
dan timah.
Udara adalah media pencemar untuk limbah gas. Limbah gas atau
asap yang diproduksi pabrik keluar bersamaan dengan udara.
Secara alamiah udara mengandung unsur kimia seperti O2, N2, NO2,
CO2, H2 dan Jain-lain. Penambahan gas ke dalam udara melampaui
kandungan alami akibat kegiatan manusia akan menurunkan kualitas udara.
Zat pencemar melalui udara diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu
partikel dan gas. Partikel adalah butiran halus dan masih mungkin terlihat
dengan mata telanjang seperti uap air, debu, asap, kabut dan fume-
Sedangkan pencemaran berbentuk gas tanya aapat dirasakan melalui
penciuman (untuk gas tertentu) ataupun akibat langsung. Gas-gas ini antara
lain SO2, NOx, CO, CO2, hidrokarbon dan lain-lain.
4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan
berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung
maupun tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan lingkungan
hidup atau membahayakan kesehatan manusia.Yang termasuk limbah B3
antara lain adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak
digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli
bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-
bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih
karakteristik berikut: mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif,
beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lain-lain, yang bila diuji
dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.

3.3. Mendaur Ulang Air dan Sampah Organik atau Anorganik


1. Pengolahan dan penanganan limbah cair
Berbagai teknik pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahan
polutannya telah dicoba dan dikembangkan selama ini. Teknik-teknik
pengolahan air buangan yang telah dikembangkan tersebut secara umum
terbagi menjadi 3 metode pengolahan:
a. Pengolahan secara fisika
b. Pengolahan secara kimia
c. Pengolahan secara biologi
Untuk suatu jenis air buangan tertentu, ketiga metode pengolahan
tersebut dapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau secara kombinasi.

Pengolahan Secara Fisika


Pada umumnya, sebelum dilakukan pengolahan lanjutan terhadap air
buangan, diinginkan agar bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan
yang mudah mengendap atau bahan-bahan yang terapung disisihkan
terlebih dahulu. Penyaringan (screening) merupakan cara yang efisien dan
murah untuk menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besar. Bahan
tersuspensi yang mudah mengendap dapat disisihkan secara mudah dengan
proses pengendapan. Parameter desain yang utama untuk proses
pengendapan ini adalah kecepatan mengendap partikel dan waktu detensi
hidrolis di dalam bak pengendap.
Proses flotasi banyak digunakan untuk menyisihkan bahan-bahan
yang mengapung seperti minyak dan lemak agar tidak mengganggu proses
pengolahan berikutnya. Flotasi juga dapat digunakan sebagai cara
penyisihan bahan-bahan tersuspensi (clarification) atau pemekatan lumpur
endapan (sludge thickening) dengan memberikan aliran udara ke atas (air
flotation). Proses filtrasi di dalam pengolahan air buangan, biasanya
dilakukan untuk mendahului proses adsorbsi atau proses reverse osmosis-
nya, akan dilaksanakan untuk menyisihkan sebanyak mungkin partikel
tersuspensi dari dalam air agar tidak mengganggu proses adsorbsi atau
menyumbat membran yang dipergunakan dalam proses osmosa. Proses
adsorbsi, biasanya dengan karbon aktif, dilakukan untuk menyisihkan
senyawa aromatik (misalnya: fenol) dan senyawa organik terlarut lainnya,
terutama jika diinginkan untuk menggunakan kembali air buangan tersebut.
Teknologi membran (reverse osmosis) biasanya diaplikasikan untuk unit-unit

29
pengolahan kecil, terutama jika pengolahan ditujukan untuk menggunakan
kembali air yang diolah. Biaya instalasi dan operasinya sangat mahal.

Pengolahan Secara Kimia


Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk
menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid),
logam-logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun; dengan
membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. Penyisihan bahan-
bahan tersebut pada prinsipnya berlangsung melalui perubahan sifat bahan-
bahan tersebut, yaitu dari tak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan
(flokulasi-koagulasi), baik dengan atau tanpa reaksi oksidasi-reduksi, dan
juga berlangsung sebagai hasil reaksi oksidasi.
Pengendapan bahan tersuspensi yang tak mudah larut dilakukan
dengan membubuhkan elektrolit yang mempunyai muatan yang berlawanan
dengan muatan koloidnya agar terjadi netralisasi muatan koloid tersebut,
sehingga akhirnya dapat diendapkan. Penyisihan logam berat dan senyawa
fosfor dilakukan dengan membubuhkan larutan alkali (air kapur misalnya)
sehingga terbentuk endapan hidroksida logam-logam tersebut atau endapan
hidroksiapatit. Endapan logam tersebut akan lebih stabil jika pH air > 10,5
dan untuk hidroksiapatit pada pH > 9,5. Khusus untuk krom heksavalen,
sebelum diendapkan sebagai krom hidroksida [Cr(OH)3], terlebih dahulu
direduksi menjadi krom trivalent dengan membubuhkan reduktor (FeSO4,
SO2, atau Na2S2O5).
Penyisihan bahan-bahan organik beracun seperti fenol dan sianida
pada konsentrasi rendah dapat dilakukan dengan mengoksidasinya dengan
klor (Cl2), kalsium permanganat, aerasi, ozon hidrogen peroksida. Pada
dasarnya kita dapat memperoleh efisiensi tinggi dengan pengolahan secara
kimia, akan tetapi biaya pengolahan menjadi mahal karena memerlukan
bahan kimia.

Pengolahan secara biologi


Semua air buangan yang biodegradable dapat diolah secara biologi.
Sebagai pengolahan sekunder, pengolahan secara biologi dipandang sebagai
pengolahan yang paling murah dan efisien. Dalam beberapa dasawarsa telah
berkembang berbagai metode pengolahan biologi dengan segala
modifikasinya.
Pada dasarnya, reaktor pengolahan secara biologi dapat dibedakan
atas dua jenis, yaitu:
a. Reaktor pertumbuhan tersuspensi (suspended growth reaktor);
b. Reaktor pertumbuhan lekat (attached growth reaktor).
Di dalam reaktor pertumbuhan tersuspensi, mikroorganisme tumbuh
dan berkembang dalam keadaan tersuspensi. Proses lumpur aktif yang
banyak dikenal berlangsung dalam reaktor jenis ini. Proses lumpur aktif
terus berkembang dengan berbagai modifikasinya, antara lain: oxidation
ditch dan kontak-stabilisasi. Dibandingkan dengan proses lumpur aktif
konvensional, oxidation ditch mempunyai beberapa kelebihan, yaitu efisiensi
penurunan BOD dapat mencapai 85%-90% (dibandingkan 80%-85%) dan
lumpur yang dihasilkan lebih sedikit. Selain efisiensi yang lebih tinggi (90%-
95%), kontak stabilisasi mempunyai kelebihan yang lain, yaitu waktu
detensi hidrolis total lebih pendek (4-6 jam). Proses kontak-stabilisasi dapat
pula menyisihkan BOD tersuspensi melalui proses absorbsi di dalam tangki
kontak sehingga tidak diperlukan penyisihan BOD tersuspensi dengan
pengolahan pendahuluan.
Kolam oksidasi dan lagoon, baik yang diaerasi maupun yang tidak,
juga termasuk dalam jenis reaktor pertumbuhan tersuspensi. Untuk iklim
tropis seperti Indonesia, waktu detensi hidrolis selama 12-18 hari di dalam
kolam oksidasi maupun dalam lagoon yang tidak diaerasi, cukup untuk
mencapai kualitas efluen yang dapat memenuhi standar yang ditetapkan. Di
dalam lagoon yang diaerasi cukup dengan waktu detensi 3-5 hari saja.
Di dalam reaktor pertumbuhan lekat, mikroorganisme tumbuh di atas
media pendukung dengan membentuk lapisan film untuk melekatkan
dirinya. Berbagai modifikasi telah banyak dikembangkan selama ini, antara
lain:
a. trickling filter
b. cakram biologi
c. filter terendam
d. reaktor fludisasi

30
Seluruh modifikasi ini dapat menghasilkan efisiensi penurunan BOD
sekitar 80%-90%. Ditinjau dari segi lingkungan dimana berlangsung proses
penguraian secara biologi, proses ini dapat dibedakan menjadi dua jenis:
a. Proses aerob, yang berlangsung dengan hadirnya oksigen;
b. Proses anaerob, yang berlangsung tanpa adanya oksigen.
Apabila BOD air buangan tidak melebihi 400 mg/l, proses aerob
masih dapat dianggap lebih ekonomis dari anaerob. Pada BOD lebih tinggi
dari 4000 mg/l, proses anaerob menjadi lebih ekonomis.

2. Pengolahan dan penanganan limbah organik dan anorganik


a. Untuk limbah organik, kita dapat memprosesnya menjadi pupuk
kompos.
Kompos adalah hasil penguraian parsial / tidak lengkap dari
campuran bahan-bahan organic yang dapat dipercepat secara artificial
oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang
hangat, lembab, dan aerobic atau anaerobic.
Kompos sangat berpotensi untuk dikembangkan mengingat
semakin tingginya jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat
pembuangan akhir dan menyebabkan terjadinya polusi bau dan
lepasnya gas metana ke udara.
Pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami
penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang
memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos
adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos
dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran
bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi,
dan penambahan aktivator pengomposan. Pengomposan merupakan
alternatif penanganan yang sesuai.
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa dengan melakukan
kegiatan composting sampah organik yang komposisinya mencapai
70%, dapat direduksi hingga mencapai 25%.
b. Untuk limbah anorganik, kita dapat mengolahnya dengan mendaur
ulang menjadi sebuah benda yang memiliki nilai estetika atau nilai
guna.
Pemanfaatan kembali secara langsung, misalnya pembuatan
kerajinan yang berbahan baku dari barang bekas, atau kertas daur
ulang. Sedangkan pemanfaatan kembali secara tidak langsung,
misalnya menjual barang bekas seperti kertas, plastik, kaleng, koran
bekas, botol, gelas dan botol air minum dalam kemasan.
Plastik dari bekas makanan ringan atau sabun deterjen dapat
didaur ulang menjdai kerajinan misalnya kantong, dompet, tas laptop,
tas belanja, sandal, atau payung. Botol bekas minuman bisa
dimanfaatkan untuk membuat mainan anak-anak. Sedotan minuman
dapat dibuat bunga-bungaan, bingkai foto, taplak meja, hiasan dinding
atau hiasan-hiasan lainnya.
Sampah dari bahan kaleng dapat dijadikan berbagai jenis barang
kerajinan yang bermanfaat. Berbagai produk yang dapat dihasilkan dari
limbah kaleng di antaranya tempat sampah, vas bunga, gantungan
kunci, celengan, gift box, dan lain-lain.
Limbah gelas atau kaca yang sudah pecah dapat didaur ulang
menjadi barang-barang sama seperti barang semula atau menjadi
barang lainseperti botol yang baru, vas bunga, cindera mata, atau
hiasan-hiasan lainnya yang mempunyai nilai artistik dan ekonomis.
Untuk kertas, banyak yang dapat kita hasilkan dari mendaur
ulang kertas, seperti menjadi kotak hiasan, sampul buku, bingkai photo,
tempat pensil, dan lain sebagainya.

3.4. Manfaat Daur Ulang Limbah


Proses daur ulang terdiri dari tiga tahap. Pada tahap pertama, produk
lama dikumpulkan dan diproses, di mana semua diurutkan, dibersihkan dan siap
untuk didaur ulang atau pembuatan produk baru. Tahap kedua melibatkan
pembuatan produk baru dari bahan baku yang diperoleh dari pengolahan
produk lama. Akhirnya, proses berakhir dengan pembelian barang daur ulang
oleh konsumen. Semakin banyak orang melangkah maju untuk membeli produk
daur ulang, semakin tinggi keberhasilan dapat dipastikan. Membeli produk daur
ulang akan meningkat bila setiap individu mengembangkan kesadaran dengan
memanfaatkan benda-benda lama mereka di rumah sebagai bahan baku untuk

31
memproduksi barang baru. Mari kita sekarang melihat pentingnya manfaat daur
ulang.
Manfaat daur ulang limbah :
1. Menghemat energy
Produk baru yang diproduksi dari bahan baku yang diperoleh dari produk
daur ulang, akan dapat menghemat banyak energi yang dikonsumsi di
dalam proses produksi. Berbeda dengan produk baru yang dibuat pertama
kali dari bahan mentah yang masih baru, jumlah energi yang dikonsumsi
jauh lebih tinggi. Dengan daur ulang akan menghemat energi yang
dibutuhkan untuk memperoleh dan mengangkut bahan baku.
2. Mengurangi polusi
Manfaat daur ulang dapat membantu dalam mencegah pemanasan global.
Dengan meminimalkan energi yang dihabiskan untuk produksi industri, hal
itu juga membantu dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Beberapa
bahan bakar yang digunakan di sebagian besar industri termasuk batubara,
diesel, dan solar. Semua ini memancarkan gas berbahaya seperti metana,
sulfur dioksida, dan karbondioksida ke udara. Pengolahan bahan mentah
yang masih baru juga menimbulkan bahan beracun yang dapat mencemari
lingkungan. Dengan mengurangi energi yang digunakan, juga akan
meminimalkan jumlah pemakaian bahan bakar yang akan mengurangi
jumlah polutan berbahaya pada lingkungan.
3. Menghemat Sumber Daya Alam
Kita tahu bahwa daur ulang melibatkan pengolahan dan penggunaan unsur-
unsur inti dari produk lama untuk memproduksi produk baru. Hal ini
membantu dalam menghemat sumber daya alam kita. Sebagai contoh,
kertas bekas yang didaur ulang tidak perlu menggunakan sumber daya dari
pohon lagi untuk menghasilkan kertas baru. Dengan cara ini, daur ulang
yang tepat dapat membantu kita dalam melestarikan sumber daya alam
untuk generasi mendatang dan menjaga keseimbangan alam.
4. Manfaat ekonomis
Mirip dengan menghemat energi dan sumber daya alam, daur ulang juga
membantu dalam menghemat banyak biaya. Biaya ini mencakup seluruh
siklus produksi mulai dari memperoleh bahan baku, pengangkutan dari
tempat asal ke tempat produksi, pengolahan dan manufaktur. Ini juga
menciptakan peluang kerja bagi banyak orang, yang terlibat dalam berbagai
proses. Hal ini memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi
suatu negara atau daerah.
5. Menghemat ruang
Sebagian besar tempat pembuangan sampah diisi dengan banyak sampah
yang bisa didaur ulang. Beberapa sampah membutuhkan waktu lama untuk
dapat terurai. Daur ulang memungkinkan penggunaan yang tepat dari
produk-produk sampah dan menghemat ruang untuk tempat pembuangan
sampah. Tempat pembuangan sampah semakin penuh, kecuali kita mulai
melakukan daur ulang di rumah kita sendiri.

32
KIMIA
Standar Kompetensi 3 :
Mengidentifikasi, Mengumpulkan dan Menyimpulkan Kegunaan dan Efek Samping
Bahan Kimia Disekitar Serta Mengkomunikasikannya

I. Bahan Kimia Rumah Tangga


Bahan kimia rumah tangga diantaranya pembersih, pemutih, pewangi, bahan
kimia obat dan pembasmi serangga. Bahan-bahan kimia tersebut akan membahayakan
jika kita menggunakannya untuk hal-hal yang negatif. Akan tetapi, tanpa kita sadari
banyak bahan kimia yang bermanfaat dalam kehidupan ini.
1.1. Jenis-Jenis Bahan Kimia Rumah Tangga
1) Bahan Kimia Pembersih
Bahan kimia penyusun bahan pembersih dibedakan atas bahan utama
(bahan aktif) yang berfungsi sebagai surfaktan, dan bahan tambahan (bahan
aditif) yang berfungsi sebagai penguat (builder), pelembut (pada pakaian),
pewarnaan, pemberi aroma (pewangi), pengawet, pengental, dan medium
(pelarut).
Dengan adanya surfaktan, maka lemak atau kotoran yang tadinya tidak
dapat bercampur dengan air, kini dapat bercampur dengan air, sehingga
lemak atau kotoran dapat dilepaskan atau dihilangkan dari tempatnya
menempel.
Larutan pembersih tidak membuih dalam air sadah. Air sadah adalah
air yang mengandung garam kalsium karbonat (CaCO3) atau garam
magnesium karbonat (MgCO3). Perhatikan tabel macam-macam surfaktan
pada pembersih berikut.

Keterangan :
*) Dalam air berubah menjadi partikel bermuatan negatif, memiliki daya
bersih yang sangat baik, berbusa banyak.
**) Dalam air tidak berubah menjadi partikel bermuatan, busa sedikit,
tetapi dapat bekerja dalam air sadah atau air yang kandungan
mineralnya tinggi.
***) Dalam air berubah menjadi partikel bermuatan positif.
Mencuci tangan menggunakan sabun biasa sudah baik, yang penting
dipastikan telah menggosok dan mencuci seluruh permukaan tangan, telapak
tangan serta di sela-sela jari. Untuk higienitas, bukan dilihat dari berapa lama
kita mencucinya tetapi seberapa besar permukaan yang bisa terbasuh sabun
kemudian dibilas hingga bersih. Sabun dan air bekerja bersama-sama dalam
menghanyutkan kuman.
2) Bahan Kimia Pemutih
Pemutih yang paling banyak beredar di pasaran adalah dari jenis
sodium hipoklorit, yang berfungsi sebagai pemutih. Senyawa ini dapat
berfungsi sebagai penghilang noda dan desinfektan (sanitizer). Fungsi ganda
NaOCl sebagai penghilang noda maupun desinfektan, dapat menjadi peluang
tersendiri dalam penjualan. Pemutih ini ada dua wujud, yaitu padat dan cair.
Pemutih padat (bubuk putih) adalah kalsium hipokhlorit dengan rumus kimia
CaOCl2. Pada umumnya, masyarakat mengenal senyawa ini sehingga kaporit.
Kaporit lazim dipakai untuk mensucihamakan air ledeng dan kolam renang.
Pemutih cair adalah sodium hipoklorit (NaOCl).

33
Jika kita membuat sendiri bahan pemutih ini, maka harus disediakan
bahanbahan sebagai berikut:
 Sodium hipokhlorit, NaOCl (12%)
 Parfum
 Emal-70
 Air
Seperti telah diketahui bahwa sodium hipokhlorid merupakan bahan
utama produk pemutih. Pada umumnya NaOCl yang tersedia di pasaran
mempunyai konsentrasi 12% – 13%. Mengapa tidak disediakan konsentrasi
yang lebih tinggi? Ini semata-mata pertimbangan keselamatan dan teknis.
Emal-70 adalah nama dagang dari jenis surfaktan berbahan aktif alkyl
sulphate. Penambahan bahan ini hanya sebagai alternatif. Jika kita ingin
menambah fungsi pemutih sebagai penghilang noda (staim remover). Seperti
halnya Emal-70, parfum merupakan zat pilihan (tak harus ada). Kebanyakan
produk pemutih yang ada di pasar tidak memakai parfum. Kadang
penambahan parfum tidak memunculkan aroma parfum. Jenis air yang dipakai
idealnya adalah air yang sudah dimurnikan (aquades). Namun, karena
pengadaan aquades tidak mudah dan harganya cukup tinggi maka
penggunaan air biasa dimungkinkan.
3) Bahan Kimia Pewangi (Parfum)
Parfum adalah hasil pencampuran berbagai macam fragrance
(wewangian) yang bersifat mudah menguap dengan bau tertentu. Bahan kimia
pewangi sering ditambahkan pada berbagai produk seperti sabun, deterjen,
sampo, pembersih kaca, cairan pencuci piring, dan cairan pelembut pakaian,
serta dijual dalam bentuk pengharum tubuh maupun ruangan.
Pada setiap kemasan dicantumkan kandungan kimianya (ingredients).
Ingredients yang tertulis pada kemasan (botol) shampo di atas adalah sebagai
berikut: Ingredients : water, sodium Lauryl Ether Sulfate, Cocomidopropyl
Betaine, Glycol Distearate, Dimethicone, Sodium Chloride, Fragrance,
Carbomer, Guarthydroxy Propyltrimimonium, Chloride, Cl 77266, Lysine,
Sodium Hydroxide, Hydrogen Chloride, Butylated, Hydroxy Toluena,
Farmaldehyde, Urang-Aring Extract.
Pada ingredients sampo nampak adanya fragrance. Inilah petunjuk
bahwa produk shampo terdapat kandungan bahan pewangi. Bacalah
ingredients untuk produk-produk bahan pembersih yang lain! Apakah kita
menemukan tulisan fragrance.
Perusahaan umumnya tidak mau menuliskan bahan kimia yang
digunakan sebagai fragrance. Orang sering memberi istilah “rahasia
perusahaan”. Bahan kimia yang dipakai sebagai pewangi biasanya tidak
tunggal tetapi campuran dari beberapa fragrance.
Selain ditambahkan ke dalam bahan-bahan pembersih, parfum juga
ditambahkan pada produk-produk lain seperti : bedak, hair spray, deodorant,
krim pelembut, pembersih wajah, dan lain-lain. Kandungan fragrance untuk
produk-produk ini pada rentang 0,5-5%.
Jangan lupa bahwa penggunaan parfum juga memiliki efek negatif.
Dalam
komposisi parfum, selain etil alkohol sebagai pelarut sering ditambahkan zat-
zat seperti: aseton, benzaldehida, benzil asetat, benzil alkohol, dan etil asetat.
Zat-zat ini memiliki efek negatif bagi kesehatan. Aseton dapat menyebabkan
kekeringan mulut dan tenggorokan, kerusakan pita suara, mengantuk, dan
depresi. Benzaldehida memiliki efek narkotik dan iritasi pada kulit, mata,
mulut, dan tenggorokan. Benzil asetat bersifat karsinogenik, cairannya dapat
meresap ke dalam sistem tubuh melalui kulit, dan uapnya dapat mengiritasi
mata. Benzil alkohol menyebabkan iritasi saluran pernafasan bagian atas dan
penurunan tekanan darah. Etil asetat bersifat narkotik, merusak hati, dan
menyebabkan anemia.
4) Bahan Kimia Obat
Obat adalah suatu zat yang digunakan untuk mendiagnose,
pencegahan, dan penyembuhan penyakit pada manusia atau pada hewan.
Penting untuk diketahui bahwa obat memiliki sifat ganda, di satu sisi dapat
bersifat sebagai obat (sifat farmakologik) dan pada sisi yang lain bersifat
sebagai racun (sifat toksikologik). Obat akan bersifat sebagai obat apabila
digunakan secara tepat dalam pengobatan suatu penyakit dengan dosis dan
waktu yang tepat. Jika obat tidak digunakan secara tepat dengan dosis dan
waktu tepat, maka obat akan bersifat racun. Kedua sifat ini ada dalam batas
jarak yang pendek. Selain mengetahui penyakit yang diderita, efek yang

34
ditimbulkan obat, dosis dan waktu pengobatan yang tepat harus diketahui pula
di mana obat diaplikasikan.

5) Bahan Kimia Pembasmi Hama


Pestisida adalah sebutan untuk semua jenis obat (bahan kimia)
pembasmi hama yang ditujukan terhadap serangga, jamur, bakteri, dan hama
lainnya.
a. Insektisida
Insektisida adalah obat (bahan) kimia yang digunakan untuk memberantas
hama tanaman berupa serangga. Contohnya adalah lindan, DDT
(penggunaannya sudah dilarang), dieldrin, endrin, malation, paration
(insektisida yang memiliki daya bunuh paling tinggi).
b. Fungisida
Fungisida adalah obat kimia yang digunakan untuk memberantas hama
tanaman berupa jamur atau cendawan. Contohnya adalah serbuk belerang,
fungisida organik (misalnya zineb dan maneb), dan CuSO4 yang dibuat
menjadi Bubur Bordeaux (BB).
c. Bakterisida
Bakterisida adalah obat kimia yang digunakan untuk memberantas hama
tanaman berupa bakteri dan virus. Contohnya adalah tetramycin yang
digunakan untuk membunuh virus CVPD yang menyerang tanaman jeruk.
Umumnya, bakteri yang telah menyerang tanaman akan sangat sulit untuk
diberantas. Pemberian obat biasanya dilakukan pada tanaman yang belum
terkena bakteri dengan dosis tertentu.
d. Herbisida
Herbisida adalah jenis pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman
pengganggu (gulma) seperti alangalang, rumput, dan eceng gondok.
Contoh herbisida adalah ammonium sulfonat dan pentaklorofenol.
e. Rodentisida
Obat ini dibuat untuk memberantas hama tanaman berupa hewan
pengerat, seperti tikus. Penggunaan obat ini biasanya diberikan sebagai
umpan yang dicampur dengan makanan lainnya. Akan tetapi,
penggunaannya harus hati-hati karena dapat mematikan hewan ternak
yang memakannya.

35
f. Nematisida
Obat ini dibuat untuk memberantas hama tanaman jenis Nematoda atau
cacing. Nematisida bersifat meracuni tanaman sehingga penggunaannya
biasanya diberikan 3 minggu sebelum masa tanam tiba. Penerapannya
pada kebun kopi atau lada karena biasanya cacing banyak menyerang
tanaman tersebut. Contoh dari nematisida adalah DD, Vapam, dan
Dazomet.
g. Helisida
Obat ini digunakan untuk memberantas hama tanaman, seperti siput atau
bekicot. Obat yang biasa digunakan adalah metaldehyde atau metadex dan
mercaptometur.
Selain bermanfaat untuk memberantas hama, ternyata pestisida juga
menimbulkan dampak negatif bagi manusia ataupun lingkungan. Pestisida
biasanya digunakan dalam bidang pertanian sehingga yang terkena dampak
langsung dari penggunaan pestisida adalah para petani. Biarpun sedikit, tetapi
para petani pasti akan terkena racun pestisida apalagi jika mereka tidak
menggunakannya sesuai dengan petunjuk pemakaiannya. Dampak lain dari
penggunaan pestisida adalah sebagai berikut:
a. Tanaman yang diberi pestisida kemungkinan besar menyerap pestisida
tersebut melalui akar, lalu ke batang, daun, dan buah. Lalu pestisida
tersebut akan terakumulasi dalam tubuh hewan pemakan tanaman. Dapat
dibayangkan melalui proses rantai makanan racun pestisida akan
terkumpul dalam tubuh manusia (bioakumulasi).
b. Pestisida yang tidak terurai dalam air akan terbawa ke dalam biota air.
Pestisida dalam air akan menghambat proses fotosintesis pada plankton
yang menjadi makanan makhluk air. Plankton dan ikan-ikan pemakan
plankton akan terkena racun pestisida.
c. Penggunaan pestisida jangka panjang akan menyebabkan munculnya
spesies hama tanaman yang tahan terhadap takaran pestisida yang
diterapkan. Hama ini baru musnah setelah takaran pestisida diperbesar.
Akibatnya, hal ini akan memperbesar tingkat pencemaran pestisida pada
makhluk hidup.
Upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari
penggunaan pestisida, yaitu dengan menggunakan pestisida alami yang
berasal dari tumbuhan (biopestisida) yang mudah terurai (biogenerable),
sehingga penggunaannya relatif aman. Akan tetapi, apabila tidak ada cara lain
untuk memberantas hama selain dengan menggunakan pestisida, berbagai
pihak khususnya lembaga terkait (PPL: Penyuluh Pertanian Lapangan) harus
bisa memilih pestisida yang paling kecil resiko pencemarannya terhadap
makhluk hidup.

1.2. Sifat-Sifat Fisik Bahan Kimia


Berikut adalah pengelompokan bahan kimia berdasarkan sifatnya :
1. Mudah meledak (Explosive)
Adalah suatu zat padat atau cair atau campuran keduanya yang karena suatu
reaksi kimia dapat menghasilkan gas dalam jumlah dan tekanan yang besar
serta suhu yang tinggi, sehingga menimbulkan kerusakan disekelilingnya. Zat
eksplosif amat peka terhadap panas dan pengaruh mekanis (gesekan atau
tumbukan), ada yang dibuat sengaja untuk tujuan peledakan atau bahan
peledak seperti trinitrotoluene (TNT), nitrogliserin dan ammonium nitrat
(NH4NO3). Contoh lainnya adalah Asetilena dan amonium nitrat.
2. Pengoksidasi (Oxidizing)
Adalah suatu bahan kimia yang mungkin tidak mudah terbakar, tetapi dapat
menghasilkan oksigen yang dapat menyebabkan kebakaran bahan-bahan
lainnya. Contohnya adalah aseton dan asam sulfat
3. Karsinogenik (Carcinogenic)
Adalah sifat mengendap dan merusak terutama pada organ paru-paru karena
zat-zat yang terdapat pada rokok. Sehingga paru-paru menjadi berlubang dan
menyebabkan kanker. Contohnya adalah benzena dan asbes
4. Mudah terbakar (Flammable)
Adalah bahan kimia yang mudah bereaksi dengan oksigen dan dapat
menimbulkan kebakaran. Reaksi kebakaran yang amat cepat dapat juga
menimbulkan ledakan. Contohnya adalah etil eter dan propana.
5. Beracun (Toxic)
Adalah bahan kimia yang dapat menyebabkan bahaya terhadap kesehatan
manusia atau menyebabkan kematian apabila terserap ke dalam tubuh karena
tertelan, lewat pernafasan atau kontak lewat kulit. Pada umumnya zat toksik

36
masuk lewat pernafasan atau kulit dan kemudian beredar keseluruh tubuh
atau menuju organ-organ tubuh tertentu. Zat-zat tersebut dapat langsung
mengganggu organ-organ tubuh tertentu seperti hati, paru-paru, dan lain-lain.
Tetapi dapat juga zat-zat tersebut berakumulasi dalam tulang, darah, hati,
atau cairan limpa dan menghasilkan efek kesehatan pada jangka panjang.
Pengeluaran zat-zat beracun dari dalam tubuh dapat melewati urine, saluran
pencernaan, sel efitel dan keringat. Contohnya adalah merkuri dan klorin.
6. Korosif (Corrosive)
Adalah bahan kimia yang karena reaksi kimia dapat mengakibatkan kerusakan
apabila kontak dengan jaringan tubuh atau bahan lain. Zat korosif dapat
bereaksi dengan jaringan seperti kulit, mata, dan saluran pernafasan.
Kerusakan dapat berupa luka, peradangan, iritasi (gatal-gatal) dan sinsitisasi
(jaringan menjadi amat peka terhadap bahan kimia). Contohnya adalah asam
asetat dan alumunium klorida.
7. Menyebabkan iritasi (Irritant)
Adalah tidak korosif tetapi dapat menyebabkan inflamasi jika kontak dengan
kulit atau selaput lendir. Contohnya ialah amonia dan belerang dioksida.

II. Bahan Kimia Alami dan Buatan


2.1. Bahan Pewarna
Bahan pewarna merupakan bahan alami ataupun bahan kimia yang
ditambahkan ke dalam makanan. Penambahan bahan pewarna pada makanan
bertujuan untuk memberi penampilan tertentu atau warna yang menarik. Warna
yang menarik dapat menjadikan makanan lebih mengundang selera.
Berdasarkan sifat kelarutannya, zat pewarna makanan dikelompokkan
menjadi dye dan lake. Dye merupakan zat pewarna makanan yang umumnya
bersifat larut dalamair. Dye biasanya dijual di pasaran dalam bentuk serbuk,
butiran, pasta atau cairan. Lake merupakan gabungan antara zat warna dye dan
basa yang dilapisi oleh suatu zat tertentu. Karena sifatnya yang tidak larut
dalam air maka zat warna kelompok ini cocok untuk mewarnai produk-produk
yang tidak boleh terkena air atau produk yang mengandung lemak dan minyak.
1. Pewarna Alami
Pewarna alami merupakan bahan pewarna yang bahan-bahannya
banyak diambil dari tumbuh-tumbuhan. Bahan pewarna alami yang banyak
digunakan antara lain sebagai berikut.
 Daun suji mengandung zat warna klorofil untuk memberi warna hijau
menawan, misalnya pada dadar gulung, kue bika, atau kue pisang.
 Buah kakao merupakan penghasil cokelat dan memberikan warna cokelat
pada makanan, misalnya es krim, susu cokelat, atau kue kering.
 Kunyit (Curcuma domestica) mengandung zat warna kurkumin untuk
memberi warna kuning pada makanan, misalnya tahu, bumbu Bali, atau
nasi kuning. Selain itu, kunyit dapat mengawetkan makanan.
 Cabai merah, selain memberi rasa pedas, juga menghasilkan zat warna
kapxantin yang menjadikan warna merah pada makanan, misalnya
rendang daging atau sambal goreng.
 Wortel, beta-karoten (provitamin-A) pada wortel menghasilkan warna
kuning.
 Karamel, warna cokelat karamel pada kembang gula karena proses
karamelisasi, yaitu pemanasan gula tebu sampai pada suhu sekitar
170°C.
 Gula merah, selain sebagai pemanis juga memberikan warna cokelat
pada makanan, misalnya pada bubur dan dodol.
Selain contoh di atas, beberapa buah-buahan juga dapat menjadi
bahan pewarna alami, misalnya anggur menghasilkan warna ungu, stroberi
warna merah, dan tomat warna oranye.
2. Pewarna Buatan
Makanan ada yang menggunakan pewarna alami ada pula yang
menggunakan pewarna buatan. Bahan pewarna buatan ada dua jenis. Jenis
pertama adalah pewarna buatan yang disintesa dengan struktur kimia persis
seperti bahan alami, misalnya beta-karoten (warna oranye sampai kuning),
santoxantin (warna merah), dan apokaroten (warna oranye). Jenis kedua
adalah bahan pewarna yang disintesa khusus untuk menggantikan pewarna
alami.

37
Tabel berikut menunjukkan contoh bahan pewarna buatan pada
makanan.
Contoh produk
Bahan pewarna buatan
makanan
Indigokarmin menghasilkan warna biru gula dan minuman ringan.
Eritrosin menghasilkan warna merah es krim dan jeli
Tartrasin menghasilkan warna kuning es krim, yoghurt, dan jeli
Meskipun bahan pewarna tersebut diizinkan, kamu harus selalu
berhati-hati dalam memilih makanan yang menggunakan bahan pewarna
buatan karena penggunaan yang berlebihan tidak baik bagi kesehatanmu.
Penggunaan tartrazine yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi,
asma, dan hiperaktif pada anak. Penggunaan erythrosine yang berlebihan
dapat menyebabkan reaksi alergi pada pernapasan, hiperaktif pada anak,
tumor tiroid pada tikus, dan efek kurang baik pada otak dan perilaku.
3. Perbedaan antara Pewarna Alami dan Pewarna Buatan
Bahan pewarna alami maupun buatan digunakan untuk memberi
warna yang lebih menarik pada makanan. Biasanya orang menggunakan
bahan pewarna alami karena lebih aman dikonsumsi daripada bahan
pewarna buatan. Bahan alami tidak memiliki efek samping atau akibat
negatif dalam jangka panjang. Adapun pewarna buatan dipilih karena
memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan zat pewarna alami. Tabel
berikut ini menunjukkan perbedaan kedua jenis pewarna tersebut.
Pewarna alami Pewarna buatan
Kadang-kadang memiliki efek negatif
Lebih aman dikonsumsi. tertentu.
Dapat mengembalikan warna asli,
Warna yang dihasilkan kurang kestabilan warna lebih tinggi, tahan
stabil, mudah berubah oleh lama, dan dapat melindungi vitamin
pengaruh tingkat keasaman atau zat-zat makanan lain yang peka
tertentu. terhadap cahaya selama penyimpanan.
Untuk mendapatkan warna yang
bagus diperlukan bahan pewarna
dalam jumlah banyak. Praktis dan ekonomis.
Keanekaragaman warnanya Warna yang dihasilkan lebih beraneka
terbatas. ragam.
Tingkat keseragaman warna kurang
baik. Keseragaman warna lebih baik.
Kadang-kadang memberi rasa dan Biasanya tidak menghasilkan rasa dan
aroma yang agak mengganggu. aroma yang mengganggu.
Seiring dengan meluasnya pemakaian pewarna sintetik, sering terjadi
penyalahgunaan pewarna pada makanan. Sebagai contoh digunakannya
pewarna tekstil untuk makanan sehingga membahayakan konsumen. Zat
pewarna tekstil dan pewarna cat biasanya mengandung logam berat, seperti:
arsen, timbal, dan raksa sehingga bersifat racun.

2.2. Bahan Pemanis


Bahan pemanis adalah bahan kimia yang ditambahkan pada makanan
atau minuman yang berfungsi untuk memberikan rasa manis. Bahan pemanis ini
ada dua macam, yaitu pemanis alami dan pemanis buatan.
1. Pemanis Alami
Pemanis alami merupakan bahan pemberi rasa manis yang diperoleh
dari bahan-bahan nabati maupun hewani. Pemanis alami berfungsi juga
sebagai sumber energi. Jika kita mengonsumsi pemanis alami secara
berlebihan, kita akan mengalami risiko kegemukan. Contohnya :
 Gula tebu mengandung zat pemanis fruktosa yang merupakan salah satu
jenis glukosa. Gula tebu atau gula pasir yang diperoleh dari tanaman tebu
merupakan pemanis yang paling banyak digunakan. Selain memberi rasa
manis, gula tebu juga bersifat mengawetkan.
 Gula merah merupakan pemanis dengan warna coklat. Gula merah
merupakan pemanis kedua yang banyak digunakan setelah gula pasir.
Kebanyakan gula jenis ini digunakan untuk makanan tradisional, misalnya
pada bubur, dodol, kue apem, dan gulali.
 Madu merupakan pemanis alami yang dihasilkan oleh lebah madu. Selain
sebagai pemanis, madu juga banyak digunakan sebagai obat.

38
 Kulit kayu manis merupakan kulit kayu yang berfungsi sebagai pemanis.
Selain itu kayu manis juga berfungsi sebagai pengawet.
Zat pemanis alami yang biasa digunakan, dibedakan menjadi dua,
yaitu sebagai berikut.
a. Pemanis nutritive
Pemanis nutritif adalah pemanis alami yang menghasilkan kalori. Pemanis
nutritif berasal dari tanaman (sukrosa/ gula tebu, gula bit, xylitol dan
fruktosa), dari hewan (laktosa, madu), dan dari hasil penguraian
karbohidrat (sirop glukosa, dekstrosa, sorbitol). Kelebihan pemanis ini
dapat mengakibatkan obesitas, karena kandungan kalorinya yang tinggi.
b. Pemanis nonnutritive
Pemanis nonnutritif adalah pemanis alami yang tidak menghasilkan
kalori. Pemanis nonnutritif berasal dari tanaman (steviosida), dan dari
kelompok protein (miralin, monellin, thaumatin).
2. Pemanis Buatan
Pemanis buatan adalah senyawa hasil sintetis laboratorium yang
merupakan bahan tambahan makanan yang dapat menyebabkan rasa manis
pada makanan. Pemanis buatan tidak atau hampir tidak mempunyai nilai
gizi. Sebagaimana pemanis alami, pemanis buatan juga mudah larut dalam
air. Penggunaan bahan pemanis atau batasan pemakaian bahan pemanis
dalam makanan harus mengacu pada WHO yang dikenal dengan ADI
(aceeptable daily intake) dan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722 /
Menkes / per / IX / 1988 tentang batasan maksimum penggunaan bahan
kimia dalam makanan.
Beberapa pemanis buatan yang beredar di pasaran di antaranya
adalah sebagai berikut:
a. Aspartam
Aspartam mempunyai nama kimia aspartil fenilalanin metil ester,
merupakan pemanis yang digunakan dalam produk-produk minuman
ringan. Aspartam merupakan pemanis yang berkalori sedang. Tingkat
kemanisan dari aspartam 200 kali lebih manis daripada gula pasir.
Aspartam dapat terhidrolisis atau bereaksi dengan air dan kehilangan
rasa manis, sehingga lebih cocok digunakan untuk pemanis yang
berkadar air rendah.
b. Sakarin
Sakarin merupakan pemanis buatan yang paling tua. Tingkat
kemanisan sakarin kurang lebih 300 kali lebih manis dibandingkan gula
pasir. Namun, jika penambahan sakarin terlalu banyak justru
menimbulkan rasa pahit dan getir. Es krim, gula-gula, es puter, selai, kue
kering, dan minuman fermentasi biasanya diberi pemanis sakarin.
Sakarin sangat populer digunakan dalam industri makanan dan minuman
karena harganya yang murah. Namun penggunaan sakarin tidak boleh
melampaui batas maksimal yang ditetapkan, karena bersifat karsogenik
(dapat memicu timbulnya kanker).
Dalam setiap kilogram bahan makanan, kadar sakarin yang
diperbolehkan adalah 50–300 mg. Sakarin hanya boleh digunakan untuk
makanan rendah kalori, dan dibatasi tingkat konsumsinya sebesar
maksimal 0,5 mg tiap kilogram berat badan per hari.
c. Siklamat
Siklamat terdapat dalam bentuk kalsium dan natrium siklamat dengan
tingkat kemanisan yang dihasilkan kurang lebih 30 kali lebih manis
daripada gula pasir. Makanan dan minuman yang sering dijumpai
mengandung siklamat antara lain: es krim, es puter, selai, saus, es lilin,
dan berbagai minuman fermentasi. Beberapa negara melarang
penggunaan siklamat karena diperkirakan mempunyai efek karsinogen.
Batas maksimum penggunaan siklamat adalah 500–3.000 mg per kg
bahan makanan.
d. Sorbitol
Sorbitol merupakan pemanis yang biasa digunakan untuk pemanis kismis,
selai dan roti, serta makanan lain.
e. Asesulfam K
Asesulfam K merupakan senyawa 6-metil-1,2,3-oksatiazin-4(3H)-on-2,3-
dioksida atau merupakan asam asetoasetat dan asam sulfamat. Tingkat
kemanisan dari asesulfam K adalah 200 kali lebih manis daripada gula
pasir. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, asesulfam K merupakan
pemanis yang tidak berbahaya.

39
3. Perbedaan Pemanis Alami dengan Pemanis Buatan
Orang memilih jenis pemanis untuk makanan yang dikonsumsinya
tentu dengan alasan masing-masing. Pemanis alami tentu lebih aman, tetapi
harganya lebih mahal. Pemanis buatan lebih murah, tetapi aturan
pemakaiannya sangat ketat karena bisa menyebabkan efek negatif yang
cukup berbahaya. Pada kadar yang rendah atau tertentu, pemanis buatan
masih diijinkan untuk digunakan sebagai bahan tambahan makanan, tetapi
pada kadar yang tinggi bahan ini akan menyebabkan berbagai masalah
kesehatan. Tabel berikut memperlihatkan perbedaan pemanis alami dan
buatan.
Pemanis alami Pemanis buatan
Pada suhu tinggi bisa terurai. Cukup stabil bila dipanaskan.
Memiliki kalori tinggi. Memiliki kalori rendah.
Berasa manis sampai puluhan
bahkan ratusan kali rasa manis
Berasa manis normal. gula.
Harganya cenderung lebih tinggi. Harganya sangat terjangkau.
Sebagian dapat berpotensi
Lebih aman dikonsumsi. karsinogen (penyebab kanker).

2.3. Bahan Pengawet


Bahan pengawet adalah bahan kimia yang dapat mencegah atau
menghambat proses fermentasi (pembusukan), pengasaman, atau peruraian lain
terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme sehingga makanan
tidak mudah rusak atau menjadi busuk. Bahan pengawet bersifat karsinogen,
untuk itu batasan penggunaan bahan pengawet sebaiknya sesuai dengan
Peraturan Menteri Kesesehatan No. 722/ menkes/per/IX/ 88.
Menurut FDA (Food and Drug Administrasion), keamanan suatu pengawet
makanan harus mempertimbangkan jumlah yang mungkin dikonsumsi dalam
produk makanan atau jumlah zat yang akan terbentuk dalam makanan dari
penggunaan pengawet, efek akumulasi dari pengawet dalam makanan dan
potensi toksisitas yang dapat terjadi (termasuk menyebabkan kanker) dari
pengawet jika dicerna oleh manusia atau hewan. Secara garis besar zat
pengawet dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1. GRAS (Generally Recognized as Safe) yang umumnya bersifat alami,
sehingga aman dan tidak berefek racun sama sekali. Berikut ini adalah
contoh-contoh pengawet alami.
a. Gula tebu
Gula tebu memberi rasa manis dan bersifat mengawetkan. Buah-buahan
yang disimpan dalam larutan gula pekat akan menjadi awet karena
mikroorganisme sukar hidup di dalamnya.
b. Gula merah
Selain sebagai pemanis gula merah juga bersifat mengawetkan seperti
halnya gula tebu.
c. Garam
Garam merupakan pengawet alami yang banyak dihasilkan dari
penguapan air laut. Ikan asin dapat bertahan hingga berbulan-bulan
karena pengaruh garam.
d. Kunyit
Kunyit, selain sebagai pewarna, juga berfungsi sebagai pengawet.
Dengan penggunaan kunyit, tahu atau nasi kuning menjadi tidak cepat
basi.
e. Kulit kayu manis
Kulit kayu manis merupakan kulit kayu yang berfungsi sebagai pengawet
karena banyak mengandung asam benzoat. Selain itu, kayu manis juga
berfungsi sebagai pemanis dan pemberi aroma.
f. Cengkih
Cengkih merupakan pengawet alami yang dihasilkan dari bunga
tanaman cengkih. Selain sebagai pengawet, cengkih juga berfungsi
sebagai penambah aroma.
2. ADI (Acceptable Daily Intake), yang selalu ditetapkan batas penggunaan
hariannya (daily intake) guna melindungi kesehatan konsumen. Bahan-bahan
pengawet tersebut, antara lain sebagai berikut.
a. Asam asetat
Asam asetat dikenal di kalangan masyarakat sebagai asam cuka. Bahan
ini menghasilkan rasa masam dan jika jumlahnya terlalu banyak akan

40
mengganggu selera karena bahan ini sama dengan sebagian isi dari air
keringat kita. Asam asetat sering dipakai sebagai pelengkap ketika
makan acar, mi ayam, bakso, atau soto. Asam asetat mempunyai sifat
antimikroba. Makanan yang memakai pengawet asam cuka antara lain
acar, saos tomat, dan saus cabai.
b. Benzoat
Benzoat banyak ditemukan dalam bentuk asam benzoat maupun natrium
benzoat (garamnya). Berbagai jenis soft drink (minuman ringan), sari
buah, nata de coco, kecap, saus, selai, dan agar-agar diawetkan dengan
menggunakan bahan jenis ini.
c. Sulfit
Bahan ini biasa dijumpai dalam bentuk garam kalium atau natrium
bisulfit. Potongan kentang, sari nanas, dan udang beku biasa diawetkan
dengan menggunakan bahan ini.
d. Propil galat
Digunakan dalam produk makanan yang mengandung minyak atau lemak
dan permen karet serta untuk memperlambat ketengikan pada sosis.
Propil galat juga dapat digunakan sebagai antioksidan.
e. Propianat
Jenis bahan pengawet propianat yang sering digunakan adalah asam
propianat dan garam kalium atau natrium propianat. Propianat selain
menghambat kapang juga dapat menghambat
pertumbuhan bacillusmesentericus yang menyebabkan kerusakan bahan
makanan. Bahan pengawetan produk roti dan keju biasanya
menggunakan bahan ini. Penggunaan yang berlebihan bisa menyebabkan
migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.
f. Garam nitrit
Garam nitrit biasanya dalam bentuk kalium atau natrium nitrit.
Kalium nitrit berwarna putih atau kuning dan kelarutannya tinggi dalam
air. Bahan ini terutama sekali digunakan sebagai bahan pengawet keju,
ikan, daging, dan juga daging olahan seperti sosis, atau kornet, serta
makanan kering seperti kue kering. Perkembangan mikroba dapat
dihambat dengan adanya nitrit ini. Misalnya, pertumbuhan clostridia di
dalam daging yang dapat membusukkan daging.
Penggunaan yang berlebihan, bisa menyebabkan keracunan.
Selain memengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke
berbagai organ tubuh, juga menyebabkan kesulitan bernapas, sakit
kepala, anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah.
g. Sorbat
Sorbat yang terdapat di pasar ada dalam bentuk asam atau garam
sorbat. Sorbat sering digunakan dalam pengawetan margarin, sari buah,
keju, anggur, dan acar. Asam sorbat sangat efektif dalam menekan
pertumbuhan kapang dan tidak memengaruhi cita rasa makanan pada
tingkat yang diperbolehkan. Meskipun aman dalam konsentrasi tinggi,
asam ini bisa membuat perlukaan di kulit.
3. Zat pengawet yang memang tidak layak dikonsumsi atau
berbahaya, Pengawet tersebut di antaranya adalah:
a. Boraks
Boraks atau natrium tetraborat, dengan rumus kimia Na2B4O7· 10
H2O adalah senyawa yang biasa digunakan sebagai bahan baku
disinfektan, detergen, cat, plastik, ataupun pembersih permukaan logam
sehingga mudah disolder. Karena boraks bersifat antiseptik dan
pembunuh kuman, bahan ini sering digunakan untuk pengawet kosmetik
dan kayu. Banyak ditemukan kasus boraks yang disalahgunakan untuk
pengawetan bakso, sosis, krupuk gendar, mi basah, pisang molen,
lemper, siomay, lontong, ketupat, dan pangsit. Jika boraks termakan
dalam kadar tertentu, dapat menimbulkan sejumlah efek samping bagi
kesehatan, di antaranya:
 gangguan pada sistem saraf, ginjal, hati, dan kulit;
 gejala pendarahan di lambung dan gangguan stimulasi saraf pusat;
 terjadinya komplikasi pada otak dan hati; dan
 menyebabkan kematian jika ginjal mengandung boraks sebanyak 3–6
gram.
b. Formalin
Formalin adalah nama dagang untuk larutan yang mengandung 40%
formaldehid (HCOH) dalam 60% air atau campuran air dan metanol (jenis
alkohol bahan baku spiritus) sebagai pelarutnya. Formalin sering

41
disalahgunakan untuk mengawetkan mi, tahu basah, bakso, dan ikan
asin. Formalin tidak boleh digunakan karena dapat menyebabkan kanker
paru-paru dan gangguan pada alat pencernaan dan jantung.
c. Natamysin
Bahan ini biasa digunakan pada produk daging dan keju. Bahan ini bisa
menyebabkan mual, muntah, tidak nafsu makan, diare, dan perlukaan
kulit.
d. Kalium Asetat
Makanan yang asam umumnya ditambahkan bahan pengawet ini. Padahal
bahan pengawet ini diduga bisa menyebabkan rusaknya fungsi ginjal.
e. Butil Hidroksi Anisol (BHA)
Biasanya terdapat pada daging babi dan sosisnya, minyak
sayur,shortening, keripik kentang, pizza, dan teh instan. Bahan pengawet
jenis ini diduga bisa menyebabkan penyakit hati dan memicu kanker.

2.4. Bahan Penyedap Rasa


Bahan penyedap rasa merupakan bahan tambahan makanan yang
berguna untuk melezatkan bahan makanan. Penyedap berfungsi menambah rasa
nikmat dan menekan rasa yang tidak diinginkan dari suatu bahan makanan.
Bahan penyedap ini terdapat dalam bentuk alami dan buatan.
1. Penyedap Alami
Bahan penyedap dari bahan alami selalu terdapat di dalam setiap makanan.
Biasanya bahan-bahan ini dicampurkan bersama-sama sebagai bumbu
makanan, beberapa di antaranya :
 Bawang merupakan pemberi rasa sedap alami yang paling banyak
digunakan.
 Merica memberi aroma segar dan rasa pedas yang khas.
 Terasi merupakan zat cita rasa alami yang dihasilkan dari bubuk ikan dan
udang kecil yang dibumbui sedemikian rupa sehingga memberi rasa
sedap yang khas.
 Daun salam memberi rasa sedap pada makanan.
 Jahe memberi aroma harum dan rasa pedas khas jahe.
 Cabai memberi rasa sedap dan pedas pada setiap masakan.
 Daun pandan memberi rasa dan aroma sedap dan wangi pada makanan.
 Kayu manis, selain memberi rasa manis dan mengawetkan juga memberi
aroma harum khas kayu manis.
2. Penyedap Buatan
Penyedap buatan yang paling banyak digunakan dalam makanan
adalah vetsin atau monosodium glutamat (MSG) yang sering juga disebut
sebagai micin. MSG merupakan garam natrium dari asam glutamat yang
secara alami terdapat dalam protein nabati maupun hewani. Daging, susu,
ikan, dan kacang-kacangan mengandung sekitar 20% asam glutamat. MSG
tidak berbau dan rasanya merupakan campuran rasa manis dan asin yang
gurih.
Mengonsumsi MSG secara berlebihan akan menyebabkan timbulnya
gejala-gejala yang dikenal sebagai Chinese
Restaurant Syndrome (CRS). Tanda-tandanya antara lain berupa munculnya
berbagai keluhan seperti pusing kepala, sesak napas, wajah berkeringat,
kesemutan pada bagian leher, rahang, dan punggung.

III. Efek Samping Penggunaan Bahan Kimia Alami dan Buatan


Kemajuan teknologi di bidang pangan dapat memacu manusia untuk
menciptakan bahan makanan dengan kualitas yang makin baik. Kualitas makanan
yang baik tidak dapat dilihat dari bentuk tampilan luarnya saja, akan tetapi yang
paling penting adalah kandungan gizi dalam makanan tersebut.
Saat ini telah banyak ditemukan makanan yang unggul karena telah melalui
berbagai proses produksi sehingga memiliki ketahanan yang lebih lama jika
dibandingkan dengan kondisi normalnya. Misalnya, ikan sarden dalam kemasan kaleng
dapat bertahan berbulan-bulan, bahkan hingga satu tahun lamanya tanpa mengalami
pembusukan.
Ikan sarden tersebut dapat bertahan lama setelah ditambahkan zat pengawet
pada proses produksi makanan tersebut. Namun, bahan makanan yang menggunakan
zat pengawet tidak dapat dikonsumsi setelah melewati masa kadaluarsa.

42
Tabel: Daftar Dampak Negarif Zat Aditif terhadap Kesehatan
Beberapa bahan makanan yang berdampak negatif terhadap orang yang
mengkonsumsinya adalah sebagai berikut:
1. Boraks dan formalin yang digunakan sebagai pengawet makanan jika dikonsumsi
secara terus-menerus dapat mengganggu fungsi organ pencernaan.
2. CFC dan tetrazine yang digunakan sebagai zat pewarna dapat merusak organ hati
dan ginjal.
3. Siklamat dan sakarin yang digunakan sebagai zat pemanis dapat menyebabkan
penyakit kanker.
4. Penggunaan Monosodium Glutamat (MSG) sebagai bahan penyedap dapat
menimbulkan kerusakan pada jaringan saraf.

IV. Kegunaan dan Efek Samping Bahan Kimia terhadap Lingkungan


4.1. Bahan Kimia Pembersih
1. Kegunaan :
Bahan kimia pembersih berguna untuk melepaskan sejenis ion di dalam air
yang memiliki bagian yang suka air (hidrofilik) sehingga dapat larut dalam air
dan bagian yang tidak suka akan air (hidrofobik) sehingga larut dalam
minyak atau lemak. Jika dalam pakaian yang dicuci dengan detergen
terdapat kotoran lemak maka bagian ion yang bersifat hidrofobik masuk ke
dalam butiran lemak atau minyak dan bagian ion tersebut yang bersifat
hidrofilik akan mengarah ke pelarut air.Keadaan ini menyebabkan butiran-
butiran minyak akan saling tolak-menolak karena menjadi bermuatan
sejenis. Akibatnya, kotoran lemak atau minyak yang telah lepas dari pakaian
tidak dapat saling bersatu lagi dan tetap berada dalam larutan.
2. Efek samping bahan kimia pembersih :
Zat-zat pembersih yakni sangat mengganggu habitat dan kelangsungan
hidup biota perairan efek samping bahan kimia pembersih ini juga
menyebabkan iritasi pada kulit

4.2. Bahan Kimia Pemutih


1. Kegunaan:
Bahan kimia pemutih digunakan untuk menghilangkan kotoran atau noda
berwarna yang sukar dihilangkan dengan hanya menggunakan sabun atau
detergen Selain digunakan sebagai pemutih dan membersihkan noda, juga
digunakan untuk desinfektan (membasmi kuman).
2. Efek samping bahan kimia pemutih:
Efek samping bahan kimia pemutih adalahbisa bereaksi dengan zat warna
pakaian sehingga dapat memudarkan warna pakaian. zat-zat pemutih yakni
sangat mengganggu habitat dan kelangsungan hidup biota perairan. dan
iritasi pada kulit

4.3. Bahan Kimia Pewangi


1. Kegunaan:
Bahan kimia pewangi digunakan untuk menimbulkan aroma wangi pada
badan atau baju yang kita pakai sehari – hari. Bisa juga untuk
mengharumkan ruangan. Bahan kimia pewangi sering ditambahkan pada
berbagai produk seperti sabun, deterjen, sampo, pembersih kaca, cairan
pencuci piring

43
2. Efek samping bahan kimia pewangi :
Efek negatif. Di dalam parfum, selain etil alkohol sebagai pelarut
sering ditambahkan zat-zat seperti: aseton, benzaldehida, benzil asetat,
benzil alkohol, etil asetat, dll. Zat-zat ini memiliki efek negatif bagi
kesehatan. Aseton dapat menyebabkan kekeringan mulut dan tenggorokan,
kerusakan pita suara, mengantuk, dan depresi. Benzaldehida memiliki efek
narkotik dan iritasi pada kulit, mata, mulut, dan tenggorokan. Benzil asetat
bersifat karsinogenik, cairannya dapat meresap ke dalam system tubuh
melalui kulit, dan uapnya dapat mengiritasi mata. Benzil alkohol
menyebabkan iritasi saluran pernapasan bagian atas dan penurunan tekanan
darah. Etil asetat bersifat seperti narkotik, merusak hati, dan menyebabkan
anemia.
Selain alkohol, masih terdapat beragam zat tambahan lainnya yang
sengaja ditambahkan ke dalam pewangi agar parfum mudah disemprotkan
(zat tersebut berfungsi sebagai propelan). Di antara zat-zat tambahan yang
dapat berfungsi sebagai propelan tersebut ada yang dapat mencemari
lingkungan. Propelan tertentu jika lepas ke udara kemudian masuk ke
atmosfer bagian atas akan merusak lapisan ozon (suatu lapisan di udara
bagian atas yang melindungi manusia dari sinar-sinar berenergi tinggi,
seperti sinar ultra violet). Untuk itu, kita harus selektif ketika membeli
produk berupa parfum, jangan sampai mengandung bahan kimia yang dapat
mencemari lingkungan.

4.4. Bahan Kimia Pestisida


1. Kegunaan:
Pestisida yang biasa digunakan para petani dapat digolongkan menurut
fungsi dan sasaran penggunaannya, yaitu:
a. Insektisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas
serangga, seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat
b. Fungisida, yaitu pestisida yang dipakai untuk memberantas dan
mencegah pertumbuhan jamur atau cendawan
c. Bakterisida, yaitu pestisida untuk memberantas bakteri atau virus.
d. Rodentisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas hama
tanaman berupa hewan pengerat, seperti tikus.
e. Nematisida, yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas hama
tanaman jenis cacing (nematoda).
2. Efek samping bahan kimia pestisida :
Penggunaan pestisida telah menimbulkan dampak yang negatif, baik
itu bagi kesehatan manusia maupun bagi kelestarian lingkungan
Pestisida yang terserap tanaman akan terdistribusi ke dalam akar,
batang, daun, dan buah. Jika tanaman ini dimakan hewan atau manusia
maka pestisidanya akan terakumulasi dalam tubuh sehingga dapat
memunculkan berbagai risiko bagi kesehatan hewan maupun manusia.
Munculnya hama spesies baru yang lebih tahan terhadap takaran
pestisida. Oleh karena itu, diperlukan dosispemakaian pestisida yang lebih
tinggi atau pestisida lain yang lebih kuat daya basminya. Jika sudah demikian
maka risiko pencemaran akibat pemakaian pestisida akan semakin besar
baik terhadap hewan maupun lingkungan, termasuk juga manusia sebagai
pelakunya.

44